Title: The Strongest Human Race

Rate: M

Pairing: Naruto x Harem

Disclaimed: I don't own Naruto and Highschool DxD.

Summary: Naruto tersedot kedalam Limbo saat menyegel Kaguya, tanpa di ketahui Naruto, beberapa temannya tersedot ke dimensi lain. Para bijū mengorbankan nyawa mereka untuk mengeluarkan Naruto dan membawa Naruto ke dimensi yang penuh akan makhluk supernatural. Bagaimanakah petualangannya di dimensi tersebut?

Warning: Semi-Godlike!Naruto, Human!Naruto, Immortal!Naruto and Etc.

Attention: Saya hanya meminjam character dari dua anime yang saya sebutkan tadi, jadi apabila tidak ada kesamaan dalam character yang saya pinjam mohon maaf karena ini 'Pure My Imagination'. If You Don't Like This Story, You Can Leave!

Note: Wow! Banyak respon dari para pembaca, saya nggak sangka sama sekali. Saya ucapkan banyak terima kasih sudah review, follow dan favorite fiction saya.

Untuk Menma bukan Power of Destruction tapi Chain of Destruction, mohon di baca lagi dengan benar dan Menma tidak punya Sacred Gear, untuk Jeanne memang saya sengaja kasih Sacred Gear Sword Birth.

Untuk para bijū sudah menghilang karena memberikan semua kekuatannya pada Naruto. Naruto menyegel Kaguya bukan menggunakan Shiki Fūjin, tapi dengan Fūinjutsu lain.

Naruto mengalahkan Kurama dengan bantuan Kushina, karena chakra Kushina yang di segel bersama-sama saat Minato menyegel Kurama. Perlu di ingat yang di segel Minato bukan jiwa Kushina tapi chakra Kushina, jadi Kushina meninggal dan kembali ke dimensinya. Dan perlu di ingat Naruto tidak mempunyai Rinnegan maupun Sharingan.

Naruto akan tetap menjadi manusia, karena Gen dari Minato lebih dominan di banding Kushina, makanya Naruto tidak punya Chain of Destruction atau yang sering di kenal dunia ninja sebagai Chakra Chain.

Untuk masalah pair sendiri saya nggak akan terburu-buru menjadikan Naruto kekasih mereka, bisa di bilang butuh sebuah proses.

Mode Naruto :

- Senjutsu

- Six Paths Senjutsu

- Nine-Tailed Beast Mode

- Nine-Tailed Sage Mode

- Six Paths Sage Mode

Sekian dulu penjelasan dari saya, saya harap chapter 2 ini bisa memuaskan para pembaca

Happy Reading!

x

x

x

Chapter 2 : Result and Engagement!

2 minggu, selama itu Kelompok Menma berlatih di bawah bimbingan Naruto Uzumaki, selama itu pula kemampuan Menma dan yang lainnya meningkat dengan sangat pesat.

Menma, yang di latih langsung oleh Naruto sudah menguasai beberapa Jutsu, diantaranya adalah Kage Bunshin no Jutsu, Kawarimi no Jutsu, Henge no Jutsu, Kage Shuriken no Jutsu, Shuriken Kage Bunshin no Jutsu dan Suiton: Teppōdama. Menma juga sudah menciptakan sebuah jurus yang sama persis dengan Rasengan kepunyaan gurunya, nama jurus tersebut adalah Rasenringu. Rasenringu adalah gabungan antara energi Iblis dengan energi chakra.

Lavinia yang merupakan kekasih Menma Gremory sekaligus Queen dari kelompok Menma juga sudah berkembang, Naruto memasang Resistance Seals yang sudah di modifikasi agar Lavinia bisa membuka segel tersebut dengan energi Iblisnya. Resistance Seals memang sangat cocok untuk Lavinia karena kemampuannya yang merupakan bidak Queendapat mencakup kekuatan, daya tahan, dan kecepatan. Untuk serangan Ice-Magic dari Sacred Gear yang di punyai gadis berambut pirang juga sudah lebih baik dari sebelumnya, sebut saja salah satu tekniknya bisa membuat sebuah bentuk Dragon. Teknik tersebut di namakan Ice-Make: White Ice Dragon.

Jeanne yang merupakan Knightdari kelompok Menma sudah terbiasa dengan pemberat yang ia pakai di kedua kakinya, bahkan kecepatan saat memakai pemberat yang beratnya masing-masing 120 lbs sama cepatnya dengan Knight pada umumnya. Jeanne juga sudah mencapai Balance Breaker, The Swords of Seven Deadly yang dimana memiliki tujuh bentuk perubahan.

Raynare dan Kalawarner yang merupakan Bishop dari Kelompok Menma sudah bisa membuat Light Arrow dengan bantuan Busur yang di berikan Naruto pada mereka berdua, Light Arrow memang membutuhkan energi cahaya yang kecil tapi memiliki efek yang sangat mematikan jika terkena pada bagian anatomi tubuh manusia tertentu seperti, Otak dan Jantung.

Busur yang di berikan kepada Raynare dan Kalawarner bukan busur biasa, busur ini terbuat dari Adamantine, yang dimana Adamantine adalah sebuah metal yang dapat menyalurkan energi supernatural. Tidak hanya busur, Naruto juga membuat dua buah bilah Samurai yang ia berikan pada Murayama dan Katase.

Bicara mengenai Murayama dan Katase yang merupakan Pawn bagi Kelompok Menma ini sudah belajar beberapa teknik Kenjutsu, walaupun mereka berdua tidak memiliki Sacred Gear, mereka berdua patut di perhitungkan bagi line depan musuh.

Sebuah lingkaran sihir muncul di tempat dimana Naruto dan Kelompok Menma sedang bersantai di ruang makan, Lingkaran sihir tersebut bergambar lambang keluarga Gremory.

Sosok wanita cantik dengan mengenakan pakaian lengkap pelayan berdiri di tepat di sudut kiri meja makan, Naruto dan Kelompok Menma menatap sosok tersebut.

"Menma-sama, hamba di perintahkan oleh Lucas-sama dan Lucifer-sama untuk menjemput anda guna menghadiri pertunangan Rias-sama dengan Riser-sama." pelayan wanita yang memiliki rambut perak memberikan hormatnya.

Menma memandang sosok yang memiliki nama Grayfia Lucifuge dengan menghela nafas, "Jadi Rias kalah dalam Rating Game?" Grayfia mengangguk.

"Ya, Rias-sama kalah dalam pertandingan." jawab Grayfia, wanita cantik ini menoleh kearah pria berambut pirang pendek dengan alis terangkat, "Maaf siapa anda?" tanyanya dengan nada merendah karena Grayfia bisa merasakan energi manusia mengalir dalam tubuh Naruto.

Menma yang mendengar itu naik pitam, "Jaga nada bicaramu Grayfia?!" Grayfia tersentak kaget mendengar nada bicara salah satu majikannya, ia tidak mengerti kenapa tuannya membela kaum manusia, "Dia itu adalah sensei kami! Jadi hati-hati dengan nada bicaramu?! Kamu paham?!" Menma tidak habis pikir, apa segitu rendahnya manusia di hadapan para Iblis.

Naruto yang tadi terdiam tersenyum kemudian mengibaskan tangan kanannya, "Sudah Menma, kalau memang aku mengganggu kalian, aku akan pergi," Naruto bangkit dari tempat duduknya, Menma yang berusaha mencegah guru sekaligus kakak angkatnya pergi malah mendapat penolakan secara halus dari sang guru, "Sudahlah, aku juga mengerti Menma. Tapi ingat satu hal 'Siapapun yang melanggar peraturan adalah sampah, tapi siapapun yang meninggalkan temannya lebih rendah dari sampah' aku harap kamu mengerti itu."

Naruto berjalan keluar dari area meja makan, memang mereka sedang membahas Rating Game antara Kelompok Rias melawan Kelompok Riser. Menma bilang pada Naruto kalau ia sangat tidak menyukai sifat Riser yang termasuk kagetori playboy.

Menma meminta saran pada Naruto apa yang harus pemuda berambut merah itu lakukan, tapi sebelum Naruto menjawab pertanyaan itu, Grayfia sudah muncul di antara mereka.

Mendengar perkataan guru sekaligus kakak angkatnya tadi, akhirnya Menma tahu apa yang harus ia lakukan.

Menma memandang anggota kelompoknya.

"Kalian dengar pesan Oniichan tadi?" tanya Menma, mereka mengangguk, "Aku mengandalkan kalian." katanya penuh harap.

"Tenang saja Menma-kun, kami semua mendukung keputusanmu." semuanya mengangguk setuju. Menma tersenyum ketika mendengarnya.

Pandangannya beralih pada Grayfia, ia memberikan tatapan tajam pada pelayan cantik di depannya, "Lain kali tanya dulu padaku sebelum kamu menanyakan sesuatu dengan nada bicara seperti itu." kata Menma.

Grayfia mengangguk, "Maafkan hamba Menma-sama, hamba tidak tahu kalau yang tadi adalah sensei anda." kata Grayfia, ia memberikan hormat sebagai tanda penyesalan, tapi dalam pikirannya sedikit terasa terganggu. Kenapa tuannya memanggil manusia tadi dengan sebutan Oniichan? Apa istimewanya manusia tadi? Itu yang ingin Grayfia cari tahu.

"Grayfia, bawa kami semua ketempat pertunangannya. Ada urusan yang harus aku selesaikan." kata Menma dengan nada dingin, ia sudah tidak sabar untuk menghajar Riser.

Kelompok Menma bangkit dari tempat duduk mereka masing-masing, mereka satu persatu masuk kedalam lingkaran sihir yang di buat Grayfia untuk membawa mereka menuju tempat pertunangan Rias dengan Riser.

Di luar area vila, pria pirang tersenyum tipis, sebelum ia keluar dari dalam vila, ia mendengar perkataan Menma yang nampaknya akan menyelamatkan Rias dari tangan Iblis playboy seperti Riser Phenex.

"Aku yakin kalian akan bisa menyelamatkan Rias," katanya pelan, ia menghela nafas kemudian mulai berjalan meninggalkan area vila, "Lebih baik aku kembali ke kota, sudah lama aku tidak membuka stand ramenku." Naruto sudah kangen dengan pelanggan-pelanggan lainnya, ia harap bisa melatih Kelompok Menma lagi di kemudian hari.

x-x-x-x-x

Dunia bawah, sebagian tempat dunia bawah di kuasai oleh para Iblis, ada beberapa wilayah yang di kuasai oleh para Malaikat Jatuh, awalnya saat Malaikat yang ternodai itu jatuh ke bumi, Iblis menerima mereka dengan sangat baik dan membawa mereka ke dunia bawah.

Lama kelamaan banyak para Malaikat yang ternodai dan jatuh ke bumi, selama itu pula Malaikat yang ternodai atau biasa di sebut Malaikat Jatuh mengklaim bahwa dunia bawah adalah tempat dimana mereka harusnya berada, mendengar itu Iblis sangat marah dan timbulah konflik yang menyebabkan mereka berperang.

Awalnya yang berperang hanyalah Iblis dengan Malaikat Jatuh, tapi tanpa alasan yang tidak di ketahui, Malaikat ikut masuk dalam perang tersebut, dan pecahlah perang tiga bangsa yang akan selalu di kenang sebagai The Great War.

Kini setelah The Great War, baik Malaikat, Malaikat Jatuh maupun Iblis melakukan genjatan senjata.

Setelah berabad-abad melakukan genjatan senjata, timbul dari kalangan Iblis yang mengikuti The Great War ingin menciptakan perang kembali antar tiga bangsa, tapi sayang rencana tersebut di ketahui oleh para Iblis muda, hingga pecahlah perang saudara antara Old Satan Fraction melawan para Iblis muda, singkatnya Old Satan Fraction kalah dalam perang tersebut, sebagian dari mereka meninggalkan dunia bawah dan menuju bumi untuk bersembunyi, sebagian dari mereka menetap di dunia bawah dan menjalani hukuman yang pantas mereka terima.

Perang antar Iblis di kenang dengan nama The Civil War, dari perang tersebut lahirlah empat orang pahlawan yang masing-masing mendapatkan gelar Satan. Sirzechs Gremory mendapatkan gelar Lucifer, Ajuka Astaroth mendapatkan gelar Beelzebub, Falbium Glasya-Labolas mendapatkan gelar Asmodeus, dan yang terakhir adalah Serafall Sitri yang harus berduel dengan Grayfia Lucifuge untuk mendapatkan gelar Leviathan, gelar tersebut akhirnya jatuh ketangan Serafall Sitri.

Sekarang, di kediaman Sirzechs Lucifer sedang di adakan pesta pertunangan antara Rias Gremory dengan Riser Phenex, bisa di lihat wajah sang Lucifer sedikit kesal karena tidak bisa membantu adik kesayangannya untuk membatalkan pertunangan adiknya.

Sirzechs juga bisa melihat wajah kesal terpatri jelas di wajah bibinya yang usianya jauh lebih muda darinya, ia bisa merasakan hawa membunuh menguar dari dalam tubuh bibinya yang tertuju padanya, ia merinding seketika, 'Oh Great Satan, berikan hambamu ini keselamatan dari amukan Kushina-Obaasama.' doa Sirzechs dengan penuh penghayatan.

Kelompok Rias terlihat sangat sedih karena sebentar lagi Bunchou mereka akan bertunangan dengan Riser Phenex.

"Brengsek! Andai saja aku lebih kuat! Buchou tidak akan di bertunangan dengan si bangsat Phenex itu!" pemuda dengan rambut berwarna coklat mengumpat sambil memegang tangan kirinya yang masih terasa sangat sakit akibat menggunakan Boosted Gear melebihi batas, "Akeno-senpai apa ada cara untuk membebaskan Buchou dari pertunangan nista ini?" tanyanya pada Akeno yang berada di sampingnya.

Akeno menggelengkan kepala, "Tidak ada Hyoudou-kun, aku juga sama sepertimu yang tidak menginginkan Rias bertunangan dengan Riser." wajah sedih sangat ketara jelas di wajah gadis cantik yang memiliki rambut berwarna violet.

"Buchou..." sedih gadis berambut perak, dia adalah Koneko Toujou, "Andai aku lebih kuat..." sesalnya begitu dalam.

"Sial! Sial! Andai saja aku bisa memasuki Balance Breaker, Buchou tidak akan mengalami hal ini!" Kiba Yuuto yang biasanya santai dan penuh senyum terlihat sangat kesal.

Gadis dengan wajah cantik berambut pirang menundukan kepalanya, ia adalah Asia Argento, "Buchou-san..." ia sangat menyesal karena ia tidak bisa membantu banyak dalam Rating Game, ia bertekad akan menjadi lebih kuat agar di kemudian hari tidak mengalami kejadian yang sama seperti saat ini.

Rias dan Riser memasuki altar pertunangan, bisa di lihat wajah bahagia dan senang terpatri di wajah Riser, wajah tersebut berbanding terbalik dengan wajah Rias yang terlihat begitu pasrah. Rias hanya bisa berdoa bahwa akan ada penolongnya dari bencana ini.

Sesaat sebelum acara pertunangan berlangsung muncul lingkaran sihir dengan lambang Gremory tepat di depan Rias dan Riser, tidak berapa saat muncul sosok pemuda tampan berambut merah dan anggota kelompoknya.

Menma Gremory dan Kelompoknya berdiri tepat di hadapan Rias dan Riser.

Menma menatap Riser dengan tatapan tajam, Kushina dan Minato yang berkumpul dengan kelompoknya dapat melihat jelas mata yang sangat tajam dari Menma yang di arahkan pada Riser.

"Apa aku terlambat?" tanya Menma dengan suara berat.

Riser yang kesal dengan datangnya Menma tertawa dengan tidak suka, "Kamu tidak terlambat Half-Breed." kata Riser merendahkan, "Tapi kamu menganggu acaraku, lebih baik kamu pergi dari hadapanku Half-Breed."

Kushina yang mendengar putranya di hina mencoba maju kedepan tapi di halangi oleh Minato, Kushina menatap suaminya bingung.

"Sabar Kushina, aku yakin akan terjadi hal yang menarik nanti." kata Minato menenangkan istrinya.

Kushina memandang Minato dan anggota kelompoknya. Jiraiya, Tsunade, Kakashi, Hinata dan Sakura mengangguk setuju dengan ucapan Minato.

Mengabaikan ucapan Riser, Menma menatap Rias kemudian tersenyum, "Rias!" teriaknya membuat Rias terlonjak kaget, "Apa kamu setuju dengan semua ini?!" tanyanya dengan berteriak.

Rias memandang Menma, ia menggelengkan kepala, "Aku tidak setuju dengan semua ini Menma, tapi apa boleh-" sebelum Rias melanjutkan ucapannya Menma sudah memotongnya.

"Bagus kalau begitu," pandangannya beralih kearah Riser, "Riser Phenex aku menantangmu bertanding Rating Game, jika aku menang batalkan pertunangan ini?!" teriaknya dengan penuh amarah.

Semua Iblis yang menghadiri pertunangan Rias dan Riser kaget dengan perkataan Menma Gremory, Sirzechs Lucifer tersenyum mendengar sepupunya berkata seperti itu, ia seperti mendapatkan sebuah ide untuk membatalkan pertunangan ini.

Riser yang mendengar itu malah tertawa menghina, "Kamu ingin melawanku?" tanyanya dengan nada merendah, Menma mengangguk, "Baiklah aku setuju, tapi jika kamu kalah, kamu harus melepaskan Queen milikmu untukku. Bagaimana?" tanyanya dengan seringai mesum dan penuh percaya diri kalau ia dan kelompoknya bisa mengalahkan Menma dan kelompoknya dengan mudah.

Lavinia bisa di bilang memiliki bentuk tubuh yang hampir sempurna, hampir semua laki-laki ingin mendapatkannya, tapi sayang gadis cantik ini sudah ada yang punya.

"Aku menerimanya Riser." jelas suara ini bukanlah Menma tapi Lavinia sendiri, Menma terkejut dengan ucapan kekasihnya, "Tenang saja Menma-kun, aku jamin kita tidak akan kalah." katanya penuh percaya diri.

"Tapi Lavinia-chan, aku tidak-" kata-katanya terpotong dengan ucapan Lavinia.

"Siapapun yang melanggar peraturan adalah sampah, tapi siapapun yang meninggalkan temannya lebih rendah dari sampah." katanya dengan tenang, dari sekian Iblis hanya dua Iblis yang terlonjak kaget dengan ucapan Lavinia, mereka adalah Kakashi dan Sakura, "Aku yakin kita akan menang Menma-kun." Menma bisa melihat kilatan-kilatan semangat membara di mata Lavinia.

Menma mengangguk mantap, ia memandang Riser, "Aku terima!" Rias yang berada di sebelah Riser merasa senang dan gelisah, karena jika Menma kalah kekasih dari sepupunya akan jadi milik Riser.

Sebelum Rias berbicara, Sirzechs sudah terlebih dahulu berkata, "Semuanya sudah jelas, aku sebagai seorang Lucifer menyatakan kalau Menma Gremory dan Riser Phenex akan melangsungkan Rating Game, taruhannya sudah di tetapkan!" katanya dengan penuh nada kekuasaan, "Aku harap kamu yang menang Menma." gumamnya pelan.

Riser turun dan memanggil para anggota Peerage-nya, semua anggota Peerage-nya sudah berkumpul. Berterima kasihlah pada air mata phoenix yang mampu menyembuhkan mereka semua dengan cepat.

Dua buah lingkaran besar tercipta dan membawa Kelompok Menma dan Kelompok Riser menuju arena Rating Game yang dimana arena tersebut adalah replika dari Kota Kuoh.

Kakashi dan Sakura yang tadi mendengar ucapan Lavinia saling pandang.

"Kakashi-sensei, apa kamu mendengar ucapan Lavinia tadi?" Kakashi mengangguk, "Apa sensei yang memberitahu kata-kata itu pada Lavinia?" Kakashi menggelengkan kepala.

"Lebih baik kita lihat saja pertandingan ini Sakura, aku yakin akan ada sesuatu yang menarik dari pertandingan ini." Sakura mengangguk dan menatap layar besar yang di sediakan untuk melihat jalannya pertandingan.

Kushina sangat gelisah, ia tidak habis pikir dengan perkataan calon menantunya itu, ia sangat menginginkan Lavinia menjadi bagian dari keluarga mereka, Minato mendekati Kushina kemudian mengelus punggung istrinya.

"Tenang saja, Menma pasti menang. Kita hanya perlu percaya pada putra kita." kata Minato tersenyum, mendengar itu mau tidak mau Kushina ikut tersenyum.

Di lain pihak Kelompok Rias sudah berkumpul, mereka sangat berharap Kelompok Menma yang jadi pemenangnya, mereka sangat mendukung Kelompok Menma.

x-x-x-x-x

"[Pertarungan Rating Game akan segera di mulai, untuk Kelompok Menma-sama mendapatkan base di Kuoh Akademi dan Area Taman Kota Kuoh. Kelompok Riser-sama mendapatkan base Gereja Tua Kota Kuoh dan Area Pertokoan Kota Kuoh. Untuk Pawn kalian bisa melakukan Promotion di area base musuh. Selain tempat tersebut adalah tempat netral. Rating Game Begin!]"

Suara dari Grayfia selaku juri dalam pertarungan tersebut memberikan arahan peraturan yang harus di taati dalam Rating Game dan menyatakan kalau Rating Game telah di mulai.

Menma Gremory beserta anggota kelompoknya sudah memasang alat komunikasi satu sama lain untuk mereka saling berhubungan.

"Raynare dan Kalawarner kalian jaga area Taman Kota. Siapa saja yang memasuki area Taman Kota selain kawan habisi dengan cepat." perintah Menma. Kedua gadis Bishop mengangguk dan meninggalkan base untuk menuju area Taman Kota.

"Untuk kalian bertiga," Menma menunjuk Jeanne, Murayama dan Katase, "Kalian bergeraklah ke area musuh, dan pastikan kalian menghabisi musuh yang terlihat." mereka bertiga mengangguk, mereka bertiga bergerak menuju area musuh. "Untuk Lavinia-chan, aku percayakan kamu untuk memobilisasi setiap pergerakan musuh, habisi musuh yang terlihat." Lavinia mengangguk, "Aku sendiri yang akan menjaga Kuoh Akademi."

Di layar kediaman Lucifer terlihat semua Iblis menyaksikan jalannya Rating Game, Kelompok Kushina melihat Kelompok Menma dengan penuh semangat, begitu juga dengan kelompok Rias.

"Apa yang Menma lakukan? Aku tidak mengerti kenapa dua bidak Bishop di pasangkan menjadi satu, dan dua bidak Pawn sekaligus bidak Knight yang maju ke area musuh?" tanya Rias tidak mengerti, itu sangat terasa ambigu, karena untuk menyerang area musuh butuh kekuatan seorang Bishop seperti Raynare atau Kalawarner yang merupakan Reincarnation dari Malaikat Jatuh, karena energi cahaya mereka masih berpengaruh dalam Rating Game.

"Benar katamu Buchou, ini tidak seperti Menma saat berlatih tanding dengan kita." kata Akeno bingung.

Memang Rias dan Menma sering latih tanding bersama, dan sebagian besar kemenangan di menangkan oleh Menma.

"[Tiga Pawn dan satu Bishop dari Kelompok Riser-sama tidak bisa melanjutkan pertandingan!]"

Semuanya tersentak kaget, pertandingan baru berjalan sekitar 1 menit, 3 Pawn dan 1 Bishop kelompok Riser sudah gugur, mereka menatap tayangan ulang yang berada di layar depan mereka.

Di Taman Kota, Raynare yang memegang busur di tangan kirinya berdiri tegak di hadapan tiga Pawn dan satu Bishop. Mereka berempat adalah Nel, Ile, Shuriya dan Mihae.

"Huh! Hanya satu Bishop lemah yang kita lawan." ejek Nel yang membawa gergaji mesin, Ile juga mengangguk setuju ucapan saudarinya.

"Nel, Ile, dan Shuriya habisi dia dengan cepat, Riser-sama tidak mau menunggu lama-lama menghabisi Kelompok lemah ini." perintah Mihae yang merupakan Bishop.

"Tentu Mihae-senpai!" jawab ketiganya dengan serentak.

Mereka bertiga maju dengan berlari cepat, Raynare masih berdiri dengan tegap tanpa pindah dari tempatnya. Saat jarak mereka sekitar 2 meter, enam buah Light Arrow melesat dengan cepat menuju tiga Pawn yang menyerang Raynare dan tepat mengenai kedua kaki mereka masing-masing.

"Argghh!" jerit mereka bertiga.

Raynare tersenyum sinis dan mengangkat busurnya dengan posisi horizontal, di tariknya senar busur tersebut dan tercipta tiga buah Light Arrow, "Selamat tinggal pecundang." Raynare melepas tiga buah Light Arrow tersebut dan tepat mengenai kepala mereka.

Ketiga Pawn Riser tergeletak tidak berdaya kemudian menghilang, Mihae yang melihat itu membulatkan matanya dan mengumpat kasar.

"Brengsek! Akan aku habisi kau!" sebelum ia melancarkan serangannya, sebuah Light Arrow tepat menembus bagian dada kiri Mihae, Light Arrow tersebut tepat mengenai jantung Mihae.

Mihae jatuh dan menghilang tanpa sempat mengumpat lagi, kemudian terdengar suara dari balik pepohonan Taman Kota, "Pecundang, terlalu banyak bicara." kata suara tersebut yang ternyata Kalawarner, "Menma-sama, empat Iblis sudah gugur, tiga di antaranya adalah Pawn dan satu Bishop." lapor Kalawarner menghubungi Menma dengan alat komunikasi yang di pasang di telinga kiri.

"Latihan kita tidak sia-sia bukan?" kata Raynare, Kalawarner mengangguk, "Aku tidak akan protes lagi apa yang di ajarkan sensei." katanya tersenyum. Kalawarner tersenyum lalu menganggu setuju.

"Kalawarner, Raynare, kerja kalian bagus. Kalian lakukan mobilisasi di area Taman Kota, pastikan bawah tidak ada musuh lagi yang mendekat." perintah Menma melalui alat komunikasi.

"Baik Menma-sama!" jawab kedua gadis mantan Malaikat Jatuh bersamaan.

Di tempat penonton, semuanya tercengang, dengan dua Bishop bisa menghabisi tiga Pawn dan satu Bishop dengan cepat.

"Hebat! Ini benar-benar hebat!" teriak Kushina begitu senang, "Aku tidak tahu busur apa yang mereka gunakan, tapi aku yakin busur itu bisa menyalurkan energi supernatural. Raynare-chan dan Kalawarner-chan benar-benar hebat, mereka berdua tidak seperti biasanya." katanya melanjutkan.

"Benar katamu Kushina, mereka benar-benar hebat." kata Minato bangga dengan anggota Peerage putranya, "Mereka berdua mengeluarkan sedikit energi mereka, tapi memperoleh hasil yang mematikan."

"Mereka berdua benar-benar cerdik, mereka menyimpan energi mereka untuk pertarungan selanjutnya," komentar Jiraiya. Kakashi, Hinata dan Sakura yang berada di dekat Jiraiya mengangguk.

Kelompok Rias yang melihat dan mendengar komentar dari Kelompok Kushina yang merupakan peringkat ke-2 dalam kompetisi Ultimate-Class Devils sangat terkesan dengan analisi Minato dan Jiraiya.

"Raynare dan Kalawarner, mereka berdua patut di perhitungkan, skill Stealth dan Taunt mereka bisa jadi mematikan bila kita terpancing." kata Tsunade, Tsunade merasakan ada yang aneh dengan dua Bishop milik kelompok Menma, mereka bergerak dan bertindak seperti seorang ninja ataupun hunter.

x-x-x-x-x

Rating Game masih terus berlanjut, sudah empat Iblis dari Kelompok Riser yang gugur, sementara dari Kelompok Menma belum ada satu pun yang gugur.

Area Pertokoan Kota Kuoh, sepanjang jalan area pertokoan terlihat Murayama dan Katase sedang bertarung dengan Ni dan Li, selama pertarungan dengan dua Pawn kelompok Riser, Murayama dan Katase hanya menghindar, kedua gadis dari klub kendo tersebut belum mencabut pedang samurai mereka dari sarungnya.

"Apa kalian berdua hanya bisa menghindar?" tanya Ni, salah satu gadis kucing.

"Memalukan, kalian berdua tidak bisa menyerang kami bukan?" ejek Li, gadis yang wajahnya sama seperti Ni. Mereka berdua adalah gadis kembar.

Murayama dan Katase menyeringai, ia ingat betul bagaimana latihan dengan guru mereka, guru mereka bahkan lebih cepat dari dua gadis di depan mereka.

"Kalian berdua harus menghindari bola-bola ini, aku ingin kalian merasakan kedatangan bola-bola ini." Naruto melempar bola kasti dengan cepat dan mengenai perut Maruyama.

"Ughh! Sakit sensei." lenguh Murayama memegang perutnya yang terkena bola kasti.

"Murayama konsentrasi!" lagi-lagi Naruto melempar bola kasti dengan cepat, tapi kali ini Murayama berhasil menghindar walau pipi kirinya sedikit mengenai jalur laju bola kasti, "Bagus! Kamu juga Katase! Konsentrasi penuh dan rasakan kehadiran bola kasti yang menyerangmu!"

Bola demi bola di lempar Naruto dengan kencang, kadang Naruto menambahkan satu Kage Bunshin untuk melemparkan bola tersebut pada dua gadis cantik anggota Kelompok Menma.

Murayama dan Katase mengingat-ingat itu merinding sendiri, di samping mendapatkan latihan yang sangat berat, tidak lupa Naruto mengajarkan mereka teknik Kenjutsu, Murayama dan Katase di latih juga reflek untuk menghindar. Selama dua minggu Naruto melatih Murayama dan Katase dengan cara latihan seperti itu.

"Kalian ingin aku menyerang?" tanya Katase, Li dan Ni mengangguk, "Bodoh." gumam Katase kemudian berlari cepat memukul perut Ni pedang samurai yang masih terbungkus sarung, begitu juga dengan Murayama melakukan hal yang sama pada Li.

Tanpa menunggu Ni bangkit dari lenguhan kesakitan Katase memukul dagu Ni dengan pukulan Uppercut yang sangat keras dan menyebabkan Ni pingsan seketika kemudian menghilang.

Murayama sendiri menghantamkan pedang samurai yang masih terbungkus sarungnya ke wajah Li berkali-laki hingga wajah Li babak belur kemudian pingsan lalu menghilang seperti halnya Ni.

"Menyentuh kami saja tidak bisa malah menyuruh menyerang." kata Murayama menghela nafas, "Menma-sama dua Pawn sudah kami kalahkan." lapornya pada Menma.

"Kerja bagus Murayama, Katase, kalian maju terus biar Jeanne yang mengurus dua Knight itu." perintah Menma.

"Baik Menma-sama!" Murayama dan Katase terus berlari menuju base musuh.

"[Dua Pawn Kelompok Riser-sama tidak bisa melanjutkan pertandingan!]"

Di tempat para penonton terutama Kelompok Rias hanya bisa memandang layar jalannya pertandingan, Issei yang merupakan Pawn Kelompok Rias tidak percaya Murayama dan Katase bisa mengalahkan dua Iblis Kelompok Riser tanpa perlu menemui kesulitan.

"Aku tidak menyangka Murayama dan Katase sekuat itu." Issei meneguk air ludahnya, "Aku tidak akan berani mengintip mereka lagi." katanya membayangkan Murayama dan Katase menyiksa dirinya.

"Mesum." kata Koneko, Koneko juga sama halnya dengan Issei, ia tidak menyangka kalau dua Pawn dapat di kalahkan dengan mudah.

"Aku dan Issei-kun perlu menggunakan kekuatan kami untuk mengalahkan mereka berdua." Yuuto Kiba mengepalkan tangan kanannya dengan erat, "Ternyata aku masih lemah." gumamnya kecil.

Rias yang melihat anggota kelompoknya sedikit depresi tidak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa berharap anggota kelompoknya bisa bertambah kuat saat nanti mengikuti Rating Game resmi untuk para Iblis muda.

Rias memandang layar besar di depannya, ia mengepalkan tangannya dengan erat, "Aku dan yang lainnya harus banyak berlatih lagi." gumam Rias pelan seraya berjanji setelah ini akan melatih mereka dengan keras.

x-x-x-x-x

Tiga Iblis dengan bidak Knight saling pandang, atau lebih tepatnya dua Iblis Knight Kelompok Riser memandang satu Knight Kelompok Menma.

"Aku tidak menyangka Ni dan Li kalah dengan mudah." kata Karlamine, "Siris, hentikan dua Pawn itu yang melaju ke area base kita."

Siris mengangguk dan menghilang dengan cepat, satu kali kedipan mata Jeanne sudah menghilang dari depan Karlamine dan berdiri tepat di depan Siris dengan menahan pedang Zweihänder yang ingin menebas Murayama dengan dua samurai membentuk huruf X yang di ciptakan dari Sword Birth.

Murayama yang terkejut berteriak, "Jeanne-senpai!" Jeanne menoleh kebelakang tanpa menurunkan pertahanannya.

"Cepatlah kalian pergi dari sini, biar aku yang hadapi mereka." kata Jeanne, Murayama dan Katase mengangguk kemudian berlari menjauhi pertarungan antar Knight.

Siris menarik Zweihänder dan melompat kebelakang, "Cih!" desisnya tidak suka karena Jeanne menahan serangannya, "Biar pun kamu melindungi mereka, mereka berdua tidak akan selamat karena Isabela dan Xuelan berada tepat di ujung jalan ini." katanya menyeringai.

Jeanne balas menyeringai, "Aku yakin dua Iblis itu akan kalah di tangan Murayama dan Katase, mereka adalah dua Pawn andalan Menma-sama." Jeanne menyiapkan kuda-kudanya, "Yang harusnya khawatir adalah kalian berdua, karena aku tidak akan menahan diri." Jeanne bergerak dengan cepat dan menebas Siris dengan serangan kombinasi teknik dua pedang.

Siris menahan semua serangan Jeanne dengan pedang Zweihänder miliknya, sesekali Siris membalas serangan Jeanne, mendapat kesempatan untuk menebas kepala Jeanne, Siris mengayunkan pedang Zweihänder secara horizontal, merasakan bahaya Jeanne menunduk dan membuat sebuah kuda-kuda dengan kedua pedang samurai berada di pinggang kanan kemudian memutar badannya untuk menebas Siris secara horizontal dengan maksud merobek perut Siris.

"Twin Sword Style: Tiger Fangs!" serangan Jeanne mengenai sasaran, dua buah bekas luka akibat serangannya berbekas di perut Siris, darah segar keluar dari perut Siris.

Melihat pertahanan Siris terbuka, Jeanne melompat tinggi dan mengarahkan kedua pedangnya secara vertikal kemudian memutar badannya searah jarum jam, "Twin Sword Style: Dragon Fangs!" serangan Jeanne di tahan dengan Zweihänder secara horizontal, tidak sampai disitu Jeanne menendang perut Siris yang terluka sekuat tenaga sehingga Knight Kelompok Riser terdorong kebelakang sejauh dua meter dan tepat berdiri di sebelah Karlamine.

"Ughh!" rintih Siris memegang perutnya yang tertebas dan tertendang Jeanne, "Kau boleh juga jalang." katanya sedikit menghina guna membuat Jeanne marah dan menyerang mereka dengan membabi buta.

Serangan Jeanne mendapatkan apresiasi dari para penonton yang menyaksikan pertarungan antar Knight dari layar pertandingan.

"Knight dari Kelompok Menma boleh juga." kata salah satu Knight yang melihat pertarungan antar Knight.

"Gerakannya sangat cepat dan begitu indah." kata salah satu penonton yang ternyata juga mengkonsumsi bidak Knight, "Mungkin aku bisa meniru gerakan itu."

Minato, Kushina, Jiraiya, Tsunade, Kakashi, Hinata dan Sakura tersenyum mendengar pujian yang di lontarkan untuk Jeanne.

"Aku harus banyak belajar dari Jeanne-senpai." kata Kiba tersenyum, ia tidak menyangka teman tandingnya memiliki teknik yang belum sempat ia lihat.

"Aku tidak menyangka Jeanne-chan memiliki gerakan secepat itu." kata Kushina, ia memang pernah latih tanding dengan Jeanne, "Kira-kira siapa yang melatihnya?" tanyanya.

Rias memandang bibinya dengan tersenyum, ia sangat yakin jika Jeanne juga di latih oleh Naruto yang merupakan koki ramen di dekat sekolahnya, 'Uzumaki-san pasti yang melatih Jeanne, aku yakin mereka semua di latih oleh Uzumaki-san.' Rias sangat yakin kalau Menma dan kelompoknya di latih oleh Naruto, tapi yang tidak ia sangka kalau perkembangan latihan Kelompok Menma bisa sepesat ini.

"Apa mau di lanjutkan?" tanya Jeanne menyeringai, "Lebih baik kalian menyerah, dari pada aku membuat kalian mati mengenaskan." seringai di wajah Jeanne semakin menjadi-jadi, apalagi Jeanne mengeluarkan kata-kata hinaan yang begitu menyakitkan.

"Brengsek! Baru segitu saja kamu sudah sombong?!" teriak Karlamine, "Siris! Kita serang bersama-sama, aku ingin seringai di wajahnya menghilang karena telah meremehkan kita?!" Siris mengangguk.

Karlamine mencabut pedangnya dan memasang kuda-kuda, begitu juga dengan Siris melakukan hal yang sama seperti Karlamine.

Karlamine dan Siris menyerang Jeanne dengan serangan terbaik mereka, serangan demi serangan di lancarkan dua Knight Kelompok Riser, mereka berdua makin geram ketika Jeanne bisa menangkis semua serangan mereka.

Jeanne melompat kemudian terbang menghindari serangan Karlamine dan Siris, di atas Jeanne menyilangkan pedangnya membentuk huruf X, mengalirkan energi Iblis-nya, pedang samurai Jeanne kini berwarna merah menyala.

"Twin Sword Style: Dragon and Tiger Fangs!" Jeanne melepaskan energi Iblisnya sehingga membentuk sebuah serangan huruf X mengarah pada Karlamine dan Siris.

Karlamine dan Siris yang mengetahui itu menghindar secara berlawanan.

Serangan energi Iblis milik Jeanne berhasil menyentuh tanah, huruf X besar tercipta di tanah. Karlamine dan Siris terkejut dan merinding, mereka membayangkan bagaimana jika serangan tersebut mengenai mereka berdua.

Para penonton di buat terkejut karena Jeanne bisa melepaskan energi Iblis dan membentuk sebuah huruf X, Kelompok Rias dan Kushina terkejut.

"Holy Maou-sama! Serangan apa itu?!" teriak Issei, ia baru pertama kali melihat sebuah serangan seperti itu.

"A-apa hal seperti itu bisa di lakukan?!" tanya Kiba yang masih tengah terkejut.

'Itu seperti Chidorigatana milik Sasuke.' pikir Kakashi, 'Aku tidak menyangka kalau energi Iblis juga bisa di salurkan dengan bahan metal, tapi tunggu dulu? Bukankah tadi Raynare dan Kalawarner juga melakukan hal yang sama.' Kakashi menyadari kalau serangan Kalawarner dan Raynare juga sama seperti Jeanne.

"Hmm. Aku tidak menyangka kalau Sacred Gear milik Jeanne mampu menampung energi Iblis seperti itu dan melepaskannya secara akurat." kata Jiraiya, semua orang menatap Jiraiya meminta penjelasan. Jiraiya yang di tatap seperti itu menghela nafas.

"Kalian pasti tahu kalau Sacred Gear adalah hasil maha karya terbesar Tuhan," semua orang mengangguk, "Dan aku yakin serangan tadi adalah salah satu misterinya, lagi pula bukankah tadi Hyoudou-san juga mengeluarkan hal yang sama seperti Jeanne."

Semua orang saling pandang, kemudian ia mengingat-ingat kejadian saat Hyoudou Issei mengeluarkan Dragon Shot, mereka semua mengangguk paham.

"Jadi maksud Jiraiya-sama, aku juga mampu melakukan itu?" tanya Yuuto Kiba, Jiraiya mengangguk.

"Tentu saja Kiba, tapi aku yakin kamu harus melatih energi Iblismu dulu sebelum menyalurkannya pada pedang yang kamu buat."

"Terima kasih Jiraiya-sama." pandangan Kiba beralih pada Issei, "Issei-kun tolong bantu aku agar bisa mengeluarkan energi seperti Dragon Shot milikmu." pinta Kiba dengan membungkukan badan.

Issei yang di mintai pertolongan tertawa canggung, "T-tentu saja Kiba-san." sebenarnya ia sendiri tidak tahu bagaimana cara kerja Dragon Shot, hanya saja baru kali ini teman seangkatannya meminta bantuannya, jadi mau tidak mau ia harus bisa membantu Kiba.

Rias yang mendengar itu tersenyum, ia tidak sabar melihat kemajuan Kiba nanti, ia berharap Kiba dapat menjadi seorang Knight yang hebat bagi kelompoknya.

Kembali lagi ke pertarungan Jeanne melawan Karlamine dan Siris.

Jeanne menghilangkan dua samurainya. Sekarang ia berdiri di atap salah satu toko, ia memandang Karlamine dan Siris secara bergantian.

"Kalian boleh juga." kata Jeanne tenang, di tangan kanannya terdapat sebuah energi berwarna merah menyala, "Untuk itu aku akan tunjukan wujud asli dari Sword Birth milikku."

Semua Iblis yang berada di tempat penonton terkejut mendengar perkataan Jeanne.

"Balance Breaker!"

Energi merah menyala tersebut membentuk sebuah pedang samurai panjang dengan 7 gambar pedang yang berbeda-beda berbentuk lingkaran di badan pedang samurai tersebut.

"The Swords of Seven Deadly!"

Jeanne memposisikan diri dengan kuda-kudanya, "Bersiaplah kalian adalah yang pertama merasakan Balance Breaker." kata Jeanne menyeringai.

Para penonton di buat tercengang, mereka semua berteriak, "APA?! BALANCE BREAKER?!" teriak semua Iblis yang menonton pertarungan Jeanne melawan Karlamine dan Siris.

[To Be Continued]

Author Note: Fuih! Akhirnya selesai juga pengerjaan chapter 2 ini, bagi kalian yang masih menunggu Naruto: Ashura Reincarnation! harap bersabar karena masih dalam pengerjaan, soalnya ide ujiannya belum saya dapatkan, saya masih melakukan riset dengan membaca beberapa karya para author senior yang mungkin ada Ujian Chuunin-nya.

Saya harap kalian senang dengan chapter ini, karena saya buat berbeda dengan fiction-fiction lain yang dimana Naruto harus bertarung dengan Riser Phenex, tapi disini saya buat Kelompok Menma yang bertarung dengan Kelompok Riser.

Saya tidak bisa bicara banyak lagi, saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca yang rela membaca Fiction crossover ini, saya harap yang membaca tidak kecewa dengan jalan ceritanya.

Akhir kata saya undur diri dari hadapan kalian semua.

Uzumaki Vantovehl Sign Out.