Aku Orcus atau juga Iruha Tetsuo bersama kedua partnerku,Leonidas dan Vladitor tengah menyusuri jalanan kota yang cukup ramai dengan sekantung permata suci Vestoria pemberian Apollonir sebagai hadiah keluar dari Doom Dimension karna telah menyelesaikan tugasku,Genesis Dragonoid bersama 6 ksatria suci vestoria menawarkanku untuk diangkat menjadi ksatria pelindung Vestoria,tapi aku menolak dan lebih memilih untuk kembali ke duniaku. lagi pula aku sudah sangat merindukan teman-temanku juga keluargaku.
Dengan secarik kertas berisikan alamat sebagai panduan,aku terus menyusuri jalanan kota. Dalam perjalanan,orang-orang selalu memandangku dengan tatapan aneh. Tapi tidak salah juga,mengingat kondisi pakaianku sekarang yang mungkin sudah lebih dari 3 tahun tidak aku ganti dan banyak noda tanah,juga dengan rambutku yang acak-acakan dan sebuah jubah berwarna hitam yang sudah banyak robekkannya untuk menutupi lengan kananku yang bukan lagi lengan manusia.
Akhirnya kami sampai ditaman,tempat favoritku dulu. Walau bukan inilah tujuan kami yang sebenarnya,tapi tak ada salahnya untuk sedikit beristirahat dan menghirup udara segar. Aku duduk disebuah bangku taman didekat air mancur untuk beristirahat. Aku sandarkan badanku ku punggung kursi lalu ku minum sebotol air mineral pemberian salah seorang pejalan kaki tadi. Aku minum setengahnya lalu aku letakkan disampingku kemudian ku tutup mataku dan ku nikmati ketenangan yang sudah lama inginkan. Suara pancaran air,kicauan burung nan merdu ditambah angin yang berhembus sepoi-sepoi benar-benar berhasil menenggelamkanku dalam sebuah kenikmatan yang luar biasa.
Tiba-tiba saja,sebuah suara teriakan perempuan yang terdengar cukup kencang mengejutkanku,membuat semua kenikmatan yang tadinya aku rasakan menjadi sirna begitu saja. Aku pun langsung berdiri dan melihat sekitar,mencari tahu arah datangnya suara yang sangat mengganggu itu. Dan pada akhirnya aku mendapati 2 anak laki-laki yang tengah memojokkan seorang gadis manis didekat lampu taman. Aku kenal dengan 2 anak laki-laki itu,Shuji dan adiknya,tapi aku tidak kenal dengan gadis yang tengah mereka pojokkan itu. Gadis itu berambut hitam lurus sepinggang,ia mengenakan jacket berwarna hitam yang menutupi tank top berwarna abu-abu didalamnya,celana jeans berwarna biru tua dan rok mini yang menutupi bagian pinggang sampai paha atasnya. Ia nampak tengah dipalak oleh Shuji dan dugaan itu diperkuat ketika mereka berusaha merebut bakugan milik gadis malang itu. Aku pun mendekat lalu menepis tangan Shuji dengan kasar.
"Aku tidak mau peduli dengan apa yang sedang terjadi disini,tapi tahukah kalian kalau ada seseorang yang memerlukan ketenangan disini?,lagi pula bersikap kasar pada wanita itu tidak baik!"Bentakku padanya.
"DIAM KAU DASAR ORANG GILA!,dia sudah aku kalahkan itu artinya bakugannya sekarang milikku. Kalau kau tidak suka,ayo tanding melawanku!"Balasnya dengan nada menantang.
"hehe,orang gila mana mungkin bisa main bakugan"Ejek Akira.
"Jangan besar mulut dulu anak kecil,mari kita buktikkan ucapanmu itu"Tantangku. Wah sepertinya mereka juga sudah tidak mengingatku lagi.
"Ba-baik!,sekarang juga ayo kita ke Bakugan Interspace"Teriaknya sambil menekan sesuatu di jam tangannya.
"Ba-bakugan Interspace?"pikirku. Baru kali ini aku mendengar nama itu. Sepertinya sudah banyak yang berubah selama aku pergi ke Doom Dimension. Namun agar aku tidak dianggap lebih aneh lagi, kuturuti saja mau mereka.
...
Pada akhirnya kami terteleportasi kesebuah stadion yang luas dengan gadis tadi berada disampingku,kami berdua berdiri di tepi juga dengan Shuji dan adiknya yang berdiri disisi yang berseberangan dengan kami. Ramai sekali orang yang menonton pertandingan ini,diantara mereka aku melihat Danma kuso,Marucho juga Shun berdiri dipuncak bangku penonton. Kebanyakan dari mereka semua nampak menertawakanku ketika melihat kondisiku yang sekarang,kecuali Shun yang terlihat Curiga padaku,ia seperti ingat padaku.
*Pertandingan Antara Shuji dan Akirua melawan Iruha Tetso dan Naya Fumiko segera Dimuali*
Sebuah pengumuman yang berasal entah dari mana menyebutkan nama kami satu per satu. Dari situ aku tahu kalau nama gadis yang ada disampingku ini adalah Naya. Terlihat olehku ekspresi terkejut diwajah Shun saat namaku Disebutkan,namun aku tidak terlalu memedulikannya. Sesekali aku mau tampil Cool juga kayak dia.
*Field Open*
"Mulailah,aku akan mulai setelah kau"Pintaku pada Naya sambil memberikannya sebuah bakugan tipe Pyrus dan sebuah Gate Card "namanya Warius,dia suka bertarung" tambahku. Sebenarnya aku menyuruhnya mulai duluan karna aku belum tahu betul sistem tarung bakugan yang baru ini. Dan lagi, sebenarnya ini dimana!?
Naya mengangguk paham lalu melempar gate card pemberianku itu. Sinar berwarna merah muncul lalu menyebar keseluruh arena seketika kartu itu mengenai lantai arena. Tempat duduk penonton yang tadinya satu,terbagi menjadi empat bagian dan melayang. Benar-benar canggih!
Bakugan Brawl! Stand,Pyrus Bronze Warius!
Sebuah monster yang terlihat seperti ogre dengan beberapa armor pelindung ditubuhnya keluar dari kobaran api yang sebelumnya muncul saat Warius dalam mode terbuka.
Bakugan Brawl! Stand,Ventus Percival!
Sebuah Monster dengan 3 mulut(1 dikepala 2 si masing-masing tangannya) dan sebuah jubah yang melekat dipunggungnya muncul diarena. Kali ini disisi Shuji.
Bakugan Brawl! Stand,Subterra Foxbat!
Sebuah kelelawar robot berwarna coklat muncul lalu melayang-layang dilangit arena. Kelelawar milik Akira.
G-power Warius:600 gs
G-power Percival:450 gs
G-power Foxbat:500 gs
[Aktifkan Kemampuan : Volcanic Impact]
Warius mengangkat gada berduri miliknya lalu memutar-mutarnya diatas kepalanya. Dan dengan itu,tubuhnya langsung dikelilingi oleh kobaran api yang besar.
G-power Warius:1000 gs
[Aktifkan Kemampuan :Black Maiden]
Percival menembakkan sebuah bola energi yang melesat cepat memasuki tubuh Warius. Dalam sekejap,api yang mengelilingi Warius menjadi padam. Kekuatan Warius juga kembali seperti semula.
G-power Warius:600 gs
"ke-kenapa?"Tanya Naya bingung.
"Black Maiden adalah kemampuan milik Percival yang menghilangkan kemampuan milik lawan,kau perlu belajar banyak sebelum bisa melawanku"Ledek Shuji. Tertawa sambil memegangi perut gendutnya.
[Aktifkan Kemampuan :Subterra Beagilita]
Foxbat menghisap kekuatan dari Warius lalu menembakkannya dalam bentuk gelombang suara. Warius kena dan langsung tersimpuh lemah sambil terus menutup kupingnya yang tersembunyi dibalik helm yang dikenakannya.
G-power Foxbat:800
G-power Warius:300
[Aktifkan Kemampuan :Tri-Gunner]
Percival mengisi tenaga di 3 mulutnya lalu menembakkanya ke Warius.
G-power Percival:750 gs
G-power Warius:300
[Gate Card Open :Lava Field]
Arena langsung berubah menjadi genangan lahar panas. Warius terbakar,kekuatannya meningkat 2 kali lipat. Suhu tubuh Ogre itu memanas. Gada miliknya ikut membara.
G-power Warius:600 gs
G-power Percival:750 gs
G-power Foxbat:800 gs
Ditengah situasi yang sedang memanas,aku memberikan Naya sebuah kartu kemampuan. Ia nampak sedikit bingung ketika melihat kartu itu,seperti baru pertama kali melihatnya. Tapi akhirnya ia paham dan kembali fokus pada pertarungan.
[Aktifkan Kemampuan :Tri-Gunner
Percival kembali mengisi tenaga di 3 mulutnya lalu menembakkanya ke Warius.
G-power Percival:1050 gs
[Aktifkan Kemampuan :G-power Spin]
Tubuh Percival,Warius dan Foxbat bercahaya dengan warna sesuai atribut mereka masing-masing. Kemudian,kekuatan mereka berubah secara acak.
G-power Warius:822 gs
G-power Percival:268 gs
G-power Foxbat:505 gs
"A-apa!?"Jerit Shuji dan Akira terkejut.
"G-power Spin adalah sebuah Kemampuan yang mengganti G-power bakugan yang ada di field secara acak,antara 1 sampai 900"Jelasku."oh ayolah! lagi pula itu kartu lama!"
[Aktifkan Kemampuan :Volcanic Impact]
Warius kembali mengangkat gada berduri miliknya lalu memutar-mutarnya kembali. Kobaran api kembali muncul disekelilingnya. Kemudian,ia hentakkan gada itu ketanah,membuat kobaran api yang mengelilinginya menyebar dan membakar tubuh Percival dan Foxbat.
Warius,Percival dan Foxbat kembali ke bentuk bola mereka lalu kembali kepemilik masing-masing.
*Life meter Akira dan Shuji tinggal 40%*
"sekarang Giliranku,kau beristirahatlah"Pintaku pada Naya.
Ia mengangguk lalu mundur beberapa langkah kebelakang. Sesaat kemudian Vladitor keluar dari saku celanaku. Nampaknya ia sudah puas beristirahat,mengingat pertarungan kami yang sebelumnya sangatlah berat.
"kau sudah bangun ya,mana Leonidas?"Tanyaku.
"Dia masih lelah,biar aku saja,aku masih ingin bertarung!"Jawabnya.
"terserah"Balasku. Ya, memang beginilah sifat Vladitor. Bahkan semenjak ia masih bersama Marduk.
Gate Card Set! Bakugan Brawl! Stand,Ventus Percival! - Shuji memulai pertarungan.
Bakugan Brawl! Stand, Subterra Foxbat! - Akira memulai sesudah Shuji.
Sekarang aku,Bakugan Brawl! Stand,Darkus Supreme Ω Vladitor!.
Sebuah petir hitam menyambar tengah-tengah arena,membuat retakan besar dan menimbulkan kobaran api berwarna hitam . Dari dalam kobaran api itu keluar sesosok ksatria bermata merah menyala dengan armor beragam warna dan sebuah kapak berwarna perak mengkilap dan mengeluarkan aura warna-warni yang ia pegang dengan kedua tangannya. Semua penonton tercengang hebat ketika menyaksikan kemunculan Vladitor,terlebih bagi Dan,Marucho dan Shun.
G-power Percival:450 gs
G-power Foxbat:500 gs
G-power Supreme Ω Vladitor:2800 gs
[Aktifkan Kemampuan :Misty Shadow]
Percival mengarahkan kedua telapak tangannya kearah Vladitor kemudian bercahaya,namun tak terjadi apa-apa.
"ba-bagaimana bisa? Misty Shadow seharusnya mengembalikan G-power Vladitor ketitik normal"Tanya Shuji tidak percaya dengan yang baru saja terjadi.
"pernahkan aku mengaktifkan kemampuan?"Aku balik bertanya.
Semua orang langsung terkejut mendengar apa yang barusan aku katakan. Mereka seakan tidak percaya dengan kekuatan Vladitor yang sudah berevolusi. Memang,Leonidas dan Vladitor memiliki kekuatan yang bisa dibilang tidak terbatas. Kekuatan sebesar itu tentunya bisa mendatangkan bahaya jika ada hal buruk yang terjadi pada mereka,seperti kehilangan kendali atau juga dikendalikan oleh orang lain. Untuk itulah kami membuat sebuah kesepakatan untuk menyegel kekuatan mereka kedalam sebuah Doom Card milikku hingga menyisakan sedikitnya saja. Tapi ternyata,Setelah dikurangipun kekuatan mereka masih cukup tinggi.
[Aktifkan Kemampuan : Ω Impact]
Kapak milik Vladitor bercahaya terang. Ia kemudian mengarahkan kapaknya pada kedua musuhnya yang kemudian disambar oleh petir hitam. Vladitor mengambil kuda-kuda,dengan santainya ia layangkan kapak miliknya kearah Foxbat.
G-power Foxbat:500 gs
G-power Supreme Ω Vladitor:3200 gs
Foxbat terkena dan langsung berubah menjadi bentuk bolanya lalu mendarat didekat kaki Akira.
*Life meter Shuji dan Akira tinggal 20%*
[Gate Card Open :G-Power Change]
Tubuh Vladitor dan Percival bercahaya lalu saling bertukar G-power.
G-power Percival:3200 gs
G-power Supreme Ω Vladitor:450 gs
"Tidak Buruk"[Aktifkan Kemampuan :Fall from the Sky]
Percival dan Vladitor sama-sama kembali kewujud bolanya lalu kembali ke partner mereka masing-masing.
"Fall from the Sky adalah kemampuan yang secara langsung memenangkan bakugan dengan G-Power terendah dengan selisih 900 G-power atau lebih tertinggi milik lawan.
*Pertandingan selesai,Pemenangnya Iruha Tetsuo dan Naya Fumiko*
Orang-orang bertepuk tangan,kagum melihat pertandingan barusan,meskipun ada beberapa diantara mereka yang masih bingung dengan apa yang terjadi. Dari tengah kerumunan penonton,Dan,Marucho dan Shun turun ke arena dan berjalan menghampiriku.
"Membiarkannya mengambil kekuatan terkuat lalu menjatuhkannya,kau memang penuh perhitungan,teman lama"Ucap Shun sambil terus bertepuk tangan.
"Jadi ini benar-benar kau? orang bilang kau sudah lama menghilang" Tanya Marucho yang sudah semakin mendekatkan wajahnya padaku.
"Waah,tidak kusangka kita akan berkumpul lagi"Sahut Dan, masih dengan senyum khas diwajahnya.
Kami berbincang cukup lama menceritakan semua pertualangan yang aku lalui di Doom dari awal kami disana hingga kedatangan Mechtavius Destroyer. Setelah puas berbincang dengan mereka,aku hampiri Naya seraya bertanya tentang alamat yang sedari tadi aku cari. Ia bilang ia tahu dan rumahnya berada cukup dekat dari tempat yang tertera dialamat itu. Aku pun minta diantarkan,ia setuju lalu mengantar ku kesana,kerumah Tempat tinggal Orang tua ku.
Setibanya disana,aku langsung masuk kedalam rumah lalu memanggil kedua orang tua ku . Sebenarnya aku masih sedikit ragu,apakah mereka masih mengenaliku mengingat lamanya aku menghilang. Tak disangka mereka masih ingat padaku. Keduanya menghampiriku lalu memelukku dan menangis di pangkuanku. Kami pun berbincang dan melepas kerinduan diruang Keluarga. Aku kembali menceritakan semua petualanganku dan tidak lupa juga menunjukkan pada mereka lengan kananku yang bukan lagi lengan manusia. Mereka terlihat sangat terpukul,tapi yang terpeting bagi mereka adalah aku sudah pulang ke rumah. Ibu menyuruhku mandi dan berganti pakaian,ia juga mendatangkan seorang tukang cukur untuk mencukur rambutku yang sudah sangat panjang dan tak terawat. Sementara ayahku bersama Dan mengundang semua teman-temanku untuk mengadakan sebuah pesta dalam menyambut kedatanganku kembali.
Pada malam harinya,Pesta dimulai dan ramai sekali orang yang teman-teman kantor ayah dan beberapa teman baru yang belum pernah aku temui. Diantaranya Ren, Keith(lebih suka dipanggil Spectra, dia selalu marah saat kupanggil dengan nama 'Keith'), Mira, Jake, Nurzak, Ace, Hydron dan masih banyak yang lagi. Tapi spesial pada malam itu tetaplah gadis manis yang tadi aku temui, Naya, tetangga samping rumahku.
Ya,sekarang aku kembali sebagai Iruha Tetsuo, seorang Brawler tipe Darkus bersama kedua partnerku,Leonidas dan Vladitor. Hidup bahagia disini,dirumahku...
.
.
.
Mungkin...
