STAINED
Kyungsoo berlari pontang-panting sembari menyeret koper kecil di tangan sebelah kanannya, sementara yang sebelah kiri mencoba menjejalkan roti ke mulutnya. Baekhyun yang berada di belakangnya melakukan hal yang sama. Ia mulai menjejalkan roti isi yang berada di tangan kirinya ke dalam mulutnya yang sudah mulai penuh.
"Mereka gila!" jerit Baekhyun membuat beberapa orang yang berpapasan dengan keduanya menoleh bingung dan memberikan tatapan tak nyamannya. "Ini kan hari pertama kita kerja, lalu kenapa mereka malah meninggalkan kita"
Kyungsoo dengan susah payah menelan rotinya, ia hampir saja tersedak jika ia tidak dengan segera menyambar botol minum yang berada di kantung jaket musim dinginnya. Ini masih pukul lima pagi tapi ia dan Baekhyun sudah harus berlari pontang panting menuju ke salah satu stasiun TV swasta yang berada sekitar dua kilometer dari flat keduanya. Ini semua gara-gara staff yang tanpa sengaja meninggalkan keduanya karena mengira bahwa mereka belum memiliki make up artis sendiri untuk artisnya.
Kyungsoo dengan cepat menghentikkan langkahnya saat ia telah berada di bagian depan gedung stasiun TV swasta yang di katakan Minseok di telfon. Baekhyun dengan terburu-buru merogoh saku celananya dan mengeluarkan ID Card yang di berikan Minseok kepada keduanya kemarin setelah keduanya tanda tangan kontrak.
"MUA untuk Monochrome ya?" tanya seorang resepsionis. Keduanya mengangguk dengan cepat. Resepsionis itu mengangguk maklum, sepertinya ia telah melihat hal ini lebih dari sekali. "Ruang ganti Monochrome ada di sebelah ruang ganti Kwon Ji Woo, di lantai tiga"
Kyungsoo dan Baekhyun mengangguk. Dengan cepat keduanya berlari menuju lift dan naik ke lantai tiga. Saat keduanya tiba di lantai tiga, mereka langsung berlari mencari ruang ganti grup yang akan mereka rias. Saat menemukan pintu dengan nama Monochorme tertempel di depannya Kyungsoo dengan berani membuka pintu tersebut tanpa mengetuknya. Ia melongokkan kepalanya ke dalam. Pandangannya bertemu dengan Minseok yang sedang membuka bungkus snack kripik kentang.
Minseok berdiri dengan senyuman, "Ahirnya kalian datang"
Kyungsoo hanya tersenyum canggung, ia membuka lebar pintu agar Baekhyun dapat ikut masuk. Minseok adalah manajer Monochrome. Monochrome sendiri adalah sebuah grup laki-laki yang tengah menuai popularitas setelah debut mereka dua minggu yang lalu. Chanyeol salah satu member Monochrome adalah teman dekat Kyungsoo sejak SMP maka tak heran ia dapat di rekrut sebagai MUA Monochrome atas rekomendasi dari Chanyeol sendiri.
"Aku minta maaf karena memanggil kalian tiba-tiba. Ini adalah keadaan darurat, MUA yang bekerja sebelum kalian harusnya masih bekerja hingga hari ini tapi tiba-tiba saja dia mengalami kecelakaan dan tak bisa datang"
"Tidak apa-apa, lagipula ini adalah konsekuensi dari pekerjaan kami" jawab Baekhyun sembari membuka koper berukuran sedang yang di bawanya tadi.
"Apa Chan—Ah, maksudnya Monochorme sedang melakukan latihan?" tanya Kyungsoo sembari membuka beberapa jenis BB Cream.
Minseok mengangguk, "Mereka akan selesai sebentar lagi"
Kyungsoo mengangguk kecil. Ia dengan cepat membuka beberapa barang yang ia perlukan. Dalam hati ia merasa bahagia karena impian temannya dapat terwujud. Chanyeol telah melalui training selama lima tahun sejak ia menginjak bangku kelas dua SMP. Ia melihat seluruh perjuangan Chanyeol dari bukan siapa-siapa hingga ahirnya kini menjadi salah satu idol yang di gandrungi para gadis.
Saat ia tengah tenggelam dalam nostalgia masa lalunya degan Chanyeol. Pintu ruang ganti tiba-tiba terbuka. Refleks ia dan Baekhyun langsung menoleh, ia melihat beberapa anggota Monochrome satu persatu masuk. Dengan sopan ia dan Baekhyun membungkuk memberi salam. Sementara Minseok sudah mulai cerewet tentang jadwal berikutnya.
"Kyungsoo!" itu Chanyeol ia dengan cepat berlari kecil menuju Kyungsoo dan menggenggam tangan Kyungsoo yang sedang memegang kuas make up.
"Kau datang.. kau datang.. aku senang sekali" Chanyeol memekik senang. Kyungsoo tersenyum, ia melepaskan genggaman tangan Chanyeol kemudian menepuk tangan laki-laki di depannya.
"Kau melakukan semuanya dengan baik kan?" Chanyeol mengangguk. Dengan cepat Chanyeol melepas tangannya kemudian memeluk Kyungsoo erat.
"Ini semua berkat dukunganmu. Maka dari itu aku ingin membalas jasamu"
Kyungsoo mengangguk kecil sebagai jawaban, ia kembali menggenggam tangan Chanyeol dengan seedikit remasan. Jika saja Chanyeol saat itu menyerah seperti dirinya, ia pasti tidak akan memaafkan dirinya sendiri.
...
"Aku tidak menyangka orang yang dulu selalu menempel padamu sejak SMP itu akan menjadi idol terkenal seperti sekarang" ujar Baekhyun. Di tangan kiri laki-laki itu sudah ada beberapa permen dengan berbagai rasa.
"Dia memang berbakat sejak dulu" gumam Kyungsoo, "Jadi aku tidak heran sekarang dia menjadi idol seperti ini" lanjutnya.
Baekhyun mendecih kecil. Ia membuka salah satu permen yang berada di tangannya, lalu membuang bungkusnya ke tempat sampah yang paling dekat dengannya. Tangannya yang lentik dan gesit menutup beberapa make up yang telah selesai ia pergunakan dan menatanya kembali ke koper kecil yang tadi pagi di seretnya. Kyungsoo juga melakukan hal yang sama. Ia mulai menata kembali alat-alatnya.
Setelah acara musik disini mereka akan ikut staff ke acara selanjutnya. Acara selanjutnya berada di salah satu stasiun TV swasta yang jaraknya cukup jauh, jadi mereka harus cepat karena Monochrome adalah grup rookie jadi mereka biasanya mendapat bagian saat pembukaan acara musik. Itulah mengapa mereka harus gerak serba cepat karena sehabis ini mereka akan melakukan perjalanan yang cukup jauh.
"Ah!" Baekhyun tiba-tiba saja memekik keras. Kyungsoo mengalihkan pandangannya ke arah yang di tunjuk Baekhyun, "Kau tau dia?" tanya Baekhyun.
Baekhyun ternyata menunjuk ke sebuah TV yang memang di sediakan untuk menonton acara musik yang tengah berlangsung. Tepat pada penampilan Jang Mi Yeon dengan sexy dancernya.
Kyungsoo menggeleng.
"Itu dancernya Jang Mi Yeon. Dia sedang sangat terkenal di situs-situs fans" ujar Baekhyun sembari tersenyum kecil.
"Memangnya kenapa dia jadi terkenal?" tanya Kyungsoo penasaran. Ia rasa laki-laki itu tidak ada istimewanya. Bukankah back dancer memang seperti itu?
"Dia tampan" jawab Baekhyun. "Para fans bilang, dia seharusnya menjadi idol saja daripada menjadi dancer Jang Mi Yeon"
Kyungsoo mengerutkan dahinya, "Bukannya kalau hanya tampan semua orang juga bisa? Kita harus punya bakat kan kalau ingin di rekrut oleh agensi?"
Baekhyun hanya mengedikkan bahunya tak acuh. "Di era ini semuanya bisa jadi idol kan?"
Kyungsoo terdiam, ia memandang tangannya yang sedikit ternoda glitter dari eyeshadow. "Ya, kau benar"
...
"Minseok hyung. Bolehkan Kyungsoo ikut ke van member?" tanya Chanyeol. minseok langsung melayangkan tatapan tajam menusuk.
"Kalau kau ingin menghancurkan reputasimu jangan ajak yang lain" sinisnya. Chanyeol langsung terlihat lesu saat mendengar jawaban Minseok yang menusuk. Kyungsoo yang melihatnya jadi tidak tega.
"Jangan persulit dirimu sendiri. Lakukan apa yang Minseok hyung katakan"
Chanyeol mengangguk patuh. Ia langsung masuk ke dalam van dan menutup pintunya. Kyungsoo sendiri masih tersenyum kecil sembari menggeleng, ia kemudian berbalik dan masuk ke van yang lebih kecil. Saat ia masuk Baekhyun dan staff yang lain telah di dalam.
"Chanyeol itu.. sepertinya suka padamu"
Kyungsoo terkekeh, "Itu tentu saja kan? Kami kan bersahabat sejak SMP"
"Ah... yeah.." sahut Baekhyun. Ia terlihat agak lesu saat mendengar jawaban Kyungsoo.
Dua puluh menit kemudian mereka telah sampai si stasiun TV yang berikunya. Semuanya keluar dengan tergesa-gesa begitu pula Baekhyun dan Kyungsoo. Mereka dengan cepat langsung mengambil koper peralatan mereka lalu berlari memasuki gedung. Chanyeol terlihat ingin mundur kebelakang mendatangi Kyungsoo, tetapi dengan cepat Minseok menahannya. Keduanya terlihat berdu argumen yang di ahiri dengan Chanyeol yang pasrah di seret Minseok ke lantai dua gedung stasiun TV. Kyungsoo tau Chanyeol pasti ingin menghampirinya tetapi di larang Minseok.
"Kakiku benar-benar pegal"
Kyungsoo menoleh ke samping kiri. Ia menemukan Sehun salah satu member Monochrome yang paling muda. Kyungsoo mengangguk kecil, tentu saja mereka lelah. Saat menjadi rookie itu berarti kerja 24 jam selama 7 hari. Itu semua di lakukan agar grup tersebut dapat di kenal luas. Jadi pada dasarnya grup rookie adalah grup yang akan bekerja tanpa henti hingga kegiatan promosi berahir. Bahkan setelah kegiatan promosi selesai mereka akan di sibukkan oleh pekerjaan lain.
"Apakah setelah ini masih ada jadwal lain?"
Sehun terlihat berfikir, "Masih ada tiga acara musik lain sehabis ini. Lalu setelah itu kami akan ada shooting untuk talkshow"
Kyungsoo mengangguk, "Kalian telah bekerja keras untuk waktu yang lama. Kuharap kalian mendapat hadiah yang setimpal. Fighting!"
Sehun tersenyum, "Ya. Semoga saja"
Sementara para member Monochrome mengganti konsum panggung mereka. Kyungsoo langsung membuka kopernya, tangannya dengan gesit mengambil kuas dan primer wajah. Orang pertama yang ia rias adalah Jongdae, sementara Baekhyun sedang merias Suho. Chanyeol dan Sehun menunggu di belakang sembari bermain ponsel. Ia menyelesaikan riasan Chen dalam waktu sembilan belas menit. Chanyeol dan Sehun langsung berdiri saat melihat Jongdae dan Suho selesai di rias. Minseok dengan cepat menarik lengan Chanyeol agar di rias Baekhyun sementara Sehun mendatangi Kyungsoo dan duduk di depannya.
"Minseok hyung!" Chanyeol terlihat kesal, tetapi Minseok terlihat sangat tidak perduli. Kyungsoo hanya terkekeh.
Saat para member Monocrome selesai di rias Minseok lansung menggiring keempatnya untuk rehershal.
"Bereskan semuanya, setelah acara ini selesai kita akan ke stasiun TV yang lain" Kyungsoo dan Baekhyun mengangguk patuh.
"Ah, aku akan ke kamar kecil dulu. Tanganku penuh dengan glitter" Baekhyun mengangguk kecil sebagia tanggapan.
Kyungsoo dengan cepat keluar dari ruang ganti dan berlari kecil menuju toilet, sesekali ia membungkuk pada beberapa orang yang berpapasan dengannya. Saat ia membuka pintu toilet ia langsung di hadapkan dengan punggung lebar seseorang.
"Ah!" Kyungsoo tersikap kaget. Laki-laki di depannya juga langsung berbalik dan terlihat kaget saat melihat ada orang lain di depan pintu.
"Ya Tuhan. Maafkan aku, aku terburu-buru jadi tidak sempat masuk ke bilik toilet dan mengganti bajuku disini"
Kyungsoo mengangguk kecil saat laki-laki itu menjelaskan alasan mengapa ia telanjang dada di depan wastafel.
"Apa ini menggangumu? Aku akan segera keluar setelah menyelesaikan ini"
"Oh tidak. Ambillah waktu sesukamu, aku tidak bermaksud mengusirmu"
Kyungsoo ahirnya mundur lalu menutup pintu toilet di depanya. Ia mengurungkan niatnya untuk ke toilet. Saat ia berbalik untuk pergi, pintu toilet tiba-tiba saja terbuka. Menampilkan laki-laki yang tadi bertelanjang dada di toilet. Tentu saja kini laki-laki itu telah berpakaian.
"Tunggu!" Kyungsoo menghentikkan langkahnya, ia kembali berbalik memandang laki-laki yang berdiri di depan toilet itu. "Kau bisa memakai toiletnya sekarang"
"Tidak usah. Aku hanya ingin cuci tangan tadi. Aku bisa cuci tangan nanti saja, sepertinya kau lebih membutuhkannya"
Laki-laki di depannya diam-diam melirik tangan Kyungsoo. Ada noda glitter berwarna kemerahan. Sepertinya noda eyeshadow. Tatapan laki-laki itu kembali ke atas. Menatap mata bulat Kyungsoo.
"Kau make up artis untuk grup rookie itu ya?" tanya laki-laki di depannya, "Monochrome kan?"
Kyungsoo tersentak kaget, sebenarnya lebih ke heran. Bagaimana laki-laki ini bisa tau. Laki-laki di depannya tersenyum.
"Aku sudah berada sangat lama di dunia entertain ini. Dan ingatanku cukup baik, aku baru melihatmu jadi kemungkinan besar kau bekerja untuk grup rookie. Dan satu-satunya grup rookie yang di undang ke acara hari ini adalah Monochrome" laki-laki di depannya menjelaskan dengan detail.
Kyungsoo terus memandang laki-laki di depannya. Wajah laki-laki di depannya terlihat familiar. Ia seperti pernah melihatnya di suatu tempat.
"Ah! Kau adalah dancernya Jung Mi Yeon sunbaenim kan?" pekik Kyungsoo terlalu bersemangat.
Laki-laki di depannya tersenyum ramah lalu mengangguk kecil, "Benar sekali. Aku Kai. Salam kenal"
Kyungsoo terdiam. Senyum laki-laki di depanya ini tanpa sadar membawa rasa menggelitik di hatinya. Ada sesuatu yang berbeda dan sangat di rindukannya saat melihat senyum laki-laki ini. Ini adalah dejavu yang menggetarkan hatinya.
TBC
Makasih buat semua yang komen, like, sama follow story gue. Gue kaga nyangka ternyata masih ada serpihan kaisoo shipper yang masih bertahan sampe sekarang. Liat kalian komen, like, sama follow story gue gue jadi terharu. Ternyata kaisoo belum kehilangan powernya.
Pai-pai on next chapter
