MY HERO IS AN EVIL?!
V13KyuMin
.
.
KyuMin Fanfiction
.
Summary: Cho Kyuhyun, seorang agen badan keamanan negara yang bertransformasi menjadi seorang Direktur muda dan jatuh cinta pada Lee Sungmin seorang yeoja polos yang terjebak dalam kekangan hidup orang tuanya. Lalu bagaimana jika seorang namja dewasa jatuh cinta pada seorang yeoja muda yang bahkan tidak tahu apa itu cinta?
Disclaimer: Fi Cuma minjem nama dari mereka dan nggak lebih, mereka milik diri mereka masing-masing kecuali Kyuhyun dan Sungmin yang saling memilki#plaakk. Alur cerita ini asli punya Fi, bukan hasil copy-paste atau palgiat.
.
.
.
Happy reading!
Sorry for typo(s)!
Sungmin tersentak kaget melihat siapa yang datang."Um—Umma? A—Appa?" panggil Sungmin.
"Jagiyaa!" ujar Umma Sungmin sambil berlari dan memeluk tubuh lemah anaknya."Jagiya gwaenchana?" tanya Umma Sungmin khawatir.
"Nde Umma, gwaenchana," jawab Sungmin.
"Syukurlah," Umma Sungmin menghela nafas lega mendengar jawaban yang sangat ia ingin dengar dari bibir anaknya.
Tiba-tiba Appa Sungmin mengalihkan tatapanya pada seorang namja yang bediri disebelah putrinya. "Nuguseyo?" tanya Appa Sungmin sambil menatap Kyuhyun tajam.
"Ah ne, annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun imnida." jawab Kyuhyun sambil membungkuk Sembilan puluh derajat pada Appa dan Umma Sungmin.
Appa Sungmin mengangguk sekilas."Dia siapa Minnie? Jangan bilang dia namja chingumu Minnie," ujar Appa Sungmin sambil menatap Kyuhyun dengan tatapan dinginnya.
"Appa! Jangan menatap Kyuhyun-ssi seperti itu! Dia akan takut pada Appa!"
"Dia siapa Minnie?" tanya Appa Sungmin sekali lagi.
"Dia orang yang menyelamatkanku Appa! Kyuhyun-ssi juga menemaniku disini, jadi jangan tatap dia dengan tatapan seperti itu Appa!" jawab Sungmin.
Umma Sungmin mengangguk."Minnie jagi benar Sungie-ah! Seharusnya kau berterimakasih pada Kyuhyun." timpal Umma Sungmin.
Appa Sungmin mengangguk datar."Baiklah, terima kasih Kyuhyun-ssi!" ujar Appa Sungmin."Jadi kau tidak apa-apa Minnie jagi?" lanjut Lee Jongwon atau namja yang biasa di panggil Yesung ini sambil berjalan untuk memeluk anaknya.
Sungmin mengangguk."Ne, gwaenchana Appa," jawab Sungmin.
Kyuhyun tersenyum kecil melihat pemandangan di hadapannya.'Lucu sekali keluarga ini. Beruntung sekali kau bocah!' ujar Kyuhyun dalam hati.
.
Kyuhyun dan Ryewook berjalan sejajar di loby rumah sakit. "Terima kasih Kyuhyun-ssi, aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika kau tidak menolong Minnie." ujar Umma Sungmin –Lee Ryewook sambil mengusap lengan Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum."Anhiyo Ahjumma. Aku rasa itu memang sudah menjadi tugasku." jawab Kyuhyun ramah.
"Kau baik sekali nak, mampirlah ke rumah kami kapan-kapan. Terima kasih telah menjaga Sungmin hari ini," Ryewook melepaskan tangan Kyuhyun yang ia gengam saat mereka sudah sampai di depan halaman rumah sakit.
"Ahjumma, kalau begitu aku pamit dulu," ujar Kyuhyun sambil membungkuk.
"Eoh, hati-hati!" ujar Ryewook sambil melambaikan tangannya.
"Ne!" Ryewook mendengar Kyuhyun menjawabnya dari kejauhan, ia tersenyum kecil kemudian mulai melangkahkan kakinya untuk kembali keruangan Sungmin.
.
.
.
Sungmin termenung di balkon kamarnya bosan, sejak satu minggu lalu ia keluar dari rumah sakit orang tuanya semakin ketat mengawasi dirinya."Keterlaluan, aku ini bukan seorang penjahat! Kenapa aku di kurung begini!" gerutu Sungmin sambil melahap ice creamnya dengan tidak sabar.
"Aku bosan!" ujar Sungmin sambil mengigit sendok ice creamnya."Ah! Geurae! Sudah lama aku tidak surfing di internet apa yang terjadi selama dua minggu ini ya?" lanjut Sungmin sambil berjalan memasuki kamarnya dan mulai menhidupkan computernya.
Klik.
Klik.
Sungmin memulai acara surfing di internetnya sambil terus melahap ice creamnya, sesekali Sungmin tertawa kecil melihat sebuah hal lucu yang ia lihat disana.
.
'Uhukk-Uhukk'
Sungmin membelalakan matanya ketika melihat trend artikel di salah satu homepage."Mwoya ige? 'Cho Kyuhyun, generasi penerus Cho corp. yang masih muda dan bertalenta' tks, tidak aku sangka Ahjussi itu hebat juga." ujar Sungmin sambil terus membaca atikel tentang Kyuhyun.
Ia tampak berpikir sejenak setelah hampir selesai membaca artikel tersebut."Jamkkaman! Lalu jika dia pengusaha, kenapa dia pandai sekali berkelahi? Dia juga mahir dalam menggunakan senjata. Apa-apaan ini? Aneh sekali, atau mungkin .. dia teroris? Omo" ujar Sungmin sambil kembali menuliskan beberapa kalimat di column search internet itu.
'Cho Kyuhyun'
"Enter" ujar Sungmin sambil menekan tombol enter pada keyboard computernya.
Beberapa hasil pencarian di temukan, Sungmin merasa tertarik dengan artikel sebuah blog yang berjudul 'Cho Kyuhyun direktur utama Cho corp. mantan seorang agen NTS?!'
Klik.
Sungmin memilih artikel itu untuk menambah pengetahuannya tentang Kyuhyun."Cho Kyuhyun adalah putra tunggal dari pasangan Cho Hangeng dan Cho Heechul .. ." Sungmin mulai membaca artikel tersebut dengan seksama.
"Kyuhyun di kabarkan mantan salah seorang agen pertahanan keamanan negara NTS (National Anti-Teror Service), ia di kabarkan berhenti pada tahun 2009 karena orang tuanya melarang ia lebih lama lagi untuk menjadi seorang agen NTS. Menurut kabar yang tersiar, Kyuhyun adalah agen termuda di NTS setelah Kim Kibum. Ia dan teman-temannya yang lain berhasil mengagalkan usaha pembunuhan Presiden terdahulu Korea Selatan 'Kim Myeong Guk' pada tahun 2008 lalu dan berhasil mendapat penghargaan sebagai agen pertahanan Negara terjenius. Walaupun ia adalah seorang agen yang bertugas di lapangan, namun ia adalah seorang yang cukup jenius, ia berhasil menyelamatkan rekan kerjanya –Park Jungsoo dari ancaman bom yang akan meledak kapan saja jika Jungsoo bergerak."
Sungmin menatap tidak percaya setelah ia membaca artikel tersebut.
Prok Prok Prok
Dengan secara tidak sadar Sungmin memberi sebuah tepuk tangan. "Omo, wanjeon daebak! Aku kira dia teroris." ujar Sungmin dengan ekspresi yang benar-benar terkejut.
Tok Tok Tok
Seseorang mengetuk pintu kamar Sungmin."Minnie jagi!" sahut Umma Sungmin dari luar.
Cklek.
Ryewook Umma membuka pintu kamar Sungmin."Apa yang sedang kau lakukan jagi?" tanya Ryewook Umma sambil menghampiri Sungmin yang masih bergelut dengan computernya.
Sungmin menoleh menatap Ummanya."Umma," panggil Sungmin sambil tersenyum kemudian menghampiri Ryewook yang duduk di bednya.
"Jagi, kau mau menemani Umma bertemu bersama teman-teman lama Umma?" ujar Ryewook sambil mengusap rambut Sungmin.
"Memangnya Umma ingin bertemu dimana berama teman-teman Umma?" jawab Sungmin.
"Di mall, ayolah temani Umma jagi, ne?" pinta Ryewook dengan wajah memelas andalannya.
Sungmin mengangguk."Ne umma," jawab Sungmin sambil tersenyum manis.
Ryewook tersenyum lebar mendengar jawaban putri satu-satunya itu."Baiklah sekarang kau mandi dan bersiap! Umma akan menunggu mu di bawah!" ujar Ryewook sambil beranjak dari kamar Sungmin.
Dengan patuh Sungmin mengikuti istruksi Ummanya, ia segera beranjak ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Lima belas menit kemudian Sungmin keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk putih yang melilit tubuhnya hingga dada. Sungmin segera membuka lemarinya untuk memlilih pakaian yang akan ia kenakan. Sungmin menatap bingung pada lemari pakaiannya yag berupa rok yang cukup mini semua. Ya, jangan salahkan Minnie tentang itu, salahkan saja ummanya yang selalu membelikan Sungmin semua itu.
Sungmin mengambil sebuah pakain kaos dengan leher V-neck berwarna merah dan celana jeans pencil berwarnya abu. Setelah selesai dengan pakaian Sungmin mulai beranjak menuju meja rias nya, ia hanya menggunakan pelembab kemudian menyisir rambut hitam panjangnya dan membiarkan rambut indah itu terurai.
Sungmin tersenyum melihat dirinya pada pantulan cermin, ia mengambil tas kecilnya kemudian segera turun untuk menghampiri Ummanya."Umma!" panggil Sungmin riang.
Seketika Ryewook menoleh dan mendapati putri kesayangannya itu tengah berjalan menuruni tangga untuk menghampirinya."Cantik sekali putri Umma ini!" ujar Ryewook sambil berdiri menghampiri Sungmin.
Sungmin tersenyum malu."Ayo berangkat!" ujar Sungmin sambil menggandeng tangan Ryewook untuk keluar dari rumah megah itu.
.
.
Setelah dua puluh menit kemudian Sungmin dan Ryewook sampai di mall yang mereka tuju."Kajja," ujar Ryewook sambil mengandeng tangan Sungmin untuk memasuki mall yang besar itu.
.
"Hahh . ." Sungmin menghela nafas bosan, sudah satu jam lebih ia menemani Ummanya mengobrol, namun belum ada tanda-tanda sang Umma akan berhenti.
Sungmin beranjak dari duduknya, kemudian membungkukan badanya."Aku permisi ke toilet," pamit Sungmin.
Semua teman-teman Umma Sungmin mengangguk."Ne josimhae!"
Sungmin hanya mengangguk, sebagai tanda ia menjawab dan disertai senyum manisnya.
Komentar para Ahjummadeul saat elihat senyum Sungmin yang memang sangat indah. "Manis sekali anak mu Ryewook-ah!" ujar salah satu dari para Ahjumadeul disana.
Ryewook tersenyum."Ya, kau beruntung mempunyai putri seperti Sungmin." timpal teman-teman Ryewook yang lain.
Kita tinggalkan obrolan para Umma-Umma yang ada di sana, dan kita lihat kemana Sungmin akan pergi, let's go!
.
Sungmin membawa tubuhnya untuk melangkah menuju toilet yang ada di mall itu.
SRASSH
Ia mencuci tangannya sekilas kemudian menatap pantulan dirinya di cermin."Hahh," Sungmin menghela nafas berat."Sama membosankannya seperti ada di rumah," ujar Sungmin sebelum keluar dari toilet itu.
Sungmin merasa malas jika harus kembali pada kumpulan Ahjumadeul di sana, akhirnya ia memutuskan untuk berjalan-jalan di mall itu sendiri.
"Nan meomunda~~Nan meomunda~~" iringan lagu ballad favorit Sungmin terdengar dari bibir cherry indah itu.
Sungmin sedikit merassa tertarik melihat sekumpulan yeoja-yeoja yang ada di depan game center. Sungmin pun memilih untuk melihat apa yag sedang yeoja amati.
"Omo! Jeongmal meosistha!" ujar saah satu dari kumpulan yeoja itu.
Sungmin sedikit mencoba melihat apa yang terjadi didalam, lalu kembali melanjutkan langkahnya untuk berjalan-jalan di mall tersebut. 'Tidak ada yang menarik' ujar Sungmin dalam hati.
Tanpa ia sadari seorang yeoja mendelik tidak suka padanya."Hei kalian lihat yeoja itu?" bisik salah seorang dari mereka dan di balas anggukan."Sombong sekali dia! Ayo kita beri pelajaran!"
"Kajja!" jawab mereka kompak.
Mereka semua pun mengikuti langkah kaki Sungmin yang terkesan sangat santai."HEI KAU!" teriak salah satu dari mereka.
Sungmin membalikan tubuhnya ketika merasa seseorang memanggilnya, Sungmin menunjuk dirinya sendiri seolah bertanya apakan dirinya yang mereka sahut.
Para kumpulan yeoja yeoja itu mengangguk kemudian menghampiri Sungmin dengan gaya berjalan yang angkuh.
Sungmin menatap tidak mengerti pada sekumpulan yeoja di hadapannya ini.'Ada apa yeoja-yeoja ini memanggilku?' tanya Sungmin dalam hatinya.
"YA! KAU!" bentak yeoja-yeoja itu pada Sungmin, Sungmin hanya semakin mengertkan keningnya tidak mengerti dengan yeoja di hadapannya ini.
Ia mengerutkan dahinya tidak suka! Hei, siapun tidak suka jika di bentak orang dengan sembarangan. "Sepertinya kalian lebih tua dari ku, tapi kenapa kalian membentak orang sembarangan. Ck, tidak sopan!" ujar Sungmin dengan gaya cool dan sinisnya.
"MWORAGO?!" pekik salah seorang yeoja di kumpulan itu. "Hah, berani sekali kau!" ia tersenyum sinis sambil menghampiri Sungmin.
"Berani sekali kau membentak kami! Apa kau tidak tahu siapa kami?" tanya yeoja itu.
Sungmin hanya menatap tidak peduli.
"Perkenalkan aku Jessica!" perintah yeoja yang membentak Sungmin pada salah satu temannya.
Yeoja yang di panggil Jesica itu mengangguk. "Kau bodoh atau tidak tahu teknologi? Kau tidak tahu jika ini adalah Seo Joohyun putri direktur utama Seo grup hah?!" ujar Jessica memperkenalkan yeoja yang terus membentak Sungmin dari tadi.
Sungmin menatap datar. "Jadi, jika dia putri di rektur Seo aku harus bagaimana?" jawab Sungmin sinis.
'Cih, jadi ini putri Seo Ahjumma yang tadi, sombong sekali! ' ujar Sungmin dalam hati.
Tanpa mereka sadari, seorang namja yang berdiri di pintu depan game center memperhatikan mereka.
"Sombong sekali kau! Kau pikir siapa kau?" ujar Seohyun sinis.
Sungmin tersenyum meremehkan."Aku?" tanya Sungmin lagi hingga membuat seohyun menggeram marah dan bersiap menampar Sungmin. "Kalian tidak tahu? Kalian bodoh atau tidak tahu teknologi? Aku putri Lee Jongwoon? Kalia tahu'kan Lee Jongwoon? Ah, mana mungkin anak Seo Ahjumma sesombong ini, sayang sekali." ujar Sungmin membalikan ucapan Jessica.
"Omo~ Omo~" Seohyun tersentak kaget."Tidak! Aku tidak percaya kau putri Lee Jongwoon! Jangan mengada-ngada!" ujar Seohyun keras.
Sungmin hanya mengendikan bahunya tidak peduli.
Melihat reaksi Sungmin Seohyun dan teman-temannya menggeram marah, mereka bersiap memukul kepala Sungmin dengan tas yang mereka bawa."Hana, ddul, s—"
"Hei bocah!" tiba-tiba sebuah suara menghentikan aksi mereka, para yeoja itu dan Sungmin sontak menoleh ke belakang, di mana sumber suara itu berasal.
Sungmin tersenyum melihat seorang namja yang melambaikan tangannya, Sungmin ikut melambaikan tangannya." Hei Ahjussi!" sapa Sungmin riang.
Sedangkan para yeoja aneh itu hanya bisa memasang ekspresi kaget yang benar-benar tidak enak di lihat melihat Kyuhyun –Namja yang mereka amati dari luar gedung game center, bersapaan dengan Sungmin –yeoja yang mengatakan Appanya adalah seorang Lee Jongwoon.
"Hei bocah! Sedang apa kau disini?" tanya Kyuhyun pada Sungmin.
Sungmin tersenyum."Kau masih mengingatku Ahjussi? Aku hanya sedang berjalan-jalan sambil menunggu umma yang sedang berkumpul dengan teman-temannya. Lalu apa yang Ahjussi lakukan disini?"
Sungmin dan Kyuhyun terus mengobrol tanpa memperdulikan Seohyun dan teman-temannya yang menatap iri pada Sungmin.
Kyuhyun menganguk. "Geurae, aku hanya sedikit bersantai setelah melewati pertemuan yang cukup menegangkan." jawab Kyuhyun.
Sungmin mengerutkan keningnya."Pertemuan menegangkan?" Sungmin mengulang perkataan Kyuhyun yang sedikit membuatnya tidak mengerti.
"Akan aku ceritakan pada mu! Kajja, lebih baik sambil berjalan-jalan!" jawab Kyuhyun sambil merangkul bahu Sungmin dan membawanya berjalan meninggalkan tempat itu.
"Kyuhyun Oppaa~~" panggil Seohyun dan teman-temannya dengan mupeng.
Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap sekumpulan yeoja yang menatapnya dengan tatapan aneh. "Ne, kalian memanggilku?" jawab Kyuhyun dengan sinis.
"Kau tidak mengingat kami Oppa? Kami hoobaemu di Senior high school," jawab Seohyun.
Kyuhyun mengeleng."Maaf, aku tidak terlalu mengingat hoobae-hoobae ku," ujar Kyuhyun sambil berjalan meninggalkan Seohyun dan teman-teman.
Seohyun dan yang lainya mendengus kecewa melihat Kyuhyun berlalu sambil merangkul Sungmin.
.
Kyuhyun dan Sungmin berjalan bersamaan menuruni escalator yang akan membawa mereka ke lantai dua mall ini.
"Ya bocah! Apa kau tidak sadar para yeoja alien itu ingin memukul mu dengan tas mereka?" tanya Kyuhyun memulai percakapan.
Sungmin menggeleng."Aku tidak peduli! Sekali pun mereka ingin memukul ku dengan sepatu mereka!" jawab Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya sebal.
Kyuhyun tersenyum kecil melihat tingkah Sungmin."Dasar aneh!" ujar Kyuhyun sambil mengelus kepala Sungmin.
Sungmin mengembungkan kedua pipinya." Oh ya! Ahjussi! Apa kau benar mantan salah satu anggota NTS?" tanya Sungmin antusias.
Kyuhyun menghela nafas malas mendengar pertanyaan Sungmin."Jika ia memang kenapa?" jawab Kyuhyun malas.
Sungmin menatap Kyuhyun dengan semangat."Wahh jinjja? Jadi kau benar-benar mantan anggota NTS? Omo~! Daebak!" ujar Sungmin sambil menatap Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya.
Kyuhyun hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Sungmin.
"Pantas saja kau mahir menggunakan senjata Ahjussi! Waktu di gedung itu kau hebat sekali! Gaya mu menodongkan senjata pada para penjahat itu benar-benar keren!" ujar Sungmin sambil mempraktekan gaya Kyuhyun yang sedang menodongkan pistol pada pera penjahat di hotel minggu lalu.
"Kenapa kau tahu aku mantan anggota NTS?" tanya Kyuhyun penasaran sambil membawa tubuh Sungmin untuk mengelilingi lantai dua.
"Kkeugae! Aku baru saja membaca artikel tentang dirimu di internet! Sebelum membaca itu aku kira diri mu adalah seorang teroris! Kau seorang pengusaha tapi kenapa kau mahir berkelahi!" jawab Sungmin semangat.
"Enak saja! Aku bukan seorang teroris, tampang ku ini mana ada tampang teroris!" ujar Kyuhyun narsis.
Sungmin mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Kyuhyun." Tampang mu memang bukan tampang teroris! Tapi tampang mu adalah tampang seorang penjahat wanita!" ujar Sungmin sebal.
"Mana ada seperti itu? Bahkan aku belum sempat bepacaran sejak Junior high school!" jawab Kyuhyun bangga.
"Tsk, aku tidak yakin!" ujar Sungmin sambil berjalan mendahului Kyuhyun menuju sebuah Doll shop.
.
"Hei bocah! Kau menyelidiku'kan?!" tanya Kyuhyun pada Sungmin yang sedang asyik memilih boneka.
Sungmin menyerngit bingung."Maksud mu apa Ahjussi?!" tanya Sungmin tidak mengerti.
"Ck, sudah jangan berpura-pura tidak tahu! Kau mencari tahu tentangku karena kau tertarik dengan ku'kan?" jawab Kyuhyun dengan yakin.
Sungmin tersenyum meremehkan."Narsis sekali kau Ahjussi! Aku tidak sengaja melihat artikel tentang mu saat aku sedang surfing di internet!" jawab Sungmin sambil mengambil sebuah boneka babi kecil berwarna pink menuju meja kasir.
"Aku tidak yakin!" ujar Kyuhyun sambil mengikuti Sungmin ke meja kasir.
"Cih, terserah! Untuk apa aku mencari tahu tentang mu?" jawab Sungmin ketus.
.
Setelah selesai di Doll shop dan Sungmin membeli sebuah boneka babi kecil berwarna pink dan Kyuhyun membeli sebuah boneka kelinci berwarna biru yang entah ia peruntukan untuk siapa.
Berbeda dengan sebelumnya, jika sebelumnya mereka mengobrol dengan sedikt ricuh, namun mereka diam tenggelma dalam pikirannya masing-masing.
Setelah lama dalam keadaan hening, Sungmin pun mencoba membuka pembicaraan."Ahjussi, bukankah kau ingin bercerita tentang pertemuan menegangkan itu?" tanya Sungmin sambil menatap Kyuhyun.
Kyuhyun megangguk." Eoh! Kau harus mendengarkan cerita ini!" jawab Kyuhyun."Hari aku bertemu dengan salah satu klien Appaku, awalnya aku biasa saja karena aku sudah biasa, tapi kau tahu! Ternyata klien Appa ku itu adalah Appamu! Di sepanjang pertemuan, dia menatap ku dengan tajam hingga aku bergetar! Sepertinya dia masih dendam pada ku karena berdekatan dengan putrinya selama di rumah sakit," jelas Kyuhyun.
Sungmin tertawa."Hahaha .. Jinjjayo? Kau harus memakluminya Ahjussi! Appa ku memang seperti itu, kau tahu? Bahkan teman kecil ku sampai pipis di celana akibat takut dengan Appaku!" ujar Sungmin.
Kyuhyun tersenyum."Kenapa Appamu semenakutkan itu?" tanya Kyuhyun.
Sungmin mengeleng."Tidak Ahjussi, dia sangat menyayangi ku dia tidak menakutkan, bahkan dia bisa bertekuk lutut di hadapan Umma jika Umma sudah merajuk. Appa juga akan memenuhi semua keinginan ku jika aku mengangis karena Appa," jawab Sungmin sambil menerawang.
"Geurae—"
Sexy, Free and Single I'm ready too bingo!
Sexy, Free and Single I'm ready too bingo!
Tiba-tiba handphone Sungmin bergetar hingga memotong ucapan Kyuhyun, dengan cepat Sungmin mengambil handphone yang ia letakan di tas mungilnya."Jamkkaman Ahjussi!" ujar Sungmin sebelum mengangkat teleponnya.
"Yeoboseyo Umma?!"
" . . "
"Ne, mianhaeyo. Aku sedang berjalan-jalan dengan teman ku, kebetulan kami bertemu disini."
" . . ."
"Ne!"
Pliip.
Sungmin memutuskan sambungan telepon itu kemudian menatap Kyuhyun."Ahjussi, aku harus pulang. Umma sudah menungguku di bawah!" ujar Sungmin.
Kyuhyun mengangguk."Baiklah, sepertinya aku juga harus pulang." Jawab Kyuhyun."Ayo kita turun bersama-sama!" lanjut Kyuhyun sambil mengandeng tangan Sungmin.
Sungmin sedikit tersentak dengan perlakukan namja yang ada disampingnya itu, kenapa Kyuhyun tiba-tiba merangkul bahunya? Membelikannya boneka? Dan mengandeng tangannya sembarangan?! Sungguh aneh! Jika Appa Sungmin tahu Kyuhyun merangkul anaknya sembarangan, hmmm, jangan berharap untuk semangat.
.
Sungmin melambaikan tanganya pada Kyuhyun."Annyeong ahjussi!" ujar Sungmin sambil tersenyum.
"Kamu duluan Kyuhyun-ah!" timpal Umma Sungmin.
Kyuhyun menganguk dan tersenyum."Ne annyeonghigiseyo!" jawab Kyuhyun sambil membungkuk.
.
"Annyeong Ming!" Kyuhyun melambaikan tangannya saat mobil Sungmin sudah sedikit menjauh.
Ia tersenyum senang melihat layar ponselnya yang bertuliskan beberapa digit angka."I got you Lee Sungmin!" ujar Kyuhyun sambil melangkahkan kakinya menuju mobilnya.
Apa maksudnya itu? 'I got you Lee Sungmin?' jangan-jangan Kyuhyun mempunyai niat jahat pada Sungmin? Atau . . Kyuhyun menyukai Sungmin? Omo! Tapi tunggu dulu, berbagai kemungkinan akan muncul di sini, kita tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Kyuhyun seorang evil sejati itu, sebaiknya kita menguntit yang satu ini!
.
Kyuhyun memarkirkan mobilnya di salah satu basement gedung apartemen mewah. Kyuhyun tururn dari mobilnya kemudian menaiki lift menuju lantai tujuh. Wajahnya terlihat berseri-seri sambil menatap sebuah boneka kelinci yang ada di tangannya.
TING
Kyuhyun pun sampai di lantai tujuh, ia segera membawa kakinya untuk masuk ke dalam apartemennya. Kyuhyun menekan key password rumahnya, tak lama kemudian pintu itu terbuka, ia sempat tersentak kaget melihat keadaan apartemennya yang sudah terang. Kyuhyun menghela nafas ketika melihat satu pasang sepatu wanita tersimpan rapi di tempat sepatunya. "Yeoja itu datang lagi," lirih Kyuhyun sambil melangkah menuju kamarnya.
"Kui Xian!" tiba-tiba sebuah suara menghentikan langkah Kyuhyun, ia tidak tersentak atau pun kaget karena Kyuhyun tahu, seseorang yang memanggilnya itu pasti Zhoumi, sepupunya dari China yang selama setahun ini selalu datang ke apartemennya tanpa permisi.
"Hmm, wae noona?" jawab Kyuhyun.
Zhoumi mengerucutkan bibirnya mendengar respon Kyuhyun."Jahat sekali kau! Aku sudah jauh-jauh datang dari China untuk mu tapi ucapan selamat datang mu seperti itu!" ujar Zhoumi sambil melepas apron yang ia kenakan lalu berjalan menghampiri Kyuhyun.
Kyuhyun mendelik sebal."Aku tidak menyuruh noona untuk datang ke Korea apalagi ke apartemenku," jawab Kyuhyun datar.
Zhoumi mendengus sebal."Sudahlah aku sudah memasak makanan untuk mu! Ayo makan!" ujar Zhoumi sambil menarik lengan Kyuhyun untuk duduk di meja makan.
Mereka pun makan dalam keadaan hening, Kyuhyun tidak menolak ketika Zhoumi menariknya untuk makan, Kyuhyun masih punya perasaan untuk tidak menolak ajakan Zhoumi apalagi wanita itu sudah sengaja memassak untuknya.
Zhoumi meletakan sendok dan garpunya kemudian beralih menatap Kyuhyun."Kui Xian, kapan kau melamar ku?" ujar Zhoumi tiba-tiba.
Uhukk-Uhukk
Kyuhyun tersendat mendengar penuturan Zhoumi, denga cepat ia mengambil air minum yang ada di hadapannya dan meneguknya sekaligus.
Trak.
Kyuhyun meletakan gelas itu di meja kemudian beralih menatap Zhoumi dengan tajam."Noona! Jangan katakan hal itu! Menikahlah dengan namjachingumu!" ujar Kyuhyun sambil berjalan meninggalkan Zhoumi.
Zhoumi terkikik geli melihat reaksi Kyuhyun."Kui Xian! Aku bahkan tidak punya namjachingu! Kau juga tidak punya yeojachingu, jadi menikahlah dengan ku!" teriak Zhoumi pada Kyuhyun yang tengah berjalan tergesa ke kamarnya.
.
To Be Continue
.
.
Assalamualaikum . . Huwee . .
TT
Makin jelek ya fic nya? Maaf chingudeul . . mengecewakankah? Maaf ya kalo terlalu pendek, abisnya fi bingung sama ff ini#plaakk.
Ayo doa'in supaya chap depannya lebih panjang dari ini! Hehe
Maaf kemarin Fi gk update, adakah yang nungguin?
#Chingudeul: Nggaakk!
#Fi nangis di pojokan.
Alhamdulilah fic ini ada yang mau baca, lumayan lagi! Fi seneng deh.
Buat yang udah mau baca sama review, Fi ucapin banyak-banyak terima kasih! Nggak nyangka fic ini ada juga yang mau review. Hehe . .
Reviewer's Kamsahamnidaaaa!:
Yoeja13 - Hikari tsuky - asahi - chokyulate93 - nonkyu - eunhae25 - Princess kyumin - nahanakyu - MinnieGalz - Guest - Me_LEE - heeyeon - minoru - Dea kyuminshiper - JoBel13ve - Sunghyunnie - BbuingBbuing137 - QMingKyutes1371 - kyurin minnie - c - Raeminnie - sansan - wyfAmbare - 1812- BABYKYUTEMIN - chabluebilubilu - my - Riyu - cherrizka980826 - ChwangMine95 - MINGswife - reaRelf - Rosa Damascena - ForteX - wulantsubaki
Assalamualaikum!
