WARNING

IT'S GENDERSWITCH

MATURE CONTENT

BILA MASIH DIBAWAH UMUR SEBAIKNYA JANGAN BACA

Cerita ini 100% murni dari hasil imajinasi saya, jadi jika menemukan kesamaan dengan ff lain mungkin itu hanya kebetulan:)

Bahasa yg di gunakan saat adegan NC adalah bahasa frontal, jadi bila tidak suka lebih baik tidak usah baca:)

HAPPY READING

*

Byun Baekhyun, seorang janda cantik beranak satu, Jayson namanya.

Mereka baru pindah sekitar tiga minggu yg lalu. Meski begitu, keduanya-Baekhyun dan Jayson- sudah cukup dekat dengan tetangga-tetangga sekitar.

Baekhyun memang orang yg easy going, ditambah dengan kelucuan si kecil Jayson, jadilah anak itu bulan-bulanan cubitan ibu-ibu kompleks yg gemas dengan pipi nya yg cukup chubby.

Ah... anak itu memang menggemaskan.

Pagi itu si kecil Jayson tengah mengayuh sepeda roda empat miliknya dengan sang ibu yg mengawasi dari belakang sambil berlari kecil.

Yeah, ini hari Minggu. Dan sudah menjadi rutinitas keduanya untuk berolahraga ringan pada setiap pagi hari minggu.

"JAYSON!" teriak antusias seorang anak kecil sambil melambaikan tangannya ke arah sepasang ibu dan anak itu.

"oh, Minki-hyung!" balas Jayson tak kalah antusiasnya. Jayson pun mengayuh sepedanya lebih cepat ke arah anak laki-laki tersebut. Sang ibu pun berlarian kecil mengejar sang anak, cukup lelah karena jarak mereka dengan seorang anak yg bernama Minki itu cukup jauh.

"hey hey, pelan-pelan sayang" tegur sang ibu melihat anaknya yg mengayuh sepeda makin cepat. Tak digubris oleh sang anak, sang ibu pun hanya mendengus kecil.

Dilihatnya Jayson sudah sampai di depan anak tersebut, mereka terlihat membicarakan sesuatu dan tak lama kemudian Jayson menaggukkan kepalanya dengan semangat. Entah apa yg mereka bicarakan.

"waah, Jayson tega sekali ya meninggalkan Momma dibelakang sendirian" ucap sang ibu dengan nada suara yg dibuat sedih.

Sang anak, Jayson hanya cekikikan mendengar nada sedih dari ucapan ibunya.

"Annyeonghaseyo aunty Baekhyun." sapa anak bernama Minki yg menyadari kehadiran ibu dari anak yg tadi ia panggil.

"nde, annyeong Minki-ah" balas Baekhyun dengan senyum ramahnya.

"Momma, Minki-hyung tadi mengajak Jayson ke water park. Jayson ingin ikut, boleh ya momma?" pinta sang anak dengan wajah antusiasnya. Ah, jadi ini yg tadi mereka bicarakan.

"Hmmm, apakah tidak apa-apa kalau Jayson ikut, Minki-ah?" tanya Baekhyun sambil menatap anak yg bernama Minki itu.

"Tidak apa aunty, eomma memang menyuruhku mengajak Jayson. Katanya eomma ingin main juga bersama Jayson." jelas anak laki-laki tersebut.

Baekhyun pun menatap anak laki-lakinya,

"yasudah, kalau begitu Jayson boleh ikut. Tapi ingat, jangan nakal oke?"

"Ayey, momma!" sahut Jayson semangat dengan mata yg berbinar senang dan bibir yg menyunggingkan senyum lebar, memperlihatkan deretan gigi susu nya.

Mereka pun berpisah, Jayson akan bersiap-siap dulu, nanti katanya Minki yg akan menjemput dirumah.

--HAPPY READING--

Matahari beranjak tinggi, hari sudah semakin siang. Jayson sudah pergi sekitar satu jam yg lalu, katanya mereka akan kembali saat sore hari. Baekhyun hanya berharap anaknya itu tidak membuat kenakalan, yg menyebabkan eomma Minki kewalahan menanganinya.

"aahh... tubuhku sudah agak lengket, sebaiknya aku mandi." gumam Baekhyun setelah merapikan beberapa peralatan dapur yg cukup berantakan karena tadi bergegas membuat sarapan.

Wanita itu pun masuk ke kamarnya, mengambil bathrob dan handuk, dan segera masuk ke kamar mandi yg terletak di kamarnya.

Melepas segala kain yg menutupi tubuhnya, setelah naked, wanita itupun menyalahan shower.

"Loh? Kok tidak keluar airnya?" Baekhyun menatap heran shower diatasnya. Mencoba berulang kali menyalakan nya namun tetap saja air nya tidak keluar.

"Aisshh, bisa-bisanya macet di hari minggu begini. Tukang perbaikan kan sedang libur..." kesal Baekhyun. Ia pun mengambil bathrob dan segera memakainya.

Wanita itu pun bergegas ke luar dari kamar mandi- tentu dari kamarnya juga, menuruni tangga menuju pintu samping yg terletak di dekat dapur. Tujuannya hanya satu, meminta tolong kepada Chanyeol, tetangga sebelah rumahnya itu.

Tok tok tok

Baekhyun mengetuk pintu samping rumah tetangganya itu dengan cukup keras, berharap segera dibukakan. Ia tidak nyaman hanya menggunakan bathrob yg menutupi tubuh nakednya.

"Duh, Chanyeol kenapa sekali. Apa dia masih tidur ya?" gumam Baekhyun.

Tak lama kemudian,

Cklekkk

Pintu itu dibuka, menampilkan sosok lelaki jangkung dengan wajah tampan yg agak sedikit sayu, dengan keadaan shirtless- atau tanpa baju, bertelanjang dada- dan hanya menggunakan celana boxer selutut.

Baekhyun melotot kaget dengan penampilan tetangganya itu. Perut sixpack yg mengundang tangannya untuk bermain dan mengelus disana. Sejenak ia melupakan tujuannya mengetuk rumah tetangganya.

Tak berbeda jauh dengan Baekhyun, Chanyeol pun tak kalah kaget dengan penampilan yg disajikan ibu satu anak itu.

Dengan hanya menggunakan bathrob yg cukup pendek, tepat diatas lututnya. Dan rambut yg dicepol asal keatas, memamerkan leher putih mulus nya yg sedikit berkeringat. Chanyeol meneguk ludahnya susah payah. Oh shit! Ini sangat tidak bagus untuk kerja jantungnya, dan tentu bagian selatan tubuhnya.

"uhm C-chanyeol..." ucap Baekhyun pelan, menyadarkan kembali pikiran Chanyeol yg sempat melayang kemana-mana.

"ada apa, noona? Kau membutuhkan sesuatu?" tanya Chanyeol dengan suara serak yg dalam. Mencoba menekan nafsu nya yg sudah tergelitik.

"emm begini, kau bisa membantu noona, Chanyeol-ah? Shower di kamar mandi noona rusak, bisakah kau memperbaikinya?" tanya Baekhyun menatap Chanyeol dengan mata memelasnya.

"oh noona, jangan tatapan itu!" jerit Chanyeol dalam hati. Bagian selatan tubuhnya berdenyut, ah sial!

Baekhyun menatap Chanyeol dalam diam, menunggu jawaban pemuda itu.

"baiklah, noona. Aku akan membantu." jawab Chanyeol sambil tersenyum, dan dibalas dengan senyum kelegaan dari sang wanita.

Baekhyun pun memimpin Chanyeol berjalan ke rumahnya, Chanyeol dibelakang mengikuti langkahnya.

Tak lama, mereka pun sampai di kamar Baekhyun. Kamar yg di dominasi warna soft pink dan putih itu terlihat begitu manis. Kamar itu tertata rapi dengan ranjang king size ditengah ruangan, terlihat begitu besar untuk Baekhyun yg tidur sendiri. Chanyeol terdiam, membayangkan bagaimana kalau seandainya dirinya juga tidur diatas ranjang itu, menemani Baekhyun, dan melakukan...itu.

"Aish Park Chanyeol, kendalikan dirimu!" teriak Chanyeol, tentu didalam hatinya.

"...yeol. Chanyeol?" terdengar suara lembut dan tepukan di lengan atasnya menyadarkan lamunanya, Chanyeol tersentak. Baekhyun menatapnya dengan pandangan bingung. Yg sialnya, begitu imut!

"ah, nde noona. Maaf aku sedikit tidak fokus. Kamar noona begitu wangi, sih." alasan Chanyeol dengan ringisan kecil.

"ah, Chanyeol bisa saja." malu Baekhyun dengan pipi yg memerah, imut!

Chanyeol sungguh gemas dengan noona-nya ini. Ingin rasanya dia kurung dikamar dan membuat pipi itu terus memerah merona karna hasrat. Oh, apalagi yg kau pikirkan Park-bastard-Chanyeol!

Tanpa Chanyeol sadari, jari lentik Baekhyun menarik lembut tangannya, menuntun Chanyeol ke kamar mandi. Sumber masalah Baekhyun pagi ini.

"Nah, Chanyeol. Shower itu tidak mau mengeluarkan air, bisakah kau perbaiki? Aku ingin mandi tapi tidak bisa, karena shower nya tidak berfungsi." keluh Baekhyun dengan wajah yg cemberut dan bibir yg dimajukan.

Astaga bibir itu minta lumat! Jerit hati Chanyeol, lagi.

Fokus Chanyeol, fokus!

"Baiklah noona, akan aku perbaiki. Tunggu sebentar." ucap Chanyeol dan langsung mulai bekerja memperbaiki shower sang tetangga.

Baekhyun melihat itu, melihat bagaimana perut kotak-kotak itu berkilauan karena keringat yg tercampur dengan air shower- yg sudah bisa mengeluarkan air lagi, berkat Chanyeol tentu saja.

Melihat itu, membuat tubuhnya memanas. Sesuatu dalam diri Baekhyun menjerit ingin mengelus, dan menjilat perut kotak-kotak itu. Merasakan bagaimana lidahnya bermain dengan lihai diatas perut yg nampak seperti chocolate batang.

Tanpa sadar, jemari lentik itu melingkari pinggang Chanyeol- dengan kurang ajarnya- dari belakang. Mengelusnya pelan, membuat sang pemuda terkejut atas aksi nekatnya.

"N-noona..." cicit Chanyeol pelan, merasakan bagaimana tangan lembut dan halus itu membelai perut ber-abs sempurna miliknya. Dia tidak akan tahan jika begini!

"Chanyeol-ah... perut mu seperti chocolate. Boleh noona mencobanya?" suara halus itu bagai petir yg menyambar seluruh kesadarannya. Kesadarannya luluh lantak, berganti dengan nafsu yg menggelayuti.

"ah sial, Baekhyun noona. Jangan menyesali ini!" sebuah seringai tercipta dibibir Chanyeol.

--HAPPY READING--

Slrupphh...

Slrphhh.. cpkhh..

Terdengar suara-suara sensual yg berasal dari kamar mandi Baekhyun.

Ya, itu suara mereka- Baekhyun dan Chanyeol-

"nghh...noona" Chanyeol menggeram saat lidah Baekhyun menjilati perut ber-abs nya semakin kebawah.

Sedangkan Baekhyun tersenyum ditengah kegiatannya menjilati dengan tekun perut kotak-kotak milik Chanyeol. Sesekali digigit nya gemas.

"akh! Noona!" pekik Chanyeol, terkejut dengan ulah nakal Baekhyun. Si pelaku hanya terkikik senang.

Karena geram- dan yg pasti sudah tidak tahan, Chanyeol pun mengangkat tubuh Baekhyun, dan mendudukkan nya diatas washtavel. Menatap wanita itu tajam- penuh gairah.

Tangan Chanyeol mulai merambat, menggerayangi tubuh bagian depan sang wanita, lalu menangkup salah satu dari dua gunung kembar itu dan meremasnya pelan.

"ennghh...chanhh" lenguh Baekhyun pelan, matanya terpejam nikmat saat tangan itu terus meremasi payudaranya.

Sudah lama sekali sejak terakhir kali ada yg meremas payudaranya dengan cara sensual seperti itu. Membuatnya makin basah dibawah sana.

Chanyeol yg melihat raut kenikmatan di wajah Baekhyun semakin gencar meremas dan sesekali memelintir puting yg mengeras di balik bathrob itu.

Sungguh, wajah memerah dengan mata terpejam nikmat milik Baekhyun itu membuat bagian selatannya terasa sesak dibalik boxernya. Ingin rasanya segera mengeluarkan benda pusaka miliknya dan menenggelamkan nya ke lubang hangat milik Baekhyun. Ah, hanya memikirkan nya saja membuat bagian selatannya terus berdenyut, meminta di bebaskan dari himpitan boxer sialan itu!

Tapi bukan Chanyeol namanya kalau tidak bermain-main dulu, minimal sang wanita harus orgasme dulu dengan kelihaian lidah dan jari-jarinya.

Foreplay yg cukup itu penting, prinsip bercinta seorang Park Chanyeol.

Bathrob milik sang wanita disingkap oleh lengan kekar Chanyeol. Terpampanglah dua gunung kembar yg membusung dengan puting yg masih berwarna pink kecoklatan- tegak menantang, meminta untuk dijilat, dikulum dan dihisap dengan kasar.

Jari-jari Chanyeol mulai bermain disekitar puting Baekhyun, tanpa menyentuh nya tentu saja. Dan itu sukses membuat Baekhyun kewalahan dengan nafsu nya yg seperti dipermainkan oleh Chanyeol.

"hmmhh..pilin puting ku, chanhh" pinta Baekhyun dengan wajah memelas dan menatap Chanyeol- tatapan memohon yg sarat akan nafsu.

"as your wish, babe.." menuruti keinginan Baekhyun, Chanyeol pun memilin puting sang wanita dengan cukup kasar, menimbulkan lenguhan keras keluar dari bibir Baekhyun.

Suara-suara sensual yg keluar dari bibir indah Baekhyun itu bagaikan sebuah mantra yg menghipnotis Chanyeol agar berbuat lebih.

Kini, jari-jemari Chanyeol mulai gencar mengelus makin kebawah, tepat diatas gundukan tembam kewanitaan Baekhyun.

Menggantikan pekerjaan jemari tangannya, lidah Chanyeol bergrilya menjilati penuh nafsu kedua payudara Baekhyun. Menggoda kedua puting Baekhyun yg seakan memohon minta di hisap.

Seakan mengerti, Chanyeol membawa salah satu dari kedua puting itu masuk merasakan kehangatan dalam mulutnya.

Mengemutnya, dan menghisap seakan-akan puting itu mengeluarkan ASI, dan sesekali menggigitnya pelan- karena gemas. Oh, jangan lupakan lidahnya yg juga bermain disalam sana. Tetap menggoda puting menegang itu.

Desahan dan lenguhan yg sarat akan nafsu tak pernah berhenti mengalun dari bibir indah Baekhyun.

Wajah cantik itu kini telah memerah padam, dengan bibir yg sedikit membengkak- karena terus ia gigit demi menahan desahan dan lenguhan yg sebenarnya percuma untuk di redam, juga kedua jemari nya yg sedari tadi hanya bekerja meremas dengan lembut hingga kuat surai tebal milik Chanyeol. Mencoba memberikan reaksi untuk perkerjaan memuaskan Chanyeol pada putingnya.

Sedangkan Chanyeol masih asyik dengan puting milik sang wanita yg dirasanya semakin mengeras didalam mulutnya.

Tapi Chanyeol tak puas sampai disitu, dilepasnya puting itu lalu beralih pada puting yg satunya. Memberikan service yg sama, supaya adil.

"Aakh, nhh..." pekik Baekhyun saat merasakan ada jari yg mencoba menyapa kewanitaannya.

"Oohhh chanhh.. mhh" lenguhan itu mengalun lembut, dengan mata yg terpejam nikmat saat jari-jari itu mempermainkan kewanitaan Baekhyun dibawah sana.

Chanyeol dengan semangat menggesekkan jempol nya pada klitoris Baekhyun yg juga sudah menegang dan membengkak seperti biji kacang. Tak lupa juga pekerjaan mulutnya di kedua payudara Baekhyun.

Oh, Baekhyun serasa di awang-awang, digempur kenikmatan yg bertubi-tubi membuatnya hilang kendali.

Apalagi tatkala ada jari besar yg mencoba merengasek masuk tanpa permisi kedalam lubang kawinnya, dan menggelitik organ didalam sana membuatnya berkedut dengan nikmat. Seakan menyedot jari itu untuk terus masuk lebih dalam, dan menghantarkan nya pada satu titik paling nikmat yg akan membuat nafsu Baekhyun tunduk pada permainan sang jari.

"ouuhh Chanyeolhh...jarimu engh" tak sanggup lagi Baekhyun berkata-kata atas kenikmatan yg diberikan jemari Chanyeol pada lubang kawinnya.

Jari itu bekerja dengan baik memuaskan dahaga nafsu Baekhyun, membuat sang empunya diri hanya berpasrah dengan paha yg terbuka lebar.

Keluar-masuk dengan cepat, dan diselingi dengan gerakan mencongkel organ dalam wanita itu, tak lupa juga pekerjaan jari jempol yg masih setia memainkan klitoris Baekhyun hingga terasa ngilu.

Baekhyun sungguh tidak tahan lagi. Lubangnya berkedut tiada henti dan semakin keras.Tanda bahwa Baekhyun akan segera menyerah dengan nafsunya.

Chanyeol yg menyadari hal itu semakin gencar mengerjai lubang berkedut milik Baekhyun. Akan dia buat Baekhyun tunduk dengan permainan jarinya.

"oh ohh chanyeolhh..akuu nggh segara sampaihhh" kalimat itu diucapkan dengan susah payah dan tentu saja dengan desahan menyertainya.

Dan sampai akhirnya, Baekhyun menyerah dengan lenguhan keras.

"aakh aah.. aku sampai- CHANHHH!" bagaikan banjir bandang, cairan milik Baekhyun menyemprot banyak sekali sampai merembes ke paha dalam wanita itu.

Tubuh wanita itu bergetar, dan mata yg terpejam nikmat. Bibir merahnya yg membengkak itu terbuka, membuat Chanyeol gemas, ingin mencicipinya.

Tanpa membuang waktu, Chanyeol membawa bibir merah Baekhyun kedalam ciuman yg dalam. Mengecap rasa manis dan texture tebal- akibat gigitan- dari bibir merah itu. Membuatnya candu.

Lidahnya tak tinggal diam, dengan tanpa izin merengsek masuk kedalam mulut Baekhyun saat wanita itu terpekik kaget dengan permainan jarinya di lubang kawinnya yg masih sensitive setelah orgasme hebat.

Setalah merasa pasokan oksigen masing-masing telah menipis, Chanyeol dengan berat hati melepaskan bibir yg membuatnya candu itu. Terakhir mengecupnya lembut.

Chanyeol tersenyum melihat bibir itu menjadi lebih bengkak dari sebelumnya, tentu itu karena ulahnya.

Bersamaan dengan itu, Baekhyun membuka kedua matanya. Dan menatap Chanyeol dengan tatapan yg sulit diartikan. Bibirnya mengulas senyum tipis.

Chanyeol yg melihat senyuman itu pun ikut tersenyum dan mendaratkan kecupan kecil di kening Baekhyun, membuat senyum Baekhyun bertambah lebar.

"kau hebat, Chanyeol-ah.." puji sang wanita atas permainan jari dan lidah Chanyeol pada payudara dan kewanitaannya yg menghantarkan nya pada gelombang orgasme yg dahsyat.

Chanyeol hanya tersenyum mendengarnya dan merengkuh tubuh itu ke dalam dekapannya. Tentu setelah jarinya melepaskan diri dari hangatnya lubang Baekhyun.

Baekhyun pun balas memeluk laki-laki itu, dengan erat. Menyandarkan kepala nya di dada bidang yg sebelumnya menjadi sasaran kenakalan lidahnya.

Namun, Baekhyun merasakan ada sesuatu yg keras menyentuh perutnya. Mereka berdua pun terdiam, atmosfer yg tadinya romantis berangsur berubah dengan hawa panas yg kembali menguar.

Baekhyun mendongakkan kepalanya, menatap sang pemuda. Begitupun dengan sang pemuda- Chanyeol yg juga menatap Baekhyun tepat di mata sang wanita dengan kilatan nafsu.

Chanyeol merendahkan tubuhnya, membisikkan sesuatu ke telinga Baekhyun, yg membuat sang wanita menganggukkan kepala dengan pipi yg memerah.

"Bisakah penis ku merasakan hangat nya lubang berkedut milikmu, Baekhyun noona?"

-TBC-

Author note:

Aku seneng banget karena ff abal-abal ini ada yg baca jugaㅠㅠ

Terima kasih banyak untuk kalian yg membaca ya~~

Untuk yg nagih next chapter, ini udah ku update ya~ walaupun adegan naena nya aku cut xD hihi

bersabar sampai chapter depan yaa~

Dan untuk yg nanya dimana ayah nya Jayson, tunggu saja. Nanti akan diceritakan bagaimana masa lalu Baekhyun dan sampai pada adanya Jayson.

At least, thankyou banget banget!

JANGAN LUPA REVIEW YA! ITU BIKIN AKU SEMANGAY NULIS SOALNYA HEHE