TOGETHER
CHAPTER 1 (2)
Aku pun mulai berjalan. Aku berjalan sesuai denah "kelas A? Ini? Dimana?" ucapku bingung! "Aigoo.. Sepertinya aku harus memulai dari pintu masuk. "Ini pintu masuk" gumamku pelan. "Setelah itu, itu tangga untuk kelas 11." gumamku. "Kelas 12, 11, 10? Nah! Itu tangganya." aku pun berjalan menaiki tangga. "10A? Ini kelas 10G, berarti kelas ku diujung sana. Ahh leganya aku. Aku harus menyimpan denah ini." ucapku sambil terus berjalan. Aku memasukkan denah kedalam tasku. Tasku penuh, aku tidak bisa memasukkannya. Aku terus memasukkannya sambil berjalan dannn "bruukk!" aku menabrak seseorang. Denahku jatuh, kartu namaku keluar dari tasku. Aku pun jongkok untuk mengambilnya. "Xi Luhan?" ucap orang yang menabrakku tadi. "Kau kelas 10A?" tanyanya lagi. Suaranya... Dia namja. Iya, dia namja. "Maaf, maafkan aku. Aku tidak sengaja" ucapku pelan. "Aku tidak butuh permintaan maafmu! Aku bertanya! Kau kelas 10A?" ucapnya dengan nada membentak. "Aishh! Jinjja! Siapa namja ini? Sia sangat sombong!" batinku dalam hati. "Sepertinya kau tidak mempunyai telinga untuk menjawab pertanyaanku" ucapnya seraya masuk ke dalam kelas 10A. 10A? Itu kelasku. Aku akan satu kelas dengannya? Aigoo! Aku tak sudi!
"Annyeong Sehunnie" "Sehun!" "Sehun, kau sangat tampan" "Kau keren Sehunna" ucap orang orang didalam kelas yang sepertinya tergila gila pada namja sialan itu. Ahh.. Aku sangat ingin memakannya. "Idihh! Apaan ini? Kalian memujinya?" batinku dalam hati. Tanpa memperdulikan namja yanb bernama Sehun itu, aku segera mencari tempat duduk. Mataku tertuju pada sebuah bangku yang kosong, tapi sebelahnya sudah diisi dengan yeoja yang cantik. "Annyeong" ucapku memberi ucapan salam kenal dengannya. "Bolehkah aku duduk disini?" kataku sambil menunjuk bangku kosong disebelahnya. "Tentu. Tentu saja!" ucapnya. Sepertinya dia ramah dan juga baik. "Kamsahamnida" ucapku. "Santailahh.. Kau tidak udah berbicara formal kepadaku." ucapnya. Yeoja yang sangat baik.
Aku pun terduduk dikursi ini. Sekarang, bangku ini menjadi milikku untuk satu tahun kedepan. "Siapa namamu?" tanya yeoja cantik yang disebelahku ini. "Ahh, Luhan, Xi Luhan namaku." ucapku. "Nama yang bagus. Kenalkan, Kyungsoo imnida" ucapnya. Ternyata yeoja baik itu bernama Kyungsoo.
Aku pun sangat senang bisa sebangku denganya. Dia sangat ramah. Aku beruntung bisa berkenalan dengannya. "Dimana rumahmu?" tanyanya padaku. "Ahh rumahku? Aku tinggal di Busan." jawabku singkat. "Hmm.. Cukup jauh." ucapnya sambil menganggukkan kepalanya. "Kau? Dimana kau tinggal?" tanyaku. "Aku di Incheon" ucapnya. "Ahh ne" jawabku singkat. "Apa kau adik dari Baekhyun eonni?" tanyanya tiba tiba. "Dia tau? Bagaimana dia bisa mengetahuinya?" batinku. "Ne, dari mana kau tau?" tanyakku keheranan. "Aku tau..." kata katanya terpotong gara gara keributan kelas.
"Sehun.. Kau disini saja! Kau sebangku denganku saja" ucao yeoja yeoja yang memperebutkan Sehun. "Aduhh..." ucapku. Tanganku sakit ketika terantuk dengan tas salah seorang yeoja yang sibuk dengan Sehun itu. "Berdarah?" kata Kyungsoo menanyakan padaku. "Berdarah?" tanyaku lagi. Aku pun kearah tanganku, tepatnya di pergelagan tanganku. "Ahh.. Kau benar!" ucapku "aduhh.." aku pun meniup luka ditanganku. Tiba-tiba semua yeoja yang ribut menjadi diam, tidak bersuara.
Aishh! Aku sangat kesal! Yeoja itu tidak nyadar atau apa. Dia bahkan tidak meminta maaf padaku. "Yak! Kalian! Siapa yang menyenggolnya tadi?" ucap Kyungsoo kepada yeoja yeoja itu. Hening. Tidak ada satu yeoja pun yang bersuara. "Hei! Kalian bisu?" Kyungsoo semakin marah! Dia meninggikan suaranya. Seketika Sehun pun berbalik melirikku. "Ada apa?" tanyanya dengan gaya coolnya itu. "Apa? Siapa yang terluka?" tanyanya lagi. "Luhan! Dia yang terluka gara gara yeoja yeoja ini!" ucap Kyungsoo. Semua yeoja masih membisu. Tidak ada yang mengeluarkan suara. "Apa dari kalian ada yang membawa benda tajam?" tanya Sehun. Semuanya segera menggelengkan kepalanya. "Mian.." ucap seorang yeoja. "Aku tidak sengaja menerantukan tas ku ini padanya. Aku membawa jangkar, mian" ucap yeoja itu lagi. "Mengapa tidak dari tadi ha? Mengapa?" ucap Kyungsoo. "Soo-ah.. Sudahlah. Ini hanya luka sedikit. Tidak akan parah" ucapku menenangkan Kyungsoo.
Aku melirik Sehun, dia hanya diam. Benar benar menjengkelkan. "Tapi ini..." kalimat Kyungsoo terputus ketika Sehun mendekat kepadaku. "Kau yakin tidak apapa?" tanyanya sangat lembut. "Kau yeoja bodoh!" ucapnya "kau sudah tau disini sangat rame, kau masih meletakkan tanganmu di sembarang tempat!" ucapnya lagi. Baru detik yang lalu aku memujinya. Sekarang? Dia sudah berubah menajadi Sehun yang menjengkelkan.
Bagaimana bisa dia berkata demikian. Apakah dia tidak menyadari tanganku ini begitu sakit? "Kau! SEHUN! apa yang kau lakukan? Kau membentaknya? Kai kira kau siapa hah? Siapa?" ucap Kyungsoo membelaku. "Aku oh Sehun" jawabnya ringan "aishhh! Kau!.." ucap Kyungsoo yang sepertinya sudah sangat kesal dengan namja sialan ini! "Lupakan! Kau jika mau di kerumuni yeoja yeoja, silahkan mencari tempat yang lebih pantes! Ini sekolah! Bukan tempat pacaran" ucap Kyungsoo.
Aku hanya terdiam. Terdian seribu bahasa. Aku tidak tau harus bagaimana lagi. Aku sangat kesel! Aku benci Sehun! Benci! "Luhan? Ayo ke uks" ucap Kyungsoo sambil menuntun Luhan. "Biar aku an..." kalimat Sehun terpotong setelah aku menepis tangannya. Niatnnya memang baik. Tapi? Bagaimana jika dia tiba tiba meninggalkanku di tengah jalan nantinya jika moodnya jelek? Aku tidak mau!
Aku dituntun ke uks. Lukaku tidak terlalu sakit. Tapi Kyungsoo sangat memperdulikanku. Setibanya di uks aku pun terduduk di tempat tidur. Benar-benar sekolah yang luar biasa. Bagaimana mungkin ruang uksnya seperti 3 kali ruangan kelas. "Memang sekolah yang ternama dan termahal" batinku dalam hati. "Gwenchana?" tanya Kyungsoo kepadaku. "Ne, gwenchana!" ucapku singkat. Tanganku serasa mati. Tidak berasa lagi. Mungkin efek terbentur benda tajam tadi.
Krriiinggg! "Semua murid harap berkumpul di lapangan, sekarang!" ucap seseorang menggunakan mix. Aku sangat hafal suara itu. Iya, suara pacar eonniku, Chanyeol. "Sebagai ketua osis di sekolah ini..." aku teringat ucapan Chanyeil tadi pagi. apa? Chanyeol ketua osis? Wahh! Eonni hebat bisa mendapatkannya.
Aku melihat Kyungsoo gelisah "pergilah. Aku tidak apa apa" ucapku menyuruhnya pergi. "Jinjja?" tanyanya tidak yakin. "Yak! Ini hanya luka kecil! Sangat kecil!" kataku meyakinkannya. "Ne, baiklahh" ucap Kyungsoo dan dia langsung pergi ke lapangan.
"Kepada semua siswa dan siswi baru, saya selaku ketua osis mengucapkan "Selamat Datang di Sekolah ini" semoga kalian senang dan betah belajar dikelas ini. Mulai hari ini, seperti sekolah lainnya, kalian akan melewati masa orientasi siswa (MOS) selama 1 minggu. Setelah itu barulah kalian akan dinyatakan siswa SMA Jeguk. Dan juga..." ucap Chanyeol. Ketua osis yang bijak. Aku mendengarkan pengumuman itu dengan seksama. Aku juga ikut tertawa ketika Chanyeol membuat lucu.
Tiba tiba tanganku seperti di sentuh. "Annyeong! Bagaimana? Apa yang luka?" tanya seorang yeoja cantik. Sepertinya dia kakak kelas ku. "Annyeong sunbae..." "panggil saja eonni" ucapnya memotong kalimatku. "Ahh ne, Eonni. Ini tanganku terkena ujung jangkar tadi. Berdarah dan sedikit perih" ucap ku sambil memandang tangaku. "Begitu bodohnya aku?" batinku dalam hati. "Ahh.. Sini biar aku obatkan." ucapnya sambil meraih tanganku. "Sayangnya eonniku tidak masuk ke ekskul uks, jika saja dia masuk dia pasti mengobatiku. Tapi.. Jika dia mengobatiku kami akan berperang terlebih dahulu, ckck" batinku dalam hati. "Perih?" tanyanya kepada ku. "Lumayan" jawabku..
"Nahh! Sudah. Kau bisa istirahat dulu jika kau mau. Kau juga bisa langsung pergi jika kau mau. Terserahmu!" ucao yeoja itu. "Siapa namamu?" tanyanya padaku. "Xi Luhan" jawabku sambil menunjukkan kartu nama yang tertera di dadaku. "Apa kau adiknya Baekhyun?" tanyanya lagi. Kali ini aku cukup kaget. Sepertinya semua orang mengernal kakakku. "Ne. Kau mangenalnya?" tanyaku padanya. "Tentu. Dia sahabatku." ucapnya lagi. "Sahabat? Tapi kakakku tidak pernah menceritakannya kepada ku? Apa dia berbohong?" batinku. "Benarkah?" "ne, tentu. Baiklah.
