Author: DaisyDaisuki
Title: Watashitachi no Nikki (
私たちの日記 –Our Diary)
Genre: BL, Shonen-ai, School life, Romance
Rating: T/PG-16
Fandom: Visual Kei
Pairing: Kai x Ruki, Reita x Ruki, Reita x OC
Chapter : 2/?
Cast: the GazettE

Enjoy~

.

.

.

'DRRT DRRT'

Ruki membuka matanya saat merasakan getaran kecil di bantalnya. Ia meraih ponsel putih miliknya lalu membuka lock-nya.


From: PiKAIcchu~
Su : -

Tadi pulang dengan siapa? Kehujanan?


To:PiKAIcchu~

Su : re: -

Aku pulang sendiri. Aku pinjam payung sekolah, kau tidak perlu khawtir istirahatlah sampai sembuh. Daisuki


Ruki menatap nama Kai yang tertera di LCD-nya. Ia merasa bersalah harus membohongi kekasihnya itu. Namun semua ini juga demi kebaikan Kai dan dirinya sendiri. Setelah email itu Kai tidak lagi membalasnya. Seperti yang Ruki duga.

Akhir-akhir ini Kai jarang memperhatikannya kecuali ketika bertemu langsung. Bahkan Kai sendiri yang meminta untuk tidak bertemu terlalu sering. Dalam hati kecilnya Ruki sempat curiga, berkali-kali ia sakit hati namun Ruki selalu enggan untuk berpisah dengan Kai. Padahal entah sudah berapa kali Kai meminta putus namun pada akhirnya mengajak kembali lagi. Ruki memang lelah dengan hubungan seperti itu. Namun ia memiliki alasan yang kuat untuk tidak meninggalkan Kai sendirian.

.

.

.

Kai lahir dari sebuah keluarga yang hancur. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Kedua kakaknya sudah menikah dan hidup sendiri-sendiri. Adik perempuannya yang masih SMP memutuskan untuk bersekolah di asrama karena tidak tahan dengan Ayahnya sendiri.

Yah… Semua ini memang berawal dari Ayah Kai. Beliau orangnya terlalu menuntut namun tidak dapat mengurus keluarga dengan baik. Uang yang ia dapat dari hasil bekerja hampir 70%-nya digunakan untuk diri sendiri. Sedangkan sisanya baru diberikan kepada keluarga. Andaikan Ibu Kai tidak bekerja, Kai tidak akan bisa bersekolah di Tohou Gakuen.

Aku tidak ingin Kai merasakan kesepian. Aku tidak bisa meninggalkannya ketika ia tidak sadar bahwa ia tidak bisa hidup sendiri. Aku tidak bisa berhenti menjadi pilarnya karena akulah harapannya. Aku tidak perduli sudah berapa kali Kai dekat dengan perempuan lain. Memang susah memiliki pacar seorang lelaki sepertiku. Karena itu aku memakluminya.

Uruha, ialah yang tidak pernah terima dengan kelakuan Kai di saat ia berulah. Namun Uruha juga tidak membenci Kai. Justru dekat dengan Kai dan terkadang menjadi orang pertama yang dicurhati Kai di saat kami bertengkar.

Akhir-akhir ini Kai berubah.. Dia jarang memperhatikanku. Bahkan ia tidak pernah tahu kalau aku sering sakit. Temperamenya mudah berubah, moodnya juga demikian. Aku bingung harus berbuat apa tentangnya. Aku mencoba mengerti segala tentang Kai. Tapi yang kulakukan justru sebaliknya. Aku selalu membuat Kai marah.

Sekian.

.

.

.

Ruki menutup buku lusuh itu dan menyimpannya di tempat yang biasanya. Tetapi ia tidak langsung tidur seperti malam-malam sebelumnya. Ia merogoh sakunya, mengambil gelang dengan bandul berbentuk kunci-kunci palsu yang menyembunyikan satu kunci asli.

"Tidak apa-apa 'kan?.. Hanya malam ini." Bisiknya cengderung pada diri sendiri.

Ia meraih sebuah kotak celengan berwarna merah dari laci teratasnya. Ruki membuka gembok kecil dengan kunci yang menjadi bandul gelangnya. Gelang yang tidak pernah ia pakai di depan Kai namun selalu ia bawa setiap hari.

Di dalam celengan itu terdapat beberapa lembar foto kecil. Di situlah Ruki mengunci perasaanya pada Reita. Foto Reita yang Uruha ambil ketika masih kelas satu dulu, foto Reita dan dirinya yang diambil candid dari belakang, dan beberapa foto lain yang memuat gambar orang yang sama: Reita.

Namun diantara semua foto itu, ada sebuah foto yang paling mencolok. Foto Reita yang ia gunting dari buku kenangan SD-nya. Ruki tersenyum getir. Awalnya Reita menyukai Rina, sahabat kecilnya. Namun sekarang justru ialah yang jatuh cinta pada Reita.

'DRRT DRRT'

Lagi-lagi ponselnya bergetar. Ruki menoleh, mengamati kedipan color ID yang menyala hijau-kuning. Color ID milik Kai berwarna biru-putih sedangkan milik Uruha hijau-putih. Ruki hanya memasang color ID untuk orang-orang spesialnya.


From : Reita
Su :
\(*`∧´)/

Hei tanggung jawab! Aku sakit karena mengantarmu pulang! Kehujanan nih!


Ruki terbelalak kaget. Dengan panik ia langsung mengetik balasannya.


To : Reita
Su : Re :
\(*`∧´)/

U, uwaaaa gomenasaaaaai ;;_;;


Huu tanggung jawab~ Kau harus mencarikanku DVD Rurouni Kenshin Live Act!

Kenapa harus ituuuu? Aku kan juga mauu!

Pokoknya! =3=

Fine =A= akan kucarikan demimu!

AH, jangan lupa traktiran pancake yaa~ Jaaa (^ O ^) /


Ruki tersenyum. Ia merasa rugi sudah panik tadi. Ternyata Reita hanya menggodanya. Sepertinya malam ini Ruki akan tidur nyenyak. Karena baru beberapa menit setelah mood-nya down, Reita sudah menghiburnya seperti ini.

'Oyasumi, my mood booster'

.

.

.

Hari ini adalah hari Minggu. Hari Minggu ini Ruki gunakan untuk mencari DVD yang diinginkan Reita. Ia meminta Kai menemaninya dengan alasan mencari DVD untuk Uruha. Dan tepat pukul sembilan pagi Kai sudah menunggu di depan rumah Ruki dengan motor merahnya.

"Okaa-san, Ittekimasu!" pamit Ruki yang dijawab dengan teriakan 'iterasshai' dari ibunya.

"Maaf, menunggu lama ya?..." tanya Ruki khawatir.

"Hmh… Tidak apa-apa, ayo naik." Jawab Kai sedikit dingin.

Ruki terdiam. Sepertinya mood Kai pagi ini sedang buruk. Tidak ingin membuatnya lebih buruk lagi, Ruki pun naik ke atas motor Kai dan membiarkan benda itu membawa mereka menuju Shibuya.

.

.

.

Ruki sibuk mencari DVD yang dimaksud sementara Kai hanya berdiri bersandar pada tembok sambil sesekali melirik Ruki. Ada sesuatu yang janggal. Pandangan mata Kai seperti merasa bersalah. Pemuda itu datang mendekati Ruki yang sedang berusaha mengambil DVD yang jauh di atasnya.

"Ini. Katakan saja kalau kau butuh bantuan, Ru.." ucap Kai memberikan DVD Rurouni Kenshin ke tangan Ruki.

"Arigato, Kai." Balas Ruki tersenyum lembut.

Karena barang yang ia inginkan sudah sampai, Ruki pun membawanya ke kasir untuk dibayar. Kai yang daritadi hanya berjalan di belakangnya mulai mensejajarkan langkahnya dan menggegam tangan Ruki erat.

"Maaf tadi pagi aku bad mood." Ucap Kai tersenyum .

"Un! Wakatta." Balas Ruki sembari memberikan beberapa lembar uang pada petugas kasir.

Kai mengajak Ruki ke beberapa tempat. Ke butik, ke toko buku, bahkan ke pet shop sekalipun. Intinya hari ini mereka bersenang-senang layaknya pasangan normal lainnya. Tapi tentu saja, di mata masyarakat sekitar menganggap Ruki dan Kai adalah pasangan kakak-beradik yang menghabiskan waktu bersama.

"Kau senang hari ini?" tanya Kai setelah menyeruput habis milk shake vanilla-nya.

"Ya! Aku sangat menikmati hari ini. Terima kasih, Kai." Jawab Ruki tersenyum lebar. Kai terkekeh, mengangkat tangannya sehingga ia bisa menyentuh pipi kiri Ruki.

"Ada bekas cake di pipimu." Jelasnya.

'BLUSH'

"A, arigato…"

Ruki menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah karena Kai. Saat ini mereka sedang singgah di salah satu toko kue yang cukup terkenal di Shibuya. Kai yang suka makanan manis memesan milk shake vanilla dan oreo cheesecake yang sudah habis duluan. Sementara Ruki memesan cherry cake yang menjadi menu andalan toko ini.

"Setelah ini ayo kita pulang, aku tidak ingin kau sakit karena terlalu capek." Usul Kai berdiri dari kursinya.

Ruki mengangguk mengerti seraya menyuapkan potongan cake terakhirnya. Dengan agak terburu-buru ia meminum habis Es kopi lalu menyusul Kai yang sudah keluar toko duluan. Ruki dengan suka cita menggandeng tangan yang bersenandung kecil. Hari ini memang tidak terlalu buruk. Setidaknya ia bisa melupakan Reita untuk sejenak.

'DEG'

Mata Ruki membulat sempurna. Di antara kerumunan yang padat itu Ruki menangkap sosok yang sangat ia kenal. Sosok berambut pirang yang kali ini tampil tanpa noseband yang menutupi hidungnya. Genggaman di tangannya mengerat. Ruki menoleh, mendapati wajah Kai mengeras.

Ruki takut, takut jika terjadi sesuatu di antara dua orang yang ia cintai. Namun Ruki salah. Pandangan Kai tidak terarah pada Reita, melainkan pada sosok gadis muda yang Reita gandeng. Gadis yang Ruki tahu adalah pacar Reita, siswi Cattleya Academy.

"A, Ai…" panggil Kai pada gadis itu.

Gadis yang dipanggil 'Ai' itu menatap Kai kaget, tidak menyangka ia akan bertemu dengannya di sini. Namun ketika pandangan itu beralih pada Ruki, ia tampak ketakutan. Terlihat dari bibirnya yang bergetar kecil.

"Kau… Dengan Reita?.." tanya Kai tidak percaya.

"Ai, kau kenal dengannya?" sambung Reita.

"I,iya.. Kai pernah berpacaran denganku. Tapi itu dulu, Rei.. Dulu.." jawab Ai menatap Reita.

"Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu." Pamit Kai memberi senyum mautnya.

Ai dan Reita mengangguk lalu melanjutkan perjalanan mereka, begitu juga dengan Ruki dan Kai. Ruki melirik ke belakang, ke arah punggung lebar Reita. Bohong bila ia tidak sakit hati melihat Reita menggandeng oleh seorang wanita. Tetapi siapa ia bagi Reita? Ia tidak lebih dari sekedar teman. Ketika Ruki berhenti melirik, secara kebetulan Reita menatap punggung Ruki yang menjauh dengan pandangan yang tak dapat diartikan.

'Tapi rasanya… Aku pernah mendengar nama itu… Ai…'

'DEG'

"K, Kai… Ai… Apa dia Ai Kuronuma?.." tanya Ruki. Genggaman di tangan Kai mengerat seiring dengan pertanyaan itu meluncur dari bibir berisinya.

Kai menggigit bibir. Padahal dalam hati ia sudah bertekad untuk tidak membiarkan Ruki mengingat kesalahan bodohnya dulu. Kai mengangguk tanpa berani menatap balik Ruki. Ruki menunduk sejenak untuk menangkan hatinya. Ia lalu mengangkat kepalanya, memberikan senyuman terbaiknya pada Kai.

"Sudahlah, itu masa lalu. Saat ini hanya ada aku… dan kamu.." ucap Ruki tanpa melepas senyumnya.

Kai terhenyuh. Matanya terbelalak mendengar penuturan Ruki. Jika mereka tidak sedang berada di tengah kerumunan orang, saat ini Kai pasti akan menangis terharu. Menangisi ketegaran Ruki dalam menghadapi segala sikap dan kesalahannya. Ruki selalu kuat. Selalu bisa memaafkan Kai apapun kesalah pemuda itu.

"Aku berjanji akan mencintaimu selamanya, Ruki.." bisik Kai merangkul Ruki hangat.

"Aku juga, aku akan mencintaimu selamanya, Kai…" balas Ruki.

.

.

.

TBC