YuGiOh Zexal Fanfiction

Presented by Kuroko Tetsuragi

YGO ZEXAL © Kazuki Takahashi

Memories

Language: Indonesia

Rate: T

Word:

World: AU

Pair: Yuuma x Vector, Kaito x Mizael, Astral x Black Mist dll

Genre: HUMOR GARING! Mystery, Adventure, Family, Action, Shounen

Warning: terdapat karacter yang OOC ga ada yang IC SEMUANY *pasang sepanduk: DISINI DAERAH CHARA OOC YANG IC AKAN JADI OOC* DRAMA ALA SINETRON

Summary: Yuuma, 7 Varian Lord, Astral, Black Mist, Kotori dan Kaito. Menjalani kehidupan baru di Dahaad, Tiba-tiba saja mereka diterkejutkan dengan sebuah card yang misterius, dan kenapa kartu itu nggak respons Astral yang Original Number. Petualangan yang sesungguhnya baru dimulai! "Jadi maksudmu Lizzhak itu ZEXAL?" YAOI, YURI, STRAIGHT

"blahblahblah": Flashback atau mimpi

Zexal Number 01: Mysteryous Number Card, ZEXAL Number!?

—Check This Out—

"Lizzhak, Shamad, jangan main jauh-jauh. Entar kalau ditemukan oleh prajurit bisa gawat"

"Hai` Oka-sama!" sahut kedua anak itu, rambutnya hitam sedangkan yang satunya berwarnya coklat keemasan

"Nee Lhizzak! Bagaimana kalau kita kesana?"

"Jangan! Kita harus dengar apa kata—"

"yuuma-kun... woy! Yuuma-kun"

"eh?"

"Hoy! Yuuma-kun! Bangun!" Seru seorang pemuda berseragam Heartland gakuen sambil memukul-mukul pipi yang bernama Yuuma, sementara yang dibangunin Cuma mengerang kecil lalu mulai membuka matanya perlahan

"Hmm, Shingetsu. Udah pagi ya?"

"Yuuma-kun ini udah SIANG tahu! Kamu itu susah sekali dibangunin!" Protes Shingetsu—Vector pada pemuda berambut hitam dengan poni magentha tersebut

"Eh udah siang ya, gomen..." Yuuma menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal, atau mungkin emang gatal karena kagak pernah keramas kali ya *plak

"Tuh Horia-san ngajakin sarapan"

"Lho katanya udah siang?" tanya Yuuma dengan swt besar, 'Dasar Shingetsu' batinnya sebal. Diapun berjalan keluar dari kamarnya diikuti Astral yang mengekor dibelakangnya

"Pagi, Yuuma-kun" sapa Horia, wanita berpakaian ala mesir itu menyiapkan makanan untuk semuanya dibantu Kotori dan Merag

"Ini ada Duel Meshi special buatanku, tadi diajarin sih sama Kotori-san. Douzo Yuuma-kun" kata Horia sambil memberi sepiring penuh Duel Meshi

"Hua~ Arigatou Horia-san! Itadakimasu!" –Hap- Yuuma mulai memakan duel meshi buatan Horio, tiba-tiba matanya berbinar-binar gaje

"Huaah~~ enak, ada dagingnya~~" pujinya sementara Horia hanya bisa tersenyum

"Syukurlah kalau kamu menyukainya Yuuma-kun" kata Horia sambil tersenyum manis

"Horia-san tinggalnya sendiri?" Tanya Merag, gadis berambut biru tosca ini lagi asyik makan makanan khas mesir katanya. Sementara Horia yang mendengarnya tersenyum kecut

"Dulu aku tinggal dengan dua orang anakku, namanya Lizzhak dan Shamad"

"—! Uhuk! Uhuk! A—Apa? Lizzhak? Shamad?" Tanya Yuuma terbatuk-batuk karena pas denger itu dia keselek ama duel meshi (biasa Yuuma kan kalau makannya sekali hap langsung telen)

"Nih minum air dulu Yuuma-kun" Saran Vector sambil ngasih segelas air, duuh calon suami siaga *plak yang langsung disambar oleh sang uke *dilempar ke mars*

"Tunggu dulu Yuuma-kun, kau tahu Lizzhak dan Shamad?" tanya Horia

"Aku bukannya tahu sih, cuman tadi aku denger nama itu dimimpiku" jawab Yuuma

"Mimpi?"

"Ya, mimpi"

"Terus anak anda sekarang dimana?"

"Dia meninggal, dibunuh prajurit—dan suamiku Alexandra menghilang entah kemana"

"Ah, aku minta maaf, aku tidak tahu" Merag merasa sangat bersalah karena sudah membuka masa lalu kelam Horia

"Ya Nggak apa kok Rio-san, wajar kok, kalian kan baru disini. Jadi nggak tau kan" kata Horia

"Ah tapi—"

"Nggak apa-apa kok—"

"—Lizzhak, dan Shamad. Anakku itu mirip sekali dengan Yuuma-kun dan juga Shingetsu -kun" kata Horia lagi, ia menatap dua bocah berwajah Uke (tapi Vector seme lo~~) tersebut lalu tersenyum kecil

"Hah?" Mereka saling bertatapan, baru beberapa detik Yuuma membuang mukanya ke tong sampah terdekat *plak maksudnya kearah lain, inilah akibat jika berteman dengan Shark dan Kaito yang Tsunderenya minta ampun alhasil Ke-tsundere-an mereka sedikit tertular ke Yuuma.

"Ya juga, dimimpi itu aku jadi merasa melihat diriku dan Shingetsu versi kecil"

"Oh iya apakah anda memiliki Tato?" tanya Yuuma, Horia membelalakkan matanya

"Mou Yuuma! Lo kok masih aja nanyain hal itu sih?" tanya Black Mist yang melayang di sambil Vector

"Tato ya? Aku punya... ini" dia sedikit melorotkan pakaiannya sehingga tampak jelas tato yang tergores dari bahu kanannya sampai punggung, tato yang terukir angka 39 dalam tulisan ala dunia Astral

"Ini bukannya bahasa dunia Astral ya? Ya, kan Astral."

"Hmm sejujurnya aku ini dikutuk, aku terlahir dengan tanda kutukan ini. Sehingga aku dijauhi oleh orang-orang disini"

"Tunggu itu bukannya angka tiga puluh sembilan ya?" tanya Nasch

Tiba-tiba semua hening

"39...? Masakka..."

"KIBOU OU HOPE!" teriak mereka berbarengan

"Kibou ou... hope? Apa itu?" tanya Horia sementara Vector memotret tato itu dengan d-padnya (emang bisa?)

"Iya, tato ini persis dengan yang ada di bahu sebelah kanan Hope" komentar yang lainnya sementara yang punya tato diabaikan

"Anoo... Hope itu apa ya?"

"Eh? Aduh gimana ngejelasinnya ya, dia monster card!" Jelas Yuuma

"WOY! Aku ingin jalan-jalan, aku bosan dirumah terus" Protes Alit, memotong acara diskusi tentang tato Horia yang mirip kayak punya Hope

"Bagaimana kalau kita keluar, lumayan kan untuk mengenali kalian yang dari masa depan"

"Masa depan, emang ini tahun berapa?" Tanya Merag

"1290 A.D"

"What?! 1290?! Nggak salah denger kuping ane?"

"nggak, kalian nggak dengar kok, ya sudah ayo ganti pakaian kalian, kalian sudah mandi kan?"

"Yuuma-kun belum mandi hihihihi" Jawab Vector dengan kikikan setannya

"Aku mandi dulu kalau gitu" Kata Yuuma.

"Ini pakaiannya" Yuuma pun mengambil pakaian yang diberi oleh Horia, yang lainnya pun bergegas berganti pakaian

—Several Minutes later—

Semuanya sudah siap dengan pakaian masing-masing serta dengan jubah bertudung bak pelangi, mulai dari Merag yang warnanya putih, Nasch Violet, Vector abu-abu, Mizael Kuning, Durbe Biru, Kaito Silver, Yuuma dan Alit Merah, Kotori hijau, Gilag peach. Cuman Horia saja yang jubahnya normal

"Ayo kita jalan-jalan! Aku ingin Melihat Sphinx!" Seru Yuuma dan Alit, chara yang paling hiperaktif se fanfic ini

"Yasudah, karena jarak dari sini ke Sphinx jauh, jadi kita akan naik unta, aku punya unta yang cukup untuk kalian, 3 orang naik satu unta ya?" Jelas Horia. Mari kita urut

Unta 1: Horia, Kotori, Merag

Unta 2: Vector, Yuuma, Alit

Unta 3: Durbe, Nasch, Girag

Unta 4: Mizael, Kaito

"KENAPA AKU HARUS SAMA KAITO/MIZAEL!?" Protes mereka berbarengan, lalu saling lempar deathglare

"Yaudah ah kalian juga jangan banyak protes!" Namun dengan deathglare Merag merekapun kisut

"Ayo kita kesana!"

—Memories—

—In Sphinx Area—

"Ayo masuk" ajak Horia, sementara yang lain hanya menatap sphinx yang ada disana.

"Aku ingin lihat tiga kartu dewa, Obelisk The Tormentor, Ra the Winged Dragon dan juga Osiris the Slifer Dragon, juga aku ingin mempelajari sejarah Sphinx secara langsung" pinta Durbe, tuh anak kalau yang udah menyangkut sejarah aja langsung aja. Haaah dasar encyclopedia berjalan

"Ini kartu apa?" Tanya Yuuma ia menatap kartu aneh itu, tiba sebuah cahaya keluar dari kartu itu membuat semua orang tercengang. Cahaya itu lantas menghilang menyisakan Yuuma yang kebingungan

"Apa yang terjadi Yuuma—Hah!" Pertanyaan Astral terhenti karena melihat apa yang dipegang Yuuma

"Zexal Number 01: Fadeway" Astral membaca nama Kartu itu, semua orang datang dan berkumpul mengelilingi kartu yang dipegang Yuuma.

"Kartu apa ini?" Tanya Yuuma, Astral mengambil Kartu itu dari Yuuma, siapa tau akan bereaksi dengan Astral. Namun hasilnya—

"Bagaimana? Apa yang terjadi?" Tanya Yuuma, yang dibalas gelengan dari Astral

"—Nihil"

Yuuma mengambil kembali kartu itu tiba-tiba cahaya aneh itu muncul lagi, kartu itu hancur jadi serpihan kecil-kecil

"K—Kartunya!" Seru semuanya panik, partikel-partikel dari kartu itu mulai masuk kedalam tubuh Yuuma diikuti cahaya menyilaukan yang mengharuskan mereka menutup mata mereka

"Kartunya masuk kedalam tubuh Yuuma?! Apa yang terjadi?!" Cahaya menyilaukan itu menghilang, orang-orang disana mulai membuka matanya pelan dan yang pertama kali mereka lihat adalah tubuh Yuuma yang tak sadarkan diri

"YUUMA!"

—Memories—

"Bagaimana ini, apa yang terjadi padanya?" tanya Kotori panik, dia sahabat Yuuma dari kecil jadi dialah yang paling khawatir, semua orang juga khawatir sih

"kami tidak tahu, yang pastinya itu ada hubungannya sama Zexal number." Jelas Astral, Emperor Key lagi dibawa Kotori soalnya.

—Yuuma's POV—

"Huakkhh!" Aku reflek bangun dari tempat ku berada, ini dimana? Kok kayak rumahnya Horia

"D—Daijobu ka, Yuuma-kun?" Tanya Shingetsu yang baru saja masuk dari luar diikuti yang lainnya

'Apa-apaan itu tadi" Aku menyeka keringat yang bercucuran dari keningku. Aku menatap semuanya dan mencoba untuk tersenyum manis

"Nggak apa-apa kok Minna-san! Cuman sedikit mimpi buruk aja kok~" sahutku, semua menghela nafas lega. Kecuali Shingetsu, tampangnya masih kurang percaya begitupula dengan Astral

"Kamu serius Yuuma-kun?"

"Kamu tidak berbohong kan Yuuma?" emang susah berbohong sama mereka, tapi bagaimanapun juga mereka nggak boleh tau. Aku harus nyembunyiin ini semua dari mereka

"Suwer! Aku nggak kenapa-napa kok Shingetsu, Astral" Aku memperlebar senyumanku dan akhirnya dibalas dengan senyum kecil

"Ah~ Yokatta"

"Baiklah kalau kau berkata seperti itu, Yuuma. Aku percaya padamu"

Maaf teman-teman bukannya aku tidak percaya sama kalian, cuman aku nggak yakin harus bilang apa sama mereka

"Tapi kenapa kamu sempet pingsan, Yuuma" Tanya Kotori, ia menatapku dengan tatapan yang seolah berkata 'daijoubu' atau apapun itu.

"A—aku juga nggak tau hehehe, mungkin efek dari Zexal Number yang masuk kedalam tubuhku tadi ya?" jawabku

"Tunggu, kayaknya ada yang aneh deh, Zexal Number, itu artinya NUMBERS kan. Sedangkan Astral yang ORIGINAL NUMBERS aja ga di respon kok Yuuma iya sih? Aneh kan?" tanya Kaito dengan penekanan pada beberapa kata

"Setuju sama Kaito" balas Kotori, diikuti Astral, Black Mist dan lain-lain

"Juga nggak mungkin karena ada ZEXALnya kalo nggak ada ASTRAL ya ga mungkin ada ZEXAL ya kan?" sambung Astral

"Ya juga ya, kok aneh" akupun ikut nimbrung. Apa yang terjadi padaku

"Atau jangan-jangan—"

"Sebenernya Yuuma itu punya kekuatan aneh didalam tubuhnya yang kita tak tau, lagi"

"yaudah itu ngomonginnya nanti aja dulu, sudah malam, ayo kita makan dulu. Kalau perut lapar nggak mungkin bisa mikir kan?" Kata Horia yang baru nyempil diantara mereka

—End of Yuuma's POV—

—Memories—

Semua makan dengan khusyuk, keuali Yuuma. Dia nggak makan lahap kaya tadi pagi. Meskipun ia nggak makan siang karena pingsan tadi namun ia merasa tidak nafsu makan. Kejadian saat iya dalam alam tak sadar masih terngiang dipikirannya. Dia mengelengkan kepalanya

"Kamu itu Cuma anak yang dikutuk!"

"Anak yang dikutuk, memiliki kekuatan terkutuk yang bernama ZEXAL! Jelmaan penyihir! Harus dibakar!"

Plak!—tiba-tiba ada sesuatu yang membuat Yuuma kembali kealam nyata dan dilihatnya Vector dengan Harisen yang entah dapat darimana, tatapannya pun sangat tajam dan dingin

"Itte yo Shingetsu!—" Yuuma terdiam. Ia menatap Vector yang kayaknya tau kalau dia menyembunyikan sesuatu.

"Apa yang selama ini Yuuma-kun sembunyikan dari tadi?"

"Nggak ada! Nggak ada aku—"

"Usotsuki, aku tak pernah mengenal Tsukumo Yuuma yang suka berbohong" nada dingin dan sarkastik keluar dari mulut Vector, semua terdiam

"Shingetsu kamu harus—"

"Aku sudah kenyang"

"Lho Shingetsu-kun, kamu bahkan belum makan sepertiganya" Kata Horio mengingatkan namun tak digubris oleh Vector

"Melihat seseorang saja sudah membuat nafsu makanku hilang, aku nggak nyangka dia bakal kayak gitu. Mizael kita tukeran kamar! Aku tidur dengan Kaito saja malam ini!" oceh Vector ia berjalan menuju kamar Mizael dan—

BRAK!—membanting pintu yang malang itu dengan kerasnya

"Apakah Yuuma dan Vector bertengkar?" Tanya Kotori

"Apa benar kata Vector, Yuuma? Apa benar kamu menyembunyikan sesuatu dari kami? Apa kamu nggak percaya sama kami?" tanya Kaito

"Aku tidak pernah menyangka kamu akan melakukan hal yang seperti ini Yuuma" Astralpun ikut memojokkan pemuda berambut dwi warna tersebut

"Minna berhenti!" Horia menengahi

"Yuuma-kun pasti punya alasan khusus merahasiakan ini dari kalian, kan? Jangan mojokin Yuuma-kun kayak gini!" Semuanya terdiam, Kotori menyerahkan Emperor Eye kembali ke Yuuma diikuti dengan Astral yang muncul disamping Yuuma

"Mungkin lan kali aku harus lebih percaya sama kalian"

"Bukan, ini semua salah kamu yang tak paham perasaanmu, pasti sedih." Sahut Astral

"Hn, Sankyuu"

—Memories—

—Vector's POV—

Kenapa Yuuma-kun merahasiakan ini dari kami, apa Yuuma-kun tak percaya dengan kami. Apa kami kurang bisa dipercaya?

"Kamu yakin mau gini terus Vector, membayangkan kalian bertengkar aja udah kayak nunggu dunia hancur aja"

"Aku Cuma nggak bisa mikir, kok Yuuma—"

"Mungkin aja dia ada alasan lain" Potong Black Mist. Aku menatap sesosok yang berwarna hitam transparan yang melayang disampingnya

"Jadi apa yang harus kulakukan" Black Mist menunjuk kesuatu arah, pintu? Apa maksudnya dengan pintu?

"Keluarlah, dan berbaikan dengan Yuuma" aku menatap pintu itu, mungkin aku yang salah. Harusnya aku tau perasaan Yuuma-kun bukannya malah memperburuk suasana

"Baiklah, Ore-sama yang tampan ini akan minta maaf ama Yuuma-kun"

"Pleh, rugi pake oresama. Kok ada akhiran –kun nggak beud"

"Terserah gue."

—Vector's POV End—

"Jadi maksudmu Lizzhak itu ZEXAL?" tanya Astral

"Kalau Lizzhak itu ZEXAL terus apa hubungannya ama Yuuma-kun?" tanya seorang pemuda yang keluar dari sebuah kamar

"VECTOR/SHINGETSU/SHINGETSU-KUN?!

"Yo! Kalian kangen ya ama gue?" tanyanya Narsis, ia mengalungkan tangannya ke Yuuma, sementara yang dipeluk Cuma swt

"Bukannya tadi lo marah ya ama gue, kok sekarang main peluk aja?"

"Eh? Oh iya. Gomen-gomen... aku harusnya denger penjelasan lo, untungnya Black Mist ngasih adobaisu~ (Advice)"

"Dasar..."

"Kan Yuuma juga ZEXAL" jawab Kotori, semuanya mengangguk setuju.

"Oh iya ya"

"Ngomong-ngomong kalian besok ikut tidak keupacara penobatan" Horia mengalihkan pembicaraan

"Penobatan apa?"

"Ya, dengan kutukan ini aku dengan resmi menjadi Numbers Candiate. Kami, Numbers Candidate akan dikorbankan demi dunia ini ke Astral Sekai. Karena konon katanya kami harusnya ada disana" Jelas Horia

"NUMBERS CANDIDATE! Apakah itu artinya? Horia-san memang HOPE!"

"Haaa? Tapi aku masih belum memikirkan nama, setiap Numbers candidate harus memiliki nama baru. Bukan berarti aku ini Hope" kata Horia.

"Bagaimana kalau Kibou Ou Hope." Saran Yuuma, sementara Horia swt

"Yuuma-kun, Ou itu kan raja... aku itu perempuan" protesnya

"Namamu nanti memang Kibou Ou Hope kok, ni liat" Yuuma mengeluarkan card dari decknya

"Number 39: Kibou Ou Hope. No 39, itu nomorku. Berati itu memang namaku nanti donk?" tanyanya, yang dibalas anggukan singkat dari yang lainnya

"Sudah kuputuskan namaku adalah Kibou Ou Hope, raja yang bisa memberikan harapan bagi rakyatnya"

"Yasudah, udah malem juga, ayo tidur" Ajak Horia

"Mizael, gue nggak jadi tukeran kamar, jyaa~" serunya alay bin lebay diikuti oleh Yuuma, menuju dunia kapuk yang sangat empuk. Namun sayangnya disana nggak empuk karena dari pasir yang mengeras (Wao~)

—Memories.

To Be Continued—

Akhirnya selesai juga chap 2

Untuk Gia-XY san makasih udah ripiu, ah anda suka KaiMiza ya? Sama saya juga. Hehe iya Horia itu Hoppu~. Sekali lagi makasih buat Ripiuannya~~

39: Kenapa gue harus jadi cewe pula

Udah takdir kali Hoppu~

39: Terus... kenapa gue harus dipasangin ama Galaxy Eyes Photong bebek angsa itu!?

Hoppu~ perasaan namanya Galaxy Eyes Photon Dragon bukannya Photong bebek angsa deh

GEPD: ada yang manggil gue?

39: kaga, pergi sana hush hush!

Wah Hoppu kayanya udah ketularan Nasshu, Yuuma, Kaito dan Mizaeru~

SEKALI LAGI KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH BAGI YANG UDAH BACA BAIK NGERIPIU MAUPUN ENGGAK! SEMOGA KALIAN TERHIBUR DENGAN CERITA YANG KAMI BUAT, KAMI TIDAK MEMILIKI SATUPUN KONTEN DI CERITA INI DAN TAK MENGAMBIL KEUNTUNGAN APAPUN KECUALI KESENANGAN PEMBACA DAN KEAHLIAN MENULIS YANG SEMAKIN MEMBAIK

Salam MySelFromOnceUponTime

Kuroko Tetsuragi