Jaemin berjalan memasuki lobby apartemen. Ia baru saja dari supermarket membeli beberapa makanan untuk dimakan bersama dengan sang kekasih. Jaemin melangkahkan kakinya memasuki lift dan menekan angka 8, tempat dimana kekasihnya berada. Setelah sampai di tempat tujuan, ia segera mencari kamar apartemen kekasihnya dan memasukkan passwordnya.

"Hyung?" Jaemin sedikit berteriak untuk memanggil Mark, kekasihnya.

Suara langkah kaki terdengar. Mark keluar dari kamarnya dengan keadaan yang berantakan. Baju yang dipakainya kusut. Rambutnya pun berantakan. Terlihat sekali kalau dirinya masih mengantuk. "Hei, Jaem. Barusan sampai?" Mark bertanya sambil menguap.

"Hahaha, wajahmu lucu hyung. Iya, aku baru saja sampai." Jaemin menjawab diselingi dengan tawa yang keluar dari bibirnya. "Hyung tunggu di ruang tengah. Aku akan menata makanan yang aku beli tadi."

Bukannya menuruti perkataan Jaemin, Mark malah berjalan mendekati kekasih manisnya dan melingkarkan tangannya disekeliling pinggang ramping Jaemin. Mark meletakkan dagunya di pundak sempit Jaemin. "Aku masih mengantuk, Jaem." ia bergumam.

Jaemin tersenyum dan mengelus tangan Mark yang berada di pinggangnya. "Kalau begitu hyung tidur lagi saja."

Mark menggeleng, "Aku tidak mau."

Jaemin melepaskan pelukan Mark dari pinggangnya. Ia membalikkan badan dan menangkup kedua pipi Mark. Pipi Mark ditekan oleh Jaemin, itu membuat wajah Mark terlihat sangat lucu. Jaemin terkekeh pelan dan mengecup sekilas bibir Mark. "Ya sudah kalau tidak mau."

Mark menyingkirkan kedua tangan Jaemin yang menangkup pipinya. "Kau beli es krim tidak, Jaem?" tanya Mark sambil mengintip tas yang tadi dibawa oleh Jaemin.

"Iya aku beli. Mau makan, hyung?" jawab Jaemin sambil mengeluarkan es krim yang tadi ia beli.

"Ayo makan diruang tengah saja." ajak Mark.

Mark menarik tangan Jaemin ke ruang tengah. Ia duduk di sofa yang ada di ruang tengah itu, disusul dengan Jaemin yang naik ke pangkuannya. Mark refleks melingkarkan tangannya disekeliling tubuh kekasihnya supaya tidak jatuh.

Jaemin membuka tutup es krim yang tadi ia beli. Ia menyendok es krim tersebut dan menyodorkan es krim tersebut ke depan bibir kekasihnya. Mark membuka mulutnya dan memakan eskrim yang diberikan Jaemin. Jaemin menyendok lagi es krimnya dan memasukkan kedalam mulutnya sendiri.

Mereka menikmati es krim dalam keheningan. Sebenarnya sekarang hanya Jaemin saja yang memakan es krimnya. Mark bilang sudah, karena ia tidak terlalu suka makan es krim banyak – banyak. Jaemin terus menyendok es krim ke mulutnya hingga beberapa tercecer disekitar bibirnya.

Mark yang melihat hal tersebut perlahan memajukan wajahnya dan memiringkan kepalanya. Ia menjilat lelehan es krim yang tercecer dibibir kekasihnya dan menyesapnya lembut. Jaemin yang terkejut dengan perlakuan kekasihnya hanya bisa membelalakkan matanya. Setelah beberapa saat, Mark melepas sesapannya pada bibir Jaemin.

Jaemin menundukkan kepalanya dengan rona merah yang menjalar di pipinya. Jaemin melanjutkan kegiatan memakan es krimnya untuk menutupi rasa malunya. Mark yang melihat perlakuan kekasih manisnya ini pun terkekeh gemas. Ia mengelus pipi Jaemin yang memerah, "Pelan – pelan saja makannya, sayang."

Jaemin melirik kekasihnya sekilas kemudian melanjutkan lagi kegiatannya yang tertunda. Setelah menghabiskan es krimnya, Jaemin meletakkan wadahnya diatas meja. Ia mengelap sudut bibirnya. "Hm, enak sekali." Jaemin tersenyum sumringah. Mark tersenyum melihat kekasihnya.

Selanjutnya mereka hanya duduk, masih dengan posisi yang sama seperti tadi. Saling memandang. Tidak ada alasan khusus. Hanya saling memandang dalam keheningan yang panjang.

"Kau cantik, Jaem." ucap Mark tanpa melepaskan pandangannya dari Jaemin.

Jaemin tersenyum manis. Tangannya terangkat untuk menyisir rambut Mark ke belakang dan memperlihatkan jidatnya. "Hyung juga tampan kalau begini."

"Jadi aku tampan hanya kalau rambutku di sisir kebelakang begitu?"

"Ish, tidak. Hyung selalu tampan. Mau seperti apapun model rambutnya, hyung tetap tampan di mataku," ucap Jaemin.

Mark memeluk tubuh Jaemin yang berada di pangkuannya. Ia berbisik, "Aku mencintaimu, Jaem."

"Hm, aku juga mencintaimu, hyung." balas Jaemin sambil mengecup puncak kepala Mark hyungnya.

END.

halo aku kembali~ sebenernya aku uda mau update dari kemarin-kemarin, tapi entah kenapa rasanya kok males banget gitu mau buka laptop. kemaren aku uda ngetik setengah kan, tapi abis itu ngga kulanjutin lagi. soalnya males + mentok HAHAHAHAHAHA. terus yang ku update sekarang ini bukan yang kuketik kemarin. yang kemarin ku ketik uda kuhapus soalnya aku gatau mau dilanjutin kayak apa lol. jadi ini aku ngetik yang baru, ambil dari ilustrasi yang lain. beda dari kemarin yang kuketik setengah itu heuheu. semoga suka!

jangan lupa review. di follow/favorite juga boleh EHEHEHE