..

..

..

Sehun adalah seorang Gay, namun sebuah insiden kecil membuatnya kembali menjadi pria straight yang hanya menyukai wanita

..

..

..

Because Of You

Main Cast : HunHan

Rated : M

..

..

Pagi harinya keluarga Oh makan dengan tenang tanpa suara hingga seseorang masuk kedalam rumah tersebut dan duduk tepat disamping Sehun.

"Annyeong Appa Eomma" Chanyeol menyapa kedua orang tua Sehun yang sudah dianggapnya seperti orang tua sendiri

"Pagi nak" Appa Sehun senang melihat Chanyeol yang sangat jauh berbeda dengan anaknya Sehun

"Pagi, Tumben pagi - pagi kesini nak?" Eomma Sehun juga heran dengan Chanyeol yang ikut sarapan dengan mereka karena selama ini Chanyeol sangat jarang ikut

"Biasa Eomma" Chanyeol melirik Sehun dengan ekor matanya seolah menunjukkan bahwa karena Sehun dirinya ikutan makan bersama dengan keluarga Oh hingga matanya menangkap seseorang yang asing dikeluarga tersebut

"Annyeong, Chanyeol imnida. Kau bisa memanggilku Oppa" Chanyeol yang memang dasarnya ramah menyapa duluan Luhan yang sangat gugup bertemu dengan orang baru

"Annyeong, Luhan imnida" Luhan yang awalnya gugup merasa nyaman secara perlahan - lahan karena orang yang bernama Chanyeol lebih ramah daripada Sehun

"Sudah, ayo sarapan" Sehun kesal karena kekasih dobinya tersenyum manis pada Luhan yang juga memasang senyum manis

"Hm" Chanyeol mengerti jika kekasihnya sedang kesal dan langsung sarapan dengan keluarga Oh yang sudah setengah siap sarapan

Selesai sarapan Chanyeol mengantar kekasihnya kesekolah dan juga sekaligus mengantar Luhan karena mereka berdua satu sekolah.

BLAM

"Kenapa dia ikut" Sehun tidak terima melihat Luhan yang barusan masuk kedalam mobil kekasihnya untuk berangkat bersama kesekolah

"Sudahlah, dia kan satu sekolah denganmu. Jangan membuat kedua orang tuamu marah padamu hanya karena masalah kecil" Chanyeol memperingatkan kekasihnya yang terkadang terlalu kekanakan

"Kau bahkan membelanya" Sehun geram untuk saat ini karena Chanyeol lebih membela Luhan

"Lebih baik aku naik bus saja Oppa" Luhan juga tidak ingin membuat mood Sehun bertambah buruk hanya dengan kehadirannya yang tidak disukai

"Tidak, perintah Jaejong Eomma tetap harus dilaksanakan"

Chanyeol bisa saja mengikuti permintaan kekasihnya untuk tidak memberikan tumpangan pada Luhan namun Jaejong Eomma sudah minta tolong padanya untuk menjaga Luhan seperti menjaga Sehun.

Selama perjalanan, Sehun dan Chanyeol banyakan tidak bicara seperti biasanya karena perang dingin akibat adanya Luhan diantara mereka.

"Hei, jangan ngambek begitu" Chanyeol mencolek dagu kekasihnya yang sedang kesal namun tidak ada respon yang dia terima

"Kalau kau ngambek terus, nanti siang kita batal makan dikantorku"

Chanyeol mencari cara lain agar Sehunnya mau berbicara seperti biasa, dan yang dipancing langsung menatapnya dengan ganas seolah ingin membunuh.

"Jangan menatapku seperti itu, aku tahu aku sangat tampan"

Sehun mendengus kesal namun membenarkan apa yang dikatakan Chanyeol dan hal itu yang membuat dirinya jatuh cinta pada dobinya yang sangat tinggi.

"Kau diam saja, atau nanti badanmu kugigit"

Sontak ucapan membuat Luhan terkejut karena tidak ada seorang pria yang menggigit badan pria lain kecuali gay.

"Sehun" Chanyeol memperingatkan bahwa kekasihnya tidak harus berbicara aneh - aneh didepan orang lain

"Diam, dan untukmu Lu. Aku memang seorang gay, jadi jika kau jijik melihatku itu bukan masalah besar" Sehun tidak menghiraukan peringatan keras dari kekasihnya dan memberitahu Luhan tentang kondisinya sedangkan Luhan tidak ambil pusing karena temannya dulu banyak juga seperti itu

"Hm, aku tidak masalah dengan orientasimu karena dulu teman - temanku banyak sepertimu"

Ini pertama kalinya Luhan berbicara cukup panjang dan membuat Chanyeol terpana karena suara Luhan bagaikan malaikat, Sehun hanya diam saja karena malas berbicara dengan Luhan.

Sesampainya didepan sekolah, Sehun langsung keluar dari mobil dengan wajah datar dan tidak memberikan kecupan pada kekasihnya sedangkan Luhan hanya terkejut dengan suara bantingan pintu yang Sehun lakukan.

"Jangan terkejut, dia memang kekanakan" Chanyeol memberitahu bahwa Sehun memang seperti itu

"Aku mengerti Oppa" Luhan juga sudah dari awal tidak mau terlalu peduli dengan Sehun yang super fantastik menyebalkan

"Dia seperti itu karena pernah disakiti wanita sehingga tidak menyukai keberadaan wanita dan mengubah orientasinya menjadi gay" Chanyeol sedih karena sahabatnya berubah orientasi hanya karena pernah disakiti wanita sedangkan Luhan juga terkejut dengan pengakuan Chanyeol yang seperti angin berlalu

"Hm, aku mengerti.. Aku duluan ya Chanyeol Oppa, terima kasih" Luhan sangat tahu kenapa kehadirannya tidak disukai oleh Sehun

"Sama - sama" Chanyeol senang mendapatkan teman baru seperti Luhan dan berharap Sehun dapat banyak belajar dari Luhan yang sangat baik dan mandiri

Setelah turun dari mobil, Luhan berjalan dengan tenang menuju kelasnya yang selama ini selalu ditempatinya bersama teman - teman terbaiknya.

"LUHAN"

Bersamaan dengan teriakan tersebut, semuanya menatap tidak suka kearah Baekhyun yang berlari menuju sahabatnya yang bernama Luhan. Orang yang diteriakin sebenarnya merasa malu namun karena sudah bisa maka tidak bisa bilang apa - apa lagi.

"Haruskah kau berteriak?" Luhan bertanya sambil berjalan setelah Baekhyun terpat disampingnya dan jalan bersama menuju kelas

"Biar kau tidak meninggalkanku Lu" Baekhyun adalah teman teraneh yang dimiliki Luhan namun dirinya juga terkadang cukup terhibur dengan tingkah Baekhyun kalau sedang stres

Sesampainya dikelas, Luhan langsung duduk dikursinya begitu juga Baekhyun yang langsung duduk disamping Luhan karena mereka memang sebangku.

"Lu" seseorang membalikkan badannya menghadap Luhan untuk bertanya

"Ada apa Hyuna?" Luhan sebenarnya jarang berbicara dengan teman - temannya kecuali Baekhyun sehingga dirinya juga cukup terkejut ketika Hyuna berbicara dengannya

"Kau kenapa bisa satu mobil dengan Sehun?" Hyuna memang melihat Luhan dan Sehun satu mobil karena dirinya merupakan fans berat Sehun

"Ah... Itu karena dia merupakan anak dari sahabat Eommaku" Luhan awalnya ragu untuk menjelaskannya namun karena dirinya tidak bisa berbohong sehingga harus mengatakan yang sebenarnya

"Benarkah?" Hyuna terkejut dengan pengakuan Luhan

"Hm, kenapa?" Luhan bertanya karena cukup heran dengan sikap Hyuna yang sedikit aneh dari biasanya

"Aku menyukainya"

Luhan terpatung mendengar pengakuan Hyuna karena Luhan sudah mengetahui bahwa Sehun tidak mencintai wanita melainkan mencintai pria.

"Oh" Luhan hanya bisa menjawab singkat karena tidak bisa mengatakan hal privasi tersebut pada orang lain

..

..

..

Pulang sekolah, Sehun langsung pergi kekantor kekasihnya yang tidak terlalu jauh dari sekolahnya sedangkan Luhan pulang dengan supir dari keluarga Oh untuk menjemput Sehun seperti biasa.

Sesampainya diruangan Chanyeol, Sehun duduk disofa sambil menunggu kekasihnya yang sedang sibuk meeting dengan orang - orang penting. Sehun sangat bosan menunggu kekasihnya yang sangat lama jika sudah menyangkut pekerjaan

CLECK

"Hei~" Chanyeol menyapa Sehun yang memasang wajah datar saja namun Sehun hanya berdiri dari duduknya dan menarik tangan Chanyeol

"Ayo makan, aku lapar" Sehun menangih janji yang sudah mereka buat dari semalam

"Tadi kau tidak menjawab tawaranku" Chanyeol cukup gemas dengan kekasihnya yang mudah sekali berubah moodnya

"Kau mengancamku bukan memberiku tawaran"

Sehun tidak habis pikir melihat bagaimana Chanyeol bisa menjadi ceo muda sedangkan membedakan tawaran dan ancaman saja tidak bisa.

"Hahaha... Sama saja, yang penting kau menolak ancamanku"

"Aku sedang kesal saja dengan Luhan"

Sehun terbuka dengan kekasihnya Chanyeol dan menceritakan kenapa dirinya bisa tidak modd tadi pagi hingga saat ini sedangkan Chanyeol membawa Sehun kesofa untuk menenangkan kekasihnya.

"Dia orang yang baik Hun, jangan kau samakan semuanya dengan orang lain" Chanyeol menasehati kekasihnya yang sudah patah hati dengan yang namanya wanita

"Aku masih belum bisa saja" Sehun juga memiliki sedikit hati mengatakan bahwa Luhan adalah orang yang baik namun hatinya secara keseluruhan masih belum bisa menerima Luhan untuk tinggal bersama mereka

"Cobalah, Luhan sangat baik" Chanyeol tidak ingin memaksa kekasihnya untuk langsung memiliki teman wanita namun dengan perlahan - lahan mungkin Sehun akan menerimanya

"Sudah ayo makan"

Sehun memukul lengan kekasihnya karena menunda jadwal makan siang mereka, sedangkan perutnya sudah merengek untuk diisi asupan makan siang.

"Sabar"

Chanyeol dan Sehun berjalan menuju kantin yang terletak didalam kantor untuk makan siang, selama perjalanan banyak yang menatap kagum pada Sehun dan Chanyeol yang sama - sama tampan dan ada juga yang sirik karena Chanyeol dan Sehun membuat kekasih mereka berpaling hati.

Sesampainya dikantin, Sehun duduk dikursi biasa mereka duduki untuk makan siang sedangkan Chanyeol memesan makan siang mereka. Setelah dipesan, Chanyeol kembali kekursinya untuk menunggu makan siang mereka diantar.

"Kau pesan apa Chan" Sehun bertanya pada kekasihnya menu makan siangnya kali ini

"Nasi pakai ayam goreng seperti kesukaanmu" Chanyeol memesan makanan kesukaan kekasihnya yang sangat dihafalnya dengan baik

"Apa tidak ada menu lain?" Sehun sebenarnya cukup bosan karena jika makan dengan Chanyeol selalu dengan menu yang sama

"Hei~ kenapa kau tidak mengatakan sebelumnya" Chanyeol cukup kesal karena kekasihnya tidak mengatakan dari awal ingin makan yang lain

"Sudahlah, makan yang kau pesan saja" Sehun tidak mau berdebat dengan kekasihnya yang sedang stres karena masalah kantor

"Hm" Chanyeol senang karena setidaknya Sehun mengerti dengan kondisinya

Sang pelayan membawa makanan yang dipesan oleh ceo mereka dan menyajikannya dengan rapi dimeja tersebut.

"Kenapa ayamnya banyak kali?"

Ini pertama kalinya Sehun bertanya karena Chanyeol memesan ayamnya sangat banyak tidak seperti biasa.

"Biar kau tidak kesal lagi"

"Tapi aku bisa gemuk" Sehun merajuk karena bisa - bisa badannya yang selama ini dibentuknya hancur begitu saja dengan makanan yang enak ini namun sangat kurang ajar untuk badan

"Sudah lah, aku yang akan membantu jika lebih" Chanyeol memang tidak terlalu peduli dengan pola makannya karena selama ini dia banyakan sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak pernah berolahraga serta memperhatikan badannya

Mereka makan dengan tenang pada awalnya namun ketika perut Sehun sudah kenyang, dengan tanpa dosa Sehun memberikan tiga potong ayam kepada kekasihnya yang memasang wajah terkejut lengkap dengan matanya yang semakin besar.

"Jangan semuanya lahh, kau makan satu" Chanyeol tidak terima jika semua sisa ayam dia yang makan sedangkan Sehun tidak memakan satu pun kecuali yang ada diatas piring

"Baiklah" Sehun ingin menolak namun dirinya juga kasihan dengan Chanyeol yang memakan semuanya sendirian, bisa - bisa Chanyeolnya tidak sexy

Selesai makan siang, Sehun dan Chanyeol menghabiskan waktu didalam ruangan Chanyeol karena Chanyeol memiliki sedikit pekerjaan yang sangat penting dan harus diselesaikan saat ini juga.

"Ish..." Sehun kesal karena dirinya hanya didudukkan disofa sementara kekasihnya sibuk kerja dengan berkas - berkas yang menumpuk

"Jangan menggerutu, nanti kau jadi jelek" Chanyeol mengatakannya tanpa mengalihkan perhatiannya dari berkasnya yang sangat membutuhkan tanda tangannya untuk saat ini

"Mana bisa orang setampanku menjadi jelek, jangan mengada - ngada"

Sehun bangun dari tidurannya dan mendekati kekasihnya yang sedang sibuk bergulat dengan berkas entah apa namanya.

"Kenapa kemari" Chanyeol menyadari kedatangan kekasihnya yang membuatnya sedikit kesal karena bisa - bisa Sehun menggangu pekerjaannya

"Kenapa? Kau takut aku menangkap basah dirimu yang sedang melihat foto orang lain?" Sehun hanya bercanda namun nadanya sangat tegas seperti sedang menginterogasi maling

"Jangan mulai Hun"

Chanyeol sangat jengah jika Sehunnya sudah mulai yang tidak - tidak menuduhnya, selama ini Sehun bisa memainkan handphonenya dan tidak ada rahasia didalam handphone tersebut.

"Aku cuma bercanda" Sehun tertawa melihat wajah frustasi kekasihnya

"Kau sudah mulai ya"

Chanyeol kesal dan mendekati kekasihnya lalu membawanya kesofa untuk ditindih sedangkan Sehun hanya terkejut dengan serangan kekasihnya yang mendadak.

"Ampun Chan" Sehun tidak tahan dengan serangan yang diberikan kekasihnya yang merupakan gelitik pada perut dan daerah sensitif lainnya

"Rasakan, makanya jangan nakal jadi orang"

Tangan Chanyeol masih asyik mengelitik perut Sehun hingga tidak sadar dengan posisi mereka saat ini yang sangat intim. Sehun kesal dan menggesekkan kakinya sebelah kanan keselangkangan Chanyeol, sedangkan yang sedang mengelitik langsung menghentikan aksinya dan berniat melepaskan diri dari kekasihnya.

"Kenapa kau berhenti?" Sehun tersenyum licik menyadari kekasihnya berusaha menghindar namun dengan satu tarikan posisinya tepat dibawah Chanyeol yang sedang menutup matanya

"Jangan menutup matamu, aku bukan penjahat" Sehun ngakak melihat kekasihnya yang menutup mata

"Lepaskan aku" Chanyeol memohon dengan sangat sedangkan Sehun tersenyum licik walaupun nyatanya ingin ketawa terbahak - bahak karena Chanyeolnya yang sangat lucu jika memohon

"Kalau aku tidak mau?" Sehun balik bertanya karena daripada melepaskan Chanyeol dirinya ingin Chanyeol memperkosanya untuk saat ini juga

"Jangan Hun" Chanyeol tahu dirinya akan dikerjain habis oleh Sehun karena sedari tadi wajah Sehun sangat menyeramkan bagaikan mafia kelas berat

"Chanyeol" Sehun menggoda kekasihnya sambil berbisik seduktif ditelinga kekasihnya sedangkan Chanyeol menolak berbagai sentuhan Sehun untuk mengerjainya

"Jangan Hun"

"Kau jangan seperti cacing"

Sehun jengah dengan kekasihnya yang seperti cacing kepanasan bergerak kesana kemari dan dia memiliki ide untuk membuat kekasihnya diam dengan cepat.

"AKH!..." Chanyeol berteriak kesakitan namun tidak melakukan hal gila seperti cacing kepanasan seperti sebelumnya

"Makanya jangan gila" Sehun mencibir kekasihnya setelah mendapat cubitan mesra diputing kekasihnya

"Oh Sehun, kau benar - benar. Beraninya kau membilang kekasihmu sendiri gila"

Chanyeol terkejut karena ini pertama kalinya Sehun mengatakannya gila sedangkan yang lainnya tidak pernah mengatakan hal - hal aneh padanya.

"Maaf" Sehun tahu kesalahannya dan membantu Chanyeol untuk meredakan rasa sakit pada puting kekasihnya sedangkan Chanyeol menolak bantuan Sehun karena takut sesuatu yang tidak direncanakan akan terjadi

"Jangan" Chanyeol menolak dengan tegas sedangakan Sehun cukup terkejut dikasari oleh kekasihnya

"Kau kenapa"

"Jangan menyentuhku" Chanyeol mengatakannya dengan singkat dan padat namun cukup membuat Sehun paham bahwa kekasihnya sedang marah padanya

Sehun bangun dari posisinya dan duduk disamping Chanyeol karena tidak ingin membuat Chanyeol tambah marah padanya.

Chanyeol mengelus putingnya yang dicubit kekasihnya sambl memperhatikan Sehun yang diam bagaikan sedang dimarahi.

"Kenapa kau diam" Chanyeol bertanya sedangakan Sehun hanya semakin menunduk dan tidak berani menatapnya

"..."

"Hei, aku bertanya padamu" Chanyeol mendekati kekasihnya dan memegang pundak kekasihnya yang bergetar

"Hiks... Kau menjauh lahh" Sehun berusaha menghindar agar tidak berkontak fisik dengan Chanyeol yang baru saja memarahinya dan membuatnya menangis pertama kali selain ketika lahir kedunia yang sangat kejam ini

"Hei jangan menangis" Chanyeol dengan sedikit kasar membawa Sehun kedalam pangkuannya dan memeluknya dengan erat sedangkan Sehun membuang mukanya karena tidak ingin bertatapan dengan kekasihnya

"Kenapa kau menangis?" Chanyeol bertanya lembut sambil menghapus air mata kekasihnya yang masih mengalir

"Jangan bertanya karena kau lah penyebabnya" Sehun berbicara sangat dingin lengkap dengan ekspresi dingin yang dia berikan pada Chanyeol

"Aku minta maaf jika kau menangis karenaku, namun aku sangat tidak tahu kesalahanku" Chanyeol tidak tahu karena apa kekasihnya menangis namun Sehun tidak pernah berbohong padanya

"Hiks... Kau menolak bantuanku untuk meredakan rasa sakit pada dadamu dan kau mengatakan jangan menyentuhku"

"Ah... Aku minta maaf Hun" Chanyeol tidak menyangka jika kata - katanya bisa membuat Oh Sehun si wajah dingin menangis seperti anak kecil

"..." Sehun tidak menjawab namun tidak menolak pelukan Chanyeol dipinggangnya

"Hei, aku bicara denganmu Hun bukan dengan tembok" Chanyeol mengarahkan wajah kekasihnya untuk menatapnya

"Hm" Sehun memaafkan kekasihnya karena hidupnya tidak bisa berjalan dengan baik tanpa kekasihnya

"Sejujurnya, aku menolak bantuanmu karena aku takut terangsang dan menghajarmu disini"

Chanyeol memberitahu alasan sebenarnya dirinya menolak bantuan Sehun diputingnya sedangkan Sehun hanya geleng - geleng kepala melihat kekasihnya yang seperti baru kenal beberapa menit yang lalu.

TAK

"ARGH..." Chanyeol mengaduh kesakitan ketika jidatnya disentil oleh kekasihnya yang menatap sebal padanya

"Apa lagi Hun" Chanyeol frustasi karena kekasihnya ini banyak kali memiliki ide untuk mengerjainya

"Kau bodoh atau apa? Kau bisa saja langsung menyerangku karena aku kekasihmu dan aku sudah merelakan semuanya padamu"

"Hm, aku mengerti"

"Jadi apakah kau sedang terangsang atau bernafsu?" Sehun bertanya karena dia tidak merasakan selangkangan Chanyeol menggembung

"Tidak, aku sedang sibuk. Nanti malam saja dirumahku" Chanyeol memang tidak bisa bermain untuk saat ini karena sibuk dengan pekerjaannya dan memberikan solusi lain untuk bermain dengan Sehunnya nanti malam

"Baiklah" Sehun bangun dari duduknya dipangkuan Chanyeol sedangkan Chanyeol menahannya untuk tidak bangun dari pangkuannya

"Kenapa kau bangun?"

"Kau kerja lah, aku ingin memesan minuman segar untuk kekasihku" Sehun memang ingin kekantin untuk membeli minum segar untuk mereka berdua

"Baiklah" Chanyeol senang karena kekasihnya perhatian dan dirinya jadi ingin cepat - cepat menyelesaikan pekerjaan kantor untuk berduaan dengan kekasihnya

~TBC~