Chapter 2
.
.
Loving U
.
.
Everytime I see your laugh, you make me happy.
Everytime I see your tears, you make me sad.
Everytime I see your eyes, you make me believe that definition of Everything his you.
.
.
Jungkook menghela nafasnya kasar, ini sudah yang ke 5 kalinya dalam 3 menit terakhir. Perasaannya benar-benar campur aduk sekarang, bagaimana tidak? sejak kemarin harinya benar-benar sial. Dia tidak jadi berkencan, Taehyung sakit yang membuatnya harus menginap, waktu tidurnya berkurang karena menonton film bersama, bangun kesiangan dan terlambat kesekolah. Saat barusaja sampai di gerbang sekolah, mereka langsung diseret ke ruang konseling. Jungkook benar-benar merasa malu karena ini pertama kalinya dia melanggar aturan sekolahnya, dia hanya terus menunduk takut saat guru konselingnya memberikan ceramah. Berbanding terbalik dengan Taehyung yang terlihat santai bahkan menguap lebar saat Lee saem berbicara.
Jungkook mendengus kesal, taehyung hanya meliriknya lalu terkekeh kecil
"Maaf, ini pasti pertama kalinya kau terlambat" ucap taehyung tulus, onix tajamnya memperhatikan kepala jungkook yang tertunduk, ada rasa sedikit bersalah di hatinya.
"Biar aku yang mengerjakan sisanya" lanjutnya sambil menyentuh bahu jungkook lembut. Mata itu menatapnya lesu, Taehyung seratus persen yakin jungkook belum pernah mengepel aula sebesar ini.
"Tapi kau akan kelelahan jika mengerjakannya sendiri" sahut jungkook, mata bulatnya membuat taehyung seakan tertelan dalam dunia jungkook. Taehyung mengangkat bahunya ringan,
"Aku sudah sering melakukan ini, jadi biasa saja bagiku" ucapnya enteng lalu mulai melanjutkan pekerjaannya. Baru saja jungkook ingin melanjutkan acara mengepelnya namun taehyung lebih dulu merebut 'alat pel'nya lalu memandangnya tajam
"Sudah kubilang biar aku yang melanjutkannya" ujarnya, pandangannya melembut lalu tersenyum jahil
"Jika kau tidak mendengarkanku, aku akan menciummu.. Disini" ucapnya penuh penekanan.
Jungkook mendelik, Taehyung pasti benar-benar sudah gila pikirnya. Ciuman? Disini? yang benar saja. Jungkook melipat tangannya didepan dada, memandang taehyung tajam
"Yasudah kerjakan saja sendiri" ucapnya lalu berjalan menjauh dan duduk disalah satu bangku dipinggir ruangan
Taehyung hanya terkekeh melihatnya, baginya jungkook tetap cantik dalam keadaan apapun.
.
.
Jungkook menyodorkan sebotol air mineral yang langsung diterima oleh Taehyung. Mereka sedang duduk di pinggir lapangan sekarang. Kata-kata Taehyung tidak main-main, dia benar-benar menyelesaikan hukuman 'mengepel aula' sendirian dengan jungkook yang hanya memandanginya dari kejauhan
Taehyung memijat bahunya yang sedikit sakit, jungkook menatapnya iba, bagaimanapun aula itu terlalu besar untuk dibersihkan seorang diri.
"Bahumu sakit?" tanya jungkook pelan, taehyung menoleh lalu tersenyum
"Sedikit" ucapnya sambil menunjukkan senyuman cerahnya, jungkook sedikit merasa bersalah karenanya.
Tangannya terulur memegang lengan taehyung lalu memijitnya pelan, taehyung sedikit terkesiap saat jungkook melakukannya namun akhirnya hanya memperhatikan jungkook dalam diam
"Orang tuamu pasti benar-benar kaya kan?" tanya taehyung saat jungkook masih memijat lengannya, jungkook mengernyit lalu menggeleng
"Tidak juga" jawabnya tetap fokus pada pekerjaannya
"Tanganmu benar-benar lembut, aku pikir orang tuamu tidak membiarkanmu mengambil pekerjaan berat" ucap taehyung lagi, jungkook menghentikan gerakan tangannya lalu menatap taehyung tajam
"Jadi maksudmu aku ini namja lembek begitu?" tanyanya tajam.
Mata taehyung mengerjap dua kali, berusaha mencerna maksud jungkook, lalu tangannya dengan cepat melambai diudara
"Tidak.. bukan begitu jung-"
"BOHONG.. KATAKAN SAJA KALAU KAU MEMANG MENGANGGAPKU LEMBEK" Jungkook berdiri sambil berteriak keras, matanya memerah siap untuk mengeluarkan airnya.
Taehyung membuka mulutnya namun tidak bisa mengatakan apapun, taehyung bangkit dan tangannya terulur berusaha menggapai kekasihnya namun jungkook lebih dulu menjauh darinya
"Jangan menyentuhku.. Kita putus" jungkook berlalu dengan langkah yang dihentak-hentakkan.
Taehyung terbengong, tidak tau apa yang harus dilakukan. Matanya mendelik saat berhasil mencerna maksud jungkook, kakinya melangkah cepat menyusul jungkook.
"Jungkook.. Jungkook" panggilnya, namun jungkook tidak peduli dan tetap melangkah garang.
Beberapa siswa melihat mereka heran, karena ini jam istirahat jadi banyak siswa yang berada disekitar koridor
Taehyung berlari cepat, lalu meraih pergelangan tangan jungkook dan menariknya, membuat jungkook tersentak berbalik menghadapnya
Taehyung mengatur nafasnya pelan, matanya menatap jungkook nyalang. Taehyung menarik nafasnya dalam sambil memejamkan matanya lalu menghembuskannya dan membuka matanya pelan berharap bisa mengontrol emosinya
"Ayo bicara" ucapnya datar, lalu menarik jungkook melewati siswa-siswa dikoridor yang menyoraki mereka
.
.
"Apa maksud perkataanmu tadi?" Jungkook tertunduk takut, taehyung benar-benar bersikap dingin dan itu membuatnya takut. Taehyung menyeretnya ke atap sekolah, dan angin disini membuat suasana semakin mencekam
"Jungkook-ah" suara taehyung benar-benar datar dan dalam membuat nyali jungkook menciut takut
Taehyung menghebuskan nafasnya kasar lalu menarik jungkook kedalam pelukannya. Jungkook melebarkan matanya, terkejut. Dia pikir taehyung akan membentaknya atau memukulnya.
Jungkook terisak lalu memukul dada taehyung pelan,
"Aku tidak suka kau begini.. Aku takut" cicitnya pelan, taehyung tersenyum kecil lalu menangkupkan wajah jungkook dengan kedua tangannya, kepalanya sedikit menunduk untuk melihat kedua mata bulat jungkook
Wajahnya memerah dengan mata berair dan hidung yang mengerucut lucu. Taehyung menarik wajah jungkook mendekat dan menempelkan bibir mereka, mata jungkook yang awalnya membulat terkejut kini terpejam karena terhanyut dengan ciuman taehyung.
Taehyung melepaskan ciuman mereka dan jungkook membuka matanya membuat mata mereka bertemu dan saling menatap dalam diam
"Jangan katakan putus sembarangan, Aku tidak mau hanya kita bertengkar sedikit lalu kau minta putus begitu saja" ujar taehyung lembut, jungkook hanya mengangguk pelan
"Tapi kau mengatakanku lembek tadi" gumamnya pelan, taehyung melipat mulutnya kedalam berusaha untuk tidak tertawa
"Kau tertawa?" tanya jungkook menyelidik, taehyung menggeleng cepat
"Aku tidak mengatakan kau lembek, aku hanya bilang kau lembut" ucapnya membela, jungkook memicing kesal
"Sama saja" gertaknya, taehyung terkekeh lalu menjepit hidung jungkook dengan ibu jari dan telunjuknya kemudian menggerakkannya pelan
"Itu memiliki artian yang berbeda sayang" Taehyung mencium pipi jungkook kilat
"Kau kan jenius, seharusnya tau bedanya" lanjutnya, jungkook menggerutu pelan.
Dagunya sedikit diangkat menantang, taehyung terkekeh, kekasihnya ini memang keras kepala pikirnya. Taehyung mengangguk mengalah,
"Baiklah, maafkan aku oke. Aku tidak bermaksud menyakitimu" ucapnya tulus, matanya menatap mata jungkook lembut
Senyuman terukir dibibirnya membuat gigi kelincinya sedikit menyembul, kepalanya mengangguk pelan lalu tangannya memeluk Taehyung erat,
"Baiklah kali ini aku maafkan" ucapnya yang membuat taehyung benar-benar gemas dan kembali mencuri ciuman dari jungkook
.
.
"Kau tidak ingin menginap lagi hari ini?" jungkook menggeleng, dia sudah bersumpah untuk tidak menginap di apartemen Taehyung lagi.
Taehyung mengangguk pelan lalu menjejalkan kedua tangannya pada kantung celananya, mereka berjalan beriringan bersama. Sejak menjalin hubungan dengan Taehyung, jungkook memilih untuk pulang berjalan kaki dan taehyung yang selalu mengantarkannya. Walaupun jarak rumahnya cukup jauh, selama bersama taehyung, jungkook merasa baik-baik saja.
"Mungkin aku akan berkunjung ke apartemenmu lain kali tapi tidak untuk menginap" ucap jungkook, taehyung mengangguk pelan.
Langkah mereka berhenti saat sudah sampai didepan rumah jungkook. Jungkook berbalik menghadap taehyung, kakinya melangkah mendekat sehingga tubuh mereka hanya berjarak lima sentimeter. Jungkook memegang kerah baju taehyung lalu berjinjit ingin mencium kekasihnya, namun taehyung justru menjauhkan wajahnya sambil terkekeh,
"Apa yang akan kau lakukan?" tanyanya dengan senyuman jahilnya, jungkook mendengus lalu mendorong taehyung menjauh
"Aku hanya ingin memberikanmu hadiah karena sudah mengantarkanku pulang. Tapi kau tidak mau, jadi lupakan saja" ucap jungkook kesal, taehyung terkekeh lalu mendekati jungkook dan menundukkan sedikit kepalanya
"Tolong berikan hadiahku" ucapnya dengan suara yang dibuat lucu, jungkook terkikik melihat gelagat kekasihnya. Tangannya menangkupkan wajah taehyung, mata bulatnya menatap mata tajam taehyung, wajahnya mendekat dan bibirnya menyentuh bibir taehyung takut-takut. Hanya bersentuhan, ciuman yang polos.
Jungkook menjauhkan wajahnya lalu buru-buru masuk ke rumahnya dengan wajah yang memerah. Taehyung tertawa lalu menatap gerbang rumah jungkook yang sedikit terbuka,
"Sampai jumpa besok" ucapnya sedikit berteriak, lalu tubuhnya berbalik dan melangkah menjauh dengan senyuman yang tidak terlepas dari bibirnya
.
.
Taehyung berjalan sambil bersenandung kecil, hari ini dia benar-benar bahagia. Jungkook terus berada dalam pikirannya, ciuman tadi bahkan masih membekas pada benaknya. Sudah seminggu mereka menjalin hubungan dan ciuman itu adalah ciuman pertama yang diberikan jungkook.
Taehyung memasukkan sandi apartemennya, ditangannya terdapat kantung belanjaan yang dibelinya di minimarket yang dilewatinya. Kakinya melangkah ringan memasuki apartemen,
"Kau sudah datang?" langkahnya berhenti saat mendengar suara yang dikenalinya, emosinya tiba-tiba membuncah dan airmata tiba-tiba menggenang di pelupuk matanya
"Bersiaplah, kita harus ke daegu malam ini" ucapnya lagi, taehyung masih terdiam.
Pikirannya berkecambuk bingung, orang ini adalah orang yang dirindukannya sekaligus orang yang dibencinya, membuatnya bingung harus berekspresi apa untuk saat ini
Orang itu mendekat dan taehyung mendongak menatapnya, airmatanya menetes tanpa bisa ditahannya. Bagaimanapun Taehyung hanya anak SMA yang memiliki emosi seperti anak seumurannya.
"Taehyu-"
"Kenapa appa datang kesini?" ucapnya susah payah, airmatanya masih mengalir melihat namja didepannya.
Sejak Taehyung berumur 10 tahun appanya pergi meninggalkannya dan eommanya hanya untuk menikah dengan wanita lain membuat Taehyung dan eommanya mengalami kesulitan. Sekarang Taehyung sudah 17 tahun dan kenapa appanya datang mengusik hidupnya lagi
"Kita harus daegu sekarang" tangan namja itu berusaha menyentuh bahunya namun taehyung menepisnya.
Sejak saat itu, Taehyung sudah berpikir bahwa dia tidak memiliki sesosok Ayah dan sekarang laki-laki ini datang lagi, setelah menyakiti Taehyung dan Ibunya. Taehyung merasa benar-benar muak dengan semua ini
"Keluar dari rumahku" katanya datar dan dingin, matanya menatap tajam namja didepannya. Persetan dengan sopan santun kepada orangtua, Taehyung terlalu sakit untuk sekedar mengingat sopan santunnya.
"Ibumu sakit, Taehyung-ah. Kita harus menjenguknya" Taehyung terdiam, matanya menelisik tajam menatap orang didepannya, mencoba mencari sedikit saja kebohongan namun nihil.
Taehyung tertunduk, isakannya semakin keras. Ini yang paling ditakutkannya. Dulu saat ibunya meminta Taehyung untuk melanjutkan sekolah di Seoul, Taehyung menolaknya dengan alasan tidak ada yang menjaga ibunya jika terjadi sesuatu, namun ibunya terlalu keras kepala dan tetap membujuknya dengan janji bahwa dia akan baik-baik saja. Namun sekarang, kenyataan itu seakan menghantamnya, Ibunya sakit dan Taehyung sebagai anak satu-satunya tidak berada disisinya.
Namja itu menarik taehyung kedalam pelukannya, tangannya mengusap punggung Taehyung lembut mencoba menenangkan. Ada perasaan bersalah yang besar saat dia melihat mata anaknya, dia adalah seorang ayah dan dia meninggalkan anaknya begitu saja.
"Maafkan appa.. Maafkan appa" gumamnya terus sambil mencoba menenangkan Taehyung
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bahkan malam ini langit tidak berbintang seperti dirimu yang terlempar dalam kegelapan dan tidak ada pencahayaan yang membuatmu semakin tersesat.
.
.
.
.
.
.
Tbc
.
.
Author's Note:
Sebenernya belum mau update ini krn tadi subuh udh update, cuma gara" aku liat 'Everytime' yang punya lebih dari 20 favorite bikin aku seneng banget dan semangat buat selesaiin chapter ini wqwqwq Thanks buat semuanya
Tapi ttp aja '12.30' yang paling banyak dapet review hehehehe
First, I want to say sorry.
Karena ini gue buat ada konfliknya dikit, jadi biar gak terlalu manis. Karena tiap hubungan pasti ada pertengkaran dan salah paham kan, aku cuma maunya lebih manusiawi aja ni ff wqwq Tapi tenang, konfliknya gak belibet kyk 'Love Ghost' kok hehe
Second, Aku harap kalian gak kecewa sama chapter ini.
Di ff ini aku sebenernya mau nunjukin gimana perjuangan Taehyung sama Jungkook buat pertahanin hubungan mereka, gimana manis-paitnya hubungan mereka. Gitu aja, jadi semoga kalian yang pengen manis manis aja gak kecewa ya hehehe
Special buat readersku /kayaknya/ yang nyapa di twitter, yang ngira aku temennya hehe maaf ya aku bukan temenmu yang itu, tapi kita bisa temenan kok:))
Ini juga buat Nita yang gak ada kerjaan jadi ngerecokin snapgram daritadi wqwqwq
Special buat kalian juga
RnR juseyoooo
Thanks
-Ai
-2017.06.06
