Chappie DUAAAAAAAAAAAA~~ *lempar confetti*
Terima kasih untuk semua yang sudah review. Untuk Chii, terima kasih banyak, chapter ini untukmu!! Semoga OCmu tak OOC :D
Jujur, saya merasa chapter ini kurang JIWA, meskipun begitu, silahkan dibaca.
030609
::FIA's POV::
"Ah, Fia, cepatlah masuk, Komui sudah mulai ngambek…" Keluh Reever
"Dan tidak mau mengerjakan dokemen-dokumen dan arsip-arsip itu?" Sambungku.
"Ya, begitulah…" Jawabnya sambil mememijit kepalanya
"Aku mempertimbangkan mengganti pekerjaan." Gumamnya, aku hanya tersenyum mendengarnya. Dia selalu mengtakan hal-hal seperti itu, namun di lain pihak juga tidak rela meninggalkan Komui sendirian.
"Permisiiiiiiiiii....." Aku melangkah masuk ke ruangan Komui dan mendapati Komui duduk tenang di kursinya. Air mukanya serius. Yap. Dia serius, dia tidak ngambek, dia tidak menangis, dia tidak ngedumel tentang dokumen. Apa yang terjadi selama aku pergi?? Apakah Tuhan datang dan membuat Komui bertobat??
"Ah, Fia! Aku sudah menunggumu dari tadi~~~"
Er…ya…coret semua yang kukatakan tadi. Tampangnya masih sebodoh yang kuingat.
"Fia!!!! Kau tahu tidak??? Tadi Kanda jahat sekali padaku!! Masa dia memanggilku freak of nature???? Mana bahasa ingrisnya jelek lagi!!! Terus… terus….aku melihat Günter menggoda Lenaleeku!!!" kata Komui, berderai-derai dengan air mata.
"Yeah yeah yeah….bukan hal baru kan?"
"Fia-chaaaaaaan….tega-teganya kamu mengatakan hal itu!! Kau mengenal Günter lebih lama daripada penghuni Black Order yang lain!! Dan dia selalu mengirim signal kepada Lenalee-"
"Dia mengirim signal kepada setiap gadis yang memiliki sepasang kaki indah."
", Berharap kalau-kalau Lenaleeku yang manis dan polos akan jatuh dalam akal bulus dan rencana-rencana jahat yang sudah dia siapkan untuknya. Lenalee bagaikan seorang kelinci lemah dan naïf dan Günter, si cabul Günter itu, akan merenggut kepolosan Lenaleeeeeeeeeeeeeee!!!!!!!"
Tiba-tiba sebuah suara lembut memotong cerocosan Komui. Empat pasang mata memfokuskan pandangan mereka ke seorang gadis kecil yang duduk di pojok ruangan Komui, di atas tumpukan kertas, yang, sepertinya ditata sendiri.
Hmm…makeshift chair?
Gadis muda berambut coklat tua itu tersentak sedikit atas perhatian yang mendadak diterimanya dan membenarkan posisi duduknya dengan gelisah. Melihat tindakan tersebut, aku berjalan mendekati gadis tersebut dengan langkah lebar; menginjak dokumen-dokumen penting yang seharusnya sudah ditandatangani oleh Komui; berhenti hanya saat jarak di antara kami berdua tidak lebih dari 10 cm dan mengamatinya dengan cermat, seakan-akan gadis mungil itu adalah spesies baru dari Bulan yang memiliki hubungan dengan Songoku dan bisa mengeluarkan Kamehameha. Hei! Songoku juga bertubuh manusia!
"Ah, benar!! Dia adalah alasanku memanggilmu kemari, Fia! Dia adalah exorcist baru yang akan bergabung dengan kita di Black Order ini. Namanya adalah La-Luna Zalcolity. Kamarnya di sebelah kamarmu." Kata Komui dengan senyum khasnya
"Laluna? Maksudmu Laguna?" tanyaku sambil mengarahkan pandanganku pada jenius berkacamata yang tengah mengisap kopi dari gelas Lenaleenya.
"Em…anu…namaku La-Luna. L-A-L-U-N-A. Zalcolity. Z-A-L-C-O-L-I-T-Y. Panggil saja saya Luna" suara lembut yang sama menjawab.
Aku memiringkan kepalaku ke satu sisi dan tersenyum manis, maksudku, berusaha tersenyum manis "Fia Zilinski, senang bertemu denganmu. Bagaimana kalau aku mengajakmu berkeliling? Black Order adalah bangunan tua jadi besar kemungkinan kau akan tersesat. Bagaimana?"
"экскурсия?"
"HAH?? GOTDEMIT…apa yang kau katakan? English please?"
"экскурсия. Tour di bahasa Inggris." Jawab Komui enteng. "Dia dari Rusia."
"Oh…davvero? Bambina?" ajakku sambil mengulurkan sebelah tangan untuknya.
"Ah…terima kasih." Tuturnya pelan.
xXx
"Oi, Fia!! Kudengar ada anak cewek baru ya? Kenalan, dong!" Seru Lavi dari kejauhan. Tangannya melambai-lambai ke arah kami.
"LAVIIIII~~~ Kenalkan, Luna, orang itu namanya Lavi. Dia juga salah satu exorcist di sini…Well, Lavi merangkap sebagai Bookman juga siiih…"
"Bookman?"
"Er..yap. Tugasnya mencatat jalannya sejarah dan hal membosankan lainnya."
"Lavi. Senang bertemu denganmu." Kata Lavi sambil mengedipkan sebelah matanya.
"La-Luna Zalcolity. Salam kenal." Gadis bermata marun itu tersenyum malu-malu kucing.
"Hei, Fia, kau sudah memperkenalkannya dengan yang lain belum?"
"Hah? Belum lah…aku baru saja selesai memberi tour kepadanya. Kau kira Black Order kecil? Huuh.." Sahutku pura-pura ngambek. "Dan Lavi…Jangan coba-coba menggoda Luna-chan ya…Nanti kulaporkan pada Aki-chan loh!"
"Eeeeh??? Jangan dong, Fia-chan, kau tahu tidak ada perempuan lain di hatiku selain Aki-chan kan??"
"Kalau begitu jangan menggoda cewek lain dong." Jawabku pendek.
"Cowok kan memang begitu. Banyak di mata, satu di hati." Terang Lavi dengan tampang bangga.
"Grossa bugia. Ayo, Luna-chan, kukenalkan kau dengan yang lain."
"Iya!" sebuah senyum menghiasi mukanya yang putih dengan sedikit sapuan pink.
'Duh…anak ini manis sekali…Aku tidak boleh memperlihatkannya pada Günter!' aku bertekad dalam hati.
"Ah…exorcist baru?" Tanya sebuah suara baru.
"Argh…Günter!" Bicaralah tentang Günter dan Günter akan muncul…great…
"Salam kenal, nona manis. Günter Eisenberg." Gunther menggamit tangan Luna yang mulus dan mengecupnya ringan, mata biru gelapnya tidak pernah meninggalkan mata marun Luna.
"Akh! Em.. A-aku La-Luna Zalcolity." Luna komat-kamit sementara mukanya merona merah.
"Cukup, Günter! Jangan macam-macam dengan gadis ini! Kau membuatnya malu!"
"Zilinski, kau cukup bilang kau cemburu. Aku paham kok…" Ia mengelus pipiku dan menghilang sebelum aku bisa teriak.
"Pacar Fia-chan?"
"BUKAAAAN!! Tak sudi aku dengannya! Hih!! Sudahlah, Luna, jangan pikirkan orang aneh itu, kau lihat di sana? Yang berambut hijau namanya Lenalee, adik Komui, dia gadis yang baik kok. Kalau ada perlu apa-apa Tanya saja padanya atau aku ya?"
Lenalee tersenyum dengan manis dan melambai ke arah kami sebelum berjalan menghampiri kami.
"Hai! Siapa namamu?"
"La-Luna Zalcolity. Panggil saja Luna!" Ia tersenyum dengan teramat menawan. Günter, Lena dan sekarang Luna. Kenapa sih semua orang sepertinya bisa senyum dengan begitu indahnya tanpa perjuangan untuk membuatnya terlihat indah?
"Hmm…Luna ya. Yang rambutnya biru panjang dan berwajah cantik itu namanya Kanda Yuu. Orangnya sedikit anti sosial, tapi dia baik kok! Dan perempuan di sebelahnya Tendouji Akira, mantan model." Jelas Lenalee, jarinya menunjuk ke arah dua orang berambut biru. Yang satu tampak marah dan tangannya menggenggam sarung pedangnya dengan aura yang berbahaya sementara yang satunya menunjuk-nunjuk sang lelaki sambil menahan tawa, tangannya yang lain bergerak-gerak di udara dengan semangat seolah menggambarkan baju.
"Aki-chan itu pacarnya Lavi loh…" bisikku pada Luna. Luna menutup mulut dengan tangannya. Ekspresinya seolah-olah terkejut.
"Yang rambut putih itu namanya Allen Walker. Dia baik lho! Dan juga ramah!" sambung Lenalee lagi.
'Great…sekarang pekerjaanku diambil alih oleh Lena-chan…" Aku menggerutu dalam hati,
Dan tanpa disadari oleh orang lain, salah satu jantung dari ketiga gadis itu berdetak kencang saat mata Allen Walker terkunci dengannya dan sebuah senyum tersungging di wajah pemuda berambut putih tersebut. Gadis tengah baya itu meletakkan sebuah tangan di jantungnya, seolah berusaha menutupi bunyinya.
"Allen!" panggil Lenalee riang.
Gadis itu bukan aku.
Yap, selesai!!
Mohon kritik dan sarannya ya...Saya amat menghargai kritik dan flame Anda. Terima kasih.
:)
