Flashback-
"kau akan memiliki adik perempuan" ucap wanita itu dengan wajah bahagia pada putranya. Anak itu memeluk ibunya yang tengah mengandung 8 Bulan adiknya dengan penuh Kasih sayang. Sedang sang suami memandang kedua orang yang berharga dalam hidupnya dengan pandangan lembut. Setelah memeriksakan kandungannya dan mengetahui jenis kelamin dari calon buah hati kedua mereka, wanita itu dan suaminya langsung memberitahu Putra pertama mereka.
Suasana kini berubah menjadi berada di rumah sakit Kirigakure. Wanita itu akhirnya telah melahirkan Putri mereka. Keadaan wanita itu sangat sehat, saat ini adalah suasana yang sangat membahagiakan untuk keluarga kecil ini. Anak laki- laki itu selalu melihat adik kecilnya yang baru saja lahir dari balik kaca ruangan bayi. Ia ingat betul perkataan ayahnya yang membuatnya semakin menyayangi adiknya itu "ia adalah seorang gadis. Maka kau harus menyayanginya melebihi kaa-chan dan tou-san, jagalah ia dan sayangi ia sepenuh hati"
Ia kembali tersenyum melihat adiknya. Saat pertama melihat adiknya ia sangat senang. Ia berpikir adiknya akan menjadi Putri yang sangat cantik dan manis.
Kemudian ia melihat adiknya yang bergerak- gerak dan para petugas medis yang berlari dan memberikan sesuatu pada adik kecilnya.
Perasaan resah seketika mendera anak kecil itu. Ia menggedor kaca ruangan dan karena tak dapat respon ia berlari mencari ayahnya. Setelah menemukannya ia langsung berhambur ke pelukan ayahnya dan berusaha mengungkapkan keresahan yang ada dipikiran serta perasaannya. Sang ayah yang mendengarnya langsung berlari sambil menggendong putranya. Segala pikiran negatif datang bergantian serta perasaan resah yang tiada tara.
-END flashback-
.
.
.
"Heartache"
.
.
.
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
.
.
.
Pairing: Uchiha Sasuke & Uchiha Sakura
.
.
.
Story © Hyuugadevit-Cherry
.
.
Drama, romance, hurt/comfort (etc)
.
.
OOC, Typo(s),gaje,bad fic, abal, alur kecepetan, etc.
.
.
If you Don't like, don't ever try to read
.
.
Enjoy Okey ^^
.
.
Sumarry : Ketika kau tahu semua kebenarannya apa yang akan kau lakukan? Pilihan semua ada ditangan mu, tapi sanggupkah kau melalui semua kehidupan ini tanpanya sekali lagi?
.
.
.
Sakura Uchiha: 23 tahun.
Sasuke Uchiha: 25 tahun.
Naruto Uzumaki: 25 tahun.
Shion : 24 tahun.
.
.
Cahaya Mentari yang menyilaukan membuat gad―wanita itu membuka kelopak matanya secara perlahan. Ia merasakan ketelanjangannya di balik selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Ia juga merasakan pelukan hangat dari sosok dibelakangnya. Seorang pria yang menjadikannya seorang wanita. Tanpa sadar ia menarik kedua sudut bibirnya, menarik tangan prianya agar mendekapnya semakin erat.
"Ohayo" sambut pria itu dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Senyum malu- malu Sakura terukir di wajahnya yang cantik "ohayo Sasuke-kun"
Kini ia merasakan bibir tipis prianya yang mencium tengkuknya yang menciptakan kesan geli. Sakura mengerang akan sentuhan selanjutnya dari Sasuke yang membawa mereka kembali melakukan kegiatan olahraga ranjang pagi sekali lagi sebelum keluarga Namikaze lainnya pulang.
.
.
.
Sarapan kali ini keluarga Namikaze sangat ceria dengan berkumpulnya semua anggota keluarga. Apalagi ditambah kedatangan Sasuke yang seolah menjadi pelengkap dalam keluarga ini.
Dalam acara santap menyantap sarapan mereka, Sasuke dan Sakura saling curi pandang dan mengulum senyum apabila pandangan mereka bertemu. Mungkin Kushina dan Naruto tidak melihat itu semua, tapi hal ini tidak luput dari pandangan Minato. Ayah dari Sakura dan Naruto yang sangat menyayangi dan mengenal betul putrinya melebihi Kushina ibu dari Putri nya sendiri.
"Sasuke, baa-san sangat senang ketika tahu kau menemani Putri kami" ucap tulus Kushina disela sarapannya.
Sasuke tersenyum tipis "hn, sudah menjadi kewajiban ku baa-san"
"Si teme ini memang bisa di andalkan kaa-chan" seru Naruto dengan cengiran khasnya sambil menepuk- nepuk pundak Sasuke. Sakura dan Kushina yang mendengarnya hanya terkekeh, sedangkan Sasuke memberikan tatapan tajamnya pada Natuto yang di tanggapinya acuh.
kushina mencoba menengahi "Kau ini memang yah, bisa-bisanya melimpahkan tugas memani adik mu pada Sasuke"
"Harusnya kau mengajak istri mu kemari, Sasuke" timpal Minato.
Tubuh Sasuke menegang, rahang nya mengeras. Demi apapun ia tak ingin membicarakan wanita itu. Mood nya akan langsung rusak apabila membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita itu.
Terlebih ketika melihat gadis yang sekarang telah menjadi wanitanya menunduk lesu. Senyum yang tadi tercetak di wajah cantiknya luntur di gantikan dengan senyum miris. Ia sangat menyayangkan hal ini. Kenapa dulu ia tak bersikeras menolak pernikahan itu.
Sekali lagi, Minato adalah orang yang mengerti akan situasi. Ia jelas melihat pancaran gelisah dan juga bersalah dari mata Sasuke dan wajah sendu putrinya. Mungkinkah?
"Ahh~ benar, seharusnya kau mengajaknya kemari. Maaf kan kami ne, yang tak bisa hadir di acara pernikahan kalian waktu itu" Kushina dan Naruto kembali pada perbincangan mereka. Begitupula Sasuke, Sakura, dan Minato. Tapi tak dapat di pungkiri suasana sekarang menjadi lebih kaku.
.
.
.
Sasuke telah kembali dari kediaman Namikaze. Ia sesungguhnya masih ingin lebih lama di sana, akan tetapi ia memiliki kewajiban bekerja sebagai manager di perusahaan ayahnya. Meskipun bisa dikatakan perusahaan sendiri, tapi ia tetap ingin bersikap profesional. Dan ia kembali ke rumahnya hanya untuk berganti pakaian kemudian berangkat bekerja.
Tapi seperti nya rencananya tidak berjalan sesuai dengan keinginannya. Ia melihat Shion yang tengah menatapnya sendu. Terlihat sekali wanita itu menangis semalaman dan tidak tidur. Hal itu terlihat jelas dari penampilannya juga kantung matanya yang menghitam.
Sasuke tidak berbicara apapun, ia hanya berjalan menuju lemari pakaiannya, kemudian berganti pakaian. Saat hendak pergi, langkahnya terhenti ketika wanita itu bersuara.
"Kau kemana tadi malam, Sasuke-kun?" Tanyanya parau.
"Hn, pekerjaan. Aku pergi" setelah itu Sasuke benar- benar pergi meninggalkan istrinya Shion yang kembali menangis meraung-raung meratapi nasibnya. Kenapa? Kenapa duka ini tak pernah henti menderanya.
.
.
.
"Jadi siapa pemuda beruntung yang berhasil merenggut keperawanan mu Sa-Ku-Ra?" Tanya Ino sahabat baik Sakura.
Sakura memutar mata nya bosan "ayolah Ino itu tidak penting. Lagi pula kau baru berjumpa sekian lama dengan ku hanya menanyakan hal ini? Oh, yang benar saja" jawab nya sarkatik.
Ino tertawa "kau mau tutupi heh? Aku pasti tahu meskipun kau menutupinya. Cara berjalan mu adalah bukti segalanya"
Sakura melebarkan matanya mendengar penuturan Ino, sedangkan Ino hanya menyeringai "oh baiklah~ aku sedang berhadapan dengan wanita yang sudah merasakan tiap kejantanan pria yang ia kencani. Aku tak bisa menutupinya lagi"
"Sialan kau forehead, jadi siapa pemuda itu Huh?"
"Dia bukan seorang pemuda Ino"
Ino menaikan sebelah alisnya tinggi-tinggi, otaknya seperti nya sedikit lambat kali ini meresapi kalimat yang terlontar dari bibir sahabatnya.
"Duda?"
"Bukan!"
"Pria yang tak suka komitmen?"
"Bukan juga"
"Gigolo?"
"Pig!"
"HAHAHA baiklah- baiklah, jadi siapa hah? Sebutkan saja namanya" Ino mulai tak sabar.
"Sasuke Uchiha" bisiknya.
Ino jelas tahu kali ini, ia melebarkan matanya sambil memekik menutup mulutnya karena sekarang mereka berdua menjadi pusat perhatian di cafe ini akibat perbuatannya.
"What? Kau tahu Sakura? Sasuke Uchiha sudah beristri" desisnya.
"Aku tahu. Tapi aku terlanjur mencintainya" Ino hanya mampu menggeleng- gelengkan kepalanya akan pernyataan dan kenyataan yang Sakura jalani. Ino berpikir akan lebih baik Sakura tinggal di Jerman dan tak usah kembali jika hanya akan membuat duka pada kehidupan nya. Demi Kami-sama Ino sangat khawatir dan menyayangkan semua yang terjadi pada sahabatnya ini.
"Aku akan pergi" Sakura bersiap- siap.
"Kemana?"
"Memenuhi panggilan pekerjaan, tentu saja! Aku tidak ingin mejadi pengangguran"
" ini sudah siang dan kenapa tidak diperusahaan namikaze saja?"
Sakura mendengus "aku ingin usaha ku sendiri, kemampuan ku sendiri.. kau tau maksud ku" jeda sebentar "lagi pula wawancaranya memang diadakan siang"
Sakura bangkit, mengecup pelan pipi Ino seperti kebiasaannya bermanja pada Ino dan pergi meninggalkan Ino yang hanya bisa menghela nafas panjang akan tindakan sahabatnya. Sakura tidak berubah. Ia tetap wanita yang manja dan keras kepala. Ia mulai berpikir kembali mengenai apa yang sekarng terjadi pada sahabat tercintanya. Haruskah ia menceritakan hal ini pada Nya?
.
.
Sakura telah sampai ditempat tujuannya. Ia kembali melihat dengan jelas nama perusahaan itu dari sebrang.
Inuzuka stars corporation
Konoha modern recontruction
Ahh membayangkan nya saja sudah sangat membahagiakan baginya. Dan hari ini ia benar- benar mendapatkan panggilan kerjanya. Sesungguhnya sebelum sebulan kepindahannya ke Konoha ia sudah mendaftarkan lamarannya melalui email. Tak disangka akan mendapatkan respon setelah ia benar- benar berada di Konoha.
Ia berjalan dengan sangat hati-hati. Ia harus hati- hati karena bagian intim di selangkangannya terasa sedikit perih. Dan ini sangat mengganggu. Harus nya ia tadi malam tidak lepas kendali. Sakura menggelengkan kepalanya. Ia tak harus berpikiran seperti itu. Pria itu sangat ia cintai. Lagi pula prioritasnya saat ini adalah bekerja.
.
.
Kantor biasanya adalah tempat yang menyenangkan untuknya selama hampir empat tahun ini. Namun kali ini tidak. Tempat ternyaman untuk pemuda berambut emo ini sekarang telah berubah. Dimana ia hanya ingin berada dekat dengan gad-wanitanya. Berada dekat dengan wanita itu membuatnya merasakan kenyamanan yang tak dapat tergantikan.
Tiba- tiba otaknya yang biasanya hanya berpikir kerja kerja dan kerja hari ini mendadak berbeda. Bayangan- bayangan malam dan pagi panasnya dengan Sakura terputar seperti ia sedang menonton di bioskop. Hal itu tentu saja membuatnya gerah, pipinya merona, dan yang paling parah adalah adik kecil di bawah sana sepertinya sudah menegang.
Sial!
Ia butuh Sakura sekarang! Tapi pekerjaan ini tak dapat ditinggalkannya. Oh ya, ia hanya perlu mengeluarkannya.
Ini sangat menyebalkan!
Kenapa ia harus menjadi solo player? Saat ia memiliki istri? tapi ini lebih baik dari pada melampiaskan pada istri di rumahnya yang ia sendiri tak memiliki perasaan padanya.
.
.
Wawancara itu sangat menyebalkan. Belum lagi pemuda yang di wawancarai sama seperti dirinya sangat menyebalkan. Ia jadi teringat akan tingkah nii-chan nya yang ceria tapi menyebalkan disaat yang bersamaan mengingat peringai pemuda tadi.
Sakura terus menggrutu. Ini adalah hari wawancara nya dan ia langsung diterima. ia bahagia, tapi yang membuat ia menggerutu adalah pemuda menyebalkan tadi yang diterima juga.
Ia akan langsung menjalani masa training hari ini juga bersama pemuda itu dan juga si pemandu yang menyebalkan dengan pakaian yang norak, rambut norak, wajah norak, pokoknya semua yang ada pada pemandunya kata yang cocok adalah N-O-R-A-K!
"Ya, perkenalkan nama Guy Maito, aku sangat menyukai olahraga, semangat ku adalah SEMANGAT MASA MUDA, kalian pun harus memiliki semangat yang sama seperti ku, semangat yang berapi-api... "
Sakura sudah tak peduli lagi akan perkataan seniornya itu. Ia sangat malas dan hanya menanggapi perkataan seniornya dengan senyum kaku.
Setelah mendengar serentetan kata- kata menyebalkan dari seniornya akhirnya giliran ia yang memperkenalkan diri.
"Hai" sapanya "salam kenal namaku Sakura, Sakura Namikaze. Aku lulusan Karlsruher Institut für Technologie Jerman. Mohon kerja samanya" ia berojigini dan menegakan kembali tubuhnya sambil tersenyum manis. Senyum yang mampu membuat seseorang di sebrangnya terpana.
"Namaku Kiba―" mereka menunggu nama keluarga nya "―mohon kerja samanya" tapi pemuda dengan nama kiba ini tak menyebutkannya. Pemuda itu justru hanya tersenyum ceria. Mirip sekali Naruto. Apa peduliku.
Mereka semua akhirnya kembali melanjutkan kegiatan train mereka.
.
.
Setelah dua hari berlalu, Sasuke meminta Sakura untuk berkunjung ke rumah orang tua Sasuke. Sasuke bilang ibunya Mikoto akan sangat senang apabila mengetahui gad-wanita yang sejak dulu ia anggap anaknya yang pergi dengan alasan sekolah dan bisnis keluarga kini telah kembali ke Konoha.
Sakura tak dapat menahan senyum lebarnya ketika Mikoto yang berlari menerjang tubuhnya, memeluk dengan protektif. Sekian lama tak jumpa membuatnya merasa sangat rindu dan perasaan itu terobati karena Sakura yang sudah ia anggap putrinya ada dalam pelukannya.
"Jadi, sejak kapan kau ada di sini sayang?" Tanya Mikoto.
Sakura tersenyum sangat manis "Hampir dua minggu"
"Jahat baru menemui kaa-chan hee?" Mikoto berpura-pura merajuk dan Sakura yang berusaha menjelaskan bahwa ia mulai sibuk bekerja dengan suara lembut dan manja nya. Pemandangan yang kini tersaji dihadapnnya adalah pemandangan yang menghanatkan hatinya.
Mikoto memang akrab dengan Shion, tapi ia tak pernah sebahagia dan sedekat ini saat bersama Shion.
"Kaa-san" panggilnya. Mendengar suara wanita lain yang memanggil, Mikoto, Sakura dan Sasuke mengalihkan perhatian mereka pada orang yang bersuara tadi.
Shion―Wanita itu melihat pemandangan yang menurutnya menarik. Pemandangan yang mana ibu mertuanya sedang bercengkrama dengan putranya dan seorang gadis? Wanita?
Ia memutuskan memanggil ibu mertuanya dan hal ini berhasil mengalihkan perhatian ketiga orang dihadapannya. Ia dapat melihat pandangan tak suka dari suaminya. Padahal tadi sebelum eksistensinya di sadari, pria yang menjadi suaminya itu tengah tersenyum sangat lembut menatap kedua wanita itu.
Tapi ia merasa tidak bersalah, jadi Shion menghampiri suaminya, memberikan kecupan ringan pada pipinya yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari suaminya.
Mikoto yang melihat tingkah menantunya hanya tersenyum tipis. Sedangkan Sakura? Ia hanya diam, dalam hatinya bergemuruh perasaan tak suka yang hampir keluar. Tapi ia tak dapat berbuat apa-apa. Jika dipikir lagi, apa haknya? Ia memang kekasih pria itu, tapi wanita di samping Sasuke lebih berhak dari pada dirinya. Karena wanita itu adalah istri Sasuke Nya! Ia tersenyum miris dalam diam merutuki kisah cintanya, dan hal itu tertangkap mata Sasuke.
Sasuke menggeram dan melepaskan tangan Shion yang terus bergelayut disampingnya.
"Sudah mengantar Izuna?" Tanya Mikoto.
"Ya kaa-chan" Mikoto tersenyum lembut.
"Shion, kenalkan.. ia adalah Sakura. Sakura Namikaze. Ia sudah di anggap Putri oleh ku juga Fugaku" terang Mikoto sambil tersenyum "ia kuliah di Jerman dan baru di Konoha dua minggu ini"
"Ah, seorang Namikaze?"
Shion berdiri dan menghampiri Sakura. Sakura pun ikut berdiri. Tak dapat Sakura sangka ternyata Shion memeluknya. Mau tak mau Sakura pun balas memeluk Shion.
"Salam kenal, Sakura-chan"
"Salam kenal juga Shion-nee"
Sakura berpikir Shion adalah wanita yang sangat baik. Dan dengan teganya ia bermain api di belakang wanita baik ini. Namun, bagaimanapun perasaan nya dan perasaan Sasuke tidak semudah itu. Ini terlalu rumit dan cinta orang dewasa tak sedangkal dan semudah yang orang luar katakan.
.
.
Mereka kembali berbincang. Namun suasana hati Sakura dan Sasuke tidak sebaik sebelumnya. Kedatangan Shion menimbulkan perasaan lain pada Sakura. Ia adalah seorang wanita. Jika ia di posisi Shion ia pasti tak akan terima, tapi bagaimana dengan perasaannya?
Sasuke merasakan perasaan kesal pada wanita yang menjadi istrinya semakin bertambah. Tak taukah wanita itu bahwa ia ingin sehari saja tanpa wanita itu. Ini sangat menyebalkan.
"Sakura-chan?" Suara seorang pria yang berbeda lima tahun dari Sasuke memanggilnya dengan pandangn binar- binar. Pria itu menghampirinya kemudian memeluknya.
Shion dan Mikoto serta Fugaku yang baru saja datang hanya terkekeh melihat tingkah Putra sulungnya terhadap Sakura. Shion yakin bahwa Sakura benar-benar di anggap keluarga disini.
Itachi memeluk Sakura dengan sangat erat kemudian pelukan itu terlepas karena paksaan Sasuke.
Itachi menyeringai melihat prilaku protektif adiknya yang sejak dulu ada pada Sasuke apabila sudah menyangkut Sakura. Ada yang aneh dengan sikapnya yang seolah tak rela Sakura disentuh pria lain.
Mereka kembali berbincang, bertanya apa saja yang dilakukan Sakura ketika di Jerman, bagaimana kehidupannya, dan yang lainnya. Hingga sebuah kalimat yang membuat suasana menjadi canggung.
"Ku pikir dulu Sasuke akan menikahi mu Sakura-chan, tapi ternyata ia memilih Shion" ucap Itachi dengan polosnya.
"Ahahaha, aku juga berpikir begitu" timpal Mikoto kaku.
"Ahh Sasu, haruskah aku menikahi Sakura?" Canda Itachi "aku seorang duda keren Sakura" goda Itachi pada Sakura yang mendapat pukulan pelan pada bahunya. Mikoto dan Fugaku terkekeh.
"Aku rasa Sasuke memang hanya mencintaiku" dengan percaya dirinya Shion berucap seperti itu. Yang membuat semuanya bungkam "aku rasa Sakura dan aku akan menjadi keluarga yang akur saat ia menikah dengan mu nii-chan" tambahnya
Itachi yang mendengar penuturan Shion tersenyum tipis. Ia dapat menebak hati adiknya itu melalui pancaran matanya yang menatap Sakura penuh cinta.
Dan jujur saja dalam hati Itachi merasa kasihan pada ketiga orang yang terbalut dalam duka yang mereka miliki masing- masing.
Sasuke yang kesal pergi meninggalkan ruangan itu. Sedang Sakura hanya tersenyum kaku menanggapi celotehan di sekitarnya.
.
.
Suasana hatinya sangat tidak baik saat ini. Sakura menghampiri pria yang menjadi kekasihnya di taman belakang. Sedang yang lain sedang sibuk dengan kesibukannya masing- masing.
"Kau mencintainya nii-chan" kalimat yang terlontar dari wanita nya itu menyadarkannya dari lamunan. Ia mengalihkan perhatiannya dan saat mengetahui bahwa itu adalah Sakura ia memeluknya dan menyesap banyak- banyak aroma yang mengguar dari tubuh wanitanya itu. Seakan takut kehilangan dan aroma wanitanya sangat menenangkan perasaanya yang gelisah.
"Aku tak mencintainya" gumamnya di sela pelukannya.
"Jika ada orang yang melih―"
"―Aku tak peduli" potong Sasuke. Mereka tak tahu harus berbuat apa. Yang mereka tahu mereka saling mencintai dan saling membutuhkan. Tapi ini Cinta yang rumit dan perpisahan adalah hal yang paling tak ingin mereka lakukan.
Tanpa mereka sadari, sejak Sakura menghampiri Sasuke dan hal- hal yang mereka bicarakan dan mereka lakukan di saksikan oleh seseorang yang sekarang menangis dalam kebisuannya.
.
.
Pemuda bernama Kiba itu sungguh menyebalkan. Ia bahkan sangat sangat menyebalkan. Berkali- kali lipat menyebalkannya dari Naruto. Pemuda itu sudah seminggu lebih semenjak mereka train hingga saat ini terus mengikutinya, mencari perhatiannya, tebar pesona dan tingkah- tingkah menyebalkan lainnya.
"Kita makan siang bersama" putusnya.
Ini juga salah satu tingkah nya yang menyebalkan. Memutuskan segala sesuatu sendiri dan selalu memonopolinya agar tidak dekat dengan laki- laki lainnya.
"Tidak Kiba" tolaknya cuek dan kiba yang melotot.
"kau tak bisa menolak, ayo" Kiba langsung memegang kedua bahunya membuat Sakura beriri dan menggiring wanita itu menuju cafetaria. Sakura mau tak mau harus mengikuti kemauan pemuda ini. Sepertinya ia harus membiasakan diri dengan pemuda yang satu ini.
Mereka telah sampai di cafetaria dengan berbagai pandangan dari pengunjung lain. Banyak rumor yang mengatakan bahwa mereka sepasang kekasih. Tapi mereka tidak pernah mengklasifikasi kabar tersebut sehingga terus tersebar. Sakura sendiri acuh akan hal itu.
Kiba dengan antusiasnya berceloteh mengenai kesehariannya, pekerjaan dan beberapa topik pembicaraan lainnya yang membuat Sakura terhibur. Sakura pun tak kalah antusiasnya menanggapi celotehan Kiba. Ia merasa nyaman. Sungguh!
Ia sepertinya lupa telah mengatakan bahwa Kiba adalah pemuda yang menyebalkan karena sekarang ia sendiri mulai merasa nyaman.
Dan sampailah pada topik yang langsung membuat seluruh penghuni cafetaria bungkam "APA? JADI KAU ADALAH PEWARIS INUZUKA CORPS?" Teriak Sakura saat Kiba mengungkap rahasia besarnya. Mereka menjadi pusat perhatian, terutama Kiba. Ia menjadi salah tingkah. Orang -orang mulai mendatanginya bertanya hal- hal mengenai rahasianya.
Yang hanya ditanggapi pemuda itu dengan cengiran serta kalimat "aku ingin mulai dari bawah tanpa ada yang tahu, tapi Sakura membocorkannya satu detik setelah aku memberitahunya"
Sedang Sakura yang mendengar penuturan kiba hanya tersenyum kaku dan berucap "gomenasai Kiba" sedang yang lain menggumam "sudah ku duga kau memiliki hubungan darah dengan presedir Inuzuka, wajah memang tak dapat ditutupi" yang langsung di tanggapi pemuda itu dengan cengirannya. Aku merasa bersama nii-chan, menenangkan.
Getaran smartphone di tangannya mengalihkan perhatiannya. Ia mendapati pesan dari kekasihnya. Pria itu telah mereservasi hotel untuk bertemu. Pria itu pasti sudah sangat merindukannya setelah hampir satu minggu tak bertemu. Ia tersenyum dan membalas pesan kekasihnya dengan senyum yang sangat Indah.
Sedang seseorang disebrangnya yang sedang menanggapi pertanyaan teman- temannya melihat senyum Sakura dan tak dapat kembali mengalihkan perhatiannya. Sakura memiliki pesona yang tak bisa diabaikan dan.. cerdas.
.
.
.
.
.
-flashback-
Ayah dari anak laki- laki dan putrinya yang di tangani medis itu adalah Minato. Istrinya- Kushina baru saja melahirkan putrinya dua hari yang lalu. Ia merasa lega karena Kushina dapat melahirkan Putri mereka yang mereka beri nama 'Sakura Namikaze'. Ia berkata pada putranya―Naruto Namikaze bahwa ia harus menyayangi adiknya dan menjaganya. Ia mengusap pelan rambut Kushina dan hendak mencari Naruto.
Saat ia berada di koridor itu ia dapat melihat putranya yang berurai air mata menghampirinya "tou-san, apakah ia baik- baik saja? Aa-a-ku takut. Mereka.. mereka.." belum selesai Naruto mengucapkan kalimatnya Minato segera menggendong Naruto dan berlari menuju ruangan bayi.
Suasana kini berubah menjadi berada di ruangan dokter. Dokter dengan nama Orochimaru ini menyatakan bahwa putri nya mengalami kelainan. Putrinya sakit. Ia marah besar pada pihak rumah sakit Kirigakure atas kelalaian dan tak dapat memprediksi ini. Kini semuanya terlambat. Pihak rumah sakit minta maaf, akan tetapi Minato tetap mengajukan gugatan akan hal ini. Jika masalah lain ia akan merelakan, tapi kesehatan, nyawa, adalah hal yang berharga dan tak dapat diganti dengan apapun. Kushina sangat shok ketika mendengar kabar mengenai putrinya dihari kedua nya setelah dilahirkan mengalami kejang dan sakit. Ia tak dapat berbuat apa- apa dan hanya bisa melihat putri mereka dari balik kaca yang sedang dalam penanganan medis. Berharap Kami-sama kembali memberikan putri mereka kesempatan untuk tetap bertahan hidup.
-endflashback-
.
.
.
-TBC-
.
.
.
A/N:
Aisshhh Chapter 2 IS UP ^^ maaf yaa untuk keterlamabatan update fic ini XD Maaf juga kalo feel nya ga dapet :(( Di chap ini juga sudah ada sebagian menceritakan masa lalu keluarga Namikaze yang akan mengantarkan ke Masa lalu SasuSakuNaru untuk memperjelas beberapa hal ^^ untuk typo maaf yaa, dhe-chan udah baca berulang kali tapi, entahlahT.T
Yoshhaa waktunya balas review:
Dewie867: Ini SasuSakuShion XD aheheh makasih yaa pujiannya wie :-D #merona. Ini update setelah satu bulan mengendap wakakak XD makasih ya wie udah read and review ^^
Uchiha Javaraz: hehehe ga ga bakalan terlalu hurt, dhe-chan juga cinta banget sama SasuSaku XD makasih untuk read and review nya ^^
Jamurlumutan462: Ini udah lanjut yaa Olive-chan :-D hehehe iyaa emang kasihan , tapi yaa gitu dehh XD makasih untuk read and review nya ^^
ShinyLany: iya nih hubungan mereka rumit, serumit hatiku nee-chan wkwkwk #curhat. Ya si Shion emang gitu nee-chan :D nahh untuk pertanyaan nee-chan sedikit demi sedikit bakal terbongkar yaa XD tapi step by step XD kyaaa~ dhe-chan malu nee-chan masalah lemon T.T dhe-chan jujur aja ga pede tuh buat lemonnya wkwk :(( ini udah next yaa nee-chan ^^ semangat selalu XD makasih nee-chan untuk read and review nya^^
lightflower22: ahahaha sama dhe-chan juga greget sama SasuSaku .. Bikin hati dhe-chan doki- doki wkwk XD makasih untuk read and review nya ^^
Lala Yoichi: hehe iya ini rated M ^^ konfliknya ga berat- berat amet :D dhe-chan ga begitu bisa buat yang begituan wkwk yaahh pokonya gitu lahh yaa HeHeHe XD makasih untuk read and review nya ya Lala-chan ^^
zarachan: ini udah lanjut yaa Zara-chan :-D makasih ya untuk read and reviewnya ^^
Guest: ini udah lanjut yaa guest? makasih untuk read and review nya ^^ ps: ada baiknya berikan nama yaa biar ga ketuker sama yang lain XD hihi
Guest: hehehe maaf yaa, buat nulis fic ini dhe-chan harus ngumpulin mood yang bener- bener oke ^^ jadi ya gini hehe makasih udah nunggu yaa :))makasih untuk read and review nya ^^ ps: ada baiknya berikan nama yaa biar ga ketuker sama yang lain XD hihi
SasuSaku: ini udah di lanjutin yaa :-D kyaa~ makasih udah suka fic dhe-chan yang abal ini #merona. makasih untuk read and review nya ^^
love sasusaku: ini udah lanjut yaa :-D aduhh maaf untuk keterlambatan dan lama nya yaa :(( ini udah lanjut koo XD makasih untuk read and review nya ^^
Udah semua kan ? Maaf ya yang ga kesebut soalnya yang masuk email dhe-chan cuma itu, terus ini suka rada eror gitu -,- Oiya, chap depan engga jadi lastchapter , kaya nya dhe-chan punya ide lain HAHA #smirk evil. Sankyuu buat yang udah Fav and foll juga silent reader(kalo ada) ^^ Jadi bagaimana? R&R ya minna-san;);) No Flame yaa!
