TOO FAR SERIES

(FALLEN TOO FAR)

by RyeoTa Hasu

(Original Story by Abbi Glines)

Cast :

Lee Sung Min

Cho Kyu Hyun

Shim Chang Min as Kyuhyun's step brother

Lee Tae Min as Kyuhyun's youngest step brother

Choi Si Won

Lee Hyuk Jae aka Eunhyuk

Lee Dong Hae

Kim Jung Mo

Cho Ji No

Bae Soo Ji aka Suzy

Lee Min Ho

Cast lain menyusul

Disclaimer :

This original story is from Too Far Series Novel by Abbi Glines

I just remake it with my own idea and with Kyumin as main Cast

Kyumin dan Cast lainnya milik Tuhan YME, Orang tua dan Agensi

Hasu hanya meminjam namanya untuk kepentingan cerita

Rate :

M (Mature)

Warning :

Boy's Love / YAOI, OOC, hurt/comfort, Mature Contain, some explisit sexual activity, no sensored

.

DON'T LIKE? DON'T READ

MAKE IT SIMPLE

HAPPY READING ^.^

.

.

Chapter 2

o.o.o.o.o.o.o.

.

.

(Sungmin POV)

Meskipun sinar matahari tidak masuk ke dalam kamar, karena tidak ada jendela di kamar ini, aku tahu aku bangun kesiangan.

Yah, aku sangat lelah setelah menyetir jauh-jauh dari Ilsan ke Hyeopjae ditambah suara derap kaki tak henti terdengar di tangga yang entah sampai jam berapa seolah menjadi lullaby hingga akhirnya aku jatuh tertidur pulas.

Setelah meregangkan badan aku menyalakan saklar lampu di dinding samping tempat tidur. Bohlam lampu kecil menerangi kamar dan aku meraih ke bawah ranjang untuk menarik koperku.

Aku perlu mandi, tubuhku terasa lengket penuh debu dan keringat. Dengan cepat aku meraih celana dalam bersih dan sebuah celana panjang jeans hitam serta t-shirt putih polos dari dalam koper.

Mungkin semua orang masih tertidur, jadi aku bisa menyelinap ke kamar mandi tanpa ada seseorang yang mengetahuinya. Semalam Changmin-ssi tidak menunjukkan padaku di mana kamar mandinya. Semoga saja aku bisa menemukan kamar mandinya. Dan semoga saja Kyuhyun juga belum bangun.

Dengan perlahan ku buka pintu yang menuju ke pantry kemudian berjalan melewati deretan rak yang menyimpan banyak makanan. Lampu dapur mati dan satu-satunya cahaya berasal dari sinar matahari yang masuk melalui jendela besar yang menjorok ke lautan.

Rumah ini sunyi.

Botol-botol minuman mengotori rumah, bersama dengan sisa makanan dan beberapa potong pakaian. Mungkin setelah mandi aku bisa membersihkannya.

Jika aku bisa membuat Kyuhyun terkesan, mungkin aku bisa tinggal disini hingga aku mendapat kerja dan menerima gaji pertama atau kedua.

Berbalik aku menuju ke dapur dan membuka dua pintu kaca yang terbuka tadi malam. Menatap sekeliling, aku melihat ada tangga turun dan menuju bawah rumah. Aku mengikutinya.

Di bawah rumah ada dua pintu. Aku membuka salah satunya.

Bingo.

Sebuah toilet di satu sisi dan shower kecil ada di sisi lain ruangan itu. Peralatan mandi lengkap berjajar di rak kecil dengan handuk di tempat duduk kecil di sampingnya.

Keren.

Aku menutup pintu di belakangku dan berjalan menuju lantai atas. Bau air laut begitu mengagumkan. Saat aku sampai di atas, aku berdiri di depan pagar dan menatap air.

Ombak memecah pantai pasir putih.

Ini adalah pemandangan paling indah yang pernah kulihat.

Dulu, Eomma selalu menceritakan cerita tentang pantai sepanjang hidupnya dan keinginannya ke pantai bersama-sama suatu hari nanti. Impian Eomma adalah setiap musim dingin, kami sekeluarga duduk di dalam rumah dengan perapian dan merencanakan liburan musim panas keluarga dengan pergi ke pantai.

Tapi, kami tidak pernah bisa melakukannya.

Pertama, setelah kematian Sungjin, Abeoji pergi.

Kemudian Eomma sakit.

Tapi, kami tetap merencanakan, walau hanya berdua. Itu membantu untuk membangun mimpi besar kami.

Sekarang… aku berdiri sendiri di sini, menatap ombak yang dulu hanya bisa kami bayangkan. Ini bukanlah liburan impian yang kami rencanakan, tapi aku disini melihatnya untuk mewakili Eomma. Semoga Eomma bisa melihatnya dari surge melalui mataku.

.

(Sungmin POV END)

.

"Pemandangan itu tidak akan pernah membosankan." Suara berat Kyuhyun mengejutkan Sungmin.

Sungmin berbalik untuk melihat Kyuhyun yang bersandar di pintu dapur. Disalah satu tangannya memegang mug.

'Ah, mata indah Kyuhyun yang kecoklatan, jadi yang semalam itu hanya lensa kontak.' Batin Sungmin mengagumi keindahan mata Kyuhyun yang menatapnya dalam.

Tunggu,

TELANJANG DADA!

OH. MY.

Sungmin tidak bisa berkata apapun lagi.

Satu-satunya dada telanjang seorang pria yang pernah dilihatnya adalah Jungmo. Dan itu terjadi sebelum Eommanya sakit ketika Sungmin masih punya waktu untuk berkencan dan bersenang-senang.

Dada Jungmo yang waktu itu berusia enam belas tahun tidak ada apa-apanya dibanding dengan dada bidang dan berotot di depannya ini. Kyuhyun bahkan punya six pack di perutnya.

Apa Sungmin gay? Entahlah…

Satu-satunya pengalaman kencannya hanya dengan Jungmo yang merupakan pria.

Sungmin sendiri berhubungan baik dengan setiap teman wanitanya, tapi dia cukup tahu diri dengan status sosialnya yang dari keluarga sederhana. Dia tidak berkeinginan untuk menjalin hubungan dengan mereka.

"Kau sedang menikmati pemandangan?" Ada nada geli dalam pertanyaan Kyuhyun, yang lebih seperti pernyataan ambigu.

Sungmin mengerjap dan mengalihkan tatapannya menghindari seringai di bibir Kyuhyun.

'Sialan! Dia menangkapku sedang mengaguminya.' Rutuk Sungmin dalam hati.

"Jangan biarkan aku mengganggumu. Aku juga sedang menikmatinya." kata Kyuhyun lagi sambil menyesap kopi dalam mug di tangannya.

Wajah Sungmin memanas dan memerah.

Sungmin berbalik, menatap jauh pada lautan.

'Sungguh memalukan!' umpat Sungmin pelan.

Terdengar tawa kecil dibelakangnya. Kyuhyun menertawakan Sungmin.

Fantastis.

"Di sini kau rupanya. Aku merindukanmu di ranjang pagi ini." suara lembut seorang wanita datang dari belakang Kyuhyun.

Sungmin berbalik lagi menghadap Kyuhyun.

Seorang gadis yang hanya memakai bra dan celana dalam merapatkan dirinya pada tubuh

Kyuhyun dan menjalankan kuku panjang merah mudanya di dada Kyuhyun.

Sungmin pun menjadi sangat tergoda untuk melakukan hal yang sama dengan yang wanita itu lakukan pada Kyuhyun.

Sungmin menggeleng kecil, mengenyahkan pikiran kotornya tentang Kyuhyun.

"Waktunya kau pergi." Jawab Kyuhyun ketus sambil mengangkat tangan gadis itu dari dadanya dan menjauh dari wanita itu. Kyuhyun menunjuk kearah pintu depan.

"Apa?" tanya gadis itu. Ekspresi kebingungan di wajahnya seolah mengatakan dia tidak mengharapkan ini.

"Kau sudah dapat apa yang kau inginkan, sayang. Kau ingin aku berada di antara pahamu. Kau mendapatkannya. Sekarang aku sudah selesai." kata Kyuhyun dengan dingin.

Nada dingin suaranya mengejutkan Sungmin. Apa dia serius?

"Kau bercanda!" gadis itu membentak dan menghentakkan kakinya.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan menyesap lagi kopi dari mug-nya.

"Kau tidak bisa melakukan ini padaku! Semalam begitu mengagumkan. Kau tahu itu!" Gadis itu meraih lengan Kyuhyun dan dengan cepat Kyuhyun menghempaskannya.

"Aku sudah memperingatkanmu semalam ketika kau memohon padaku dan melepas pakaianmu bahwa ini hanya akan menjadi seks satu malam saja. Tidak lebih."

Sungmin mengalihkan perhatiannya pada gadis itu.

Wajah gadis itu terlihat marah dan dia membuka mulutnya untuk berdebat tapi kemudian menutupnya lagi.

Dengan hentakan kakinya gadis itu berjalan keluar rumah.

Sungmin tidak percaya apa yang baru saja di lihatnya.

'Apa seperti ini cara orang Kyuhyun bersikap?' batin Sungmin bertanya.

Dulu, saat Sungmin masih bersama Jungmo, meskipun mereka tidak pernah tidur bersama tapi Jungmo selalu berhati-hati dan bersikap manis padanya.

Berbeda dengan pria di depannya ini.

Dia sangat kasar dan kejam.

"Jadi,bagaimana tidurmu semalam?" tanya Kyuhyun seolah tidak terjadi apa-apa.

Sungmin mengalihkan tatapannya dari pintu keluar dimana gadis itu pergi dan memilih mengamati Kyuhyun.

'Apa yang mempengaruhi gadis itu untuk tidur dengan pria ini, yang mengatakan padanya bahwa tidak akan ada hal lain selain seks?' batin Sungmin penasaran.

Tentu saja, Kyuhyun punya tubuh yang akan membuat pria manapun iri dan tatapan matanya itu bisa membuat seorang gadis menjadi gila.

Tapi tetap saja. Pria ini begitu kejam.

"Apa kau sering melakukannya?" tanya Sungmin tiba-tiba tanpa berfikir.

Kyuhyun mengangkat alisnya.

"Apa? Bertanya apakah seseorang tidur nyenyak?"

Sungmin tahu Kyuhyun mengerti apa yang dia tanyakan.

Kyuhyun menghindarinya.

"Berhubungan seks dengan seorang dan membuangnya seperti sampah?" tanya Sungmin lagi ketus.

Sungmin menutup mulutnya, terkejut akan kata-kata yang baru saja di ucapkannya.

'Apa yang telah aku lakukan? Mencoba untuk mendapatkan penjelasan darinya?!' batin Sungmin merutuki dirinya yang begitu mudah keceplosan. Nasibnya dipertaruhkan kini.

Kyuhyun bisa mengusirnya jika tersinggung.

Kyuhyun meletakkan mug yang dipegangnya pada meja di sampingnya dan duduk. Dia bersandar sambil meregangkan kaki panjangnya. Kemudian menatap Sungmin lekat.

"Apakah kau selalu ikut campur hal yang bukan urusanmu?" tanya Kyuhyun balik.

Sungmin tergagap. Dia buru-buru mengelak.

"Tidak, tidak pernah, tidak. Aku minta maaf." katanya dan buru-buru masuk ke dalam. Sungmin tidak ingin memberi Kyuhyun kesempatan untuk mengusirnya keluar juga. Dia butuh kamar di bawah tangga itu paling tidak selama dua minggu.

Sungmin menyibukkan diri dengan membersihkan gelas kotor dan botol bir. Tempat ini perlu dibersihkan dan Sungmin merasa bisa melakukannya sebelum dia mendapatkan pekerjaan.

Dalam hati Sungmin berharap Kyuhyun tidak mengadakan pesta seperti ini setiap malam. Jika dia melakukannya, kapan Sungmin bisa tidur nyenyak?

"Kau tidak perlu melakukannya. Kang Ahjumma akan datang besok."

Sungmin memasukkan botol yang dikumpulkannya ke dalam tempat sampah dan kemudian menatap Kyuhyun. Kyuhyun tengah berdiri di depan pintu dan sedang menatap Sungmin.

"Aku pikir aku bisa membantu,"

Kyuhyun menyeringai. "Aku sudah punya asisten rumah tangga. Aku tidak akan menambah satu lagi jika itu yang kau pikirkan.‖

Sungmin menggelengkan kepala. "Tidak. Aku tahu. Aku hanya ingin membantu. Kau sudah mengijinkanku tidur di rumahmu ini."

Kyuhyun berjalan mendekat dan berdiri di depan lemari menyilangkan tangan di depan dadanya.

"Tentang itu. Kita harus bicara."

'Oh, sial. Ini dia.' Batin Sungmin mengumpat. Dia benar-benar takut Kyuhyun mengusirnya.

"Oke." Jawab Sungmin berusaha tetap tenang.

Kyuhyun mengerutkan dahi dan membuat detak jantung Sungmin bertambah cepat.

Firasat Sungmin, Kyuhyun tidak akan memberikan berita yang menyenangkan.

"Aku tidak suka Lee Min Ho-ssi. Dia adalah parasit. Eommaku selalu saja bersama pria seperti dia. Itu adalah kebiasaan buruknya. Tapi kupikir kau sudah tahu hal ini. Yang membuatku curiga, kenapa kau datang minta tolong padanya padahal kau tahu dia seperti apa?"

Sungmin ingin sekali mengatakan pada Kyuhyun bahwa ini bukanlah urusannya. Kecuali pada kenyataan bahwa Sungmin membutuhkan bantuan Kyuhyun membuat hal ini menjadi urusan Kyuhyun. Dia layak tahu mengapa dia membantu Sungmin. Dan Sungmin tidak ingin Kyuhyun berpikir dia juga parasit.

"Eomma baru saja meninggal. Dia sakit kanker. Sejak tiga tahun yang lalu menjalani perawatan. Satu-satunya kami miliki hanya rumah peninggalan Halmeoni yang diwariskan untuk kami. Aku harus menjual rumah dan semuanya untuk membayar biaya perawatan Eomma. Aku juga tidak pernah bertemu Abeojiku sejak dia meninggalkan kami lima tahun yang lalu. Tapi hanya dia satu-satunya keluarga yang aku miliki. Aku tidak punya keluarga lain untuk dimintai tolong. Aku butuh tempat tinggal sampai aku punya pekerjaan dan mendapatkan pengasilan. Kemudian aku bisa pindah. Aku tidak pernah berniat untuk tinggal lama. Aku tahu Abeoji tidak ingin aku ada di sini." Sungmin mengakhiri penjelasan panjangnya dengan mengeluarkan tawa miris

"Sejujurnya, aku berharap dia tidak akan pergi sebelum aku datang."

Tatapan Kyuhyun tetap kuat kearah Sungmin.

Sebenarnya Sungmin tidak ingin kisah pedih hidupnya ini diketahui siapa pun. Dia hanya bercerita pada Jungmo tentang kepergian Abeojinya yang begitu menyakitkan.

Kehilangan saudara kembarnya dan kepergian Abeojinya menjadi hal terberat Sungmin dan Eommanya. Lalu kemudian, ketika Jungmo menuntut lebih dalam hubungan mereka disaat Sungmin harus menjaga Eommanya yang sakit, Sungmin memutuskan melepaskan Jungmo agar Jungmo bisa berkencan dengan gadis lain dan bersenang-senang. Sungmin tidak ingin menambah beban beratnya.

Persahabatan mereka tetap berjalan tapi Sungmin tahu kalau pria yang pernah dicintainya itu hanya akan menjadi kenangan masa kecilnya.

"Aku turut berduka tentang Ibumu." Setelah lama saling terdiam usai Sungmin bercerita, Kyuhyun akhirnya menjawab. "Itu buruk sekali. Kau bilang dia sakit selama tiga tahun, jadi sejak kau berusia enam belas tahun?"

Sungmin mengangguk, tidak yakin apa lagi yang harus di katakannya. Sungmin tidak menginginkan belas kasihan dari Kyuhyun. Dia hanya butuh tempat untuk tidur sementara.

"Kau berencana mencari kerja dan tempat tinggal untukmu,-" Kyuhyun tidak bertanya. Dia memperhatikan apa yang tadi Sungmin katakan. Jadi Sungmin memutuskan tidak menjawab.

"Kamar di bawah tangga itu milikmu selama sebulan. Kau bisa mencari kerja dan mendapat cukup gaji untuk mendapat sebuah rumah sewa. Ada banyak dan tidak terlalu jauh dari sini, biaya hidup di sini juga cukup terjangkau. Jika Eommaku dan Lee Min Ho-ssi kembali sebelum waktu yang ku perkirakan, aku harap Abeojimu bisa membantumu."

Sungmin menghembuskan nafas lega. 'Terima kasih Tuhan' batinnya bersyukur.‖

Kyuhyun menatap pada belakang pantry yang mengarah ke kamar tempat Sungmin tidur. Kemudian dia kembali menatap Sungmin.

"Aku harus melakukan sesuatu. Semoga beruntung dalam pencarian kerjamu." ujar Kyuhyun.

Dia meninggalkan berdiri dan pergi meninggalkan Sungmin.

"Baiklah. Aku tidak punya bensin di trukku tapi aku punya kamar. Aku juga masih punya sedikit uang." Gumam Sungmin. Dia bergegas ke kamar untuk mengambil dompet dan kunci truk. Dia harus mencari kerja secepat mungkin.

.

.

Ada catatan yang terjepit dibawah wiper kaca depan truk. Sungmin menariknya keluar dan membaca:

'Bensin sudah penuh. Shim Changmin.'

Changmin sudah mengisi bensinnya. Dada Sungmin tiba tiba terasa hangat.

Changmin sangat baik.

Kata kata Kyuhyun tentang 'menjadi parasit' terngiang di telinga Sungmin dan Sungmin menyadari dia perlu membalas kebaikan Changmin secepat mungkin.

Sungmin tidak ingin dianggap sebagai benalu seperti Abeojinya.

Dengan cepat Sungmin masuk ke dalam truk, menghidupkan mesinnya dengan mudah dan mengarahkan truk untuk mundur keluar dari halaman.

Halaman terlihat sepi. Sungmin bertanya-tanya, kemana orang-orang semalam? Jika menginap, apa mereka tidak membawa kendaraan? Atau… mereka juga penghuni rumah ini?

Sungmin akan memastikannya nanti. Prioritasnya adalah mendapatkan pekerjaan pagi ini dan membeli persediaan makan untuknya.

.

.

TBC

.

.

Chap 2! ^.^

lebih cepat jarak waktu updatenya dari pada ff yang satunya. Hehe

sengaja, karena ff ini akan panjaaaaang banget.

Oh ya Kyumin Momentnya belom ada, tapi next chap akan banyak ehehe

Moga ga bosen ya hehe.

Okelah, thanks buat semua readers yang selalu support Hasu

Keep reading ^.^

Ryeota Hasu