Tomato Tomato Love!

Story by Kuroi Sora18

Naruto © Masashi Kishimoto

Rated : T

Genre : Romance / Drama

Pair : SasuNaru

Warning : Shounen-ai! BoysLove. Abal, penuh typo yang merusak mata.

Summary : Naruto Namikaze adalah remaja tanggung dengan jiwa yang masih labil. Bertemu dengan Uchiha Sasuke seorang ketua OSIS super sadis membuat kehidupannya dibayangi oleh masa lalu yang sudah lama ia lupakan." Kau !" Mata biru itu membulat penuh keterkejutan. / " Jauhi dia!" Kyuubi tidak yakin ia dapat bertahan untuk tidak memukul wajah datar itu. / " Atau lupakan dia."

Kuroi Sora18

….

.

.

.

Chapter 2

Bila ditanya, apa yang Kyuubi benci di dunia ini? Dengan gambling Kyuubi akan menjawab dua kata yaitu Itachi dan Uchiha. Hei bukan sirik, dengki atau apa. Jelas ia tidak suka jika kebaikan hatinya yang tiada tara dibanding-bandingkan dengan teman –ahh ralat rival sekelasnya bernama Itachi Uchiha .

" Itachi-nii mau mengajariku bahasa Inggris?" Naruto, adik Kyuubi yang satu itu menatap penuh harap Itachi yang berjalan disampingnya. Kyuubi? Oh dia berjalan sendirian dan tertinggal jauh di belakang. Terkadang ia akan berlagak akan menendang bokong Itachi dari belakang. Tapi ia urung melakukannya. Apa jadinya jika samapai ia melakukannya. Pastilah kehidupan Kyuubi di dunia akan dipenuhi malapetaka.

" Hn. Lain kali ku ajarkan."

Itachi tersenyum lembut. Demi apa Kyuubi bias melihat background berwarna pink yang dipenuhi latar bunga-bunga. Dan Kyuubi ingin sekali mencubit pipi adiknya yang entah kenapa jadi berwarna semerah tomat. Tersipu? Semakin lama adiknya jadi mirip perempuan saja!

" Yey, Itachi-nii ya, Kyuu-nii juga payah dalam bahasa Inggris. Itachi-nii mau mengajarinya juga?"
Sekilas Itachi menoleh kearah Kyuubi yang sedang memasang wajah angker.

" Hounto ka?"

" Umm." Naruto mengangguk mengiyakan.

" Kemarin aku tak sengaja melihat nilai ujian bahasa Inggris Kyuu-nii."

Naruto terkikik geli ketika ia mengingat nilai yang tertera di kertas ujian kakaknya.

" Dia mendapat nilai 2. Itu lebih parah dari akau yang mendapat nilai 4."

" Naruto!"

Saat itu juga Kyuubi akan berniat membakar semua kertas jawaban ujian bahasa Inggrisnya.

Sesampainya di perempatan jalan, Itachi menghentikan langkahnya.

" Nanti sore aku jemput . Aku akan mengrnalkanmu pada seseorang. Aku yakin kalian akan menjadi teman yang baik."

" Siapa? Apa aku pernah melihatnya sebelumnya?"

Itachi tampak berfikir.

" Mungkin iya." Jawabnya sambil menyeringai. Dan Kyuubi tidak suka itu.

" Nah, aku pulang dulu. Jam 3 sore kau harus sudah siap."

" Apa Kyuu-nii boleh ikut?"

" Aku tidak akan pernah ikut." Demi apa ia takkan sudi pergi bersama orang itu. Lha, sekarang bukannya Kyuubi sedang pulang bersama dengan Itachi?

Naruto hanya menatap tidak suka kakaknya yang bicara begitu kasar terhadap senpai idolanya.

" Kyuu-nii jangan seperti itu!"

" Biar saja. Sudah ayo pulang!"

Kyuubi menyeret Naruto secara paksa , ia tidak peduli jika nanti adiknya akan ngambek.

" Jaa~ Itachi-nii!"

Naruto melambai kearah Itachi yang masih terdiam di tengah jalan.

.

.

.

.

.

.

.

.

Naruto tidak suka ini! Ia pikir orang yang akan Itachi kenalkan adalah seorang taman yang datang dari jauh dan akan datang ke Jepang untuk liburan atau sebagainya. Tapi ternyata orang itu adalah sosok remaja seusianya dengan perawakan tinggi, mata hitam khas Uchiha , dan poin penting dari semuanya adalah ia mengingat begitu jelas rambut dengan style unik itu.

" Kau!"

Mata biru itu membulat penuh keterkejutan. Dan sosok itu tidak henti-hentinya mengumbar seringai miliknya ketika mengatahui reaksi orang yang ingin ia temui selama bertahun-tahun.

" Siapa?" lanjutnya dengan nada polos. Saat itu juga Sasuke , yang teryata adalah orang yang ingin Itachi temuakan dengan Naruto merasa sakit di hatinya. Sasuke bukannya mengidap penyakit liver atau hepatitis. Tapi ia begitu kecewa ketika mengetahui ternyata naruto masih belum mengingatnya.

" Ternyata dia masih belum ingat. Ya kan aniki?" Sasuke mentap kecewa kakaknya.

Namun Itachi hanya diam saja. Sekilas ia melihat Naruto yang sepertinya mengalami keterkejutan yang begitu besar. Apa Naruto mengingat adiknya? Itachi hanya bisa berharap.

.

.

.

.

.

Ada beberapa hal yang paling naruto benci. Ya remaja pirang yang sedang duduk memojok disalah satu meja kantin itu membenci :

Satu. Dikatai pendek. Oke untuk ini ia cukup mendengus tidak suka. Yah dia mengakui jika tubuhnya memang mengalami suatu keadaan yang dinamakan krisis tinggi badan. Di usianya yang menginjak 16 tahun masa tingginya hanya 158 cm sedangkan remaja laki-laki seusianya tumbuh dengan begitu baik dengan tinggi badan berkisar 170 cm. Lalu diejek cebol. Sebenarnya cebol dan pendek adalah kata yang maknanya sama . untuk yang ini paling ia akan meninju hidung orang yang bersangkutan sampai berdarah. Hell! Cebol itu seperti merobek harga dirinya menjadi butiran tidak ada harganya sama sekali!

Dua. Uke. Entah siapa yang pertama kali menjulukinya demikian . Tapi setelah tahu arti yang sebenarnya dari kata itu, ia sukses muntah-muntah hebat dalam waktu 2 hari. Jangan tanyakan kepada siapa ia bertanya tentang arti kata 'nista' yang melukai dan menodai otak 'dobe bin polosnya'. Tentu saja dari sahabat berambut gulali gagal produksi, si bos besar Fujoshi Club –Sakura Haruno.

Gadis itu hanya terkikik geli ketika Naruto , sahabatnya ketika SMP meminta wangsit darinya. Lalu ia menunjuka gambar yang berisi adegan-adegan rated M yang tidak seharusnya dilihat oleh remaja seusia mereka. Jari telunjuknya menunjuk kearah gambar seorang pria yang di bawah pria lainnya samabil berkata, " Ini yang namanya uke, naru-chan~" diiringi dengan teriakan " Kyaa…kyaa" ala fans girl gila yang bisa merusak telinga.

Sungguh ia masih lurus selurus penggaris kayu milik Kakashi-sensei yang sering mampir ke kepalanya.

Kenapa orang-orang menyebutnya begitu? Apa karena wajahnya yang terlalau tampan sampai lebih cocok disebut manis? Ah lupakan soal manis! Persetan dengan yang namanya uke! Ia akan menghajar orang yang menyebutnya uke sampai babak belur – sungguh seram.

Dan terakhir dari hal yang paling menyebalkan didunia adalah Uchiha Sasuke. Kedatangan remaja berambut pantat ayam itu sebulan lalu membawa perubahan besar dalam hidup Naruto.

Remaja itu begitu mengerikan walaupun naruto akui wajahnya sangatlah tampan . Bagaimana bisa dia mengikutinya setiap saat?Di kelas, diperpustakaan , dikantin bahkan ditoilet- walaupun pada akhirnya ia akan dengan senang hati menhadiahinya tendangan atu tinjuan super kerasnya. Naruto jadi sebal sendiri, Setelah Sasuke datang, secara tiba-tiba ia ditunjuk untuk menggantikan kakaknya, Itachi untuk menjadi ketua OSIS St. Mangekyo sedangkan Naruto entah kenapa bisa terpilih menjadi sekertaris OSIS. Tidak berhenti sampai disitu, Sasuke akan menghadiahinya banyak tugas-tugas untuk dikerjakan . Otomatis ia akan terus bersama Sasuke. Karena semua tugas –tugas itu melibatkan Sasuke di dalamnya. Meminta bantuan sang kakak untuk menyuap kepala sekolah Obito Uchiha sepertinya sia-sia karena kepala sekolah juga satu komplotan dengan Sasuke. Baru kali ini ia mengutuk ayahnya yang kenapa bisa menyekolahkannya di sekolah milik Uchiha.

" Jangan memeasang wajah seperti itu, Naruto." Tegur Kiba- sipencita anjing sahabat Naruto itu lama- lama risih juga berdekatan dengan si pirang yang terus –terusan memasang wajah angker dengan aura hitam pekat disekelilingnya.

" kau tidak tahu apa yang kurasakan. Tidak tahu betapa beban yang kupikul itu begitu berat."

Kiba sweatdrop. Masalah yang menimpa sahabatnya memang begitu rumit.

" Kau bisa cerita padaku."

Kiba tersenyum mencoba menghibur. Namun sayang, sepertinya usahanya berakhir sia-sia. Sahabatnya malah menelungkupkan kepala sambil menagis histeris .

" Huweee.. tanpa aku ceritakan pun semua orang tahu apa masalahku Kiba~"

Kiba pun hanya meringis perihatin. Dia baru merasakan apa yang namanya galau- galau ababil kali ini. Ia galau haruskah ia ia ikut menangis perihatin kepada sahabatnya atau tertawa terbahak- bahak melihat sahabatnya yang begitu absurd.

" Kurasa memang Uchiha pantat ayam itu tertarik padamu Naruto."

" kau mau kubunuh ya?"

Suara dingin penuh nada intimidasi itu membuat bulu roma Kiba keriting seketika. Bagaimana bisa Naruto mengeluarkan sura seram dan seksi secara bersamaan? Apa ini yang namanya Ultimate Uke's Pheromone?Atau Uke's Ultimate Pheromone? Au ah, kiba juga sama payahnya dengan Kyuubi dalam bahasa Inggris.

" Kenapa kau tidak mencoba bicara pada Sasuke?"

" Bicara pada Teme?"

" Wuaah, bahkan kau sudah mempunyai panggilan kesayangan." Kiba berujar takjub. Ia tidak menyangka sahabatnya mempunyai hubungan special dengan sang ketua OSIS.

" Apa yang kau bicarakan huh?"

KIba tertawa melihat wajah Naruto yang memerah.

" Padahal aku lebih suka jika kau memanggilnya 'ayam'."

" Ya, Sasuke ayam Uchiha bastard."

" Yaaa~"

Bagaikan habis bertemu hantu termengerikan didunia , tubuh Naruto langsung berubah pucat pasi ketika mendapati Sasuke sudah berada dibelakangnya seraya merangkulnya mesra.

" Lepaskan aku teme!"

Narutp berteriak heboh ketika Sasuke malah semakin mengeratkan pelukannya.

" Hari ini kau wangi sekali."

Wajah Sasuke semakin menelusup ke leher jenjang naruto. Naruto meremang merasakan hembusan nafas Sasuke di lehernya.

" Kiba tolong aku dari ayam mesum ini!"

" Ah, kau manis sekali."

SLRUUP~Sasuke menjilat lehenya.

" Hieee.. Kiba!"

Sedangkan Kiba malah hanya sweatdrop melihat kelauan dua orang didepannya. Sekilas ia merasakan jika Sasuke mendeathglare dirinya- memintanya menjauh.

" Err- Naruto sepertinya akau ada urusan, sampai jumpa lagi. Jaa!"

Kiba pun lari terbirit – birit meninggalakan kantin dengan kecepatan super.

" Chotto matte, Kiba!"

" Sekarang tinggal kita berdua Naru~"

"Arghh… jangan menggigit leherku bodoh!"

DUAK!

Mata Naruto membulat mendapati Sasuke jatuh tersungkur dengan wajah mendarat terlebih dahulu di lantai.

" Jangan sentuh adikku, anak ayam!"

Kyuubi – kakanya yang super garang itu berdiri sambil berkacak pinggang di depan adik satu-satunya yang dengan seenak rambut pantat ayam Sasuke berani mengrepe-grepe tubuh adiknya yang selalu dia lindungi dari tangan-tangan orang mesum layaknya Sasuke.

" Sudah kuduga jika kau hanya membawa dampak buruk bagi adikku."

" Apa yang kau lakukan huh, rubah jelek?"

Sasuke marah-marah sambil mengelus- elus jidatnya yang berasa sakit.

" Che, berani sekali kau mengataiku begitu, ayam kampong?"

TWITCH!

" Dasar kurang kerjaaan .Kau hanya mengganggu hubungan orang saja. Apa karena kau tidak laku , huh apel freak?"

" Apa kau bilang, Chicken?"

TWITCH!

" Ku bilang , KUtu Rubah!"

" mau berkelahi denganku hah?"

" Apapun akan ku hadapi demi Naru-koi."

Sasuke menggerling genit kearah Naruto yang masih terdiam di tempatnya.

" Cih, cari mati kau rupanya." Kyuubi telah bersiap dengan menggulung lengan kemejanya yang panjang sampai siku. Berbeda dengan Sasuke yang masih adem ayem menunggu serangan dari Kyuubi.

" Kau sudah siap masuk neraka hari ini?" Suara Kyuubi begitu menakutkan jika didengar apalagi ditambah aura hitam super pekat disekelilingnya. Dia sekarang dalam evil mode.

" Hentikan." Naruto mengintrupsi mereka berdua. Namun tidak ada yang memeperdulikannya. Naruto sendiri mulai jengah.

" Aku akan menghadapimu kakak ipar jelek."

" Cuih, aku tidak sudi memiliki adik ipar brengsek sepertimu."

" Ayo maju sekarang juga."

" Gah, akan kubuat wajah stoic menyebalkanmu itu tidak dapat dikenalai lagi." Emosi Kyuubi meletup- letup. Mata rubinya menatap nyalang Sasuke yang berdiri dihadapannya dengan tenang.

Dan dengan sekuat tenaga Kyuubi melancarka serangan kearah Sasuke, namun berhasil di tangkis olenya menggunakan lengan.

" Sedangkan naruto hanya memutar bolata matanya bosan.

" Mereka sedang apa?"

Mata biru Naruto melirik kearah samping kanannya dan mendapati Itachi berdiri dengan kedua tangannya dimasukan kedalam saku celana.

" Itachi-nii?"

Mata naruto langsung berbinar mendapati sosok yang diidolakannya kini berada disampingnya.

" Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Kyuu dan baka otouto saling adu jotos begitu?"

Naruto hanya tersenyum kikuk sambil menggaruk belakang kepalanya.

" Etto, mereka hanya bermain- main. Jangan hiraukan mereka."

" Hn. Souka?" Ngomong-ngomong kau sudah makan?"

Naruto menggelengkan kepalanya.

" Belum."

" Kebetulan sekali."

" Eh?"

Naruto memandang heran Itachi yang tiba –tiba merogoh saku celananya dan menunjukan 2 kupon itu pada Naruto.

" Aku punya dua kupon ramen gratis di Kedai Ramen Ichiraku."

Itachi melambai-lambaikan dua kupon itu tepat di wajah Naruto yang menatapnya penuh harap.

" Mau menemaniku makan siang kali ini?"

Ahh… kini Naruto tahu kenapa ia begitu mengidolakan si sulung Uchiha.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Wahhhh… kelar juga! Terima kasih untuk semua yang mau mereview di chapter sebelumnya. Memang pendek sekali. Karena memang waktu itu saya sedang iseng ,mampir di salah satu warnet di dekat kosan saya. Dan tiba- tiba terlintas ide untuk kembali mempublis fic baru karena saya tidak bisa melanjutkan Road To Blade karena semua chapter yang saya susun ada di laptop saya di rumah. Hehe.. kemarin kuro emang banyak melakukan kesalahan. Oke Special thanks saja buat :

himekaruLI / Yuzuru Nao / mifta cinya / Ryuusuke583 / Hikari No OniHime / 85 / hanazawa kay / / Aiko Michishige / sivanya anggarada / Ineedtohateyou /

Maaf tidak bisa membalas review kalian satu persatu. Tapi saya sangat berterimakasih atas kritik dan saran dari kalian. Berniat menyumbankan ide a sok atuh monggo mampir di kotak review saya.

Sampai jumpai lagi di chapter selanjutnyaa…. Sayonaraaa.