Mainstream Story
Daehyun - Youngjae
By: Will-dj
Sorry for Typo ^^
Sepanjang kelas dimulai otakku terus melayang memutar kejadian seminggu lalu. Pengakuannya, ekspresi kesakitan penuh putus asa itu terus menggelayuti hati dan fikiran ku.
Eksistensi sosoknya memang tak lagi muncul di hadapan ku, tapi secara tak kasat mata ia selalu muncul menghantui fikiran ini. memenuhi seluruh daya ingat ku dengan segala tingkah polahnya dalam mengganggu hidup tenang seorang yoo youngjae
"youngjae—ssi? Kau bisa keluar dari ruangan ini jika sekali lagi tak focus di mata kuliah saya hari ini" samar-samar aku mendengar dosen bermata empat memberikan solusi yang terdengar menyenangkan.
"melamunlah saat kelas ini usai jae" suara im jae bum terdengar cukup dekat. Ia memang duduk disamping ku.
Lihat? Gara-gara si pembuat onar itu aku melupakan sosok yang aku cintai.
Aku menghela nafas pelan "mrs. Saya ingin membolos kelas anda hari ini. permisi" ucap ku enteng tanpa memperdulikan raut terkejut dari seluruh penjuru kelas termasuk sang dosen sendiri.
Terserah lah. Aku butuh tempat tenang untuk menghilangkan sosok brengsek daehyun dari otak ku.
"oh dae! Lihat.. bukan kah itu pujaan hati mu?"
Aku mendongak cepat saat suara husky youngguk sunbae di ujung lorong. Disampingnya ada sosok menyebalkan daehyun menatap ku datar.
Sial!
Beraninya iris indah itu menatap ku dingin.
Mereka terus berjalan santai menuju kearah ku, atau lebih tepatnya berlawanan arah dengan tempat ku berdiri. Jantung ku berdegup cepat saat jarak kami semakin dekat. Iris itu tampak kosong, berlalu begitu saja tanpa mengindahkan kehadiran ku.
"hei, kau tidak menyapa nya? Wow! Itu keajaiban"
Kedua tangan ku terkepal! Beraninya!
Beraninya dia mengabaikan ku setelah kejadian itu!
Sudah sepantasnya ia harus minta maaf! dia mencuri ciuman pertama ku dan sudah seenaknya bertengger di fikiran ini, dan sekarang sikap nya berubah seperti itu?!
"memang kau ini siapa hah?!" gumam ku penuh penekanan. Berbalik menyusul langkah ringan daehyun yang kini tertawa lebar mendengar guyonan garing yongguk sunbae
"ikut aku!" titah ku, menarik baju daehyun di bagian belakang. Menyeretnya paksa tanpa mengindahkan teriakan keras yongguk
"bisa tolong lepaskan? Aku bisa jalan sendiri" ujarnya seraya menghentak tangan ku.
Rasanya sakit sekali!
Hati ku berdenyut perih
Dalam diam aku mengikuti langkah lebar daehyun. Membiarkan dia memandu langkah.
"jadi apa yang ingin kau katakan?" kedua siku daehyun bertumpu pada pagar balkon perpustakaan. Tempat paling sepi namun juga ramai oleh angin yang berhembus.
"minta maaf" ucap ku random
"apa?"
"apa kau terlalu idiot untuk tidak memahami situasi nya? Kau mencuri ciuman ku, lalu mengungkapkan perasaan bodoh mu dan kau dengan bebas pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun!" aku memandang punggung kokoh daehyun
"hanya itu?" ia berbalik, bersandar dibalkon.
"ahk!" aku berteriak tertahan saat ia menarik lengan ku dan membalikkan keadaan. Kini aku terperangkap diatara pagar balkon dan tubuh tegap daehyun.
"baiklah, aku minta maaf. Kau puas?"
"aku menolak maaf mu. kau terlihat terpaksa melakukannya" ujar ku sebal.
Minta maaf itu bukan hanya dari mulut. Tapi harus dari hati!
"lalu aku harus bagaimana!" ia sedikit membentak. Aku cukup terkejut karena hari ini ia mudah terpancing emosi. Daehyun yang selama ini mengganggu ku akan bertingkah konyol cenderung bodoh meski tingkah ku sangat menyebalkan
"—ke –kenapa kau membentak ku!" aku berteriak marah.
Damn! Mata ku panas sekali!
Hahhh
"maaf aku membentak mu. jadi kau ingin aku minta maaf seperti apa?" suaranya melunak
"—ik –ikuti semua perintah ku seminggu ini. setelah itu aku akan menerima maaf mu" aku memandang kearah lain.
"dan jangan menghindari ku. hanya aku yang boleh menghindari mu"
"kau ini brengsek sekali ya" daehyun terkekeh mengerikan.
"ya! Itu memang sifat ku. kenapa? Kau keberatan?" iris ku memandang nya sengit.
Mendengar nya menilai ku brengsek rasanya menyesakkan. Ia menarik diri, memberi space cukup jauh, hati bodoh ini mendesah kecewa. Bau mint dari tubuhnya tak sekuat beberapa saat lalu.
"daehyun? Keajaiban sekali kau masuk ke perpustakaan?" sebuah suara anggun mengintrupsi waktu kami.
Mahasiswi kedokteran yang menjadi primadona kampus berdiri elegan, memandang penuh rasa ingin tau setelah bertemu pandang dengan ku.
"ah.. hanya meluruskan kesalah pahaman kemarin lusa. Apa yang kau lakukan disini?" daehyun melangkah mendekati sosok dewi tersebut. Merangkul bahu ramping sang dewi.
Tanpa sandar tangan ku terkepal kuat. Menahan gejolak panas dalam hati ku.
"mencari bahan peneletian terbaru ku. uhm sepertinya aku mengganggu kalian ya? Sebaiknya aku pergi—"
"tidak-tidak~ kita sudah selesai kok. Ayo, biarkan pangeran tampan ini membantu mu tuan putri~~"
Mereka berdua tertawa riang. Mengabaikan keberadaan ku layaknya seonggok bangkai nyamuk.
"—y –"
"kita lakukan perjanjiannya besok pagi. Aku ada urusan penting. Let's go my queen" dua manusia yang Nampak begitu serasi itu melenggang pergi menjauhi tubuh panas ku.
Sebenarnya apa yang terjadi pada ku?
Kenapa sakit nya melebihi rasa sakit saat melihat jae bum dan youngjae—ssi berciuman…
I Would...
"kau yakin tidak mau pesan apapun?" sekali lagi jae bum menawari memesan sepiring makanan. Beberapa hari terakhir aku memang susah makan. Entah hilang kemana nafsu makan ku setelah melihat kedekatan daehyun dengan dewi kampus. Sudah empat hari ini aku memanfaatkan kesempatan untuk memperbudak si bodoh daehyun.
Meminta nya membawa makanan ke apartemen, menyuruhnya mencuci tumpukan baju kotor, meminta nya membeli camilan tengah malam, menjadikan supir pribadi ku dengan motor besarnya.
Alasan ku melakukan semua ini? aku hanya ingin memastikan sesuatu.
Yeah semacam tes hati mungkin?
"aku tidak lapar" sahut ku lesu
"kenapa?" tangan besar jaebum mengusap surai ku pelan
"silakan tanyakan pada perut ku ini tuan im" mendengar decihan ku, jae bum tertawa renyah. Kekehan ringan dari youngjae—ssi juga samar terdengar.
Iya.
Saat ini kami duduk bertiga di kantin kampus. Aku cukup heran kenapa sekarang pria bermarga choi itu tampak biasa saja ketika jae bum melakukan skinship dengan ku.
"hei, kau biasa saja melihat jae bum mengusap surai berharga ku? tidak cemburu? Panas hati mungkin? Ah! atau kau tidak cinta lagi dengan nya?" cecar ku masih dalam posisi pipi kiri mencium dinginnya meja kantin
"kau tidak pantas untuk aku cemburui" sahutnya enteng
"dasar jalang sialan!" dengus ku tanpa sensor
"terima kasih pujian nya jalang senior" ia tersnyum menyebal kan
"hei, hei, kalian mengabaikan pria tampan ini"
"tampan my ass!"
"tampan my ass!" untuk pertama kalinya aku dan youngjae—ssi berteriak kompak.
Jae bum tergelak senang. Sekali lagi tangan jahilnya mengasak surai ku kasar. Aku menepis tangan besar itu dan hendak membalas perbuatan jae bum. Namun belum sempat menunaikan aksi balas dendam ku, sosok daehyun muncul dari arah pintu transparan kantin. Mata elangnya menatap ku tajam.
"ayo duduk disana!" suara sang dewi terdengar cukup keras dari sini. Di ikuti dayang-dayang lain berdiri disekitar daehyun. Cih. Menyebalkan!
Tangan jalang itu bergelayut manja. Tidak bisa dibiarkan!
"ikut aku" aku menarik kencang lengan bebas daehyun
"tidak mau. Aku lapar"
"ini perintah! Jika kau lupa, aku ini masih menjadi tuan -"
"ya! Beraninya kau berbicara seperti itu pada senior mu!" dengkingan itu keluar dari serigala betina disamping daehyun. Aku memandangnya tak peduli
"tsk!" decihan daehyun terdengar cukup keras. Ia menghentak tangan ku dan berjalan cepat meninggalkan kantin
"kenapa masih berdiri disana?!" aku terkejut mendengar suara keras daehyun yang kini sudah berdiri di ambang pintu kantin.
"Sebenarnya ada apa dengan ku?! kenapa menerima penolakan-penolakan dari daehyun dan intonasi bicara nya yang tak lagi lembut membuat ku sakit?!"—youngjae
"apa mereka akan bertengkar lagi?"
"sekarang daehyun-sunbae seperti membenci nya setengah mati!"
"itu tidak mengherankan! Memang siapa yang tahan dengan sikap sadis youngjae"
"sshh! Jangan keras-keras bodoh! iblis berwajah cantik itu bisa mendengar ocehan kalian"
Sial! Aku memang sudah mendengar nya!
Dasar senior-senior bermulut dua! Bisikan itu berasal dari segerombol pria cupu dengan kaca mata setebal buku ifrs.
"jadi apa yang kau ingin kan sekarang?" daehyun memulai permbicaraan. Kami berjalan perlahan menyusuri koridor senyap ini.
"jauhi wanita itu, aku tidak suka"
"oke"
"sungguh? Kenapa kau menuruti permintaan ku semudah itu? Dia tidak berharga bagi mu?"
"sangat berharga. Tapi aku tidak keberatan menjauhi nya beberapa hari ini—"
"jadi kau akan mendekati nya setelah kau berhenti menjadi budak ku?!" aku memotong ucapan daehyun dengan nada cukup keras. Ia menaikkan sebelah alis nya heran
"benar sekali. Ada masalah dengan itu?"
"jauhi dia selama nya!" aku mendesis tak suka
Daehyun terkekeh pelan "kau fikir apa hak mu melarang ku untuk mendekati nya? Ah jangan bilang sekarang kau menyerah mendapatkan jae bum dan berpaling mendekati dewi kampus?"
"aku tuan mu dan kau harus menuruti ucapan ku! – ahk!"
Aku menjerit tertahan saat daehyun menyetak tubuhku. menghimpit tubuh ku diantara dinding koridor. aku merasa dejavu dengan situasi saat ini.
Lengannya menahan leher ku di barengi tatapan dinginya.
"aku muak dengan tingkah diktator mu! apa aku harus mengingatkan lagi status kita saat ini?
Kau. Hanya orang asing. Dua minggu yang lalu saat kau menolak ku, kita tidak lagi memiliki urusan yang mengharuskan kita berinteraksi" suara daehyun terdengar syarat akan amarah.
Mata elang nya berkilat tajam memandang ku rendah. Tubuhku gemetar hebat antara sakit dan takut bercampur menjadi satu.
Daehyun menarik diri, memandang ku datar "sekarang aku tidak peduli lagi dengan perjanjian kita. Aku tidak peduli kau akan memaafkan ku atau tidak –akan insiden itu."
"—pecundang! " gumam ku cukup keras sebelum daehyun berjalan cukup jauh. Ia menghentikan langkah nya tanpa berbalik. Dari belakang Ia tampak menghela nafas berat
"sebenarnya apa yang kau ingin kan? bukan kah kau bilang aku ini hanya orang asing yang menghalangi mu mendapat kan im jae bum? Lantas apa yang kau harapkan dari larang-larangan bodoh mu itu?"
"—it –itu.. –ak –aku han—"
"ah~ jangan bilang kau mulai kehilangan ku? kau merindukan hidup damai mu yang selalu aku kacau kan?" ia berbalik dan berjalan bak berada di catwalk. Reflek aku mundur tiap kali ia mengambil langkah maju
"—ja –jangan membual! "
"kau kesepian? Merindukan ku? atau kau sudah mulai menyadari bahwa apa yang kau rasakan pada im jae bum itu bukan rasa cinta?" daehyun melayangkan pertanyaan beruntun. Wajahnya menyeringai tamp- -iblis
"—da –dalam mimpi mu! aku masih menyukai sahabat ku itu!"
"menyukai?"
"ya! Sangat menyukai nya" ujar ku yakin
"aku juga sangat menyukai dewi kampus kita-"
"—tidak boleh! Kau tidak boleh menyukai siapapun! Kau bilang kau menyukai ku!" aku berteriak penuh amarah.
Bagaimana mungkin semudah itu dia berpindah hati?!
"aku tidak menyukai anda tuan muda yoo youngjae. anda ini percaya diri sekali " ucapnya mengejek
"—tidak mungkin! Kau menyukai ku!" aku mencengkram kerah kemeja daehyun yang tidak di kancingkan
"oh kau berharap aku menyukai mu?"
Aku mengerjap bingung. Melupakan rangkaian makian yang sudah ku susun karena daehyun berani menyangkal bahwa ia menyukai ku.
Ucapannya sedikit masuk akal. Kalimat ku beberapa saat lalu memang seolah-olah aku mengharapkan –atau memaksa nya mengakui bahwa dia menyukai ku.
Jadi….
"itu benar?" pertanyaan menuntut daehyun merusak argumentasi ku.
"—be –benar apanya!"
Hahhhh "jujurlah pada dirimu sendiri. Kau mengharapkan aku menyukai mu kan?"
"dalam mimpi mu!"
"tsk!" daehyun menghentak tangan ku agar cengkraman longgar ini terlepas.
"aku pergi. lupakan perjanjian konyol mu" sambungnya berlalu dari hadapan ku
"aku belum selesai!" teriak ku penuh amarah.
"tapi aku sudah! Berhenti mengganggu hidupku! Kau memotong jatah pendekatan ku dengan dewi kampus"
"sudah kubilang jangan mendekati jalang it— thu!" aku kesulian melanjutkan teriakan ku saat merasakan tangan besar daehyun mencengkram rahang ku.
Shit! Sakit sekali –entah karena alasan apa hati ku jauh lebih sakit mendapat perlakuan kasar dari nya hanya karena hinaan ku pada si jalang itu. Mata ku memanas melihat kemarahan tercetak jelas dikedua mata elangnya
"jangan pernah menghina nya! Dia lebih baik dari mu!" ujarnya seraya menghentak cengkaram itu sampai aku terdorong ke belakang.
Aku menatap tak percaya akan perlakuan daehyun. Menatap punggung tegapnya yang perlahan menjauh
-hiks sakit sekali! Aku hanya bisa menangis tersedu meratapi segalanya di akhir sebuah kesadaran yang tak berguna.
"aku minta maaf… -dae "
Kenapa sulit sekali mengatakan hal itu pada mu? Harusnya aku menghentikan mu saat kau berjalan menjauh seperti ini.. berteriak sekencang mungkin agar kau tak lagi menambah jarak antara kita.
Aku ingin kembali memutar waktu, kembali menelisik waktu dimana kau mengacaukan kehidupan ku.
Mencekoki ku dengan keberadaaan dirimu dimana pun. Mencurahkan segela perhatian mu tanpa ku minta. Menghujani hati ku dengan cinta mu meski aku menutup mata akan semua itu.
Sekali saja… hanya sehari pun tak masalah kembali ke waktu itu..
Seandainya saja aku bisa kembali.. aku akan mendekap mu, hingga kau takkan terpisah dari ku. Sedetikpun takkan ku lepas..
Aku akan memberikan segalanya.. semua yang ku punya. Cinta ku.. hati ku.. tubuh ku bahkan nyawa ku akan ku berikan pada mu bodoh!
Berbalik lah dan peluk aku!
Aku akan mengatakan "terima kasih!" akan semua yang kau berikan padaku. Aku ingin mengatakan semua kata yang tak pernah ku sampaikan pada mu.
Mengubur sifat naïf ku dan mengatakan dengan gamblang bagaiaman perasaan ku pada mu!
Jika aku tidak bisa kembali ke masa-masa itu, berbalik lah dae.. aku mohon!
"berbalik lah dan peluk aku brengsek! Aku –hiks –mencintai mu!" ratap ku pilu.
Tangis ini makin menjadi saat kilasan masa lalu akan sosok daehyun bermain apik dalam ingatan ku
"—sangat mencintai mu daehyun bodoh!"
**Mind to R&R?**
netes dah kelanjutannya.. wkwk ide pasaran ini mungkin bakal ada empat chapter (bisa lebih juga, tapi gk bakal lebih dari 8/10).
nah btw itu paragraf akhir ada mix dari penggalan lirik lagu day6 i would. wkwk
pas nulis ini dengerin lagu itu, rasanya ngefeel. kata aku sih itu mah.
btw makasihhh buat **Just daejae - Sooya - Jung Rae Gun - farika09 - daejae** yang udah repot-repot R&R ff pasaran ini. kkk
meski pasaran aku gak mlagiat kok.
Ps: aku baru nyadar judul di dalem ff apa di tl beda wkwkwk
bye bye... ^^
