CHAPTER 2

...

..

.

"Dobe, berikan padaku kertasnya!" Sasuke meminta kertas yang di tinggalkan Ino dari Naruto.

"Sepertinya kita tidak perlu mencarinya. Dia akan baik-baik saja, karena Ino datang ke Mugenjou untuk bertemu orang itu." Kata Sasuke menjelaskan.

"Teme, jangan tertipu dengan selembar kertas yang ditulis orang yang tidak kita kenal." Kata Naruto.

"Sasuke, bukannya gadis itu temanmu, apa kau tidak menghawatirkannya?" Tanya Shikamaru.

"Kalian lihat saja tulisannya, itu tulisan tidak ditulis menggunakan bolpoin ataupun spidol. Tetapi menggunakan kuas." Kata Sasuke.

"Oh, beditu." Naruto paham apa yang dimaksudkan Sasuke.

"Hei, sepertinya gadis itu sekarang bersama dengan kekasihnya." Tebak Shikamaru.

"Tak kusangka, kau detektif yang tidak buruk juga," Kata Sasuke.

"Padahal Shikamaru tidak mengenal Ino sama sekali, tapi dia paham hanya dengan beberapa menit saja dari penjelasan Sasuke dan yang lebih hebat lagi tebakannya 100% benar." Kata Naruto di dalam hati.

"Sasuke, sebenarnya kau memujiku atau meremehkanku?" Lanjut Shikamaru bertanya.

"Hn." Jawab Sasuke singkat.

"Sebaiknya kita bergegas sebelum yang lain dari mereka datang." Kata Naruto.

"Tunggu!" Kata Sasuke yang merasakan ada seseorang yang datang.

Tiba-tiba rantai yang panjang dengan ujungnya sebilah kunai menjulur kearah Naruto dengan cepat dan hampir mengenai Naruto kalau dia tidak menghindar dengan cepat.

"Wah wah wah … gerak reflek yang bagus ya …" Ucap seorang gadis yang tersenyum.

"Hei Tenten, kenapa kau menyerangku tiba-tiba, kau mau membunuhku ya, dan senyuman apa itu?" Kata Naruto yang tidak terima.

"Oh … itu cuma salam saja kok dan juga terima kasih sudah menghabisi mereka semua. Jadi kami tidak buang-buang tenaga." Ucap Tenten.

"Apa maksudmu dengan kami? Kau bersama siapa? jangan-jangan …" Tanya Naruto dan dia terkejut ketika melihat disamping Tenten ada seorang laki-laki yang dia kenal.

Laki-laki itu memakai kimono panjang yang berwarna biru muda dengan rambut coklat tua yang mencapai pangkal lehernya dan sebagian besar poni menutupi sisi kiri wajahnya.

"Ut, Ut, Utakata? Ke-kenapa kau juga ada disini?" Tanya Naruto dengan tergagap-gagapnya.

"Lama tidak bertemu Naruto, sepertinya kau sehat-sehat saja. Aku disini kan karena partnernya

Tenten dan juga tujuan kami ke Mugenjou sama dengan kalian." Ucap Utakata sambil tersenyum kepada Naruto, tetapi Narutonya bergidik ngeri ketika Utakata tersenyum padanya.

"Sepertinya akan lebih menarik. Hilang satu tambah dua. Tetapi ingat, yang akan mendapatkan Disc itu adalah kami!" Kata Sasuke memberi peringatan pada Tenten dan Utakata.

"Sebenarnya disc itu isinya apa? Kata Sasuke memang benar, ini sangat menarik tetapi juga sangat merepotkan." Ucap Shikamaru di dalam hatinya.

Di Sebuah lorong yang panjang menuju bawah, tampak Ino sedang bersama seorang pria yang seumuran dengannya. Tinggi pria tersebut sama dengan tinggi Ino.

"Kenapa kau mengajak ku ke tempat gelap seperti ini?" Tanya Ino pada seorang laki-laki yang berjalan di sampingnya.

"Aku dulunya tinggal di tempat ini bersama kelompok dan kakakku. Tetapi semuanya telah pergi," Kata pria tersebut.

"Maksudmu mereka semua mati?" Tanya Ino penasaran.

"Tidak semuanya, tapi ketua dan Kakakku juga tewas. Penyebab dari semua itu adalah terjadinya konflik sesama Clan Uchiha. Terutama keterlibatan ketua kami terhadap penyelundupan mata dari Clan Uchiha, Mata yang disebut sebagai mata setan. Clan yang paling di incar matanya untuk di perjual belikan. Sungguh ironis memang." Ucap pria itu.

"Ma'af, sepertinya aku mengungkit masa lalumu yang menewaskan kakakmu," Ucap Ino menyesal atas pertanyaannya tadi.

"Tidak apa-apa, itu semua adalah takdir. Tapi bukannya Sasuke juga dari Clan Uchiha? Sepertinya dia satu-satunya yang masih memiliki mata setan tersisa" Ucap pria itu.

Mereka berdua menuju ke tempat Mugenjou Konoha bagian bawah. Dulu orang-orang Mugenjou Atas yang memiliki mata setan tersebut sudah bertikai dengan golongan Mugenjou bawah yang memiliki mata setan juga. Hingga konflik itu berakhir dengan sebuah perjanjian, dan Orang dari Mogenjou tengahlah yang menjadi penengah di antara kedua belah pihak. Salah satu dari isi dari perjanjian tersebut adalah Clan Uchiha yang memiliki mata setan atau yang lebih dikenal dengan sebutan saringan harus dimusnahkan dengan jalan mentransplantasikan dengan mata biasa atau mata tersebut di segel hingga tidak bisa di pergunakan lagi.

"Tempat ini sudah tidak terawat lagi, kau masih belum menjawab pertanyaanku. Kenapa kau mengajakku ketempat seperti ini?" Tanya Ino.

"Aku hanya menunjukkan tempat kita nanti tinggal setelah kita menikah nanti," Jawab Pria itu.

Wajah Ino jadi memerah karena pria tersebut melamarnya secara tidak langsung.

"A-aku tidak mau," Kata Ino.

"Maksudmu, kau tidak mau menikah denganku?" Tanya pria itu.

"Bu-bukan begitu, maksudku aku tidak mau tinggal di tempat bawah tanah ini, seperti tikus saja." Jawab Ino dengan malu.

"Jadi kau menerimaku jadi suamimu? Tanya pria itu.

Tiba-tiba pria itu mendekat ke arah Ino yang menyebabkan Ino bergerak mundur, tapi di belakang Ino ada tembok. Wajah pria itu mendekat ke wajah Ino.
"Sai, apa yang mau kau lakukan?" Tanya Ino pada pria itu yang ternyata bernama Sai.

"Aku mau melukis bibirmu dari dekat, tapi sebelum aku lukis harus kurasakan terlebih dulu." Jawab Sai dengan senyuman andalannya.

Tiba-tiba Ino melingkarkan tangannya ke leher Sai dan menciumnya sekilas.

"Kau agresif sekali Ino. Tapi aku belum begitu merasakannya dengan jelas, takutnya nanti lukisanku juga tidak jelas. Kita lakukan lagi ya," Ucap Sai yang langsung mencium Ino. Ino pun membalasnya.


Kembali ke tempat Sasuke dan kawan-kawan. Setelah itu mereka berlima tiba di depan pintu Mugenjou. Naruto bersiap membuka, ketika pintu terbuka ada sesuatu yang mengejutkan mereka. Segerombolan tikus mengelilingi mereka dari berbagai arah.

"Tenang saja, akan aku selesaikan dengan cepat," Kata Utakata.

Utakata mengeluarkan gelembung-gelembung kecil dari tangannya. Kemudian gelembung tersebut menyelubungi tikus-tikus itu. Setelah itu semua tikus terangkat ke atas dan gelembung itu meledak yang mengakibatkan tubuh tikus itu terkoyak hingga mati mengenaskan.

"Brengsek," Ucap pria yang berdiri di belakang tembok.

Tiba-tiba mereka dikejutkan lagi dengan seekor anjing yang berukuran cukup besar melompat siap menerkam mereka dari atas.

"Awasss!" Ucap Naruto.

Mereka semua menghindar.

"Hei," Ucap Sasuke.

"Apa, cepat sekali?" Ucap pria di belakang tembok itu.

Dengan gerakan cepatnya Sasuke sudah berada di depan pria itu da bersiap menghantam pukulan ke wajah pria itu. Pukulan Sasuke sukses mengenai wajah pria itu dan terlemparlah dia ke lantai.

"uhh, sial," Ucap pria itu.

"Tunggu dulu Sasuke, dia adalah temanku. Kiba, kau tidak apa-apa?" Kata Naruto.

"Dasar penghianat kau Naruto … setelah kau keluar dari Mugenjou, semuanya jadi kacau." Ucap pria itu yang ternyata bernama Kiba.


Flashback.

Dulunya Naruto adalah pemimpin Mugenjou Konoha. Tetapi dia keluar dari sana dengan alasan tertentu dan sekarang Mugenjou di pimpin oleh seorang bocah yang umurnya beda 3 tahun di bawah Naruto. Bocah itu bernama Konohamaru. Tetapi Naruto tidak pernah melupakan teman-temannya. Gedung Mugenjou Konoha terbagi menjadi tiga bagian. Di antaranya adalah bagian atas, tengah, dan bawah. Tiap bagian memiliki pemimpin/ketua masing-masing. Naruto merupakan mantan pemimpin Mugenjou Konoha bagian tengah. Naruto sewaktu masih kecil di buang ke Mugenjou ini dan di besarkan oleh kakek angkatnya yang bernama Jiraiya. Di dalam tubuhnya terdapat kekuatan monster rubah berekor Sembilan. Ketika dia keluar dari Mugenjou, kekuatan monster tersebut tidak bisa dikeluarkan sepenuhnya saat bertarung karena sumber kekuatannya berasal dari Mugenjou.

Flashback selesai.


"Kiba, aku keluar dari Mugenjou karna mempunyai alasan tersendiri yang tidak bisa kujulaskan," Kata Naruto dengan wajah tertunduk.

Tiba-tiba gelembung besar menyelubungi Kiba dan anjingnya. Kiba pun terkejut, dia berupaya keluar dari gelembung itu dengan koko tajamnya. Tetapi gelembung itu meletus dengan sendirinya.

"Akhh.. Na-ru-to. Dia terus menunggu kedatanganmu. Uhukh…" Ucap Kiba dengan mulut engeluarkan darah.

"Brengsek kau Utakata." Kata naruto dan siap menyerang Utakata tapi Sasuke mencegah Naruto.

"Ingat tujuan kita Naruto!" Ucap Sasuke.

"Aku tau Sasuke, tapi dia sudah keterlaluan." Ucap Naruto yang kesal.

"Tenang saja, dia tidak ku bunuh, hanya kubuat pingsan. Aku tidak punya waktu berlama-lama disini." Ucap Utakata.

"Benar yang di katakan Utakata, kita harus cepat." Ucap Shikamaru.

"Ma'afkan aku Kiba." Ucap Naruto.

Merekapun terus melanjutkan perjalanan mencari disc itu dengan naik lift. Setelah itu pintu lift terbuka. Yang ada dihadapan mereka sekarang adalah sebuah ruangan yang sangat luas. Ada sebuah meja yang diatasnya terdapat sebuah dadu dan di dalam ruangan itu terdapat 6 pintu.

"Naruto, kau pernah tinggal disini kan? Pintu mana yang menuju ke tempat bocah Konohamaru itu?" Tanya Sasuke kepada Naruto.

"Entahlah, aku tidak tau. Sejak aku tinggal disini pintunya cuma ada satu. Tapi sekarang ada 6." Ucap Naruto.

"Sepertinya kita sudah berada dalam permainan bocah itu. Coba lihat, diatas meja ada sebuah dadu . Dadu ini memiliki 6 bilangan angka. Bagaimana kalau kita undi melalui dadu ini. Diatas pintu juga terdapat angka 1 sampai 6. Jika dadu yang kita lempar menunjukkan angka 1 maka yang melempar dadu tersebut masuk ke pintu yang bernomorkan 1 juga." Kata Shikamaru menjelaskan.

"Jadi maksudmu kita harus berpencar, terus kita kan ada 5 orang, sedangkan pintunya ada 6?" Tanya Tenten.

"Itu tidak masalah, yang penting kita lakukan apa yang dikatakan pria berambut nanas itu," Kata Utakata sambil melempar dadu itu keatas dan dadu itu jatuh hingga menunjukkan titik satu berwarna merah yang dalam artian bilangan satu.

Kemudian Shikamaru juga melempar dadu itu yang menunjukkan bilangan 2. Setelah itu Sasuke, Naruto, dan Tenten.

"Apa ini sebuah kebetulan?" Tanya Tenten, karena dadu yang mereka lempar menunjukan angka berurutan. Di mulai dari Utakata: 1, Shikamaru: 2, Sasuke: 3, Naruto: 4, Tenten: 5.

"Ini bukan suatu kebetulan, tetapi sesuatu yang sudah direncanakan oleh bocah itu. Jadi, sejak kita berada di wilayah Mugenjou, kita sudah di awasi dan kita sekarang terpaksa harus mengikuti permainan bocah itu." Kata Sasuke.

Mereka berlima pun bersiap untuk memasuki pintunya masing-masing.

Di tempat lain.

"Kalian bersiaplah ke tempat yang sudah aku bagikan tadi!' Ucap Konohamaru yang terus mengawasi pergerakan Sasuke dan kawan-kawan melalui kamera pengawas yang disembunyikan.

"Jadi aku harus melawan detektif yang sok pintar itu ya? Sepertinya aku akan menang mudah." Kata seorang gadis berambut kuning.

"Kau beruntung mendapatkan lawan yang mudah, sedangkan aku harus melawan orang yang sudah ku kenal. Pasti sangat sulit." Ucap gadis berambut pink dengan mata emeraldnya yang indah.

"Kalian jangan meremehkan lawan kalian. Takdir belum tentu sama dengan perkataan kalian." Kata pria berambut hitam panjang.

"Hei bocah, apa aku boleh membunuhnya? Aku sudah tidak sabar lagi untuk memotong-motongnya menjadi beberapa bagian, khu khu khu," Ucap pria berambut merah.

Bersambung ...

Spesial Thanks For REVIEW ::

Pertanyaan para reviewer akan terjawabkan dalam cerita ini.

Mohon reviewnya ya buat chapter 2 ini. Apa cerita ini layak untuk dilanjutkan? Karena review kalian akan membantu Author, apakah Fanfic ini layak untuk di buatkan chapter berikutnya atau berhenti sampai di sini.

...

..

.

REVIEW