Tidak adil

Pair : hunkai (sehun&kai)

Cast : kim jongin, oh sehun & others

Rated: T

Warning: this is yaoi story And typo everywhere

.

preview

Cklek~

Jongin yang mendengar pintu terbuka itu tak bergeming dan hanya tetap memejamkan matanya. Karena ia tau betul siapa orang yang masuk ke dalam kamarnya sekarang. ia merasakan ranjang yang ia tempati sekarang bergoyang tanda seseorang sedang menaiki ranjang tersebut

"maafkan aku sayang" bisik sehun. Ya namja itu adalah sehun kekasih jongin.

Jongin tetap tak bergeming dan pura-pura tidur karena sekarang ia sedang malas melihat namja albino itu sekarang.

"Aku tau kau belum tidur" sehun mengusap pelan kepala jongin

"pergilah sehun..."

HUNKAI

Ucap jongin akhirnya. Karena ia sangat kecewa terhadap sehun yang tak memerhatikan nya akhir-akhir ini. Ya walaupun sebenarnya sehun selalu cuek.

"aku mohon maafkan aku jongin, aku tak tau jika kaki mu terluka.. " sehun berusaha untuk memeluk jongin, tapi langsung ditepis oleh jongin.

"kumohon keluar sehun. Aku ingin istirahat" jongin enggan menatap wajah sehun.

"tapi kau memaafkan ku kan?"

"..." jongin tak menjawab pertanyaan sehun. Karena ia tak tau harus memaafkan sehun atau tidak, ia terlanjur kecewa.

Sehun yang melihat jongin tak bergeming akhirnya mengalah untuk keluar kamar. Tetapi terlebih dahulu mengecup kening jongin lama.

"Hikss... Hikss.."

Setelah sehun keluar tiba-tiba cairan bening yang sudah jongin tahan sedari tadi akhirnya keluar dari kedua mata indahnya. Ia sudah tak bisa lagi menahan semuanya. Ia sangat sedih. jongin selalu memikirkan apakah sehun nyaman berpacaran dengan nya?

Apakah sehun hanya mempermainkan nya?

Apakah sehun sebenarnya terbebani oleh jongin?

Apakah sehun hanya kasihan melihatnya?

Dan sebenarnya masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang terus berputar dikepalanya. Karena dari awal mereka pacaran sehun itu sangat cuek, bahkan selalu jongin yang menanyakan tentang apakah sehun sudah makan atau bagaimana keadaan nya? Selalu jongin. Jongin sebenarnya hanya ingin merasakan berpacaran seperti oranglain pada umumnya. Tetapi sehun seolah hanya seperti menggangap hubungan mereka biasa saja dan sehun tak pernah berlaku romantis padanya.

Malam itu hanya jongin habiskan untuk merenungkan berbagai pertanyaan yang sangat mengganggu nya dan juga isakan yang tak mau berhenti. Sehingga jongin merasa lelah karena terus menangis hingga ia ketiduran.

HUNKAI

Jongin melihat sehun berjalan didepannya seperti tak melihatnya.

"sehun. Kau mau kemana?" tanya jongin akhirnya.

Sehun berhenti sejenak saat mendengar pertanyaan dari jongin dan menoleh kan kepalanya kearah jongin.

"maafkan aku jongin. Aku harus pergi" ucap sehun

"tapi pergi kemana?"

Sehun tak menjawab Dan melanjutkan lagi jalannya.

"tidak. Jangan pergi sehun jangan tinggalkan aku sendiri"

Sehun tetap berjalan di jalan setapak yang dikelilingi oleh banyak pohon dan bunga. Entah mengapa bunga disana terlihat layu seperti halnya dengan hati jongin yang terasa layu dan mati saat melihat sehun menjauh darinya.

"hiks.. Sehun. Aku mohon jangan tinggalkan aku. Hiks... " jongin berusaha mengejar sehun tetapi sehun sudah jauh dari jangkauannya.

"sehunnn... " panggil jongin lagi.

Jongin terus berlari mengejar sehun hingga tiba-tiba ia terjatuh. Tetapi ia langsung membersihkan telapak tangan dan bajunya. Saat ia hendak mengejar sehun lagi tetapi sehun sudah tidak ada lagi disana. Jongin berusaha mencari sehun tapi tetap saja hasilnya nihil. Akhirnya iapun berhenti mencari sehun.

"hiks... Sehun. Kenapa kau meninggalkan ku. Hikss... "

"sehunn... "

"sehunnn... "

"hosh...hosh... Hosh... " tiba-tiba ia terbangun dan melihat sekeliling nya.

Ternyata ia masih di dalam kamar yang ditempatinya tadi. Dan ternyata tadi cuma mimpi. Jongin lega ternyata hanya mimpi. Lalu dia melirik ke jam dinding yang terpasang disana dan ternyata baru pukul 01.53 lalu jongin memutuskan untuk tidur kembali.

HUNKAI

jongin sudah bangun dan juga sudah membersihkan badannya. Ia ingin keluar karena mendengar sedikit kebisingan di meja makan. 'mungkin member lain akan makan'batinnya.

Lalu jongin keluar dari kamar dan menuju ke arah meja makan dengan hati-hati karena kakinya masih sangat sakit. Saat sudah sampai dimeja makan ia sangat terkejut melihat semua member sudah berkumpul di meja makan seperti sedang menunggu nya datang.

Chanyeol yang melihat pertama kali jongin datang langsung menghampiri nya.

"jonginnie... "

"hai hyung" balas jongin sambil tersenyum.

"astaga jongin ada apa dengan kakimu? Kenapa bisa seperti ini?" chanyeol terkejut melihat cara jalan jongin dan juga lutut jongin yang tertutupi oleh kapas kesehatan dan plester.

Semua member yang mendengar ucapan chanyeol lantas langsung melihat ke arah mereka berdua.

"jongin ada apa?" baekhyun bertanya.

"kakiku tak apa-apa hyungdeul... Kalian tenang saja. Hehehe" jongin tertawa yang sangat kentara sekali jika dipaksakan.

"lutut jongin kemarin dijahit karena terjatuh di dekat dorm kita" suho yang tadi hanya diam tiba-tiba memberi jawaban kepada seluruh member.

"jonginnie kau harus berhati-hati ne!" chanyeol lalu membantu jongin untuk duduk di sebelahnya dan sebelah xiumin.

Jongin hanya mengganguk kan kepalanya sebagai jawaban.

Saat sedang makan, tiba-tiba chanyeol berbicara dengan jongin.

"jongin. Sebenarnya kami semua kembali ke dorm karena ingin jalan-jalan bersama menghabiskan waktu seharian bersama semua member. Tetapi ternyata kakimu sedang sakit, jadi bagaimana Apakah kita batalkan saja sampai kaki jongin sembuh?" chanyeol yang tadi melihat jongin lalu mengarahkan pandangan nya kesemua member untuk meminta jawaban.

Jongin sangat merasa tidak enak terhadap semua member. Masa hanya karena dirinya semua member tidak jadi pergi apalagi saat ia melihat wajah-wajah hyung yang lain sepertiNya mereka sangat ingin pergi.

"maafkan aku hyung. Sebaiknya karena pergi saja, aku tak apa. Sungguh"

"tapi siapa yang menjagamu jongin?" tanya xiumin cemas

"tenang saja hyung aku baik-baik saja" jongin mencoba tersenyum tulus agar semua member percaya kepadanya.

"tak bisa jongin. Harus ada yang menemanimu" ucap baekhyun

"sehun! Kau saja yang menemani jongin" ucap jongdae tiba-tiba.

Sehun yang hanya diam sedari tadi cukup terkejut saat jongdae tiba-tiba memanggil namanya.

"tapi hyung, aku ing-" belum selesai sehun melanjutkan ucapannya tetapi sudah dipotong oleh chanyeol terlebih dahulu.

"astaga sehun kau ini pacar macam apa hah? Jongin ini pacarmu kan? Dan sekarang dia sedang sakit sehun! Astaga" Chanyeol tak habis pikir melihat sehun yang begitu cuek, ingin rasanya ia membuang sehun ke sungai amazon. Sungguh.

Sedangkan jongin sekarang menundukkan kepalanya menahan air mata yang ingin keluar dari matanya saat sehun menolak untuk menjaganya. Dan ia semakin yakin bahwa sehun tidak pernah mencintai nya dengan tulus melainkan hanya mempermainkan nya.

"Sudah lah. Pokoknya kau sehun!" suho menujuk sehun "kau harus tinggal didorm dan menjaga jongin"

"iya hyung iya" jawab sehun akhirnya.

HUNKAI

Sekarang semua member kecuali sehun dan jongin sudah berangkat ke lotte word untuk menghabiskan waktu berlibur mereka sedangkan jongin sedang menonton TV sendirian karena sehun sedang dikamarnya.

Jujur jongin sangat bosan hanya menonton TV, ingin mengajak sehun menonton atau sekedar mengobrol tapi rasanya malas sekali karena sungguh ia sangat kecewa melihat sehun, bahkan sekarang sehun dikamarnya tidak mau keluar menemani nya menonton TV.

Sakit. Itulah yang sekarang jongin rasakan, karena bagaimana pun ia juga memiliki hati dan juga perasaan yang sensitif. Ia merasakan seperti tertusuk panah dihatinya tadi saat melihat sehun seperti biasa saja bahkan ia mengambilkan makanan untuk kyungsoo dan lay saat mereka tidak bisa mengambilnya karena jaraknya yang jauh. Tapi bahkan sehun tak pernah sekalipun melirik kearahnya.

Ia ingat dulu saat sehun mengatakan perasaan kepada dirinya. Sehun berjanji akan menjaganya dan juga akan menaruh perhatian lebih kepadanya. Tapi apa? Semua yang diucapkan nya tak pernah terpenuhi. Jongin merasa hanya ia yang menginginkan hubungan ini tidak dengan sehun yang mungkin hanya mempermainkan perasaannya.

Jongin melamun memikirkan itu semua hingga tidak menyadari bahwa sehun sudah duduk disampingnya.

"Jongin..." saat sehun memanggilnya barulah ia tersadar dari lamunannya.

"Ah.." jongin sedikit tersentak.

"kenapa kau melamun? Apa yang sedang kau fikirkan hm?" tanya sehun cukup lembut.

Tapi jongin tak membalas pertanyaan sehun, ia sudah muak dengan sehun.

"kau belum memaafkan ku?" tanya sehun lagi.

"cukup sehun, aku rasa hubungan kita tak bisa diteruskan. Aku ingin kita pu-"

"tidak jongin! Apa yang kau katakan?" sehun langsung memutuskan ucapan jongin karena ia tak mau mendengarkan kata laknat itu.

"aku tak bisa. Lebih baik kita put-"

Sehun langsung membungkam bibir jongin dengan bibirnya. Hanya sekedar menempel tidak ada nafsu disana, sehun hanya ingin memberitahu jongin sebenarnya ia sangat mencintai namja didepannya ini.

"Hiks.. "

Deg-

Sehun langsung melepaskan tautan bibir mereka saat mendengar isakan jongin.

"Tidak jongin. Jangan menangis kumohon, maafkan aku sayang" sehun berusaha menghapus air mata jongin dengan ibu jarinya.

"kenapa? Kenapa kau melakukan semua ini sehun! Kenapa?!" tanya jongin dengan air mata yang terus mengalir.

Sehun tak menjawab. Ia membawa jongin kepelukannya karena ia tak sanggup melihat jongin menangis.

"kenapa kau begitu jahat! Hiks.. Kau hanya mempermainkan perasaanku. Hiks.. Aku tahu sehun kau tak benar-benar hiks.. mencintai ku. Aku tau itu" ucap jongin sambil memukul pelan dada sehun.

"jongin dengarkan aku! Aku sangat mencintai mu jongin aku benar-benar ingin menjadikanmu kekasihku karena aku sungguh ingin melindungimu menjagamu" sehun berusaha meyakinkan jongin.

"Bohong. Kau bohong sehun! Kau hanya mempermainkan ku. Kau tak pernah peduli padaku"

"aku tak bohong jongin. Aku cuek padamu karena aku tak bisa mengekspresikan rasa peduliku. Aku tak tahu bagaimana cara untuk memberikan perhatian, dan masalah kakimu kemarin karena aku benar-benar tak tahu jika kakimu sakit" jawab jongin dengan mantab.

"tetapi tadi pagi kau juga tak mau menemaniku. Kau malah ingin pergi" ucap jongin lagi.

"Apakah kau tahu aku ingin kemana?" sehun balik bertanya pada jongin. Sedangkan jongin menggelengkan kepalanya karena ia memang tak tahu.

Sehun mengacak sebentar rambut jongin karena merasa gemas melihat wajah jongin yang menurutnya lucu itu.

"Sebenarnya aku ingin pergi untuk membelikanmu es krim dan coklat dulu, tapi chanyeol hyung sudah memotong ucapanku"

" Benarkah?" sehun hanya menggangukkan kepalanya lalu kembali mendekap kekasihnya lebih erat.

Sehun sebenarnya memang benar-benar mencintai jongin tak ada niatan untuk mempermainkan perasaan jongin. Hanya saja ia tak tahu bagaimana cara nya untuk menunjukkan nya kepada jongin. Sehun juga sempat sedih saat melihat jongin yang marah seperti tadi malam.

"jangan pernah menangis lagi ne? Aku janji akan selalu menjagamu dan juga memberikan semua perhatianku untukmu" jongin menggangukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Aku mencintaimu Kim Jongin" ucap sehun tulus

"nado Oh Sehun" jawab jongin dengan tulus juga.

Dan sehun mempererat pelukannya agar jongin merasa nyaman dan juga hangat serta sesekali mencium puncuk kepala jongin.

END

.

.

.

OMAKE

"sayang apakah kakimu masih sakit?"

"seperti yang kau lihat hunnie. Wae?" tanya jongin heran tumben sehun bertanya tentang keadaan nya.

"hn padahal aku ingin..." Sehun sengaja menggantung ucapannya dan melirik ke arah jongin untuk melihat wajah bingung pacarnya.

"Hn" jongin menaikkan sebelah alisnya.

"Aku ingin mencoba membuat baby. Sayang" kata sehun sensual

"YAK! DASAR ALBINO MESUM" Teriak jongin dan berusah menjauh dari pelukan sehun.

"Kau mau kemana sayang. Hm?"

"TIDAK. LEPASKAN AKU SEHUN" Jongin teriak dengan histeris.

BENERAN END

haahhh... Akhirnya FF ini selesai juga. Ini udah fast update kan? Kan? Kan?

Tapi maaf banget endingnya nggk sesuai ekspetasi, dan sangat mengecewakan bagi yang membaca. soalnya bingung mau buat yang gimana.

Dan maaf juga buat typo-typo yang bertebaran dimana-mana soalnya ngetiknya dihp terus nggak diedit terus langsung di upload jadinya ya gitu deh ancur.

Makasih ya yang mau review Dan oh iya Hunkai kemarin waktu di MBC uh mesra banget. Si mami juga elah pake baju mengoda iman banget dah kan kasian si papih. Haknya diliat oranglain *apaansih

Oh iya kasih tau ya yang menurut kalian mengganggu kalian dan perlu diperbaiki.

Review please:)

Thnk