Touchẻ (Alchemist)
A remake teenlit
Teenlit by Windhy Puspitadewi
Chanbaek ff remake GS
FF remake dari teenlit karya Windhy Puspitadewi. Touchẻ bagian yang ke 2 Alchemist.
Saya hanya akan merubah nama cast sesuai dengan kebutuhan cerita.
Cast:
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
EXO members
Others
PROLOG
BAEKHYUN berkali-kali melihat ke arah jam tangannya. Ayahnya berjanji bertemu dia di kafe dekat kantor polisi pukul sembilan pagi untuk sarapan bersama dan sekarang hampir pukul dua belas. Sejak orangtuanya bercerah tahun lalu, Baekhyun hampir tidak pernah bertemu ayahnya. Kesibukan ayahnya sebagai detektif di kepolisian New York, yang juga merupakan penyebab utama perceraiannya, sangat menyita waktu hingga dia hampir tidak bisa dihubungi, apalagi ditemui.
Baekhyun menghela napas. Ini sudah kesekian kali ayahnya gagal menepati janji. Dia meletakan ponsel, lalu mengambil buku dari tas, dan saat mulai membaca, Baekhyun mendengar namanya dipanggil.
"Baekhyun!"
Baekhyun menoleh dan melihat ayahnya masuk ke kafe, tergopoh-gopoh berjalan menuju mejanya. keringatnya bercucuran.
"Maafkan Ayah," kata ayahnya sambil mengelap wajah dengan sapu tangan. "Tadi ada sedikit urusan di kantor. Kau sudah lama di sini?"
Ayahnya melirik ke arah jam tangannya. "Pertanyaan bodoh, sudah tiga jam kau disini. Sekali lagi maafkan Ayah."
Baekhyun menutup buku dan tersenyum. "Tidak apa Ayah. Aku senang Ayah bisa datang."
"Aku juga senang melihatmu lagi," kata ayahnya sambil menggenggam tangan Baekhyun.
"Bagaimana kabar Ibumu? Apa dia sudah menikah lagi?"
"Belum," Baekhyun menggeleng. "Ibu baik-baik saja. Ibu kembali memakai nama keluarganya."
Ayah Baekhyun mengangkat alis. "Kau juga berubah menjadi..."
Baekhyun mengangguk. "Baekhyun Huang. Yah... memang tidak cocok, tapi mau bagaimana lagi? Aku yang memutuskan untuk ikut Ibu."
"Maafkan Ayah. Ayah sebenarnya ingin kau tetap menjadi Baekhyun Wu," kata ayahnya dengan Nada menyesal. "Tapi pekerjaan Ayah..."
Belum sempat ayahnya meneruskan kalimat, ponsel di saku kemejanya berbunyi. "Sial!"
"Ya, halo, Detektif Wu disini," jawab ayah Baekhyun. Setelah terdiam sejenak, mendengarkan suara di seberang telepon, raut wajahnya lambat laun berubah. "Mayat wanita? Di mana? Central Park?"
Ayah Baekhyun menutup telepon dan bangkit terburu-buru, lalu ingat kembali dengan keberadaan putrinya.
"Baekhyun, mm... Ayah..." Dia binggung harus berkata apa. Mereka baru bertemu lagi setelah satu tahun, dan sesudah menyuruh anaknya menunggu tiga jam, Sekarang dia harus meninggalkannya gara-gara pekerjaan.
"Tidak apa-apa Ayah," Baekhyun mengangguk maklum.
"Aku mengerti. Ayah pergi saja."
"Ayahnya mengangguk. "Terima kasih, Baekhyun. Kita buat janji lagi lain Kali."
Baekhyun memaksakan diri tersenyum, yakin tidak akan semudah itu membuat janji temu dengan ayahnya, bahkan hanya untuk makan siang.
Setelah beberapa langkah, ayahnya berhenti, lalu membalikan badan dengan wajah berseri. "Baekhyun! Bagaimana kalau kau ikut Ayah?"
"memangnya boleh?" Baekhyun mengerutkan kening."Kenapa tidak?" Ayahnya langsung menarik tangan Baekhyun, mengajak keluar kafe.
Baekhyun secepat mungkin menyambar tasnya. "Tu... tunggu, Ayah, aku belum membayar kopi!"
Ayahnya merogoh kantong celana, lalu melemparkan uang dua puluh dolar ke meja yang tadi ditempati Baekhyun. "Sekarang beres."
..
TBC
..
