Lagu klasik, lagu ballad, lagu slow, aku suka itu semua. Mereka sangat enak untuk di dengar, dan tak akan pernah bosan untuk mengulanginya berkali kali. Guru Zhang menyuruh kami menampilkan pertunjukan klasik. Guru asal China itu selalu memberi kami pelatihan untuk menyanyikan lagu Mandarin. Dan lusa yang akan datang, kami harus maju menyanyikannya di gedung seni sekolah.
Kebetulan aku sekelompok dengan Yifan, temanku yang berasal dari Guangzhou, China. Sebenarnya dia baik hati, namun Yifan tidak banyak bicara, dan itu yang membuatku kesal jika satu kelompok dengannya, canggung dan tidak ada topik pembicaraan, seperti sekarang ini.
"Jadi, apakah kau sudah bisa accordnya?" Tanyaku melirik ke arah Yifan. Nampak ia yang sedang memetik gitar, mencoba coba accord yang pas saat di mainkan nanti.
"Coba kau nyanyikan dari awal." Ucapnya tanpa memandangku, sialan sekali. Aku mengambil partitur lagu, kemudian menyanyikannya.
Tian mi mi ni xiao de tian mi mi
Hao xiang hua er kai zai chun feng li
Kai zai chun feng li
Zai na li zai na li jian guo ni
Ni de xiao rong zhe yang shou xi
Wo yi shi xiang bu qi
A~ zai meng li
Meng li meng li jian guo ni
Tian mi xiao de duo tian mi
Shi ni~ shi ni~ meng jian de jiu shi ni
Kami terdiam beberapa saat, tanpa sadar kami tertawa bersama, ini sangat mengasyikkan karena aku dan Yifan dapat menyelesaikan tugas dari guru Zhang. "Saat praktikum, lebih bagus lagi jika kau menghaluskan suaramu. Karena iringannya aku rubah menjadi musik akustik."Ucapnya dengan santai.
"Baik kapten!" Seruku dengan senang, "Sebenarnya apa arti lagu ini? Aku sangat penasaran sekali." Tanyaku, dan Yifan tersenyum manis, sangat manis, bahkan aku berfikir bahwa ternyata Yifan bisa tersenyum.
"Aku akan memberitahumu setelah selesai praktik."
D-Day!
Seluruh murid kelas musik sudah berkumpul di podium, guru Zhang belum menampakkan batang hidungnya. Yifan dan Junmyeon bertatapan penuh arti dan tersenyum bersama. "Apakah kau siap?" Tanya Yifan menggenggam tangan Junmyeon. Awalnya Junmyeon tersentak dengan perlakuan Yifan kepadanya, tetapi lambat laun Junmyeon mengerti bahwa Yifan menyemangatinya agar tidak gugup.
"Tentu saja!" Ucap Junmyeon dengan mantap, menampakkan eye-smilenya yang begitu manis. Junmyeon menatap sekeliling podium. Ternyata tidak hanya satu pantarannya yang mengikuti praktikum ini. Ada senior tingkat akhir, Kyuhyun yang sedang berlatih menyanyi bersama partnernya, Siwon. Ada juga senior tingkat tengahnya, Key yang berlatih beatbox yang ditertawakan oleh temannya sendiri, Taemin.
"Mr. Zhang sudah datang." Ucap Yifan, merapikan pakaian dan gitarnya. Junmyeon melihat ke depan, nampak guru Zhang yang sangat keren hanya dengan kemeja putih dan celana hitam panjang.
"Selamat pagi anak anak! Rupanya kalian sangat senang sekali dengan praktek kali ini." Ucap guru Zhang yang memiliki nama panjang Zhang Yixing itu. Kemudian suasana podium kembali ramai karena antusias para murid.
"Saya tidak akan berbasa basi lagi, karena waktu saya sangat sedikit." Guru Zhang melangkahkan kakinya turun dari panggung, mendudukan dirinya di kursi paling depan, membuka lembar kertas HVS yang disatukan dengan papan klip.
"Baiklah, sesuai giliran yang sudah saya bagikan kemarin. Nomor giliran pertama."
Suara tepuk tangan menggema di dalam podium tersebut, nampak Victoria bersama grupnya, Krystal, Luna, dan Minho menaiki panggung. Mereka memakai busana yang kompak, atasan merah dan bawahan putih, sangat keren.
"WHOAA, SENIOR MINHO SANGAT TAMPAN YAA!" Teriak Junmyeon dari kursi penonton, Yifan melirik dengan sinis dan mencibir gadis di sebelahnya. "Lebih tampan mana aku dengan Minho?" Junmyeon menoleh ke arah Yifan, dan terkikik geli. "Sudah jelas Minho dong!"
Alunan musik tradisional China langsung terdengar memenuhi podium itu, para penonton yang merupakan murid SMA Seoul terdiam, menikmati alunan musik itu.
[Luna] ni wen wo ai ni you duo shen
wo ai ni you ji fen
wo de qing ye zhen
wo de ai ye zhen
yue liang dai biao wo de xin
[Victoria] ni wen wo ai ni you duo shen
wo ai ni you ji fen
wo de qing bu yi
wo de ai bu bian
yue liang dai biao wo de xin
[Krystal] qing qing de yi ge wen
yi jing da dong wo de xin
shen shen de yi duan qing
jiao wo si nian dao ru jin
[ALL] ni wen wo ai ni you duo shen
wo ai ni you ji fen
ni qu xiang yi xiang
ni qu kan yi kan
yue liang dai biao wo de xin
Seluruh murid yang berada di podium bertepuk tangan saat selesainya pertunjukan kelompok satu tersebut, ada yang bersiul, ada juga yang berdecak kagum.
"Suara Luna bagus, aku jadi gugup Yifan." Ucap Junmyeon setengah berbisik. Yifan sekali lagi menggenggam tangannya. "Kau juga tidak kalah bagus dari Luna." Ucap Yifan tersenyum, menampilkan wajahnya yang tampan itu.
Saatnya yang ditunggu akhirnya tiba juga, Yifan dan Junmyeon berhadapan dengan guru Zhang di panggung, tampak Junmyeon yang gugup, dan berkeringat dingin. "Calm down Junmyeon." Bisik Yifan disampingnya.
Petikan gitar mulai mengalun indah, Yifan yang memakai kemeja putih dan topi beludru tampak tampan sekali, tak kalah pula Junmyeon yang memakai dress putih lengan pendek begitu mempesona. Gadis bermarga Kim itu mengambil nafas kemudian mengeluarkan suaranya dengan lembut, Yifan yang sedang memetik gitar melirik Junmyeon lewat ekor matanya, lelaki itu tersenyum tipis dan menikmati suara Junmyeon.
Tian mi mi ni xiao de tian mi mi
Hao xiang hua er kai zai chun feng li
Kai zai chun feng li
Zai na li zai na li jian guo ni
Ni de xiao rong zhe yang shou xi
Wo yi shi xiang bu qi
A~ zai meng li
Meng li meng li jian guo ni
Tian mi xiao de duo tian mi
Shi ni~ shi ni~ meng jian de jiu shi ni
Acara berakhir dengan seluruh murid yang diperbolehkan pulang ke rumah masing masing. Kebetulan, rumah Yifan dan Junmyeon satu arah, jadi mereka naik subway bersama. Meskipun Yifan terkenal sebagai pribadi yang jarang berbicara dan tidak terlalu dekat dengan orang lain, menurut Junmyeon lelaki ini berbeda sekali, kenyataannya Yifan itu sangat ramah dan suka tersenyum. Apalagi saat tersenyum, Yifan semakin menawan.
"Katanya kau akan memberitahuku apa arti lagu itu. Cepat katakan!" Seru Junmyeon sembari mengguncang tubuh Yifan yang duduk di sampingnya, Yifan terkekeh pelan, Junmyeon menggembungkan pipinya.
"Sambil kunyanyikan?" Tanya Yifan, kali ini menatap Junmyeon tepat di matanya. Gadis dengan rambut sebahu itu mengangguk antusias, seperti anak sekolah dasar.
"Semanis madu, seyumanmu semanis madu. Bagaikan bunga yang mekar di musim semi. Mekar di musim semi. Di mana? Di mana aku pernah melihatmu? Senyumanmu begitu kukenal. Sebentar, Aku tidak bisa mengingatnya. Ahh ~ Di dalam mimpi-mimpiku. Di dalam mimpiku. Di dalam mimpiku, aku melihatmu. Semanis madu, senyumanmu begitu manis. Itu kamu, itu kamu. Aku melihatmu di dalam mimpi-mimpiku."
Kim Junmyeon tersenyum, manis sekali, bahkan Yifan tersipu karenanya. Mereka merasakan canggung di subway yang mengantar mereka. Seolah tidak sadar yang di lakukannya, lelaki asal China itu menggenggam lembut tangan gadis manis di sampingnya. Jantung mereka berpacu cepat, udara dingin yang dikatakan pembawa berita tadi pagi tidak berlaku lagi bagi mereka, hawa panas menjalar sampai ubun ubun, mata mereka bertemu, tidak ada yang ingin memutuskannya.
Perasaan itu semakin kuat, saat bibir mereka bertemu, kecupan yang lembut dan lama, manis dan halus, Junmyeon menutup matanya merasakan jantungnya yang berdegup kencang dan meresapi rasa yang ada di hatinya. Yifan benar, ia mencintai gadis ini. Pagutan itu terlepas saat mereka menyadari bahwa ini tidak benar, tetapi Yifan menampiknya.
"Aku mencintaimu, lanjutkan hubungan ini."
END
REVIEW AGAIN? ^^
