.::::The King of All Knights::::.

••

Naruto dan HS DxD serta selutuh unsur anime lain yang ada didalam Fict ini bukanlah milik saya, tetapi milik pencipta mereka.

••

Terinspirasi dari berbagai fict yang pernah saya baca. Jadi, bila ada kesamaan mohon dimaklumi.

M {Tidak ada Lemon (mungkin?)}

••

Naruto x ...

••


Matahari telah kembali keperaduannya beberapa jam lalu tergantikan oleh bulan yang naik ke singgasananya.

Malam hari, mungkin adalah mungkin merupakan sebuah siklus yang paling ditunggu oleh semua orang untuk mengistirahatkan badan mereka setelah seharian bekerja.

Tapi, bagi sebagian orang, malam hari adalah sebuah siklus yang paling dibenci dan tidak diharapkan kedatangannya, karena malam hari adalah puncaknya kejahatan, baik itu yang dilakukan oleh manusia ataupun makhluk lain.

Seperti yang satu ini.

"Hahahahaha...Akhirnya, akhirnya aku mendapatkan mangsa hahahaha..." Ujar sesosok makhluk berbadan manusia berkepala banteng.

Sosok itu berjalan perlahan menghampiri seorang perempuan yang sedang terpojok sambil menenteng sebuah kapak berukuran besar.

Perempuan itu terlihat sangat ketakutan. Ia terus saja mencoba berjalan mundur walaupun tubuhnya telah ditahan oleh sebuah tembok. "Pergi! Ja-jangan men-mendekat!" Ujar perempuan itu terbata-bata karena takut.

"Hahahaha...tenang saja, aku pasti akan pergi." Ujar makhluk berjenis minotour itu masih tetap berjalan mendekat. "Tapi setelah aku memakanmu." Lanjutnya dengan seringai kejam yang seketika tercipta dimulutnya.

"Ti-tidak. Ku-kumohon, ja-jangan bu-bunuh aku." Pinta perempuan itu.

"Terlambat, aku sudah sangat lapar sekarang..hahahaha..." Minotour itu perlahan mengangkat kapaknya sejajar dengan leher perempuan itu. "Nikmatilah!" Kapak itu mulai ia ayunkan keleher perempuan itu.

"TIDAAAKKKK!" Perempuan itu'pun seketika berteriak sekeras-kerasnya dengan kedua mata yang tertutup rapat.

~trank!~

Tiba-tiba sesosok manusia bersurai pirang jabrik yang tiba-tiba saja muncul didepan perempuan itu dan menahan laju kapak minotour itu dengan sebilah katana. "Apa kau tidak mendengar permintaannya, pendosa?" Ujar manusia itu.

"Sialan kau! Kau telah mengganggu acara makanku!" Geram sang minotour.

~ctang!~ Sosok manusia itu mementalkan kapak beserta empunya beberapa langkah kebelakang.

"Sebaiknya kau pergi sekarang juga sebelum kau mati, pendosa!" Perintah manusia itu sambil berjalan menghampiri perempuan yang baru saja ia selamatkan nyawanya.

"SIALAN KAU!" sang minotour dengan kemarahan yang meledak-ledak langsung saja menyerang manusia yang telah mengganggunya dengan kapak besar ditangannya.

~trank!~

Benturan logam kembali menggema karena sang Manusia kembali menahan serangan Minotour dengan pedangnya. "Jadi kau lebih memilih untuk mati?" Tanya manusia itu. "Baiklah."

"KAULAH YANG AKAN MATI, RENDAHAN!" Balas Minotour itu dan...

~bugh!~

Manusia itu langsung menendangnya dengan kuat sehingga minotour itu terlempar beberapa meter kebelakang.

"Sialan kau, bangsat!" Ujar Minotour itu sambil berusaha berdiri. "HYAAHHH...MATI KAU!" Teriak minotour itu sambil berlari kearah sang manusia dengan kapak yang telah siap untuk ditebaskan.

Manusia itu tak tinggal diam, dia mengangkat pedangnya dengan kedua tangan. [Ittouryuu...]

"HYAHHHH..." Jarak diantara mereka berdua semakin menipis.

[...Sanjuroku Pound Ho] Saat jarak diantara nya dengan minotour telah dianggap tepat, dia -manusia- dengan cepat menebaskan pedangnya ke minotour itu sebelum minotour itu bisa menebaskan kapaknya dan alhasil Minotour itu terlempar kesamping dengan sayatan menganga didadanya.

"Selesai." Ujar manusia itu lalu ia membalik tubuhnya 180° menghadap perempuan yang sebelumnya telah ia selamatkan.

Perempuan itu terlihat semakin ketakutan saat melihat sosok yang telah menolongnya perlahan berjalan mendekati dirinya, dia pikir sosok yang telah menolingnya itu akan membunuhnya karena menenteng katana berlumuran darah. "Pe-pergi!" Ujar perempuan itu, tetapi sosok itu tak mengidahkannya sama sekali.

"Ku-kumohon ja-jangan mendekat!"

~pluk!~

"Lupakan! Lupakan segala yang telah kau lihat pada malam ini dan kembalilah ketempat asalmu!" Ujar Manusia itu dengan tangan yang menempel pada kening si perempuan. Dan setelah pria itu melepaskan tangannya, perempuan itu berjalan meninggalkan tempat itu dengan langkah gontai layaknya seorang yang terkena hipnotis.

••••

••••

••••

Terlihat diatas sebuah bukit, sesosok manusia yang baru saja menyelamatkan sesamanya dari makhluk yang seharusnya tak ada dimuka bumi tengah duduk merenung.

Entah apa yang ada dipikirannya sampai-sampai ia melakukan hal itu tapi, raut penyesalan dengan jelas terukir di wajahnya. "Sampai kapan semua ini akan berakhir?" Gumam manusia itu.

"Sampai kapan manusia akan terus menderita?"

"Sampai kapan manusia akan terus menjadi mangsa di tanahnya sendiri?"

"Dan juga, kapan manusia dapat menjadi raja ditanahnya sendiri?"

Bukan tanpa alasan ia berkata seperti itu. Semua yang dikatakannya adalah fakta. Memang benar, selama ini manusia sejatinya tidak atau lebih tepatnya belum merasakan kedamaian sejati walaupun mereka menganggap bahwa mereka hidup dengan damai.

Memang benar, selama ini sejatinya manusia tidak atau lebih tepatnya belum bisa menjadi predator di tanahnya sendiri.

Memang benar, selama ini manusia tidak atau lebih tepatnya belum bisa menjadi raja ditanah mereka sendiri walaupun mereka telah dipimpin oleh seorang pemimpin dari kaum mereka.

Karena apa?!

Karena mereka sejatinya hanyalah mangsa dan budak bagi dua makhluk yang sejatinya tidak ada di muka bumi. Malaikat Jatuh dan Iblis.

Malaikat jatuh, mereka membunuh para manusia yang memilik sebuah alat yang dibuat oleh Sang Pencipta yang hanya diperuntukkan pada mereka untuk membantu kehidupan mereka. Tetapi, para Malaikat Jatuh seenaknya membunuh mereka hanya karena sebuah alasan yang mungkin saja alasan itu tidak akan pernah terjadi, yaitu para manusia akan membahayakan kelangsungan hidup ras mereka.

Iblis, mereka dengan seenaknya menjadikan manusia yang memiliki alat bernama Sacred Gear itu sebagai budak. Hanya karena kekuatan yang mereka miliki, mereka membuat para manusia tak bersalah itu kehilangan hak mereka atas Surga dan secara otomatis mendapatkan jatah tempat secara mutlak di Neraka.

Apakah mereka tidak mengetahui sifat alami manusia?

Yaitu sifat tidak akan memulai sebelum ada yang memulainya terlebih dahulu.

Bayangkan saja! Bagaimana jadinya bila manusia yang sudah jelas memiliki sifat seperti itu mengetahui perbuatan-perbuatan yang dilakukan makhluk-makhluk pada kaum mereka?

Balas Dendam!

Maka dari itu, bayangkanlah! Apa yang akan dilakukan Manusia dalam upaya balas dendamnya?

Peperangan! Sangat tidak mungkin bila Manusia akan memilih jalan diplomasi untuk menyelesaikan masalah ini. Satu-satunya cara yang akan mereka lakukan hanyalah berperang.

Coba bayangkan! Sebesar apa peperangan itu? Sebanyak apa korban yang akan ditimbulkan oleh peperangan itu? Sebesar apa kerusakan yang akan terjadi dibumi ini?

Sangat besar! Bahkan kemungkinan besar peperangan itu dapat melebihi perang sekaliber PD 2.

Sangat Banyak! Bahkan kemungkinan terbesar peperangan itu dapat menelan korban melebihi peperangan sekaliber PD 2.

Sangat Parah! Dengan teknologi persenjataan yang telah diciptakan manusia seperti bom atom, rudal, dan,,,, bom Nuklir. Seperti apa kerusakan yang akan terjadi dibumi? Bahkan kemungkinan terbesar peperangan itu dapat merubah apapun yang sudah ada di bumi dan melebihi peperangan sekaliber PD 2. Banyak daratan yang akan ditelan oleh air laut. Bencana alam akan terjadi di setiap penjuru bumi.

Tapi apa? Kedua ras makhluk itu tak pernah memikirkan sampai sejauh itu. Yang mereka lakukan hanyalah untuk kepentingan mereka semata disaat mereka masih bisa menghirup udara tanpa memikirkan konsekuensi dari tindakan yang mereka lakukan.

••••

••••

••••

~Dzzzzttt!~ Tiba-tiba saja sebuah suara layaknya gas bocor memasuki indra pendengaran manusia itu. Manusia itu tidak melakukan pergerakan apapun dan tetap duduk dengan posisinya semula. Entah apa yang ada dipikiran manusia itu? Bisa saja kan suara itu dikeluarkan oleh seorang musuh.

~tap! tap! tap!~

Dan selanjutnya, suara langkah kaki memasuki indra pendengaran manusia itu dan dia juga tidak menunjukkan pergerakkan sedikitpun dari tempatnya.

"Jadi, bagaimana, Nicholas Fury?" Tanya Manusia itu pada sosok manusia berkepala botak dengan penutup mata layaknya bajak laut sesaat setelah manusia botak itu menghentikan langkahnya.

"Kau akan mengetahuinya di markas." Balas Manusia bernama Nicholas Fury itu.

"Begitu ya." Balas Manusia itu dan merubah posisinya menjadi berdiri. "Kalau begitu ayo kita kemarkasmu, Nicholas Fury." Manusia itu'pun berjalan mendahului Fury.

"Ck! Sebenarnya siapa pemimpinnya? Seenaknya saja memerintah." Gerutu bajak laut botak itu sebelum berjalan menyusul Manusia yang telah mendahuluinya.

Yah, memang benar. Bajak laut botak itu, Nicholas Fury merupakan seorang pemimpin sekaligus pendiri organisasi pertahanan dengan teknologi paling mutakhir dan beranggotakan manusia super dan seorang dewa. S.H.I.E.L.D.

••••

••••

••••

~Dzzzttt!~

Terlihat sebuah pesawat jet berwarna hitam mendarat diatas lempengan besi mirip seperti sebuah kapal induk. Tapi, apakah kalian yakin bahwa itu merupakan kapal induk? Karena sejatinya kapal induk berada di laut sedangkan yang ini, ada diawan.

"Jadi dimana kau menyimpannya, Fury?" Manusia berambut pirang itu langsung melontarkan pertanyaan pada bajak laut botak itu setelah turun dari pesawat jet.

"Ikuti aku!" Balas Fury berjalan mendahului si pelontar pertanyaan.

"Baiklah." Dan keduanya'pun berjalan beriringan memasuki kapal induk itu. Dapat dilihat bagian dalam kapal induk itu yang terdapat banyak orang berseragam hitam dan juga banyak layar monitor layaknya sebuah ruang komando.

Keduanya terus berjalan hingga meninggalkan ruang komando itu dan memasuki sebuah ruangan seperti ruang penyimpanan karena banyak terdapat senjata.

"Direktur Fury." Sapa seorang agen dengan name tag bertuliskan Coulson.

"Agen Coulson." Balas Fury dan setelahnya ia'pun memberikan perintah pada agen itu. "Ambil keenam barang itu!"

"Siap pak!" Balas Agen Coulson dan langsung pergi meninggalkan kedua orang itu guna mengambil barang yang dimaksud oleh Direktur Fury.

Akhirnya, setelah menunggu selama beberapa menit, orang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang dengan membawa enam buah kotak kaca dibantu oleh agen lainnya.

"Apa itu sudah semuanya, Nicholas Fury?" Tanya si pirang itu.

"Belum, kami tidak bisa menenukan satu'pun barang yang ditinggalkan oleh penyihir itu. Dan juga, tolong panggil saja aku Fury!" Ujar Direktur Fury.

"Lalu kenapa ada enam kotak?"

"Yah, kami pikir kami telah menemukan sebuah barang yang mungkin saja bisa menggantikan peninggalan penyihir itu. Kami belum tahu secara pasti itu peninggalan milik siapa?"

Si pirang itu kemudian mengambil salah satu kotak kaca itu dan melihatnya dengan seksama. Tiba-tiba saja matanya memicing, seolah ia mengetahui benda itu peninggalan dari siapa. "Inikan?"

"Ada apa? Apa kau tahu milik siapa benda itu?" Tanya Nicholas Fury.

"Dari mana kau mendapatkannya?" Bukannya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Direktur bajak laut itu, si pirang itu malah balik bertanya.

"Hm, bukan kami yang mendapatkannya, tetapi Thor. Thor mengatakan bahwa dia menemukan benda itu secara tak sengaja saat dia terdampar di dimensi lain. Karena merasakan energi yang aneh dari benda itu, jadilah dia membawanya."

"Hm...Baiklah kalau begitu. Terima kasih Nicholas Fury."

"Hmm. Aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan dengan benda peninggalan itu, tetapi kuharap keenam benda itu bisa bermanfaat bagi Manusia."

"Kau tenang saja tentang itu, Nicholas Fury!"

••••

••••

••••

••••

Disebuah tempat yang hanya berupa hamparan padang rumput, terlihatlah seorang manusia bersurai pirang yang tengah asik menggores-gores tanah hingga membentuk sebuah lingkaran dengan pola aneh. Bukan hanya itu, setelah selesai dengan gambar pertama, ia'pun kembali membuat gambar disamping lingkaran pertama dengan pola yang tak kalah aneh hingga total terdapat 6 lingkaran dengan pola yang berbeda mengelilinginya.

Lalu, si pirang itu mengambil keenam kotak kaca dan mengeluarkan isinya. Satu-persatu ia keluarkan isinya dari dalam kotak dan meletakkannya pada bagian tengah pola lingkaran.

"Persiapan selesai." Gumam si pirang yang saat ini tengah berdiri ditengah keenam lingkaran. Ia mengambil sebuah buku kecil bersampul coklat dari dalam sakunya dan dibacamya setiap tulisan yang ada di dalam buku tua itu dengan seksama. Ia menutup kembali buku tua itu karena telah selesai membacanya dan memasukkannya kembali kedalam saku. Mengangkat tangan kanannya, menutup kedua mata, dan berkonsentrasi.

"Dengan panggilan hormat!"

"Darahku akan membentuk tubuh kalian!" Si pirang itu menyayat ujung jari telunjuknya dengan sebuah pisau lalu membiarkan darahnya menetes di setiap lingkaran.

"Dan dengan pedangku menentukan takdir!"

"Jika Kalian sejalan dengan tujuanku, patuhilah panggilanku!"

Keenam lingkaran yang mengelilinginya perlahan mulai mengeluarkan cahaya.

"Engkaulah Sang Penakluk!"

"Yang memiliki pasukan tak terhingga!"

"Kereta perang singgasana mu!"

"Dan bumi, kerajaanmu!"

"Jika engkau sejalan denganku, wahai Raja Penakluk!"

"Patuhilah panggilanku!"

Salah satu lingkaran mengeluarkan sinar putih nan menyilaukan dan angin yang menyembur-nyembur.

"Engkau lah sang penghancur!"

" Hilangkan awan kekacauan yang memenuhi matamu!"

"Keluarlah dari sangkar kegilaan yang menjebakmu!"

"Aku yang memegang rantai rapuhmu!"

"Jika engkau sejalan denganku,wahai Ksatria penghancur!"

"Keluarlah dan datanglah padaku!"

Cahaya pada lingkaran kedua semakin lama semakin terang dan juga mengeluarkan semburan angin yang cukup kuat.

"Engkaulah Raja dari segala Raja!"

"Engkau yang berpakaian Tritunggal Agung!"

"Dunia adalah kerajaanmu!"

"Penjaga dari ketujuh Surga nan Suci!"

"Jika engkau sejalan denganku, wahai Sang Raja!"

"Keluarlah dari lingkaran pembatas ini!"

Cahaya pada lingkaran ketiga semakin lama semakin terang dan juga mengeluarkan semburan angin yang cukup kuat.

"Engkaulah Sang Pembunuh Handal!"

"Bayangan adalah senjatamu!"

"Tanpa suara adalah keahlianmu!"

"Jika engkau sejalan dengan tujuanku!"

"Datang dan patuhilah panggilan ku, wahai Sang Pangeran Bayangan!"

Cahaya pada lingkaran keempat semakin lama semakin terang dan juga mengeluarkan semburan angin yang cukup kuat.

"Engkaulah Sang Ksatria!"

"Tombak ialah senjatamu!"

"Kesetiaan ialah hidupmu!"

"Jika engkau sejalan denganku!"

"Patuhilah panggilan ku Wahai Dang Ksatria!"

Cahaya pada lingkaran kelima semakin lama semakin terang dan juga mengeluarkan semburan angin yang cukup kuat.

"Engkaulah Raja para Ksatria!"

"Engkaulah yang melambangkan kebenaran!"

"Kebenaran ialah hidupmu!"

"Janjimu ialah kebenaran!"

"Sumpahmu ialah kebenaran!"

"Jika engkau sejalan denganku, Wahai Sang Kebenaran!"

"Patuhilah panggilanku dan belalah kebenaran didunia ini!"

Cahaya pada lingkaran keenam semakin lama semakin terang dan juga mengeluarkan semburan angin yang cukup kuat.

"Datanglah! Datanglah dihadapanku!"

Cahaya pada keenam lingkaran itu semakin menyilaukan setiap kali Si Pirang itu melantunkan mantra. Semburan angin yang dikeluarkan keenam lingkaran itu juga semakin kuat hingga mampu merobohkan pohon-pohon disekitarnya.

"Jika kalian memang benar sejalan denganku!"

"Datanglah!"

Cahaya semakin terang dan angin semakin kuat dannn••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

|••••••|

|•••••|

|••••|

|•••|

|••|

|•|

TBC.

A/N:

Pertama-tama, perkenankanlah saya mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya karena lama update dan juga karena di chap ini masih pendek.

Kedua, saya ingin meminta saran tentang kekuatan apa saja yang akan dimiliki MC, apakah itu hanya sebatas kekuatan pedang, Sihir, Chakra, Shringan, atau Rinnegan.

Ketiga, sekian dan terima kasih.