Pairing : Ichiruki

Diclaimer : Bleach adalah milik Tite Kubo seorang. Saya tidak berhak merebut dari tangannya, karena itu melanggar hukum.

Mohon maaf bila ada kesamaan nama, tingkah laku, sifat, postur tubuh, profesi/pekerjaan, kegemaran, dan lain-lain. Tapi sebenarnya ini bukan kesalahan saya sepenuhnya, kerena jika memang ada kesamaan, itu adalah takdir tuhan.

Last Chapter

"Tapi ada satu yang kurang, jin," Kata Rukia dengan wajah yang sedih.

"Ada apa lagi? tapi permintaanmu sudah habis," Kata jin Ikaku.

"Aku…aku…aku belum memakai sepatu," Jawab Rukia.

Kemudian sang jin pun melongo mendengar perkataan Rukia.

Chapter 2

"Baiklah, kita harus segera menemukan solusinya, karena sebentar lagi pestanya akan dimulai," Kata sang jin dengan wajah yang serius.

"Tapi bagaimana caranya, aku sama sekali tidak punya sepatu yang wajar dipakai oleh seorang wanita," Kata Rukia masih dengan wajah sedihnya.

"Aku, punya ide yang bagus,bagaimana kalau…" kata jin Ikaku sambil melirik ke arah monyet Rukia.

"Ah iya benar juga…" kata Rukia dibarengi lirikan mata ke arah sang monyet yang tak berdosa.

Karena merasa sedang diperhatikan, sang monyet menjadi curiga dan berfikir apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh kedua orang ini? (emang monyet bisa mikir ya?). Mungkin karena merasakan firasat yang buruk, akhirnya sang monyet lari.

"Baiklah, ayo kita lakukan sekarang," Kata jin Ikaku.

"Ayo mulai," Kata Rukia.

Kemudian kedua orang aneh itu mengejar sang monyet dan akhirnya berhasil mendapatkannya.

"Monyet, sekarang juga serahkan sepatu bootsmu," Kata Rukia sambil berusaha melepas sepatu boots milik monyet.

"Uu…aaa..uuu…aa" jawab sang monyet. (Translate : nggak mau gw,kalo sepatu gw diambil trus gw pake apa donk?)

"Lo kan monyet, jadi gak usah pake sepatu. Ayo sekarang cepat serahkan," Kata Rukia.

"Aaaa…uuu..aa…uuaa" ( enak aja,biarpun saya adalah seekor monyet,tapi saya juga mau bergaya)

"Ah,dasar monyet banyak bacot loe. Serahin nggak atau loe mau gw sihir jadi monyet?" kata sang jin menengahi.

"Uuaa…uuaa…aauu" (gw kan emang monyet,ngap loe rubah jadi monyet lagi,dasar jin bego)

"Oh iya ya, pinter juga loe nyet." Kata jin.

"Uaa..aaa…uuu" (nyat nyet nyat nyet,emang gw monyet)

"Lha khan loe sendiri yang bilang kalo diri loe monyet," Kata Rukia.

"Uuuuuaaaaaaa" (Oh iya.)

"Plis monyet, serahkanlah sepatumu padaku, karena aku sangat membutuhkannya," Kata Rukia dengan puppy eyes mode.

"Uu…aaa…uuuaaa…aauu" (baiklah akan kuserahkan, tapi kau harus berjanji akan menjaganya baik-baik) kata sang monyet sambil menyerahkan sepatu bootnya dengan berat hati.

"Aku berjanji padamu nyet," Kata Rukia sembari menerima dan memakai sepatu boot milik monyet.

"Baiklah, sudah saatnya berangkat, tapi kau harus ingat Rukia, kau harus pulang sebelum tengah malam," Kata Jin sambil membukakan pintu limosin.

"Tapi kenapa aku harus pulang sebelum tengah malam jin?" Tanya Rukia karena merasa bingung atas perkataan jin Ikaku.

"Karena anak sekolahan nggak boleh tidur terlalu larut," Kata jin.

"Oh gitu…,ya udah aku berangkat dulu ya jin," Kata Rukia sambil masuk ke dalam limosin.

"Hati-hati di jalan ya, ingat minum vitamin, jaga kondisi kesehatanmu, ingat makan, dan jangan lupa mengerjakan pr," Kata Jin sambil melambaikan tangan ke arah Rukia,

"Emang gw mau merantau…dasar jin bego" kata Rukia sedikit berteriak.

"Terima kasih atas pujiannya," Kata jin sambil menangis terharu.

"Itu bukan pujian, tapi hinaan," Kata Rukia.

Akhirnya mobil pun berangkat dengan sang monyet sebagai supirnya(?). Selang beberapa lama, mobil akhirnya berhenti di depan istana Kerajaan Durian Runtuh. Kemudian Rukia turun dari mobil dan semua orang yang melihat langsung terpesona dengan kecantikannya.

Sementara itu, di dalam istana,Inoue berusaha merayu pangeran Ichigo agar mau berdansa dengannya.

"Ayolah pangeran, berdansalah denganku,apa kau tak lihat, aku sudah susah-susah berdandan hingga secantik ini hanya untuk berdansa denganmu," Kata Inoue sambil menarik lengan Pangeran Ichigo.

"Sudah kubilang aku tak mau, kau bukan tipe wanita idamanku. Aku tak suka wanita berdada super sepertimu," Kata Pangeran Ichigo sambil menepis tangan Inoue yang sedari tadi menarik lengannya.

Tiba-tiba Pangeran Ichigo terpesona melihat seorang gadis yang masuk dari pintu istana. Ia sedikitpun tak mengalihkan pandangannya pada gadis itu. Kemudian ia mendekati gadis itu yang ternyata Rukia, dan mengajaknya berdansa.

"Maukah kau berdansa denganku duhai bidadari cantik," Kata Pangeran Ichigo.

"Tentu saja Pangeran," Jawab Rukia. (Cat : Ichigo tidak tahu siapa sebenarnya gadis itu, karena saat ini Rukia menggunakan topeng)

Akhirnya mereka pun berdansa dengan romantisnya. Tapi tiba-tiba jam berdentang menunjukkan pukul 12 malam.

"Maaf pangeran aku harus pergi, sekarang sudah menunjukkan pukul 12," Kata Rukia yang saat ini telah menghentikan kegiatan berdansanya dengan Ichigo.

"Tapi kenapa kau harus pergi bidadariku?" Tanya Ichigo.

"Karena…karena…karena aku belum mengerjakan PR pangeran, anak sekolah tidak boleh pulang terlalu larut dan tidak boleh lupa mengerjakan PR," Jawab Rukia.

"Tapi kau belum menyebutkan namamu," Kata Ichigo.

Tanpa mendengar perkataan Ichigo, Rukia berlari keluar istana dan segera dikejar oleh Ichigo, mereka main kejar-kejaran layaknya di film bollywood dengan latar lagu kuch kuch hotae. Akhirnya Ichigo bisa menangkap Rukia, tapi Rukia memberontak dan sebelah sepatu bootnya terlepas. Kemudian Ichigo mengambil sepatu boot itu dan berkata "Aku akan menemukanmu bidadariku, aku berjanji."

Keesokan Harinya Di Tengah Pasar

"Perhatian…perhatian, hari ini Pangeran mengharapkan seluruh gadis desa berkumpul di Istana, karena Pangeran ingin mencari tahu siapa gadis yang tadi malam berdansa dengannya dan menjatuhkan sepatu boots miliknya," Kata seorang pengawal istana yang berambut merah dan dikuncir seperti nanas yang bernama Renji.

Setelah pengawal istana mengumumkan hal tersebut, semua gadis desa segera pergi berbondong-bondong ke Istana. Setiap gadis desa sudah mencoba sepatu boots itu, tapi ternyata tak ada yang cocok. Tapi akhirnya Rukia datang dengan membawa monyetnya.

"Apa boleh aku mencoba sepatunya?" Tanya Rukia kepada pengawal Istana.

"Tentu saja nona," Kata Renji sang pengawal istana.

Akhirnya Rukia, eh bukan maksudnya sang monyet mencoba sepatu itu dan ternyata ukurannya sangat pas.

"Uuu…aaa…uuaaa" (ya,benar ini adalah sepatuku) kata sang monyet.

Kemudian pengawal istana melaporkan hal ini kepada Pangeran Ichigo.

"Maaf mengganggu pangeran, saya telah menemukan siapa sebenarnya yang memiliki sepatu boot tersebut," Kata pengawal istana.

Tanpa basa-basi, Pangeran Ichigo langsung menuju halaman istana, karena sudah tidak sabar ingin bertemu pujaan hatinya.

"Dimana orangnya pengawal istana, cepat beritahukan aku," kata Ichigo dengan tidak sabar.

Kemudian pengawal istana menunjuk ke arah sang monyet.

"What? a monkey? I can't believe it, it's wrong," Kata Ichigo saking terkejutnya.

Tiba-tiba ada seorang gadis yang tidak lain dan tidak-tidak adalah Rukia angkat bicara.

"Maaf pangeran, memang benar itu sepatu boot milik monyet saya, tapi saat pesta kemarin, sayalah yang tengah menggunakannya pangeran," Kata Rukia.

"Jadi…jadi…jadi kamu adalah monyetnya," Kata Ichigo menunjuk ke arah Rukia.

Seketika itu Rukia langsung menghampiri Pangeran dan langsung memukul kepalanya.

"Tentu saja bukan baka, aku adalah orang yang kemarin selalu kau sebut-sebut bidadariku," Kata Rukia dengan sedikit kesal.

"Bukannya kamu adalah gadis yang ada di kebun duren itu? Oh senangnya,apa kau tahu dari dulu aku memang selalu memperhatikanmu," Kata Ichigo sambil beranjak dan menggenggam tangan Rukia.

"Benarkah itu pangeran?" kata Rukia dengan mata berbinar-binar.

"Tapi boong," Kata Pangeran Ichigo dengan sedikit tersenyum.

"Dasar pangeran Oranye berengsek," kata Rukia hendak beranjak pergi meninggalkan Ichigo. Tapi Ichigo menahan tangan Rukia dan kemudian menariknya, seketika itu Ichigo langsung memeluk dan mencium lembut bibir Rukia. Rukia yang terkejut atas perlakuan Ichigo hanya bisa diam pasrah dan kemudian membalas ciuman Ichigo.

"Pangeran,aku ingin bertanya sesuatu padamu," Kata Rukia masih dengan wajah yang memerah karena ciuman Ichigo barusan.

"Ada apa?" Tanya Ichigo.

"Apakah…apakah…apakah pangeran habis makan duren, mengapa bibir pangeran terasa seperti duren," Kata Rukia.

"He…eh.." jawab Ichigo dengan entengnya, seenteng karung beras ukuran 10 kg.

"Pangeran jahat, makan duren sendiri nggak bagi-bagi," Kata Rukia sambil memukul dada Ichigo.

"Sorry deh yang, manaku tahu kau juga suka duren."

"Iya deh kali ini aku maafin."

Beberapa hari kemudian Pangeran Ichigo dan Rukia melaksanakan pernikahan dengan mas kawin seperangkat bibit duren Bangkok beserta peralatan menanamnya lengkap dibayar tunai. Dan merekapun hidup bahagia selamanya.

Belakang Panggung :

Rukia : "Oi Ichigo, loe kejem banget ma gw, makan duren kagak ngajak-ngajak!"

Ichigo : (jongkok di pojokan sambil makan duren) "Sorry deh, abis enak siech, nanti lo q bagi cepet habis."

Rukia : "Ah dasar pelit loe!"

Ichigo : " Biar pelit yang penting tetep eksis di Bleach."

Yuki : "Oi da ribut-ribut apaan siech, ganggu orang lagi demo aja."

Rukia : "Ngapain kamu repot-repot demo, cukup para mahasiswa az yg demo!"

Yuki : "Biarin, suka-suka gw! Oi Ichigo, ngapain kamu jongkok-jongkok di pojokan, kayak anjing az!

Ichigo : "Makan duren, mau?"

Yuki : "Ogah ah, nggak doyan."

Rukia : "Ichigo jahat,yuki ditawarin, kok aku nggak? Aku kan kekasihmu."

Ichigo : "Sorry dech honey, nih q kasi yang paling gede, duren Bangkok."

Rukia : "Makasi honey, baby, sweetyku!"

Ichigo : "Sama-sama yayang."

Yuki : "Kacang kacang 20.000 dapet tiga, kacang kacang!"

Rukia : "Eh Ichi,ada mbak-mbak tukang kacang,beliin dong!"

Yuki : "Enak az, gw dibilang mbak mbak, sjak kapan gw nikah ma byakuya? Dasar pasangan aneh!"

Rukia & Ichigo : "Kami bukan pasangan aneh,dasar author sinting!" (sambil melempar duren Bangkok kearah author sinting)

Yuki : "Hap…hap…lalu kutangkap" (menangkap duren menggunakan sarung baseball yang dipinjam di tukang roti)

Rukia : "Eh, katanya nggak suka duren? truz kenapa ditangkep."

Yuki : "Lumayan untuk dijual."

Tiba-tiba dari belakang author sinting terlihatlah sosok pria.

Pria X : "Duarrrr…."

Yuki : "Eee… panak ulung"

Pria X : "Maaf mbak, saya minta kembali sarung tangannya, saya ada pertandingan baseball melawan AS sore ini."

Ternyata pria itu adalah TUKANG ROTI!!!

Yuki : "Eh ya, terima kasih bang, lain kali saya pinjem lagi ya bang."

T. Roti : "Pake apa neng?"

Yuki : "Pake nyumpel mulut anjing tetangga sebelah."

T. Roti : "Ngaak boleh neng, menurut buku yang abang baca, kita tidak boleh melakukan penyiksaan kepada binatang. Emang anjing yang mana sih neng?"

Yuki : "Noh…tu anjingnya nongol bawa roti."(sambil menunjuk kea rah sang anjing.)

T. Roti : "Oi, anjing teeetttt, berani-beraninya kamu nyolong roti gw, dasar anjing teettttt,mudah-mudahan kamu teetttt,terus kamu teeettt!" (sambil melempar golok kepada sang anjing tersangka pencurian)

Yuki,Ruki,Ichi : MELONGO RIA DIIRINGI LAGU MENGHENINGKAN CIPTA untuk mengenang jasa sang anjing!

Taman ,The End, Owari, Selesai, Fin, Su ud

Wah akhirnye selesai juga fic gaje ini. Maaf ya bila kurang lucu cz q buatnya waktu otak lagi mumet. Dan aku mohon dengan sangat R & R Please.

Saya ucapkan terima kasih sebuanyak-buanyaknya kpada :

Kodok Ngorek

Aya-na byakun

Ruki-chan suki kurosaki

Hikaru Nightray

Ishikawa Miharu atas Review'a, untuk ucapan terima kasihnya, saya akan memberikan duren Bangkok atu-atu, dikirim langsung melalui merpati post, harap ditunggu, karena saya memperkirakan dengan rumus fisika, merpati akan sampai di rumah anda pada tanggal 12 bulan 12 tahun 2012!