"Kalau begitu aku akan pergi" kata Sasuke

"Apa?" kata Sakura kaget.

Chapter 2: Holiday.

"Kamu serius?" kata Sakura

"Ya, aku serius" jawab sasuke. Sakura masih sedikit tidak percaya dengan perkataan Sasuke.

"Tapi…."

"Aku pasti bersenang-senang" kata Sasuke. Senyum terukir dibibir Sakura. Lalu Sasuke-pun meraih tangan Sakura dan mereka berdiri, setelah itu, Sasuke memeluk Sakura. Sakura membalas pelukan itu dengan tenang dan menelenggamkan wajahnya didada bidang Sasuke. Sasuke-pun meletakkan dagunya di kepala Sakura.

"Terimakasih…. Terimakasih…" kata Sakura

"hn" kata Sasuke. Lalu mereka berdua melepas pelukan mereka.

"E…, kalau begitu aku pergi dulu ya…" kata sakura.

"Kemana?"

"Rumah Sakit"

"hn"

"Kalau begitu sampai jumpa Sasuke". Kata Sasuke seraya meninggalkan Sasuke. Seulas senyum terukir dii wajah tamapn sang Uchiha itu. "Sampai jumpa Sakura" katanya entah pada siapa karena jelas-jelas Sakura sudah tak ada di rumahnya

TIIIIIIIIIIMMMMMMMMEEEEEEEEEE SSSSKKKIIIIPPPP

Sakura yang telah selesai di Rumah Sakit-pun menemui Naruto dan guru-nya di tempat istimewa yaitu kedai Ramen.

"Guru Kakashi.."

"Hoi Sakura!"

"Bagaiman Sakura? Teme mau ikut kan?" Tanya Naruto tiba-tiba. Sakura-pun mengangguk.

"Sudah kubilang kan Naruto, kalau Sakura yang berbicara, dia pasti mau" kata Kakashi.

"Iya-iya, kan Sakura calon Uchiha di masa depan.." kata Naruto. Sebuah jitakan dari Sakura-pun mendarat mulus di kepala Naruto.

"Hati-hati kalau bicara Naruto!" kata Sakura

"Iya deh… maaf."

"Diterima"… 'Kalau saja itu benar Naruto, aku akan senang sekali' batin Sakura. Lalu mereka bertiga menghabiskan malam mereka dengan makan ramen.

Keesokan harinya…didepan Gerbang Utama desa Konohagakure

"Ayo berangkat…" Kata Naruto.

"Sebentar Naruto, tunggu Sakura dan Sasuke dulu…" kata Kakashi.

"Hah… kenapa sih mereka selalu telat?"

"Bukanya kita ya.. yang selalu telat…, untuk saat seperti ini saja kita semangat."

"Huh.. guru ini"

"Itu mereka" kata Kakashi sambil mengacungkan jarinya pada Sasuke dan Sakura..

"Hoi. Teme! Sakura! Cepat!"

"Sabar kenapa sih…." Kata Sakura setelah sampai di tempat Naruto. Lalu dia melirik tas Naruto.

"Naruto, kau yakin akan membawa tas sebesar itu? Kita kan hanya 1 minggu disana, lagi pula saat di penginapan nanti sudah disediakan baju ganti kan…." Tanya Sakura heran setelah dia melihat tas Naruto yang besarnya sebesar koper itu.

"Hehehe… kita tak mungkin pulang tanpa oleh-oleh kan…, aku mau beli sesuatu untuk Hinata"

"O….." kata Sakura.

"Aku kan orang yang romantis…." Kata Naruto sambil melirik ke Sasuke yang sedari tadi hanya diam.

"O…" kata Sakura lagi. Sasuke yang merasa tersindir-pun memasang death glare ala Uchiha pada Naruto.

"E… gomen Sasuke" kata Naruto.

"Sudahlah…., ayo cepat kita pergi" ajak Kakashi. Semua mengangguk pertanda setuju. Mereka semua akhirnya pergi dengan berjalan (maksudnya bukan melompat-lompat dari satu pohon ke pohon lain) karena tentu saja tujuan mereka tidak terlalu penting.

Setelah sampai di penginapan (kok cepet sekali sampainya, padahal di serial Naruto kadang butuh waktu 2 hari…, ah gak papa ya….hehehehehehe). Mereka ber-4 membelalak kaget setelah melihat spanduk besar yang terpampang dengan gambar rumah-rumah di pinggir pantai. Lalu mereka masuk ke sebuah rumah disana (baca: tempat transit)

"Ada yang bisa saya bantu?" kata seorang wanita (baca: receptionist)

"Ya, kami ingin menyewa salah satu er….. rumah..?"

"Ya…, baiklah coba saya lihat dulu..". setelah beberapa saat…

"Baiklah, kalian punya tiga pilihan, pertama di pinngir pantai yang berjajar, kedua, diatas tebing yang membentuk perkampungan, seperti nomor 1, atau di pinggir pantai , atau yang ketiga rumah yang e…., tidak banyak dipilih karena jarak rumahnya berjauhan dengan rumah yang lainya,dan pemandanganya sama seperti nomor 1, pantai… tapi aku bingung kenapa orang yang membangun tempat ini membangun rumah semacam itu,tidak ramai kan…. kalau kalian pilih nomor tiga maka kalian akan menjadi pengunjung pertama yang memilih tempat itu selama satu bulan ini,Jadi bagaimana, satu..atau..dua?"

Setelah itu Kakashi melihat ketiga muridnya, jelas terpampang mimic masing-masing, Naruto dan Sakura tentu memilih nomor satu yang dekat keramaian dan saat malam terdengar deburan ombak, saat bangun langsung bisa melihat matahari terbit, dan Sasuke… tentu saja nomor 3, jauh dari keramaian. Kakashi berfikir, dirinya sebenarnya ingin nomor 2 yang diatas tebing, pasti menyenangkan. Tapi…, dia juga harus memikirkan murid-nya yang ikut saja harus dibujuk, jadi….

"Nomor tiga saja." Kata Kakashi. Mata Naruto dan Sakura menatap Kakashi heran, dan Sasuke bernafas lega. Sedangkan receptionist

"Anda serius….., saya lihat..e…"

"Muridku"

"Ya murid anda tidak setuju dengan pilihan anda"

"Mereka setuju, iya kan Sasuke?" kata Kakashi, kaliamat Kakashi berhasil membuat Naruto dan Sakura mengerti, mereka juga tidak boleh egois kan…

"hn" kata-nya singkat.

"Lalu apa saja fasilitas yang ada di penginapan itu?"

"Seperti kamar yang lainya, tiga kamar, lengkap dengan satu kamar mandi,lalu ruang santai, Teras, Dapur, ruang tamu dan ya. Layaknya sebuah rumah. "

"Baguslah…."

"Tolong anda isi formulir ini." Kata wanita itu sambil memberikan secarik kertas, tinta, dan kuas.

"Siapa yang tidur berdua dengan guru Kakashi?" kata Naruto pada Sasuke.

"Terserah"

"E…. Teme!". Tiba-tiba….

"Senior Kakashi….!" Teriak seseorag, Ternyata dia adalah Yamato dan dia juga dengan Sai,

"Guru Yamato!" kata Sakura

"O hai Yamato, apa yang kau laku-kan disini?" Tanya Kakashi

"hehe… Hokage menyuruh kita menyusul kalian."

"benar juga, kalian kan juga tim tujuh.., kalau begitu nama kalian jug akan kumasukkan" Kakashi menulis nama mereka juga pada lembaran yang diberikan padanya.

"Tunggu., berarti mereka akan satu penginapan dengan kita?" Kata Sakura

"Tentu saja.." Kata kita berangkat

"Tapi…."

"Cepat Sakura!" Teriak Naruto. Mreka semua sudah meninggalkan Sakura.

Sesampainya di rumah er… Penginapan. Mereka ber-lima it means without Sakura. Meributkan kamar yang akan mereka pilih, but… minus Sasuke karena sudah pilih kamar sejak awal.(berarti Cuma ber-empat dong… ngapai ditulis panjang-panjang..) Hingga…..

"Tungguuuuuuuuu!" Teriak Sakura, hingga membuat mereka ber-lima menghentikan aktivitasnya.

"Ada apa Sakura?" kata Naruto

"Aku mohon dengarkan aku…"

"Baiklah.." kata Kakashi "Ayo, apa yang akan kau katakan?"

"DIMANA AKU TIDUR?" Tanya Sakura

"Ya di kamar lah…." Kata Naruto seenaknya

"Tadi aku berfikir begitu, tapi kan ada guru Yamato dan Sai, jadi bagaimana, kamarnya akan pas bukan? Sedangkan kalau tidur di luar selama semalam dengan cuaca di malam hari yang dinginya minta ampun kujamian pasti tidak bisa bangun esoknya…, jadi bagaimana?" kata Sakura dengan nada tinggi

"Hehe.. benar juga ya Sakura, aku sampai lupa kalau kau perempuan dan kita ber-enam" kata Naruto

"Kan pas enam.., kamarnya ada tiga, jadi dua-dua, gampang kan….." kata Sai dan seenaknya dengan wajah tak berdosa.

"Apa?" Tanya Sakura

"Huh.." endus Sasuke.

"Benar juga, gampang kan Sakura…" kata Naruto. Sakura Lalu melirik pada guru Kakashi dan guru Yamato, mereka berdua yang merasa dilirik oleh Sakura dengan tatapan 'guru tolong…..'

"maaf, kalau urusan seperti ini, kami tidak ikut campur…, aku tentu saja dengan senior Kakashi, iya kan senior…." kata Yamato cengengesan.

"Heh…., iya-iya" kata Kakashi

"Iya, kan sudah beres" Tanya Naruto dengan menekan nada pada dua kata terakhir. Sasuke hanya terlihat diam dan tak berekspresi.

"Kau mau tidur denganku Sakura?" kata Naruto pada Sakura dan mengedipkan mata pada Sakura, karena tubuh Naruto yang memunggungi Sasuke seperti mengisyaratkan sesuatu pada Sakura. Lalu Sakura membelalakkan mata pada Naruto seperti mengatakan 'Maksudmu apa Naruto?'. Lalu Naruto membalas tatapan Sakura dengan tatapan 'Sudahlah… ikuti saja, sekali-kali membuat Sasuke cemburu'. 'Tapi….', 'Aku juga tahu Sakura, dia pasti tidak mengijinkan kan… jadi… ikuti saja rencanaku'. Kata Naruto dengan tatapanya (author sendiri juga nggak tahu gimana tatapan kayak gitu). Akhirnya Sakura pasrah.. dengan disertai kebingunganya.

"…"

"Diam berarti setuju, Ayo Sakura!" kata Naruto sambil menggandenga tengan Sakura. Tapi, mereka terhenti saat satu tangan menggandeng lengan Sakura yang lain.

"Sasuke..!" kata Sakura

"Sakura sekamar denganku" kata Sasuke sambil memalingkan wajahnya.

"Sasuke…" kata Sakura tidak percaya. Lalu dia memandang Naruto yang wajahnya berkata(?) 'benarkan….'.Naruto langsung melepas genggamanya dari Sakura.

"Jadi aku tidur satu kamar dengan si…'Senyum palsu?'" kata Naruto.

"Ya. Aku satu kamar denganmu…. Naruto" kata Sai

"Hah…! Kanapa sih…, lebih baik aku tidur kelinci daripada aku tidur denganmu… ''senyum palsu!'"

"Tapi…, semua sudah diatur takdir Naruto.." Kata Sai

"Jangan sok kamu…"

"Tapi menurut buku yang aku baca , semua hal sudah ditentukan takdir, kita tidak bisa mengubah takdir dan blabla..bla…bla..blaa" Kata Sai panjang lebar sambil berjalan menuju kamar -pun hanya cemberut mendengarkan Sai bicara.., Yamato dan Kakashi-pun menuju kamar mereka, sehingga di koridor, hanya tertinggal Sasuke dan Sakura.

"E…, anggap saja ini takdir ya…" kata Sakura "Kau tidak risih kan,…" lanjutnya "Nanti pasti ada sofa-nya kan…, jadi aku bisa tidur disana.". Sasuke hanya diam dan berjalan menuju kamar, dan hanya sakura yang tertinggal. Tiba-tiba….

Tok..tok..tok…

"Permisi…". Sakura langsung membuka pintu.

"Iya ada apa?"

"Begini, ini adalah baju kalian berenam selama berlibur disini,.." kata pemuda itu. Sambil menyerahkan kotak yang besar pada Sakura.

"Terimakasih."

"Sama-sama". Lalu pemuda itu pergi. Sakura segera membuka kotak itu dan ternyata telah diberi lebel 'Laki-laki' 5, 'perempuan'1. Dan di sana ada selembar kertas, dan bertuliskan: Sweater, Piyama, 3 set baju ganti.

"Baiklah, ini milikku," kata Sakura memisahkan bagianya dan membaginya pada teman-temanya. Dia berjalan menuju kamar Yamato dan Kakashi yang paling dekat dengan ruang tamu. Tok..tok…tok…. "guru…., bisa bukakan pintu". Lalu Kakashi membuka pintu. Terlihat kamar dengan warna putih yang luas dengan kasur ukuran dua orang, lemari, sebuah pintu yang tak lain adalah kamar mandi, cermin, Sofa yang cukup besar dan jendela yang menghadapkan kamar Kakashi dan Yamato pada hamparan pasir pantai.

"Guru.. ini pakaianmu dan guru Yamato" kata Sakura

"Terimaksih ya Sakura" kata Kakashi sambil mengambil dua kotak dari kotak(?) yang Sakura bawa. "Sama-sama". Lalu dia menuju kamar Naruto dan Sai

"Naruto!"

"Iya ada apa Sakura." Naruto mambuka pintu dan terlihat pemandangan yang sama dengan kamar Kakashi dan Yamato tadi. "Ini…, jatah pakaianmu dengan Sai, ambilah..".

"Terimakasih". Lalu Naruto mengambil dua kotak pakaian. "Ya sudah.. sampai jumpa"

"Sampai jumpa Sakura." Lalu dia membawa kota kecil yang ada didalamnya dan meletakkan kotak besar itu di ruang tamu. Lalu dia menuju kamarnya yang ada di paling ujung.

CEKLEK..

Sakura tersentak kaget, kamarnya berbeda, kamar ini lebih luas dan lebih didominasi warna cream, dan ukuran kasurnya yang… king size dengn selimut yang tebal berwarna putih satin dan sprai berwarna senada dengan selimut, sungguh berbeda dengan kamar milik teman-temanya. Dia mulai menapakkan kakinya di kamarnya, dan dia juga melihat pemandangan pantai yang indah dan deburan ombak yang cukup besar melalui pintu kaca yang ada di kamar itu, dan di luar puntu ada teras yang memisahkan kamar itu dengan pantai. Sungguh indah….. Sakura lalu menaruh tas dan box miliknya dan Sasuke di atas sebuah meja rias. Dia menuju teras, Sakura merasakan angin pantai yang sejuk dan dingin… itu sangat indah…., dia-pun tersenyum. Setelah itu dia masuk ke dalam kamar dan merebahkan dirinya di kasur.

"A…., nyamanya.., oh ya Sasuke mana ya…?" kata Sakura entah pada siapa. "Aku mandi dulu aja ah…." Sambungnya.

Setelah selesai mandi…

Tok..tok…tok….

"Sakura! Makan malam siap" teriak Naruto

"Iya nanti aku menyusul, terimakasih…." Kata Sakura

"Ya sudah aku duluan ya…" kata Naruto di balik pintu.

"Iya, terimakasih ya Naruto"

Di ruang makan

"Selamat malam….." kata Sakura

"Selamat malam Sakura" kata kakashi. Lalu Sakura memandang sekeliling dan menemukan Sasuke sudah duduk di hadapan meja makan. 'Lho…, tadi dia kemana?' batin sakura. Sakura-pun duduk disamping Sasuke. Lalu mulailah acara makan malam. Setelah selesai…

"Aku selesai, kalau begitu aku mau tidur saja, selamat malam teman-teman.." kata Sakura

"Kok buru-buru? Kenapa?" kata Naruto

"karena aku sudah mengantuk" kata Sakura.

Sakura langsung masuk kamar, mengambil selimut dan tidur di sofa, ia sengaja karena dia tidak mau kalau Sasuke yang tidur di sofa, sebenarnya, Sakura belum mengantuk, tapi dia coba untuk memejamkan matanya, akhirnya dia bisa tidur…., Di pagi hari Sakura terbangun karena ya… tentu saja dia tidur sangat awal 'Eh.., sekarang aku pasti tidak bisa tidur sampai pagi, tentu saja, aku tidur pukul 6 sore, dan sekarang pukul 3 pagi sudah 8 jam aku tidur dan itu memangg waktu tidurku, jadi… apa yang akan kulakuakan di pagi seperti ini ya ?,ah… aku keluar saja merasakan angin malam' batin Sakura. Dia berjalan menuju kamar mandi, dan membasuh mukanya, dia bermaksud untuk merasakan dinginya udara dimalam hari, sewaktu dia keluar dari kamar mandi, dia melihat Sasuke yang tidur di kasur sambil menghantam tempat tidurnya, dia berkeringat dan sepertinya dia kesakitan…

'Apa dia mimpi buruk?' tanya Sakura dalam hati. Dengan seluruh keberanianya, dia berjalan mendekati Sasuke, dan duduk di tepi kasur, dia menggerakkan tanganya menuju leher Sasuke dan didekapnya leher kekasihnya itu dengan telapak tanganya.

'Sepertinya dia memang mimpi buruk, dan dia seperti anak kecil kalau tidur…, lucu dan… tampan seperti biasa' batin sakura. 'Apa yang sedang kau mimpikan Sasuke, bolehkah aku menemanimu di setiap mimpi buruk yang kau alami?'. Beberapa saat kemudian, Sasuke sudah tak bergerak lagi, dia tidur dengan tenang…, dan sakura tetap memegang leher Sasuke.