"Aku tak membutuhkan ini" ujar Kyuhyun saat mengemas buku-bukunya. Ia memilah beberapa buku digudang yang masih bisa ia pergunakan. Gudang keluarga Kim yang awalnya rapi tersusun, sekarang mulai berantakan oleh Kyuhyun.
Kyuhyun menarik satu buah kardus berukuran sedang dan membukanya "Penelitian Ilmiah, Cultural Communication, Sains and Information_"ucapnya saat satu persatu buku didalam kardus tersebut ia keluarkan.
"Kenapa semua bukunya begini? Aigoo.. apa hanya ini buku yang eomma koleksi?" monolognya kesal. Kyuhyun mendesah pelan. Percuma baginya mengobrak-abrik isi gudang yang berisi koleksi ibunya, tetapi apa? Tak ada satu buku yang sesuai untuknya.
Kring…Kring..
"Eh?" Kyuhyun tersentak saat nada nyaring dari telepon rumahnya berbunyi. Tak diperdulikannya lagi tumpukan kardus-kardus yang berantakan digudangnya.
"Yeoboseyo.. Kediaman Kim Heechul disini" jawab Kyuhyun dengan ramahnya.
"Ne?" tambahnya dengan raut yang sulit diartikan.
.
.
The Girl Who Leapt Time
.
Pair : BumKyu, Suju Others, Yunho
Warning : Time traveller, Others, kagak suka lansung close aja!
Happy reading!
.
.
Kyuhyun berlari sepanjang koridor disisi rumah sakit menuju ruang UGD. Nafasnya tersengal lelah saat jejaknya terhenti ditempat yang ia cari. Walau dengan nafas yang masih memburu, Kyuhyun tetap menghampiri seorang uisa yang keluar dari ruang tersebut.
"Hah,,hah,, saya Kim Kyuhyun..Hah.." ucapnya terbata-bata.
"Keluarga Kim Heechul?" Tanya seorang uisa yang juga keluar dari ruang tersebut. Kyuhyun mengangguk cepat dengan raut yang tak kalah khawatir dari sebelumnya. Ia takut, sungguh sangat takut akan keadaan ibunya sekarang. Apakah dia baik-baik saja? Atau dia dalam masalah? Segala kemungkinan, terus berkecamuk didalam batinnya.
"Luka luarnya tidak terlalu banyak, mungkin membutuhkan waktu 2 minggu untuk masa pemulihannya~" Kyuhyun tampak lega dengan penjelasan usia tersebut. Terlihat dengan ia tengah mengelus dadanya senang. Namun…
"Tetapi, mungkin dampak dari benturan keras dikepala itu yang membuatnya tidak sadarkan diri" sambungnya kembali. Kyuhyun tercengang. Sebegitu parahkah kondisi ibunya, hingga ia tak sadarkan diri?Ia tak mau lagi mendengar apapun penjelasan dari uisa. Sepanjang apapun uisa menjelaskan, toh ibunya tetap tak sadarkan diri pula.
Kyuhyun menepis pundak uisa yang masih memberikannya penjelasan. Jiwanya hancur seketika. Beginikah? Apa ia akan tinggal sendiri? Semua kemungkinan yang buruk selalu ia perhitungkan. Ia terlalu takut membayangkannya hingga liquid bening yang terkukung dimaniknya lepas sudah.
Dibukanya knop pintu tempat terbaringnya Heechul. Rautnya sudah semakin kacau saat potret Heechul tergambar jelas dihadapannya. Kyuhyun kembali menangis dalam diam. Langkahnya semakin gontai untuk mendekati ranjang ibunya. Sesekali ia menyeka air mata yang masih membasahi pipinya. Sekuat hati ia berteriak bila Heechul hanya terlelap, dan dewa kematian tak akan pernah berminat tuk mengajak ibunya pergi.
Seorang suster yang masih berdiri disisi kanan Heechul dan tengah memeriksanya, menunduk memberi salam saat mengetahui keberadaan Kyuhyun. Walau masih bersedih, Kyuhyun membalas salamnya dengan senyum tipisnya. " Ny. Kim Heechul harus segera dipindahkan ke ruang ICU, dan mohon untuk keluarga segera mengurus administrasinya.." tuturnya dan berlalu pergi setelah memberi salam kembali.
Kyuhyun kembali terisak memandang ibunya. "Eomma" panggilnya seraya menggoyang lengan Heechul. Tak ada jawaban yang ia dapat. Kyuhyun kembali memanggil ibunya_namun hasilnya tetap sama!
.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
.
Kyuhyun duduk termenung diruang tunggu rumah sakit. Disenderkannya punggungnya pada dinding rumah sakit, masih dengan bekas tangis yang mengering dipipinya. Kyuhyun masih mengenakan seragam sekolahnya. Ok, mungkin semua orang bertanya mengapa demikian? Ayolah, ia hanya ingin menikmati hari terakhirnya sebagai seorang siswa_namun? Ya, kebahagian itu hanya singkat setelah kabar akan kecelakaan ibunya.
Ia menunduk, dengan sedikit menekuk lututnya. Sebuah cup kecil yang berisi kopi hangat terjulur dihadapannya. Yeoja manis itu mendongak, melihat siapa gerangan yang memberinya kopi hangat. Seorang namja, ya.. seorang namja yang tengah tersenyum manis padanya… dan Kyuhyun mengenalnya. Jung Yunho, teman dari Kim Heechul ibunya.
"Seorang gadis tak pantas menekukkan lututnya saat memakai rok" ucapnya. Kyuhyun lansung menjulurkan kakinya dan kembali menunduk.
"Kau kurang tidur? Benarkan?" goda Yunho. Ia beralih duduk disamping Kyuhyun dan meletakkan cup kopi, disamping yeoja tersebut. "Aku baik-baik saja" jawab Kyuhyun.
"Bila eommamu bangun dan melihatmu sakit, Chullie pasti akan sedih" tutur nya seraya menasehati.
'Kejadian ini terjadi pada 35 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 3 juli 1978 didaerah Incheon..' Yunho mendongak, menatap layar televise yang memang disediakan pihak rumah sakit diruang tunggu tersebut. Ia tersenyum samar saat melihatnya.
"Kau tau Kyunnie?" tanyanya, namun Kyuhyun tak menjawab.
"35 tahun yang lalu pada hari ini, aku juga turut ikut dalam demonstrasi itu" tambahnya seraya telunjuknya mengarah pada layar kaca tersebut. Terlihat beberapa tayangan flashback, bentroknya antara mahasiswa dan juga para oknum pembela Negara.
Kyuhyun mendongak, ikut memandang penayangan 'Memories 35 tahun yang lalu'. Kyuhyun tau akan sejarah berdarah tersebut. Peristiwa besar yang banyak memakan jiwa-jiwa pemuda yang tak bersalah. 35 tahun yang lalu, waktu dimana terjadi perang dingin antara Korea utara dan Selatan. Negara selalu mewaspadai akan pergerakan KoRut, hingga Negara meletakkan bagian intelijen kedalam kehidupan masyarakat dan rakyat semakin sulit dalam menjalani kehidupannya. Masyarakat merasa semakin terkekang, melihat pihak oknum yang menyalahgunakan tugasnya sebagai pelindung rakyat. Namun apa? Sedikit langkah yang menurut mereka aneh dan beranggapan sebagai penyusup dari KoRut, mereka tak segan menegurnya dengan kekerasan. Hal inilah yang membuat banyak mahasiswa gerah dan terjadi pemberontakan antara mahasiswa dan juga oknum Negara tersebut.
"Kami terus membela hak kami sebagai warga Negara, tapi apa yang kami dapat? Genjatan senjata dari mereka yang terus menghajar kami tanpa lelah. Banyak teman-temanku yang tewas dalam peristiwa tersebut. Dan aku hampir menjadi bagian mereka, bila dia tak menyelamatkanku.."
"dia?"
"Aku tak begitu ingat dengan wajahnya, tetapi dia telah menolong hidupku" Kyuhyun sedikit tersenyum dan menunduk.
"Chullie juga ada dalam peristiwa tersebut, dan ia berhasil melewatinya. Dan aku yakin, Chullie juga akan mampu melewati semua ini" ucap Yunho. Ia mengusap pundak Kyuhyun pelan, guna memberi rasa nyaman padanya. Kyuhyun gemetar, seperti menahan tangisnya dan berkata, "Terima kasih, ahjussi"
.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
.
"Aku pulang" salam Kyuhyun saat memasuki rumahnya. Bunyi lonceng yang menggantung dipintu utamanya berbunyi nyaring menyambut kedatangannya. Kyuhyun tersenyum pahit, masih diteras. Tak ada lagi sambutan hangat dari ibunya yang selalu pulang terlebih dahulu darinya. Senyum hangat khas seorang ibu ataupun perhatiannya, Kyuhyun rindu akan itu. Ia menangis terpaku disana. Tak dapat lagi ia bersikap sok kuat seperti halnya dirumah sakit. Pipinya nan mulus sudah basah oleh liquid beningnya. Kyuhyun terduduk, terisak dalam tangisnya kembali.
"Eomma.."panggilnya.
"Eomma.."panggilnya kembali.
"Eommaaa…" histerisnya.
"Ne Kyunnie?" jawab Heechul. Kyuhyun mendongak, dan berhenti menangis. Dilihatnya Heechul berdiri dihadapannya dengan mengenakan apron bunga-bunga dan juga spatula dalam genggamannya. Ia tersenyum lembut menatap Kyuhyun. "Eomma memasak makanan enak untukmu, Cha" tuturnya. Kyuhyun membalas senyum Heechul dan mencoba mengikuti langkah Heechul yang perlahan meninggalkannya.
Langkahnya terhenti, saat dilihatnya sosok lain bersama Heechul. Potret diri yang jelas ia ketahui, dirinya!
"Waww.. Sup Kimchi! Machita!" girang Kyuhyun dalam penglihatannya. Heechul tertawa dan memeluk Kyuhyun sayang, dan begitupun yeoja manis itu.
"Eomma.." lirih Kyuhyun yang sedih melihat dirinya sendiri bersama Heechul. Heechul dan juga Kyuhyun duplicatenya menoleh, dan…
Blush!
Diri mereka berdua hilang dalam pandangannya. Kyuhyun tersenyum kecut, menyadari bila yang ia lihat adalah fartamorgana dari kerinduannya belaka. Ia tak tahan lagi. Ia melangkah menuju kamarnya dan juga ibunya, mengemasi sedikit pakaian teruntuknya saat menunggu Heechul dirumah sakit. Dilihatnya sebuah buku yang terletak dimeja belajarnya. Kyuhyun membelai buku tersebut, menelisik setiap halaman yang tertulis disana.
Ia tersentak, saat melihat selembar foto usang dimana potret dirinya dan juga Heechul terlukis disana. Kyuhyun tersenyum kecut kembali melihatnya. "Ini pasti appa yang memotretnya" monolognya
'Ne.. kadang-kadang eomma mendapat email darinya..'
Perkataan Heechul tempo hari, melintasi fikirannya. Kyuhyun bergegas mendekati komputernya dan membuka e-mail milik ibunya. Tak perlu waktu lama untuknya harus menebak password ibunya. Kyuhyun tau, ulang tahunnya lah yang menjadi kunci dari e-mail ibunya.
Ia terus menurun naikkan kursor mencari jejak e-mail ayahnya. Maniknya terus terfokus pada layar computer. Kyuhyun sedikit terbelalak, saat sebuah subjek 'Choi Siwon' ia dapatkan. Yeoja manis itu gamang untuk membuka e-mail dari ayahnya. Perlu waktu cukup lama untuk membuka e-mail dari Siwon.
Dari : Choi Siwon
Kepada : Kim Heechul
Selama empat bulan mulai kedepan, aku akan pergi ke pegunungan. Dan aku akan memfoto gunung bersalju. Choi Siwon.
Kyuhyun melihat kiriman terakhir yang Heechul tulis. Tak ada tanda bahwa ibunya pernah membalas e-mail dari Siwon. Dan dengan cepat, Kyuhyun membalas e-mail dari Siwon tanpa ragu.
Dari : Kim Kyuhyun
Kepada : Choi Siwon
Appa, ini aku Kyunnie. Saat ini, eomma berada dirumah sakit karena jatuh dari tangga.
Send…
.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
.
Menunggu dan menunggu, hal itulah yang kerap ia lakukan. Kyuhyun duduk termenung disamping ranjang Heechul. Sudah satu minggu, Yup.. sudah satu minggu Heechul masih enggan tuk membuka ada lagi kecerian dalam wajahnya. Kyuhyun hanya bisa murung, dan merenung menunggui kesadaran Heechul. Yeoja manis itu semakin tak bersemangat. Hari-harinya selalu saja ia habiskan bersama ibunya disini. Suram_itulah Kyuhyun kini.
"Eomma.." panggilnya namun tak ada jawaban.
"Eomma telah melewatkan ulang tahunku kemarin." Ia menahan air matanya dengan sedikit tersenyum sebagai penghibur. Kyuhyun meraih jemari Heechul dan mengusapnya sayang. "Dan eomma tau.. kini usiaku sudah 18 tahun hiks.."
Kyuhyun mengusap air matanya kasar dan kembali mengusap telapak tangan ibunya, "Dan sekarang aku sudah beranjak dewasa.. Hiks. Jadi tolong eomma, cepatlah sadar hiks" Ia tak dapat lagi menahan sedihnya. Dibenamkannya wajahnya pada tepi ranjang Heechul dan menangis sejadinya. Tangisnya pecah, sakit dengan keadaan Heechul sekarang.
"Kyu…" Oh God! Heechul sadar! Maniknya terbuka lemah, beradaptasi dengan kilau cahaya yang memasuki retinanya. Kyuhyun tersenyum bahagia. Ditautkannya kedua jemarinya pada jemari kanan Heechul dan sesekali menciuminya.
"Kyu.." panggil Heechul lemah.
"Ini aku eomma…" jawab Kyuhyun memburu.
"A..Aku harus pergi" Heechul berusaha melepaskan infus dipergelangan tangannya dan berusaha duduk. Kyuhyun tersentak, mengembalikan posisi Heechul untuk tidur manis.. namun Heechul tetap melawannya walau masih lemah.
"Anni.. eomma belum boleh bergerak.. aku akan memanggil uisa"
"Kyu.."
"Ne eomma"
"Aku harus bertemu dengannya"
"Eomma harus beristirahat dahulu..Eom~" Ucapan Kyuhyun terhenti saat cengkraman Heechul pada tangannya menguat.
"Shim Hankyung.. Eomma harus bertemu dengannya" Kyuhyun diam, menatap intens manik Heechul yang masih terlihat sayu.
"Foto dan kuncinya, ada ditas eomma" Kyuhyun bergegas menuju nakas disamping ranjang Heechul lalu menggeledah isi tas ibunya. Diperlihatkannya kedua benda yang dipinta Heechul, "Ini?" tanya Kyuhyun dan anggukan lemah dari Heechul sebagai jawabannya.
"Eom..eomma harus pergi Kyu.." ucap Heechul kembali.
"Anni.. eomma harus istirahat. Baiklah! Aku yang akan pergi! Biar aku yang pergi! Dimana dia?" ucapnya tegas. Heechul melemah, menatap manik kesungguhan dari Kyuhyun. Yeoja cantik itu tersenyum tipis lalu berkata" Di tahun 1976..April..pada hari selasa..Di sekolah menengah..Perpustakaan~"
Kyuhyun bengong mendengar penuturan Heechul. Benarkah yang ia dengar? Apa ibunya hanya mengigau? Tahun 1976? Yang benar saja… bagaimana yeoja manis tersebut untuk kesana? Aigoo.. memikirkannya saja sudah membuat Kyuhyun pusing 7 keliling.
"Tahun 1976?"
"Kunci meja laboraturium..Ada sebuah eliksir didalamnya..Kau bisa pergi kemasa lalu dengan itu..Minum dan ucapkan..Jika kau bertemu dengannya, katakan..perjanjiannya belum terhapus.."
"E..eomma. Ka..kau mengigau?"
"Baiklah, biar aku saja" jawab Heechul dan berusaha beranjak tuk duduk. Lagi-lagi Kyuhyun mencegahnya dan berkata tegas, "Arraseo! Aku akan pergi dan mengatakannya.. Tapi eomma harus diperiksa uisa terlebih dahulu!". Heechul tersenyum lembut dan mengangguk lemah.
.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
.
Kyuhyun menghela nafasnya berat dan kembali mengeratkan tali tas ranselnya. Ia berjalan membelah orang-orang yang tengah beraktivitas. Hatinya sudah mantap dengan diiringi langkahnya yang pasti. Kyuhyun terhenti didepan gedung tempat Heechul bekerja. Ia kembali menghela nafasnya berat, ragu dengan apa yang ia pilih. "Kyuhyun-ssi" panggil seorang ahjussi dengan seragam dinasnya. Kyuhyun menoleh, tersenyum ramah dan menunduk hormat.
"Saya kesini hanya ingin mengambil sesuatu yang eomma pinta, ahjussi" jawab Kyuhyun ramah. Ahjussi yang tak lain adalah seorang security hanya mengangguk dan membiarkan Kyuhyun berlalu.
Kyuhyun tiba didepan ruang kerja Heechul. Dirogohnya saku bajunya mengambil kunci ruang kerja Heechul. Yeoja manis tersebut memandang kesegala arah, mewaspadai dirinya sendiri yang tampak seperti pencuri. Kyuhyun menutup pintu kerjanya kembali, dan menguncinya dengan pelan. Ia berjalan pelan, berhati-hati tanpa menimbulkan suara disana dengan tetap sikap waspadanya.
Kyuhyun berjongkok saat tiba dilaci meja kerja ibunya. Ada 3 tingkat laci disana dan satu persatu Kyuhyun membukanya dan mencari barang yang Heechul katakan padanya beberapa waktu yang lalu. Ia terperangah dengan apa yang dilihatnya, ada satu toples uang logam kuno. Yeoja cantik itu baru mengerti sekarang, alasan mengapa Heechul yang hobi untuk mengumpulkan koin kuno. Diambilnya toples tersebut dan diamatinya dengan sungguh-sungguh. Berbagai koin dengan nilai yang berbeda tekumpul disana. Maniknya kembali menelisik isi laci Heechul, dan tertarik pada satu kotak persegi panjang berlapis kain bludur.
Dibukanya kotak persegi tersebut dan dilihatnya 2 tabung silinder kecil yang berisi cairan bening. Kyuhyun berfikir, apa ini yang ibunya maksud? Tanpa ragu lagi, Kyuhyun mengambil satu buah tabung dan sisanya ia taruh didalam tasnya.
Kyuhyun ragu untuk meminum cairan tersebut. Banyak pertimbangan yang membuatnya galau. Setelah dirasanya harus, Kyuhyun mengangguk pasti..memantapkan hatinya dan dengan perlahan ia meminum cairan tersebut.
"Eh?1976..Eh,April..Eh, Selasa..Eh, Perpustakaan" Kyuhyun mengucapkan apa yang Heechul katakan padanya tadi dengan menutup matanya takut. Ia membuka sebelah maniknya, memandang sekitar tempatnya. Ia tertawa geli dengan apa yang dilakukannya dan apa yang dilihatnya kini. Tempatnya masih seperti tadi tanpa ada satupun yang berubah. Dan juga, ia merasa geli dengan perbuatan konyol yang dilakukannya barusan. Kyuhyun fikir, Heechul pasti tengah mengigau dan dengan bodohnya ia menuruti gigauan ibunya.
"Apa aku bodoh? Apa yang barusan kulakukan? Ihihihi.." ucapnya geli. Ia duduk dibangku kerja ibunya dan kembali memandang ruang laboratorium. "Eomma.. eomma bercanda kan? Tidak mungkin diera modern kini, masih ada hal yang konyol seperti itu.. ini bukan fairy tale ihihihi" monolognya girang.
Namun... Kyuhyun terdiam seketika, tampak seperti berfikir. "Apa aku yang salah?" tambahnya kembali.
"19..1978 April..Benarkah?~ " fikirnya.
"Eh?" Kyuhyun tersontak dengan apa yang dilihatnya, semua tampat berputar. Ia melirik jam dipergelangan tangannya, dimana jarum-jarum jamnya yang bergerak mundur dengan cepatnya. Kyuhyun segera berdiri dan merasa yakin dengan fenomena yang dialaminya. Tanpa ragu lagi, ia kembali menyebutkan mantra yang harus diucapkannya. "1978 April! Pada hari Selasa di perpustakaan!" tuturnya lantang.
Semua terasa seakan bergetar dan berputar cepat. Kyuhyun berteriak dengan apa yang dirasanya. Saat sebuah lubang hitam mendekatinya, Kyuhyun kembali berteriak keras.. berusaha menghindar agar tak termakan, namun apa dayanya... larinya yang cepat tak mampu menandingi kecepatan lubang tersebut yang menghampirinya.
Penglihatannya kini berbeda, serangan angin topan mendekatinya. Kyuhyun berteriak keras kembali dan berusaha melarikan diri agar tak termakan oleh angin tersebut. Ia berlari, melewati jalan setapak dimana kedua sisi jalan tersebut hanyalah sebuah jurang. Angin topan tersebut terus memburunya. Kyuhyun tetap berlari kencang dengan berteriak. "AAAAAAAA...INI KONYOL! APA ARTI SEMUA INI!" Pekiknya histeris.
Banyak hal aneh yang tak dapat diterima logika menerpa Kyuhyun. Tsunami yang luar biasa tinggi airnya juga turut mengejarnya. Kyuhyun semakin histeris ketakutan,"WHOAAAAA! NOOOOOOOOOOOO!"
Kyuhyun semakin melotot sempurna saat didapatinya jalan buntu didepan matanya. Ditolehnya kebelakang dengan apa yang mengerjarnya. Tsunami dan terjangan angin topan masih mengejarnya dengan bringas. Kyuhyun menangis ketakutan masih dalam larinya. Ia terhenti diujung jalan dan membalikkan badannya. Ia melotot tajam, memandang mereka yang tengah mengejarnya.
"STOP!" Bentaknya dengan gaya ala Super Junior yang tengah memberi salam. Seolah mengerti dengan apa yang ia katakan, angin dan tsunami berhenti mengejarnya dan terdiam. "Kalian berdua boleh memakanku, tapi aku mohon... jangan buatku tersiksa ne.. jeballl" tuturnya melas. Mereka mulai bergerak mendekati Kyuhyun. Kyuhyun pasrah dengan memejamkan maniknya dan membentangkan kedua tangannya ala film titanic.
Disisi Lain..
Seorang namja berpakaian necis namun berparas tampan dengan kulitnya yang bersih seputih salju tengah mengemas beberapa buku dan memasukkannya kedalam tasnya. Beberapa tetes air, jatuh diatas meja tepat dihadapannya. Namja tampan itu bingung lalu memegang tetesan air tersebut.
"AAAAAAAAA..."
BRUKK...
"Aww.. sakit" ucapnya yang kini tengah tertelentang dilantai. Ia mengusap kepalanya yang mendarat terlebih dahulu kelantai. Namja tersebut terkejut, dengan apa yang menindihnya. Seorang yeoja yang tak sadarkan diri ada diatasnya. Ia berusaha bangun, memindahkan yeoja tersebut yang tak lain adalah Kyuhyun ke lantai sisi kirinya.
"Di..dia jatuh dari atas?" monolognya. Dipandangnya Kyuhyun dari atas kebawah dan juga sebaliknya. Heii..Ia bukan namja mesum. Ia hanya heran dengan gaya penampilan Kyuhyun yang jelas sungguh berbeda dengan zamannya kini.
Ditepuknya pelan kedua pipi Kyuhyun guna membangunkannya, "Heii kau.. Bangunlah!"
Kyuhyun sadar dan menjawab, "Heii.." tetapi ia kembali tak sadarkan diri. Namja tersebut hanya diam dan memandang Kyuhyun penasaran. "Bagaimana ia bisa jatuh? Tak ada tanda-tanda kerusakan disini" monolognya dan menelisik bagian plafon diatasnya.
.
.
TBC
Nah loh? Kok bisa kek gitu? Aigoo, Kyunnie baboo. Kau melompat 2 tahun dari targetmu. Apa bisa kau bertemu dengan namja misterius itu? 1978 tuh kan tahun terjadinya bentrok mahasiswa itu, Kyuhyun ikut terlibat gak ya? Ihihihi...
Ok! Amore akui ini gila! Storynya sungguh membuat pusing kepala... Amore aja pusing ngebacanya ihihihi. Tetapi amore menikmatinya :D Amore terhibur melihat review kalian yang sangat..sangat.. welcome ama ni efef. Dan BumKyu moment bakal ada di chap berikut...
Akhir kata, "Gomawo" dan jangan lupa review ne ehehehe
