Chapter 2 Uninvited Guest

Besok. Hari Senin. Seharusnya aku istirahat di apartemen dan tidak berkeliaran. Aku menyesal. Kepala ku kini benar-benar sakit. Pembicaraan dengan Akashi-kun kemarin membuatku bingung. Karena mimpi buruk semalam, aku tak bisa tidur dan pada akhirnya aku terlambat naik bis pertama. Dampaknya, absen yang sudah ku usahakan sempurna kini tercoreng dengan waktu telat satu menitku. Aku memulai pekerjaanku dengan wajah datar. Tak ada yang harus ku ekspresikan. Senang atau sedih setelah kebangkitan Akashi-kun beberapa minggu kemarin.

-Flashback-

"Apa maksudmu Akashi-kun?" ucapku agak bingung dengan perkataannya. "Ingatanku samar-samar. Apakah aku pernah bertemu dengan mu sebelumnya?" aku lagi-lagi mengernyit. Sebenarnya bagaimana kejadian yang ada di benak Akashi-kun. "Etto… Akashi-kun. boleh kah aku bertanya?" ia mengangguk sambil menyeruput kopi panasnya.

"Apa saja yang kau ingat setelah kau bangun dari tidurmu?" ia terdiam, kurasa ia sedang berpikir atau mungkin mengingat-ingat. "Aku ingat aku mengikat kontrak dengan gadis bernama Tetsuna. Tapi, dalam ingatanku ia adalah anak tunggal sebuah keluarga yang telah meninggal beberapa tahun lalu. aku tau bahwa Tetsuna juga tinggal dengan Ryota yang ada untuk menjaganya. Aku selalu mematuhi perintahnya sampai pada akhirnya beberapa bulan atau bahkan hampir setahun aku masih menjadi pelayan Tetsuna. Ia memintaku untuk dapat membunuh diriku sendiri dalam arti mengambil darahku untuk diminumnya. Mungkin ia mengetahui dari Ryota bahwa ada satu cara untuk menghentikan semua perjanjian ini. sampai pada akhirnya fisik ku tak kuat untuk menjalankan ritual itu dan jatuh pingsan."

Ini benar-benar membingungkan. Ingatannya seakan diubah. Ini benar-benar bukan ingatan yang dia miliki. Bahkan aku tak memiliki andil sama sekali dalam ingatannya. Aku benar-benar tak percaya. Apakah Nijimura-kun mengetahui hal ini. aku yakin ada yang salah pada diri Akashi-kun. apakah ini semua harus ku beritahu pada Kise-kun atau Tetsuna.

Tidak. Tetsuna sedang mengandung, aku tak boleh mengacaukan emosinya. Dan Kise-kun juga tak bisa, ia sungguh sibuk di luar negeri. Mungkin aku benar-benar harus menyelidikanya sendiri. "Akashi-kun, kau ingat siapa Nijimura-kun?"

"Aku ingat, ia adalah raja sebelum diriku. Aku sudah menganggapnya seperti kakak ku sendiri. Ia menemani ku tinggal di dunia manusia selama aku di hukum." Ia menjawabnya dengan benar. Tapi ini janggal. Benar-benar janggal.

"Lalu bagaimana dengan Kise-kun? kau kenal dia?" saat Akashi-kun bisa diajak bekerja sama seperti ini aku benar-benar harus bisa menggali informasi sebanyak mungkin dari dirinya.

"Ryota? Aku tau ia adalah iblis seperti ku. Tapi, aku tak mengetahui kenapa ia bisa ada di dunia ini. mungkin karena Ryota jatuh cinta pada Tetsuna dan untuk menjaga Tetsuna karena ia tinggal sendirian." Aku mengernyit. Ingatannya berbanding terbalik. Bahkan ia tak tau kenapa Kise-kun ada disini.

"Apa kau tau kenapa kau di hukum ke dunia manusia?" ia berpikir cukup lama.

"Aku diusir oleh ayahku karena aku melakukan kesalahan. Dan seingatku ia bunuh diri karena suatu hal yang aku tak tau." Ini tidak mungkin. Ini benar-benar bukan ingatan Akashi-kun. aku mengerti ia sudah tidur selama tujuh tahun dan mungkin syarafnya terganggu atau apalah. Tapi, semua ingatan nya terhubung tapi ingatannya telah berubah dari apa yang seharusnya.

"Ah begitu? Baiklah kalau begitu aku akan sedikit meluruskan disini." Aku menjawab dengan sedikit senyum.

Ia menengok ke arahku. "Baiklah, lanjutkan kuroko-kun, mungkin dengan cerita mu aku akan ingat kembali." Aku memberitahunya bahwa Tetsuna tidak tinggal sendiri ataupun dengan Kise-kun. Tetsuna tinggal denganku, saudara kembarnya. Dan Tetsuna dan Kise-kun tinggal terpisah.

"Perkenalkan namaku Kuroko Tetsuya. Kau bisa memanggil apapun yang kau mau. Mulai sekarang kita berteman dan mungkin kau akan bisa mengembalikan ingatanmu secara perlahan. Mungkin kau juga harus bertemu dengan Tetsuna dan Kise-kun lain kali." Aku tak nyaman berada disisinya. Kurasa aku harus memberitahu Kise-kun terlebih dahulu.

"baiklah akashi-kun mungkin kita bisa bertemu lain kali. Aku ada urusan setelah ini." ucapku cepat dan merapihkan jaketku.

"Ah kalau begitu hati-hati Kuroko-kun."

-Flashback End-

Kapan aku harus menelpon Kise-kun. aku tau ia benar-benar sibuk. "Kuroko-kun, tolong berkas yang ini di fotokopi lalu di serahkan ke kepala bagian ya." Aku mengangguk. Aku harus fokus kerja saat ini.

"Kuroko-kun, bisakah kau ikut meeting denganku? Asistenku hari ini tidak masuk jadi tolong gantikan dia sebagai notulen ya." Aku di tarik seenaknya untuk mengikuti meeting yang sangat tidak ku sukai. Aku dan atasanku pergi ke lantai tiga puluh dua untuk membahas mengenai projek baru yang akan di jalankan perusahaan kami tahun ini. "Kita harus bertemu dengan penyandang dana untuk projek kita." putusnya tengah jalan, berhenti dan berpikir sejenak. Tuan Matsumoto memang orang yang pelupa.

"Siapa ya namanya? Bagaimana aku bisa lupa orang sepenting dia?"

"Jangan terlalu dipaksakan tuan, bukankah nanti kita juga akan bertemu dengan beliau?" Tuan Matsumoto tersenyum dan berkata benar juga. "Bagaimana sosok si penyandang dana itu?" ucapku dalam perjalanan ke ruang meeting.

"Ah ku dengar dia masih sangat muda, dan tampan. Katanya baru kali ini ia menyempatkan datang ke meeting karena biasanya ia selalu di wakilkan. Katanya ia tak ingin seorang pun melihat wajahnya. Aku berpikir apakah ia terlalu tampan hahaha. Ku pikir namanya seperti nama makanan atau semacamnya. Bagaimana bisa aku lupa namanya siapa yaa?" ucapnya lagi berulang.

Tuan Matsumoto memasuki ruangan diikuti dengan diriku. Aku melihat ada tiga orang yang tengah duduk, dua diantaranya sudah menginjak umur 40an sepertinya sedangkan yang satu lagi sekitar umur 25an. Aku penasaran apakah itu si tuan tampan penyandang dana.

"Silahkan duduk." Aku dan Tuan Matsumoto duduk di hadapan tiga orang tersebut. Lebih tepatnya mejanya melingkar. "Perkenalkan ini wakil dari perusahaan yang akan bekerja sama dengan anda. Dan aku sendiri adalah orang yang akan membiayai projek ini. perkenalkan namaku Mayuzumi Chihiro."

DEG! Aku pernah mendengar nama itu. Aku yakin aku pernah mendengarnya dari Akashi-kun atau bahkan Kise-kun. wajahnya tidak pernah kulihat tapi aku yakin nama itu pernah ku dengar. Setelah ini aku harus menanyakannya pada Kise-kun. Ia terlihat seperti orang yang tenang dan elegan. Dan satu lagi aura ini seperti yang dimiliki Kise-kun dan Akashi-kun. aku yakin dia adalah seorang bangsawan iblis juga. Tapi, untuk apa dia disini?

Sekitar dua jam kami menjalani meeting, dan kurasa meeting ini tidak ada yang berarti karena kami hanya mengobrol biasa atau bahkan bercanda. Saat keluar dari ruang meeting, aku langsung pamit dengan Tuan Matsumoto untuk menelpon Kise-kun.

Aku mencari tempat yang tak banyak orang tau karena aku tau pembicaraan ku dengan Kise-kun akan menjadi tak lazim dan akan aneh jika sampai di dengar orang lain.

Setelah memastikan tak ada orang aku menelpon Kise-kun. "Halo… Kise-kun?" tapi, tiba-tiba saja aku mendengar suara langkah kaki dan woof! Kau tau dia siapa? Mayuzumi Chihiro untuk apa dia disini.

"Ah permisi… sepertinya aku tersesat. Bisakah kau antarkan aku ke lobby?" aku mengangguk setelah melihatnya yang entah datang dari mana. Aku menutup telpon dari Kise-kun tanpa persetujuannya. Tapi saat di perjalanan ke lobby Kise-kun terus menelpon ku balik tapi aku abaikan karena khawatir akan terjadi masalah yang berarti karena ada mayuzumi-kun disini.

"Terimakasih kau telah mengantarkanku ke lobby, aku sangat tertolong, siapa namamu? Ah Kuroko Tetsuya-kun ." aku hanya tersenyum dan menunduk. "Tolong sampaikan salamku pada Akashi, Katakan padanya bahwa aku akan segera menemuinya. " setelah mengatakan itu ia memasuki mobil tanpa menoleh. aku terdiam setelah mendengar ucapannya. Aku yakin ini ada hubungannya dengan dunia iblis dan Akashi-kun.

-0-

Aku melihat ponsel yang ku abaikan. 10 panggilan tak terjawab dari Kise-kun. aku yakin ia khawatir karena aku memutus telponnya secara mendadak.

"Halo… Kise-kun. ada yang harus kutanyakan."

"Ada apa denganmu-ssu. Suaramu seperti orang ketakutan aku sangat khawatir Tetsuyacchi."

"Apa kau kenal dengan Mayuzumi Chihiro?"

"Bisa kau ulangi namanya-ssu?"

"Mayuzumi Chihiro."

"Untuk apa dia disana-ssu? Ia adalah raja setelah Akashicchi. Aku akan segera pulang-ssu. Tunggu aku. Aku akan mengambil penerbangan paling cepat. Kita akan bicara setelah aku sampai. jangan dekati dia Tetsuyacchi."

"Aku mengerti. Baiklah aku akan menjemputmu di bandara nanti."

Ada apa dengan Kise-kun, kenapa reaksinya begitu. Aku benci keadaan ini. kenapa semua ini terulang lagi. Lagi-lagi aku yang tidak tau apa-apa. Lagi-lagi aku yang harus menyelidiki sendirian. Lagi-lagi dan lagi-lagi.

Aku kembali ke meja kerjaku. "Terima kasih atas bantuannya hari ini Kuroko-kun." Tuan Matsumoto berterimakasih padaku. "Etto,, apakah Tuan Mayuzumi sudah lama menjadi penyandang dana perusahaan ini?" ucapku asal bicara.

"Ah sebenarnya belum lama. Kurasa beberapa bulan lalu." sudah kuduga. Pasti ada sebab yang bisa membuatnya datang kemari. "Baiklah, lanjutkan pekerjaanmu Kuroko-kun." Tuan Matsumoto melangkah pergi.

Pertama, mengenai ingatan Akashi-kun yang berubah entah kenapa. Kedua, munculnya sosok aneh Mayuzumi Chihiro. Apa lagi yang akan terjadi padaku? Apa nantinya aku akan punya sayap? Ah mungkin pulang kerja aku harus langsung istirahat.

-0-

Aku merebahkan tubuh, membentangkan tangan dan menatap lurus kea rah langit-langit kamar. Aku tak mengerti semua yang terjadi saat ini. apa aku harus cerita pada Tetsuna? Apa aku harus konsultasi pada Nijimura-kun? ah mungkin sekarang aku perlu tidur.

Rasa gerah dan engap mulai menjalar di tubuhku. Hari ini aku benar-benar kesiangan. Pukul 9 pagi baru bangun. Yang benar saja? Lebih baik tak pergi bekerja daripada telat satu jam. Aku memutuskan untuk meminta izin tak masuk kerja dengan alasan sakit. Memang, kepala ku kini berputar rasanya.

Tut…. Tut… ponselku bergetar. Entah di sebelah mana, setelah pulang kerja semalam aku melemparkannya ke sembarang arah. Dan ternya dibawah bantal. Terlihat Kise-kun menelponku berkali-kali. Aku mengangkatnya dan suara nya terdengar begitu ceria.

"Mungkin aku akan mendarat satu jam atau dua jam lagi Tetsuyacchi… Aku sedang transit saat ini. sampai ketemu nanti." Dan dia langsung menutup telponnya. Beruntungnya Kise-kun karena hari ini aku tak masuk kerja. Jadi, aku bisa menjemputnya di bandara.

Setengah jam kemudian, aku telah bersiap. Pakaian kasual dan kacamata yang membuat tampilanku berbeda. Aku tak ingin seseorang yang mengenali ku pergi membolos bekerja hanya untuk menjemput teman di bandara.

Aku sampai di bandara kira-kira sepuluh menit sebelum pesawatnya Kise-kun mendarat. Aku menunggu sambil mendengarkan lagu. Tapi, tiba-tiba saja headset ku di tarik oleh seseorang yang kini aku benar-benar kaget sedang apa dia disini?

"Bagaimana kabarmu? Kau tidak bekerja hari ini? Kuroko-kun." Mayuzumi Chihiro di samping ku. Aku jelas, membulatkan mata lebar-lebar. "Sedang apa Tuan Mayuzumi disini?" aku berusaha bicara se-normal mungkin. "Bagaimana bisa seorang pekerja teladan seperti mu membolos?" aku tak bisa menjawabnya. "Jadi, bagaimana? Apa salamku telah sampai pada Akashi?" aku mendengak, mata Mayuzumi saat itu benar-benar tajam. "Ah sepertinya kau belum bertemu dengannya lagi. Baiklah tak apa."

"Tetsuyacchiiiiii…" Kise-kun memanggil ku dari kejauhan membuat Mayuzumi sadar akan keberadaan Kise-kun, ia bergegas pergi meninggalkanku tanpa mengucapkan selamat tinggal.

"Ah Kise-kun… Selamat datang."

"Aku pulaaanngg-ssuuuuu. Aku sangat rindu kalian."

Kise-kun terlihat menoleh ke kanan dan kiri. "Sepertinya tadi ku lihat kau bicara dengan seseorang?"

"Ano… tadi itu.. Mayuzumi Chihiro."

"Apaa?" Kise-kun tiba-tiba menarik ku dan langsung mengajak ku pulang. "Kita bicarakan ini di apartemen mu."

-0-

Kami kembali ke apartemenku. Mungkin untuk hari ini Kise-kun akan menginap di hotel tapi untuk seterusnya ia akan mencari apartemen di dekat apartemenku.

"Jadi bisa kau ceritakan padaku sejak akashicchi terbangun?"

"Beberapa waktu lalu, aku bertemu dengannya di taman, aku menanyai nya segala yang ingin ku tau. Dan semua jawaban yang ku butuhkan tak ada. Semua jawabannya berbeda dari apa yang telah kita alami. Ia mengira bahwa Tetsuna anak tunggal dan ia tak mengingat diri ku sama sekali." Aku menceritakan semua yang telah Akashi-kun bicarakan saat itu. Kise-kun pun terkejut mendengarnya. Ia agak bingung atau semacam berpikir yang cukup jauh.

"Apa menurutmu mungkin, jika ingatan seorang iblis berubah seperti itu? Kupikir itu tak masuk akal. Ku kira hilang ingatannya adalah ia benar-benar tak mengingat apapun. Tapi ingatannya berubah dari realita yang dia alami. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Akashi-kun."

"Itu mungkin-suu."

"Apa?" ini benar-benar tak masuk akal. Apa maksudnya dengan mungkin.

"Sebenarnya masih banyak hal yang belum kau ketahui-ssu. Salah satunya adalah ini. ada jenis iblis langka yang mempunyai kemampuan khusus dibanding dengan iblis bangsawan biasa. Kau tau apa kemampuan itu? Diantaranya membaca pikiran orang lain dan mengubah ingatan seseorang. Aku tak mengerti cara kerjanya tapi, ada beberapa iblis yang ku kenal dapat melakukan itu."

Tak ku sangka. Ini benar-benar mustahil. Aku yakin ini mustahil. Untuk apa melakukan itu semua? Apalagi korban nya adalah Akashi-kun.

"Sampai saat ini ada lima orang yang ku ketahui dapat melakukan itu. Diantaranya Kawahara Mizuki,Yoshimoto Kouya, Mizukami Sara. Mereka hanyalah bangsawan iblis yang tak pernah di ketahui keberadaannya."

"Itu hanya tiga orang. Siapa dua orang lagi Kise-kun?"

"Mereka adalah Nijimura Shuzou dan Mayuzumi Chihiro."

Aku tak mengerti apa yang terjadi sekarang. Dua nama yang muncul itu membuatku benar-benar sakit kepala sekarang.

-0-

Hari ini langsung dua chapter ya… entah kapan aku bisa melanjutkan ini :'(