My Opposite

Genre : Romance ; College

Rating : PG

Character : Kim Myungsoo , Lee Sungjong , Lee Sunggyu ( perubahan marga karena kebutuhan cerita ) , Nam Woohyun and others.

Warning : Yaoi ; BL ; Slash ; Male/Male action ; Typo ; Alur Berantakan and etc.

Summary : Lee Sungjong akan menempuh kehidupan baru di college. Itu berarti meninggalkan kota kelahirannya di Gwangju dan pergi ke Seoul demi mengejar impiannya. Namun apa jadinya jika ia harus sekamar dengan Ice-Prince Kampus tempatnya belajar?

Disclaimer : All of them belong to God and Themselve. I only own the plot and the Fiction.

Don't Like ? Don't Read please..

-Chapter 1-

Author POV

Seorang namja manis tampak sedang menikmati sarapan pagi, sambil menggobrol kecil dengan Hyung-nya. "Hyung, apa hari ini kau akan pulang malam lagi?" Tanya namja manis bernama Lee Sungjong itu. "Ani, hari ini aku akan pulang lebih awal, Jonggie. Waeyo?" Tanya namja yang lebih tua itu. "Gwechanna. Hanya saja, aku tidak ingin hyung bekerja terlalu keras. Aku tidak mau hyung sakit." Jelas namja manis itu sambil tersenyum.

Sunggyu, namja yang lebih tua itu tersenyum lembut. Tangannya bergerak mengacak rambut Sungjong pelan. "Omo, nae dongsaeng. Kau manis sekali. Hyung baik-baik saja kok." Jawab namja itu. "Ne! itu bagus hyung." Balas Sungjong sambil tersenyum.

KRING.. KRING..

Suara telepon rumah mereka menghentikan obrolan mereka. "Biar aku saja yang angkat, hyung. Hyung lanjutkan saja." Ujar Sungjong. Ia bangkit dari kursinya dan menuju ke ruang tengah untuk mengangkat telepon. "Yoboseyo." Sapa Sungjong. "Yoboseyo. Apakah ini rumah kediaman keluarga Lee?" Tanya penelepon. "Iya, dengan siapa ini?" Tanya Sungjong. "Kami dari Seoul University, ingin menggabarkan kalau tuan Sungjong telah diterima di Seoul University." Jelas penelepon tersebut. Sungjong terdiam. Ia tampak masih shock mendengar kabar tersebut. Sungjong memang mendaftarkan diri di Universitas tersebut, namun ia tidak menyangka kalau ia bisa diterima di Universitas terkenal tersebut. "Apa masih ada orang disana?" Tanya penelepon.

"Ah, iya. Kebetulan saya adalah Lee Sungjong sendiri." Jelas Sungjong. "Ah, selamat untuk anda Sungjong-shi." "Kamsahamnida. Ehm, kapan saya bisa datang dan menggurus kebutuhan disana?" Tanya Sungjong semangat. Ia sangat menantikan saat-saat ia akan memulai kehidupan di Universitas. Ia telah menunggu selama 3 bulan dan akhirnya konfirmasi soal penerimaannya sampai juga. "Anda bisa datang besok siang, mulai pukul 12 sampai 3 sore." Jelas penelepon. "Ah, saya mengerti." Jawab Sungjong. "Baiklah, kalau begitu. Saya rasa ini saja yang ingin disampaikan. Saya harap anda menikmati pembelajaran di Universitas kami nanti." "Ne." jawab Sungjong. Setelahnya, sambungan telepon itu pun dihentikan.

Sungjong meletakkan telepon kembali ke tempatnya, lalu berbalik hendak memberi tahu hyungnya. Namun, saat ia menenggok ia melihat hyungnya sudah berada di belakangnya sambil tersenyum. "Selamat Sungjong-ah. Hyung bangga padamu." Ujar Sunggyu. "Hyung, kenapa ada disini?" Tanya Sungjong. "Kau sangat lama tadi. Karena itu, aku menghampiri dan mendengar semuanya. Kau hebat sekali, Jonggi." Puji Sunggyu.

"Gomawo, hyung." Balas Sungjong. "Ah, kapan kau akan kesana dan mengurus semuanya?" Tanya Sunggyu. "Besok hyung. Kira-kira jam 11 siang aku akan ke Seoul dan menggurus semuanya." Jawab Sungjong. "Jadi, begitu. Apa kau tidak apa-apa pergi sendiri? Hyung bisa menemanimu kalau kau mau." Tawar Sunggyu. Sungjong menggelengkan kepalanya pelan. "Gwechanna, hyung. Aku bisa pergi sendiri kok." Jawab Sungjong. "Benarkah? Tapi jarak Gwangju ke Seoul cukup jauh, Jonggie." Jelas Sunggyu khawatir.

Sungjong kembali menggelengkan kepalanya, lalu berkata sambil tersenyum lebar "Ayolah, hyung Jonggie sudah 18 tahun sekarang. Aku sudah besar, jadi kau tidak perlu khawatir." Sunggyu yang melihat tingkah nam-dongsaengnya pun ikut tertawa. "Baiklah, kau bisa pergi sendiri besok." Setuju Sunggyu. "Kau memang yang terbaik Hyung!" sungjong langsung berlari kecil dan memeluk hyung satu-satunya yang ia miliki. Sunggyu balas memeluk Sungjong kecil. "Ah, aku harus berangkat sekarang, Jonggie!" Ujar Sunggyu saat melihat jam dinding di ruang tengah. "Baiklah. Hati-hati di jalan,Hyung!"

Sungjong POV

Aku benar-benar sangat senang saat ini. Lihatlah! Aku diterima di Seoul University. Luar biasa, bukan? Seoul University adalah Universitas yang cukup diperhitungkan di Seoul. Mereka memiliki standard an kualitas yang sangat tinggi. Tidak semua orang bisa masuk kesana. Jadi, sampai sekarang aku masih merasa shock dengan kabar ini. Omo! Aku benar-benar bahagia!

Setelah mengantarkan Sunggyu hyung ke depan pintu rumah, aku langsung berlari kecil menuju kamarku. Aku menyalakan laptopku dan membuka internet disana. Aku langsung menuju page link Seoul University. Disana aku mencari tahu apa saja yang diperlukan sebagai seorang mahasiswa baru. Aku juga membaca beberapa peraturan yang diterapkan di Universitas ini. Sebenarnya, sebelum mendaftar aku sudah membaca semua peraturan ini. Tapi, begitu mendengar kalau aku diterima BOM! Rasanya aku lupa semuanya. Aku rasa aku terlalu senang.

Setelah selesai dengan peraturan dan hal-hal lainnya, aku menutup internetku dan mematikan laptopku. Aku menidurkan diriku di atas kasur, sambil menatap ke atas atap ruangan kamarku. Beberapa hari lagi, aku akan masuk Universitas. Kuakui aku begitu senang, tapi aku juga merasa sedih. Kenapa? Karena itu berarti aku akan tinggal di dorm. Dan, itu berarti aku harus jauh dari Sunggyu hyung. Aish, kalau bukan karena jarak rumahku dan Universitas itu sangat jauh, aku tidak mungkin mau tinggal di dorm itu. Tapi, kalau aku tidak tinggal di dorm, maka aku akan menghabiskan uang Sunggyu hyung untuk biaya transport.

Mengingat Sunggyu hyung, kadang aku merasa bersalah. Hyung rela aku kuliah, sedangkan dia bekerja. Padahal aku tahu kalau dia juga ingin kuliah. Hyung adalah satu-satunya keluarga yang kumiliki. Dan, Sunggyu Hyung sudah banyak berkorban untukku. Aku berjanji tidak akan mengecewakannya! Ya! Sungjong Hwaiting!

Author POV

Di sebuah perpustakaan, seorang namja tampak serius membaca buku. Sepasang ear-phone terlihat terpasang di telinganya. Namja itu tampak tidak memperdulikan tatapan genit yang diberikan yeoja-yeoja disekitarnya. "Omo, lihat namja itu! tampan sekali ya!" "Ya! Aku tidak menyangka kalau namja setampan itu bisa ada di perpustakaan." "Setuju! Aku selalu berfikir kalau semua namja disini hanya sejenis nerd saja." "Aku bisa terus ke perpustakaan kalau begini!" begitulah kira-kira percakapan yeoja-yeoja yang masih terus menatap namja tampan itu.

Dan, terlihat sekali kalau namja tampan itu tidak mendengar dan memperdulikan yeoja itu. ia masih tampak asik dengan buku di tangannya. Sampai getaran di saku celananya, menghentikan kegiatannya. Ia mengeluarkan ponselmya dari saku HandPhone nya. Ternyata getaran tersebut berasal dari pesan singkat yang masuk ke ponselnya. Pesan dari Hyungnya. Yah! Kau dimana? Hari ini ada telepon dari Seoul University. Aku ingin kau pulang sekarang! Sekarang! Arraseo? Melihat isi pesan dari hyungnya tersebut namja itu hanya menggelengkan kepalanya pelan. berlebihan sekali dia. Memang kenapa kalau ada telepon dari Seoul University. Pabbo! Batin namja itu. dengan malas-malasan dia mengetikkan balasan untuk Hyungnya itu. Arraseo. Singkat, jelas dan padat.

Namja itu meletakkan buku yang sebelumnya ia baca kembali ke raknya. Ia masih tidak memperdulikan yeoja-yeoja yang tampak fangirling di sampingnya. Ia berjalan santai menuju tempat parkir. Setelahnya ia langsung memaju mobilnya ke rumahnya.

Myungsoo 's House

Seorang namja tampak gelisah duduk di sofanya. Ia masih menunggu namja lain yang masih belum juga kembali. Namja itu terus-menerus mengecek ponselnya. Ia juga terus menghubungi nomor yang sama terus-menerus. Sampai akhirnya, sebuah pesan singkat masuk ke nomor ponsel namja itu.

Dengan secepat kilat di membuka pesan tersebut, berhenti menghubungiku. Aku sedang dijalan. Kau menganggu. Isi pesan yang singkat, jelas dan padat. Namja itu menggeram pelan, "Myungsoo yah! Kau benar-benar menyebalkan!" kesalnya.

Suara ketukan pintu menyadarkan namja itu dari kekesalannya dengan Myungsoo. Ia berlari kecil untuk membuka pintu. Ia bisa melihat seorang namja sekaligus dongsaengnya itu dengan wajah datarnya.

Namja langsung masuk tanpa memperdulikan Sungyeol yang sudah memera menahan marah sedari tadi. "Yah! Myungsoo kenapa kau lama sekali, hah?" kesal Sungyeol. "Aku membeli makanan dulu tadi." Jealasnya singkat.

"Membeli makanan dulu katamu!? Aku 'kan sudah bilang ini penting kenapa kau masih sempat membeli makanan dulu!?" omel Sungyeol. Myungsoo hanya menatap Sungyeol malas, sebelum menjawab "Biasanya hal yang penting untukmu bukan hal yang penting untukku."

"Kau ini.." geram Sungyeol. Sungyeol menarik nafas pelan sebelum melanjutkan. "Sudahlah, lupakan. Aku hanya ingin memberti tahu mu kalau tadi ada telepon dari Seoul University! Dan, kau tahu yang mereka katakan!?" Tanya Sungyeol semangat.

Myungsoo menatap hyungnya aneh sebelum berkata, "Tentu saja tidak, bukan aku yang mengangkat telepon nya, 'kan?" Sungyeol menatap Myungsoo kesal. "Well, ia mengabarkan kalau kau diterima dari Seoul University! Luar biasa kan!" teriak Sungyeol semangat. Myungsoo menatap Sungyeol datar. "Itu yang kau sebut penting, hyung?" tanyanya. "Mwo? Tentu saja itu penting 'kan?" jawab Sungyeol bingung.

Myungsoo menggelengkan kepalanya pelan lalu berjalan menuju kamarnya. "Kau mau kemana?" Tanya Sungyeol setengah berteriak. "Menurutmu?" tanyanya, lalu kembali berjalan menuju kamarnya. Sungyeol hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya. "Kenapa aku harus punya Dongsaeng menyebalkan sepertinya?" keluh Sungyeol.

Gwangju 08:00 a.m

Sunggyu bergerak tidak nyaman di atas tempat tidurnya. "Aish.. Suara berisik apa itu?" tanyanya. Ia menolehkan kepalanya dan melihat jam dinding di kamarnya. "Ini 'kan baru jam 8 pagi? Kenapa berisik sekali." Kesalnya.

Sunggyu beranjak bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke lantai bawah. Jadi, Sungjong. Anak itu. batin Sunggyu. "Sungjong-ah!" panggil Sunggyu. "H-hyung? Kau sudah bangun?" Tanya Sungjong kaget. "Sebenarnya belum, tapi kau sangat berisik jadi aku tidak bisa tidur." Keluh Sunggyu. "Eh? Benarkah? Mianghae, Hyung." Sesal Sungjong.

Sunggyu menghampiri Sungjong lalu mengacal pelan rambutnya. "Gwechanna. Apa yang kau lakukan pagi-pagi begini? Ini bahkan baru pukul 8." Tanya Sunggyu. "Ah! Aku menyiapkanmu sarapan, Hyung!" jawab Sungjong semangat. Mendengarnya Sunggyu tersenyum tulus, tapi kemudian ia menatap Sungjong bingung. "Tapi, kenapa pagi-pagi sekali, Jonggie?" tanyanya.

"Karena hari ini aku akan ke Seoul University, Hyung. Jangan bilang Hyung lupa." Tuduh Sungjong. "Ani. Hyung tidak lupa. Tapi, kenapa pagi sekali?"

"Aku tidak mau kalau sampai sana terlambat, Hyung." Jawab Sungjong. "Terlambat? Tapi, kau ke sana 'kan Cuma untuk menggurus administrasi Sungjong-ah. Kau tidak perlu takut terlambat." Jelas Sunggyu. "Tetap saja, hyung. Lagipula aku 'kan harus mengambil uang dulu di Bank."

"Kalau begitu Hyung temani saja. Bahaya Kalau mau mengambil uang ke Bank. Di luar sana banyak sekali penjahat kau tahu? Jadi, Hyung akan menemanimu." Jelas Sunggyu. "Tapi, Hyung 'kan sudah janji akan membiarkan ku pergi sendiri kan Hyung?" protes Sungjong. "Ani! Janji dibatalkan. Hyung mandi dulu setelah itu kita sarapan dan berangkat." Perintah Sunggyu. "Hyung Menyebalkan!" kesal Sungjong.

Sunggyu dan Sungjong menyantap sarapan mereka dalam diam. Sampai suara ponsel salah satu dari mereka berbunyi. "Mianhae. Ini milikku Hyung." Sungjong segera membuka ponselnya dan menemukan pesan singkat di sana.

From : Dongwoo Hyung

To : Sungjong

Sungjong-ah, kau dimana? Aku sudah membuka E-mailmu. Benarkah kau berhasil diterima di Seoul University? Itu Luar biasa! Aku tidak sabar bertemu dengan mu disana. Ngomong-ngomong apa kau sudah menggurus administrasi disana? Hyung hari ini ada urusan disana. Karena itu jika kau kesana, mungkin kita bisa bertemu dan membicarakan ini disana. Bagaimana?

Sungjong tertawa kecil melihat isi pesan yang dikirimkan oleh Dongwoo Hyung padanya. "Hyung, kau yakin ingin mengantar ku? Tidak apa tidak bekerja?" Tanya Sungjong. "Gwechanna. Waeyo?" Tanya Sunggyu. "Tidak apa. Hanya Saja Dongwoo Hyung mengatakan ia bisa membantuku soal pengurusan segala sesuatu disana, hyung. Jadi, seandainya hyung tidak menemaniku juga tidak apa-apa hyung." Jelas Sungjong.

"Dongwoo? Siapa itu?" Tanya Sunggyu. "Ah, aku lupa menceritakannya pada Hyung ya? Aku bertemu dengannya di café tempat Hyung bekerja. Waktu itu aku menunggu Hyung di café untuk pulang bersama. Dan, aku lupa membawa uang, hyung. Padahal saat itu aku sedang kelaparan. Tapi, café hyung sangat ramai saat itu. jadi, aku tidak berani masuk hyung. Tapi, untunglah ada Dongwoo Hyung. Entah bagaimana dia tahu aku sedang kelaparan lalu mengajakku masuk dan makan disana Hyung. Aku rasa karena café sedang ramai Hyung jadi tidak menyadarinya." Jelas Sungjong. "Dan, aku tetap berkomunikasi dengan Dongwoo hyung lewat E-mail baru akhir-akhir ini saja kami bertukar nomor ponsel." Lanjutnya.

"Oh. Begitu." Komentar Sunggyu. "Jadi? Apa aku boleh pergi sendiri?" Tanya Sungjong lagi. "Tetap tidak." Jawab Sunggyu kekeh. Melihat hal itu, Sungjong memberikan Hyung satu-satunya itu, puppy eyes handalannya. "Baiklah, Hyung hanya akan menemanimu ke Bank saja. Selebihnya kau boleh pergi dengan Dongwoo itu." Sunggyu akhirnya menggalah juga.

Mendengar hal itu, Senyum Sungjong semakin melebar. "Gomawo, Hyung! Youre the best!" ujar Sungjong sambil memberikkan Hyungnya dua jempol. Sunggyu tertawa kecil melihat kelakuan Sungjong. Sungjong meraih ponselnya, lalu mengetikkan balasan untuk Dongwoo Hyung.

From : Sungjong

To : Dongwoo Hyung

Hyung akan ke Seoul University hari ini? Hyung tidak bohong, kan? Hari ini aku akan menggurus segala keperluannya. Kau ini kita bertemu di mana Hyung? Kebetulan aku juga merindukan mu Hyung. Hehehe.. :P

Sungjong langsung menekan tombol 'Send' pada ponselnya. Dan, tak beberapa lama muncul 'Success' tertera pada layar ponselnya. Sungjong kembali memasukkan ponselnya kedalam tasnya. "Hyung, sudah selesai? Cepat sekali." Tanya Sungjong. "Bukan Hyung yang cepat tapi kau yang lama. Kau terlalu focus pada ponselmu itu. sekarang cepat makan, setelah itu susul Hyung kedepan, ne?" Sungjong mengangukkan kepalanya. Mengiyakan perintah Sunggyu.

Sungjong sedang meletakkan piring kotor , saat suara ponselnya kembali berbunyi. Sungjong membersihkan tanganya terlebih dahulu kemudian membuka pesan yang masuk ke ponselnya.

From : Dongwoo Hyung

To : Sungjong

Iya, mana mungkin Hyung bohong padamu. Bagaimana kalau kita bertemu di café dekat Seoul University, apa kau tahu 'Infinite Café'? kita bertemu disana saja dulu. Kita menggobrol setelah itu baru kita ke University. Hyung juga merindukan Dongsaeng hyung ini. :D

Sungjong tertawa kecil membaca pesan dari Dongwoo. Dengan cepat dia mengetikkan balasan kepada Dongwoo.

From : Sungjong

To : Dongwoo Hyung

Baiklah. Infinite Café? Aku tidak pernah kesana Hyung. T.T tapi, aku yakin Hyungku tahu tempatnya jadi kau tidak usah khawatir Hyung. Ngomong-ngomong, sekarang aku dan Hyungku sedang dalam perjalanan kesana hyung. Jangan sampai terlambat ya? Arraseo?

Sungjong kembali menekan tombol 'Send' lalu lansung memasukkan ponselnya kedalam tas. Dia tidak ingin membuat Hyungnya menunggu lama.

"Kau lama sekali." Ujar Sunggyu. "Mian, Hyung. Ayo, kita jalan Sekarang!" Sungjong dan Sunggyu tidak mempunyai kendaraan pribadi, karena itu mereka menggunakan bus untuk menuju Bank di Gwangju.

Gwangju Bank

Sungjong duduk sambil memperhatikan Hyungnya yang sedang menggurus uang di Bank itu. sejujurnya, Sungjong sama sekali tidak mengerti soal hal-hal yang berhubungan dengan Bank. Karena Hyung nya selalu bersikeras untuk menggurus soal ini sendirian.

Sungjong mencek Handphone nya dan benar saja ternyata Dongwoo Hyung sudah kembali membalasnya.

From : Dongwoo Hyung

To : Sungjong

Baiklah, Hyung mengerti. Hyung juga sedang dalam perjalanan kesana, tapi sedang terjebak macet. Kalau begitu sampai nanti ne.

Sungjong baru saja hendak membalas pesan Dongwoo Hyung saat dilihat Hyungnya sudah kembali. "Sudah beres, sekarang ayo kita ke Seoul University. Surgamu." Goda Sunggyu.

"Hyung berlebihan." Ujar Sungjong. Sunggyu tertawa kecil lalu mengajak Sungjong menuju ke Station kereta. "Kau tunggu sini, ne? Hyung mau membeli karcis dulu. Jangan kemana-mana, arraseo?"

Sungjong mengangguk kecil. Hyung ini kadang-kadang memperlakukan ku seperti anak kecil saja. Aku 'kan sudah 18 tahun, apa Hyung lupa? Batin Sungjong. "Nah, ayo kita kesana!" ajak Sunggyu. "Cepat sekali, Hyung." Jawab Sungjong. "Ne. antrian karcis sedang sepi. Entahlah. Tapi, itu hal yang bagus bukan?" Tanya Sunggyu. "Tentu saja." Jawab Sungjong semangat.

Sungjong POV

Selama perjalanan ke Seoul. Banyak sekali hal yang kupikirkan. Bagaimana Gedung Universitas itu jika dilihat langsung? Bagaimana staf-staf yang bekerja disana? Dan, apakah Dosen-dosennya menyebalkan dan galak? Sistem pembelajarannya?

Yah, membaca secara online dan melihat langsung tentu dua hal yang berbeda, bukan? Karena itu aku benar-benar penasaran saat ini. Kemudian, aku ingat kalau Dongwoo Hyung ingin bertemu denganku di Infinte café, walau aku sendiri tidak tahu dimana itu.

"Sunggyu hyung." Panggilku. "Ne?" jawabnya. "Apa Hyung tahu Infinite Café?" tanyaku. "Ya, memang kenapa?" "Jinjja? Antarkan aku kesana ya Hyung! Dongwoo Hyung ingin bertemu denganku disana." Jelasku. Sunggyu Hyung menganguk singkat. "Tidak masalah."

Yes! Aku akan menikmati hari ini! Seoul Aku datang!

To Be Continue

Author Note

Ini Chapter pertama akhirnya kelar juga. Fiuh! Gimana menurut kalian? Gaje kah?

Tapi, yang jelas Athor harap ini gak terlalu mengecewakan. Dan, mianhae kalau masih pendek, kan baru chapter 1.. *alibi*

Gomawoo bagi yang sudah review.. m(_._)m *bow*

So, RnR?

~Fujoshi97~