Fillé Café
Main Cast: All SM Girls & Ukes! (except EXO ukes)
Other cast will come out soon.
Genre: Sistership (?) and Family.
Warning: typos, Genderswitch for UKE, OOC, others~
Summary: Para gadis bersatu untuk mendirikan sebuah café istimewa, dimana tidak boleh satupun namja yang diizinkan untuk melewati meja pesanan. Para namja hanya boleh duduk dan memesan! Sementara itu, persaingan antar café di depan mata tak dapat dielakkan!
A/N: FF ini dibuat berdasarkan hasil pemikiran selama beberapa jam (?). Dan semoga ini bukan yang pertama, di sebuah FF member2 SJ dan member2 girlband SM digabung untuk jadi main cast. Bosen liat member2 SNSD atau f(x) jadi antagonis. Untuk kali ini biarkanlah mereka bersatu xD
Okay, happy reading!
.
.
.
~Fillé Café: Girls Power!~
"Sungmin unnie, nanti boleh kuminta pembersihmu? Punyaku habis." Pinta Luna ketika para gadis sedang dalam perjalanan pulang dari café.
"Tentu saja!" jawab Sungmin sambil mengangguk dan tersenyum manis.
Para gadis yang bekerja di Fillé Café adalah teman-teman dan hoobae Sungmin di Universitas. Sekalipun mereka berbeda fakultas dan jadwal, tapi mereka sering menyempatkan waktu untuk berkumpul dan saling curhat tentang kehidupan mereka. Sekalipun sering ada perselisihan diantara mereka, Victoria, Luna, Hyoyeon, Sunny dan Sulli sering menjadi moodbooster. Sungmin dan Kibum pun pendengar yang baik.
Sekarang mereka semua sudah lulus, kecuali Sulli dan Krystal yang tinggal beberapa bulan lagi menyelesaikan kuliahnya.
Mereka bisa dibilang disebut komplotan, melihat jumlah mereka yang tidak sedikit; 19 orang, dengan Lee Sungmin sebagai ketuanya. Sebenarnya jumlah mereka ada 20, namun tanpa disangka salah satu anggotanya, Kim Heechul, keluar dari kelompok dan lebih memilih ke kelompok yeoja lain yang berjumlah lebih sedikit dan –ehem- lebih terkenal. Heechul bilang ia merasa punya banyak saingan diantara kelompok, karena itu ia keluar. Sungguh alasan yang tidak dapat diterima Sungmin dkk.
Uniknya lagi, hampir sebagian besar dari mereka tinggal di gedung apartemen yang sama, hanya saja berbeda lantai. Taeyeon, Sunny, Jessica, Hyoyeon, Kibum dan Luna berada di lantai 5. Victoria, Key, Taemin, Sulli, Amber, Sooyoung dan Yoona ada di lantai 6. Tiffany, Sungmin, Ryeowook dan Yuri ada di lantai 7. Sementara Krystal dan Seohyun? Mereka tinggal bersama orang tua mereka dan berada tidak jauh dari apartemen sahabat-sahabat mereka.
"Seohyun unnie! Appa dan umma sedang pergi keluar kota, bisakah aku tidur di rumahmu? Jebal~ aku takut di rumah sendiri." kata Krystal sambil menggandeng tangan Seohyun.
"Ya~ Kryssie-ya! Kenapa tidak tidur dengan kakakmu, eoh?" gerutu Jessica yang dirangkul oleh Tiffany dan Yoona. Krystal menjulurkan lidahnya. "Aku malas membangunkanmu, unnie! Bisa-bisa aku dimarahi dosen cuma gara-gara susah membangunkanmu!"
"Ya! Dongsaeng menyebalkan!"
"Ssst! Sica, jangan berteriak, kau akan membangunkan ahjumma cerewet di ujung jalan sana." Bisik Taeyeon. Jessica segera menutup mulutnya dan serentak ke-19 yeoja itu memelankan langkah kaki mereka.
"Aaah, aku heran kenapa kalian berdua tidak serumah saja. Apa kau kabur dari rumah, Sica?" tanya Ryeowook cekikikan. Jessica mendengus.
"Aku berdalih ingin pindah ke apartemen yang lebih dekat dengan kampus, tapi Umma terus saja menahan niatku dan akhirnya aku pindah ke apartemen dan keluargaku pindah rumah ke dekat apartemenku. Hahh," jelas Sica panjang lebar.
Yuri yang tadinya merangkul Kibum kini berjalan lebih cepat mendahului Sungmin, Yoona dan Amber yang jalan paling depan. Kemudian ia membalikkan tubuhnya menghadap teman-temannya.
"Yah! Bagaimana jika kapan-kapan kita mengadakan pesta bantal? Mengingat kegiatan bersama kita lebih banyak dilakukan di siang hari… Otte? Otte?" tanya Yuri sambil mengerlingkan matanya (?). Jessica mengangkat tangannya, seolah menunjukkan bahwa ia –sangat- setuju dengan usul Yuri.
Luna dan Victoria mengibas-ngibaskan tangan mereka. "Setelah pesta bantal, kita akan kesulitan membangunkan duo Jung sisters itu," sahut Luna sambil menunjuk Krystal. Yang ditunjuk hanya cemberut, membuat Seohyun tak tahan untuk mencubit pipi putih Krystal.
"Tak apa! Kita kan punya segudang cara untuk membangunkan putri tidur~" sahut Hyoyeon dan Sunny bersamaan, membuat Sooyoung tiba-tiba tergelak. Para gadis langsung menggelengkan kepalanya melihat tingkah si jangkung itu (?).
"Ooh, apa aku bisa menyiramkan air es dingin kepada Sica unnie dan Krys?" celetuk Key, membuat Jessica dan Krystal sontak menggeleng cepat.
"Mungkin kau harus membaui atau menempelkan bibir Sica unnie dengan mentimun supaya dia bangun," sahut Taemin yang berangkulan dengan Sulli, membuat semua gadis itu harus menutup mulutnya agar tidak tertawa terlalu keras.
"Hahaha, aigo Taemin-ah, kau ini benar-benar…" Sungmin menggeleng-geleng sambil tetap menutup mulutnya. Taemin hanya cengengesan, meskipun ia sadar Jessica kini mendeathglare-nya, ia hanya membalasnya dengan cengiran polos.
Selang beberapa menit berlalu, rumah Krystal sudah terlewati dan mereka akan melewati rumah Seohyun. Tak lama kemudian mereka sampai di gedung apartemen.
.
.
~Fillé Café: Girls Power!~
.
.
.
-Few days later-
Beberapa hari setelah café mulai dijalankan, pengunjung yang datang sudah lumayan banyak. Mungkin karena sekelompok siswi yang pertama kali menjadi pengunjung café, kini banyak siswa/I dari sekolah lain datang ke café. Mereka bilang mereka hanya ingin membuktikan apa benar para pelayannya cantik-cantik semua, membuat Sooyoung dan Sunny tidak bisa berhenti senyum-senyum tidak jelas.
Kini, para yeoja sedang merapikan café. Kecuali Sungmin yang kini sedang bertelepon dengan seseorang.
"Sungmin unnie! Jeongmal mianhae, aku lupa memberitahumu ada ujian tambahan hari ini, jadi aku tidak bisa membantu di café! Jeongmal mianhaeee!"
"Aigoo, tidak apa-apa Sulli-ya. Apa Krystal juga ikut ujian?"
"Nee… tapi tenang saja, setelah selesai ujian kami akan ke café! Sekalipun Krystal lupa memakai pelembabnya… Kyaa! Jam berapa ini?! Baiklah unnie, sampai bertemu di café nanti! Fighting!"
"Ne Sulli-ya, nado fighting!"
Tut.
"Ahh, aku jadi merindukan masa-masa kuliah," celetuk Ryeowook yang sedang membersihkan meja.
"Tapi, kenapa aku sama sekali tidak merindukan masa kuliah ya?" tanya Taemin entah kepada siapa. Namun semua yang ada di café berinisiatif untuk tidak menjawab. Kenapa? Karena Taemin baru saja lulus sebulan lalu! Mengingat hal itu, Yoona sangat ingin menelan Taemin bulat-bulat.
"Taemin, kau ini," Sooyoung berlagak sok asik, padahal pikirannya sama seperti Yoona. Sepertinya otak makanannya mulai tercemari oleh akal-akal kriminal (?).
Tiffany dan Sunny keluar sambil membawa sebuah tas belanjaan dan secarik kertas.
"Fany-ah, Sunny-ah, apa kalian bisa cepat? sejam lagi café mau buka." Kata Sungmin. Tiffany mengacungkan jempol tanda siap dibarengi dengan wink miliknya, kemudian keluar café.
Dari luar, nampak Amber dan Luna sedang mengatur napas mereka yang terengah-engah. Sepertinya mereka habis berlari dari apartemen menuju café.
Jessica yang sedang mengelap kaca menatap mereka bingung. "Kalian kenapa? Terlambat bangun?" tanyanya. Amber hanya mengibaskan tangannya lalu masuk café diikuti Luna.
"Pagi, Amber! Luna!" sapa Taeyeon.
"Hahh.. Pagi unnie!" balas Luna yang sudah menempatkan pantatnya di kursi, kemudian meletakkan ranselnya diatas meja. Victoria dan Seohyun menghampiri Luna, lalu duduk di kursi di dekatnya.
"Apa isi tas itu?" tanya Victoria dengan tatapan penuh tanya.
"Aku yakin Amber baru bangun, dan Luna ketiduran saat menyiapkan bekal untuknya." Tebak Seohyun. Luna mengeluarkan kotak bekal dari dalam ranselnya lalu mengacungkan jempol kepada Seohyun.
"Ne~ kau hampir benar unnie, tapi aku tidak ketiduran. Aku hanya… sibuk teleponan dengan ibuku." Jawab Luna sambil tersenyum. Amber keluar dari dapur dengan membawa dua gelas yang mengepulkan uap tipis.
"Ini. Yah! Kau takkan percaya kenapa aku bisa terlambat bersama Luna." Kata Amber yang kini sedang membawa tas Luna menuju dapur. Seohyun mengangkat bahunya.
"Chingudeul! Kita kedatangan satu teman baru~" seru Hyoyeon tiba-tiba setelah ia muncul di belakang Victoria bersama seorang gadis disampingnya.
Kibum yang sedang merapikan letak properti di meja pesanan terbelalak melihat sosok yang dibawa Hyoyeon.
"Omo! Eunhyuk-ah!" seru Kibum. Gadis yang dibawa Hyoyeon, Eunhyuk namanya, menoleh ke arah Kibum ketika namanya dipanggil.
"K-Kibummie?"
Kibum yang sepertinya mengenal Eunhyuk langsung memeluknya erat.
"Unnie, kau mengenalnya?" tanya Victoria. Kibum melepaskan pelukannya dan mengangguk cepat.
Sungmin yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya kini mengalihkan perhatiannya ke seorang yeoja yang kini dikerubuti pegawai café. Hyoyeon mendekati Sungmin.
"Ada apa?" tanya Sungmin.
"Unnie! Maaf aku tidak memberitahumu kemarin-kemarin, tapi temanku sedang membutuhkan pekerjaan karena ekonomi keluarganya. Jadi… bisakah kita menambah satu anggota lagi?" pinta Hyoyeon. Sungmin berpikir sejenak.
"Hmm, pegawai café sudah cukup banyak, Hyo. Tapi… Mungkin tidak apa-apa. Oh ya, apa dia punya semacam keahlian tertentu?"
Hyoyeon menoleh melihat Eunhyuk yang masih dikerubungi, kemudian kembali menatap Sungmin dengan senyum lebar.
"Ne! Sama sepertiku, dia jago menari! Mungkin awalnya dia tidak terbiasa, tapi jika sudah lama pasti dia akan terbiasa unnie!" jelas Hyoyeon antusias. Key dan Taeyeon menarik Eunhyuk dan mendudukkannya di hadapan Sungmin.
Sungmin mengulurkan tangannya dan tersenyum sangat manis.
"Annyeong, Lee Sungmin imnida. Jadi… namamu?"
Eunhyuk menyambut tangan Sungmin. "Lee Hyukjae, biasa dipanggil Eunhyuk. Terima kasih sudah menerimaku! Mohon bimbingannya!" Eunhyuk berdiri lalu membungkuk di depan Sungmin.
.
.
Jam menunjukkan pukul 7.30. Para pengunjung yang datang mulai sedikit, kebanyakan hanya membungkus pesanannya. Dari balik meja pesanan, Sungmin tersenyum melihat Eunhyuk yang sedang mencatat pesanan pengunjung. Setelah Eunhyuk pergi, pengunjung itu nampak terus memperhatikan Eunhyuk lalu tersenyum aneh.
'Ahh, dia bekerja dengan baik,' gumam Sungmin dalam hati.
Gadis lainnya pun bekerja dengan baik. Beberapa bekerja di dapur; memasak, menyiapkan bahan, dan menyajikan makanan. Lainnya mencatat, mengantar pesanan ataupun berdiri di balik meja pesanan seperti yang dilakukan Sungmin sekarang.
15 menit berlalu, pengunjung terakhir sudah meninggalkan café. Taeyeon, Jessica, Key, Taemin, Hyoyeon, Sunny dan Eunhyuk membersihkan meja-meja. Sungmin yang hendak membalik tanda buka menjadi tutup melihat sesosok namja yang berlari dari ujung jalan sana menuju café.
"Tunggu! Tunggu!" Sungmin bisa mendengar suara teriakan dari sana.
Melihat Sungmin yang terdiam, Seohyun mendekati Sungmin.
"Unnie? Gwaenchana?" ucap Seohyun sambil menggoyangkan pundak Sungmin.
Sungmin terkesiap, kemudian terdengar ketukan di pintu café.
"Maaf, ijinkan aku masuk!" ucap sosok bergender namja itu sambil menghela napas. Melihat namja itu, Seohyun membulatkan matanya.
"Omo! Oppa!"
Sungmin mengernyit. "Kau mengenalnya, Seo?" tanyanya sambil membukakan pintu untuk namja itu.
"Ne unnie, dia…"
.
.
.
.
.
TBC
A/N:
Ini panjang kan? Panjang kan? Haha xD
oh ya, buat yang nanya kenapa nggak ada uke EXO? Soalnya….
.
.
.
.
.
.
Kita kelebihan pemain #plok
Beneran loh -_- plus juga baru nyadar kalo nggak ada Eunhyuk di chap sebelumnya, jdi disini dia dijadiin pegawai baru xD
Penasaran sama si dia? Si dia? #fanfare
At least, mind to review? Kyuhyun will take all silent readers to hell~
