"terbang lalu jatuh, kemudian menghilang"
chw present
Plane to Seoul
Cast:
Jeon Wonwoo
Kim Mingyu
Seventeen
Other
Genre:
Misteri, Suspense, Supernatural, nano-nano'-'
Chapter 1 : Panic
Pukul lima sore waktu setempat. Mingyu sedang memasukkan barangnya di kabin , sesekali ia menatap Wonwoo khawatir. Dari tadi kekasih nya hanya diam dan menggerakkan matanya gelisah. Wonwoo juga menautkan jari-jarinya erat, Mingyu tau, itu cara Wonwoo melampiaskan kegelisahannya.
"kau baik-baik saja?" tanya Mingyu setelah mendaratkan bokong nya di samping Wonwoo.
Wonwoo menatap nya dengan tatapan yang sulit diartikan, "aku masih takut Gyu" ujarnya pelan. Mingyu mengambil tangan Wonwoo dan menciumnya , berharap Wonwoo bisa tenang dengan hal itu. Meski nyatanya sama saja.
Ketakutan Wonwoo semakin menjadi ketika pesawat mulai bergerak. Para pramugari mulai memperagakan alat keselamatan dengan tarian, namun Wonwoo tak bisa menikmatinya. Ia benar-benar ketakutan.
Wonwoo menggenggam erat tangan Mingyu disebelahnya, menyalurkan semua yang ia rasakan. Tubuhnya berkeringat, dan Mingyu tentu saja menyadari hal itu. Ia jadi ikut takut melihat keadaan kekasihnya.
"tidak ada yang perlu ditakutkan, cuacanya cerah kok" kata Mingyu sambil memeluk tubuh Wonwoo yang mulai bergetar.
Roda pesawat dimasukkan dan mereka berada di ketinggian sekarang. Dari jendela , Wonwoo bisa melihat Australia dengan jelas, begitu pun dengan Mingyu yang arah pandangnya mengikuti arah pandang Wonwoo. Menatap luasnya samudera pasifik.
"tuh, cerah kan cuacanya" kata Mingyu menenangkan Wonwoo.
Iya, cuaca memang cerah, tapi detik berikutnya, Pramugari dan Pramugara yang sedang membagikan makanan pada para penumpang terjatuh, troli yang berisi puluhan makanan itu berhasil menghantam salah satu nya, makanan berhamburan dan kepalanya berdarah karena benturan keras itu. Suasana yang tadi nya tenang berubah jadi kacau.
Begitupula ketakutan Wonwoo yang semakin menajdi.
Mingyu yakin, beberapa detik yang lalu ia melihat langit cerah dihadapannya. Namun dalam sekejap mata awan hitam ada dimana-mana. Membuat guncangan yang begitu hebatnya. Para penmpang lainnya mulai berteriak histeris. Mereka ketakutan.
Para pramugari dan pramugara disana mencoba menenangkan para penumpang meski mereka sendiri tak kalah takutnya. Pramugara yang kepalanya terluka tadi kini telah diobati. Dengan kepala yang nyeri ia ikut menenangkan penumpang yang kebanyakan diantaranya adalah pelajar dari Seoul yang sedang melakukan study tour. Deretan anak orang kaya.
Suasana menjadi lebih kacau ketika seorang pramugari gagal menghubungi kokpit. Matanya bergetar menahan tangis. Seumur hidupnya menjadi seorang pramugari baru kali ini lah ia berada dalam badai yang seharusnya tak terjadi.
"Mingyu, bagaimana ini?" tanya Wonwoo masih dengan rasa takut yang memenuhinya.
Mingyu diam, ia sendiri tak tau. Ia terus berpikir tentang badai ini. Bagaimana bisa cuaca yang sangat amat cerah mendadak menjadi badai mematikan.
Mingyu terus memeluk Wonwoo, mengecup kening kekasihnya berkali-kali, dengan cara ini lah ia bisa menenangkan Wonwoo juga dirinya.
Hatinya merasa sakit ketika mendengar tangis dimana-mana, apa lagi ada beberapa anak kecil yang masa depannya masih panjang jika harus berhenti disini.
Mingyu melirik keluar jendela. Gelap. Ia tak bisa melihat apapun selain awan hitam nan tebal menyelimuti pesawat yang ditumpanginya.
Belum kondusif, suasana kembali runyam ketika pesawat yang turun tiba-tiba, seperti sedang naik gyro drop.
'badai ini tidak wajar' batin Mingyu.
Wonwoo menggenggam erat tangan Mingyu, kemudian ia membawa kekasihnya kedalam sebuah ciuman. Ciuman yang sirat akan kesedihan.
"ku harap ini bukan ciuman terakhir kita Gyu" ujar Wonwoo.
Dan suara benturan yang keras terdengar setelahnya.
.
.
.
"Breaking News, sebuah pesawat dengan rute Australia-Seoul hilang kontak di samudera pasifik. Komunikasi terakhir adalah saat pesawat akan terbang. Ada lebih dari 200 penumpang didalamnya. 120 diantarnya adalah warga Korea Selatan. Pemerintahan Australia sedang melakukan pencarian di sekitaran Samudera pasifik"
Pria itu menggeram ketika ia mendengar berita di televisi. Ia melempar remot hingga layar tv nya tak berbentuk.
"sial! Terjadi lagi"
to be continue—
note:
yang kemaren Cuma prolog ya (:
jadi cerita ini ga terlalu fokus sama yaoi nya, lebih ke perjuangan meanie dan lainnya buat bertahan hidup.
