Why Me? The Silly Boy's My

Disclaimer : Masahi Kishimoto

Pair : NaruHina & SasuHina

Warn : AU, OOC, Typo,penggunaan bahasa yg… sedikit gaul… dll

Summary : Kisah dua orang idiot yang tergila-gila dengan gadis jelita. yang berpacaran dengan Hinata, harus diusik oleh Sasuke yang juga menyukai Hinata. tidak terima dan terjadilah perang dunia ketiga abad megalitikum(?). Bagaimana kelanjutan ceritanya?

Chapy Minggu Lalu~

"…O'ow…"

"Kita berjumpa lagi, Naruto-kun,"kata orang itu sambil menyeret samurai itu ke arah Naruto.

~Selamat Baca~

"Na-Na-Na-Na-"

"Apaan sih paman? Ini bukan waktunya nyanyi kalee, pliss deh! Genting nih, suasana genting!"kata Naruto yang tegang. Masa iya, Naruto yang tampangnya rupawan, dermawan, and menawan begini ada musuhnya. Chk! yaa oloh! Yang bener?

"I-itukan, Hinata-sama!"kata Iruka yang nunjuk-nunjuk sosok aneh itu.

"HAAHHH? YA AMSYONG! Kok bisa di sini sih?"Naruto pun histeris. Udah kaya emak-emak arisan yang shock denger anaknya kecebur got. Lebay banget.

"Hi-Hi-Hinata-chan. Loe ngapain di sini?"bisik Naruto ke sosok misterius itu. Suwer deh, si Naruto kaget banget. Liat aja mukanya udah kaya orang ketahuan ngerampok, pucet banget. Sedangkan Iruka bingung dan gak nyangka kalo manusia rakitan(?) di depannya adalah Putri Hinata.

Sumpeh deh, untuk apa coba Putri Hinata berdiri, nenteng samurai, muka di tutupin tudung, udah gitu nyiulin dia and Naruto? Apa maksudnya coba?

Dan dapat kita saksikan Hinata yang ditatap mengerikan oleh warga desa. Bingung sekaligus ngeri. Ngeliat Hinata yang tampilannya udah kaya ninja yang mau nodong orang pake samurai. Hedehh…

Iruka pun sepertinya harus memeriksakan diri ke dokter. Sapa tau aja Tensi-nya naik.

"Na-Naruto-kun. A-aku…"kata Putri Hinata yang malu-malu kucing. Manis banget gayanya, udah kaya permen lollipop pake gula 2 ton. MUUAAAAANISSSSS banget. Naruto garuk-garuk kepala. Persis kaya orang prustasi berat.

"Hinata-chan, Naruto-sama. Sebaiknya kita bicara di tempat lain saja. Di sini terlalu mencolok,"kata Iruka bijak banget. Naruto dan Hinata pun menyanggupi ajakan Iruka. Daripada dikira mau rencanain ngerampok? Mending cari tempat aman buat ngomongin apa masalahnya seorang putri Hinata.

Di pinggir Danau~

Hinata yang tentunya masih menenteng samurai-nya menatap segerombolan anak-anak kecil yang sibuk berlarian menangkap ikan di danau, seperti tak memperdulikan ketiga sosok yang dengan tampang bego dan mencurigakan-nya berdiri menatap mereka.

Chk, ini bocah. Gak takut di culik ape? Takut dikit nape? Ada orang bawa samurai noh! Hahh… #ngelus-dada

"Yoo, Hinata-chan! Loe kenapa bawa-bawa samurai? Loe mau ngapain?"Tanya Naruto yang bingung, entah semalem dia salah minum obat tidur atau apa, bisa-bisanya si Putri Hinata yang polos, gak tau apa-apa, lugu and menggemaskan jadi sosok jahanam yang mengerikan. Liat aja gayanya udah kaya malaikat pencabut singkong ehhh… salah, salah! Pencabut nyawa.

"A-ano… kemarin, waktu aku menatap burung onii-chan, aku terkejut. Karena aku ta-"

"Tu-tu-tunggu dulu! Ape tadi loe bilang? Bu-burung kakak loe?"Tanya Naruto sambil ngorek telinganya, sapa tau telinganya rada bermasalah.

"BURUNG LAGII?!"teriak Iruka prustasi akut. Naruto ketawa hambar sedangkan Hinata yang tudungnya udah dibuka bingung. Emang dia lagi ngomongin burung, kan abangnya jualan burung, gimana sih?

Loh kok? Neji jualan burung? Sejak kapan? #periksa-naskah

"JANGAN BAHAS SOAL BURUNG! GUE MALES NGOMONGIN ITU!"teriak Iruka nyaring banget. Bahkan anak-anak kecil yang tadinya sibuk nyari ikan terdiam sambil natap Iruka.

"Ada paman mesum! Kabur yuk! Ntar kita diperkosa!"kata anak itu salah paham.

Nahlo? Emangnya sapa yang mau perkosa situ?

"Chk! Loe gak usah teriak juga kali. Haahh…"kata Naruto pijat-pijat jidatnya. Iruka pun nyengir.

"Ehehe. Sory, sory. Ohh yaa! Hinata-sama mau bicara apa tadi?"

Dan Hinata pun kembali bercerita.

"Aku melihat burung onii-chan. Cantik sekali. Jadi aku ingin memotong rambutku. Tapi aku tidak bisa. Jaman sekarang ini kan belum ada yang namanya gunting, Jadi aku mau minta tolong padamu untuk memotong rambutku, pake samurai ini,"

"…"

"…"

Hening~

"Paman. Apa hubungannya ngeliat burung, sama potong rambut?"Tanya Naruto. Sumpeh, dia bingung banget. memangnya kenapa sih sama burungnya Neji? Naruto kali ini bener-bener gak ngerti.

"E-engg…"Iruka pun berusaha berpikir. Walaupun kenyataannya sama sekali gak nemu jawabannya. Coba Tanya sama usro'. #dihajar.

Dan kenapa Hinata menyuruh Naruto yang memotong rambutnya? Pake samurai segala lagi. Ntar kalo kepala yang kepotong, kan bahaya bro…

"Hahh… yaa sudahlah! LUPAKAN?! Lupakan soal burung!"kata Naruto sambil membelai rambut Hinata yang diikat karena terlalu panjang. Naruto tersenyum lembut. Hinata nafasnya megap-megap gugup.

"Memangnya, gak sayang sama rambut loe Hinata-chan? Rambut luu bagus begini, kenape dipotong?"Naruto pun membuka ikatan rambut Hinata hingga rambut panjang itu terjatuh indah. Rambut hitam yang berkilauan. Bener-bener kaya iklan conditioner di tipi-tipi.

"WOW?!"Iruka pun ber'wow ria melihat betapa indahnya rambut putri Hinata.

Naruto pun mengelus rambut Hinata lagi. Sesekali mencium lembut kepala Hinata. Seperti sepasang suami istri yang lagi bulan madu. Mesra banget.

Baru aja mereka berdua mesra-mesraan, and Iruka serasa jadi obat nyamuk pun ngorek-ngorek tanah. Kesel gara-gara dikacangin.

"Ehem!"deheman seseorang menghentikan kegiatan Naruto yang udah mau peluk-peluk Hinata. Kaya gaya pacaran abad kini. Kalo gak pelukan, gak afdol rasanya.

Dan dapat kita saksikan pemirsa. Sang pangeran kerajaan datang menjenguk(?) kedua sosok itu, eee… maksudnya ketiga sosok itu.

"Chk! Ada perlu apa yaa, Pangeran Uchiha? apakah anda kurang kerjaan? Mungkin anda bisa mencabuti rumput di kebun warga jika anda kekurangan kerjaan,"kata Naruto senggak banget ngeliat kedatangan Sasuke.

Sedangkan Sasuke yang kedatangannya udah kaya jelangkung abad 20an datang gak ada yang undang, datang-datang minta di kemplang. Udah gitu, mukanya ngejek banget.

"Huh~bagaikan seekor Kera Sakti yang jatuh cinta dengan Putri Snow White!"ejek Sasuke.

Tuh kan, baru juga di bilang. Minta dikemplang nih anak. Batin Naruto gondok banget.

Emangnya jaman kerajaan udah ada cerita Snow White? #periksa-naskah-lagi.

"Ee…ape maksud loe Pangeran Uchiha? Apakah dikau nyindir gue? Atau… loe iri liat keserasian kite berdua? Hmm?"Naruto pun tertawa kemenangan ngeliat Sasuke yang terkejut sekilas yang kemudian buang muka.

"Na-Naruto-kun. Tidak boleh berbicara seperti itu,"tegur Hinata. Uhh~udah kaya calon ibu rumah tangga.

Iruka yang sudah merasakan hawa tak enak yang serasa mencekiknya *halah* pun bertindak. Daripada ada pertumpahan darah antara Namikaze dengan Uchiha? hayo, pilih mana? #tampar.

"Sebaiknya, kita antar Putri Hinata pulang Naruto-sama. Sepertinya, Neji-sama pasti sedang mencari putri Hinata,"usul Iruka. Tapi sepertinya Sasuke mau ngomong sesuatu.

"Putri Hinata~"Sasuke pun mendekat ke arah Hinata. Naruto was-was.

'Ini Anaconda mau ngapain coba? Nyentuh Hinata gue bacok loe!'batin Naruto senggak.

"Yaa, Pangeran Muda Uchiha. Ada apa?"Tanya Hinata ramah. Maklum, Sasuke kan calon Raja Uchiha. Jadi dihormati banget. Tapi yaa gitu… kelakuannya kaya anak TeKa bikin gondok orang mulu kerjanya. Tapi itu bagi Naruto.

"Jadi…namamu Putri Hinata?"

"Chk! Ayo, Hinata-chan! Ada 'kucing garong'! Ntar loe dimacem-macemin lagi. Ayo paman Iruka!"kata Naruto sewot banget. Naruto pun menarik tangan Hinata lembut dan di ekori oleh Iruka.

"Saya permisi, Tuan Muda Uchiha,"pamit Iruka.

"Hn!"jawab Sasuke kesel.

Kenape sih, tiap ada Putri Hinata, pasti ada si Kera Sakti itu. Chk! Memang si monyet satu itu, gue bikin sengsara loe… khukhukhu

Sasuke pun tersenyum setan. Mukanya udah kaya om-om mesum yang mau nagih utang. Pokoknya serem deh…

Perjalanan pulang~

"Nee, Hinata-chan! Loe kudu hati-hati sama si Introvert itu! Elu liat mukanya kan? Gue gedeg liat mukanya. Sombong banget!"omel Naruto. Lagi-lagi Iruka geleng-geleng kepala.

"Hihi… Uchiha-san itu baik kok,"kata Hinata yang termakan rayuan Sasuke. Yang setahu gue, Hinata baru ketemu Sasuke tadi. Kenapa bisa kena rayu? Aneh.

"Naruto-sama kenapa sih, gak baikan aja sama Tuan Muda Uchiha? Dia itu calon Raja loh! Ntar loe dibikin miskin sama dia baru tau rasa loe!"nasihat Iruka yang sampe patung liberti ganti gaya jadi breakdance juga gak bakal Naruto baikan sama Sasuke si Raja Introvert itu. Hedehh…

"Udah deh, paman! Loe gak usah berkhayal tinggi begitu, mau sampe menara Pisa rebah, juga gak bakal gue baikan sama SI AYAM SONGONG itu! Lagipula, firasat gue menyatakan, si Uchiha itu punya rencana buruk!"kata Naruto sambil menggosok dagu dengan telunjuknya. Bergaya sedang mikir. Hinata pun berkomentar.

"Tapi, Tuan Muda Uchiha itu, tidak seburuk kelihatannya kok,"

"Benar! Dia juga sering bagi-bagi bantuan untuk warga miskin. Masa iya, si Uchiha itu punya rencana busuk? Sulit dipercaya,"komentar Iruka.

"Chk! Kan, ape aje bisa terjadi di dunia yang serasa sempit ini. Kan gak semua orang baik di luar, baik juga di dalamnya,"kali ini Naruto pun memenangkan pergosipan mengenai Uchiha Sasuke Si Calon Raja.

Hinata terlihat mikir, begitu juga dengan Iruka.

Bener juga. Bisa aje, si Uchiha itu punya maksud tertentu sama seluruh, semua, all, everything, anything, and ayu ting-ting(?) dengan kebaikannya. Hmm…pinter loe Nar…

"Hahh…lupakan Uchiha! Sekarang, kita ke kediaman Hyuga. Katanya Putri Hinata mau potong rambut? Sekalian mau liat burungnya Neji,"

Burung lagi…

Iruka hanya mingkem. Males banget bahas soal burung. Ini kenapa yaa? Dari chapy pertama sama chapy kedua ini bahasnya gak jauh-jauh dari burung? Ada apa gerangan? #dikemplang.

Dan saat mereka sampai di kediaman Hyuga. Sang kakak, Hyuga Neji tengah berkacak pinggang. Gayanya udah kaya emak-emak nunggu anak laki-lakinya yang pulang tengah malem di depan gerbang. Mukanya aje udah asem banget. And Hinata pun hanya bisa menunduk.

"Ohayou, Neji-san! Piye kabare?" #doeng. -_-'

"Chk! Loe kenape bisa sama adek gue?"Tanya Neji Out Of Dialog.

"Hehehe. Putri Hinata datang temuin gue, katanya dia mau potong rambut gara-gara liat burung loe,"kata Naruto frontal. Neji otomatis pegangin 'anu'nya sambil menatap sang adik tidak percaya.

What? 'Titit' gue dilihat sama Hinata? ADEK GUE?

Iruka dan Naruto hampir ngakak ngeliat mukanya Neji kecut banget. Pegangin 'anu'nya dengan muka merona abis. Hinata bingung.

"Iya. Onii-chan kenapa? Kok merah gitu mukanya?"

"Pfft. Ekhem! Ee, Neji-san. Elu bener-bener. Adek sendiri di nistain begitu. Keterlaluan bener loe, jadi kakak!"kata Naruto yang gak terima. Enak aje, Hinata yang polos and lugu bakal musnah dong? Bejat bener loe jadi kakak.

"Wow, wow, wow! Tu-tunggu dulu! Hi-Hinata-chan, kapan loe liat b-b-bu-burung gue?"Tanya Neji malu banget.

GILAAAAAAA!? Teriak Neji dalam hati.

"Kemarin sore dan tadi setelah sarapan. Aku lihat onii-chan mainin burungnya,"jawab Hinata jujur banget. Sumpeh loe? Loe beneran liat Hinata? Gak nyangka loe Neji…

Naruto ketawa hebat liatin mukanya Neji. Bersama Iruka tentunya yang udah gak kuat nahan godaan untuk tertawa. Mukanya Neji pun makin merah. Hinata makin bingung.

"Ada yang lucu?"Tanya Hinata polos. Neji pun mikir-mikir.

Kemarin sore dan tadi setelah sarapan? Burung gue? Gue gak pernah ngelakuin itu. Gue ini gak gila sexs. seenggaknya yaa, kalo mainin 'Titit' gue gak bakal sembarangan tempat. Nahlo? Gue kok ngakuin? Chk! Gila. Ini bener-bener gila. Kapan gue mainin bu-.

Naruto ngakak sambil kejang gara-gara gak kuat ketawa. Saking gak kuatnya sampe tanah yang di injaknya pun di pukul-pukul gak kuat.

"Chk! Maksud loe, burung merpati itu, Hinata-chan?"Tanya Neji yang mukanya asem banget.

Hinata ngangguk. Neji sudah ngira yang iya-iya tentang adeknya. Dan mengakuin pernah mainin 'Titit'nya lagi. hahaha… Muke Gile lu Ndroo… #ngekk.

Naruto pun berhenti tertawa setelah mengusap air matanya. Sedangkan Iruka yang udah gak kuat itu masih berjongkok megangin perutnya. Hedehh…

"Chk! Masuk!"kata Neji sambil pasang muka sakit hati.

"Hehehe,"

Naruto, Iruka dan Hinata hendak melangkahkan kaki saat sesosok manusia mengusik.

"Boleh aku juga ikut masuk?"

Iruka dan Hinata menatap bingung orang tersebut. Tetapi, beda dengan Naruto yang pasang muka gedeg kembali.

~TBC~

Silahkan Review…

XD