PERINGATAN

Setengah fanfic ini bisa dibaca di tempat umum , setengah lagi disarankan untuk tidak dibaca di tempat umum. Kunci kamar dan bacalah. Lebih baik dibelakang kalian makhluk tidak terlihat daripada ada orangtua, guru atau figur otoriter lain menangkap basah.

Siapakanlah tisu untuk berbagai alasan sepertinya perlu (?)

Selamat membuang waktu kalian dengan membaca karya ini


/-\

\-/

\-/

"Fuck sakit John"

Jaehyun menampik tangan Johnny yang memegang pipinya yang memar dan kembali menempelkan kompres es dalam plastik.

Johnny hanya tertawa ringan . "It's Hyung for you my baby Jay."

"Ya, ya Johnny Hyung. Memar seperti ini cukup pakai es. Sudahlah ngapain kita ke dokter segala. Pukulannya lemah begitu." Jaehyun masih dongkol dengan Mark sebenarnya. Saat Mark mau mengantar Donghyuk pulang tadi saja dia tidak mau menatap Mark yang sepertinya mau minta maaf.

"Katanya pukulan lemah tapi tadi sakit. Ternyata uri baby Mark sudah besar ya, siapa sangka dia bisa berani meninju kingkong Jung Jaehyun. Dulu kalau kalian bergulat pasti dia jadi korban." Johnny hanya menggelengkan kepalanya.

"Sejujurnya aku hampir lepas kontrol juga tadi, aku tidak terima mesti ditinju begini, tapi terima kasih sudah menghentikan kami." Jaehyun berkata sambil menatap jalanan di luar. Sekarang mereka sedang naik mobil Johnny untuk ke dokter.

Johnny hanya tersenyum. Dia tau sebenarnya Jaehyun sangat peduli pada Mark. Meski dua minggu ini sering cekcok, tapi tetap saja Mark dan Jaehyun itu dari kecil selalu bermain bersama.

"Ya sama-sama, tadinya mau aku biarkan saja, biar aku rekam dan masukkan youtube tapi aroma ketakutan Donghyuk itu aku sampai mau nangis rasanya." Johnny menggelengkan kepalanya.

"Hah, memang bisa kau sampai mencium aroma ketakutan orang, ya ya alpha full breed Youngho pasti bisa. Ini ke dokter mana sih , kenapa tidak beli salep saja di apotik dan kita kembali ?" Jaehyun merasa mereka sudah cukup jauh.

"Setan kau Jae, tapi serius aku juga kaget. Biasanya aku bisa melakukannya pada orang2 yang sudah jelas dia itu Alpha , Beta atau Omega, ini dia genap 16 saja belum. Kita sekarang mau ke temanku Dokter Qian Kun. Dia itu ahli pengobatan China. Sekalian ada yg mau aku tanyakan." Johnny berbicara sambil membelokkan stir mobil mengikuti jalanan.

"HAH untuk apa ke pengobatan China ? kenapa ga ke dokter biasa ? Apa-apaan kau berteman dengan kakek-kakek Hyung ?" di ottak Jaehyun , dokter pengobatan Cina itu ya kakek tua renta.

"Kujamin kau bisa kecantol sama kakek-kakek ini" Jaehyun menaikturunkan alisnya.

"Euww no I am not into old guy!" Jaehyun menyerngit membayangkan kata-kata sepupunya.

"So you are not into Taeyong then ? Okay so I can add Taeyong to my list then." Johnny pura-pura menuliskan sesuatu dengan tangan kanannya.

"LHO katanya Johnny Hyung ga suka Taeyong Hyung lagi ?" Jaehyun kaget saja ini sepupunya mau nikung.

"Hyung bilang dulu pernah dekat. Kamu tau kan Hyung suka yg imut-imut tapi seksi." Johnny malah menggoda Jaehyun.

"Hyung , aku ga peduli kau sepupuku, untuk Taeyong hyung kali ini aku serius aku akan berjuang melawan siapapun" Jaehyun malah menganggap serius.

"Hey hey santai Jay aku hanya memuji dia saja, aku juga bawa kau ke Kun ini supaya memar mu bisa menghilang secara kilat sebelum Taeyong bisa sadar kau bertengkar dengan Mark , dia bisa menggigitku karena tidak menjaga kau eoh!" Johnny mengeratkan pegangan nya pada stir mobil membayangkan Taeyong yg cerewet apalagi soal Jaehyun kesayangannya.

"Hah ? Memang Taeyong hewan ganas menggigit. Waduh kau benar juga Hyung sifat terlalu khawatirnya itu akan kumat, aku akan tidak enak kalau sampai dia pulang Ke Korea besok dan melihat muka lebam ini, pokoknya minta saja obat paling mujarab dari si kakek dokter Qian Kun." Jaehyun jadi kepikiran.

Tidak terasa karena mereka terus mengobrol, mobil Johnny telah parkir di depan sebuah rumah bangunan dua tingkat yang terlihat seperti klinik dokter modern. Jaehyun heran karena dia berpikir tempatnya akan kuno seperti yg di film laga china yang dulu pernah dia gemari saat getol-getolnya belajar kungfu. Tetapi saat masuk baru terasa berbeda dengan klinik dokter pada umumnya. Lantainya terbuat dari kayu yang berwarna jingga kecoklatan dan dindingnya bercat putih gading. Banyak rak kayu yang berisi entah penghargaan atau hiasan tulisan yang tentu dengan huruf Mandarin jadi Jaehyun menyerah saja mau membacanya. Kemudian ada counter yang seperti di lobby hotel sepertinya untuk tempat pendaftaran pasien. Anehnya ruangan ini sepi dan tidak ada orang.

"Hyung, kenapa tidak ada orang disini ?"

"Sebenarnya hari ini tempat ini tutup. Tapi aku yang minta tolong langsung untuk Kun datang hari ini." Johnny menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.

Mereka pun menaiki anak tangga kayu menuju lantai atas. Dilantai dua terdapat sebuah ruangan yang besar yang memiliki kaca transparan yang sangat besar jadi kita bisa melihat langsung apa isi ruangan itu. Dinding dalamnya tertutupi rak kayu yang berisi toples berisikan tumbuhan rempah, bunga kering, daun daun obat, dan sepertinya di depannya ada meja panjang tempat meramu bahan-bahan itu. Oh iya, di sudut ruangan besar itu ada seorang laki-laki berjubah putih yang keliatannya kesusahan untuk mengambil toples besar di rak bagian atas. Johnny pun berjalan masuk ke dalam dan membantu laki-laki berambut hitam itu untuk mengambil toples itu. Johnny sangat tinggi dan kuat jadi dia tinggal menjinjit sedikit bisa langsung mengambil toples yang cukup besar itu. Laki-laki itu tersenyum manis dan mengucapkan terimakasih. Mereka seperti berbicara sesuatu dan berjalan keluar ruangan.

Ah Johnny ada pegawai yang imut begitu langsung keluar jiwa penggodanya batin Jaehyun melihatnya.

"Kun, ini adik sepupuku Jaehyun, dia ini yang sakit hehe." Johnny cengengesan saja sambil mengenalkan Jaehyun yang dari tadi berdiri di lorong.

Kalau ini adalah anime atau manga mungkin mulut bawah Jaehyun sudah terbuka lebar sampai menyentuh lantai. Ya bagaimana tidak kaget , si Kun Kun ini yang dia pikir kakek dokter pengobatan china yang botak, berjanggut putih, malah berwujud laki-laki dengan rambut hitam berponi dengan mata bulat yang besar, pipi chubby yang menggemaskan dan bibir merah yang penuh. Oh iya dia agak pendek. Okay tidak pendek untuk orang umum tapi bagi Jaehyun dan Johnny yang tinggi 180cm lebih, Kun terlihat seperti kecil .

"Aiiya , ini cuma memar sedikit kau sampai datang kesini ?" terdengar aksen dari cara bicara Kun.

"Hhe tolong Kun liat muka adikku yang ganteng ini jadi lebam dan bengkak begitu." Johnny merangkul Jaehyun dan memasang muka sedih.

"Ya baiklah ini hanya perlu salep Di Dat Jow kalian tunggu sebentar di ruang periksa, akan aku ambil di ruang obat" Kun kembali masuk ke ruang yang sepertinya adalah gudang obat atau mungkin apotik dari klinik ini.

Johnny membawa Jaehyun menuju ruang periksa yang didalamnya ada tempat tidur, meja dan tiga tempat duduk.

"Shit Hyung , itu dokternya? kupikir dia pegawai disini yang kau taksir !" Jaehyun berbicara dengan berbisik.

"Jangan tertipu Jay, dia itu 10 tahun lebih tua dari kamu." Johnny membalas bisikan Jaehyun.

"APAA" Jaehyun teriak kaget.

"Ini hanya salep tidak perlu takut. Tapi sebelum diberikan salep ada baiknya aku periksa kesehatanmu dulu." Kun masuk ke dalam ruang periksa membawa salep, sebuah bantal kecil dan tisu dan meletakannya di meja didepan Johnny dan Jaehyun. Kun kemudian keluar dan mencuci tangannya di wastafel yang tidak jauh dari kamar periksa. Setelah mengeringkan tangannya Kun duduk di depan mereka dan meminta Jaehyun untuk meletakkan tangannya di atas bantal dan dia melakukan pemeriksaan denyut nadi. Kun juga meminta Jaehyun untuk menjulurkan lidahnya.

"Jaehyun, kamu benar-benar menjaga tubuhmu dengan baik, apa ada keluhan lain selain memar di wajahmu ?" Kun tersenyum dan melepas tangannya dari pergelangan tangan Jaehyun. Ia mengolesi muka Jaehyun dengan salep itu.

"Emm , apa ya , sebenarnya secara fisik aku rasa baik dan fit , tapi akhir-akhir ini emosi ku jadi gampang tersulut, gampang terpancing laoshi eh shifu." Jaehyun merasa aneh tiba2 dia jadi membicarakan semua yg ada dikepalanya di depan Kun seperti dokter pengobatan China ini memiliki efek pada pasiennya.

"Kun saja Jaehyun. Ya aku bisa melihat dari wajahmu, cobalah untuk bermeditasi , tetapi itu biasa untuk seorang alpha muda sepertimu." Kun seperti membaca garis wajah Jaehyun. Kun tiba2 izin keluar, tak lupa dia ambil lagi bantal kecil yang dia pakai.

"Shit hyung aku disuruh meditasi segala ? dan tau darimana dia aku Alpha." Jaehyun berbisik pada Johnny.

"Hihi sudah turuti saja, tapi aku pikir Mark yang perlu meditasi. Hha Kun boleh muda tapi dia itu punya bakat khusus, melihat wajahmu saja mungkin dia bisa tahu penyakit apa yang akan kau idap dalam 10 tahun kedepan." Johnny langsung berhenti acara bisik-bisiknya ketika Kun masuk membawa tiga cangkir teh panas.

"Baiklah silahkan diminum dan Youngho,bisa mulai ceritamu karena pasti ada yang mau kau diskusikan." Kun memberikan cangkir yang terlihat kuno dan berisi teh. Jaehyun yang mendengar nama asli Johnny hampir tersedak teh pahit. Johnny paling benci dipanggil nama itu , oleh siapapun, bahkan keluarga, teman, apalagi para "mainannya" *ya, Johnny bukan tipe yang suka berpacaran tapi karena dia Alpha Full Breed maka bisa dibilang dia memiliki libido yang tinggi dan memiliki banyak partner untuk urusan tempat tidur.*

"Begini, aku punya adik namanya Mark. Akhir-akhir ini sifatnya berubah 180 derajat. Dia menjadi lebih emosional, kasar , sensitif. Dia.."

Johnny's Flashback 1 week ago

Sore hari di taman belakang rumah Johnny yang cukup luas terlihat seseorang sedang duduk di atas kursi berwarna putih dengan beberapa buku bertebaran di atas meja putih. Laki-laki itu adalah Donghyuk yang mengerjakan PR menyalin data dari laptop ke buku tulis. Itu adalah tempat dimana biasanya Johnny melakukan ritual teh sore nya. Tapi kali ini Johnny lebih memilih untuk menyiram taman bunga. Hari minggu tidak ada tukang kebun yang biasa datang. Sedangkan Jaehyun terlihat sedang Push up di tempat tak jauh dari Donghyuk belajar. Keringatnya bercucuran, Jaehyun memang gila olahraga ditambah lagi setelah Taeyong TTM nya memuji lengan Jaehyun saat dia memakai kaos tanpa lengan.

"Se...ratus arghh hah fuhh" Jaehyun selesai menghitung dan langsung rebah di atas rerumputan.

"Hyung , ini minum dulu, pasti sangat lelah kan" Donghyuk yang entah kapan sudah beranjak dari duduknya,berdiri di samping Jaehyun lalu memberikan botol minum plastik milik Jaehyun yang memang ada di atas meja tempatnya belajar tadi.

"Ehh.. terimakasih Donghyuk , nah gitu dong , kali-kali kamu baik ke Hyung" Jaehyun berdiri , lalu menghabiskan 2/3 isi botol minum itu. Tak lupa juga mengelus kepala Donghyuk.

"Hyung , lengan mu bagus sekali ya sangat berotot" Donghyuk jadi takjub juga melihat badan sepupu dari Mark ini dia jadi ingin memegang.

"Hahah begitulah , kalau kau penasaran pegang saja ga apa Hyuk. "

Saat Donghyuk memegang lengan jaehyun tiba-tiba saja Mark datang. Dia tadi pergi sebentar mengambil buku catatan di rumah Vernon tetangga mereka.

"Hoy , baru datang kau ? Donghyuk , bilang badanku bagus tidak seperti kau kurus Mark !" Jaehyun bercanda seperti biasa pada adik sepupunya itu.

"Oh begitu ? memangnya aku peduli ?" Mark menjawab dengan nada yang seperti marah

"Hey easy bro , kidding" Jaehyun kaget saja adiknya sensitif sekali.

"Untuk apa badan berotot kalau terus mengulang pelajaran yg sama sampai tiga semester? setahun mendekati senior tidak ada kemajuan. Otakmu itu isinya otot semua." Mark berkata sinis.

"HEY maksudmu !' Jaehyun maju mendekati Mark merasa terpancing dengan omongan kasar Mark , apalagi bawa-bawa "senior" yang adalah Taeyong.

CURRR

Johnny menyiram Jaehyun dan Mark di muka mereka dengan selang air.

"Kalian ini ribut sekali , bisa layu bunga-bunga kesayanganku mendengar suara teriak teriak kalian. Jaehyun sebaiknya kau masuk dan mandi , bukannya kau selalu video call dengan Taeyong sore begini ? Mark kau juga kerjakanlah PR mu kasian Donghyuk mengerjakannya sendiri , katanya tugas kelompok." Johnny berkata sambil tersenyum. Tapi senyum yang Mark dan Jaehyun tau artinya 'Turuti aku dan jangan ,e,bantah'. Karena dari sisi kekuatan Johnny yang paling kuat disini. Jadi mereka paling menurut dengan pria tinggi ini.

"Shit, baiklah." Jaehyun hanya menggeram, mengusap mukanya, membawa botol minumnya dan masuk ke rumah.

"Kau ngapain berdiri cepat duduk selesaikan tugas kita ini!" Mark mengusap mukanya dan duduk di kursi tapi dari mukanya dia kelihatan menahan kesal.

"Eh iya Mark ." Donghyuk yang dari tadi berdiri sedikit takut melihat Mark dan Jaehyun langsung duduk dan memberikan hasil kerja nya pada Mark.

"Kenapa masih segini ? Bukannya kemarin aku suruh kau untuk mengumpulkan data perbandingan ?"

"Kemarin malam aku tidak enak badan sedikit demam jadi.."

"Kau terlihat sehat hari ini ? Apa kau dari tadi tidak melakukan apapun ? Hanya memperhatikan si Jung olahraga ? " Mark melempar kasar buku tugas itu sampai mengenai muka Donghyuk.

"Aku kesal jadi lapar , aku mau pergi dulu beli makanan. Kau lanjutkan." Mark kemudian berdiri dan masuk lagi ke rumah.

Johnny hanya melongo saja kaget melihat perlakuan kasar adiknya itu. Tidak pernah Mark sampai begitu , bahkan waktu Donghyuk tidak sengaja menumpahkan sirup di tugas fisika Mark dulu. Donghyuk juga kalau cekcok dengan Mark tidak pernah diam pasti membalas, tapi Donghyuk hanya menunduk dan tidak menyentuh bukunya.

Johnny pun menghampiri Donghyuk,"Donghyuk , maafkan adikku yah. Sepertinya mood dia sedang jelek akhir-akhir ini. Kalau dia seperti itu kau jitak saja dia ya."

"Tak apa Hyung ini memang salahku akan aku selesaikan tugasnya. Emm , kau mau aku bantu menyiram tanaman ?" Donghyuk membalas tatapan Johnny. Keliatan matanya agak sedikit berkaca-kaca.

"Oww ,kenapa kau tiba-tiba , tidak usah Hyuk. Kau selesaikan saja ya PR mu, cheer up okay." Johnny menyentuh bahu Donghyuk menyemangati. Dia kembali menyiram tanaman nya. Sejak kapan Lee Donghyuk perhatian dan mau membantu orang selain Mark.

"Begitulah Kun kira-kira , dan itu hanya salah satu kejadian yang terjadi." Johnny menutup ceritanya pada Kun.

"Hah ya yang satu itu, aku hanya bercanda, apa-apaan dia. Oh iya Kun, kam k u juga harus tau Donghyuk yang diceritakan Johnny Hyung tadi adalah teman mark dari kecil, dan dia selalu membuntuti Mark kemanapun jadi kami sudah sangat dekat juga dengannya. Donghyuk itu sangat jail , suka asal bicara , cuek dan keras kepala. Tetapi akhir-akhir ini dia jadi perhatian, bertanya padaku 'Hyung mau aku belikan kue', wah dulu aku minta tolong sedikit saja dia tidak mau." Jaehyun menimpali cerita Johnny.

"Hmmh Jadi dua orang yang sering bersama sejak lama , mengalami perubahan sifat mendadak bersama-sama. Lalu boleh aku tanya soalnya Donghyuk ini , dia umurnya berapa dan teman-teman nya mungkin." Kun menatap Johnny setelah menyesap teh nya.

"Donghyuk 3 hari lagi akan berusia 16 tahun. Teman-temannya... sepertinya dia tidak punya banyak teman. Dia sering bersama kami , dia hanya menempel pada Mark saja. Kalau Mark ikut jalan dengan teman Jaehyun dan beberapa temanku Donghyuk juga sering ikut. Oh iya Donghyuk ini anak pintar jadi dia skip satu grade dan sekarang dia di seangkatan dengan Mark." Johnny berusaha mengingat semua tentang Donghyuk.

"Baiklah. Dari cerita kalian justru aku malah menemukan hipotesis soal Donghyuk teman Mark ini. Kemungkinan dia akan menjadi Omega dalam waktu dekat." Kun menatap Jaehyun dan Johnny bergantian.

"WHATT tidak mungkin Dokter Qian Kun . Kedua orang tua Donghyuk ini Alpha terpandang. Iyakan Hyung ?" Jaehyun menganggap ini hanya hipotesis abal , dia meminta dukungan Johnny.

"Oh My God. Itu juga perkiraanku selama ini. Instingku tidak pernah salah.. Jay, memang kedua orang tua dia Alpha, tapi tidak dengan semua kakek dan neneknya. Kakek makanya tidak suka dengan Donghyuk yang dekat-dekat dengan Mark takut kalau mereka lebih dari sahabat, dia itu bersikeras menjodohkan Mark dengan Koeun, cucu dari temannya yang memang dia Alpha Full Breed , si tua bangka itu bersikeras harus ada yang meneruskan keturunan seperti itu, karena aku sudah menolak dari dulu untuk dijodoh-jodohkan." Johnny rasanya mau muntah membayangkan waktu dia dan Mark disuruh menemui kakeknya berdua di saat kumpul keluarga. Tapi dia salut dengan Mark yang membela Donghyuk habis-habisan dan menolak ide perjodohan itu. Meski dia bersikeras tutup mulut saat kakeknya bertanya kenapa dia tidak mau. Tapi tetap saja kakeknya mengumbar berita itu dan membuat banyak keluarga dan kolega perusahaan sampai tau. Si Koeun itu malah senang-senang saja. Siapa tidak mau menikah di masa depan dengan Mark Lee , meski bukan pewaris tapi dia anak ketiga dari keluarga pengusaha telepon genggam terkenal dari Korea Selatan. Parasnya dan attitude nya juga tidak diragukan dan kebetulan memang belum pernah memiliki kekasih karena 'fokus belajar'.

"Si tua bangka itu memang gila , berbicara denganku saja tidak mau karena ibuku adalah seorang Beta, apa-apaan di zaman begini masih ada yang mengkotak-kotakkan orang karena gender ABO nya ? Tunggu katakan memang Donghyuk ini akan menjadi Omega tapi bagaimana bisa Dokter Kun mengatakan kalau dia akan menjadi Omega dalam waktu dekat ? Donghyuk masih 15 tahun Dok , oke sebentar lagi 16 tahun tapi masih 1 tahun lagi menuju 17 tahun bukan ?" Jaehyun memegang kepalanya frustasi.

"Kun. Panggil aku Kun saja. Kemungkinan seseorang akan menjadi Alpha ketika dia adalah anak dari pasangan Alpha adalah 99%. 1% dari mereka adalah spesial dan anugerah dari Tuhan karena keunikan mereka. Kemudian diantara Omega terdapat juga orang yang spesial. 1:100.000 mereka yang mengalami kedewasaan mereka lebih cepat. Mereka dinamakan Early Bloomer. Biasanya Early Bloomer terjadi karena mereka dikelilingi oleh orang lebih dewasa , terutama Alpha , apalagi Alpha Full Breed akan mempengaruhi percepatan hormon Omega mereka. Aku cuma mau mengingatkan pada kalian bahwa Heat pertama anak ini akan sangat berbahaya. 100x lebih efeknya dari Heat rutin Omega biasa, 10x dari Heat pertama setiap Omega." Kun berbicara sambil meletakkan vas bunga di meja , seakan bunga di vas itu adalah Donghyuk.

Johnny dan Jaehyun hanya membatu. Bukannya tuntas satu masalah , masalah baru muncul. Donghyuk meski kadang menyebalkan sudah seperti adik mereka sendiri. Mereka ingin membantu , tetapi dengan kondisi mereka yang notabene Alpha tentu malah akan membahayakan Donghyuk nantinya.

"Lalu , katakan Donghyuk akan merasakan stress sebelum perubahan Hormon nya. Tapi kenapa Mark juga ikut terkena dampaknya? Maksudku, setidaknya mood swing Mark akan terjadi paling tidak akhir Juli. Kenapa mereka berdua sama-sama. Early Bloomer itu hanya pada Omega kan ?" Jaehyun ingat ulang tahun Mark itu Agustus.

"Sekarang akan aku balik kan pada kalian. Dua orang yang merasakan perubahan menuju kedewasaan berbarengan. Dua orang yang memang dekat dari kecil meski perbedaan sifat mereka tetapi selalu bersama. Dua orang yang sulit dipisahkan. Apakah Mark dan si Donghyuk ini memang hanya sahabat kecil saja? Tentu kalianlah yang lebih tau." Kun mengangkan kedua tangannya seakan memegang benda di tangan kiri dan kanannya.

"Hyung tidak mungkin kan ? Oh.. tidak mungkin mereka itu.." Jaehyun menggelengkan kepalanya. Yang begini hanya pernah dia temukan di novel atau film film saja.

"Lalu mungkinkah Mark menjadi posesif begitu juga karena..." Johnny sejujurnya kaget, spekulasi dia tidak sampai kesini.

"Lihat bunga ini , Indah kan. Sekarang aku letakkan di tengah meja. Katakan ini adalah bunga liar yang sangat cantik dan harum. Sekarang kalian menyukai bunga ini tetapi ini bunga liar, tentu kemungkinan orang lain untuk menyentuh atau bahkan memetiknya akan sangat tinggi. Kalian akan mencegah siapapun mendekatinya , meski mungkin orang hanya ingin melihat atau bahkan menyiramnya. Tetapi kalau kalian memberi tanda ini bungaku dan apalagi ada tulisan "jangan memetik bunga ini" tentu kalian akan lebih tenang dan santai. Johnny , adikmu hanya ingin melindungi Soulmate nya saja. Hanya saja dia masih kecil dan belum paham benar dengan perasaanya." Kun tersenyum sambil memandang bunga di vas itu. Untuk jenis bunganya bayangkan saja bunga kesukaan kalian.

"Mark jadi abuisve pada Donghyuk karena Donghyuk agak menjauhinya semenjak kakek mengumbar rencana pertunangan Mark itu. Tapi Mark tidak membiarkan Donghyuk jauh-jauh darinya. Perilaku emosional dan cenderung kasar itu memang sifat murni Alpha Full Breed untuk melindungi mate nya dan kalau mate nya melakukan penolakan dia bisa menyakiti mate nya sendiri. Damn aku sendiri belum memiliki Mate jadi belum mengerti." Johnny memegang keningnya dia mengingat kembali apa yang dipelajarinya di kelas pendidikan Gender Alpha, Omega dan Beta.

"Pintar Johnny, kamu lagi-lagi membuatku terkesan." Kun tersenyum pada Johnny

Jaehyun agak aneh dengan aura orang berdua ini kesannya seperti flirting saja. "Jadi Kun , kalau seperti ini, kami sebagai kakak mereka harus bagaimana ?"

"Tidak ada yang harus kalian lakukan. Ini adalah bagian dari proses alami seseorang. Aku akan memberikan supressor atau pengontrol hormon untuk Heat Omega tapi ingat untuk Heat pertama tidak boleh memakai ini, dan apalagi kalian dua Alpha tidak boleh ikut campur atau berada di dekatnya. Biar saja Mark yang akan mendampingi sekaligus menanganinya." Semburat merah muncul di pipi pucat Kun. Kemudian Kun keluar dari ruangan dan mengambil sesuatu di apotik yang sekaligus gudang obatnya.

"Jay , Mark dewasanya lebih cepat dari kau , HAHAHHA" Johnny malah melawak muka Jaehyun sudah tegang sebenarnya.

"Sialan kau John, awas saja, nanti suatu saat Taeyong hyung, akan mendewasakanku" Jaehyun senyum seperti orang gila saja

"Wah kau hanya mau tidur dengan Taeyong saja ya wah jahat sekali. Memang sih pinggangnya kecil dan dia sangat fleksibel" Johnny mengangguk-ngangguk sambil memegang dagunya.

"WOY , tentu tidak aku cinta tidak hanya mau seks dengan dia saja, apa-apaan kau tuh yang tidur dengan banyak orang,sadar diri! Hentikan bayangan mesummu itu awas ya." Jaehyun mengepalkan tangannya.

"Tolong jangan bertengkar disini. Jaehyun lebammu belum sembuh kau tidak berniat menambah yang baru kan. Ini aku beri cuma-cuma , untuk selanjutnya Donghyuk bisa membeli disini atau dimanapun." Kun datang sambil memberi beberapa bungkus obat-obatan. "Youngho, boleh aku tanya , dimana Donghyuk tinggal sekarang ? Maksudku apa dia tinggal di rumah dengan orang tuanya?"

"Ohh tidak , orang tuanya sibuk keluar negeri. Rumah utamanya di Jeju jauh dari Seoul. Dia tidak mau tinggal di rumah kedua keluarganya di Seoul jadi dia tinggal di apartemen sendiri. OH MY GOD APARTEMEN NYA" Johnny jadi panik sendiri.

"Apartemen 'campuran' ya? (campuran untuk penghuni yang Alpha, Beta atau Omega) Yasudah pokoknya kau bawa ini , dan pastikan Mark akan selalu disamping Donghyuk sampai Heat pertamanya selesai. Aku yakin setelah Heat pertama Donghyuk selesai , masing-masing dari mereka akan kembali ke sifat semula. Untuk apa yang harus kau dan adik gantengmu ini lakukan kau sudah paham sendiri kan." Kun meringis dan memberikan semua obat dan memasukkan salep Jaehyun tadi kedalam kantong kertas berwarna coklat tua kemudian memberikan nya pada Johnny.

"Tunggu , Dok , eh Kun , satu lagi pertanyaan terakhir, kenapa Mark harus kasar juga padaku padahal dia kan tau aku suka dengan orang lain mana mungkin aku mendekati Donghyuk apalagi aku sepupunya sendiri" Jaehyun masih belum mengerti juga lupanya

"Donghyuk jadi perhatian dengan kalian , apalagi kau Jaehyun , Terlebih kau Alpha kan , jadi kalau Mark kasar padamu kau harus merasa emm, sedikit bangga mungkin? karena kau cukup kuat untuk jadi saingannya mendapatkan Donghyuk haha. Ingat meski saudara kau tetaplah bisa menjadi ancaman bagi Mark." Kun hanya tertawa saja dengan pertanyaan dari seseorang yg dimatanya seperti anak kecil ini.

"Jadi si Johnny ini lemah makanya Mark tidak terpancing emosi kalau dia di dekat Donghyuk kan haha" Jaehyun menunjuk Johnny yang hanya dibicarakan hanya manyun saja.

"Jaehyun , mungkin Johnny terlihat harmless untukmu yang sudah biasa dekat dengan dia ini. Tapi begitu2 kakak sepupumu ini Alpha Prodigy dia tinggal memberikan Alpha Command saja Donghyuk bisa tak berkutik dan Mark juga. Mark sepertinya cukup pintar untuk tidak terlalu mengintimidasi Johnny." Kun menganggukan kepalanya.

"Kun , kau tau aku tidak suka memakai cara itu , apalagi untuk mengambil pacar seseorang okay. Jaehyun sebaiknya kita pulang , sudah cukup malam juga kasian Kun besok kan harus bekerja. Baiklah berapa biayanya Kun ?" Johnny berdiri bersama Jaehyun, Johnny mengambil dompet dari kantungnya.

"Ohh.. tidak , tidak usah , aku sudah senang bisa membantumu dan bisa mengobrol panjang begini sebenarnya sudah agak lama sejak kita mengobrol begini." Kun tersenyum canggung.

"Wah aku jadi berhutang budi begini. Emm nomorku masih yang lama jadi kalau ada perlu silahkan hubungi saja oke." Johnny tersenyum sambil menunjukkan Handphone di tanganya.

Kun hanya tertawa mengerti. Dia mengantar Johnny dan Jaehyun sampai ke mobil dan mereka pun saling berdadahan sampai mobil Johnny melaju menghilang dari pandangan Kun.

"Wah dingin sekali kau tadi waktu digoda Dokter Kun, padahal dia manis begitu !" Jaehyun geleng-geleng sambil menatap Johnny yang terus menyetir.

"Hah dingin? Aku memang begini koq, dan jangan salah Dokter Kun sudah masuk dalam daftar teman ya." Johnny berbicara sambil menggerakanan setir mobilnya.

Kalau Johnny bicara begitu Jaehyun positif dulu Dokter Kun ini pernah masuk dalam daftar 'mainan' Johnny tapi dia termasuk yang terpilih dan dia perlakukan lebih baik dari yang lain. Jaehyun tau Johnny di keluarga sangat berbeda dengan Johnny yang terkenal tega dan dingin banyak orang yang sudah dibuat frustasi karena hanya bisa merasakan satu tempat tidur dengannya tapi tidak mendapatkan hatinya. Taeyong hyung tersayangnya saja hampir jadi korban.

"Hyung , kalau SoulMate itu artinya mereka pasti saling mencintai ya ?" Jaehyun tiba-tba menanyakan hal random.

"Hahahah , Jaehyun , katanya sih kalau Soulmate itu bukan sekedar mereka saling mencintai. Hati mereka itu akan satu pada waktunya. Mereka akan sehidup semati. Gila memang , jujur saja aku tidak pernah percaya yang seperti itu , menurutku dongeng sampah. Tapi ternyata terjadi dengan adikku sendiri. Mengejutkan. Ah iya Kakek tidak akan bisa memisahkan mereka, karena sudah absolut kalau memisahkan sama saja membunuh pelan-pelan." Dalam lubuk hati terdalam sebersit keirian Johnny pada Mark, padahal dia yang tidak percaya dengan relationship.

Jaehyun tidak menyahut kata-kata Johnny. Dia larut dalam lamunannya. Membayangkan nasib adik sepupunya dan soulmate nya, didalam hatinya daripada khawatir Jaehyun merasakan sedikit kelegaan.

/-\

\-/

\-/

Di waktu yang sama tapi di tempat berbeda Mark sedang berada di di taman belakang sambil merenung. Dia mengingat bagaimana tadi Jaehyun memalingkan mukanya saat dia mau minta maaf. Jaehyun Hyung nya yang seperti sahabat dekat sendiri jadi seperti memusuhinya. Kemudian bagaimana Donghyuk memungut Gundam yang seharusnya jadi salah satu hadiah ulang tahunnya yang lebih awal, Donghyuk malah mau membuangnya ke tempat sampah. Saat dicegat Mark , Donghyuk hanya tersenyum dengan wajah lelah.

"Tak apa Mark sebaiknya dibuang saja daripada membuatmu kesal, lagipula aku tidak terlalu suka kok."

Mark tahu itu bohong besar karena Mark ingat Donghyuk pernah memakai foto Gundam seperti itu sebagai wallpaper HP nya untuk beberapa hari bahkan. Perjalanan pulang ke apartemen Donghyuk juga jadi canggung berbeda dengan biasanya , di mobil kalau mereka berdua pasti Donghyuk suka mau menggelitikinya atau yang ekstrim memainkan stir mobilnya, sebenarnya sangat berbahaya tapi ya itu Donghyuk yang jail suka bercanda. Donghyuk yang sekarang mengganti lagu Justin Bieber di mobilnya saja tidak. Padahal dia tidak suka Justin Bieber

"Apa itu telingaku sakit , musik itu yang paling bagus yang musik klasik. Tapi kesukaanku Yiruma , mana CD Yiruma ku " Itu yang sering Donghyuk katakan di mobil Mark.

Untungnya Donghyuk masih seperti biasa. Saat diturunkan di parkiran Apartemennya dia menawari Mark untuk mampir , tapi Mark menolak dengan alasan lelah. Padahal kalau diliat dari muka mereka berdua Donghyuk yang agak pucat dan keliatan sangat lelah. Donghyuk sudah mengucapkan salam perpisahan dan Mark berbalik untuk masuk kembali ke mobilnya. Sampai dia merasa seseorang memeluknya dari belakang dan berbisik.

"Maafkan aku. Hati-hati Mark"

Perut Mark terasa ngilu. Satu sisi tidak biasa dengan Donghyuk yang jadi suka minta maaf, sisi lain sebenarnya setiap Donghyuk menyentuhnya bahkan sentuhan kecil sekalipun ,dari kecil sampai sekarang Mark selalu merasa aneh. Mark kecil selalu berpikir mungkin itu rasa geli tidak suka. Tapi ketika mulai besar dia mengerti , itu adalah perasaan suka , senang.

Kembali pada Mark yang merenung di taman. Mark bukan tidak sadar bagaimana dia jadi sering menyakiti Donghyuk akhir-akhir ini. Baik secara verbal atau fisik. Apalagi kalau sudah menyangkut Jeno dan Koeun kalau dua nama itu sudah disebut Mark seperti kuda liar mengamuk. Dia sebenarnya cuma ingin bilang,

"Jangan dekat-dekat Jeno , aku tidak suka caranya menatapmu seperti itu DongHyuk-ah"

"Aku takut dia mengambilmu dariku"

"Koeun itu hanya teman saja , aku tidak mau bertunangan dengan dia, itu ide sinting kakek. Aku tidak mau menghabiskan hidupku dengan dia"

"Aku lebih memilih denganmu"

Tetapi Mark terlalu takut buat mengatakannya. Ya, takut, bukan karena dia merasa harga dirinya akan jatuh, tapi dia takut Donghyuk malah akan menjauh darinya. Donghyuk dari kecil selalu berkata

"Aku suka Mark. Pokoknya aku mau bersama Mark terus."

Tapi konteks bersama disini apa karena dia ingin terus menjadi sahabat ? Apa Cuma karena hanya Mark yang pertama berani menyapa dan menawarkan pertemanan. Karena Mark sebenarnya baru sadar. Dari pertama kali dia melihat Donghyuk. Dia suka pada pandangan pertama. Meski Mark dibesarkan dalam keluarga yang berpikiran terbuka tapi tetap saja dia merasa takut dengan perasaanya sendiri. Dia menutup memupuk dalam perasaan itu. Sampai akhirnya Mark sering bermimpi mengenai Donghyuk , dan bukan lagi mimpi yang polos seperti waktu kecil dia bermimpi berkunjung keluar angkasa bersama. Mimpinya akhir-akhir ini lebih pada merasakan bibir kecil Donghyuk. Muka jail Donghyuk tidak tersenyum , tapi mengeluarkan air mata dengan rona merah di pipinya. Bukan tawa konyolnya yang ada di mimpi Mark , tapi suara napas Donghyuk yang terengah-engah , dengan erangan dan lenguhan yang asing bagi Mark tapi sangat menggoda. Tubuh polos dalam mimpi Mark bukan lagi tubuh gempal Donghyuk sewaktu mereka sering berenang di pantai bersama. Tubuh itu sudah menjadi sangat indah, menggiurkan daripada coklat kesukaan Mark, lekuk tubuhnya, dadanya ,perutnya , semua seperti berteriak 'Dosa'. Karena Mark merasa berdosa dia membayangkan menggerayangi tubuh itu. Menciumnya. Membuat semua jadi miliknya. Mark sudah sadar benar , dia tertarik pada teman kecilnya, secara romantis dan sexual. Tapi bagaimana dengan Donghyuk ? Dia tidak yakin. Apa yang dia liat dari Mark. Mark bukanlah orang yang percaya diri. Sebagai anak laki-laki ketiga , Kakak pertamanya Xiumin yang sudah menikah. Jenius dalam memimpin perusahaan bersama Ayahnya. Kehidupan nya yang sempurna bersama Istri Alpha nya. Menjadi kebanggaan semua keluarga. Johnny kakak keduanya yang tinggi , tampan dan digilai perempuan atau laki-laki. Hanya saja dia berjiwa bebas dan tidak suka mengontrol orang. Tetapi tetap dihargai keluarganya karena dia seorang Alpha Prodigy yang bisa dihitung di dunia. Kebanggaan keluarga Lee yang menjadi pembicaraan banyak orang. Sedangkan apa yang bisa Mark tawarkan untuk Donghyuk ? Tidak ada. Tidak ada yang luar biasa.

Mark memutuskan dia harus menyendiri. Mungkin dia harus lari sebentar untuk berpikir dengan pikiran yang jernih. Meski instingnya selalu berkata jangan jauh-jauh dari Donghyuk terlebih dalam 3 hari ini menjadi sangat intens. Tapi secara mental dia merasa lelah. Mark selesai melakukan transaksi tiket pesawat lewat Handphone nya. Dia memutuskan untuk kembali ke Kanada paling tidak sampai pikirannya tenang dan dia bisa memastikan perasaanya dengan Donghyuk. Dia bisa berbicara dengan Donghyuk dengan jantan dan terus terang langsung dari dalam hatinya.

Mark : Hyukkie , besok aku mau ke Kanada. Besok sabtu libur, kau mungkin bisa menonton pertandingan basket Jeno ?

Donghyuk : HAH , Mark , kenapa mau ke Kanada ? Maafkan aku Mark jangan ke Kanada, kalau kamu merasa marah gpp , tapi jangan ke Kanada aku mohon. Aku tidak mau menonton Jeno. Besok kita mau menonton Band kesukaanmu okay. Akan aku carikan tiketnya.

Mark : Tidak Donghyuk , aku memang benar-benar butuh untuk sendiri. Aku tidak marah kok. Hanya memang ingin menenangkan pikiranku saja. Kau jangan ikut.

Donghyuk : Aku tidak boleh ikut, tandanya aku kan penyebabnya, Mark kenapa kamu tega , ulang tahunku sebentar lagi.

Mark tidak membalas pesan Donghyuk. Nada dering terdengar dari Handphone Mark. Donghyuk menelpon nya terus tapi tidak dia angkat. Dia matikan HPnnya. Malam itu cerah , ada terang bulan. Tapi seperti ada tetesan air mengenai Handphone nya. Itu bukan hujan. Tapi air mata Mark yang sudah lama dia bendung.

/-\

\-/

\-/

Disaat yang sama ada seseorang yang sesenggukan menangis sambil berusaha menelpon seseorang. Tetapi gagal . Donghyuk yang duduk di meja belajar membuang Handphonenya ke tempat tidur. Dia mengantukkan kepalanya ke meja dan berusaha untuk mengatur napasnya di tengah air mata yang tidak berhenti mengalir. Donghyuk tidak kesal pada Mark , sejujurnya dia sangat ketakutan saat Mark bilang dia ingin ke Kanada. Memang katanya cuma sebentar , tapi bagaimana kalau dia begitu karena benci dengan Donghyuk. Bagaimana kalau disana dia bertunangan dengan Koeun? Mungkinkah ? Apa Mark sudah curiga dengan gelagat Donghyuk ? Donghyuk sudah berusaha keep it cool . Berbeda dengan Mark , Donghyuk tidak pernah meragukan perasaan cintanya pada Mark. Dari pertama kali melihat Mark sewaktu kecil , Donghyuk tau mereka adalah Soulmate. Donghyuk tidak pernah menyerah untuk berada di dekat Mark dan mendapatkannya. Donghyuk percaya diri tapi seperti nya dia tidak bisa merasakan apa yang Mark rasakan karena Mark selalu menutupi perasaanya. Di dunia ini , kecerdasan , kekayaan , harga diri , hidupnya , semua itu akan dia korbankan demi mendapatkan Mark. Dia hanya Mau Mark di dunia ini. Hadiahnya di dunia yang sudah lama dia berada di dekatnya tapi tidak seutuhnya dia miliki.

Kadang di malam hari Donghyuk bermimpi tentang Mark. Mark dimimpinya bukan Mark yang jayus dengan tapi dia percaya diri dan sangat mendominasi. Mark dimimpinya menciumnya , menghisap bibirnya membuat Donghyuk hampir gila. Di mimpinya Donghyuk melihat pemandangan tubuh Mark yang sangat indah , pucat seperti marmer tapi kemerahan karena panasnya darah mengalir karena nafsu. Mark dimimpi Donghyuk berada di atasnya seakan mau menghancurkan tubuh Donghyuk tapi membawa pikirannya ke puncak kenikmatan tertinggi.

Sebenarnya Donghyuk sudah bulat dan bertekad untuk mempertaruhkan semua nya untuk mengatakan perasaaan kepada Mark di hari Ulang Tahun nanti. Donghyuk tidak mau party atau berbagai hadiah mahal dari orang tuanya atau hadiah uang yang banyak di ATM nya. Dia hanya mau Mark tau tentang perasaanya selama ini. Mengenai apakah Mark menyukainya balik atau tidak Donghyuk tidak tau , tapi hati kecilnya mengatakan Mark menyukainya. Tapi kalau Mark tidak menyukainya, Donghyuk tidak akan marah. Dia akan memohon untuk Mark jangan menjauhinya. Mark bisa melakukan apapun yang membuatnya bahagia. Bagi Donghyuk yang terpenting Mark bahagia dan dia bisa selalu berada disampingnya. Sebagai sahabat , friends in benefit, atau bahkan orang dibenci sekalipun. Donghyuk pernah mencoba ingin menjauhi Mark tapi tidak bisa. Dia tau dia bisa mati dari dalam.

Kalau Donghyuk sehat, mungkin sekarang dia sudah di taksi dan mendatangi rumah Mark. Tapi sekarang suhu tubuh Donghyuk menjadi tinggi sekali. Akhir-akhir ini Donghyuk memang sering demam. Tetapi anehnya , hanya sebentar lalu sembuh lagi. Donghyuk juga seperti kehiangan nafsu makan. Dia tidak banyak makan dan hanya minum susu saja. Sekarang kepala Donghyuk terasa ingin pecah , karena lama menangis dan sakitnya. Dia sambil tertatih berjalan perlahan untuk mengambil air minum di kulkas. Tiba tiba suara nada dering handphone nya berbunyi. Seperti orang gila Donghyuk melesat kembali ke kamarnya. Dipikirnya Mark yang menelpon nya. Tetapi saat mengangkat telepon ternyata bukan suara Mark yang terdengar.

"Hallooo. malam ini dengan nomor Lee Donghyuk?" suara laki-laki yang cukup merdu terdengar dari penelpon

"Ya, ini siapa ya ?" Donghyuk yang kecewa , tidak dapat berpikir jernih sampai tidak tau itu suara siapa.

"Ini dengan Pak Guru Moon. Donghyuk , apa kamu bisa membantu club musik besok ? Begini piano yang biasa dipakai sedang di service dan untuk sementara kita memakai piano lama,tetapi karena sudah lama tidak dipakai Jaemin bilang nadanya agak sedikit aneh. Bisa tidak tolong bantu kami tuning piano tersebut ?" Donghyuk memang bukan anggota club musik yang aktif. Tetapi dia punya bakat perfect pitch hearing , pendengaran nada sempurna. Donghyuk kadang ikut bermain piano untuk lomba club musik, meski dia suka semaunya ikut dan tidak ikut dalam kegiatan. Dia sudah pernah melakukan tuning piano sendiri. Jangankan Jaemin yang ketua club musik, Moon Taeil guru advisor dari club musik saja tidak bisa untuk tuning piano sendiri.

"Haruskah besok pak ? jujur saja saya sedang tidak enak badan." Donghyuk pusing harus membayangkan besok ke sekolah sendiri. Apalagi pikirannya sedang kalut harus tuning piano segala

"Tolonglah Donghyuk , Bapak benar-benar memohon karena choir senior sekolah kita ada penampilan mendadak Senin. Jadi butuh untuk latihan. Bapak tidak tau harus meminta pada siapa. Karena teknisi yang biasa sedang sakit. Apalagi sekarang Bapak sedang diluar kota." Taeil memohon dan sedikit mendesak.

Donghyuk jadi tidak enak dengan gurunya yang sampai menelpon malam hari dan memohon begitu. Jadi Ia iyakan saja dan berjanji untuk ke sekolah besok pagi. Donghyuk harap demamnya ini seperti biasa jadi besok sudah hilang. Setelah menutup telponnya, Donghyuk menyiapkan peralatan dan menyetel alarm untuk besok. Donghyuk merebahkan badannya ke tempat tidur. Tidak lupa sebelum menutup matanya dia mengucapkan selamat malam pada foto yang ada di meja lampu tidur disampingnya. Fotonya bersama dengan Mark.

/-\

\-/

\-/

Diwaktu yang sama tetapi tempat yang berbeda, Johnny dan Jaehyun baru sampai di rumah. Jaehyun membawa obat-obat dari Dokter Kun dan beberapa bungkus makanan. Johnny yang mau berteriak memanggil Mark untuk makan , kaget dengan Mark yang sedang menurunkan koper kecil ke lantai bawah.

"Mark , buat apa koper ini ?" Johnny perasaanya mulai tidak enak.

"Aku akan ke Kanada , hanya sebentar , sepertinya aku butuh refreshing." Mark menarik kopernya ke samping sofa.

"APA ? Kanada? Kau tidak boleh kemana-mana pokoknya !" Jaehyun yang sudah meletakkan semua barang di atas meja, jadi ikutan panik.

"Hyung , aku sungguh minta maaf soal yang tadi sungguh. Tapi aku benar-benar butuh udara segar untuk berpikir." Mark terlihat sudah frustasi dia hanya ingin lari untuk sebentar saja.

"Bagaimana dengan visa mu ? memang bisa kau langsung ke Kanada buru-buru?" Jaehyun berusaha mencari alasan

"Aku ini masih warga negara Kanada Hyung , jangan aneh-aneh. Aku akan tidur sekarang." Mark sudah lelah dia mumet dengan kedua Hyung nya yang aneh ini.

"Kau tidak boleh meninggalkan Donghyuk paling tidak untuk sebentar ini saja, nanti akan terjadi hal buruk padanya bagaimana?" Johnny mencoba menjelaskan sedikit pada Mark.

"Justru aku mau menjaga jarak darinya hanya sebentar Hyung, masa bodo apa yang akan terjadi aku hanya ingin sendiri." Mark bukannya menurut malah melawan.

'Mark ,kau..' Johnny berusaha membujuk lagi

"HENTIKAN BERHENTI MENGONTROL HIDUPKU SIALAN , KAU PIKIR AKU TIDAK BERANI DENGAN KAU MENTANG KAU ALPHA PRODIGY." Mark berteriak pada Johnny.

Demi Tuhan Jaehyun rasanya hampir pingsan melihat nya, dalam universe ini untuk membentak atau menantang Alpha Prodigy Full Breed seperti yang dilakukan Mark akan sangat berbahaya bisa sangat fatal dan membuat yg ditantang menjadi ballistic. Semua terjadi dengan sangat cepat , Jaehyun melihat punggung Johnny sudah bergetar dan dia berjalan cepat menuju Mark.

'BERLUTUT' Johnny menggunakan Alpha Command dengan penuh amarah. Sebelum dia selesai mengatakan hal itu , Mark dan Jaehyun yang ada diruangan itu ujung lututnya sudah menyentuh lantai. Johnny menarik Mark yang berlutut dan menarik kerah bajunya dan menyeretnya sampai punggung nya menyentuh dinding.

'Mark Lee , kau tidak boleh ke Kanada besok. Kalau sampai kau meninggalkan Seoul , Kau akan aku habisi MENGERTI' Aura Johnny sangat mematikan, kalau Alpha biasa bergetar tidak berkutik tapi Mark masih bisa membalas tatapan Johnny itu sudah cukup berani, mungkin karena mereka sedarah jadi mereka sama-sama kuat.

"Ambil koper mu, tidurlah sekarang." Johnny melepaskan Mark dan tidak melihat wajahnya saat berbicara. Mark hanya menggeram kesal, mengambil kopernya dan masuk ke kamar.

"Jay , bangunlah." Johnny menyentuh bahu Jaehyun. Ya Jaehyun masih berlutut sambil menunduk dengan keringat yang bercucuran. Jaehyun langsung berdiri tegap dengan sigap.

"Liatlah sini aku tidak marah lagi kok , tenanglah." Johnny memeluk Jaehyun sebentar dan berusaha tersenyum. Jaehyun menghembuskan nafas agak lega. Secara fisik dia tidak apa-apa , tapi secara mental dia benar-benar lelah dan stress tadi.

"Sekarang, kau berkemas baju untuk 5-7 hari. Aku juga nanti. Besok pagi sebelum menjemput Taeyong di bandara , jangan lupa masukan ke mobil oke." Johnny menyuruh hal aneh.

Tapi Jaehyun tidak cerewet seperti biasanya. Dia langsung mengangguk dan menuju kamarnya yang juga di atas.

Johnny hanya tinggal sendiri dibawah. Dia duduk di sofa dan menenangkan pikirannya. Tidak bohong tadi sempat terbesit di otaknya untuk menghajar tengkorak Mark Lee adiknya sampai remuk. Ajaib tadi dia bisa mengontrol diri sejauh itu. Ini yang dia benci dari dirinya. Kekuatannya mungkin hebat dimata orang. Tapi seperti bom nuklir bisa meledak, menyakiti tanpa pilih. Bahkan orang-orang yang paling dia sayangi di dunia ini. Johnny kemudian bangkit dan berjalan menuju kamarnya untuk mencari ketenangan dalam tidur.

/-\

\-/

\-/

Keesokan harinya rumah kediaman Johnny sudah menunjukkan tanda kehidupan di pagi hari. Jam 7 pagi tapi Jaehyun sudah rapi dengan kemeja hitam tangan panjang dengan kerah yang sedikit terbuka dan menunjukkan tulang selangka nya. Rambutnya sudah di style sdengan gel rambut sebagian poninya dia sisir kesamping kiri dan dibagian kanan dahinya dia biarkan sedikit ada poninya, sehingga dahinya cukup terlihat. Dia ambil parfurm Atkinson nya. Tidak lupa dia memakai pelembab wajah , CC Cream dan Eyeliner. Tentu semua dengan minimalis tetapi cukup. Make up tidak mengenal gender, kalau kau bisa memakainya dengan benar. Jaehyun memakai penyegar mulut dan dia memandangi diri nya sendiri di kaca lagi. Kemudian membereskan semua perlengkapannya.

"Hay ganteng." Jaehyun yg terlalu fokus jadi tidak tau Johnny sudah masuk di kamarnya yang memang terbuka lebar.

"Hyung , demi Tuhan hentikan kebiasaan mu itu" Jaehyun nyaris melompat kaget saat ada tangan yang memegang pinggangnya.

"Hehe , gila aku pikir ada artis korea di rumah , ternyata kau. Hey , aku ikut ya menjemput Taeyong." Johnny yang sedang makan pisang dengan memakai kaos oblong dan boxer belel nya memasang mata memohon.

Sial keluh Jaehyun dalam hati. Tadinya dia ingin hari ini berdua saja dengan Taeyong sekalian makan siang sekalian jalan-jalan. Tapi Jaehyun pikir lebih baik Johnny ikut , daripada meninggalkan Johnny dan Mark bedua saja di rumah sendiri setelah kejadian kemarin , bisa-bisa pulang-pulang dia kehilangan anggota keluarganya.

"Yasudah , kau sudah mandi kan Hyung ? Ganti baju saja , kita berangkat." Jaehyun mengangguk

"Jangan lupa bawa kunci apartemenmu ya" Johnny berkata sambil melahap potongan pisang terakhir.

"Lho ? buat apa ? Aku kan tinggal disini , Apartemen itu aku jarang sekali kesana." Jaehyun tidak mengerti Hyung nya aneh-aneh terus.

"Bawa saja, sapa tau ka.u mau ena ena dengan Taeyong setelah lama kangen dia di Jepang." Johnny berjalan pergi

"Sialan ,ya terus kau ikut begitu ?' Jaehyun emosi , dia baru saja digoda , bagaimana mau ena-ena , cium saja belum dapat.

Jaehyun brrjalan kkeluar kamar , melihat kamar Mark yang sepertinya belum ada tanda-tanda kehidupan. Dia menghela napas dan berjalan keluar untuk memanaskan mobil nya. Semoga hari ini akan jadi hari yang tenang dan menyenangkan.

/-\

\-/

\-/

Hari ini adalah hari yang sangat buruk bagi Donghyuk. Panas tubuhnya tidak hilang dan dia rasa tubuhnya lemas. Tapi apa daya sudah janji dengan Pak Moon Taeil untuk tuning piano. Dia yang sudah mandi dan lagi lagi skip makan pagi sudah siap dengan kaos Gucci dengan karakter snoopy dan celana pendek berwarna kuning pisang. Tidak lupa tas kulit hitam yang berisi peralatan, dompet, handphone botol minum dan keperluan pribadi lain. Kalau sabtu memang biasanya boleh berpakaian bebas untuk masuk sekolah. Dia memesan taksi dan keluar berangkat pergi dari apartemennya. Sepanjang perjalanan dari lorong sampai menunggu di lobby apartemen yang masih sepi , ada beberapa orang yang mempehatikannya. Donghyuk sudah biasa diperhatikan begitu. Tapi kali ini terlalu banyak orang yang meliatnya dari ujung kaki ke ujung kepala dengan tatapan yang agak membuatnya merinding. Ada juga yang memandangnya dengan tatapan kaget lalu langsung menunduk. Tetapi masa bodo Donghyuk sedang tidak mood untuk menanggapi orang.

Taksinya datang. Dia duduk di belakang dan langsung menyebut NCT High, tidak ada yang tidak tau dimana NCT High jadi dia tidak banyak omong dan hanya memandang jalanan. Percaya atau tidak dia melihat supir ini memperhatikannya lewat spion. Dua kali masih oke , tapi ini sudah berkali-kali dan dia bukannya malu saat mata mereka bertemu. Baiklah Donghyuk cukup takut, taksi yang dia pesan ini bukan taksi murahan dengan supir mesum , tapi melihat kelakuan supir ini sungguh dia takut.

"Pak , NCT High belok kanan , kenapa ke kiri ?" Donghyuk sadar mereka sudah salah jalan. Si supir hanya diam dan terus jalan.

"PAK , HEY KAU LEE HYUKJAE CEPAT PUTAR BALIK" Donghyuk jadi panik , dia melihat nama dari identitas supir tersebut dan berteriak histeris.

Supir hanya diam saja dan terus menginjak gas. Hingga akhirnya dia melihat anak di kursi belakangnya mengeluarkan pistol revolver dari tasnya dan mengarahkan pada kepala belakangnya,

"CEPAT PUTAR ATAU AKU TARIK PELATUKNYA! CEPAT KE NCT HIGH!" Donghyuk sebenarnya ketakutan setengah mati tapi dia berusaha berani dia merasa sangat terancam.

Supir yang panik pun memutar dan segera menuju NCT High mereka sampai dan menepi di depan gerbang. Donghyuk berteriak untuk membuka kunci pintu taksi itu yang dari tadi ternyata terkunci , dia hanya melempar uang di kursi penumpang memegang tasnya dan berlari dengan cepat ke dalam sekolah. Taksi itu juga kabur. Donghyuk berkeringat ketakutan. Dia memegang pistol revolver nya yang sebenarnya bukan pistol benaran hanya pistol mainan atau replika yang sangat mirip asli. Dia beruntung supir itu tadi sudah takut duluan. Bagaimana kalau dia gagal tadi apa yang akan dilakukan supir itu Donghyuk tidak mau membayangkan. Dia menggenggam erat pistol replika itu dan memasukan nya lagi ke case khusus yang ada di tasnya. Pistol itu pemberian Mark. Aneh memang Mark memberinya yang seperti itu. Katanya sewaktu dia menemani kakeknya yang suka koleksi senjata api dia melihat itu. Replika seperti asli. Bisa dibawa untuk jaga-jaga jika dia pergi sendiri ke tempat bahaya. Pagi ini Donghyuk perasaanya sudah tidak enak jadi dia bawa saja itu meski hanya ke sekolah. Padahal apa yang bisa terjadi di sekolah.

Donghyuk lagi-lagi sadar beberapa murid menatapnya terutama yang senior. Perempuan atau laki-laki. Sekali lagi sama dengan yang terjadi di lobby apartemennya. Apa cara berpakaiannya yang salah? Celana nya terlalu pendek? Tapi ini celana olahraga sekolah ini sama pendeknya jadi tidak mungkin. Jantung Donghyuk terus berpacu dan dia jadi setengah berlari menuju ruang musik yang ada di bagian belakang sekolah. Tidak fokus, dia menabrak seseorang yang tingginya tidak jauh darinya. Mereka berdua sampai terjatuh dan kacamata anak yang ditabrak Donghyuk itu jatuh.

"Duì buqĭ, ini kacamata mu" Donghyuk memberikan kacamata yang jatuh kepada anak itu. Dia tau anak itu pernah sekelas dengannya dulu. Banyak yang membicarakannya , katanya dia dari China. Sering jadi pembicaraan karena dia sangat cantik apalagi senyum dengan gigi gingsulnya. Hanya anak itu agak nerd. Tapi saat olahraga dan dia tidak memakai kacamata nya semua mata jadi tertuju padanya.

"Méi guānxi , terimakasih." Anak itu menjawab dengan Mandarin dan Bahasa Korea yang fasih.

Doghyuk setelah itu langsung kembali berlari menuju tujuan nya ruang musik. Saat Donghyuk pergi si anak berkacama itu mendengar bisik-bisik senior yang ada di dekat situ, mereka berbicara bahasa Mandarin.

"Hey ,aku yang sinting atau si bocah jenius Donghyuk itu sepertinya sedang Heat Omega ? Aku tidak yakin sih hanya ya ampun baunya." Senior yang memakai baju wushu itu menutup hidungnya,.

"Hah jangan bodoh kau Jun, dia kan anak dari pengusaha Lee Corp yang terkenal. Alpha terpandang. Aku tidak mencium apapun." Anak dengan pakai baju hip hop menjawab nya dengan bahasa Korea.

"Minghao , Mungkin karena kau Beta jadi tidak terlalu tercium. Jujur kalau tidak ingat Wonwoo di rumahnya mungkin sudah aku peluk tadi si Donghyuk itu." Seorang yang sangat tinggi menjulang tiba-tiba nimbrung , dia menggunakan seragam kendo.

Anak berkacamata itu kemudian pergi berjalan meninggalkan mereka. Dia membuka handphone nya dan memberikan pesan singkat ke seseorang.

/-\

\-/

\-/

Donghyuk sudah sampai di ruang musik. Dia sempoyongan. Di ruang musik banyak sekali alat musik dan salah satu nya piano berwarna hitam ada di sudut. Oh iya di ruangan itu hanya ada satu orang yang sedang membuka penutup piano.

"Jaemin.." Donghyuk menyapa Jaemin ketua club musik dengan pelan.

"Donghyuk ! Oh Tuhan , kenapa mukamu pucat sekali ?" Jaemin kaget melihat Donghyuk yang keringatan dan mukanya pucat.

"Tidak apa, sudahlah. Ini piano nya kan. Akan aku tuning ". Donghyuk mengeluarkan peralatannya , lalu memainkan piano itu sebentar. Donghyuk mendengarkan nada-nada dengan seksama.

"Maaf aku tidak tau kau sakit, jadi merepotkan. Ya ampun! Badanmu panas sekali!" Jaemin yang bersentuhan dengan Donghyuk kulitnya berasa seperti terbakar.

Donghyuk tidak menghiraukan. Dia kemudian seperti melakukan sesuatu dengan senar piano di dalam piano itu dengan alatnya. Setelah beberapa lama Donghyuk keringatnya semakin bercucuran rasanya pandangannya kabur.

"Jaem , bisa kau ambilkan minumku di tas?" Donghyuk memohon pada Jaemin yang sedang disampingnya memperhatikan dia bekerja.

"Ba..baiklah" Jaemin yang khawatir langsung berbalik menuju tas Donghyuk. Tapi saat dia baru memegang botol minum dia mendengar suara gedebuk keras.

"DONGHYUK!" Jaemin berteriak histeris melihat Donghyuk tiba-tiba ambruk. Dia menggeliat aneh seperti kesakitan. Dia mulai meracau aneh

"Nghh ,, tolong.. ah... tolong aku..., sakit ..." Tubuh Donghyuk menggeliat , keringatnya banyak sekali. Dia menarik baju Jaemin, pupil matanya membesar tapi spertinya pandangannya tidak fokus. Dia berusaha menempelkan badannya ke tubuh Jaemin.

"Donghyuk... astaga .. astaga ,, maaf aku , Oh God." melihat tanda tanda apa yang terjadi pada Donghyuk ,Jaemin sadar apa yang terjadi dengan teman satu club nya itu sekarang. Dia sedang Heat , lebih buruknya ini Heat Omega pertama. Karena Donghyuk belum diketahui gender ABO nya.

"Hiks,, tolong aku.. Jaemin.. owwhh, tolong... panas ...sakit... Mark tolongg" Donghyuk terus saja mengerang dan mendesah dan dia mulai meracau tidak jelas memanggil Mark berkali-kali.

Jaemin tau Mark seniornya yang dekat dengan Donghyuk. Dia kemudian melepaskan Donghyuk yang memegang tubuhnya dengan erat. Dia berlari ke tas Donghyuk dan mengambil handphone Donghyuk dan mencari nama Mark. Dia menelpon berkali-kali tapi tidak masuk. Jaemin frustasi. Saat dia kembali ke Donghyuk dia melihat celana Donghyuk sudah cukup basah , dan erangannya semakin keras, Jaemin jadi tidak tega. Jaemin masih belum mengetahui Gender ABO nya. Jadi dia belum merasakan efeknya dari hormon Heat Omega . Tapi dia tau benar, berbahaya membiarkan Omega yang heat seperti ini. Donghyuk terus memohon padanya. Dia tau apa yang Donghyuk maksud. Tangannya bergetar mendekati celana Donghyuk. Jujur saja Jaemin tidak terlalu dekat dengan Donghyuk.

"DONGHYUK Hah...hah" Jaemin yang hampir melakukan aksi nekatnya kaget dengan seseorang yang berteriak dari pintu ruang musik dan berlari masuk ke dalam. Jeno yang memakai baju basket , dia keliatan habis berlari hebat. Jaemin gugup dia bingung apa dia tertangkap basah.

" tadi itu... aku... " Jaemin mencari alasan.

"Banyak senior terutama yang Alpha sedang kesini ! Ya Tuhan bahkan katanya aroma Heat nya sampai ke lapangan basket! Saat ada anak berkacamata berkata padaku itu Donghyuk aku langsung kesini!" Jeno terlihat panik. Jaemin kaget. FYI lapangan basket cukup jauh dari ruang musik.

"Apa yang harus kita lakukan ? Aku tidak tau. Apa kita harus mengantarnya pulang ?" Jaemin bingung melihat Donghyuk yang semakin kacau.

"Tidakk ! Jangan bodoh,bunuh diri membawanya keluar sekarang. Kita harus menutup ruangan ini. Kau ada kunci ruangan ini ?" Jeno bertanya sambil menutup jendela-jendela yang ada diruangan itu.

"Kunci nya kebetulan sedang diperbaiki karena rusak." Jaemin meringis. Ya ampun kenapa harus club musik yang masih memakai ruangan kuno dengan pintu kayu.

"Dammit yasudah , sekarang aku akan jaga di luar, kau tutup pintu ini jaga di dalam. Apapun yang terjadi jangan buka pintunya." Jeno berjalan hendak keluar ruang musik

"Tunggu , ini aku seperti melihat sesuatu di tas Donghyuk tadi. Kau pakai ini." Jaemin mengambil pistol revolver replika di tas Donghyuk dan memberikan pada Jeno.

"Hah , dia membawa senjata ke sekolah ?" Jeno kaget saat memegang pistol tersebut.

"Tidak , itu replika tipikal untuk membela diri , hampir seperti asli. Lihat tidak ada pelurunya. Paling tidak ini akan membuat orang takut" Jaemin meyakinkan Jeno

"Baiklah kalau begitu." Jeno mengangguk dan membawa pistol replika itu keluar. Jaemin kemudian menahan pintu dari dalam

Benar saja tidak berselang lama ada beberapa senior yang datang. Jeno yang sudah bersiap diluar berdiri menghadang mereka. Jeno mengacungkan pistol bohongan itu ke arah mereka.

"Hey bocah , kau tau peraturan sekolah tidak boleh membawa senjata api hah ?" salah satu senior yang berwajah ngeri dan berambut blonde menantang Jeno.

"Peraturan yang lebih penting , kalau kau menyentuh Omega yang sedang heat dengan paksa adalah penjara." Jeno tidak takut dan mengarahkan ujung pistolnya ke wajah senior tadi.

"SALAHKAN DIA, Aku sudah tidak tahan cepat kau menyingkir" seorang yang bertubuh gempal mulai emosi.

"AKAN AKU TEMBAK" Jeno berusaha untuk menakuti semua yang ada disana. Beberapa dari mereka ada yang mundur, kabur , ada yang bertahan.

"Aku rasa itu pistol palsu , dia hanya berani mengancam." Seorang dari mereka mulai curiga.

Habislah sudah. Itu yang ada dipikiran Jeno. Tiba-tiba Jeno merasa merinding sendiri bukan karena senior yang tadi, tapi..

"Kalian semua menyingkir sekarang"

Semua pandangan mata tiba-tiba berbalik tertuju pada orang yang ada dibelakang kerumunan. Beberapa orang langsung menyingkir ke pinggir. Beberapa orang sudah bergetar takut kalau Omega memiliki hormon Heat makan Alpha juga memiliki hormon yang dapat mengintimidasi dan membuat orang takut. Alpha Prodigy memiliki Alpha Command yang absolut. Tapi semua Alpha memiliki Alpha Voice yang bisa digunakan untuk mempengaruhi atau mengancam. Efeknya berbeda tergantung pada tingkatan Alpha tertinggi maka efeknya akan berkali lipat.

Orang itu adalah Mark Lee. Dia memakai baju yang sepertinya adalah baju rumah dengan kaos tanpa lengan dan celana pendek. Dia sepertinya habis berlari juga. Tetapi wajah Mark tidak menunjukkan dia kelelahan atau kehawatiran, dia terlihat sangat dingin. Jeno hanya menelan ludah saat Mark berdiri disampingnya. Mark Lee yang ini bukan Mark Lee biasa yang suka memandanginya kalau Jeno bersama Donghyuk. Bukan Mark Lee yang pernah Jeno tidak sengaja melihat dia mengintip Donghyuk bermain piano. Mark Lee yang ini terlihat seperti monster yang siap meledak.

"Yang ada di dalam ruangan ini adalah milikku. Kalian sekarang bisa pergi." Mark berkata dengan percaya diri.

Jika Alpha yang beradab maka akan mengerti. Beberapa orang meninggalkan tempat itu. Tetapi masih ada beberapa orang yang tinggal.

"Kau pikir kami takut ? Mentang-mentang kau Full Breed hah ?" seseorang berkepala botak berani mengintimidasi Mark.

Mark tidak menjawab hanya diam saja.

Kemudian yang berbicara tadi berusaha meninju Mark. Tetapi Mark menghindar dan membalas tinjunya dengan membabi buta. Seseorang yang memakai baju merah tiba-tiba berusaha untuk menghajar Mark juga, Mark melawannya juga dan saat dia sedang sibuk melawan orang tersebut , orang lain yang membawa pedang bokken memukul Mark dari belakang. Mark terjatuh tapi sebelum mendapat pukulan selanjutnya dia berdiri. Dia menahan pukulan itu dan mengambil pedang nya. Orang yang disana kaget dengan kejadian itu. Mereka mengira Mark akan menggunakan bokken (pedang kayu) itu untuk menghajar mereka semua. Tetapi yang dilakukan selanjutnya lebih mengerikan

KRAKK

Mark mematahkan pedang itu dengan tangan kosong. Ya kekuatan memang akan lebih dari biasanya kalau seseorang sedang Alpha Mode 100% seperti ini. Sekali lagi Mark bukan seperti Alpha biasa. Dia itu strata teratas.

"SIAPA YANG MAU AKU PATAHKAN TULANGNYA SEPERTI INI MAJU KALIAN"

Kali ini dia benar-benar diujung emosinya. Tubuhnya sudah begetar marah napasnya naik turun. Dia tidak takut harus membunuh orang sekalipun sekarang.

Semua orang yang tinggal tadi mundur selangkah secara serentak. Mereka yang luka , atau sehat bubar dan semuanya pergi. Mark kemudian berusaha mengambil napas. Dia melihat ke arah Jeno yang sekarang mengarahkan pistol revolver replika itu ke arah Mark.

"Aku tau itu hanya replika. Tenang Jeno aku tidak melakukan apapun kepadamu." Mark memegang ujung pistol itu.

Jeno hanya reflek saja. Kalau Mark mengamuk dan gelap mata , tidak ada yg tau dia menghajar Jeno juga. Jeno ingat cerita Ayahnya tentang seorang Alpha Full Breed yang kena luka tembak saja masih bisa mengamuk.

"Apa Donghyuk di dalam ? buka pintunya." Mark tidak meminta. Tapi lebih tepatnya menyuruh Jeno untuk melakukan itu sekarang. Jeno mengetuk pintu dan berbicara pada Jaemin untuk membuka pintu.

Saat Mark masuk badannya seperti tegang dan dia berjalan perlahan ke arah Donghyuk yang sudah berantakan. Jaemin dan Jeno hanya berdiri berdampingan melihat momen itu. Mark tersenyum sedikit dan memeluk Donghyuk. Membiarkan Donghyuk menghirup aroma tubuhnya. Dia seperti membisikan sesuatu ke Donghyuk, lalu menggendongnya. Jaemin mengerti Mark akan membawanya pergi dari sini, jadi dia langsung mengemasi barang2 Donghyuk , kedalam tas hitamnya. Termasuk meminta kembali revolver replika itu dari Jeno.

"Su..sunbae ini tas Donghyuk." Jaemin yang hanya mendengar dan merasakan ribut2 diluar dari dalam ruang musik saja jadi takut dengan Mark. Dia mengalungkan tas itu di leher Mark karena kedua tangannya menggendong Donghyuk

"Katakan pada club musik mu itu untuk sementara Donghyuk akan sibuk." Maksud dari kata-kata Mark lebih tepatnya jangan ganggu kami.

Jaemin yang mengerti maksudnya akan sibuk apa mukanya memerah malu dan mengangguk.

"Terima kasih sudah menjaga Donghyuk sebelum aku datang." Mark menunduk sedikit pada Jaemin dan Jeno, dia tidak mau membayangkan kalau orang-orang ini tidak ada.

"Sama-sama sunbae." Jeno tersenyum

Mark pun pergi keluar dengan Donghyuk digendongannya. Jaemin dan Jeno hanya melihat dari depan ruang musik. Jeno dan Jaemin saling bertatapan dan menghembuskan nafas lega bersama. Hari ini cukup intens untuk mereka.

"Hey, kita dari tadi bekerja sama tapi belum saling mengenal. Aku Jeno Lee dari kelas 10A" Jeno mengulurkan tangan ke Jaemin.

"Oh.. Aku Jaemin Na dari 10D" Jaemin membalas uluran tangan Jeno dan mereka bersalaman.

Mereka bertatapan cukup lama. Sampai Jeno berdehem dan Jaemin melepaskan tangannya.

"Jaemin , aku akan kembali ke club basket kasian mereka pasti khawatir. Emm sampai nanti." Jeno tersenyum dan berjalan pergi , tidak lupa mendadah Jaemin.

Jaemin hanya membalas dadah dari Jeno. Kemudian dia berteriak kesenangan di ruang musik sendiri. Bagaimana tidak orang dia sukai dari upacara penerimaan murid baru malah yang duluan mengajaknya kenalan. Jangankan namanya . Jadwal pelajaran apa saja yang Jeno ambil dia tau.

(stalker alert XD)

/-\

\-/

\-/

Mark berjalan dengan kecepatan normal dari ruang musik menuju mobilnya. Mark tidak merasa Donghyuk berat sama sekali, padahal biasanya dia akan mengomel kalau Donghyuk memaksa piggy back padanya. Banyak anak-anak yang menyadari Mark dan Donghyuk tapi tidak berani menatap langsung. Takut pada aura Mark Lee. Beberapa hanya menutup hidung dan ada yg pergi menjauhi mereka. Heat Donghyuk sangat mengundang tapi dia ada didekapan Mark jadi sama saja bunuh diri kalau sampai mendekat. Sesampainya di mobil dia menempatkan Donghyuk di kursi belakang.

"Jangan pergi Mark..ahh" Donghyuk tidak mau dilepas. Ini hanya kursi depan dan belakang tapi karena kesadaran Donghyuk tidak penuh mungkin dia berpikir Mark akan pergi.

"Sebentar ya duduk sebentar." Mark memasangkan sabuk pengaman. Bohong kalau Mark tidak turn on saat Donghyuk seperti tadi. Kalau orang lain sampai gelap mata mau memperkosa Donghyuk cuma karena dia Heat tadi sebenarnya sama saja bagi dia , bahkan efeknya berkali lipat, dia bisa saja langsung melompat di depan Jaemin dan Jeno tadi. Tapi karena dia peduli dengan Donghyuk makanya dia berusaha mempertahankan sedikit kewarasannya. Mark langsung tancap gas , berusaha fokus ke jalanan tanpa melihat Donghyuk yang menggeliat gelisah sambil mengeluarkan suara aneh. Kecepatan mobil itu kurang lebih sama dengan kecepatan mobil di game Need for Speed yang biasa dimainkan Mark dan Jaehyun, beruntung tidak ada polisi. Atau mungkin polisi sampai tidak bisa melihat mobil itu.

Sesampai di rumah , Mark menggendong Donghyuk ke kamarnya ke lantai dua , dan mengunci kamarnya dari luar. Dia berlari menutup jendela dan mengunci semua pintu, kemudian Mark duduk dibalik pintu kamarnya dari luar.

"Mark, buka pintunya kenapa dikunci buka tolo.." Donghyuk menggerakan engsel pintu dengan beringas.

"DONGHYUK. Dengar cobalah tenang aku akan bertanya satu saja. Kau benar benar mau melakukannya denganku? Karena kau sedang heat dan kebetulan aku Alpha Full Breed atau kau menginginkan aku sebagai Mark Lee."

Seketika Donghyuk berhenti dan terdiam. Terdengar isak tangis dari dalam kamar.

"Hiks... Maaf Mark , maaf kalau sebenarnya tidak mau..hiks.. Aku tau ini akan menjadi kenangan buruk buatmu. Tak usah kau hitung ini dalam ingatanmu. Tapi demi Tuhan aku tidak pernah membayangkan kau sampai jadi Alpha-ku itu saat ibu bilang aku bisa saja tidak sama dengannya waktu kecil. Kau terlalu berharga bagiku Mark. Tapi..hiks.. aku juga tidak bisa membohongi perasaanku. Dari dulu. Dari pertama kali aku melihat matamu aku tau, aku menginginkanmu, mencintaimu , dan sampai sekarang tak pernah berkurang rasa itu." Donghyuk mengantukkan kepalanya ke pintu dan sepertinya dia sampai terduduk di balik pintu.

Untuk seorang yang sedang heat pertama Donghyuk cukup hebat bisa sedikit mengumpulkan kesadarannya.

Mark kemudian membuat kunci kamar, masuk dan mendorong Donghyuk sampai ke dinding di kamarnya. Ciuman pertama mereka berdua bukan ciuman manis, tapi cukup berantakan dengan nafsu , air mata, air liur yang bersatu padu. Donghyuk bukan satu-satunya yang menangis disitu. Mereka tidak berpengalaman tetapi hanya mengikuti naluri masing-masing. Saling memagut bibir, menghisapnya dan menggigit kecil. Kadang gigi mereka saling beradu , dan arah kepala mereka terasa tak pas. Tapi tidak ada yang ingin berhenti. Lidah mereka seakan bertarung untuk memberikan kepuasan. Mark memijat dan menghisap lidah Donghyuk.

"Eungghh" Donghyuk mengerang. Dia belum pernah merasakan sensasi yang seperti ini. Mereka dengan enggan melepas bibir masing-masing. Pipi putih Mark memerah karena malu dan kehabisan napas.

Mark kemudian membawa Donghyuk ke tempat tidurnya king size cukup besar. Tempat tidur yang membuat Mark tidak jatuh karena kebiasaan tidurnya yang jelek. Tempat tidur yang biasanya merupakan tempat Donghyuk berbaring semalaman tanpa bisa menutup matanya karena debaran jantungnya, yang disebabkan Mark tidak sadar memeluknya semalaman dalam tidur sangat dia menginap. Sekarang tempat tidur itu akan menjadi tempat pertama mereka bercinta. Mark membuka baju Donghyuk dengan terburu-buru ,dan juga melepas celananya. Baju yang basah oleh keringat dan celana yang basah oleh rembesan air mani Donghyuk yang memang itulah yang terjadi pada semua heat Omega yang pertama. Mark yang mau mencium Donghyuk lagi dihentikan oleh Donghyuk yang menatapnya dan menarik bajunya sedikit. Mark hanya terkekeh sedikit dan mengerti. Dia juga membuka baju dan celananya. Sekarang mereka berdua hanya mengenakan celana dalam.

Mark sekarang menatap Donghyuk , melihat wajahnya yang sangat berbeda , sekarang matanya seperti tidak fokus dan hidungnya dan bibirnya yang merah. Kehabisan napas karena menangis dan berciuman. Dia tidak terlihat konyol seperti biasanya tetapi sangat seksi menggoda. Ini sangat salah tapi Mark rasanya ingin menggosokan penisnya ke muka itu. Dikecupnya kedua kelopak mata itu. Dikecupnyanya dahi , ujung hidung dan dagu Donghyuk. Dijilatnya air mata yang masih ada di pipi Donghyuk. Yang diperlakukan begitu hanya tertawa Mark meraba leher Donghyuk , mencium leher itu dan menghirup aroma tubuh Donghyuk. Mengigit kulit lehernya dan menghisap jakun Donghyuk.

"Owhh..." Donghyuk meremas rambut Mark. Rasanya sakit tapi memberi rangsangan pada sesuatu di antara selangkanganya. Mark meraba dada Donghyuk dan memegang puting susu Donghyuk yang sudah menegang. Diciumnya satu persatu dan dihisapnya seperti seorang bayi yang kelaparan. Donghyuk mendesah cukup keras. Mark terus menghisap dan mengigit pelan puting susu itu bergantian. Setelah bosan dengan itu Mark mencium turun sampai pada pusar Donghyuk dia menjilat pusar itu.

"Ohhh,,oh" Donghyuk tidak menyangka efeknya akan gila. Saat merasakan lidah hangat Mark di pusarnya langsung membuat celana dalamnya terasa makin sempit.

Mark membuka paha, menjilat dan mengigit paha bagian dalam Donghyuk. Terdengar Donghyuk yang menarik napasnya dan badannya menggeliat di atas tempat tidur.

"Ah..Mark...cepat sentuh .. aku sudah tidak tahan.." Mark mendongak dan menatap mata Donghyuk. Dia tau apa yang dimaksudnya. Mark mendekatkan wajahnya ke selangkangan Donghyuk, hidungnya menyentuh gundukan dibalik celana dalam itu. Dihirupnya celana dalam yang sudah sangat basah itu. 'I am goin crazy' dia menjadi obsesi dengan bau khas dia seperti mencium bau surga, seluruh tubuhnya merinding. Dikecupnya gundukan itu dan dia mau membuka celanda dalam Donghyuk, tapi dia dicegah oleh tangan Donghyuk.

"Enghh.. Mark jangan aku saja, kau juga" Mark mengerti maksud dari kata-kata Donghyuk.

Mark membuka celana dalamnya , dan celana Donghyuk. Donghyuk berubah dari posisi tidur menjadi duduk, dan Mark juga. Donghyuk maju dan duduk dipangkuan Mark , kemudian mendekatkan kedua penis mereka. Kali ini Mark yang mendesah. Kemudian dirabanya kedua penis mereka. Cairan Donghyuk yang sudah merembes dan Mark juga membuat penis mereka yang setengah basah itu mudah untuk di remas, digesekkan dan dipompa bersama.

"Oh God, nice Donghyuk" pujian Mark pada Donghyuk membuat Donghyuk semakin semangat memainkan tangannya. Di urutnya ujung penis itu dan batangnya. Kemudian dimainkannya twins balls Mark. Sedangkan orang yang dimainkan itu mencengkram bahu Donghyuk dan mendesah . Donghyuk cukup bangga bisa membuat Mark jadi seperti itu. Mereka berdua hampir sampai, tapi Donghyuk menghentikan aksinya.

"Mark , I want to cum when you inside me." Donghyuk berbisik dan mencium dan menjilat telinga kiri Mark.

Tanpa babibu, Mark langsung menyuruh Donghyuk bangkit dan membuatnya berbalik dan bertumpu pada lututnya, dengan doggy style , diremasnya pantat montok Donghyuk dan dia memasukkan jari tengahnya kelubang pantat Donghyuk yang sudah basah oleh cairan yang memang dihasilkan oleh Heat Omega. Omega akan menghasilkan pelumas alami dari tubuhnya dengan tujuan agar gampang untuk langsung dibuahi oleh mate nya.

"AHH..." Donghyuk merasakan jari Mark yang panjang di lubangnya. Rasanya dia bisa pecah. Mark mengeluarkan dan memasukkan jarinya di lubang Donghyuk. Suara Donghyuk yang memang merdu membuat desahan nada tingginya menjadi lebih indah.

"MARK, " Donghyuk berteriak pada Mark bukan karena marah. Tetapi karena prostat nya sudah terkena ujung Jari Mark. Sudah mengetahui itu Mark menusuknya sekali lagi dan mengingat posisi itu. Sekarang saatnya untuk sesuatu yang asli. Mark mengarahkan penisnya yang sudah tegang membesar ke arah lubang pantat Donghyuk.

"Tell me when to stop and move" Mark mengusap rambut Donghyuk dan Ia memegang tubuh Donghyuk. Donghyuk mengangguk dan memegang tangan Mark sebentar. Mark memasukan penisnya dengan perlahan, lubang itu sangat ketat tapi licin. Kalau dia mau dia bisa menyentak langsung.

"AKKH , Oh... " penetrasi pertama pasti sakit. Mendengar teriakan Donghyuk , Mark menghentikan dirinya yang baru setengah masuk.

Donghyuk diam dan bernapas untuk sebentar. "I am okay , masukkan semuanya.." permintaan Donghyuk yang cukup berani itu membuat Mark langsung memasukkan seluruh penisnya dalam-dalam.

Terdengar Donghyuk agak meringis sedikit menangis. Tapi kali ini Mark yang mendesah "AHH , you are so tight baby, fuckin tight ohh" Mark sudah meracau ,dinding pantat Donghyuk memberikan sensasi pijitan yang gila pada penisnya.

"Move Mark" Donghyuk memberi kode pada Mark untuk bergerak. Mark lalu memaju mundurkan penisnya di lubang Donghyuk. Awalnya pelan menjadi sangat brutal dan yang keluar dari mulut Donghyuk hanya nama "Mark" dengan keras seperti dia akan mati jika tidak menyebut nama itu dalam napasnya. Sebenarnya Donghyuk belum menyuruhnya untuk cepat bergerak tapi sepertinya Alpha Mark sudah menguasai dirinya jadi Mark tidak bisa mendengar apa-apa dan dia dalam state dimana birahinya menguasai akal sehatnya. Pergerakan Mark sangat cepat.

"ANGGHHH SAMPAI AKU...ANGH" Donghyuk tidak bisa berkata dengan jelas, rasanya pandangannya sudah kabur dan dia akan..

"MARK"

"DONGHYUK"

Mereka berteriak bersamaan dan menyemburkan sperma mereka bersama-sama. Donghyuk merasa lubang pantatnya geli dan hangat karena sperma mark. Sedangkan kasur Mark sudah basah oleh muncratan sperma Donghyuk.

Donghyuk ambruk di atas kasur Mark , dan begitu pula dengan Mark dia diatas tubuh Donghyuk. Dua-duanya mencoba menghirup oksigen dada mereka naik turun. Mark mencium leher belakang Donghyuk dan mengelus pipinya. Mark menarik penisnya keluar.

Setelah sekitar 15 menit mereka terdiam dalam posisi yang sama , Mark membisikkan sesuatu ke Donghyuk. Yang dibisikkan terlihat sangat kaget dan membalikkan badannya. Donghyuk mengangguk dan matanya berkaca-kaca rasanya dadanya mau pecah dia sangat senang.

Donghyuk kemudian mencoba untuk inisiatif mencium Mark . Dia memagut bibir Mark dan didorongnya belakang leher Mark agar dia bisa mencium Mark lebih dalam. Lidah Donghyuk menelusuri mulut Mark dan tangan yang satunya mengelus pipi Mark. Kemudian Mark mendorong Donghyuk dan liur mereka bertaut.

"Wow.. aku butuh bernapas juga Babe" Mark mengerjapkan matanya. Donghyuk tertawa sedikit , tidak tau karena muka Mark yang sangat merah atau karena terlalu senang dipanggil 'Babe' untuk pertama kalinya.

Donghyuk mengurut penis Mark dan mengocoknya dengan cepat. Entah menakjubkan atau mengerikan penis Mark terlihat menengang kembali.

Setelah ini Mark menatap mata Donghyuk lama dan seperti ingin menyampaikan sesuatu lewat pikirannya. Yang ditatap hanya mengangguk dan tersenyum. Donghyuk mengangkat sedikit pantatnya dan Mark menarik satu kakinya. Mark memasukkan penisnya kembali. Kali ini dia bisa melihat wajah Donghyuk saat memasuki lubangnya. Ya Tuhan rasanya dia menjadi jahat karena wajah kesakitan dan nikmat itu rasanya mau dia liat untuk selamanya. Donghyuk juga senang pertama kali bisa melihat muka Mark yang seperti setengah sadar dan penuh nafsu birahi dengan bibir merahnya yang terbuka dan napasnya yang naik turun. Kali ini akan sedikit berbeda Donghyuk mempersiapkan dirinya. Mark menarik napas panjang menutup matanya lama dan ketika membuka, pupil matanya membesar. Donghyuk tiba tiba merinding dan takut yang diatasnya sekarang Alpha Full Breed Mark. Sebagai Omega dia merasa sangat kecil dan tidak berdaya. Tanpa aba-aba Mark dengan cepat menggerakkan pantatnya. Mark menghujam pantat Donghyuk tanpa ampun. Donghyuk mendesah berantakan rasanya dia sudah kehilangan akal.

Donghyuk merasakan seperti Mark mengeluarkan cairannya di dalamnya tapi kali ini tiba-tiba dia merasa sekujur tubuhnya sakit apalagi bagian dalamnya. Dia ingin melepaskan diri tapi ditahan . Mark menatapnya, rasanya menyeramkan. Seluruh emosi , takut, marah, bahagia, sedih , lega , ragu, sakit, nafsu semuanya menjadi satu terlalu banyak terlalu kepala Donghyuk rasanya mau pecah.

"ikuti perintahku tatap aku Donghyuk fokus padaku" Donghyuk mendengar dengan jelas Mark didalam pikirannya. Sekarang pikiran mereka terhubung. Semua emosi tadi adalah milik keduanya, mereka saling merasakan emosi satu sama lain. Donghyuk harus melepas egonya dan membiarkan Mark mendominasi pikirannya untuk sebentar. Mark kemudian mengigit leher Donghyuk dengan benar benar keras bahkan terasa darah mengalir. Akan tetapi daripada fisik , ini lebih meyiksa secara emosional. Donghyuk rasanya seperti akan mati saja , tetapi dia tidak akan mati sampai Mark yang menyuruhnya. Dia akan menerima, menuruti dan bersama dengan Mark selalu.

"Lee Donghyuk ,maukkah kau menjadi Omega-ku?" suara Mark dipikirannya tegas, mantap tetapi tidak menuntut. Dia benar-benar meminta izin.

"Ya , aku mau menjadi milikmu, Mark Lee Alpha-ku" suara Donghyuk di pikiran Mark lembut , tulus dan yakin. Dia menerima tawaran itu. Ikhlas memberikan seluruh dirinya.

Mark mengeluarkan knot di dalam Donghyuk. Bahu Mark bergetar karena euforia emosi dalam dirinya. Donghyuk meneteskan air mata karena merasakan juga emosi Mark yang melimpah ruah. Sekarang mereka sudah bonded.

/-\

\-/

\-/

Jam di ruang tengah di lantai bawah menunjukkan jam 21:21 . Ruangan gelap hanya TV yang menyinari ruangan. Di depan TV Samsung SUHD 88 inci terdapat sofa empuk yang di atasnya duduk dua anak manusia. Tidak mereka tidak sedang mesum tetapi sedang menonton serial Shadows Hunter serial yang kata Donghyuk tidak bagus. Tapi Mark bersikeras menontonnya karena dia membaca buku Mortal Instrument. Donghyuk yang tadinya menyender di bahu Mark sekarang duduk dan melihat muka serius Mark yang duduk disampingnya. Keningnya berkerut, tangannya dia letakkan di dagu. Wajah seriusnya keliatan ganteng. Tapi Donghyuk memanyunkan bibirnya karena merasa diabaikan. Oh sekarang adalah hari ke 5 dari Heat Donghyuk. Jadi sudah agak berkurang dari hari pertama kedua dst. Hah jangan tanya hari pertama saja mereka tidak makan sama sekali dan hanya minum. Jadi malu membayangkannya , dia mana tau akan menjadi Omega di umur belum genap 16 tahun. Tapi btw dia sudah 16 tahun kok sekarang. Ulang Tahun di rumah ini tidak keluar. Karena Mark terlalu takut membawa Donghyuk keluar.

"Woy aku bosan di rumah ini terus , ayolah kita keluar Mark !" Donghyuk sudah ngomel ngomel dan sudah memakai baju rapi , baju miliknya banyak yang ditinggal di rumah ini jadi tak perlu khawatir.

"Bosan , ya kau bosan tiap tiga jam heat mu akan kembali. Kau mau kita melakukannya di jalan ? Bagaimana kalau ada yg mendekat menggodamu lalu aku emosi? Aku tidak suka kekerasan" ya, yang berbicara itu yg waktu di sekolah membabi buta.

"Memang segitunya heat ku sampai buat orang-orang mendekat, Sudah biar saja mereka liat !" Donghyuk kembali jadi orang yg keras kepala. Anak ini sudah dijelaskan dengan Mark bagaimana kejadian di sekolah tapi tidak mengerti juga.

"Hishh kau ini, pokoknya sampai heat pertamamu ini selesai, kita tidak meninggalkan rumah ini ! Bahkan berapa hari lalu aku harus menghalau beberapa orang yang datang ke rumah ini di heat hari keduamu." Menghalau maksud Mark Lee adalah menakuti dengan menggunakan samurai Jaehyun.

"Ya tapi sampai mengusir Kakak dan sepupumu sampai berhari-hari apa tidak berlebihan?" Pemilik dan penghuni lain rumah itu Johnny dan Jaehyun sudah 5 hari dilarang pulang oleh Mark. Sinting memang.

"Ya mereka Alpha , apalagi JOHNNY wah tidak boleh dia tidak boleh , melewati garis merah yg aku buat di luar rumah." Mark takut nanti Johnny melompat ke Donghyuk saat heat kambuh. Kalau dia sampai menggunakan Alpha Command habislah .

Melihat Mark posesif begini Donghyuk kesal tapi senang juga. Dulu Mark suka cuek padanya. Lalu beberapa minggu sebelum ini dia posesif tapi kasar. Sekarang dia posesif tapi lebih lembut dan menjelaskan semuanya.

Donghyuk kembali menonton TV. "Wah Alec gagah ya ." Donghyuk asal nyeletuk saja

"Kenapa kau suka pria berotot ?" Lagi lagi Mark Lee mengungkit kejadian dulu.

"Ya Ampun Mark aku cuma bilang gagah ya. Memang aku bilang 'Jaehyun mana ya , aku kangen dengan otot lengannya , aku mau tidur di pelukannya , aku mau heat ku ditangani olehnya'." Donghyuk meliuk-liukkan badannya sambil berbicara dramatis.

Mark hanya diam saja tidak merespon. Donghyuk seketika takut membuat Mark emosi. Mark sudah menceritakan bagaimana dia cuma merasa takut Donghyuk menyukai dan diambil Jaehyun, which is stupid. Sudah dijelaskan dengan Donghyuk bahwa dia hanya menganggap Jae sebagai abang saja. Dia jadi dekat dengan Jaehyun justru karena sikap Mark yang menyeramkan. Lagipula sekarang Mark dan Donghyuk sudah bonded mau takut apalagi ?

"Ngomong-ngomong , dia sudah tidak menelpon lagi semenjak itu ?" Donghyuk tiba-tiba ingat sesuatu.

"Damn , jangan ingatkan aku , God malu sekali aku kalau mengingatnya !" Jadi di hari pertama heat Donghyuk itu Jaehyun menelpon dan karena menganggu Mark harus menjawabnya tapi dengan posisi MarkHyuck tetap melakukan seks karena percayalah libido Donghyuk di hari itu sangat mengerikan.

"Hahay , maaf. Ya bagaimana Mark, kau juga hebat aku kan jadi tidak mau lepas dan berhenti." Donghyuk mulutnya yang ceplas ceplos. Sekarang dia tiduran di pangkuan Mark. Sedangkan Mark pipinya bersemu merah. Aslinya Mark itu pemalu kalau sudah digoda begitu.

Donghyuk sudah mau fokus menonton TV lagi tapi tiba-tiba badannya menegang seperti merasakan sesuatu diantara selangkangannya.

"Okay , ayo ke kamar." Mark sudah hapal ciri-ciri Donghyuk kalau heat nya kembali.

"Disini saja yah." Donghyuk tiba-tiba duduk dan naik kepangkuan Mark.

"HOY ini sofa keluarga bagaimana nanti kotor !" Mark tak habis pikir, jujur saja sebenarnya selama berhari-hari ini mereka sudah melakukannya di berbagai sudut rumah ini dan Mark tidak tau apa yg akan Johnny katakan kalau sampai dia tau.

"Nanti kita bersihkan kalau sudah tuntas Heat ku yah. Pokoknyah disinih.." Donghyuk sudah menggesekkan pantatnya ke pangkuan Mark menekan penis Mark lebih tepatnya.

"Dammit" Mark Lee hampir 17 tahun. Tidak bisa menolak permintaan Donghyuk bocah Early Bloomer Omega yang Heat pertamanya menjungkirbalikkan hidupnya.

/-\

\-/

\-/

JIKA FANFIC LEBIH PANJANG DARI SKRIPSI YANG BARU KAU BUAT MAKA BERTOBATLAH

JIKA SAYAMENGORBANKAN BIMBINGAN UNTUK MENAMATKAN INI MAKA BERSUKURLAH.

SYUKURILAH DENGAN REVIEW DI KOTAK REVIEW. Amen

(Surat tan takdir: Ayat cinta)

Akan ada seumprit epilog untuk menjelaskan yang belum jelas dan bonus Johnjae jaeyong. Btw ayo tebak-tebakan siapa saja cast bintang tamu di chapter ini.

*I trully sorry for my failed attempt to write sex scene bcs this is my smut debut. I am realy sorry for Donghyuk to write this when he is not even 17yo I feel bad tbh I am bad girl*