Disclaimer:

Naruto milik Om Masashi Kishimoto

Jadi saia hanya pinjem tokohnya doang!

"Kau mau sekolah apa pemotretan Sasuke? Tak kusangka seragam jelek kalau kau pakai jadi naik kelas". Timpal Hiro sedikit memuji.

"Akui saja, memang dasarnya aku ganteng pakai apapun pasti cocok."

"Huh dasar cover boy" kata Hiro sedikit menyesal karena memuji Sasuke.

###

"Wah senangnya, hari pertama masuk kelas kelas baru, baju baru, teman baru? Menyenangkan iya kan Sasuke tersayang ini hari pertamamu juga" kata Hiro dengan semangat memulai percakapan tanggung tadi. "Selamat makan , Hiro makan dengan lahap. "Kau ini kebiasaan berisik dan jangan tambahkan kata sayang ketika di sekolah anak manja", kata Sasuke ketus.

"Dasar muka dua , heran aku sama fans kamu bisa tahan sama sikapmu. Kau apakan mereka?" Pertanyaan Hiro yang akhirnya dijawab sendiri.

"Motto Sasuke, hadapi fans dengan senyuman hadapi Hiro dengan samplakan", kata Hiro mencibir Sasuke tapi dia hanya diam saja. Sasuke sudah kebal dengan Hiro, ia sama berisiknya dengan Naruto tapi ia merasa senang ia seperti hidup bila bertengkar dengan Hiro seperti punya saudara yang menyebalkan namun di sayanginya.

"Ayo berangkat anak manja, hari ini aku yang menyetir aku tidak mau telat hari pertama masuk sekolah", katanya meninggalkan Hiro yang masih sarapan. Di dalam mobil Hiro masih berisik dengan doanya ia berharap keras-keras semoga tidak masuk kelas G seperti tahun kemarin, Hiro memang payah dengan ekstra ninja ia hanya berbakat dan peka terhadap lawan namun payah dalam menyerang sehingga ia sering kalah dalam pertarungan wajib.

"Diamlah aku yang sudah pasti di kelas G santai saja kok, kau kenapa ribut!"

"Ah di sana hanya ada ahli teori kumpulan orang jenius akademik yang memang tidak bisa bertarung, aku tidak mau jadi bulan-bulanan lagi seperti tahun kemarin! Desah Hiro seperti orang yang tertekan. "Aku yang akan melindungimu tenanglah," jawab Sasuke enteng.

"Kau lucu Sasuke justru sepertinya kau yang merepotkan aku untuk melindungimu," jawab Hiro. "Terserah kita lihat nanti," dengan nada dingin. Lagi Hiro merasakan keanehan pada Sasuke, ia merasa Sasuke sangat yakin dengan dirinya ia merasa Sasuke menyimpan sesuatu yang sangat besar.


Sasuke memarkir Jaguar hitamnya di halaman sekolah dan tentu saja menarik perhatian penghuni sekolah. Ia membuka pintu dan keluar bersama Hiro, bagi yang tidak tahu mereka mungkin terlihat seperti kakak adik namun jika menilik warna mata sudah beda keturunan. Sasuke berjalan dengan santai bersama Hiro mereka menuju papan pengumuman untuk melihat pembagian kelas lebih dahulu. Sasuke dengan status aktris dan model top seperti biasa langsung di kerubungi fans untuk berfoto dan tanda tangan , ia melayani dengan senyum dan pasang tampang baik banget.

"Seperti biasa pasang tampang manis" , Hiro memutar bola matanya .

"Aku mau lihat pengumuman dulu", kata Hiro pada Sasuke lalu meniggalkannya.

Tidak lama kemudian Hiro datang menyela kerumunan fans Sasuke, "Ayo kita ke kelas," kata Hiro sebal sambil pasang tampang asem banget.

"Maaf ya teman-teman aku ke kelas dulu," kata Sasuke sopan dan memunculkan senyum termanisnya. Sasuke sukses besar bikin sebagian fansnya ceweknya mimisan dan langsung pingsan .

"Bro aku sekelas denganmu aku di 2G, katanya sebal.

"Ha ha ha sabar!", kata Sasuke sambil tertawa menghina. Kehadiran Sasuke sebagai aktris terkenal di SMA Tokyo membuat berubah suasana, cewek-cewek udah aja ngrumunin kelas 2G. Dari mulai siswi baru, teman seangkatan, sampai kakak kelas cewek penyandang ratu kecantikan sekolah terpesona oleh Sasuke. Dalam pagi itu saja kelas 2G udah rasanya penuh banget sampai-samapi penghuni pada gak kuat. Untungnya ada seorang murid yang berani bertindak.

"Permisi adik-adik, teman-teman, kakak-kakak kelas yang manisssss. Mohon keluar ini kelas bukan ruang meet and great!" teriak anak lelaki berambut cepak yang di ketahui Hiro bernama Owabi. Karena suara yang melengking tentu aja bikin semua siswa diam lalu memandang ke arahnya.

"Ini ruang kelas, kalau mau jumpa fans jangan disini. Kalian menganggu yang lain", kata Owabi tegas menunjukkan jiwa pemimpin. Sebelum situasi tak terkendali Sasuke langsung putar otak.

"Maaf dia ada benarnya . Bisa kah kalian keluar dari kelas ini , aku berjanji kalian boleh menemuiku di luar kelas", pinta Sasuke manis pada fansnya yang sebagian cewek. Bagai tersihir fans Sasuke itu langsung menurut.

"Sasuke, jika kau masih ingin di kelas ini sebaiknya kau bisa kendalikan fansmu", kata Owabi dengan nada nasehat yang tegas. Sasuke hanya bisa minta maaf dan berjanji untuk bisa bersikap lebih baik lagi.

Sesi perkenalan

"Perkenalkan aku Karin Hanabawa aku wali kelas kalian aku akan membimbing kalian selama satu tahun semoga kalian senang di kelas ini" katanya seperti anak kecil. Ibu Karin wanita paruh baya dengan perawakan langsing untuk usianya dengan potongan bob ala polisi tentu ia akan lebih dikira polwan daripada guru. "Aku mengajar bahasa Inggris di sini, oh ya salam semangat, untuk hari ini sesi perkenalan saja". Dalam sesi itu tentu saja Sasuke masih jadi sorotan utama bahkan Ibu Karin tidak malu-malu meminta tanda tangan di depan kelas . Kelas berikutnya juga berakhir dengan sesi perkenalan dari Pak Iwaguro guru Matematika. Pak Iwaguro guru Matematika berperawakan gempal dan dari cara bicaranya ia bukan tipe orang yang membeda-bedakan. Ditilik dari suasana kelas , secara keseluruhan tipe anak kelas disini adalah pendiam, benar yang dikatakan Hiro pikir Sasuke.

"Siswa yang bernama Sasuke Saguro, istirahat di panggil Pak Imura mohon menemui beliau di kantor kepala Sekolah pada jam Istirahat,"kata guru yang berkacamata itu sebelum mengakhiri pelajaran.

Ruang Kepala Sekolah

Ketika jam istirahat Sasuke pergi menemui Pak Imura. Ruang Kantor Pak Imura cukup besar, ruangan itu bersih rapi dan harum. Di sudut kanan terdapat perpustakaan kecil dan di sampingnya tampak lemari arsip yang menggunung namun anehnya rapi.

"Ruangannya beda banget sama milik Tsunade yang berantakan," batin Sasuke dalam hati. Di balik meja itu tampak lelaki gagah yang berperawakan mirip Sense Yamato berstelan jas coklat, hanya saja ia berambut keperakan dengan kacamata ciri khas kepala sekolah

"Anda memanggil saya pak Imura, kata Sasuke sopan berdiri dihadapan Pak Imura.

"Apa Kau yang bernama Sasuke Saguro?"

"Iya, itu saya. " Sasuke kini melayangkan pandangan bingung pada Pak Imura yang tampak .

"Apa kau tahu aturan wajib sekolah ini?"

Detik itu juga Sasuke paham apa yang ingin dibicarakan oleh Pak Imura."Peraturan, ehm kalau tidak salah sekolah ini mewajibkan setiap siswanya untuk mengikuti ekstra ninja minimal satu minggu sekali."

"Benar sekali, aku ingin mengklarifikasi satu hal sekolah ini tidak membeda-bedakan murid dalam hal apapun ." Pak Imura mengatakannya lambat-lambat dan seolah olah penuh detensi.

Tanpa gentar Sasuke dan terpengaruh tekanan Sasuke mencoba memberi penjelasan.

"Tapi bukankah agen saya sudah meminta dispensasi untuk tidak mengikutkan saya dalam ekstra itu."

"Mengenai kau tidak ikut dalam ekstra ninja kami sebenarnya tidak bisa menolerir kamu, kecuali kamu memang layak untuk mendapat dispensasi kau harus membuktikan dirimu ."

"Dengan apa saya harus membuktikan pada bapak?"tanya Sasuke sok polos

" Pertarungan ninja",katanya dingin.

Mendengar itu tentu Sasuke PD aja ,"Anda menantang saya?, saya akan melayani dengan senang hati," katanya tak kalah dingin dengan seringaian dan tatapan death glearnya yang udah keluar.

"Baiklah Mari kita mulai disini. Sepertinya kau terlalu percaya diri sampai berani menantangku anak bau kencur!", Imura mengeluarkan kunainya dari balik jas.

Sasuke melihat tanda-tanda keseriusan dari Pak Imura hanya tersenyum kecut.

"Aku memang masih bau kencur tapi pengalamanku bertarung lebih dari hidupmu pak,"pikir Sasuke dalam hati lalu memejamkan matanya dan membuka matanya dengan sharinggan yang sudah aktif. Pak imura yang sudah bersiap menyerang tapi dia tiba-tiba sudah berpindah tempat dan membuatnya bingung. Ia Melihat dunia hitam putih di sebuah lembah yang di pisahkan sungai ia melihat dua anak bertarung yaitu Sasuke yang terlihat lebih muda mungkin dua belas tahun dengan anak berambut jabrik sedang bertarung ia terkejut tidak tahu apa yang di perbuat . Pertarungan kedua anak itu sengit Sasuke muda bergerak dengan cepat dan ia mengeluarkan jurus yang bernama Chidori dan menghancurkan bahu pemuda berambut jabrik. Terlihat tangan Sasuke menembus bahu anak itu.

"Mustahil, katanya Pak Imura , ini genjutsu sejak kapan aku terkena jurus ini.

"Ini bukan ilusi pak, tiba-tiba Sasuke menohoknya dengan Chidori tepat di bahunya dan ia merasakan sakit luar biasa napasnya mulai sesak dan pandangannya mulai kabur ia merasa kesakitan untuk beberapa saat. Beberapa menit kemudian ia tersadar dan masih berada di kantornya dengan posisi semula. Dalam kebingungannya itu lagi ia memegang bahu kirinya yang ternyata masih utuh dan menatap Sasuke yang mengakhiri mode mangekyo sharinggannya.

"Apa bapak mau mencobanya lagi? "Tanya Sasuke dingin dan semakin membuat Pak Imura ketakutan

"Chidori!"teriak sasuke dan kilatan petir kini di tangan kiri Sasuke mendesing-desing dengan suara tinggi tanda siap untuk di hujamkan. Pak Imura hanya bisa terdiam karena saking takutnya menghadapi Sasuke. Beberapa menit kemudian setelah suasana ketegangan berjalan cukup lama akhirnya perlahan tapi pasti Chidori milik Sasuke menghilang.

"Seharusnya bapak tidak memaksa saya untuk bertarung." kata Sasuke dingin.

"Siapa kau sebenarnya Sasuke ?Aku tahu itu jurus level S yang hanya dikuasai oleh petinggi dimensi ninja?" Tanyanya dengan takut.

"Bapak tahu dimensi ninja?" Tanya Sasuke berubah penasaran ekspresinya kini melunak.

"Iya, itu dimana aku terdampar dulu selama beberapa bulan, apa kau dari sana?"tanyanya bingung.

"Ya, aku terdampar di sini dan aku tidak tahu caranya pulang, bagaimana caranya pulang kesini?" tanyanya lagi

" Aku tidak tahu, ketika malam dimensi itu muncul lagi dan aku sudah kembali", kata pak Imura.

"Bagaimana aku ?" Kini Sasuke meratap sedih memandang Pak Imura

"Aku akan membantu untuk pulang tapi aku harus mempelajari terlebih dahulu." Kata Pak Imura mencoba menawarkan bantuan namun belum sempat di jawab Sasuke, tiba-tiba Sasuke ingat untuk apa dia datang kesini.

"Jadi, apakah aku diijinkan tidak ikut ekstra ninja?,"tanya Sasuke pasang tampang polos seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

"Tidak mengijinkanmu sama saja aku bunuh diri melawanmu", jawabnya keras.

Mendengar jawaban itu Sasuke hanya tersenyum lalu mengucapkan terimakasih. Benar-benar seorang actor rupanya.

"Pak Imura tolong rahasiakan ini dari siapapun , jika tidak aku bersedia menghadiahi Chidori sekali lagi." Pinta Sasuke sedikit mengancam. Wajah Pak Imura memucat,"tentu tidak".

Teringat kejadian itu, "Apa yang terjadi pada bocah itu? Apa dia mati?".

"Tentu tidak , ia sahabatku dan itu hanya keributan kecil di masa kanak-kanak,"jawabnya dengan tersenyum.

"Bolehkah aku meninggalkan ruang ini, kurasa kelas sudah masuk", pinta Sasuke lagi.

"Baiklah, kau boleh pergi jawab Imura.

Sasuke meninggalkan ruangan itu dengan biasa saja, tapi tidak yang di dalamnya. "Keributan kecil katanya,orang dari negeri ninja memang menakutkan katanya pada diri sendiri sambil geleng-geleng.

###

"Apa yang kau lakukan disana?" tanya Hiro.

"Hanya masalah perijinan untuk tidak ikut ekstra ninja," jawab Sasuke.

"Trus diijinkan?" tanyanya.

"Ya dia mengijinkanku," kata Sasuke.

"Kau serius,dia itu orang yang kolot,keras menakutkan terkuat diantara yang terkuat bisa mengijinkamu?", statement Hiro.

"Kalo iya terus kenapa?" tanya Sasuke balik.

"Apa kau tidak tahu tidak pernah ada yang bisa lolos dari ekstra ninja," ia berkata dengan nada keras.

"Mungkin aku istimewa aku kan aktris terkenal", jawab sasuke narsis.

"Kauuuu.!"Hiro tak mampu berkata.

Tampaknya Sasuke tidak sependapat kalau pak kepala sekolah itu kuat,baginya kekuatannya setara dengan Anbu biasa.

Kantin SMA Tokyo

Sasuke sudah mengisi nampanya dengan sekotak sushi dan jus tomat, suasana di kantin tak kalah anehnya bagi Sasuke, gadis-gadis menatapnya seperti mau memakannya hidup-hidup, berbeda dengan sebagian anak-anak laki-laki yang memandang sebal dirinya Sasuke hanya tersenyum pahit. Namun ada satu yang lebih mengusiknya anak laki-laki berambut putih jabrik berantakan seperi ayam juga (?) yang menatapnya sedari tadi seperti ingin mengatakan ku tantang kau untuk berduel. Sebagai ninja Sasuke tahu tatapan mata hitam itu namun tentu Sasuke hanya mengabaikannya ia hanya terus berjalan ke meja yang kosong dan duduk menunggu Hiro.

"Gubrak!"suara itu mengalihkan perhatian Sasuke dan membuatnya berpaling ke arah suara itu berasal. Di lihatnya Hiro jatuh tersungkur bersama makanannya dan di sampingnya ada segerombolan anak lain yang tertawa.

"Hei Hiro bodoh apa sih yang kau bisa jalan saja tidak becus dia mirip bayi ya kalau kaya gini, mulutnya belepotan lagi," ejek pria berbadan tegap yang mengingatkannya pada Choji. Yang lain hanya tertawa dan mengejek dan tak terlihat satu anak pun mau membantu.

"Hiro anak bayi!"

"Hiro anak bayi!"

"Hiro anak bayi!"

Hiro hanya bisa malu dan berkata maaf dan mengatakan akan ku bersihkan.

"Ayo Hiro, biar ku bantu" suara lembut itu familiar baginya lalu dia sedikit melihat ke atas dilihatnya uluran tangan Sasuke yang sejak dari kapan berhasil menyela kerumunan. Hiro hanya menggapainya dan diam.

"Ayo ke kamar mandi kita bersihkan dulu bajumu kau tak perlu hiraukan mereka."

Sasuke dan Hiro berjalan ke kamar mandi mereka membersihkan tubuh Hiro sayang bajunya sudah basah kuyup. "Yah ,bajuku basah semua lagi padahal masih ada ekstra lagi," desah Hiro. "Bruk, dilihatnya baju kering telah bersandar di pintu atas. "Ini pakai punyakku", perintah Sasuke. "Lalu kau bagaimana Sasuke? Nanti kan kita masih ada pelajaran ". "Aku mau cabut bentar balik kerumah ambil baju dulu, katanya dari balik pintu."Tapi kan", belum sempat Hiro menyelesaikan perkataannya. "Kau mau pakai atau tidak, aku harus tanggung jawab nih sama Nenek Omiya". "Aku tinggal dulu pulang nanti aku balik , Sasuke berlalu meniggalkan Hiro di kamar mandi. Walhasil, Sasuke pulang dengan Top less ia berjalan menuju mobil dengan santai. Tentu cewek-cewek yang pada lihat udah pada mimisan lagi melihatnya , tubuh Sasuke kan bagus. Sasuke berjalan entah mengapa ia tidak seramah tadi bagi mereka para fansnya ia terlihat dingin dengan tatapan tajam bagai elang siap menerkam mangsanya.

Ruang Ekstra Ninja

Sasuke hanya berdiam diri di pojok ruang ekstra ninja, ia hanya mengamati siswa-siswa berlatih baginya pelajaran ninja di sana seperti pelatihan ketika ia di masa genin kebanyakan latihan hari itu hanya seputar taijutsu bukan pelatihan ninjutsu. Ia hanya menonton beberapa pertandingan wajib yang kebetulan Hiro yang sedang tanding dengan anak 2E Hiro kalah hanya hitungan menit dan Sasuke hanya bisa mampu menepuk jidatnya melihat hal itu. "Ternyata dia lebih payah dari Naruto ,aliran cakranya kacau," gumam pada dirinya sendiri.

###

"Kau itu tadi bertanding atau apa sih ?" Lawan seperti itu seharusnya dengan mudah kau kalahkan , kau ini benar-benar payah kata Sasuke pada Hiro di perjalanan pulang.

"Habis aku bingung harus pakai jurus yang mana, dia petarung hebat dia punya daya tahan yang bagus dia tipe tahan fisik", ungkap Hiro.

"Setidaknya kau bisa alirkan cakra dengan benar dong, aliran cakramu payah cakramu bergerak tidak stabil sehingga tenaga yang di keluarkan tidak maksimal kau bisa lebih dari itu", jawab diplomatis Sasuke.

"Dari mana kau tahu itu?"tanya Hiro cengoh."Dari buku peganganmu, memangnya kau tak pernah baca?"timpal Sasuke. "He..he…he "tawa Hiro ala Naruto.

"Ngomong-ngomong terimakasih kau mau menolongku, aku tak menyangka kau sebaik itu loh!",ucap Hiro.

"Sama-sama", jawabnya singkat.

"Sasuke apakah aku boleh Tanya sesuatu?"tanya Hiro.

"Tanyakan saja," Sasuke tanpa berpaling dari kursi kemudinya.

"Kenapa kau sebaik itu padaku padahal aku ini kan hanya saudara tirimu?"ungkap Hiro.

"Karena kau mirip Itachi, sifatmu mirip Naruto, kau mengingatkanku rasanya punya saudara, sahabat, dan aku menyangimu sebagai saudara, aku tidak ingin kesalahan kedua terulang dan aku sadar aku sayang keluarga ini," jawabnya dalam hati, kau adikku Hiro batin Sasuke menjawab.

"Bisa kita bicarakan nanti malam saja, aku sedang menyetir saat ini , aku berjanji akan ceritakan semua padamu", balas Sasuke.

"OOH..tapi awas kalau kau ingkar akan ku tendang rambut ayammu", ujar Hiro. "Silahkan kalau kau bisa", ejek Sasuke.

###

"Heh, rambut pantat ayam aku penasaran tentang lajutan percakapan tadi siang katanya kau mau ceritakan semuanya, yang kau maksud semuanya itu apa?"Tanya Hiro dari kursi meja belajar Sasuke.

"OH itu ya tapi aku bingung harus mulai mengatakannya darimana",jawab Sasuke was-was.

"Bagaimana kalau kau ceritakan darimana kau berasal". Sasuke sedikit menelan ludah tanda grogi sekaligus was-was.

"Hiro, percaya atau tidak aku bukan dari dunia ini, aku berasal dari dunia ninja yang mungkin berbeda dimensi dengan dunia ini" jawab Sasuke dengan nada serius.

"Kau serius kau tidak sedang bercandakan Sasuke?" Tanya Hiro yang tampaknya shock.

"Aku serius, itu lah mengapa kalian menemukanku dengan pakain yang berbeda, aku terdampar di sini dan aku tidak tahu caranya kembali," ujar Sasuke dengan nada frustasi.

"Ini masih tidak masuk diakal bagiku,desah Hiro. Hening sesaat. "Jadi bagaimana bisa terdampar disini?tanya Hiro ingin tahu.

"Ketika itu aku dan sahabatku yang bernama Naruto sedang bertarung melawan Uchiha Madara ,si Madara tampaknya punya jurus terlarang untuk melenyapkan musuh."Aku dan Naruto terhisap dalam lubang itu, setelah itu begitu terbangun sudah ada di sini cerita Sasuke. "Kalau begitu seharusnya bukan kau saja yang berada di sini lalu di mana Naruto?"timpal Hiro.

"Itu dia sampai sekarang aku tidak mengerti kenapa aku tidak menemukan Naruto," katanya sambil memandang Hiro.

"Tapi aku sudah meminta seseorang untuk membantuku kembali, seharusnya orang itu bisa di percaya karena ia pernah terdampar di negeri ninja dan berhasil kembali ke sini ,"tambah Sasuke.

"Siapa Sasuke?

"Kepala sekolah Imura, dia berjanji membantuku ."

"Ehm sulit di percaya dia pernah ke negeri ninja, wah pasti menyenangkan ya hidup di sana", kata Hiro antusias.

"Itu tidak seperti yang kau bayangkan dunia Shinobhi adalah dunia yang kejam bagi yang lemah" tandas Sasuke meyakinkan.

"Jadi menurutmu kau kuat dan aku lemah begitu maksudmu ?" Diiringi tatapan membantah sekaligus tak percaya pada omongan Sasuke.

"Bukan begitu maksudku hanya saja…." Sasuke merenung sejenak bingung apa yang harus dikatakan pada Hiro. "Yang berjiwa lemah akan mudah akan tersesat dalam kebencian," katanya dengan nada muram.

"Ha ha ha itu sih aku dari dulu tahu , itu kan tercantum di buku. Kau jangan menakut-nakuti ku Sasuke", Kini justru Hiro yang tampak mencandai.

"Aku serius Hiro, ak- aku-" Sasuke tergagap karena ia teringat peristiwa itu.

"Aku pun sendiri pernah tersesat karena suatu alasan dan aku tak akan melupakan hal itu. Penyesalan selalu datang terakhir." Sasuke memandang sedih pada Hiro.

"Tunggu, memangnya apa dulu yang pernah kau lakukan?" Hiroikut-ikutan bingung mau ngomong.

"Aku kehilangangan seluruh klanku dalam satu malam. Mereka di bantai dan hanya aku yang di sisakan." Kata Sasuke lirih seolah tak mampu menahan rasa kehilangan itu kembali.

"Aku turut prihatin Sas, mereka yang melakukannya sungguh biadab." Hiro menjadi sedih sekaligus geram mendengar itu.

"Kau salah Hiro bukan mereka tapi dia, Uchiha Itachi kakakku sendiri. Dan jangan sebut dia seperti itu, dia orang yang baik." Sasuke mencoba menjelaskan kebenaran yang tidak waras ini.

"Katanya dia menghabisi keluargamu tapi kenapa kau sekarang membelanya. Yang benar yang mana nih " Hiro bingung dengan pikiran Sasuke.

"Semua benar, dia melakukanya karena klanku mencoba memulai perang shinobi kembali. Dia rela mengorbankan nama baiknya untuk mencegah perang besar." Sasuke berhenti sejenak terlihat ia sedih sekali." Seandainya saja aku tahu lebih awal, dia tidak akan mati sekarang" tambahnya lirih.

"Sas, aku jujur bingung kau menyesali yang mana , klanmu yang habis atau kakakmu atau dua-duanya" Interupsi Hiro pada Sasuke.

Sasuke membuang muka pada Hiro. Lalu beralih berbaring ke tempat tidur. "Entahlah, kurasa aku lebih menyesali kebodohanku itu saja. Aku membunuh kakak-ku sendiri." Kata Sasuke seolah pasrah. Dia hanya bergidik ngeri sambil memandang Sasuke terpaku dengan wajah pucat. Hening sesaat. Sasuke memiringkan wajahnya dilihatnya Hiro sudah pucat pasi seperti mau pingsan.

"Dasar bayi Hiro, ! Jangan katakan sekarang kau takut padaku ." Kata Sasuke sambil megejek Hiro yang masih diam berusaha mencerna kenyataan orang di depannya adalah orang bermasa lalu terburuk yang pernah di temui.

"Sudah ah minggir sana aku mau tidur. Kalau kau diam begitu kau tambah mirip Itachi jadi sana pergi ke kamarmu sendiri ANAK MANJA !" Usir Sasuke pada orang yang baru saja jadi korban ceritanya itu.

###

Keesokan paginnya ia sudah bisa menebaknya situasi akan tetap normal di mulai dari keributan bangun pagi,saling lempar jatah gosok punggung Kakek Agasa,keributan di meja makan seperti biasa. Ia sudah bisa membaca sifat Hiro yang jiplakan Naruto mudah melupakan sesuatu,selalu bersifat hangat tanpa canggung ,dan itulah sifatnya.

"Heh pantat ayam ajari aku jurus ninja dong kan kau seorang ninja, ajari ya..ya..ya" pasang tampang puppy eyes.

"Ajarin kamu,kau kan bodoh alirkan cakra saja masih kacau kau harus berlatih keras", sambil jitak kepala Hiro.

"Eh ngomong-ngomong kalau tidak ikut ekstra ninja trus ngapain kamu di sana?" Hiro baru sadar waktu Sasuke beneran tidak ikut ekstra."

"Lihat jurus di sini, siapa tau bisa di pakai,ujar Sasuke."Nanti kau pulang sendiri tak apakan?" Tiba-tiba pembicaraan teralih."aku ada schedule pemotretan hari ini, mobilnya kamu bawa aja nanti aku pulang bareng miss Mia."

" Eh ngomong-ngomong soal Mia,apa dia tahu kau itu ninja?" tanya Hiro ingin tahu.

"Mia tahu apa jadinya dunia ku,yang jelas aku bisa di dempul setiap hari kalau aku tidak jaga badan kau tahu bau make up itu menyebalkan", sembur Sasuke di ikuti muka cemberut yang sudah terpampang di wajah tampannya.

"Hei Hiro apa kau mengenal anak berambut putih berantakan dengan mata tajam yang ada di kantin kemarin?"tanya Sasuke membuka percakapan kembali.

"Dia Keita Dean, dia anak yang hebat , Memangnya kenapa? "Tidak, hanya saja tatapannya sedikit mengangguku itu tidak menyenangkan ", ucap Sasuke.

"Dia memang selalu seperti itu, dingin pada orang lain sedingin jurusnya dia pemegang juara nasional pertarungan antar ninja ketika kelas satu kemarin, hal itu membuatnya di segani murid di sini bahkan kakak kelas "cerita Hiro.

"Menarik, tipe es ya….pandangannya cukup tajam juga tambahnya.

"Hei kau sendiri apa tidak sadar apa, pandangan ninja yang kadang kau munculkan itu bisa membunuh orang, punyamu lebih menakutkan tahu", timpal Hiro tidak percaya terhadap penilaian Sasuke.

"Menurutmu begitu?" , jawab Sasuke sambil tersenyum.


Mobil Sasuke memasuki halaman sekolah seketika itu percakapan terhenti. Di sana telah berkumpul banyak siswa yang sedang mengerumuni papan pengumuman. Hal itu turut menarik perhatian Hiro dan Sasuke. Hiro yang penasaran segera mencoba melihatnya dan ternyata jadwal tanding wajib minggu ini diantaranya pertandingan Dean Keita vs Morizaki Ken dan itu pertandingan akbar minggu ini. Tentu itu pertandingan menarik lawan Dean Keita adalah Morizaki Ken si ahli kombinasi jurus ia peringkat 2 di kelas tiga.

"Wah pertandingan akbar aku tidak sabar menunggu akhir pekan ini", sambil memandang Sasuke.

"Bukankah kau lebih baik latihan saja daripada lihat itu , kau punya pertandingan wajib kan setiap minggunya kau seharusnya meningkatkan diri bukannya nonton seperti itu", jawab Sasuke, menasehati. "Menonton pertandingan itu kan menyenangkan kau bisa tahu jurus-jurus jitu lawan."

"Tapi akan lebih menyenangkan lagi jika kau bisa bertarung dengannya," statement Sasuke singkat. Mereka terus berdebat saja ketika perjalanan menuju kelas. Di depan pintu kelas mereka ternyata sudah ada yang menunggu mereka dari kelas dua dari tingkat lain Hiro tahu tapi tidak tahu namanya.

"Aku Kobayasi Amura, aku secara resmi menantangmu Sasuke Saguro, katanya pada Sasuke dengan seringaian menantang.

"Maaf Kobayasi Amura sayangnya saya tidak mengikuti eksta ninja" jawab Sasuke berlalu masuk ke kelas.

Next?

Terimakasih sudah berminat baca fic gajeness ini. Ada yang baca saja, nanti dilanjutin lagi kalau udah di ngedit dokumen, saya tahu ini dari segi isi, EYD parah semua. Romance ntar ada tapi bukan Sasuke maupun Naruto.

Flame? Riview? Boleh semua!