Say Love for Me, Please !
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Cho Heechul, Cho Hangeng, Lee Hyukjae, Lee Donghae
Warning : Boys Love, Typo's
Genre : Sad and Romance
Sumarry : Ketika dalam kesendiriannya. Umur matang dengan karir gemilang yang menjadi dambaan setiap pria. Cho Kyuhyun, pria tampan dengan segala keegoisannya yang memulai warna baru seusai reuni sekolahnya, Lee Sungmin, Pria manis itu sebagai pelengkapnnya.
Happy Reading
Mobil sedan berwarna hitam itu berhenti di tengah jalan raya. Mereka berdua nampak diam. Kyuhyun masih saja betah memandang wajah pria manis disampingnya itu. seperti enggan untuk mengalihkan mata indahnya dari wajah pria manis itu. Kyuhyun menyukai semua yang berada di dalam diri Sungmin. kecerdasan, kecantikan serta sikap lemah lembut pria itu. sungguh, Kyuhyun menggilai apa yang ada di diri Sungmin. ia sangat mencintai pemuda yang masih duduk di sampingnya.
" Aku senang karena akhirnya aku bertemu denganmu. Apa kau sehat?'' suara dengan alunan berat itu mengalun dari Kyuhyun. ia menatap Sungmin dengan mata penuh kerinduan dan dambaan. Sungmin menatap balik kyuhyun. Tangan pemuda itu meremas ujung kemejanya dengan erat. Ia merasa gugup sekarang. Kyuhyun, pria tampan itu tak menyadari perilaku gugup Sungmin. Matanya hanya terfokus memandangi keindahan pria itu.
" Aku tak mengenalmu.'' Lirih Sungmin. mata bulat itu menatap kearah Kyuhyun dengan serius. Mencoba menimbulkan sikap gugupnya. Ia tak mau jika Kyuhyun mengetahui ia tengah gugup sekarang. Kyuhyun berdecak mendengar itu. ia merasa sedikit kesal ketika kekasih manisnya itu masih saja membohonginya.
" Ayolah berhenti bermain denganku Sayang.'' Kepala sungmin menggeleng. Pria manis itu mencondongkan badannya kearah Kyuhyun. Mencoba lebih dekat dengan mantan kekasihnya itu. melihat perilaku sungmin membuat Kyuhyun tersenyum senang. Bagaimana ia tak senang jika kekasihnya yang ia tunggu bertahun-tahun lamanya kini berada di sampingnya dan mendekat kearahnya sekarang membuat jantungnya berdebar sama seperti dulu.
" Aku berkata serius. Aku tak mengenalmu. Kembalikan Sandeul padaku dan biarkan aku pulang.'' Jawab Sungmin dengan tegasnya.
" Sandeul?'' kening Kyuhyun mengkerut. Ia terlalu fokus pada Sungmin hingga nyatanya pria itu tak mengingat jika ada bocah kecil yang bersama Sungmin tadi. Mengingat itu hatinya resah. Ia mempunyai firasat yang buruk tentang bocah kecil itu.
" Sandeul, anakku.'' Jelas Sungmin. Kyuhyun nampak diam. Matanya mulai tajam. Membidik kearah Sungmin. Tangan pria tampan itu terkepal. Ia merasa tak terima dan amarahnya memuncak begitu saja saat sungmin mengatakan bocah kecil tadi adalah anaknya.
" Dia anak kandungmu?'' nada bicaranya begitu dingin namun ada rasa gelisah saat Kyuhyun mengatakan itu. Sungguh, Kyuhyun tak rela ketika menanyakan bahwa bocah kecil itu anak kandung kekasihnya itu.
" Ia anak kandungku. Ia darah dagingku.'' Jelas Sungmin. Kyuhyun yang mendengar itu menggelengkan kepalanya. Kepalan tangannya meninju kearah punggung kursi mobil. tempat dimana sungmin duduk. Ia tak mau menerima fakta itu. Sungmin tak mungkin mengkhianati dirinya. Kekasihnya itu selalu setia padanya. tidak mungkin bukan jika perjuangan Kyuhyun yang bertahun –tahun ia lakukan untuk menunggu Sungmin berakhir begitu saja. Pria itu merasa kecewa. Ia merasa tak adil dengan ini semua.
" Brengsek!'' maki pria tampan itu. matanya menatap tajam kearah Sungmin.
" Kau meninggalkanku?'' seringgai itu tercetak diwajah tampan Kyuhyun. Tawa mengejek bahkan terdengar dengan kerasnya.
" Owh, kau sudah bersuami sekarang? Kenapa? kenapa kau melakukan ini padaku. HAH?''
" Kenapa Sungmin~ah?'' ujar Kyuhyun dengan lirihnya. Matanya jelas sekali menatap Sungmin dengan kecewa. Pria manis itu terdiam. tangannya meremas ujung kemejanya dengan sangat erat.
" Siapa? Siapa lelaki itu?'' teriak Kyuhyun. Amarahnya begitu menakutkan. Mata itu tak mau lepas menatap Sungmin dengan tajamnya.
Mata indah sungmin menutup rapat. Dari dulu ia paling takut dengan Kyuhyun yang tengah emosi. terlebih dengan tatapan mematikan milik Kyuhyun.
'Ia masih saja menakutkan seperti dulu. Siwon~ah, sandeul~ah kalian dimana? kyuhyun begitu menakutkan' ujar sungmin dalam hatinya.
" Jawab aku sungmin!'' kini teriakkan Kyuhyun semakin keras. bahkan tubuh Sungmin berjengit karena kagetnya. Tangan kokoh Kyuhyun meremas bahu sungmin dengan kerasnya.
' Sungmin hanya lakukan seperti yang tadi Siwon ajarkan padamu.' Jerit Sungmin. pria manis itu mencoba untuk memberi semangat pada dirinya. Mata bulat Sungmin itu terbuka. Menatap balik kearah Kyuhyun.
" Bukankah aku sudah mengatakan jika aku tak mengenalmu!'' jerit Sungmin. dalam hatinya pria itu menghela napasnya dengan lega.
Sungguh demi apapun Kyuhyun merasa ia seperti dipermainkan oleh sungmin. pria tampan itu mendorong tubuh mungil sungmin kearah punggung kursi. Mencium sungmin dengan kasarnya.
' Maafkan aku Siwon.' Sungmin mencoba memberontak namun nyatanya ia tak bisa lepas dari kungkungan Kyuhyun. Tenaga Pria tampan itu sangat kuat. Sungmin hanya bisa pasrah dengan mata terpejam
' Rasanya masih saja sama seperti dulu. Kyuhyun, apa kau hidup baik-baik saja tanpaku? Aku berharap kau selalu sehat. Maafkan aku.' Dalam diamnya mata sungmin menatap kesamping. memandang Kyuhyun yang tengah mencumbunya. Menatap dengan penuh kerinduan.
Kyuhyun merasa jika napasnya akan habis. Kyuhyun juga merasakan tangan Sungmin yang memukulnya secara bertubi-tubi. Menyuruhnya untuk berhenti. Namun, nyatanya Kyuhyun tak mau. ia tak mau melepaskan bibir Sungmin. sungguh, ia merindukan sungmin. begitu merindukkannya.
" Sial!'' umpat Kyuhyun. Ia melepaskan bibir Sungmin begitu pikiran Sungmin sudah berkeluarga bersemayang dalam otaknya. Apa yang dikatakan Donghae benar dan bodohnya ia tak mempercayai omongan Donghae.
" Sampai mana suami brengsekmu menyentuhmu?'' tanya Kyuhyun dengan sinisnya. Tiba-tiba ia tertawa dengan suara menakutkan.
" Tentu saja semuanya. Bahkan kalian sudah mempunyai anak.'' Sindir Kyuhyun. Tangannya mengepal. Siap akan meninju roda kemudi mobilnya. Namun, tangan halus milik sungmin menggengam tangan Kyuhyun sebelum tangan kokoh itu menghantam kearah kaca.
" Jangan sakiti dirimu.'' Ujar Sungmin dengan lembutnya. Kyuhyun berdecak. Ia menatap sungmin dengan jengkelnya.
" Kau penyebabnya!'' teriak pria tampan itu. sampai kapan pun ia tak terima jika Sungmin sudah bersuami. Dulu, ketika mereka berdua menjadi sepasang kekasih Kyuhyun sangat menjaga Sungmin dengan sikap keegoisannya dan sekarang ia merasa semuanya sia-sia. Ia tak bisa mempertahankan Sungminnya. Kekasih pertamanya yang selalu ia mimpikan dengan kerinduan. Kekasih yang menghilang begitu saja seusai acara perpisahan sekolah hingga sampai sekarang.
Drttt ..Drttt
Ponsel Kyuhyun bergetar. Dengan decakan malasnya, pria itu mengambil ponselnya di saku celananya.
" Kenapa Hyung?'' suara Kyuhyun terdengar. itu dari Donghae. Pria itu mengangguk setuju. Mematikan ponselnya dan setelahnya menatap kearah Sungmin.
" Sialan.'' Umpatnya setelahnya ia mengendrai mobilnya. Melaju dengan kecepatan tinggi.
Sungmin nampak bingung ketika Kyuhyun membawanya ke Rumah Sakit. Ia menatap kearah Kyuhyun yang masih saja terdiam. memandang lurus kearah Rumah sakit dengan tatapan datarnya.
" Kenapa kau membawaku kesini?'' tanya sungmin.
" Turunlah.'' Ujarnya begitu dingin. Pria itu keluar dari mobilnya dan berjalan masuk kearah Rumah Sakit.
" Tunggu!'' teriak Sungmin. mendengar itu Kyuhyun menghentikan langkah kakinya. Pria itu tak berniat untuk menolehkan kepalanya untuk melihat Sungmin.
" Kenapa kau membawaku kesini? Seharusnya kau membawaku untuk bertemu dengan anakku.'' Ujar Sungmin. Kyuhyun memejamkan matanya. Tangannya terkepal. Asal Sungmin tau jika Kyuhyun selalu sakit jika Sungmin menyebutkan anaknya.
" Bisakah kau diam dan ikut denganku.'' suaranya begitu dingin. Sungmin terdiam. ia tau Kyuhyun pasti marah besar kepadanya. Ia yakin Kyuhyun pasti kecewa dan bahkan mengumpatti dirinya tapi sungmin tidak tau jika Kyuhyun masih menunggunya. Ia baru tau sekitar enam bulan yang lalu jika Kyuhyun masih menunggunya. Dalam diamnya Sungmin berjalan menatap punggung tegap Kyuhyun dari belakang dengan pandangan sendunya.
' maafkan aku.'
Jantung Sungmin berdetak dengan kencangnya saat mendapati Donghae dan Eunhyuk duduk di ruang tunggu. Bukankah tadi Sandeul bersama mereka? Dan dimanakah Sandeul sekarang? Ia baik-baik saja bukan?
" Sungmin maafkan kami.'' Sungguh saat eunhyuk mengatakn itu Sungmin sangat khawatir. Perasaan tak enak menghampirinya.
" Tadi Sandeul terserempet sepeda motor.'' Donghae yang menjelaskan. Ia menatap Sungmin dengan rasa bersalahnya. Mendengar itu Sungmin menatap kearah Kyuhyun dengan pandangan marah.
" Jika terjadi sesuatu pada Sandeul kau harus tanggung jawab!'' teriak Sungmin pada Kyuhyun. Pria tampan itu hanya diam dan menatap Sungmin dengan datarnya. Eunhyuk dan Donghae yang melihat itu menatap iba pada Kyuhyun.
" Sungmin, ini bukan salah Kyuhyun. Ini karena kami yang ceroboh menjaganya.'' Eunhyuk membantu menjelaskan.
Plakkk
Tangan mungil Sungmin menampar Kyuhyun dengan kerasnya. Hari ini untuk kedua kalinya Sungmin menampar Kyuhyun. Nyatanya, Kyuhyun tak perduli dengan tamparan Sungmin itu. pria itu masih saja bergelut dengan rasa sakit di hatinya.
Seorang dokter datang yang menggendong Sandeul Menghampiri Eunhyuk. Dengan gerakan cepatnya Sungmin langsung mendekat kearah dokter itu. mengambil alih tubuh Sandeul kegendongannya.
" Dia baik-baik saja. Ia boleh pulang sekarang." Sungmin mengangguk lega. ia mengelus lembut kepala Sandeul. Kyuhyun yang melihat itu mengalihkan tatapan matanya. Kyuhyun merasa sesak jika melihat bocah kecil itu yang tengah meringis.
" Kau baik-baik saja Sandeul?'' tanya Eunhyuk memastikan. Ia merasa bersalah tadi. Karena ia terlalu fokus meneriakki Donghae hingga bocah kecil itu berlari dan terserempet sepeda motor.
" Dia baik-baik saja. Iya kan nak?'' jawab Sungmin. Sandeul mengangguk dan tersenyum pada sungmin. ketika tadi ditanya Eunhyuk bocah kecil itu malah memalingkan wajahnya acuh. Ia tak menyukai Eunhyuk.
" Dia sangat galak eomma tidak seperti eomma ataupun appa.'' Sungmin dan Donghae terkekeh mendengar itu sedangkan Eunhyuk menatap tak terima pada bocah kecil itu. berbeda dengan Kyuhyun. Pria tampan itu mendengus tak suka. Menatap jengkel pada bocah itu. tangannya terkepal begitu saja.
" Kita pulang dulu.'' Pamit Sungmin. pria manis itu menatap sekilas pada Kyuhyun yang juga masih saja menatapnya dengan tajam.
Suasana ruang itu tampak tegang. Mata tajam kyuhyun membidik kearah dua pegawainya yang masih menunduk takut. Ini masih pagi. Masih sekitar dua jam saat keberangkatan Kyuhyun ke kantornya namun pria itu sudah marah besar.
" Kalian dipecat.'' Seringgai itu terdapat di wajah Kyuhyun. Ia merasa puas mendapati wajah gelisah dan sedih pegawainya. Emosinya sedikit berkurang walaupun nyatanya ia masih ingin membunuh seseorang untuk hari ini.
" Tuan. Maafkan kami. Kami tidak akan melakukan kesalahan itu lagi.'' mohon salah satu pegawai itu.
" Keluar dari ruanganku!'' perintah Kyuhyun mutlak. Tangan kokohnya mengambil cangkir teh yang selalu disediakan di meja miliknya. Melemparkan cangkir itu ke pojok ruangannya dengan keras
Prang….
Suara pecahan itu membuat dua pegawainya dengan takut melangkah keluar ruangan pemimpin perusahaannya itu.
Clekek…
Pintu itu terbuka kembali seusai dua pegawai itu keluar. Donghae nampak menatap Kyuhyun dengan sebal. Helaan napas beratnya pun terdengar. kakinya melangkah kearah Kyuhyun yang masih memejamkan kedua matanya. Donghae tau jika Kyuhyun masih marah. Terlihat jelas dengan rahangnya yang terlihat tegang.
" Keluarlah.'' Perintah Kyuhyun begitu menyadari seseorang masuk ke ruangannya.
" aku ingin bicara denganmu dan dengarlah karena ini sesuatu yang sangat penting.'' Ujar Donghae. Kyuhyun berdecak dengan malasnya. Ia masih tak ingin di ganggu. Apa seseorang tak bisa mengerti itu? ia butuh waktu sendiri untuk memikirkan Sungmin. sial, ia merindukan pemuda manis itu.
" Aku tak butuh itu.''
" ini tentang Sungmin.'' ujar Donghae, mata Kyuhyun terbuka. Menatap Donghae dengan datarnya. Tangannya terkepal begitu mendengar nama kekasihnya itu. sungguh Kyuhyun masih menganggap sungmin adalah kekasihnya bukan istri orang lain atau ibu dari bocah kecil itu. ia seperti akan gila jika memikirkan sungmin yang sudah berkeluarga.
" Suaminya sudah meninggal.'' Lirih Donghae. Masih minatkah?
TeBeCe
Gimana? Jelek ya? Soalnya ini itu yang pertama bagi saja.
