Title: I Still Love U
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 2 / ?
Main Cast: Choi Siwon & Kim Kibum.
Other Cast: Chilla as Dean Choi author ini ff….
Rated: T but Little M.
Genre: Romance, Comedy, Family.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, Don't Like Don't Read.
Summary: Siwon memutuskan Kibum hanya karena ia bosan dengan sikap Kibum yang sangat pasif padanya. Kira-kira apa yang akan di lakukan Kibum? Dan Siapakah yang akan merasa menyesal? SiBum, BL, Yaoi, NC, Lemon, Don't Like Don't Read.
Author Pov…
Tiga hari berlalu setelah kejadian putusnya Siwon dan Kibum akibat kebodohan Siwon yang dengan kondisi penuh emosi mengatakan kata putus pada Kibum hanya karena Kibum sering kali bersikap terlalu dingin dan sangat pasif dalam hubungan mereka. Dan kini Siwon merasa benar-benar bersalah telah mengatakan Kibum terlalu pasif setelah Kibum memberikan service terakhir padanya. Sebuah service yang Siwon tak pernah kira bisa Kibum berikan padanya.
Dan dimulailah hari-hari melelahkan Siwon. Ia harus memulai dari awal lagi bila tetap ingin memiliki Kibum. Sudah tiga hari ini ia terus mengejar-ngejar Kibum layaknya seorang fans yang begitu tergila-gila pada idolanya. Kibum yang melihat tingkah Siwon yang berusaha mengejarnya lagi sedikit merasa risih. Karena baginya sekarang Siwon hanya lah Hyung-nya saja bukan kekasihnya lagi seperti tiga hari yang lalu. Bukankah Siwon yang menginginkan semua keadaan ini, keadaan dimana dia dan Siwon tak lagi memiliki sebuah hubungan yang khusus. Tapi yang membuatnya sedikit bingung dan kesal itu ya apa lagi kalau bukan tindakan plin-plan Siwon yang masih menginginkannya menjadi Namjachingu Siwon
Kalau di Tanya apakah Kibum masih mencintai Siwon? Maka Kibum pun sedikit sulit menjawabnya. Yang jelas ia begitu kesal pada Siwon yang seenaknya saja memutuskannya dengan alasan kalau ia terlalu pasif. Dan ia juga kurang suka saat Siwon menbanding-bandingkan dirinya dengan member Super Junior yang lain. Dan hatinya bertambah sakit saat mendengar Siwon mengatakan kalau ia ingin mencoba tidur bersama member yang lain.
Karena itulah tiga hari yang lalu ia berusaha bersikap seliar mungkin dalam melayani Siwon untuk yang terakhir kalinya agar Siwon tahu kalau ia juga bisa bersikap aktif dan sangat liar. Yah walau pun setelah melakukan kegiatan liar itu Kibum jadi tak bisa berjalan dengan benar selama dua hari yang mengakibatkannya hanya bisa terbaring diatas tempat tidur saja. Tapi saat di depan Siwon dia selalu bersikap kalau ia baik-baik saja. Beruntug ia seorang actor yang sangat pintar hingga bisa mengelabui Siwon dengan mudahnya.
Selama tiga hari berturut-turut Siwon terus mendatangi apartementnya setiap pagi. Namun dengan menahan rasa sakit ditubuhnya ia selalu menemui Siwon dengan tampang dingin yang tak akan pernah ia lepas dari namja satu itu. Siwon sampai saat ini masih belum tahu kalau Kibum sedikit kesusahan dalam berjalan akibat kegiatan mereka tiga hari yang lalu.
Kibum Pov…
Tiga hari sudah aku putus dengan Siwon hyung karena dia tak lagi mencintaiku dan dia juga malah mengatakan kalau aku ini sangat pasif karena itu tiga hari yang lalu aku memberikan service terakhirku dengan sangat memuaskan. Sepuluh ronde dalam waktu hanya enam jam saja dan ku rasa ia cukup puas atas layananku itu. Tapi masalahnya kali ini, aku jadi tak bisa berjalan dengan benar karena rasa sakit dibagian bawah tubuhku.
Dua hari kemarin ku habiskan waktu hanya berbaring diatas tempat tidur sambil menahan rasa sakit dan nyeri di pinggangku. Aku peranjak dari tempat tidur hanya untuk keadaan-keadaan tertentu saja seperti makan dan hal lainnya. Termasuk membukakan pintu untuk Siwon hyung. Aku sedikit tak mengerti kenapa ia selalu datang pagi-pagi sekali ke apartementku dua hari ini. Dan karena itu lah aku selalu mencoba menahan rasa sakit ini dan berjalan seperti tak merasakan apa pun, padahal rasanya sakit sekali.
Dan hari ini hari ketigaku, rasa sakit itu sudah lumayan menghilang dan aku juga hanya merasa nyeri saja lagi bukan sakit seperti dua hari kemarin. Tapi entah kenapa sejak kemarin aku merasa ada hal yang ku lupakan tapi apa ya?
"Akhh ia… aku ingat sekarang" kataku sambil menepuk jidatku pelan. "Aku lupa meminum pil anti kehamilan yang ku beli dari apotek. Omona… aku harus meminumnya secepatnya, aku tak mau mengandung anak Siwon hyung karena aku ini memiliki rahim" kataku semakin panik. Karena hal itu lah, setiap kali Siwon hyung mengajakku melakukan 'itu' aku selalu memintanya menggunakan kondom. Alsannya ya agar aku tak hamil diluar nikah. Aku mau saja mengandung anaknya, tapi setidaknya ia nikahi aku dulu baru ku berikan ia anak. Tapi sepertinya itu semua tak akan mungkin lagi. Mengingat aku dan Siwon hyung sudah tak memiliki hubungan apa-apa lagi.
Dengan tampang sangat panik aku segera turun dari atas ranjang tempat tadi aku sedang berpikir dengan sangat keras. Aku sedikit meringis merasakan nyeri dipingangku yang ternyata belum hilang sepenuhnya. Dengan cepat ku langkahkan kakiku menuju meja rias yang ada didalam kamarku ini. ku buka satu persatu laci yang ada disana dan mulai membongkar isinya.
"Nggak ada… Nggak ada…" dengan tampang semakin panik aku mulai berfikir sambil menenagkan hati dan pikiranku. "Oke, dimana pil itu. Kenapa nggak ada didalam laci. Ayo Kibum ingat-ingat lagi dimana obatnya" kataku panik.
"Ah ya aku ingat sekarang. Tempat pil itu kan dimain Chilla beberapa hari yang lalu. Dan karena ia menghabur-hamburkan isinya aku jadi membuang semua pil-pil itu ke tong sampah. Dan sekarang aku nggak memiliki satupun dari obat-obat itu" keluhku sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku.
"Apa lagi yang harus ku lakukan sekarang. Bisa jadi sperma Siwon hyung akan membuahi ovum dalam rahimku dan aku akan mengandung anaknya. Oh ayolah Kibum pikirkan cara lainnya" kataku terus bergumam tak jelas.
"Ah… Bukankah kata orang kalau meminum banyak minuman bersoda maka kita tak akan hamil. Patut dicoba…." Dan dengan cepat ku langkahkan kakiku dengan sedikit tergesa-gesa ke dapur. Sesampainya disana aku langsung membuka kulkas dan mencari minuman bersoda. Dan kalian tahu, ternyata tak ada satu pun minuman bersoda disana.
"Bagus, nggak ada juga" kesaku sambil membanting pintu kulkas dengan sedikit kencang. "Lebih baik aku beli pil saja sekarang. Tapi apotek mana yang jam segini sudah buka. Ini kan baru jam enam pagi. Tapi tak ada salahnya kalau aku mencoba mencarinyakan" dan dengan cepat aku pun segera melangkah ke kamarku.
Brruuukkk….
"Miaw…" namun baru juga aku sampai diruang tamu aku sudah jatuh ke lantai. Tadi aku sedang terburu-buru hingga tak melihat kucingku Chilla yang sedang asik tidur disantai yang lumayan dingin itu. aku terjatuh karena tak sengaja menendangnya tadi. Dan Chilla pun sukses tertendang olehku dan kini aku bisa melihat Chilla tengah menantapku dengan tatapan dingin. Andai saja dia manusia bukan kucing peliharaan ku yang di berikan adikku. Pasti aku sudah dibunuhnya saat ini juga.
"Aduh Chilla mianhae, aku nggak sengaja nendang kamu. Aku lagi buru-buru jadi jangan tatap aku seperti itu oke" kataku pada Chilla. Setelah mengatakan semua itu aku bagkit dari posisi jatuhku sambil meringis pelan. Ternyata kedua sikutku berdarah karena aku terjatuh tadi.
Tapi aku tak mau ambil pusing dulu. Nanti saja mengobatinya, lagian sepertinya hanya luka ringan. Saat ini masih ada hal yang lebih penting dari itu, aku harus mencari apotek yang sudah buka jam segini. Dan dengan cepat aku masuk ke dalam kamar lalu mengabil jaket serta dompet dan kunci mobilku. Setelah itu aku langsung pergi meninggalkan apartementku.
Namun langkahku terhenti saat baru saja membuka pintu apartementku sendiri. Kalian tahu apa yang membuat aku berhenti? Siwon hyung ada didepat pintu apartementku dan baru saja hendak menekan bel apartementku. Kini Siwon hyung sedang menatapku lekat-lekat membuatku sedikit merasa risih.
"Bummie kamu mau kemana dengan masih mengunakan pakaian tidur seperti itu dan lagi pula ini masih pagi chagya" kata Siwon hyung padaku. Ah, aku baru ingat kalau aku masih menggunakan pakaian tudur yang hanya dilapisi oleh jaket tebalku saja untuk mengurangi rasa dingin udara pagi yang sedikit menusuk.
"Ke suatu tempat hyung" jawabku singkat lalu mengunci pintu apartement dan hendak pergi meninggalkan Siwon hyung yang langsung mencegahku. "Aww…" ringisku saat Siwon hyung dengan sedikit kasar mencengkram lenganku tepat dibagian sikuku yang tadi mengeluarkan darah.
"Bummie kamu kenapa?" Tanya Siwon hyung panik saat melihatku kesakitan. "Tanganmu kenapa, coba aku lihat" Siwon hyung pun kemudian membuka jaketku dan melihat luka yang sedikit mengeluarakan darah dari kedua sikuku. Dan dengan seketika wajahnya pun berubah menjadi kahawatir.
"Bummie ini kenapa?" Tanya Siwon hyung.
"Jatuh tadi gara-gara nendang Chilla. Tapi untung aja Chilla nggak apa-apa, kalau terjadi sesuatu pada Chilla aku yakin adikku yang sangat cerewet itu pasti akan segera membunuhku" kataku dengan sedikit gelak tawa. Tapi sepertinya candaanku tadi ngga lucu, buktinya Siwon hyung hanya diam saja tak merespon.
"Yack.! Bummie, kenapa malah mikirin Chilla sih. Bukannya mikirin diri sendiri yang sedang terluka. Sudah ayo masuk lagi, aku obati lukamu" kata Siwon hyung yang langsung meraih kunci apartement dari tanganku dan membuka pintu apartementku.
"Nanti saja lah hyung ngobatinya. Aku mau kesuatu tempat dulu" kataku mencegahnya. Namun Siwon hyung malah menarik tanganku masuk kedalam apartementku dan menyuruhku duduk manis disofa ruang tamu sedangkan dirinya sendiri sudah kesana kemari mencari kotak P3K sepertinya.
"Sini ulurkan tanganmu" perintahnya.
"Hyung ngobatinnya nanti saja ya. Aku harus pergi sekarang ada hal penting nih" kataku sabil beranjak berdiri.
"Nggak ada nanti-nanti Bummie. Lukamu bisa jadi infeksi kalau nggak segera diobati" kata Siwon hyung yang sepertinya ia sangat kahawatir sekali pada kondisiku. Tapi menurutku tindakannya ini sungguh kelewatan, aku yakin aku akan baik-baik saja kok.
"Aduh hyung nanti sajalah" kataku yang langsung pergi meninggalkan dirinya. Namun dengan cepat Siwon hyung menarik lenganku dan mendorongku kearah sofa hingga aku jatuh kesofa dengan posisi terlentang. Dan dengan cepat pula Siwon hyung langsung menindih tubuhku. Ia kini tengah duduk santai dipahaku. Ia juga tak lupa memegang kedua tanganku dan membawa kedua tangaku itu keatas kepalaku. Setelah itu ia mulai mengobati kedua sikuku.
"Sabar sebentar ya Bummie, aku akan mengobatimu dengan hati-hati kok" katanya sambil memberishkan luka disikuku dengan kapas dan alkohol lalu setelah itu ia membubuhkan betadin dilukaku dan memasangkan plester bergamba lucu dikedua sikuku ini. "Nah sudah selesai sekarang" kata Siwon hyung senang.
"Ne, gomawo hyung. Tapi bisakah hyung segera turun dari atas tubuhku, hyung itu berat tahu" kataku tapi bukannya ia turun dari atas tubuhku, ia malah melumat bibirku dengan rakusnya.
"Hemmppp…. Hy… mmmmpppp" Siwon hyung terus melumat bibirku hingga kami berdua ke habisan nafas baru lah ia melematkan lumatannya.
"Ku nggak butuh ucapan terima kasihmu tadi Bummie, yang aku mau itu ciuman dipagi hari seperti tadi" kata Siwon hyung sambil mengerlingkan matanya kearahku tapi aku hanya diam tak merespon apa-apa. Siwon hyung pun segera turun dari atas tubuhku. Aku segera merubah posisiku menjadi duduk dan menatap Siwon hyung.
"Ya sudah Bummie, aku pamit pulang ya" kata Siwon hyung padaku lalu mengecup bibirku kilat. "Bye… Bummie… Bye Chilla…" kata Siwon hyung padaku dan Chilla yang entah sejak kapan ada dibawah kakiku sambil mengusap-usap kepalanya dikakiku. Siwon hyung pun segera pergi meninggalkan apartementku, baguslah kalau ia segera pergi.
"Chilla…" kataku pada anak kucing berwarna putih pemberian dari adikku ini. Ku angkat tubuh Chilla dengan penuh kasih sayang karena walau bagaimana pun Chilla ini masih anak kucing yang harus diperlakukan dengan sangat lembut.
"Siwon hyung membingungkan ya. Dia sebenarnya datang pagi-pagi kesini untuk apa sih? Masak Cuma mau ngobatin luka disikuku saja" kataku pada Chilla yang hanya diam saja.
Author Pov…
"Aduh… Bummie sayang, Chilla mana tahu si kuda liar itu kesini mau apa. Tapi Chilla cukup senang karena dia segera pergi dari sini. Pasti tadi ia cepat-cepat pergi gara-gara ketakutan liat Chilla" kata sang kucing dengan bahasa kucingnya yang tentu saja tak dimengerti oleh Kibum.
"Oh ya Chilla aku kan harus pergi. Chilla kamu sarapan paginya di tunda dulu ya. Aku harus pergi ke apotek nih buat beli pil anti kehamilan. Kamu nggak mau kan punya adik dari kuda liar bertubuh simba itu" kata Kibum sambil meletakkan Chilla diatas sofa tempatnya tadi duduk.
"Nggak mau… aku nggak mau punya adik dari si kuda liar itu. Oke Bummie sayang aku bakal tahan lapar deh. Tapi kamu pergi cepat cari pil itu, jangan sampai Bummie sayang hamil anak si kuda liar" Kata Chilla sambil berputar-putar nggak jelas.
"Chilla aku pergi ya" kata Kibum pada Chilla dan Chilla pun menghentikan aksi memusingkannya tadi. Kibum langsung beranjak pergi hendak meninggalkan Chilla. Namun baru tiga langkah ia beranjak dari posisinya tadi ia bisa melihat Siwon yang kembali ke apartementnya.
"Siwon hyung bukannya udah mau pulang ya, kok masih disini sih?" Tanya Kibum heran pada Siwon yang sedang menatapnya tajam. Entah kenapa Kibum merasa tak tenang dengan tatapan itu. Tanpa menjawab pertanyaan Kibum, Siwon langsung mendekati Kibum dan mencium Kibum kilat dibibirnya.
"Bummie, Sumpah aku nggak tahan. Dari tadi aku terus memikirkan kamu" kata Siwon hyung sambil melingkarkan kedua tangannya dipinggang Kibum.
"Maksud hyung apaan? Nggak tahan apaan sih?" Tanya Kibum bingung.
"Nggak tahan pingin 'itu' sama kamu" kata Siwon yang langsung mengendong tubuh Kibum ala bride style dan membawanya kearah kamar. Kibum yang sadar dengan keinginan Siwon langsung meronta-goronta dalam gendongan Siwon.
"Andwae… Aku nggak mau hyung. Ingat aku ini bukan kekasihmu" kata Kibum histeris.
"Nggak peduli Bummie, yang jelas aku udah nggak tahan pengen 'itu' sama kamu" kata Siwon sambil mengerlinkan matanya kearah Kibum. Setelah sampai didalam kamar Siwon dengan cepat meurunkan tubuh Kibum dan segera mengunci pintu. Dan mulailah terdengar jeritan-jeritan penolakan Kibum yang sangat pilu sampai-sampai membuat Chilla sedikit merinding.
"Andwae… Bummieku sayang mau diapaiin tuh sama si kuda liar" Kata Chilla yang langsung mendekati sumber suara menyayat hati alias pintu kamar Kibum.
"Andwae hyung jangan dibuka….. ahhh… Hyung…." Terdengar suara Kibum yang menolak perlakuan Siwon saat namja tampan itu mulai membuka bajunya.
"Tenang Bummie, kamu pasti akan menikmatinya seperti biasanya" kata Siwon dengan nada santainya.
"Andwae… Nggak mau hyung… ahhh… ahhhh…" erangan Kibum mulai terdengar hingga keluar kamar.
"Yack.! Kuda liar apa yang kamu lakukan. Cepat keluar dari dalam, jangan sentuh Bummieku tersayang" kata Chilla yang tengah berusaha membuka pintu kamar Kibum dengan cara mencakar-carak pintu itu. "Buka pintunya… Bummie sayang tunggu, Chilla pasti bisa nolongin Bummie sayang" kata Chilla masih terus dengan kegiatannya yang sangat percuma itu.
"Hyung… jangan.. ahhh… ahh…" erangan Kibum semakin terdengar membuat Chilla semakin panic.
"Sabar Bummie, sakitnya nggak akan lama kok" kata Siwon yang menenagkan Kibum.
"Hyung.. ahh… jang… ARRGGGHHHH….. Sakit hyung.. hiks.. hiks.. hiks.." tangisan Kibum mulai terdengar. Entah apa yang saat ini sedang Siwon lakukan pada Kibum didalam sana hingga membuat Kibum berteriak kencang dan mulai terisak membuat semua yang mendengarnya pasti tetegun dan berkata Kasihan Bummie. Sama seperti yang Chilla katakan saat ini.
"Andwae…. Bummieku kamu di apakan sama si kuda liar, sampai-sampai kamu menangis separti itu sambil berteriak kesakitan. Yah, walap pun harus ku akui sekarang ia mulai mendesah nikmat. Oh ayolah kuda liar jangan bilang kalau kalian melakukan 'itu' lagi. hey, bisa-bisa Bummie nggak bisa jalan lagi. kuda liar mainnya jangan kasar-kasar kasihan Bummieku tersayang" kata Chilla mulai panik.
"Si… Siwon…ahhh.. hyung… ber… henti… ahhh… uhhh…." Erang Kibum nikmat.
"Nanti tunggu aku terpuaskan baru kita berhenti ya Bummie" kata Siwon tegas. Dan semakin kencang pula erangan yang dikeluarkan Kibum.
"Ahhh… ahhh,,… hentikan hyung… uuhhhh…." Erang Kibum semakin jelas terdengar.
"Hey… Hey.. Kuda liar, Bummie bilang berhenti ya berhenti. Kenapa masih diteruskan sih" kasal Chilla diluar pintu kamar masih dalam posisi menatap pintu itu dengan tatapan miris. "Oke… sepertinya aku harus turun tangan. Bersiaplah kuda liar, aku pasti bisa mengalahkanmu" kata Chilla sambil bersiap-siap mengambil ancang-ancang hendak mendobrak pintu dengan tubuh kecilnya.
Bbrruuuukkkkk
Chilla pun pingsan ditempat akibat benturan dikepalanya dengan pintu kamar sering dengan erangan panjang Kibum yang menandakan kalau ia telah sampai pada punca permainan. Tapi erangan dan desahan masih terdengar dari dalam sana yang memandakan permainan masih berlanjut.
Beberapa jam kemudian didalam kamar Kibum….
Kini kibum tengah terbaring temas diatas tempat tidur dengan tubuh penuh dengan Kissmark ciptaan Siwon tadi. Selai itu, tubuhnya pun penuh dengan keringat yang bercampur dengan sperma miliknya sendiri serta milik Siwon yang keluar begitu banyak dari dalam lubangnya. Ia tak ingat sudah berapa kali Siwon mengeluarkan spermanya didalam tubuhnya dan sudah berapa ronde permainan yang telah mereka lakukan. Yang jelas Kibum tahu kalau barusan mereka bermain lebih dari sepuluh ronde.
Lain Kibum lain pula Siwon. Kini Siwon tengah tersenyum senang sambil mengenakan pakaiannya disamping tempat tidur dimana Kibum tengah berbaring lemas dengan tubuh polosnya yang hanya tertutupi oleh selimut sebatas pinggang saja.
"Chagya, mianhae ya aku menyudahi permianna kita. Tadi aku ditelephone Leeteuk hyung soalnya kami masih ada job. Karena itu, Leeteuk hyung memintaku segera ketempat kerja. Aish, andai saja hari ini aku libur. Pasti kita bisa bermain sepuasnya hingga berjam-jam lebih lama dari ini" kata Siwon yang duduk ditepi tempat tidur dengan sudah mengenakan seluruh pakaiannya lengkap. Ia membelai pipi Kibum dengan sangat mesra. Kibum yang masih lemas hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan Siwon padanya.
"Sudah ya Bummie Honey, aku pergi dulu sebelum hyung dan para dongsaeng marah-marah karena aku terlambat sampai ditempat kerja" kata Siwon yang langsung mengecup bibir dan kening Kibum. Ia pun langsung pergi meninggalkan Kibum yang masih terbaring lemah. Saat Siwon membuka pintu kamar ia sedikit heran melihat Chilla yang tertidur didepan kamar. Namun ia tak mengamil pusing hal itu, ia langsung pergi meninggalkan apartement Kibum dengan perasaan hati yang sangat bahagia karena baru saja mendapat jatah dari Kibum.
Tak lama setelah kepergian Siwon Chilla pun terbangun dari pingsannya yang tadi dikira Siwon ia tengah tertidur dengan sangat nyenyak.
"Euh… sakit… kepalaku benjol nggak ya? Jangan benjol dong tar aku nggak kawaii lagi… (Sejak kapan si Chilla bisa bahasa jepang? ==a)" kata Chilla sambil mengaruk-garukan tangan kanannya kekepalanya sendiri. "Eh, Bummie sayang kira-kira gimana ya?" Chilla pun mulai ingat pada sang majikan tercinta. Dengan cepat ia langsung melesat masuk kedalam kamar Kibum dan menemukan Kibum yang terbaring lemah dengan hanya berbalut selimut tebal sebatas pinggang saja. Chilla pun bisa melihat bercak-bercak merah di tubuh bagian atas Kibum yang terbuka. Dan Chilla sangat yakin semua itu pasti ulah si kuda liar.
"Andwae.. kuda liar apa yang kamu lakukan pada Bummieku tersayang" kesal Chilla sambil mondar-mandir nggak jelas disamping tempat tidur Kibum membuat sang majikan sedikit binggung.
"Uh… dasar kuda liar, kalau udah main liar banget sih. Aku yakin pasti selama seminggu aku nggak bisa jalan deh. Rasa sakit yang kemarin aja masih belum hilang semua. Eh ini malah ditambah lagi" kata Kibum dengan suara lemahnya.
"Sepertinya aku harus pasrah hamil anak Siwon hyung. Karena sampai saat ini aku belum meminum pil itu. Yang ada aku malah menambah jumlah sperma Siwon hyung yang masuk dalam tubuhku" keluh Kibum lagi sambil memejamkan matanya.
"ANDWAE… AKU NGGAK MAU HAMIL…" teriak Kibum histeris membuat Chilla yang mendengarnya terlonjak kaget.
"Andwae… Chilla nggak mau punya adek dari kuda liar…" Chilla pun mulai ikut-ikutan histeris dan mondar-mandir dengan nggak jelas pula didalam kamar Kibum. Kini keadaan Kucing dan majikan itu sama saja. Sama-sama panik tak ingin bertambahnya jumlah orang dalam keluarga kecil mereka.
^_^ TBC Again… ^_^
Yang baca Please tinggalkan jejak berupa comment kalian.
