Chupter 2

Typo betebaran dimana-mana

Beautiful day

Happy Reading . . .

Terhitung sudah lebih dari 1 jam lamanya jimin mematai dirinya didepan cermin. Tubuhnya berbalut hoodie biru gelap dengan bawahan jeans hitam dan sepatu converse berwarna senada dengan bajunya hanya saja sedikit lebih terang rambut blonde yang disisir kebelakang terbelah dua memperlihatkan dahinya yang putih bersih.

Jimin tersenyum puas melihat bayangannya di depan cermin dan sekarang senyum itu semakin lebar saat ia mengingat hari ini adalah kencan pertamanya dengan kekasih tercinta Min Yoongi.

Yoongi memintanya menonton Festival Kumamon. Menonton festival kumamon bukanlah hal buruk untuknya tapi, kalau berbicara tentang kumamon sebenarnya jimin itu sedikit sentitif. Pasalnya, karna beruang bertampang bodoh itulah dirinya harus merelakan uang jajan selama sebulan. Tidak makan di kantin dan pastinya tidak lagi nongkorong di Game Center bersama Teahyung. Dan ia pasrah saja untuk menghabiskan kencan pertama hanya untuk melihat boneka bodoh itu terlebih saat ia mengingat syarat Yoongi harus menjadi kekasihnya " kau harus menuruti semua perkataanku ".

Memikirkannya saja terkadang membuat jimin menghembuskan napas berat dan sekarang yang perlu dilakukannya adalah menjemput kekasih manisnya.

...

Jimin termenung saat sampai di rumah yoongi. Ia disambut dengan pemandangan luar biasa indah. Namja mungil dengan kaos belang putih biru yang membuat kulit putih pucatnya semakin bersinar diterpa matahari pagi. Rambut yang tertutup dengan topi bermodel seperti topi petualang hanya saja tak memiliki tali memperlihatkan rambut bagian depan yang hampir menutupi matanya ditambah dengan bibir tipis merah sewarna buah cherry. Benar-benar seperti seperti bayi beruang(?) dan huuh menggemaskan. Jimin jadi ingin menerkamnya.

"YA ! Park bodoh Jimin. Kau hampir membuatku mati menunggu" yoongi dengan wajah super sebal menghampiri jimin yang masih memperlihatkan tampang bodohnya.

"Ahh. Hehe mian hyung-ie sayang. Jja lebih baik kita berangkat" sahut jimin sambil menggenggam tangan yoongi.

Yoongi senang saja saat jimin menggenggam tanganya. Membawanya menyusuri sepanjang jalan korea yang memang selalu dipenuhi dengan penduduk terutama memang sebagian penghuninya anak remaja seperti mereka. yoongi memandang jimin yang memang masih fokus dengan jalan didepan. Hari ini jimin terlihat sexy dengan rambut blonde yang terbelah dua. Dan terlihat imut dengan hoodie yang menenggelamkan tangan mungilnya bahkan tangan yoongi yang ada dalam genggamanya. Yoongi terseyum. Sejak kapan dia mulai menyukai melihat jimin ?

" berhentilah menatapku hyung. Aku tahu kekasihmu ini tampan"

Yoongi segera tersadar saat jimin menatapnya. Menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan berdehem sebentar. Ia tidak ingin ketahuan kalau sedari tadi ia hanya memandang jimin. Memang tidak ada salahnya memandang kekasih sendiri hanya saja, Yoongi terlalu gengsi untuk mengakuinya.

"aku tidak memandangmu bodoh. Siapa juga yang mau melihat tampang jelekmu" elak yoongi

"Emm Hyung-ie ku ini memang pandai berbohong" goda jimin

"Aku tidak berbohong"

"benarkah?"

"hm"

'tapi kenapa ada bau-bau kebohongan disini"

'mana ku tahu"

Chup

"Ya ! kenapa kau menciumku "

"itu karna kau tidak mau mengaku hyung" jawab Jimin setelah mencuri ciuman singkat dibibir Yoongi. Memberi hukuman karna Yoongi tidak mau mengaku. Dan yoongi mukanya sudah merah padam mendapat ciuman tiba-tiba sang kekasih. Memutuskan melangkah lebih cepat agar wajahnya yang merah semerah tomat tidak terlihat oleh jimin.

" hyung tunggu aku"

...

Jalanan sudah penuh dengan lautan manusia. Banyak dari mereka yang berdesakan agar mendapat dibarisan paling depan. Saling dorong mendorong agar dapat melihat manusia yang memakai kostum boneka hitam dengan warna putih dibagian wajah serta warna merah di kedua pipinya. Kumamon. Mereka memakai kostum kumamon.

Yoongi tidak ingin sedikitpun tertinggal untuk tidak melihat maskot boneka kesayanganya. Karna itulah sekarang dia berada di baris paling depan. Menggumamkan kata wow dan tertawa cekikikan saat maskot itu melakukan gerakan yang menurutnya lucu. Sedangkan jimin yang berada disampingnya hanya menghela napas berat merasa bosan dengan apa yang dilihatnya diri tadi. Maskot kumamon yang berjalan dan terkadang melakukan gerakan yang menurutnya aneh dan membingungkan. Andai saja tidak ada yoongi, jimin pastikan bahwa sekarang dia berada di rumah dan bermanja-manja dengan kasur empuknya.

"jim.. coba lihat yang itu lucu haha" yoongi menujuk sebuah maskot yang melakukan gerakan menari memutar. Terlihat lucu memang di mata yoongi tapi tidak di mata jimin dan jimin hanya menjawab dengan gumaman yang pasti tidak didengar yoongi. Biarkan yoongi menikmati boneka bodoh tersebut dan berceloteh sendiri.

"jimin yang itu bagus"

"haha kau lihat gerakannya sangat lucu"

"woow.. aku tak pernah melihat yang seperti itu. Apa kau pernah melihatnya jim?

Merasa tak mendapat jawaban yoongi monoleh mendapati jimin tak lagi di sampingnya.

"jim. Jimin kau dimana ?" tanya yoongi yang tak mendapat jawaban apapun

"Park Jimin " yoongi berteriak mencari jimin disekitarnya dan tetap saja tak mendapt jawaban apapun. " Apa dia marah padaku? Ahh biarkan saja apa peduliku"

...

Bahkan setelah acara festival selesai yoongi tak kunjung bertemu jimin. Telponnya tak diangkat dan smsnya tak dibalas. Yoongi mengajak rambut frustasi. Memutuskan untuk duduk dibangku sebuah taman. Dia akan mencoba menelpon jimin lagi kalau tidak di angkat dia akan memutuskan untuk pulang sebelum maskot kumamon mendatanginya.

"hai manis" sapanya lembut

Yoongi sebenanya senang didatangi maskot kumamon. Tapi saat ini yang ada dipikiranya hanya jimin. Apakah jimin marah padanya ? apakah jimin sudah pulang ?

Yoongi memberikan senyum termanisnya dan mempersilahkan maskot kumamon tersebut duduk disebelahnya.

Manis

"kenapa kau duduk disini " tanya maskot kumamon tersebut

"ah aku sebenarnya sedang mencari kekasihku hanya saja, aku tak menemukannya mungkin dia sudah pulang" jawab yoongi lesu

"hemm begitu. Kalau kekasihmu itu belum pulang dan ada disini apa yang akan kau lakukan? "

"entahlah. aku.. em mungkin aku akan memeluknya " jawab yoongi ragu

aku merindukanmu jim

"kalau menciumnya bagaimana?"

Yoongi mengangguk "mungkin akan ku lakukan"

Hening sejenak

"JIMIN !" pekik yoongi setelah maskot kumamon tersebut membuka kostum bagian kepala. Yoongi langsung memeluk maskot kumamon tersebut yang ternyata adalah jimin. Kekasihnya yang dicari sedari tadi.

"Aku mencarimu kemana-mana bodoh" maki yoongi disela pelukannya.

Jimin hanya terkekeh mendengar makian kekasihnya dan semakin mempererat pelukannya.

" haha aku tau hyung. Dan sekarang biarkan aku melepas baju ini. Baju ini membuatku kepanasan"

'siapa suruh kau memakainya" jawab yoongi seraya melepaskan pelukan jimin

setelah selesai melepaskan kostum tersebut dan mengembalikannya jimin kembali duduk disebelah yoongi dan mulai menggenggam tanganya.

"nah sekarang mana ciuman yang akan kau berikan hyung" goda jimin seraya melihat yoongi yang menunduk.

"a-aku.. kau menipuku jim kau sengaja menanyakan itu" bela yoongi. Berpura-pura memasang tampang sebal dan mengrucutkan bibir tapi disisi lain Jimin jadi ingin cepat-cepat mencium bibir itu.

Jimin menggeleng. "Jangan mencari alasan hyung"

"atau kau akan mendapatkan yang lebih dari sekedar ciuman" bisik jimin tepat ditelinga yoongi yang membuatnya seketika meremang.

"baiklah" jawab yoongi pelan

chup

"hyuuung... bukan disitu tapi disini" protes jimin saat yoongi hanya mencium pipinya seraya menunjuk bibirnya dengan jari telunjuk.

"yang penting aku sudah menciummu kan. Ayo kita pu..emmp" belum selesai berbicara jimin sudah mencium bibirnya. Menarik tengkuk yoongi untuk memperdalam ciumannya. Mengabaikan orang-orang yang mungkin melihatnya.

Jimin terseyum puas melihat bibir merah yoongi yang semakin merah kerenanya.

"hyung ayo lanjutkan di rumah"

END

Ngegantung iya ?

Maafkan aku kehabisan ide dan tanpa edit pula. Hehe

See u

Ketemu di ff selanjutnya

RnR Pliss

Terima holly :3