Title : I Miss You

Cast : Lee Taeyong, Ten, and others.

Pairing : TaeTen

Length : One Shot

Rating : T

Genre : Romance

WARNING! YAOI TYPO!

.

.

Para member NCT 127 memasuki dorm mereka dengan raut wajah kelelahan yang ketara jelas di setiap wajah mereka.

"Astaga lelahnya." Itu suara maknae mereka yang baru Haechan atau Donghyuck.

"Segeralah mandi dan bersiap tidur." Kali ini suara Taeyong yang terdengar.

Haechan mengangguk lalu langsung masuk ke salah satu kamar mandi di dorm mereka. Di dalam dorm mereka mempunyai dua kamar mandi dan terkadang demi mempersingkat waktu mereka bisa mandi berdua atau bahkan bertiga sekaligus.

"Hyung, kau tidak mau mandi?" Jaehyun bertanya pada Taeyong yang asik memainkan ponselnya.

"Aku terakhir saja, kau duluanlah."

Jaehyun lalu mengangguk dan ia meninggalkan Taeyong yang kembali bermain dengan ponselnya.

"Apa dia sudah makan?" Tanya Taeyong entah pada siapa. "Kurasa belum karena ia pasti terus berlatih tanpa henti."

Salah satu pintu kamar mandi terbuka dan Taeil keluar dari sana dan Taeyong langsung mengambil kesempatan itu untuk mandi dan membersihkan dirinya. Taeyong tidak perlu mandi berlama-lama, 15 menit kemudian ia sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan hoodie dan celana pendeknya.

"Hyung mau kemana?"

Taeyong dikagetkan dengan suara Jaehyun yang bertanya padanya tiba-tiba.

"Astaga Jaehyun-ah, apa yang kau lakukan? Aku hampir mati jantungan mendengar suaramu. Kenapa belum tidur? Kau pasti lelah kan?" Tanya Taeyong.

"Aku menunggumu."

Taeyong menyeritkan dahinya. "Menungguku? Kenapa?"

"Bolehkah aku tidur dikamarmu hari ini?"

"Memangnya kamarmu kenapa?"

Jaehyun menggeleng. "Tidak apa-apa, aku hanya ingin saja."

Taeyong lalu mengangguk. "Baiklah, kau bisa tidur terlebih dulu, aku harus ke suatu tempat."

Jaehyun menahan tangan Taeyong. "Mau pergi kemana hyung? Ini sudah malam, memangnya kau tidak lelah?"

Taeyong tersenyum. "Aku tidak lelah sama sekali. Kudengar Ten masih berada di gedung SM, aku ingin menghampirinya dan memberinya makan, anak itu pasti belum makan karena terus berlatih tanpa henti."

Raut wajah Jaehyun langsung berubah tidak suka. "Ten hyung juga pasti akan pulang sebentar lagi hyung dan staff SM pasti sudah memberinya makan, kau tenang saja."

Taeyong menggeleng. "Aku tidak akan bisa tidur kalau belum melihatnya."

"Tapi.."

"Tidak apa-apa Jaehyun-ah, kau bisa tidur sekarang. Aku tidak akan lama-lama oke?" Taeyong mengusap lembut kepala Jaehyun lalu setelah itu beranjak keluar.

"Taeyong hyung!" Panggil Jaehyun namun Taeyong sudah terlanjur keluar dari dorm mereka diikuti dengan desahan panjang Jaehyun.

.

.

.

Taeyong tersenyum menatap kantong yang berada di genggamannya. Ia memberi beberapa potong kimbap dan ddeokpokki untuk dimakannya bersama dengan Ten. Ia lalu menaiki lift dan berjalan menuju ruang latihan Ten.

Sebelum memasuki ruangan itu Taeyong tersenyum melihat gerakan dance Ten yang menurutnya sangat bagus dan enerjik. Ten benar-benar lentur dan bahkan membuatnya sedikit ngilu. Taeyong masuk ke dalam ruangan itu diam-diam dan langsung menghentikan musik yang membuat Ten langsung menoleh padanya.

"Taeyong hyung?" Ten tersenyum cerah dan langsung berjalan cepat mendekati Taeyong.

"Eum, hai?"

Ten tertawa. "Hai juga. Apa yang membuatmu kesini malam-malam hyung?"

"Aku ingin melihatmu."

Memang kata-kata itu sangat sederhana tapi entah kenapa Ten merasa sangat senang ketika kalimat itu keluar dari mulut Taeyong.

"Kau pasti belum makan kan? Aku membelikanmu kimbap dan kau harus memakannya sampai habis oke?"

Taeyong membuka bungkusan kimbap itu lalu menyumpitnya dan menyodorkannya di depan mulut Ten.

"Buka mulutmu.. aaaaa."

Ten membuka mulutnya menerima suapan dari Taeyong.

"Hyung, apa kau bisa datang pada saat aku recording?" Tanya Ten.

"Kapan itu?"

"Eung, kamis ini.''

Taeyong menatap Ten dengan raut wajah bersalah. "Maaf tapi kami ada fansign di hari itu."

Ten mengerucutkan bibirnya, ia kesal tapi mau sekesal apapun ia, ia tidak bisa melakukan apa-apa.

"Maaf ya? Aku janji setelah NCT 127 selesai promosi aku akan datang bersama yang lainnya." Janji Taeyong.

Ten mengangguk lalu kembali menyuapkan potongan kimbap ke dalam mulutnya.

"Aku merindukanmu hyung." Ten berucap dengan mulutnya yang masih dipenuhi potongan kimbap.

"Apa?" Taeyong bertanya.

Ten mengunyah dengan cepat dan menelannya. "Aku merindukanmu."

Taeyong tersenyum. "Aku juga, sangat."

Ten berdiri dan membuat Taeyong bingung. "Kau mau kemana?"

"Memelukmu."

Ten melangkah ke arah Taeyong yang tidak jauh darinya dan langsung memeluk namja berambut putih itu. "Karena jadwal kita yang berbeda sekarang membuatku tambah jarang bertemu denganmu hyung. Kadang aku berfikir, apa yang sedang Taeyong lakukan disana, apa ia sudah makan atau belum, apa sesuatu terjadi padanya, dan itu membuatku tidak tenang seharian. Tapi aku bersyukur karena sekarang kau ada bersamaku."

Taeyong mencium pucuk kepala Ten dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang. "Kau pikir pernah sekalipun bayang-bayangmu lepas dari pikiranku? Tidak sama sekali. Aku juga selalu memikirkanmu dan selalu merindukanmu."

"Bohong."

Taeyong melepaskan pelukannya dan menatap Ten. "Bohong? Kau tidak percaya padaku?"

"Yang kutahu kau selalu mengumbar kemesraan dengan Jaehyun, Winwin, atau bahkan Yuta hyung."

Taeyong seketika langsung tertawa dan mencubit gemas pipi Ten. "Aku mencium ada aura kecemburuan disini." Ejek Taeyong.

Ten langsung meninju dada Taeyong beberapa kali. "Jangan dekat-dekat dengan Jaehyun, aku tahu ia menyukaimu."

"Hei mana bisa begitu. Aku dan Jaehyun kan memang dekat dari dulu, mana bisa tiba-tiba menjauhinya."

Ten cemberut dan Taeyong langsung mengambil kesempatan itu untuk mencium bibir namja thailand di depannya.

"Yak!"

Taeyong tertawa puas lalu kembali memeluk Ten dengan sangat erat. "Kurasa kau perlu tahu satu hal. Jaehyun dan Winwin sudah ku anggap sebagai adikku sedangkan Yuta adalah sahabatku jadi kau tidak perlu khawatir lagi oke?"

Ten mengangguk. "Kalau aku?" Tanyanya.

"Kau? Kau adalah Ten."

Ten mencubit pinggang Taeyong. "Jangan bercanda!"

"Baiklah, aku akan serius sekarang. Kalau Ten adalah namja yang paling kucintai. Puas?"

Ten mengangguk senang. "Aku juga mencintaimu hyung."

"Baiklah, sekarang waktunya untuk pulang ke dorm." Taeyong menggandeng tangan Ten yang jauh lebih kecil darinya dan berjalan keluar sambil menikmati udara malam berdua.

.

.

END!

.

.

So, next? YuTae/JaeYong? Kalian juga bisa kasih aku ide-ide kalian. Misalkan jalan ceritanya gimana atau hanya summarynya. Di tunggu reviewnya ^^