Kyaaa ini chapter 2! Taraaaa! :D

Saya senang sekali karena bisa update cepet :D Selang berapa hari doang! Haduuuuh unyu unyu daaaah :D Jujur aja saya ma ga nyangka bisa bikin fic begini. Hehehe… makasih ya semua atas reviewnya.,, saya jadi tambah bersemangat ngelanjutin fic ini! Kapan sih saya ga bersemangat? Wkwkw.. karena jujur aja, saya itu orang yang super duper hiperaktif. Wkwkwk.. kok malah curhat? Yaudah silahkan nikmati chapter ke 2 dari sayaaaa! :D

Tapii,, bales review dulu yaaaaa..

Yola-chan: Hehehe makasiiih,, tapi jangan manggil senpai dong,, saya kan masih pendatang baru di ffn. Lagian saya masih 15 tahun. Ini udah update ya yola-chan, selamat menikmati. Review lagi ya :) Salam loope, piiiis and gahoool! :D

Keylan: Salam kenal juga. Maksiiiih yaaaaaa… :D ini udah update yaa, selamat menikmati, jangan lupa review lagi ya :) Salam loope, piiiis and gahoool! :D

Vvvv : Lucu ya, maksih yaaa… lanjutannya… rahasia dong. Wkwkwk *mintaditabok* review lagi yaa :D Salam loope, piiiis and gahoool! :D

Ruki chan: Aku juga suka cowok kaya Sasu gituu.. hehehe bikin deg deg ser gimana gitu.. wkwkwk.. ok! Ini lanjuatannya ya Ruki chan. Review lagi yaaa :D Salam loope, piiiis and gahoool! :D

Yuki Chynta: Slam kenal juga. Makasiiih yaa :D ini udah update yaaa,, jangan lupa review lagi yaa :D Salam loope, piiiis and gahoool! :D

Me: iya, ini udah update yaa.. makasih atas reviewnyaaaa.. silahkan menikmati.. review lagi yaaa :D Salam loope, piiiis and gahoool! :D

Uchiha vee-chan: Makasih yaaa,,, Sasuke itu emang dari lahir udah ganteng duluan. Tapi kalo jadi bad boy emang gantengnya ga ada yg nyaingin. Ini udah update yaaa,, silahkan menikmatii… review lagi ya :D Salam loope, piiiis and gahoool! :D

Akira Tsukiyomi: Iya tu si Sasu, PDKT ga ada semenit. Maen langsung tembak aja. Diterima pula. Wkwkwkwk… nanti aku usahain ada deh buat kamu seorang,, wkwkwk *ngegombal-_-* ini udah update yaaa,,,, review lagi, Ok! :D Salam loope, piiiis and gahoool! :D

Omg: OK! Ni udah update yaaa… jangan lupa review lagi, OK! :D Salam loope, piiiis and gahoool! :D

Hikari Shinju: Hohoho makasiiihh… aduuuh ngeri deeh ditodong pake sumpit, serasa jadi mie ayam gitu.., wkwkwk… iya ini udah update yaaa,, jadi sumpitnya turunin.. wkwkwk.. tapi review lagi yaaa,,, awas kalo ga!-nodong pake sendok! Wkwkwk :D Salam loope, piiiis and gahoool! :D

Nakamura Kumiko-chan: iya ne udah update. Makasih atas reviewnya yaa.. review lagi yaa :D Salam loope, piiiis and gahoool! :D

Ara Jessica Russo: Ok! Saya akan berusaha :D terimakasih atas saraanya yaa,, :D review lagi ya. :D Salam loope, piiiis and gahoool! :D

Ok! Kalo review udah di bales, silahkan baca aja yaaaa. Salam loope, piiiis and gahoool! :D

Masashi Kishimoto

Love You : Uchikata

Rated T

SasuSaku

Chapter 2

*NORMAL POV*

Matahari sudah mulai muncul, membangunkan penghuni kamar yang di dominasi oleh warna merah muda ini. Sakura masih bergulat dengan mimpi indahnya. Namun karena kesadarannya sebagai anak sekolah, dia terbangun dan segera ambil langkah untuk mandi dan bersiap siap ke sekolah. Tinggal sendiri memang tak segampang yang di bayangkan oleh Sakura, tapi memang dasarnya dia adalah anak yang mandiri, jadi semua terasa mudah. Setelah semua selesai, dia segera keluar dari apartemennya dan berangkat menuju sekolah. Namun di depan gang apartemennya berdiri seseorang yang sudah sangat dia kenal. Seseorang yang kemarin resmi menjadi kekasihnya. Uchiha Sasuke. Merasa tak punya kepentingan apa apa dengan sosok tersebut, dia melangkah melewati seseorang yang berdiri di pinggir jalan tersebut.

"Hei! Aku menunggumu tahu!" teriak Sasuke.

"Haaah! Kau menungguku? Kenapa?"

"Tentu saja itu yang dilakukan sepasang kekasih! Kau ini, ayo berangkat bareng!" kata Sasuke, yang berhasil membuat muka Sakura blushing tak karuan.

Di sepanjang perjalanan mereka hanya diam ada yang mau membuka pembicaraan. Sasuke memang sudah dari lahir pendiam. Sementara Sakura, dia bingung mau berkata seperti apa.

"Mulai sekarang kau berangkat dan pulang sekolah bersmaku," kata Sasuke yang udah mulai bosan dengan situasi yang ada.

"Eh, kenapa?" kata Sakura.

"Tentu saja karena kau sudah jadi pacarku. Kau ini niat tidak sih jadi pacarku?"

"Tidak," kata Sakura dengan muka super polosnya.

"Apa?" kata Sasuke kaget, keluar sudahlah ke OOC-an Sasuke.

"Bukannya kau yang memaksa? Aku bilang iya saja tidak kok!" kata Sakura sambil menjulurkan lidahnya.

"Hn," kata Sasuke sambil berjalan. Dia terlalu syok bisa bertemu dengan gadis seperti Sakura. Kenapa gadis itu bisa berkata sejujur itu kepada Sasuke?

Sesampainya di sekolahan, tentu saja duo manusia ini menjadi sorotan semua murid dan guru. Sekarang yakinlah mereka kalau Sakura adalah sang misteri yang di tanya tanyakan semenjak tahun kemarin. Terbukti dengan Sakura dan Sasuke berangkat bersama dengan bergandengan tangan. Sungguh pasangan yang serasi. Teman teman Sasuke yang melihat pun sampai lupa apakah betul itu Sasuke yang mereka kenal?

*SAKURA POV*

Aduuuh, aku malu sekali. Kenapa anak ini jadi aneh sekali? Bukannya kemarin dia yang mengerjaiku? Dasar manusia aneh! Tapi kenapa aku bisa mau sama dia ya? Huh! Andaikan kemarin aku tidak lola sedikt, pasti aku langsung bilang tidak. Ya Tuhan! Itu Karin! Haduh! Dia memandangiku bagaikan singa kelaparan. Tapi kalau dipikir pikir tangan Sasuke itu besar dan hangat. Membuatku merasa nyaman. Jantungku juga berdebar kencang sekali kalau dekat dengannya. Apa mungkin aku jatuh cinta dengannya? Tapi bagaimana bisa!

"Hn, sampai sini saja ya adikku yang manis. Kelas kitakan beda arah. Gandengannya nanti lagi, ok?" kata Sasuke sambil menyeringai ke arahku.

"Eh, apa sih! Kalau mau ke kelas ya ke kelas saja!" kataku.

"Bagaimana aku bisa ke kelas kalau kau menggenggam tanganku kencang sekali. Aku ga akan kemana mana kok adikku yang manis, jadi lepaskan ya," kata Sasuke sambil memandang kearah tanganku yang sedang bergandengan dengan tangannya. Sertamerta aku langsung melepas gandengan itu. Sementara anak anak yang melihat kejadian barusan, semuanya saling merah mukanya. Kenapa mereka yang merah mukanya? Yang mengalami ini kan aku dan Sasuke.

"Ya sudah, sana ke kelas. Tapi jangan bertengkar lagi! Aku paling ga suka hal kaya gitu!"

"Hn, baiklah," kata Sasuke lalu melangkah pergi. Tapi baru berapa langkah, dia berbalik ke arahku lagi.

"Ada apa lagi?" kataku.

CUPP!

"Bye," katannya lalu melangkah pergi lagi. Apa dia menciumku? Walaupun bukan di bibir, tapikan sama saja intinya mencium. Mukaku jadi kaya tomat kan gara gara Sasuke! Huh!

"KYAAA Sakuraaaa! Kami maaauu!" teriak para fans Sasuke. Ya Tuhan, tolonglah hambamu ini. Tak mau menjadi sorotan anak anak satu sekolahan, aku melangkah dengan cepat menuju kelasku. Mungkin tepatnya aku berlari. Bukannya takut telat, ini masih sangat pagi. Tapi karena semua orang yang kulewati melihatku dan berbisik bisik. Apa itu karena aku pacaran dengan Sasuke? Huh! Menyebalkan. Sesampainya di kelas aku langsung duduk di bangku. Ino dan teman temanku yang lain belum datag. Hanya ada beberapa anak di kelasku. Ada Shikamaru dan Temari yang sedang saling adu cekcok, tapi aku yakin sedetik kemudian Shikamaru mengalah dan melanjutkan tidurnya lagi. Sedangkan Temari pasti nanti akan marah marah karena Shikamaru tidur lagi. Mereka berdua adalah teman semenjak SMPku. Mereka adalah sepasang kekasih, dan menurutku mereka adalah pasangan paling unik. Karena setiap kencan yang mereka lakukan pasti berujung dengan Shikamaru yang tertidur. Ada juga Hinata, dia sedang membaca buku. Dia memang anak yang rajin dan sangat polos. Anak yang lemah lembut sekali. Pokoknya dia itu girly sekali. Dan sangat mudah membuat pipi mulusnya itu bersemu merah. Hanya itu anak anak yang aku kenal. Sebagian dari mereka adalah teman SMPku. Ada juga Tenten dan Ino. Tapi mereka belum datang. Aku menunggu sambil membaca komik yang kemarin aku beli. Kalau dipikir pikir, aku datangnya memang kepagian. Tapi kalau dibandingkan dengan Sasuke,, berarti Sasuke berangkatnya lebih pagi daripada aku dong. Tak disangka, ternyata dia rajin juga.

"Sakura! Ceritkan padaku kejadian kau dicium Sasuke!" kata Ino tiba tiba sambil berteriak kencang. Tentu saja teman temanku yang lain mendengar teriakan Ino yang super duper kencang itu. Semetara di belakang Ino sudah ada Tenten yang memandangiku cengegesan. Otomatis saja, Temari, Hinata, Tenten, dan Ino langsung mengerubungiku.

"Kau dicium Sasuke senpai? Kok aku tak tahu sih Sakura?"

"Bagaimana bisa terjadi?"

"Rasanya seperti apa?"

"Dia agresif tidak waktu menciummu?"

Sejuta pertanyaan menghadangku. Aku tambah bingung mau menjawab yang mana terlebih dahulu.

"Hei hei hei, kalau bertanya satu satu. Aku bingung mau jawab yang mana!" kataku kesal.

"Baiklah, bagimana dia bisa menciummu?" tanya Ino.

"Ya bisalah, diakan punya mulut untuk mencium Ino," kataku.

"Bukan itu maksud Ino, Sakura. Bagaimana itu bisa terjadi?" kata Temari.

"Hmmm, entahlah. Tadi sewaktu di koridor, dia mau masuk kelasnya. Karena letak kelas yang berbeda jadi kita berpisah. Tapi tiba tiba dia berbalik dan menciumku," kataku.

"Apakah dia agresif sewaktu menciummu? Biasanya orang sekeren Sasuke, sangat agresif untuk urusan ciuman," kata Tenten. Bisa kulihat wajah Hinata merah. Jelas saja, karena pikiran anak itu sangat polos. Belum ternodai sama sekali. Tapi sekarang, dia harus menerima 'asupan gizi' seperti ini.

"Dia hanya mencium keningku kok," kataku. Reflek Temari, Ino, dan Tenten berkata "Yaaaah," secara serempak, kecuali Hinata tentunya. Dia hanya menanggapi dengan tersenyum.

"Oh, ya! Kalian mau ikut eskul apa?" kataku pada mereka.

"Aku mau modern dance sama modeling mungkin aku juga akan masuk cheerleader ," kata Ino.

"Aku baskeeet!" teriak temari dengan semangatnya.

"Aku karate," kata Tenten.

"Ciee cieee,, biar bisa ketemu sama Neji senpai tuuu,, Hinata, Tenten itu diam diam menyukai Neji senpai loo," kata Ino.

"Oh, Neji-nii juga belum punya pa..car kok," kata Hinata tergagap. Bisa kulihat muka Tenten merah.

"Kau Hinata, mau masuk eskul apa?" kataku.

"Aku mau masuk eskul tea..ter dan seni lukis," kata Hinata. Jangan salah, walaupun dia tergagap. Tapi prestasi di bidang drama atau teaternya sangat memusakan. Waktu SMP hampir semua pertunjukan, Hianatalah yang menjadi tokoh utama. Dan bahkan dia adalah ketua eskul drama sewaktu SMP.

"Kau sendiri Sakura? Dari tadi kau hanya bertanya," kata Tenten.

"Entahlah aku bingung. Mungkin paduan suara," kataku.

"Nah itu malah bagus! Suaramukan bagus sekali Sakura," kata Temari. Obrolan kamipun berlanjut hingga bel berbunyi.

*SKIP TIME*

*NORMAL POV*

Sekarang adalah jam istirahat. Sakura tak ikut teman temannya ke kantin Karena dia merasa malas. Dia hanya duduk sambil membaca komik yang belum tuntas dia baca. Tiba tiba muncul Sasuke di kelas Sakura.

"Sedang apa?" tanya Sasuke sambil duduk di kursi depan Sakura. Sementara Sakura hanya menjawab dengan mengangkat komik yang sedang dia baca. Sasuke hanya ber 'hn' ria. Lama pasangan ini saling diam. Tak ada satupun yang mencoba mencari bahan pembicaraan. Sasuke sendiri ke kelas Sakura karena di paksa Naruto-sahabatnya. Dia berkata "Kau harus sering sering mengunjungi pacarmu untuk membuktikan rasa simpatimu," tapi dia sadar, kata itu tidak diperuntukkan untuk Sakura. Karena Sakura adalah gadis langka di dunia ini.

"Kenapa kau kesini?" tanya Sakura tiba tiba.

"Hanya berkunjung," jawab Sasuke secara singkat jelas dan padat.

"Nanti kau pulang bersamaku," kata Sasuke.

"Tidak bisa, aku ada kerja sambilan sepulang sekolah nanti," jawab Sakura.

"Hn, berarti nanti pulang kerja sambilan kau ku jemput," kata Sasuke lalu pergi dari kelas Sakura. Sakura sendiri merasa biasa saja kalau Sasuke mau menjemputnya. Tapi entah mengapa pandangan dari teman sekelasnya merasa sangat amat special. Dia hanya bisa mendengus dan melanjutkan membacanya. Bicara mengenai perasaanya ke Sasuke, dia sendiri tidak tahu apakah dia menyukai Sasuke. Yang jelas, jantungnya akan berdetak seribu kali lebih kencang kalau dia dekat dengan Sasuke. Makanya dia memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengan Sasuke. Karena kalau sudah dekat dengan pria itu, maka jantungnya sudah tak mau di ajak kompromi lagi.

*SKIP TIME*

Sepulang kerja seperti janji Sasuke, Sasuke sudah ada di depan supermarket dengan motor warna hitamnya. Dia menuggu Sakura lima menit yang lalu. Sakura yang melihat keberadaan Sasuke segera menghampiri Sasuke.

"Hai," sapa Sakura sambil tersenyum. Senyuman manisnya itu berhasil membuat Sasuke blushing sesaat. Tapi hanya sesaat.

"Hn, sudah mau pulang?"

"Iya,"

"Mau ikut aku sebentar?" kata Sasuke.

"Kemana?"

"Jalan jalan, mau?" kata Sasuke yang disambut dengan anggukan semangat dan senyum cerah dari Sakura. Akhiirnya sejoli ini pergi menuju suatu tempat yang Sasuke mau. Sakura memeluk erat pinggang Sasuke. Bukannya mau pamer kemesraan, tapi karena Sasuke mengendarai motornya terlalu kencang, sangat kencang malah. Sementara Sasuke sendiri malah tersenyum di balik helm gelpanya, tentu saja karena pelukan Sakura yang semakin erat. Dan dia sadar, pelukan Sakura adalah hal terhangat yang pernah dia rasakan. Motor Sasuke terus berpacu sampai pantai Konoha. Pemandangan sore pantai ini sangat indah. Karena sebentar lagi matahari akan terbenam.

"Kau ini kalau naik motor pelan pelan! Aku belum mau mati tahu!" kata Sakura marah marah. Sementara Sasuke hanya mengacuhkannya dan berjalan kea rah tepian pantai.

"Kau suka?" tanya Sasuke tiba tiba.

"Suka apa?"

"Pantai ini dan-" kata Sasuke memotong ucapannya.

"Dan?"

"aku," kata Sasuke akhirnya.

"Eh, aku… aku suka pantai, tapi kalau kau, aku tidak suka. Jadi menjauhlah dariku radius satu meter!" kata Sakura yang berhasil membuat Sasuke tercengang. Tidak elit memang, tapi hanya Sakuralah wanita yang menolak Sasuke.

"Kenapa tidak suka denganku?"

"Aku belum mau mati!" kata Sakura dengan raut wajah serius.

"Memangnya kau akan mati kalau dekat denganku? Aku janji tidak akan naik motor terlalu cepat. Jadi kau suka dengankukan?" kata Sasuke meyakinkan. Menakjubkan. Seorang Sasuke berkata panjang kali lebar kali luas kali tinggi.

"Bukannya itu! Aku tidak mau mati karena terkena serangan jantung! Karena setiap aku dekat denganmu jantungku akan berdetak seratus kali lipat. Nanti kalau aku terkena serangan jantung bagaimana?" kata Sakura dengan muka serius yang berhasil membuat Sasuke semakin tercengang. Selang beberapa waktu Sasuke tertawa terbahak bahak. Ada sedikt rasa lega di hatinya. Sangat lega. Entah mengapa, padahal dia tidak suka dengan 'adik manis'-nya itu. Dia hanya ingin di jauhi oleh perempuan pengganggu itu. Memanfaatkan keadaan Sakura memang. Tapi di hatinya terbesit satu rasa yang dia sendiri tak mengerti. Rasa seperti ingin melindungi gadis ini. Rasa yang selalu merindukan tawa gadis ini. Semuanya. Padahal baru berapa hari dia kenal Sakura. Bisa di hitung dengan jari malah. Tapi tak ada yang tahukan kalau cinta akan datang tiba tiba di hati mereka.

"Kenapa kau tertawa?" tanya Sakura bingung.

"Kau, kau lucu. Itu tadi artinya kau menyukaiku," kata Sasuke sambil menyeringai. Fakta lainnya adalah hanya dengan Sakuralah dia mau menunjukkan seringai dan gelak tawanya. Dan Sakura sadar bahwa tawa Sasuke adalah tawa paling indah yang pernah dia lihat. Sangat indah. Lalu tiba tiba Sasuke memeluk Sakura. Sangat erat. Seolah tak mau kehilangan gadis ini.

"Baiklah kita pulang sekarang," kata Sasuke. Mereka pulang menuju apartemen Sakura. Berbeda dengan tadi, Sasuke tidak mengendarai motor terlalu kencang sekarang. Dia sudah berjanji dengan Sakura. Yang pasti hari ini adalah hari yang membahagiakan buat Sasuke. Entah kenapa perasaanya menjadi senahagia ini. jauh di lubuk hatinya dia megakui dia punya rasa khusus untuk Sakura.

Malam ini Sakura berada di kamarnya. Merenungkan apa ang tadi sore terjadi. Tentang perasaanya, semuanya ke Sasuke. Ada rasa sedikit tak percaya kalau dia menyukai Sasuke. Tapi dia yakin kalau dia memang menyukai Sasuke. Karena menurut pendapat Ino yang dia tanyai, kalau Sakura memang menyukai Sasuke. Karena jantung berdetak lebih cepat adalah ciri ciri kau menyukai seseorang. Rasa hangat, jantung berdetak lebih cepat, rasa nyaman, semuanya itu adalah tanda tanda kalau kau menyukai seseorang. Dan Sakura sadar semua rasa itu memang akan muncul kalau dia sedang bersama Sasuke. Berbeda ketika dia bersama laki laki lain. Tiba tiba Hp Sakura bergetar. Sebuah pesan masuk dari seseorang ada di Hp Sakura.

From: 08xxxx

Have a nice dream my sweety

-Sasuke-

Membaca pesan tersebut tentu saja mukanya merah padam. Baru dapat pesannya saj sudah semerah ini. Apalagi Sasuke sendiri yang berkata. Bisa dipastikan pasti Sakura sudah seperti Hinata, pingsan di tempat.

Sementara di tempat lain

"Kita gunakan gadis berambut pink itu untuk menghancurkan Sasuke,"

*TBC*

Taraaa ini chapter 2 nya. Kayaknya kurang panjang ya, apa perasaan saya doang. Tapi tolong di review yaa :D kayaknya nanti chap 3 saya updatenya lama. Maaf ya, salahin sekolah saya yang ngasih tugas plus ulangan numpuk. Ok! Jangan lupa review :D Salam loope, piiiis and gahoool! :D

_UCHIKATA_