Cast : All Member BTS
Genre : Romance, Fantasy, Drama
Rated : T
Pair : Hopekook :3
Slight : Yoonmin (Yoongi seme)
Warning :
Yaoi! No plagiat! Nih ff susah buatnya karena sebutan-sebutan yang ada!
Siapa yang niru berarti siap-siap aja minta ditabok!
Love And Peace :3
Happy Reading
.
.
JUNGKOOK P.O.V
Aku melirik beberapa orang yang sedang berdansa dan tertawa di ballroom. Semua serba sama, karena kami adalah peri bunga. Gak ada yang berbeda, makanya jadi rada membosankan.
Setiap peri mempunyai ciri khasnya masing-masing, kecuali ada 2 peri yang berbeda bangsa menikah, maka anaknya akan mempunyai kekuatan atau ciri khas yang tergabung. Contohnya seperti peri bunga kayak kami yang mempunyai telinga lancip tapi kecil dan juga sayap berwarna hijau muda.
Jika sayap kami digerakkan atau dibawa terbang, maka setiap kepakan akan ada cahaya-cahaya kecil yang berjatuhan, layaknya serbuk-serbuk cahaya yang lepas dari sayap kami.
Nah, misalnya kalau peri bunga menikah dengan peri air yang mempunyai ciri khas telinga lancip dan panjang terus memiliki sayap berwarna biru muda terang dan mempunyai kekuatan dalam mengendalikan segala jenis air, bahkan peri yang sudah handal dapat mengendalikan darah dalam tubuh seseorang. Yap, itu sangat mengerikan…
Maka anaknya akan menuruni salah satu ciri khas yang ada, bisa aja anaknya mempunyai fisik seperti peri bunga tapi mempunyai kekuatan dalam bidang air, atau sebaliknya. Dalam kasus tertentu akan ada anak yang dalam bentuk fisik dan kekuatan hanya mengikuti salah satunya atau bisa saja semuanya bercampur, seperti telinga layaknya peri bunga dan sayap seperti peri air serta kekuatan yang bisa mengendalikan keduanya maupun air dan tumbuhan.
Kalau membicarakan soal kekuatan, kekuatan bangsa peri Andelwis adalah menumbuhkan tumbuhan atau bunga dalam sekejap dan kami juga bisa menyembuhkan luka, tapi itu bagi orang-orang yang hebat atau sudah berlatih berkali-kali dalam menyembuhkan luka.
Walaupun bangsa peri Andelwis mempunyai kekuatan sihir yang gak terlalu hebat… tapi kami adalah peri terkuat diantara bangsa peri yang lain. Bahkan, aku aja bisa mengangkat batu seberat 500 kg hanya dengan satu tangan. Dan itu adalah hal yang biasa di kerajaan Andelwis, tidak ada yang istimewa sama sekali.
Ngomong-ngomong soal istimewa, kenapa orang yang istimewa dihatiku dari tadi gak muncul-muncul yah? Padahal aku sudah mengundangnya secara pribadi loh, apa karena dia raja? Jadi dia agak sibuk gitu? Tapi kan dia sudah janji! Dan janji itu harus ditepati! Iya gak?
Ah! Sudahlah! Aku sudah menunggu selama 2 jam di sini, tapi dia-nya gak nongol-nongol! Kalau gini aku pergi kehutan saja!
Aku pun mulai mengepakkan sayapku berkali-kali, mengambil posisi untuk terbang melewati jendela yang terbuka tanpa ketahuan siapapun. Kalaulah raja itu sudah sampai disini, pasti dia juga tau aku bakal ada dimana.
Ok! 1… 2… 3…
"Terbangggg!" teriakku sambil melewati para penjaga dan beberapa orang yang sedang berdansa.
"Yak! Kau mau kemana Jungkook!" teriak ibuku dari kejauhan, yang hanya kujawab dengan cekikikan kecil.
Aku mulai terbang semakin tinggi saat berhasil melewati salah satu jendela, terus terbang menembus tebalnya awan putih. Begitu menyenangkan!
"Yohooooo!" teriakku berkali-kali sambil tersenyum kecil. Tak jarang aku menebar bunga matahari yang aku buat dari kedua tanganku yang hebat ini sambil terus tersenyum.
Hingga aku melihat sebuah hutan begitu kukenali, hutan Alfeihm atau yang biasa disebut hutan perbatasan. Hutan ini membatasi dua kerajaan peri, yaitu kerajaan Vatra dan kerajaan Andelwis.
Kerajaan Vatra adalah kerajaan yang dipenuhi dengan peri api, dan biasa disebut kerajaan 'panas'. Bagaimana tidak panas? Sayap mereka aja berapi-api jika dikepakkan. Seperti sayap yang terbakar, tapi sungguh indah.
Hanya saja, jika mereka tidak terbang maka sayap mereka berwarna merah gelap. Sedangkan telinga mereka berbentuk lancip dan berukuran sedang, tidak panjang dan tidak kecil juga.
Karena kerajaan Vatra dan Andelwis memiliki jarak yang lumayan dekat dan hanya dipisahkan oleh hutan, maka persahabatan yang terjalin di dua kerajaan ini sudah amat erat. Terlalu erat malahan, sampai-sampai aku dijodohkan sama raja Vatra.
Yah, kalau misalnya pernikahan ini berhasil… maka kerajaan Vatra dan Andelwis akan digabung dan dipimpin oleh aku dan Hoseok. Kalau berhasil loh, tapi kalau dilihat-lihat hubungan aku dengan Hoseok pasti berhasil lah. Toh bebelakangan ini kami semakin mesra aja. Kalau diingat-ingat tuh, saat-saat kami berdua itu bikin malu dan kadang jadi greget sendiri.
Ah, mending gak usah diingat saat lagi terbang, bisa-bisa jadi gak focus.
Aku pun mendarat di hutan Alfeihm dan langsung mengeluarkan kekuatan sihir begitu kaki menginjak tanah. Dengan cepat aku mengubah tanah yang aku injak menjadi rerumputan kecil dan sedikit sentuhan bunga dandelion yang sudah mekar. Indah, hasil karyaku memang selalu indah.
Lama aku bermain di hutan sambil bernyanyi, terkadang aku juga memakan buah yang ada didalam hutan. Disaat aku sedang memetik bunga-bunga liar tiba-tiba ada seseorang yang memelukku dari arah belakang. Aku langsung tersenyum saat melihat kedua tangannya melingkar di perutku.
"Tangan hyung kenapa?" tanyaku bingung saat melihat tangan kirinya yang ditutupi oleh kain, sepertinya tangannya terluka.
"Tidak kenapa-napa… maafkan aku, aku terlambat…" bisiknya pelan di telinga kananku.
"Yah, gak papa sih… aku mengerti hyung kan seorang raja, pasti sibuk kan. Tapi, lepaskan dulu pelukan hyung itu, nanti baju hyung jadi bercahaya loh gara-gara kena sayapku." Kataku sambil tersenyum lucu.
Diapun melepas pelukannya dan dengan cepat aku menghadap kebelakang supaya bisa melihat wajahnya yang tampan itu. Aku langsung melihat dirinya yang sedang menepuk-nepuk pelan bajunya supaya serbuk cahaya lepas dari bajunya.
Bisa kubilang, penampilan pacarku yang satu ini cukup aneh. Biasanya semua peri di dunia yang disebut dengan sebutan Numelle ini pada umumnya mempunyai sayap yang sama. Sayap yang berbentuk seperti kupu-kupu, hanya saja berbeda warna.
Tapi tidak dengan sayap pacarku yang satu ini, sayapnya begitu besar dan panjang dengan bentuk yang menyerupai burung elang. Sayapnya yang sangat panjang itu bahkan bisa menyentuh tanah jika tidak sedang dikembangkan.
Biasanya sayap dari peri api akan berwarna merah, dan akan mengeluarkan api berwarna merah jika diterbangkan. Beda dengan sayap pacarku, sayapnya selalu terbakar dengan api berwarna hitam pekat. Lalu jika dibawa terbang, api tersebut berubah menjadi warna merah dan apinya sangat besar. Terkadang aku menjadi takut melihatnya.
Dan juga, pada umumnya mata peri mempunyai warna yang bervariasi ada yang hijau, biru, dan hitam. Tapi berbeda dengan mata pacarku ini, kedua matanya berbeda warna, yang sebelah kanan berwarna biru indah dan sebelah kiri berwarna merah darah yang begitu mengerikan kalau dilihat lama-lama.
Banyak yang bilang kerajaan Vatra mempunyai sejarah yang lumayan mengerikan sehingga membuat Hoseok diangkat menjadi raja dalam usianya yang sangat muda dan membuat penampilan Hoseok berbeda dari yang lain. Sebenarnya aku ingin menanyakan hal ini kepada dirinya, hanya saja aku masih sedikit ragu untuk menanyakan hal itu. Takut aja aku jadi menyinggung dirinya atau membuatnya sakit hati.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanyanya lembut hingga membuyarkan lamunanku.
"Ah, tidak… ouh iya! Apakah hyung membawa Namjoon?" tanyaku dengan nada penasaran.
"Namjoon? Ada tuh dibelakangku." Jawabnya sambil menunjuk kearah dimana Namjoon berada.
Aku langsung melirik Namjoon yang sedang tertunduk hormat begitu aku melihatnya.
"IH! Ini kan kencan kita berdua! Masak hyung bawa-bawa penasihatmu itu sih! Setiap kencan hyung selalu bawa dia! Sebenarnya yang tunangan itu siapa sih? Aku sama hyung atau hyung sama dia!" bentakku sambil menyilangkan tangan didepan dada.
"Hahahaha… cieee pangeran Jungkook cemburu rupanya…" tawanya sambil mencolek dagu ku beberapa kali.
"Gak ada yang lucu tau!" bentakku sambil menghentakkan kaki diatas rumput dengan dahi yang berkerut dan bibir yang merengut.
"Aigooo, lucunya tampangmu sekarang ini…" tawanya menggelegar hingga membuatku jengkel. Apalagi aku sekarang melihat Namjoon sedang menutup mulutnya dengan tangan kirinya untuk menahan tawanya.
"Yakk! Namjoon sialan! Kau berani menertawakan aku?!" teriakku saat melihat wajah Namjoon yang sudah memerah gara-gara menahan tawa.
PLETAKK!
"Aaauu… sakittt!" rintihku sambil memegang jidatku yang terasa nyeri karena terkena jitakan dari Hoseok hyung.
"Sopanlah sedikit… gitu-gitu dia juga lebih tua darimu tau…" kata pacarku itu sambil masih sedikit tersenyum.
"Ish… bela aja terus Namjoon tuh… bela aja!" gumamku sambil tetap merengut sebal.
Bisa kudengar dia terkikik sebentar lalu menarik lenganku untuk masuk kedalam pelukannya. Dia mengelus rambutku pelan dan penuh dengan kasih sayang. Aku yang hanya bisa menyandar di dada bidangnya sambil mencium bau harum tubuhnya. Sungguh nyaman jika begini, rasanya tenang dan damai.
"Tentu saja ini kencan kita bodoh." Gumamnya lembut sambil menciumpucuk kepalaku. Lama sekali dia menciumnya, sedangkan aku hanya bisa menikmati seluruh rasa kasih sayang yang ia berikan.
"Aku bakal maafin hyung, kalau hyung berikan aku hadiah!" gumamku sambil melepaskan pelukan kami.
"Hadiah?" tanyanya bingung.
"Ia hadiah! Aku mau hadiah!" kataku sambil mengambil posisi duduk bersila di tanah rumput, setelah itu aku membuat sebuah pohon yang sangat besar hingga pohon itu membuahkan sebuah apel yang berwarna merah. Aku mengambil apel itu dan memakannya dengan nikmat.
"Cepatlah! Berikan aku hadiah!" lanjutku sambil melihat Hoseok yang sedang berdiri bingung.
"Baiklah, baiklah." Katanya sambil berdiri tepat di depanku.
"Pastikan kau tidak terkena yah Jungkookie…" lanjutnya dan langsung kujawab dengan anggukan kepala.
Perlahan dia menutup matanya dan mengucapkan sebuah mantra, tiba-tiba dia mengangkat tangan kirinya yang terlapis oleh kain itu dan mengeluarkan sesuatu didalamnya.
Aku terkejut melihatnya, sebuah kristal yang berukuran sangat kecil tapi berwarna merah sedang bernari-nari ditangannya. Sungguh indah!
Dia mengangkat tangannya semakin tinggi dan mengeluarkan kristal api semakin banyak, lalu menembakkannya kearah langit. Disaat itu juga aku dibuat semakin kagum dengan kehebatannya, sebuah gambar terbentuk di langit, gambar itu adalah bunga matahari. Bunga kesukaanku…
Tidak beberapa lama, kristal-kristal kecil yang ngebentuk sebuah bunga tadi mulai berjatuhan, aku seperti melihat hujan dari kristal api. Sungguh aku ingin memegang kristal api tersebut, tapi apa daya… aku baru saja memegangnya, dan yang ada tanganku jadi kesakitan gara-gara terkena api.
Setelah itu dia mulai mengeluarkan sihir lagi dan ngebentuk sebuah buket bunga yang sangat besar di kedua tangannya. Berbagai macam bunga terbentuk dari api berwarna merah terang, sungguh indah. Aku sangat amat menyukainya…
"Sayang saja ini api, lain kali akan kubelikan buket bunga yang lebih indah daripada ini…" Gumam Hoseok sambil tetap memegang buket bunga api tersebut.
"Tidak hyung… ini sangat indah, walau aku tidak bisa memegangnya… tapi aku sudah bahagia dengan melihatnya! Makasih hyung!" jawabku teriak bahagia.
Aku bisa melihat wajah Hoseok yang tersenyum melihatku. Sedangkan aku hanya melihat dari jauh buket bunga yang terbuat dari api itu sambil ikut-ikutan tersenyum.
Semua begitu sempurna saat ini, sebelum api merah ditangan Hoseok berubah menjadi hitam gelap dan tidak terkendalikan. Sayap Hoseok yang awalnya tertutup tiba-tiba jadi bergerak tidak tentu arah sambil terus mengeluarkan api.
Mata kanan Hoseok yang berwarna biru tiba-tiba berubah menjadi warna merah darah. Aku melihatnya begitu jelas saat mata kanannya yang seperti dimakan oleh darah. Kedua matanya menatapku dengan pandangan menusuk.
Kain putih yang menutupi tangan kirinya tiba-tiba terlepas dan memperlihatkan tangan kirinya yang memiliki luka bakar cukup parah.
Aku terkejut, tubuhku melemas melihat penampilan Hoseok kali ini. Jujur saja kami baru bertunangan 4 bulan yang lalu dan baru kali ini aku melihatnya dalam keadaan yang begitu mengerikan. Pertemuan sebelum-sebelumnya aku tidak pernah melihatnya seperti ini.
"Tuan… kontrol kekuatannya! Jangan panik!" teriak Namjoon dari jauh sambil berjalan mendekat kearah Hoseok.
Baru saja Namjoon memegang bahu Hoseok, Namjoon langsung menarik tangannya kembali.
"Sial! Kekuatannya terlalu kuat! Jika begini tubuh tuan akan hancur! Tuan! Kendalikan emosimu!" teriak Namjoon sambil memegang tangan kanannya yang seperti terbakar. Bahkan peri api bisa terluka saat memegang apinya Hoseok, apalagi aku yang hanya peri bunga? Yang ada tangan aku langsung jadi debu!
"Di.. Diam! Aku… aku bisa menanga… ni hal ini!" teriak Hosoek kesusahan, mukanya tampak tersiksa karena menanggung semua kekuatan itu.
Matanya terus melihat kearahku, seakan ingin mengatakan sesuatu. Rahangnya mengeras, keringat dingin keluar membasahi dahinya.
"Jangan nangis… koo.. kie…" katanya kesusahan sambil mencoba untuk tersenyum. Spontan aku langsung memegang pipiku yang ternyata sudah basah karena air mata. Entah sejak kapan aku menangis, aku tidak tahu.
Bukannya berhenti menangis, aku semakin keras menangis sambil berteriak memanggil nama Hoseok. Sakit rasanya melihat Hoseok kesusahan seperti ini, bahkan dia tampak seperti menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Hoseokiee… hiks… hyung kenapa?! Hikss.. Kookie takut!" tiba-tiba saja kata-kata itu keluar dari mulutku. Bukannya berusaha untuk tenang, aku malah makin menangis sambil mengatakan aku takut melihat Hoseok yang seperti itu.
"Ssst… jangan… jangan nangis…" bisa kudengar Hoseok mencoba menengakanku dari jauh dengan keadaannya yang parah seperti itu. Melihat hal itu, tangisanku semakin menjadi-jadi. Aku mencoba berjalan mendekati Hoseok dan memegang kedua pipinya.
Reflex aku langsung menarik kedua tanganku saat merasakan rasa panas yang luar biasa. Aku melihat kedua tanganku yang terluka gara-gara terkena api, tapi luka tersebut hilang dengan sendirinya. Karena kekuatan penyembuhku yang bisa menyembuhkan diri sendiri.
"Maaf…" gumam Hoseok dengan muka menyesal.
Aku langsung menggelengkan kedua kepalaku cepat.
"Tidak, Aku yang salah…" kataku sambil mendekatkan wajahku ke wajahnya. Setelah itu aku mencium bibirnya yang manis dengan lembut. Aku mencoba menahan rasa sakit gara-gara api tersebut dan hanya menutup mata merasakan ciuman yang lembut ini sambil menangis.
Setelah itu aku melepas ciuman tersebut dan menatap dalam mata Hoseok. Mata kananya yang berwarna merah darah, perlahan-lahan kembali menjadi semula. Api-api hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya menjadi hilang secara perlahan juga.
"Kau tau, bibirmu menjadi begitu merah gara-gara ciuman tadi. Dan itu sangat seksi…" Kata Hoseok sambil tersenyum lebar. Aku yang biasanya akan memukul lengan Hoseok jika digombalin seperti itu, sekarang malah menangis bahagia setelah aku yakin Hoseok sudah kembali seperti semula.
"Cup cup cup… tidak apa-apa, aku baik-baik saja…" kata Hoseok sambil membawaku kedalam pelukannya. Walau seluruh api ditubuhnya sudah hilang, tapi rasa panas masih bisa kurasakan. Dan itu membuat pelukan yang Hoseok berikan menjadi hangat dan nyaman.
"Apa, ciuman ku menghilangkan api aneh tadi?" tanyaku sambil membalas pelukannya.
"Bukan menghilangkan, hanya saja kau membantu menenangkanku. Maafkan aku memberikan pemandangan yang buruk seperti tadi, itu sering terjadi kalau aku tidak bisa mengontrol kekuatanku sendiri…" jelasnya sambil mengelus rambutku.
Aku menjadi semakin bingung mendengar penjelasannya, mana ada peri yang tidak bisa mengontrol kekuatannya sendiri?
Ingin kutanyakan apa maksud dari perkataannya tersebut, tapi aku hanya diam seribu bahasa dan menikmati pelukan yang ia berikan.
"Ouh iya, tangan kirimu tadi terluka kan? Sini kusembuhkan!" kataku sambil melepaskan pelukan dan menarik tangan kirinya.
"Yah… bibirmu sudah tidak seksi lagi…" katanya sambil mem-poutkan bibirnya.
"Yak! Maksudmu apa ngomong seperti itu?!" tanyaku sambil menatap wajahnya tapi tidak lupa untuk menyembuhkan tangan kiri Hoseok dengan tanganku.
"Hehehehe, habisnya… bibir kamu tadi itu bener-bener menggoda sih… merah, terus agak bengkak gara-gara terkena api…" kata Hoseok dengan muka mesumnya.
Dengan cepat aku memukul kepalanya dengan geram. Sedangkan Hoseok hanya bisa nyengir seperti orang gila.
"Sudah kubilang bukan?! Hentikan otak mesum mu itu Jung Hoshmmmppp!" teriakku terkejut saat mulutku dibungkam oleh bibirnya Hoseok.
Hanya sekedar ciuman ringan, setelah itu Hoseok melepaskan ciumannya dan tersenyum lebar.
"Aku suka kalau mukamu memerah seperti itu…" Bisik Hoseok pelan ditelingaku yang semakin membuatku tertunduk malu.
Hoseok kembali memelukku dan membisikkan berbagai macam kata gombal yang membuatku jadi tertawa dan mencium pipinya.
Sudah hampir 1 jam kami dalam posisi yang sama, aku duduk dipangkuan Hoseok dan menyandar di dada bidangnya. Kami mengobrol banyak hal, mulai dari ibuku yang cerewet, Namjoon yang terlihat menyedihkan karena hanya menonton kami dari jauh dengan muka bodoh, sampai membayangkan calon anak kami nanti.
Awalnya semuanya begitu sempurna, aku bahkan sudah hampir tertidur di dalam pelukan Hoseok jika tidak terjadi guncangan hebat yang membuatku berteriak.
Guncangan tersebut sama seperti gempa bumi, tapi anehnya banyak sekali bayangan-bayangan hitam berkumpul diatas langit disertai suara tawa yang menggelegar.
"Dia muncul…" gumam Hoseok sambil berdiri dan melihat bayangan hitam yang berkumpul ditengah-tengah langit. Dan semakin lama bayangan itu semakin besar lalu berbentuk seperti Black Hole.
"Namjoon! Beri tahu kerajaan Arros bahwa rakyatku membutuhkan tempatnya untuk berlindung! Dan beritahu juga kerajaan Andelwis serta Coral bahwa si iblis muncul!" tegas Hoseok yang langsung dijawab oleh anggukan Namjoon.
Aku semakin panik, iblis muncul adalah tanda kehancuran di negeri ini. Aku tidak begitu mengerti kenapa begitu, tapi pada umumnya iblis itu adalah penghancur dan gila akan kekuasaan. Dia akan merebut kerajaan dan kekayaan milik kami semua lalu menjadikan kami budaknya. Hal itu lah yang membuat seluruh kerjaan melatih semua rakyatnya untuk menjadi kuat.
"Tunggu dulu Namjoon!" teriak Hoseok disaat Namjoon sudah mau pergi terbang.
"Kookie lihat aku!" kata Hoseok sambil memegang kedua pipiku. Aku langsung bertatapan dengan kedua matanya yang menatapku lembut.
Tiba-tiba dia menutup matanya dan merapalkan sebuah mantra, lalu dia mencium kening ku sesaat dan berkata.
"Kookie, saranghae… maafkan aku, dan lupakan aku…"
Lalu semua menjadi gelap.
.
.
.
TBC
SIAPA. YANG. AWALNYA. NGIRA. KALAU. HOSEOK. ITU. IBLIS?
Dan siapa yang baca kalimat diatas dengan nada terputus-putus?
Hehehehe… hayoloh yang salah ngira, sayangnya Hoseok bukan iblisnya nih guys. Si identitas iblis akan diungkapkan nanti. Dan yang jelas slight nya bukan hanya Yoonmin aja yah, tentu ada otp lain yang akan muncul sesuai alur cerita.
Jadi disini, Hoseok adalah si setengah iblis dan jungkook sendiri peri bunga. Cihii.
Balas review :
Minnie chan1 : si kuda mah kagak cocok kalau jadi ibliss XD ini udah lanjutt
Yuljeon : hohoho… ini udah lanjut kok
Riska971 : hayoloh salah ngira XD anak kecilnya hosiki yah… kalau si iblis nanti dikasih tau
Lee Shikuni : salah kira tuh eneng… sejarah sebelumnya akan dijelaskan sesuai alur cerita yah… so ikutin kelanjutannya!
DozhilaChika : makasih jika cerita ini keren… ini udah lanjut kok :D
PENGUMUMAN
Yang nunggu A Doll apdet agak sabaran yah cuk… A Doll makin mau tamat, makin nguras otak bikin ceritanya, sedangnya weird husband dan rain of darkness itu masih termasuk cerita ringan, jadi gak terlalu mikir kali. Jadi, A Doll bakal apdet disaat aku mendapat pencerahan di chap selanjutnya XD gak lama kok pencerahannya… heheheh
Review please?
Love and peace :3
