Title : What If ?

Xi Luhan

Oh Sehun

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Slight KaiSoo

Luhan dan Sehun sudah ditakdirkan sejak mereka lahir kedunia, namun waktu dan keadaan yang membuat mereka terpisah dan akhirnya di pertemukan. Namun bagaimana jika takdir itu berubah menjadi sesuatu yang lain, masihkan mereka menyebutnya takdir.

Fanfic ini asli buatan author, author hanya pinjam nama dan karakter. Dont bash ! Happy Reading and Don Be Silent Reader ^.^

"totalnya 12000 won. ini kembaliannya, terima Kasih" ucap Luhan di balik meja kasir . saat ini Luhan sedang bekerja di cafe Bubble yang terletak didekat dengan kampusnya, Luhan mulai bekerja pukul 5 sore setelah dia menyelesaikan kuliahnya. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya setiap Luhan melayani pelanggan yang datang ke cafe. Selain sebagai kasir Luhan juga sebagai pelayan di cafe Bubble ini. Jam menunjukkan pukul 9 malam, Luhan kembali mendudukkan dirinya di belakang meja kasir ketika cafe mulai sepi. Deg, Luhan memegang dada sebelah kirinya, entah kenapa kini jantungnya berdetak sangat cepat 'apa aku sakit jantung atau apa akan terjadi sesuatu ? ' pikir Luhan dalam hati, bel dipintu cafe berbunyi menyadarkan Luhan dari lamunannya.

"selamat malam, ada yg bisa saya ban- " ucapan Luhan berhenti saat melihat namja dengan menggunakan setelan hoody hitam serta celana joger hitam yang tepat berada di depannya, Sehun. Jantungnya semakin berdetak cepat lagi lagi dan lagi. Apakah ini alasan kenapa jantungku berdetak sangat cepat, apa karna dia, tapi kenapa?

Sehun juga sama terkejutnya saat melihat yeoja yang ada dibalik meja kasir ternyata Luhan. jantung Sehun juga berdetak sangat cepat, mereka saling menatap. Entah kenapa ketika kedua bola mata mereka berdua bertemu, Luhan dan Sehun seperti dua orang yang terpisah sejak lama, yang baru saja dipertemukan.

"ah mianhae. ada yang bisa aku bantu Sehun-sii? " tanya Luhan yang kini kesadarannya telah kembali karna bel di pintu cafe kembali berbunyi.

"oh ne, aku mau pesan satu Bubble Tea Choco" ucap Sehun gugup. Masih berusaha menyesuaikan detak jantungnya.

"ah ne. tunggu sebentar" ucap Luhan.

"satu Bubble Tea Choco" ucap Luhan kepada rekan kerjanya yang bertugas menyiapkan pesanan pelanggan. Sementara Sehun berdiri didepan Luhan menunggu pesanannya. Suasana canggung kembali tercipta. Luhan hanya menundukkan kepalanya, terlalu malu untuk menatap Sehun.

"apa kamu sudah lama bekerja disini" Sehun memulai pembicaraan.

"lumayan, sudah 6 Bulan " jawab Luhan. Sehun hanya mengangguk mendengar jawaban Luhan, dan keduanya kembali terdiam. entah kenapa bubble tea pesanan Sehun dibuat sangat lama. Luhan menatap wajah Sehun, hidung mancung dengan rahang yang tegas, bibir tipis dan bola mata yang mirip dengan Luhan namun sedikit gelap, satu kata yang dapat menggambarkan wajah seorang Park Sehun "tampan" ucap Luhan tanpa sadar.

Sehun melihat kearah Luhan karna merasa Luhan mengatakan sesuatu, sementara Luhan mengalihkan pandangannya kearah lain "apa kamu mengatakan sesuatu" tanya Sehun hati hati.

"tidak ada, apa kamu suka bubble tea " Luhan mencoba mengalihkan pembicaraan.

"ne, ini minuman favorite ku, tapi aku hanya suka Bubble Tea Choco" Luhan mengangguk, dan mengambil pesanan Sehun yang telah selesai.

"itu juga minuman favorite ku, aku suka Bubble Tea Taro, dan ini pesanannya, semuanya 34.000 won" ucap Luhan sambil tersenyum. Sehun terpesona melihat senyuman Luhan membuat detak jantungnya makin berdetak lebih cepat. Sehun mengambil secarik kertas dan pena di atas meja kasir dan menuliskan sederet angka.

" kalau begitu, bisakah kita nanti minum Bubble Tea bersama aku yang teraktir, ini nomor telpon ku, jika kamu punya waktu, hubungi aku ya, ku tunggu" ucap Sehun seraya memberikan uang dan secarik kertas yang sudah di tulis nomor telponnya.

"ne tentu saja, dan gomawo" ucap Luhan gugup

"kalau begitu sampai jumpa besok, Luhan-ssi" ucap Sehun tersenyum.

Dering ponsel terus berbunyi sukses membangunkan seorang Byun Baekhyun dari tidur cantiknya. Baekhyun menutup telinganya dengan bantal ingin melanjutkan tidurnya. Namun suara ponselnya itu tak mau berhenti berbunyi, ingin rasanya Baekhyun mengutuk seseorang yang telah menganggu tidurnya. Dengan mata yang masih terpejam Baekhyun meraba tempat tidur berusaha mencari keberadaan ponselnya.

"yeoboseyo" ucap Baekhyun setelah menggeser ikon hijau di layar ponselnya dan jangan lupakan mata yang masih terpejam itu.

"Baekhyunnie, apa yang sedang kamu lakukan kenapa baru menjawab telpon ku" ucap seseorang di seberang sana .

Baekhyun membuka matanya dan melihat layar ponselnya, nomor tidak dikenal tertera disana "nuguseyo ?"

"ini aku Park Chanyeol. Apa kamu tidak menyimpan nomor ponselku" suara namja yang ternyata adalah Chanyeol terdengar frustasi.

"oh Yeoda, apa manfaatnya aku menyimpan nomor mu? menuhin kontak saja " ucap Baekhyun malas

"terserah kamu saja. apa yang kamu lakukan. Kenapa baru mengangkat telpon ku, apa kamu tak membaca pesanku?"

"tidur, pesan ? oh sebentar" Baekhyun melihat notifikasi di ponselnya '30 panggilan tak terjawab' dari nomor yang tidak di kenal yang sekarang Baekhyun ketahui adalah nomor Chanyeol dan '2 pesan masuk' Baekhyun membuka pesan tersebut yang ternyata dari Chanyeol

'05.00pm. Baekhyunnie aku ingin bertemu denganmu,aku tunggu di pinggir sungai Han jam 7 malam'

'08.00pm . Baekhyunnie kapan kamu datang. Aku masih menunggu'

Baekhyun memutar bola matanya malas.

"kamu sekarang dimana ?" tanya Baekhyun .

"aku masih disungai Han "

"pulang saja. aku tidak akan kesana, aku masih ngantuk. Kamu mengganggu tidurku hanya karna ini"

"memangnya dari jam berapa kamu tidur"

"dari jam 6 "

Chanyeol menghela nafasnya, dia melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 9.

"apa kamu benar benar tidak akan datang" tanya Chanyeol lesu

"ne. sebaiknya kamu pulang saja. aku mau melanjutkan tidur ku. annyeong"

"Baek jangan-" Baekhyun menutup telpon nya sebelum Chanyeol menyelesaikan kalimatnya. poor Chanyeol

'apa apaan sih Yeoda itu. Mengganggu tidurku hanya karna masalah sepele' Baekhyun kembali memejamkan matanya.

Sementara itu Chanyeol menatap sendu hamparan sungai Han yang luas didepannya. Chanyeol menggenggam ponselnya erat setelah telponnya di putus oleh Baekhyun secara sepihak. "Baekhyun-ah, mianhae. Apakah kesalahanku tidak bisa dimaafkan ?" ucap Chanyeol dan kemudian pergi dari pinggiran sungai Han.

Sehun terus menatap layar ponselnya sejak dia pulang dari cafe dimana Luhan bekerja. Berharap Luhan mengiriminya pesan.

Bayangan wajah Luhan saat tersenyum tadi membuat jantung Sehun kembali berdetak sangat cepat. Entah kenapa sejak bertemu Luhan jantung Sehun selalu berdetak dengan cepat, Sehun juga tidak tau kenapa ?

Merasa bosan menunggu. Sehun mengambil earphone yang ada di atas meja samping tempat tidurnya dan menyematkannya di kedua telinganya. Lagu Peterpen dari EXO mengalun Indah di telinganya. Lagu kesukaan Sehun dan nanti Sehun ingin menyanyikan lagu ini untuk yeoja yang di cintainya. Seperti makna dari lagu kesukaannya. Sehun akan menjadi peterpan yang akan selalu ada disisi yeoja itu saat dia sedang sedih atau bahagia dan akan selalu mencintai yeoja itu, Sehun juga akan mengatakan yeoja itu yang tercantik melebihi Cinderella, dia juga akan mengajak yeoja itu bersenang senang. Tanpa Sehun sadari yeoja yang dipikirkannya ketika mendengar lagu kesukaannya itu adalah seorang Xi Luhan. Sehun tertidur dengan ponsel yang masih berada di genggamannya.

Drrt drrt ponselnya bergetar membuat Sehun terbangun dari tidurnya dan segera melihat notifikasi yang muncul, sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal, Sehun berharap itu adalah Luhan.

"aku ada waktu besok. apa kamu bisa ? ayo kita minum bubble tea bersama. Xi Luhan " jantung Sehun kembali berdetak dengan tidak normal dan sebuah senyum terukir di wajahnya kala membaca pesan dari Luhan. Sehun segera mendial nomor Luhan.

"yeoboseyo" jawab Luhan diseberang sana

"annyeong Luhan sii, aku bisa besok" ucap Sehun tanpa bisa menyembunyikan nada bahagia

"baikklah. dimana kita bertemu" tanya Luhan gugup.

"bagaimana kalau di kampus jam 5 ?"

"ne baiklah"

"apa yang sedang kamu lakukan sekarang" tanya Sehun basa basi karna masih ingin berbicara dengan Luhan

"aku baru pulang bekerja"

Sehun melihat jam dikamarnya jam 11 malam. Namun Sehun merasa khawatir karna tau Luhan pulang bekerja sangat malam.

"apa kamu pulang sendirian"

"ne"

Kekhawatiran Sehun semakin menjadi ketika mendengar jawaban Luhan.

"apa kamu tidak takut"

"aku sudah terbiasa"

"apa sekarang kamu sudah sampai dirumah"

"ne. sekarang aku sedang bersiap untuk tidur"

Sehun menghelan nafas lega "oh, syukurlah kalau begitu selamat tidur Luhan-sii"

Namun tidak ada jawaban, sepertinya Luhan sudah tertidur pikir Sehun.

" mimpi Indah Luhan" ucap Sehun pelan dengan senyum yang masih melekat di wajahnya. Sehun mengakhiri panggilannya dan kembali tidur berharap bertemu Luhan di alam mimpinya.

Besok yang dinantikan Sehun pun kuliah Sehun sudah selesai saat ini, Sehun melirik jam tangannya yang menunjukkan jam 3. Masih ada waktu dua jam lagi untuk bertemu Luhan.

Sehun melangkahkan kakinya menuju ke perpustakaan. Bukan tidak ada alasan kenapa Sehun ketempat yang sepi suara itu. Dia hanya ingin melihat seseorang yang selalu membuat jantungnya selalu berdetak diatas normal. Sehun mulai menyusuri rak buku bermaksud mencari Luhan dan benar saja Luhan ada di salah satu lorong rak buku dengan tanda cerita fiksi diatasnya. Luhan berdiri disana sambil fokus membaca cerita yang entah apa judulnya. Sangat cantik, dengan mata coklat yang bergerak membaca deretan kalimat di buku, hidung yang tidak terlalu macung, serta bibir merah tipis yang terkadang tersenyum. mampu membuat seorang Park Sehun mematung dengan jantung yang berdetak tak karuan. Sehun tersadar saat seseorang yang tidak sengaja menabraknya. Sehun mendengus melihat orang itu karna mengganggu aktivitasnya -menatap Luhan- yang hanya berlalu setelah menggumamkan kata maaf. Sehun kembali menoleh ke tempat Luhan tadi berdiri namun Luhan sudah tidak ada disana. Sehun kembali menyusuri rak untuk mencari Luhan, Sehun mencari kesemua penjuru perpustakaan namun tak menemukan Luhan disana. Sehun keluar perpustakaan dan bersembunyi di balik dinding saat melihat Luhan sedang tersenyum melambai kepada seseorang dengan kemeja kotak-kotak merah serta celana jins hitam dan topi yang menutupi wajahnya. Dia memeluk Luhan erat dan mencium pipi kanan Luhan.

Hati Sehun seakan tersayat menjadi potongan potongan kecil saat melihat adegan itu. Siapa namja itu? apakah dia namjachingu Luhan ? . Sehun tidak tau apa yang mereka bicarakan tapi Luhan dan namja itu terlihat mesra. Luhan terus menunjukkan rasa bahagianya saat berada disamping namja itu. Semakin membuat hati Sehun hancur berkeping keping. Sehun pergi meninggalkan tempat itu karna tidak tahan melihat kemesaraan Luhan dan namjachingunya. Pikiran pikiran Sehun yang membayangkan dia dan Luhan minum bubble tea sambil berjalan jalan di pinggiran sungai Han dan bercerita tentang diri mereka masing masing seketika hancur begitu saja.

Entah kenapa Sehun bersikap seperti ini. Sehun juga tidak tau Kenapa hatinya sakit saat melihat Luhan bersama namja lain.

Sehun memasuki apartemennya dan Chanyeol, Chanyeol yang sedang asik menonton televisi itu heran melihat Sehun pulang dengan wajah yang murung dan langsung memasuki kamarnya tanpa menyapa Chanyeol.

Sehun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur menatap atap kamarnya. Memikirkan kejadian dikampus tadi. Jika itu namjachingu Luhan berarti Sehun telah bersalah kepada namjachinngu Luhan. Sehun melihat jam dinding kamarnya, 04.00 PM. Kemudian menatap ponselnya, apakah aku sms saja ke Luhan bahwa aku tidak sempat untuk datang? tapi bagaimana jika namjachingunya yang membuka pesan ini, dan kemudian mereka bertengkar, pikir Sehun. Lebih baik aku tidak usah menghubunginya, lagipula dia sedang bersama namjachinngunya, dan juga dia pasti lupa jika kami akan bertemu hari ini, pikir Sehun lagi.

...

"apa kabarmu Tao-ya. kapan kamu kembali?"

"sudah dua hari yang lalu eonni"

"Aigoo. kenapa kamu baru menemuiku sekarang, kamu kejam" Luhan mengerucutkan bibirnya.

"mianhae eonni. Asal eonni tau, aku baru bertemu eonni saja, aku bahkan belum bertemu Kris Oppa" Tao mencubit pipi Luhan gemas.

"jinjja" tanya Luhan dengan mata berbinar. Sementara Tao hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum lucu.

Sat ini Luhan dan Tao sedang berada di Taman yang ada dikampus Luhan. Saat diperpustakaan tadi Tao mengiriminya pesan bahwa dia ada dikampus luhan dan ingin bertemu. Membuat luhan terkejut saat melihat Tao dengan setelan namja datang menemuinya, Tao adalah adik kelas sekaligus adik kesayangan Luhan saat berada di Junior high school. namun saat Tao Senior high school dia dan keluarga kembali ke china. Membuat Luhan merasa sedih, Namun sekarang sedih Luhan telah terobati saat melihat Tao menemuinya hari ini.

"jadi. kenapa kamu kesini ?" tanya Luhan

"aku ingin melanjutkan kuliah ku disini, di universitas ini"

"waeyo, kamu jadi jauh dari orang tuamu Tao-ya"

"aku ingin bersama denganmu lagi eonni" Tao memeluk Luhan dengan erat. Membuat Luhan memutar bola matanya.

"benarkah, bukannya kamu ingin bersama dengan namjachinngumu yang seperti tiang listrik itu" Tao melepas pelukannya dan cemberut menatap Luhan. Membuat Luhan tertawa dan mencubit pipi Tao yang buat Tao tersenyum menunjukkan gigi putihnya. Ya sebenarnya alasan Tao ke korea adalah untuk bersama namjachinngunya, Kris, yang juga kuliah di universitas yang sama dengan Luhan. Kris juga orang china sama seperti Tao, hanya saja Kris lebih dulu kuliah dan seangkatan dengan Luhan.

"kenapa kamu berpenampilan seperti namja dan juga kenapa kamu memakai topi " Luhan menatapa Tao yang memakai kemeja kebesaran dan celana jins, karna tubuh Tao yang tinggi sehingga membuatnya seperti namja, Luhan kemudian membuka topi yang di pakai Tao, membuat rambut panjang Tao teurai.

"eonni!" teriak Tao ,mengambil topi yang berada di tangan Luhan dan memakainya lagi. "aku belum memberi tau Kris oppa kalau aku ada dikorea, aku ingin memberikan dia kejutan"

Luhan mendecak sebal " ck. kekanakan sekali"

"ini yang namanya romantis eonni, makanya eonni cepatlah cari namjachinngu, agar eonni bisa tau membedakan mana romantis mana kekanak-kanakan"

"yak" Luhan cemberut, membuat Tao kembali memelukanya.

"aigoo, jangan cemberut eonni, arraseo arraseo, mianhae eonni" Tao mencium pipi Luhan membuat Luhan tersenyum.

"baiklah, aku memaafkanmu" ucap Luhan kemudian. Luhan melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 5 sore. dia ingat bahwa dia ada janji dengan Sehun hari ini. Luhan melepas pelukan Tao dan menatapnya.

"Tao-ya mianhae aku tidak bisa menemanimu lebih lama, aku harus pergi. Aku ada janji dengan temanku" ucap Luhan dengan raut wajah menyesal.

"gwenchana Luhan eonni, aku juga mau bertemu dengan Kris oppa"

"kalau begitu aku pergi dulu Tao-ya" Luhan beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Tao.

"semoga kencanmu sukses eonni" teriak Tao membuat Luhan merona, sebuah senyum terukir di wajahnya Luhan. Apakah ini bisa disebut kencan? kami kan hanya pergi minum bubble tea,pikir Luhan.

Luhan sampai didepan kampus namun Sehun belum ada disana. apa dia masih ada perkuliahan, pikir Luhan.

Luhan menunggu Sehun tanpa tau jika namja yang di tunggunya tidak akan datang selama apapun dia menunggu. Karna kesalahpahaman yang dialami sehun, mengira Luhan memiliki namjachingu yang ternyata sebenarnya adalah Tao.

Sehun terbangun dari tidurnya, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Sehun mengambil ponselnya yang ternyata mati karna kehabisan daya. Sehun mencarge ponselnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

15 menit, Sehun selesai mandi dan memakai pakaiannya. Sehun menyalakan ponselnya sekitar 5 menit sebuah notifikasi 5 panggilan tak terjawab dari Luhan, tak lama pesan masuk dari Luhan muncul disana. Sehun membuka pesan tersebut

"05.30, aku ada di depan kampus. apa kamu masih ada perkuliahan"

"06.00 apa kamu belum selesai, sepertinya semua orang sudah pulang?"

"06.30, aku masih menunggumu"

"07.00, Sehun-ssi jika kamu melihat pesanku tolong dibalas"

"07.30 kampus sudah ditutup, tapi kenapa kamu belum keluar Sehun-ssi. apa kamu ada pekerjaan lain. Tolong di balas "

"08.00 Sehun-ssi apakah aku mudah di permainkan? aish bodohnya aku masih menunggumu padahal aku tau kamu tidak akan datang. Mianhae aku mengganggumu Sehun-ssi dan gomawo sudah mau mengajak ku hari ini. Tapi sebaiknya kita tidak usah bertemu lagi. Annyeong"

Sehun membulatkan matanya membaca pesan terakhir dari Luhan. tenyata Luhan tidak melupakan janjinya dan menunggunya hingga berjam-jam. Sehun merutuki dirinya dengan cepat Sehun berlari secepat mungkin menuju kampusnya. didalam hati Sehun berharap Luhan masih ada di sana. Sehun ingin menemui yeoja itu dan meminta maaf serta menjelaskan apa yang terjadi.

Sehun sampai didepan kampusnya yang sudah ditutup dan segera mencari Luhan namun sepertinya Luhan sudah pergi dari sana. Sehun terduduk disana, mengatur nafasnya sehabis berlari tadi. dengan tangan bergetar Sehun mendial nomor Luhan namun suara operator yang mengatakan nomor Luhan tidak aktif yang menjawab panggilannya. Sehun mengacak rambutnya kasar. Sehun teringat pesan terakhir Luhan 'sebaiknya kita tidak usah bertemu lagi' semakin membuat Sehun frustasi. Dasar namja bodoh rutuk Sehun kepada dirinya.

TBC

Akhirnya chapter ke2 selesai juga. Maaf author updatenya lama, author baru dapet imajinasi ㅋㅋㅋ.jangan jadi silent reader ya, karna review dari reader adalah semangat untuk author. Untuk yang udah review gomawo, terima kasih banyak. Maaf gak bisa bales. Semoga kalian suka dan terus mengikuti cerita author. gomawo dan annyeong. yeppo1004