Tekken Chinmi (c) Maekawa Takeshi
by Ratu Obeng (id: 1658345)
.
.
.
—Chit Chat 02—
Tidak hanya tangan, Chinmi mulai merendam kaki hingga sebatas lutut. Sisa-sisa darah dan peluh sudah hilang dari permukaan jari-jarinya. Sekarang dia malah sibuk leha-leha di tepi sungai tidak jauh dari kuil Dairin, menikmati merdu kicauan burung yang hampir mencabut kesadaran.
"Untung Kudanya bisa melahirkan dengan baik, ya." suara Shie Fan terdengar mendekat, Chinmi mengangguk tanpa menoleh.
Tahu-tahu kedua karib itu sudah duduk bersisian, memandang kehijauan dan bebatuan yang jauh. Begitu asri dan nyaman.
"Ini pertama kali aku membantu seekor kuda melahirkan." jujur sang guru muda sembari tergelak canggung, "Cukup ngeri juga ternyata."
"Aku sih dulu pernah membantu sapi ayahku melahirkan. Kalau nyari kayu bakar di tengah hutan, kadang nggak sengaja juga melihat versi kelinci atau tupai."
Chinmi sedikitnya tertarik, "Kalau manusia?"
Gelengan bertubi-tubi Shie Fan sebagai reaksi—yang kemudian disambut paras kecewa.
"Bukannya membantu proses kelahiran itu hak bidan dan keluarga? Lagian Aku nggak punya saudara perempuan."
"Begitu, ya. Berarti aku bisa membantu kakakku melahirkan bayinya suatu saat nanti."
"Lalu aku membantu siapa donk?" Shie Fan pura-pura merajuk. Tangannya disilang di depan dada.
"Aduh... iya, ya... siapa ya..." Chinmi garuk-garuk tengkuk, "Nanti kamu bantuin aku aja, gapapa kok. Kita kan udah kayak saudara."
Shie Fan bengong dulu sekian detik. Alisnya berkerut hebat.
"Kamu?"
Chinmi bingung kenapa oksigen mendadak gagal tembus ke paru-paru.
"Aku?"
Jangan salah paham, Chinmi tidak sedang jadi duta shampo lain.
"Chinmi... kamu..." jari telunjuk Shie Fan ikut terangkat untuk menuduh, "Bisa hamil?"
"...hah?"
Menjauh cepat dari balik semak-semak, untuk kesekian kalinya Jintan dan Bikei lagi-lagi punya gosip nista yang bisa dibahas dalam acara makan siang massal sebentar lagi. Sementara yang digunjingkan masih tampak sibuk menjelaskan maksud kesalahpahamannya satu sama lain dengan pipi bersemu sempurna.
END
.
.
.
A/N:
Nah bener, kannn!? Pas chapter ini terbit grup privatnya beneran ditutup permanen sama adminnya #SOB
Drabble2 sih berhasil diselamatin, tapi gambar2 yang udah susah payah dibuat harus goodbye dadah ;;n;;
Btw, ayo donk ajakin author2 lain tebar cinta di fandom presyes ini! Mari sama2 kita lestarikan agar mereka tidak punah! (?) #masih
R&R maybe?
