"Ini hanya secuil kisah dari mereka berdua" -Author
.
.
.
.
.
.
.
.
Activity © ACA
BoBoiBoy © Animonsta
Warning: Find by yourself
Summary: Ini hanya kisah mereka berdua, Blaze dan Ice. Kakak yang terlalu Overprotectiv kepada adiknya dan sang adik yang terlalu polos.
A/N: Blaze = 13 tahun, Ice = 11 tahun.
Saya tidak menambahkan HaliTauGem, ibaratnya saja, mereka bertiga kuliah di Indonesia dimana sang author lahir disitu dan tinggal disitu #NggakAdaYangNanya
Kalian boleh nge-Flame fanfic ini kok kalo nggak suka, jika kalian ingin masuk neraka.
Kritik dan saran, please?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hari ini Blaze mendapat tugas dari guru ekstrakulikuler musik, yaitu membuat cover lagu. Blaze mengerjakannya saat malam hari, dikarenakan saat pulang sekolah ia capek karena banyaknya kegiatan sekolah.
Ia menggunakan cover dengan software(*) Vocaloid. Guru ekstrakulikulernya mewajibkan mengambil sampel suara dari orang lain maupun download sampel suaranya. Seperti Vocaloid.
Blaze memasukkan lagu yang diberikan oleh gurunya, lagu kebangsaan negaranya. Kenapa tidak memasukkan lagu kesukaan saja? Itu jauh lebih baik, pikir Blaze. Yang sedang mengutak-atik software-nya agar bisa berbahasa apa yang dia ucapkan sehari-hari.
"Haduuh... Sangat susah sekali buat ngutak-atik nih software, seharusnya aku memakai Hatsune Miku V3. Gara-gara Ice sembunyiin tuh software ke file lain. Apalagi, nggak mau beritahu dimana letak filenya. Dan, aku terpaksa menggunakan software Rana V4. Otouto kampret" Guman Blaze sambil meremas mouse yang ada dikomputernya. Sehingga dia kepencet sesuatu.
"Haah... Si*lan!" Bentak Blaze sambil menggrebak mejanya keras-keras. Ia melihat teliti layar komputernya yang bersinar.
"Huwaah... Ternyata udah selesai toh, ngutak-atiknya. Ternyata ada manfaatnya juga kepencet tadi" Lega rasanya Blaze bisa mengutak-atik software-nya.
"Nah, tinggal memasukkan lirik lagu dan 'membatik'" Seru Blaze sambil menggerak-gerakan mouse-nya ke kanan dan ke kiri. Dia memencet salah satu tombol di mouse-nya.
Setelah menyelesaikan cover lagunya dengan mati-matian. Blaze menghela napas lega. Tiba-tiba...
PET!
Listrik mati.
"GRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA..." Teriak Blaze penuh penyesalan(?). Kenapa listriknya harus mati Kenapa? KENAPA? KEEEEEENAAAAAAAPAAAAAAAA? Oke, Blaze mulai lebay.
"Haduuh... Aku takut banget sama mati lampu" Blaze merinding seketika. Hawa dingin pun ia rasakan, padahal cuaca lagi panas walaupun malam hari.
Keringat bercucuran dipelipis Blaze. Dia melihat keseliling kamarnya. Gelap gulita, dikarenakan manti lampu. Blaze sangat takut sekali dengan manti lampu. Karena waktu kecil, ia sering ditakut-takuti oleh kakaknya, Taufan, pada saat mati lampu.
Napasnya pun tercekat, seolah-olah dia dicekiki lehernya oleh seseorang. Ia tidak bisa bicara sepatah kata. Bagaikan dia mengalami ketindihan.
Ada suara derapan kaki terdengar diluar kamar tidur Blaze. Suara derapan itu terdengar nyaring ditelinganya. Dia ingin sekali bersembunyi dibalik selimutnya. Tetapi, tubuhnya tidak bisa digerakan sama sekali. Dia menatap Horror layar komputernya yang mati karena terhubung oleh listrik dan sialnya lagi, listriknya mati.
Jantungnya berdebar sangat kencang. Apakah ini namanya... Ketakutan? Oh tidak, paru-parunya seakan-akan berhenti bekerja. Seluruh tubuhnya menggigil berat(?)
Dia menggerakkan tubuhnya satu langkah saja, sangat susah. Rasanya dia ditahan oleh tangan raksasa.
"Kampret"
Suara derapan kaki itu pun berhenti. Tetapi, tubuh Blaze masih kaku karena mati lampu. Blaze ketakutan setengah mati.
Sekarang, tergantikan suara pintu terbuka. Oh tidak! Pasti itu suara Freddy yang sedang membuka pintunya dan siap-sipa memburunya untuk dijadikan Animatronics. Blaze sangat takut sekali, dia ingin hidup, dia belum bersiap untuk mati.
Dia masih ingin melihat wajah adiknya. Kalo dia mati, siapa yang ngurusin? Seharusnya dia mengunci pintunya tadi. Blaze lupa, masih muda kok pikun sih?
Suara derapan kaki tersebut berjalan menuju Blaze. Ia ingin sekali bergerak keluar untuk minta pertolongan. Pasti itu Freddy, yakin, dia itu Freddy. Dia sangat takut sekali, keringat dingin bercucuran ditubuh Blaze. Nggak, Blaze nggak mungkin mati. Blaze nggak mau mati, pikir Blaze.
Blaze ingin hidup, Blaze masih kepengen liat wajah Ice yang polos T_T-Woy, Blaze, mulai sekarang berhenti main Five Night At Freddy 1-5, bikin halusinasi aja- Author pun menabok Blaze yang sedang berhalusinasi. Makannya, kalo main FNAF nggak boleh keseringan, malah bikin gini. Ini untuk pelajaran kepada para Readers yang mempunyai kegemaran main FNAF kalo main pas Malming(Walaupun kalian Jomblo) jangan Jum'at Malam Kliwon. Bikin merinding.
"Onii-chan..." Suara itu, sangat familiar baginya. Terdengar familiar. Wait?
"Ya Allah... Gerakkanlah tubuhku ini, agar bisa melihat siapa yang bersuara tadi" Do'a Blaze dalam hati.
Tiba-tiba. DEK! Tubuh Blaze bisa digerakkan lagi. Blaze pun bersyukur kepada Yang Maha Kuasa.
"Suara siapa tadi?" Dia pun bertanya-tanya kepada diri sendiri(?) *author males ketik*
"ONII-CHAN! MASA' NGGAK NGERTI AKU DISINI! AKU TADI TAKUT TAU! HUWEEEE... HUHUHUHU... HUWEEE..." Isak Ice disampingnya sambil menggoyang-goyangkan tubuh kakaknya. Sampe-sampe shift jebol.
Blaze pun segera memeluk adiknya yang nangis. Kok bisa meluk, padahal listrik mati masihan. Oiya, Ice membawa senter.
"Chip-chip-chip(?)... Jangan nangis ya, soalnya gelap, nggak ngerti kalo ada Otouto-chan" Hibur Blaze gaje. Malah pakai 'chip-chip-chip' segala lagi. Dasar -_-
"Onii-chan kok kayaknya takut deh, padahal Onii-chan udah gede. Kenapa sih?" Tanya Ice dengan raut muka kebingungan.
"Oh... Masalahnya gini dek..." Blaze menghirup napas dalam-dalam.
.
.
.
.
.
.
"TADI ADA TUGAS DARI GURU EKSTRAKULIKULER BUAT LAGU COVER. KARENA SOFTWARE HATSUNE MIKU V3 TIBA-TIBA HILANG DI FILE AKU SENDIRI, YAUDAH, TERPAKSA PAKE SOFTWARE RANA V4-" Belum sempat selesai ngomong(Baca: Berteriak) dan juga, omongannya cepet kayak lagu The Disappearance of Hatsune Miku, Sadistic Music Factory, dan Rap God Eminem(?)
"Jangan teriak gitu Onii-chan, ini 'kan malem. Listrik mati lagi"
"Akhirnya, aku berjuang mati-matian buat ngutak-atik biar bisa ngomong bahasa kita. Udah susah payah ngutak-atik Software-nya, tinggal masukin liriknya. Udah selesai. Tiba-tiba... Listrik mati" Galau Blaze.
"Udah di save Onii-chan?"
"BEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEELUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUM!" Teriak Blaze. Ice membekap mulut kakaknya yang berteriak.
"Onii-chan, 'kan udah bilang" Nasehat(?) Ice dengan muka polos.
Blaze mencabut cop-copan komputer biar nggak nyala saat listrik kembali nyala agar nggak mati lagi.
Blaze menghela napas panjang. Sesekali dia melirik adiknya dengan tatapan setajam S*LIT-AUTHOR!-Setajam SILET deng.
"Huff... Yaudah Onii-chan. Boleh tidur bareng nggak? Aku takut soalnya kalo mati lampu tidur sendiri" Rengek Ice dengan muka polos.
"Boleh, tapi ada syaratnya" Blaze sok-sok bijak(?)
"Apa?" Tanya Ice dengan muka polos lagi. Bikin para Shotacon(**) kepengen kresekin dia, terus dibawa pulang dijadiin oleh-oleh dari Malaysia.
"Kamu harus beritahu dimana Software Hatsune Miku V3 berada! Kamu menyembunyikannya 'kan?" Bentak Blaze.
"Yaudah deh, Onii-chan. Bakalan ku beritahu besok pagi" Jawab Ice memelas.
Akhirnya mereka berdua tidur seranjang *jangan pikir aneh-aneh*
Udah deh :v
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
~To Be Continue~
Hahahaha... Terlalu lebay deh.
Dan, maaf terlalu gaje, dikarenakan nggak ada ide buat nih Chapter.
Pinginnya sih, ada genre horrornya sedikit. Hasilnya malah gini.
Ada yang mau saran lagi?
.
Software(*) = adalah bagian tidak terpisahkan dalam perangkat keras atau hardware. Pengertian software secara umum dapat diartikan sebagai sekumpulan data-data elektronik yang tersimpan dan diatur oleh komputer yang berupa program atau instruksi untuk menjalankan dan mengeksekusi suatu perintah.
Shotacon(**) = atau Shotaro Kompurekkusu adalah suatu istilah dalam Bahasa Jepang untuk menggambarkan ketertarikan pada anak lelaki di bawah umur. Selain itu, istilah ini juga digunakan untuk orang yang tertarik pada anak lelaki di bawah umur.
Sumber: Wikipedia
.
Kritik dan saran, please?
Kalian boleh kok nge-flame fanfic ini kalo tidak suka, jika kalian ingin masuk neraka. Hahahaha... Atau, jika kalian ingin mempunyai Dosa banyak.
