Perks of Dating Taehyung

.

.

.

.

.

.

Jungkook hampir menjatuhkan dagunya saat melihat pemandangan kekasih ajaibnya tengah dipeluk oleh seorang wanita berambut panjang dan sangat cantik.

Memang, kelas sudah selesai, mereka baru saja melangkah bersama menuju gerbang sebelum Taehyung merasakan seseorang berlari menuju ke arahnya dan tubuhnya terhempas tiba-tiba.

Heol, siapa wanita ini?

Taehyung mulai bergerak setelah menyadari pekikan para penggemarnya yang sudah berkumpul di sekelilingnya. Ada yang bereaksi tidak terima, ada pula yang malah mengatai Jungkook 'rasain tuh'. Ingin sekali dicabai mulutnya sepertinya.

Kebanyakan dari mereka berkata 'Siapa lagi ini sainganku ya Tuhan. Cukup Jungkook aja, udah bikin repot,'

Pemuda bersurai pirang itu tidak mengenal siapa wanita yang dengan sembarangan(?) menerjang dirinya. Perlahan ia menjauhkan lengan si wanita sembari berusaha melihat wajahnya,

"A-anu, maaf, siapa ya? Ada perlu apa denganku?" tanyanya takut-takut, ia pernah berpengalaman dipeluk oleh pengamen shemale sebelumnya dan itu selalu membuatnya bergidik kala mengingatnya.

Jungkook dan penggemar setia Taehyung yang masih berkumpul ikut menyimak. Ada beberapa yang sudah mendumel, karena si wanita terlihat menekuk wajahnya dengan ekspresi imut.

He, memang imut, sih...

"Kim Taehyung? Jangan katakan kau lupa denganku..." jawab si wanita sembari menggenggam pergelangan tangan Taehyung. Jawabannya membuat pemuda di depannya menggaruk tengkuk.

"Ehㅡapakah aku melupakan seseorang.." Dua manik Taehyung bergerak ke sana ke mari, hendak mengingat-ingat siapa sebenarnya sosok wanita yang 'sok' akrab ini.

Sedangkan si wanita nampak terkekeh kecil melihat ekspresi Taehyung yang dianggapnya lucu. Satu tangannya bergerak mengacak surai pirang si pemuda Kim.

"Tidak berubah, hm? Taehyung-ku yang lucu,"

JDER.

Taehyung-ku.

Taehyung-ku.

Taehyung-

Ku.

Sebuah perempatan imajiner muncul di pelipis pemuda Jeon yang menjadi saksi mata. Ia merasa tidak terima jika kekasihnya dicap sebagai milik si wanita itu.

Apa-apaan, sih? Memang Taehyung itu anjing? Gumamnya.

"Permisi.." Baru saja Jungkook hendak menyela, yang untungnya didukung oleh para penggemar Taehyung, ucapannya terpotong oleh si wanita.

"Joohyun, Bae Joohyun. Your Bae-noona, Tae."

Makin menjadi lah dagu Jungkook terperosot dari posisinya, membuat mulutnya terbuka lebar.

Kok ucapannya terdengar ambigu...

Taehyung nampak menjentikkan jari dan mengangguk. "Ah, noona? Wah, aku pangling..." ujarnya sembari menatap wanita yang dipanggil Joohyun tadi.

Joohyun hanya mengulaskan senyum kecilnya, ia kembali mengusak surai pemuda di depannya, tak peduli dengan tatapan tajam dari sekelilingnya. "Apakah aku datang tepat waktu?"

Jungkook mengurungkan niat untuk melanjutkan perkataannya. Pemuda itu sesungguhnya masih menunggu drama ini berakhir, dan mereka segera pulang. Meski begitu Jungkook tetap setia, ia tetap ingin pulang bersama Taehyung, kekasihnya.

"Ng? Joohyun-noona, sejak kapan kembali? Kukira noona kuliah di sana?" Taehyung yang memang ajaib malah bertanya kembali.

Joohyun berdecak sembari memangku kedua tangannya di dada. Ia memberi Taehyung sebuah pout dan hendak memarahi pemuda itu.

"Apa kau sudah lupa janjimu saat kecil dulu? Aku kembali, sudah menyelesaikan kuliahku dan kau akan melamarku, bukan?"

JDEEERR.

Kali ini petir yang menyambar hati Jungkook sungguh sangat besar. Pemuda berparas manis itu mendadak kehilangan keseimbangan dan tak tahu di mana dirinya berpijak. Jungkook tidak mau percaya dengan apa yang ia dengar. Namun otak dan hatinya tidak sejalan.

Petir itu juga menyambar hati para penggemar Taehyung. Malah beberapa dari mereka ada yang berteriak-teriak dan menangis.

Taehyung membelalakan kedua matanya begitu ucapan Joohyun melintasi telinganya. Sekelebat ia merasa mengingat bahwa dirinya memang pernah mengatakan itu pada sosok di depannya ini.

.

.

.

.

"Joohyun-noona benar-benar akan pergi?"

"Iya, Taehyung-ah. Noona mau mengejar cita-cita,"

"Aku mengerti. Saat pulang nanti aku akan melamar noona. Kita akan menikah, oke?"

"Aigoo, kau masih 12 tahun. Ehm, tapi noona akan mengingat itu, Taehyung."

"Hati-hati di Belgia, noona. Jangan lupa bawakan aku cokelat."

"Iya iya, jaga dirimu, Taehyung."

"Noona juga..."

.

.

.

.

Matilah kau, Kim Taehyung.

Pemuda itu sungguh lupa jika ia pernah membuat janji seperti itu. Lagipula itu hanya janji seorang bocah, tidak bisa menjadi pegangan kuat, bukan?

Ia sudah memiliki Jungkook sekarang. Dan ia tak tertarik dengan namanya selingkuh dan lain-lain. Ia harus menjaga perasaan Jungkook.

Taehyung mengulaskan senyum kikuk pada Joohyun, matanya menoleh ke arah Jungkook yang tengah menunduk sembari mengepalkan kedua tangannya. Taehyung dengan cepat mengambil jemari Jungkook dan mengamitnya.

"S-soal itu, mohon maaf noona, t-tapi aku tidak bisa.." ujarnya sedikit gemetar. Tetap menggenggam jemari Jungkook.

Pemuda Jeon di sebelahnya merasakan tubuh Taehyung semakin menempel padanya. Mengesampingkan egonya terlebih dahulu, Jungkook balas menggenggam erat jemari besar Taehyung. Ia butuh penjelasan, namun sekarang waktunya menjadi kekasih yang cooperative.

Joohyun membulatkan maniknya begitu pandangannya beradu dengan tangan kedua pasangan itu.

"Aku kira noona sudah melupakanku dan janji itu, lagipula itu hanya janji anak kecil, tidak bisa dijadikan acuan.."

Oh, Kim Taehyung, sadarkah bila jawabanmu membuat banyak pihak sakit hati.

Hati Jungkook berdenyut saat mendengar ucapan Taehyung, ia berasumsi jika Taehyung tidak menganggap Joohyun melupakannya bisa saja mereka sekarang sudah menjadi sepasang kekasih. Dirinya hanyalah seorang pelarian.

Sedangkan Joohyun yang sepenuhnya memegang janji Taehyung akan tersakiti hatinya.

Kim Taehyung memang pro dalam hal berkelahi, namun sangat payah dalam hal percintaan. Klise.

"T-Taehyung-ah, kau tidak bisa begitu.. Ingatlah, bagaimana kita dahulu. Kau tidak bisa semudah itu melupakanku, lho.." ucap Joohyun dengan lembut. Wanita itu mencium sesuatu yang berbeda dari tautan antara Taehyung dengan pemuda manis di sebelahnya.

Aduh, pemuda itu manis sekali.. Seperti tokoh submisif di video yaoi yang sering kulihat saja.. Gumam Joohyun.

Taehyung melirik Jungkook yang malah memalingkan wajahnya ke arah lain. Biar saja Jungkook menatap wajah tersedu-sedu cewek-cewek fans Taehyung, daripada harus berurusan dengan masalah ini. Biar saja Taehyung yang menyelesaikannya sendiri. Kalau ingin putus, Jungkook sihㅡ

"T-tapi noona, aku sudah memiliki kekasih. Ini dia, Jeon Jungkook namanya,"

ㅡtidak akan mau. Yah, Taehyung malah begitu. 'Kan Jungkook-nya baper.

Manik Joohyun kembali melebar. Ia menatap Jungkook dari atas ke bawah dan beradu pandang saat pemuda itu melirik wajahnya diam-diam.

"T-Taehyung, aku tidak tahu.. Berapa lama sebenarnya aku meninggalkanmu..?" tanya Joohyun sembari mengerjap-ngerjapkan matanya. Walaupun inner Joohyun itu fujoshi, tapi ia menyukai Taehyung dan sudah berharap banyak pada pemuda itu..

Taehyung menenggakkan salivanya, berusaha meminta tolong pada Sungjae, sahabat yang kebetulan lewat. Bukannya menolong, Sungjae malah menjulurkan lidahㅡmengejek Taehyung dan menyuruh teman-temannya bersiul seakan melihat drama picisan.

Taehyung menggeram pelan, tanpa disadari mencengkram tangan Jungkook dengan keras. Pemuda Jeon itu meringis, "A-ah, T-Taehyung.."

My Lord, it sounds sooo wrong... Lagi-lagi inner Joohyun berbicara. Wanita itu tengah menahan pekikannya karena sungguh, ia sangat menyukai shonen-ai.

"W-wah maaf sayang, apa aku melukaimu?" Taehyung refleks menggunakan embel 'sayang' pada Jungkook yang segera disambut dengan pekikan 'aw' dari kumpulan wanita gemas penggemar mereka.

Joohyun menjatuhkan tasnya saat ucapan manis Taehyung memasuki telinganya. Wanita itu ingin memekik dan memeluk si pemuda Kim, namun ia urungkan saat melihat wajah Jungkook yang menatapnya takut-takut.

"Ah, t-tidak apa-apa, hyung.." ucap pemuda Jeon itu dengan pelan, sangat pelan dan terkesan takut.

Jungkook manis sekali, kya! Ah, sudahlah, Joohyun menyerah kali ini.

Wanita itu berdehem keras dan membuat Taehyung maupun Jungkook menatapnya. Ia menghela nafas dan mengulaskan senyumannya.

"Baiklah, aku menyerah kali ini," satu tangannya mengambil tas merah miliknya dan merapikan penampilannya.

Jungkook merasakan Joohyun tengah menatapnya intens, "Jeon Jungkook? Terima kasih sudah menjaga Taehyung selama aku pergi,"

Oh, Jungkook mendadak merasa kesal lagi.

Sementara objek yang diperebutkan hanya menatap Jungkook dan Joohyun secara bergantian sembari menggaruk pipinya yang tidak gatal.

Joohyun melangkah mendekati Jungkook dan tersenyum kembali. Ah, sedikit berhawa seram..

"Mulai besok aku akan berusaha mendapatkan perhatian Taehyung kembali. Aku senang kau yang menjadi rivalku. Kau sungguh manis, tipe kesukaanku,"

Taehyung meringis pelan saat ia merasakan genggaman tangan Jungkook mengeras.

.

.

.

"Taehyung-oppa, kau masih berstatus sebagai milikku. Tak akan kubiarkan kau jatuh ke dalam pelukannya lebih lama,"

.

.

"Siapa lagi sih yang kau janjikan untuk dinikahi, Tae-hyung?"

.

.

"Ryu Sujeong, kekasih Taehyung-oppa saat sekolah menengah pertama,"

.

.

"Jeon Jungkook, kekasih Taehyung saat ini yang resmi. Jadi tak ada kesempatan untukmu kembali padanya,"

.

.

.

.

TBC

HAHAHA NAON IEU TEH

aku terinspirasi dari anime Ranma 1/2 lol yang banyak cewek ngincer Ranma dan bikin Akane (tunangan sahnya) misuh2 sendiri :") tapi mereka tetep bersama kok wkwk

Nih, fast update/? Eak tumben.