Red Cape Ghost, Akamanto
By: Hikary_Cresenti
Disclaimer : HxH punya Yoshihiro Togashi
Rated :T
Warning :OOC, Gaje, Bloody, Mistypo(s)
Hope You Enjoyed this!
.
.
.
Sesampainya di UKS, Killua pun membaringkan Bisuke di tempat tidur UKS.
"Tapi, kenapa kau begitu yakin kalau ini ulah Akamanto?" tanya Gon seraya menatap bingung pada Shalnark.
"Soalnya rumornya sudah beredar dan cara pembunuhannya yang persis," ujar Shalnark.
"Tapi, itu belum membuktikan, kan? Bisa jadi seorang criminal yang melakukannya," komentar Killua "Atau bisa dibilang, ia meniru cara pembunuhan sang Akamanto," sambungnya lagi.
"Benar juga, tapi kenapa ya?" ujar Gon seraya menggaruk belakang kepalanya karena bingung.
"Entahlah, aku tidak tau," ujar Killua singkat seraya menatap langit-langit UKS. Banyak hal-hal aneh yang mengganjal pikirannya.
"Ungh… "
Perlahan Bisuke mulai tersadar dan mengerjapkan matanya dan kembali terlihat panik.
"Ah, kau baik-baik saja?" tanya Gon.
"Iya… " jawab Bisuke lagi.
"Apa yang terjadi?" tanya Killua penasaran.
"Saat itu, aku ingin ke toilet untuk buang air kecil. Tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang mengatakan 'Mau kupakaikan jubah merah atau jubah biru?' saat itu suaranya benar-benar rendah, tapi mencekam. Dan setelah itu terdengar suara Neon 'Jubah merah saja … '. Selang beberapa saat terdengar teriakan Neon. Lalu aku pun membuka kamar mandi itu dan… sangat jelas ku lihat sesosok pria menggunakan topeng putih dan jubah panjang bewarna merah, dan Neon yang telah tidak bernyawa dengan keadaan yang sangat mengerikan. Saat itu aku langsung ketakutan dan berteriak lalu kalian datang," ujar Bisuke mengahiri ceritanya.
"Benar kan? Itu pasti Akamanto," kata Shalnark seraya tersenyum tipis.
"Hm… Akamanto ya? " ujar Gon yang langsung mencari informasi tentang Akamanto lewat handphonenya itu.
"Akamanto, adalah sebuah youkai yang muncul di toilet wanita. Dia selalu memakai jubah merah dan masker putih. Jika seorang perempuan dihantui akamanto maka dia tidak bisa melawan karena pesona dari akamanto itu. " kata Gon seraya membaca informasi dari handphonenya itu.
"He?" Killua hanya memasang tampang kaget atas informasi itu.
"Akamanto biasanya bersembunyi di pintu toilet perempuan. Dan ketika seorang perempuan masuk, maka ia akan menampakkan diri dan bertanya 'Mau kupakaikan jubah merah atau jubah biru?'. Jika mengatakan jubah merah lebih bagus, maka ia akan membuka paksa mulut perempuan itu hingga sobek sampai terbelah daging-daging dalam mulut dan tenggorokan. Saat itu, darah akan mengalir kebawah melalui punggung sehingga terlihat seperti mengenakan jubah merah… "
"Mengerikan… " komentar Killua.
"Jika mengatakan jubah biru lebih bagus, akamanto akan meraih leher dan mencekik sampai wajah perempuan itu berubah biru dan dia akan mati lemas dan tak bisa bernafas… " sambung Gon.
"Kalau begitu, pilih warna lain saja," komentar Killua.
"Tunggu, jangan berfikir untuk memilih warna lain. Jika korban memilih warna lain maka sebuah portal dari lantai akan terbuka tepat dibawah korban dan tangan putih pucat muncul dan menyeret korban ke dalam dimensi lain atau disebut neraka," ujar Gon.
"Hm apa ada cara memusnahkannya, gon?" tanya Shalnark.
"Hm… Akamanto dulunya adalah seorang pria yang tampan dan digila-gilai oleh banyak perempuan, sehingga ia menggunakan masker putih untuk menyembunyikan sosoknya-"
"Hm… tapi ada yang mengatakan kalau akamanto adalah pembunuh kan?" tanya Killua.
"Ah, iya. Seorang psycho yang membunuh para wanita yang menggila-gilainya," ujar Shalnark seraya berfikir keras dan melipat tangannya di dada.
"Tapi menurutku, mungkin lebih cocok seorang psycho dibandingkan Youkai. " komentar Killua.
"Eh? Kenapa?" tanya Gon.
"Begini, Gon. Jika yang melakukan itu hantu, pasti ia akan melakukannya di malam hari. Saat tidak ada yang tau ataupun menyadarinya. " kata Killua.
"Kau benar, aku sependapat denganmu Killua," kata Shalnark.
"Tapi kan, toilet di sekolah kita cukup gelap. Bahkan dulu ada yang pernah melihat Hanako kan?" ujar Gon.
"Hanako? Ah iya juga. Bagaimana kalau kita kembali ke toilet," usul Shalnark.
"He? Untuk apa?" tanya Killua.
"Mungkin ada yang bisa kita temukan disana. " ujar Shalnark.
Maka mereka bertiga pun meninggalkan UKS tersebut dan segera ke toilet wanita yang kebetulan sudah agak sepi, namun masih dipasang garis polisi, akibat pembunuhan tersebut. Mereka segera menuju ke toilet nomor 4. Disana masih terlihat jejak-jejak darah yang kental. Sangat kental, dan baunya yang amis.
"Eww… " ujar Killua seraya menutup hidungnya.
"Hm… tidak ada yang aneh disini selain ventilasi kecil. Dan rasanya tidak mungkin pembunuh lari lewat ventilasi ini. Ukurannya terlalu kecil. Dan jika sang pembunuh ingin kabur, ia harus melewati koridor wc dan pasti akan langsung tertangkap oleh guru ataupun satpam yang sedang lewat. Dan seberuntung apapun, pasti ada yang melihat, atau setidaknya pasti ada jejak sepatu dari si pelaku. Hm… "
"Sepertinya memang setan, makanya tidak ada jejak kaki keluar, dan mungkin saja ia terbang keluar menembus dinidng ini. " ujar Gon.
"Gon, hantu tidak bisa menyentuh kita, dan juga kita tidak bisa melihatnya. Jadi itu mustahil, dan dari tadi, entah kenapa ventilasi itu menarik perhatianku," ujar Killua seraya menunjuk sebuah ventilasi kecil yang berada di dinding wc di bagian atas, tempat masuknya cahaya matahari, selain lampu.
"Maksudmu?" tanya Shalnark.
"Tidak, aku seperti melihat sesuatu di ventilasi tersebut. " ujar Killua.
"Ah, paling hanya orang iseng yang membuang sampah. Sudahlah, jadi sekarang bagaimana?" tanya Gon.
"Kita bahkan tidak menemukan apapun, baik senjata yang digunakan untuk membunuh ataupun cara sang pelaku keluar. Hm… " ujar Shalnark.
"Ya sudah, bagaimana kalau kita kembali saja. " usul Gon. "Nanti kita cari tau," sambungnya.
"Aku setuju ayo. " ujar Shalnark.
"Iya.. eh.. " Killua tiba-tiba berhenti dan memperhatikan sekitarnya.
"Ada apa Killua?" tanya Gon.
"Tidak, hanya saja, aku seperti melihat sepasang mata di ventilasi itu. " ujar Killua.
"Ah, mungkin hanya perasaanmu saja, Kill," ujar Shalnark.
"Kau benar, ayo." ujar Killua lalu segera pergi dari tempat itu bersama dengan Gon dan Shalnark. Meskipun masih banyak tanda tanya dalam benaknya.
"Hampir saja… sepertinya aku harus berhati-hati, dan untungnya dia tidak memeriksanya. Berarti selanjutnya giliranmu yang akan ku musnahkan… Killua zoldyck… " ujar sebuah suara yang berasal entah dari mana dan menghilang.
TBC
A/N: Saya mengucapkan maaf yang sebsar-besarnya karena telat update.
Dan saya mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya
pada readers yang sudah mereview, memfave dan memfollow
cerita saya yang masih banyak kekurangan ini.
Dan entah kenapa kok malah jadi kayak detektif ya? #buak
Balas review:
Tochiotome-chan :Yup bener banget. Selamat, anda mau dikirimkan akamantonya #duak.
Yuki Hiro :Wah selamat, dan terimakasih kembali.
Karin clarissa: Ah nggak apa-apa kok. Kamu nggak kudet kok, Sayanya aja yang ababil dan galau akut(?)
Riska Kuruta404 :Maaf telat lanjutnya
Ismihana: Yep, ini baru update maaf telatt
Regina Moccha Leonarista :Hehe emang sih. Tapi dianggap saja umurnya saat ini sebaya #duak.
Dan saya lebih nggak bisa ngebayangin Machi yang teriak-teriak Atau Kurapika? Eww semakin nggak kebayang. Gosip tentang akamanto alias Red cape ghost alias jubah merah yang katanya jadi penghubi toilet itu loh. Bener nggak ya? #ditendang. Oke dan maaf telat banget updatenya.
