Please, Stay With Me

::

Story By Double Kim

Sehun - Luhan

Slight : Kris - Yixing, Chanyeol - Baekhyun

Other Exo Member

Genre : Yaoi, BL, Drama, Angst

Rate T (aja)

::

Oh Sehun milik Luhan

Luhan milik Oh Sehun

But Kim Jongin, Kim Hanbin and this story is mine.

:

:

:

Satu hal yang Luhan tahu, Sehun adalah miliknya.

Dan Sehun harus tetap bersamanya, selamanya.

:

:

Chapter 2

:

:

Sepasang iris jernih seperti milik rusa itu perlahan terbuka, berkedip pelan beberapa kali untuk membiasakan matanya dengan cahaya yang masuk.

"Eunghh.."

Dia berusaha menggerakkan tangan kanannya, namun terasa berat. Ada sepasang tangan yang menggenggam tangannya erat. Dia berusaha meloloskan tangannya dari genggaman tersebut, namun hal itu ternyata membuat sang pemilik tangan lainnya yang sedang tertidur menjadi terbangun.

Perlahan kepala yang tertidur dalam posisi tertelungkup itu terangkat, dia mengerjapkan matanya beberapa kali saat melihat orang yang selama dua hari ini dia jaga siang malam akhirnya terbangun juga.

"Lu.. Luhan, akhirnya kau sadar" Sehun yang kaget mendapati Luhan sudah terbangun pun langsung menghubungi suster jaga agar memeriksa kondisi Luhan.

"Lu, tunggu sebentar yah, Dokter akan memeriksa keadaanmu. Apa yang kau rasakan saat ini? Pusing? Mual? Hmm?" Sehun bertanya sambil mengelus sayang rambut Luhan dan sedikit membenarkan poni Luhan yang sudah sedikit panjang tersebut.

Namun Luhan hanya diam seribu bahasa, dia hanya menatap mata Sehun sebentar lalu memalingkan wajahnya ke arah lain, membuat Sehun menghembuskan nafasnya pelan, dia tahu Luhan masih marah padanya.

Pintu kamar itu terbuka dan menampilkan sosok Yixing yang berlari dan langsung memeluk Luhan dengan erat "Anak nakal! Kau membuat aku khawatir lagi, kau tahu!" Sementara Luhan hanya memejamkan matanya menerima semua kekesalan, kekhwatiran dan segala macam bentuk lain rasa sayang seorang Zhang Yixing kepadanya.

"Luu.." Baekhyun yang memeluk Luhan dari sisi lainnya membuat Luhan menjadi kehabisan nafas karena dipeluk dengan sangat erat oleh kedua orang tersebut " Aku betul-betul bahagia kau akhirnya bangun juga, ka-kami khawatir Lu, jangan seperti ini lagi"

Luhan tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya dalam diam.

"Hyung, lepaskan Luhan, Dokternya sudah datang" Sehun menepuk pelan pundak Yixing, membuat Yixing dan juga Baekhyun melepaskan pelukan -selamat kembali ke dunia ini- mereka.

"Kami menunggumu diluar hmm.." Sehun mengusap sayang kepala Luhan dan mencium keningnya, yang lagi-lagi hanya dijawab Luhan dengan keterbisuannya.

Sepanjang menunggu Luhan diperiksa oleh Dokter, Baekhyun dan Yixing berdebat tentang siapa yang akan merawat Luhan dalam masa pemulihannya nanti, dan apakah mereka akan meminta tolong Kyungsoo untuk memasak makanan yang sehat untuk Luhan atau memesan katering saja untuk sementara waktu. Kris dan Chanyeol sendiri lebih memilih untuk membahas latihan basket untuk pertandingan antar Universitas bulan depan.

Sementara Sehun, dia lebih memilih diam. Dia terhanyut dengan fikiran dan perasaannya sendiri. Sehun tidak tahu apakah yang dia rasakan kepada luhan saat ini adalah perasaan sayang yang tulus atau hanya sekedar rasa kasihan atau mungkin tidak lebih dari kewajibannya memenuhi janji sang kakek kepada sahabatnya?

:

:

Pintu ruangan terbuka, menampilkan sosok Dokter dengan name Lee Donghae dengan senyum menawannya "Keadaan Luhan sudah lebih baik, aku rasa tiga atau empat hari lagi dia sudah diperbolehkan pulang"

Sehun menghembuskan nafas lega "Terima kasih Dokter Lee" dia tersenyum tipis kepada Dokter yang sudah lumayan dekat dengan keluarganya maupun Luhan.

"Jaga Luhan dengan baik Sehun-ah, dan tolong jangan bermain dengan emosinya. Aku rasa emosinya benar-benar tidak stabil belakangan ini sampai dia berani melakukan hal itu, lagi.." Dokter Lee tersenyum pahit, dia mengenal pasiennya ini sejak empat tahun lagu, sejak pertama kali anak tersebut dibawa ke Rumah Sakit tempatnya bekerja dalam keadaan sekarat karena memotong urat nadinya sendiri, beruntung saat itu Luhan berhasil selamat meskipun sayatan pisau tersebut cukup dalam.

Sehun hanya bisa menganggukkan kepalanya dan tersenyum lirih. Dia merasa bersalah setiap kali Luhan berusaha untuk bunuh diri atau melukai tubuhnya sendiri, dia merasa gagal sebagai kekasih yang baik bagi Luhan dan sebagai cucu yang baik bagi kakeknya "Maafkan aku kek, aku akan menjaga Luhan lebih baik lagi" Janji Sehun dalam hatinya.

Tepukan kecil dipundaknya menyadarkan Sehun, dia mendongakan kepalanya dan melihat Kris yang tersenyum prihatin kepadanya "Ayo masuk Hun-ah"

Sehun mengangguk dan mengekori teman-temannya masuk kembali ke ruang rawat Luhan. Disana terlihat Luhan yang sedang duduk sambil memandang keluar jendela, dia tidak menyadari teman-temannya datang, sampai sebuah lengan melingkari pinggangnya, memeluknya dari samping "Sedang melihat apa heum?"

Luhan menoleh dan mendapati Sehun yang tersenyum sangat tampan kepadanya. Luhan hanya terdiam sambil terus memandang ke dalam sepasang mata tajam itu yang terlihat sangat lelah, terlihat dari kantung matanya.

.

CUP

.

Bibir Sehun mendarat dibibir kissable Luhan lama, hanya menempel dan menyalurkan rasa sayang serta khawatirnya. Dia menempelkan keningnya dengan kening Luhan, membuat wajah mereka sangat dekat, bahkan Luhan bisa merasakan nafas hangat Sehun diwajahnya.

"Jangan seperti ini lagi Lu, aku mohon.. Aku mau gila rasanya. Maafkan aku yang membuatmu kesal akhir-akhir ini, aku janji akan menuruti semua keinginanmu, jangan berbuat nekat lagi oke, kau tahu kan aku sangat menyayangimu?"

Luhan masih tetap diam, tetapi mengangguk dan menyandarkan kepalanya dibahu Sehun, menyamankan posisinya dipelukan orang yang sangat dia cintai ini.

"Ekhem, sepertinya kita harus pergi atau hanya akan menjadi obat nyamuk didepan sepasang burung pecinta ini"

"Betul Baek, kita yang pemeran figuran disinetron telenovela ini harus menyingkir karena sepertinya sang pemeran utama sudah kembali ke layar kaca" Yixing merangkul bahu Baekhyun dan mereka terkikik bersama, senang rasanya menggoda Luhan yang kini mempoutkan bibirnya kesal.

.

CUP

.

Sehun mengecup lagi Luhan yang nampak sangat imut jika sedang merajuk seperti itu "Jangan seperti itu Lu, kau sangat imut. Aku jadi ingin menciummu terus" Luhan membelalakkan matanya mendengar ucapan Sehun, dia kembali menelusupkan kepalanya diperpotongan leher Sehun dengan wajah memerah malu.

"Awww, sepertinya kita harus benar-benar pergi dari sini, sebelum sinetron ini berlanjut ke episode berikutnya" Baekhyun memutar bola matanya malas, dia lalu menarik lengan Chanyeol menuju pintu kamar Luhan.

"Bye Hun. Bye Lu" Chanyeol melambaikan sebelah tangannya dan memberikan cengiran bodohnya, sambil mengikuti Baekhyun keluar dari ruang rawat inap Luhan.

"Kami pulang dulu Lu, nanti sore kami kesini lagi, kau mau aku masakkan apa?" Yixing mengelus sayang tangan Luhan yang tidak dipasangi selang infus.

"Apa saja hyung" Luhan tersenyum manis, masih dalam dekapan Sehun.

"Yasudah, kami pergi dulu yah. Sehun, kau harus menjaga Luhan dengan baik, oke? Bye Lulu sayang" Yixing mengecup sekilas pipi Luhan dan berlalu dengan Kris yang bergelayut manja dilengannya.

"Aku tidak dikecup juga yeobo?" Kris memanyunkan bibirnya yang langsung dihadiahi Yixing pukulan sayang dikepalanya "Aww, kenapa malah dipukul?" Kris mempoutkan bibirnya yang membuat Yixing malah bergidik jijik melihatnya.

"Hentikan aegyomu Wu, itu terlihat menjijikan" Yixing menarik Kris untuk segera keluar karena Baekhyun pasti sudah menunggu mereka diparkiran.

:

:

Sepeninggal teman-temannya, suasana diruangan bercat putih itu kembali terasa sunyi. Luhan masih berada dalam dekapan Sehun yang kini sudah duduk berdua diranjang Luhan yang tidak begitu besar. Hanya terdengar suara nafas saling bersahutan sambil sesekali Sehun memainkan helaian rambut Luhan yang terasa sangat sangat halus.

"Kau mengantuk Lu? Mau tidur?" Sehun melirik ke arah Luhan yang masih setia menempel disela lehernya, membuatnya terkadang sedikit kegelian ketika Luhan mengusakkan kepalanya berkali-kali.

"Ani, kau hanya senang dengan posisi ini. Aku merasa sangat dekat denganmu dan aku suka menghirup wangi colognemu Sehunnie"

"Kau tahu Lu, aku bahkan belum mandi dua hari ini. Aku menjagamu siang malam disini, Baekhyun hyung bahkan memaksaku pergi kekantin untuk sekedar makan. Sebetulnya aku tidak mau kemana-mana, aku takut ketika kau membuka mata dan aku tidak berada disampingmu"

Luhan mendongak dan menatap Sehun dengan berkaca-kaca dan bibir bergetar "Sehunnie.."

"Ada apa heum? Apa aku terlalu bau?" Sehun tertawa kecil sambil tangannya menangkup kedua pipi Luhan.

"Kenapa kau tidak pulang saja dan membiarkan aku disini. Ka-kau harus makan dengan baik da-dan juga mandi Seh-Sehunnie.." Setitik air mata akhirnya turun, Luhan tidak mampu lagi menahannya.

"Sshh.. Hei kenapa menangis Lu, aku baik-baik saja, dan lihat aku yang belum mandi dua hari bahkan tetap terlihat lebih tampan dari Song Joong Ki, aktor favoritemu itu Lu" Sehun tertawa kecil lagi, berusaha mengganti topik pembicaraan untuk meredakan tangis Luhan.

"Kenapa?" Luhan menghapus air mata sialannya yang sulit sekali dia hentikan.

"Kenapa? Kenapa apanya Lu?" Sehun menarik tangan Luhan yang mengusap bekas air matanya dengan kasar, dia mengusap dengan lembut jejak air mata dikedua pipi Luhan.

"Kenapa kau tetap bertahan bersamaku dan bersikap seolah-olah kau mencintaiku? Kenapa kau terus seperti ini? Kau tahu kan aku mencintaimu? Kalau kau terus seperti ini, aku akan semakin mengikatmu dan tidak akan mau melepasmu untuk orang lain, apalagi untuk si keparat Soojung itu"

Sehun terdiam, dia memandang lurus ke iris sebening rusa milik Luhan. Tangannya menangkup kedua pipi Luhan dan dia menempelkan keningnya dengan kening Luhan, membuat mata mereka saling memandang dengan jarak yang sangat dekat.

"Aku akan terus bertahan bersamamu, menjagamu, dan menyayangimu. Tidak apa kalau kau tidak mau melepasku, karena aku pun tidak akan melepasmu. Dan yah kau benar, Soojung itu keparat. Jika kau melepaskanku, aku bahkan lebih sudi harus mengemis dikakimu agar kita bersama lagi dari pada harus memilih Soojung"

Sehun mengecup lembut bibir Luhan, membuat Luhan memejamkan kedua matanya menikmati perlakuan lembut Sehun yang membuatnya semakin jatuh cinta dengan pria ini.

"Tapi kau tidak mencintaiku Sehunnie" Luhan menatap Sehun dalam dengan pandangan sedihnya.

"Aku menyayangimu Lu" Sehun membawa Luhan kembali kedalam dekapannya, dia mengecup pucuk kepala Luhan.

"Tapi kau tidak mencintaiku.." Lirih Luhan.

Sehun hanya bisa terdiam, dia semakin mengeratkan dekapannya.

"Maafkan aku Lu, mungkin sekarang aku belum bisa membalas perasaan cintamu, tapi aku menyayangimu, sungguh" batin Sehun.

Dia tidak berani mengatakan kenyataan ini langsung ke hadapan Luhan meskipun dia tahu, bahwa Luhan mengetahui seperti perasaannya untuk Luhan saat ini. Dia hanya tidak mau menyakiti Luhan lebih jauh lagi.

:

:

"Lu, sudah siap untuk pulang?" Sehun sedang memasukkan beberapa barang-barang ke dalam backpack hitam milik Luhan ketika sang kekasih keluar dari kamar mandi.

"Heumm. Sudah, ayo pulang Hunnie"

Luhan duduk dipinggir ranjang, melihat Sehun yang dengan cekatan memeriksa apa semua baju atau barang-barang yang dibawakan oleh Baekhyun untuk Luhan pakai di Rumah Sakit selama beberapa hari ini sudah masuk semua ke dalam tas atau belum. Dia tidak mau ada barang yang tertinggal, karena Luhan pasti kesal kalau salah satu barang miliknya hilang begitu saja.

Sehun mendongakkan kepalanya ketika merasakan ada yang menatapnya dengan intens "Ada apa Lu? Aku tampan seperti biasanya kan?" Sehun menyempatkan diri mencolek dagu Luhan sebelum kembali ke kegiatan beres-beresnya.

"Sehunnie.." Luhan tidak melepaskan tatapannya dari Sehun, dia terus memperhatikan setiap gerak-gerik orang yang sudah berhasil "menjinakkan" dirinya empat tahun belakangan ini.

"Wae Lu?" Sehun menutup resleting backpack hitam Luhan dan meletakkannya didekat diatas sofa diseberang kasur Luhan.

Luhan tidak menjawab, tapi dia terus menatap Sehun intens ke dalam matanya, seolah ingin mencari suatu kepastian.

"Kenapa diam saja? Tadi kau memanggilku, ada yang ingin kau sampaikan Lu? Katakan saja sayang, aku mendengarkanmu"

Luhan tetap diam, tapi dia menarik tubuh tegap Sehun mendekat dan mendekap eratnya. Menyandarkan kepalanya didada bidang Sehun "Terimakasih.."

Sehun mengernyitkan alisnya mendengar pernyataan Luhan yang tiba-tiba ini "Terimakasih untuk apa Lu?"

"Terimakasih karena masih mau berada disisiku. Terimakasih karena menjagaku dengan baik. Dan terimakasih karena kau menyayangiku, aku tidak akan mengharapkan kau mencintaiku lagi, seperti ini saja aku sudah senang.."

Sehun merasakan punggung Luhan bergetar dalam pelukannya "Ssshh Lu, uljima. Tidak perlu berterimakasih, aku melakukan ini tulus, karena aku menyayangimu. Aku kan terus bersamamu dan menjagamu, jangan menangis lagi sayang"

Luhan menghapus air matanya, meskipun dia masih terisak, saat Sehun tiba-tiba mengalungkan kedua tangannya dileher jenjang Sehun dan tanpa aba-aba Sehun menyambar bibirnya dan membungkam isakannya. Sehun mengemut bibir bawah dan atas Luhan bergantian, membuat Luhan terbuai akan ciuman lembut nan memabukkan itu.

Luhan sudah memantapkan hatinya, bahwa dia akan berusaha menerima Sehun yang seperti ini. Yang menjalani hubungan atas dasar perjodohan, tetapi menjaga Luhan dengan sangat baik dan perhatian, meskipun Sehun selalu membalas pernyataan cinta Luhan dengan kata sayang, tidak apa, Luhan mengerti. Orang seperti dirinya seharusnya bersyukur bisa mendapatkan guardian angel tampan dan super baik serta sabar seperti Sehun. Kalau itu orang lain, Luhan tidak yakin mereka akan tetap bertahan disisinya dengan semua perilaku gilanya.

:

:

:

"SURPRISE!"

Teriakan nyaring Baekhyun, suara terompet Yixing dan tabung confetti yang dibuka Chanyeol membuat Luhan membelalakkan matanya kaget. Dia bahkan sampai mundur dua langkah dan menabrak dada bidang Sehun dibelakangnya.

"Whoaa" Luhan menutup mulutnya saat seseorang keluar dari balik punggung lebar Chanyeol.

"Welcome Home Princess Luhannie" adalah bacaan dari spanduk kecil yang Kris pegang, dia merentangkan spanduk kecil itu sambil memakai bando tanduk rusa dan hidung mainan berwarna merah. Membuat Luhan terkekeh melihat Kris yang biasanya tampil sok cool sekarang menjadi sangat imut dengan bando tanduk rusa dan hidung mainan yang Luhan tahu bahwa itu miliknya dan Kris pasti mengambil barang-barang itu dari kamarnya.

Sebuah tangan melingkar dipinggang Luhan dan mengecup cuping telinga Luhan sambil membisikkan "Welcome home my princess" dengan suara beratnya.

"Hunnie, Lulu tampan, Manly! Lulu prince! Bukan princess!" Luhan menghentakkan kakinya dan mempoutkan bibirnya imut.

"Arraseo, arraseo prince Lulu yang cantik"

Luhan baru saja akan mengembangkan senyumnya tapi dia urungkan saat mendengar kata diakhir kalimat yang Sehun ucapkan "Hunnie menyebalkan!" Luhan memaksa melepaskan pegangan tangan Sehun dipinggangnya sementara Sehun sendiri sedang tertawa melihat cara merajuk Luhan yang membuatnya tampak semakin imut dan menggemaskan, sangat jauh dari kata manly. Sehun membalikkan tubuh Luhan agar menghadap ke arahnya dan-

.

CUP

.

Bibir Sehun langsung menyesap bibir mungil Luhan yang entah mengapa belakangan ini seperti menjadi candu baginya. Sehun juga menyempatkan mengigit kecil ujung bibir Luhan sebelum melepaskan kecupannya "Laki-laki manly tidak merajuk apalagi merengek Lu"

"Hunnie.." Pipi Luhan memerah, antara malu dan juga masih kesal karena terus digoda oleh kekasih tampannya.

"EHEM! Apa penyambutan kami sia-sia? Apa kau hanya akan memeluk dan bercumbu dengan si albino itu saja Lu? Haish!" Baekhyun mengerucutkan bibirnya sebal sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

"Mungkin kalau kami tinggalkan kalian disini berdua sekarang, kalian akan melanjutkan ciuman kalian ke sesi yang lebih panas dan berakhir dengan bercinta didepan pintu masuk" Baekhyun memutar bola matanya malas dan beranjak ke dapur, meninggalkan Luhan yang wajahnya sudah semerah kepiting rebus sekarang.

"BAEKHYUN! Sehun tidak semesum dirimu, asal kau tahu!" Luhan langsung berlari mengejar Baekhyun yang sekarang juga ikutan berlari mengitari meja makan karena takut akan dicekik Luhan.

"Aku tidak mesum Lu, Chanyeol lah yang mesum. Lagi pula aku yakin kau juga akan seperti aku kalau sudah MERASAKANNYA" Baekhyun menaik turunkan alisnya sambil menekankan kata diakhir kalimatnya, membuat wajah Luhan semakin merah padam dan semakin semangat mengejar Baekhyun yang sekarang sedang berlari mengelilingi apartemen Luhan sambil tertawa terbahak-bahak.

"Aku senang melihat Luhan bisa seceria itu lagi" Yixing bersandar dipelukan Kris sambil menatap lekat kedua sahabatnya yang sedang berlari sambil tertawa riang seperti anak kecil.

"Sehun-ah"

"Ne hyung"

Pandangan Yixing dan Sehun tetap terfokus pada Luhan yang kini sedang menggelitiki Baekhyun sampai dia terguling dari sofa.

"Terimakasih karena sudah menjaga Luhan dengan baik" Yixing menoleh dan tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca menatap Sehun.

"Tidak perlu berterima kasih hyung. Aku hanya menjalankan kewajibanku sebagai seorang kekasih yang baik. Aku juga akan selalu menjaganya dan berusaha membahagiakannya"

Sehun menangkap kedua tangan Luhan yang melingkari pinggangnya dari belakang. Dia sedang bersembunyi dibalik punggung tegap Sehun, berusaha menghindar dari kejaran Baekhyun yang ingin balas dendam karena Luhan tadi telah menggelitikinya.

"Berhenti berlari Lu, kau baru keluar dari Rumah Sakit. Jangan bermain terlalu lelah, ayo kita bawa barang-barang ini ke kamarmu dan makan siang, Yixing hyung sudah memasakkan makanan kesukaanmu"

Luhan hanya tersenyum anak kecil sambil menganggukkan kepalanya imut sambil mengikuti Sehun dan memeluk Sehun dari belakang, mereka terlihat seperti sedang bermain kereta-keretaan, sungguh menggemaskan.

"Baek, kau dan Chanyeol bereskan semua ini. Aku dan Kris akan menyiapkan makanan"

"Yak! Hyung, kenapa aku yang harus membereskan semua kekacauan ini?" Baekhyun melirik malas sisa confetti yang berserakan dilantai.

"Karena ini semua idemu. Cepat bereskan atau kau tidak akan mendapatkan jatah makan siang" Ancam Yixing yang langsung berjalan ke dapur, diikuti Kris yang sedang melepaskan bando tanduk rusa dan hidung mainan milik Luhan.

"Sudahlah Chagi, jangan cemberut terus. Ayo kita bereskan ini bersama-sama agar bisa cepat makan siang, aku lapar sekali"

"Apa yang ada diotakmu hanya makanan Park?!" Baekhyun menatap sengit kekasihnya yang bertelinga Yoda itu.

"Tidak, diotakku juga ada yang lain"

"Apa?"

"Lubang ketatmu Byunhh.." Chanyeol membisikkan kalimatnya ditelinga Baekhyun dengan suara dibuat seserak mungkin, yang menghasilkan pukulan yang cukup keras dibelakang kepalanya.

"Aww! Ini sakit Chagi" Chanyeol mengelus belakang kepalanya yang menjadi korban kebrutalan kekasih mungilnya itu.

"Dasar bodoh! Kau tahu, kau sangat mesum Park Chanyeol!"

"Iya aku tahu. Kau kan tadi sudah mengatakan didepan semua orang bahwa yang mesum itu aku, bukan kau. Meskipun yang selalu minta tambah ronde itu kau, bukan aku.." Chanyeol mengecilkan suara diakhir kalimatnya, namun ternyata hal itu masih bisa ditangkap oleh telinga sang pecinta eyeliner tersebut.

"PARK-MESUM-CHANYEOL!"

:

:

Chanyeol dan Baekhyun terlihat menggelepar lemah dimeja makan sehabis membereskan kekacauan di apartemen Luhan. Sementara sang pemilik apartemen sendiri belum juga keluar dari kamarnya.

"Kris, tolong panggilkan Sehun dan Luhan ya, makan siangnya sudah siap"

"Oke yeobo" Kris menaruh piring yang dibawanya dimeja makan. Dia berbalik ke arah dapur untuk membersihkan tangannya dan menyempatkan diri untuk mengecup sekilas dimple kesayangannya itu, membuat Yixing yang sedang menata sayuran dipiringnya terlonjak kaget.

"Kris!"

Dan sang pelaku yang membuat Yixing hampir menjatuhkan piring beserta sayurannya itu pun lari secepat kilat ke kamar sang pemilik apartemen dari pada harus merasakan pedasnya cubitan sang koki cantik.

.

Tok. Tok. Tok

.

"Sehun-ah, Luhannie, makan siang sudah siap"

Pintu kamar terbuka dan menampilkan Luhan yang seperti habis berganti pakaian yang lebih casual "Ne hyung, kami akan kesana"

:

:

"Whoaa menu makan siang hari ini steak!" Luhan terlihat membolakan matanya melihat menu makan siang kesukaannya terhidang dimeja makan.

Mereka semua duduk dimeja makan yang berada tepat didepan dapur, dan mulai memakan makan siang yang dimasakkan Yixing secara khusus dalam rangka menyambut Luhan yang baru kembali dari Rumah Sakit.

"Lu makan yang ini juga ya, ini bagus untuk masa penyembuhanmu"

Yixing menaruh sesendok sayuran dipiring Luhan yang langsung dihadiahi Luhan dengan tatapan tidak sukanya. Dia mendorong piringnya ke depan dengan kasar.

"Hei Lu, jangan seperti itu sayang"

Sehun menarik piring itu kembali mendekat, namun Luhan kembali mendorong keras piring itu agar menjauh, membuat sayuran yang berada diatas piring itu menjadi sedikit tumpah ke meja.

"Luhan!"

Sehun tanpa sadar menaikkan nada bicaranya dan itu membuat Luhan langsung menampakkan ekspresi tidak sukanya. Terlihat dari kedua alisnya yang menukik dan giginya yang bergemeletuk menahan amarah.

"Hey, maaf sayang. A-aku tidak sengaja, jangan marah okay? Pindahkan saja sayurannya ke piringku, biar aku yang memakannya"

Suasana dimeja makan itu menjadi tegang, Baekhyun memelototkan matanya ke arah Yixing seolah menyalahkan Yixing atas amarah Luhan. Dan itu membuat Yixing merasa tidak enak karena membuat Sehun dan Luhan bertengkar kembali karena hal kecil yang dia sebabkan.

"Lu, maaf. Aku tahu kau tidak suka makan sayuran, tapi ini bagus untuk masa pemulihanmu. Tapi kalau kau tidak mau, tidak apa-apa, tidak usah dimakan. Biar aku yang membuangnya dari piringmu" Yixing baru hendak meraih piring Luhan, saat tangan Sehun menahannya.

"Jangan dibuang hyung. Pindahkan ke piringku saja, aku yang akan menghabiskannya"

Sehun memindahkan sayuran itu dari piring Luhan dan menaruh kembali piring yang berisi daging steak dan kentang goreng itu dihadapan Luhan lagi, namun Luhan tetap diam.

"Lu, ayo dimakan sayang"

Luhan baru saja memotong kembali steaknya dan memasukkannya ke dalam mulut saat tiba-tiba handphone Sehun berdering menandakan ada telefon masuk.

Sehun menarik keluar handphonenya dan melihat caller id sang penelefon dan dengan berat hati dia mereject telefon itu.

Sehun menoleh ke kanan dan mendapati Luhan yang sedang menatap intens ke arahnya "Kenapa Lu? Makan lagi sayang" Sehun tersenyum dan mengelus sayang kepala Luhan.

Baru saja dia akan memasukkan kentang goreng ke mulutnya, namun handphonenya kembali berdering, membuat Sehun menghela nafasnya kasar "Hahhh.."

"Angkat saja dulu Hun. Mungkin orang yang menelefonmu itu sedang ada perlu penting. Jawab dulu telefonmu sana"

Chanyeol memakai gesture seperti orang sedang mengusir kepada Sehun dengan garpu ditangannya. Sehun melihat lagi ke layar handphonenya dan memutuskan mengikut saran Chanyeol, dia baru saja akan berdiri dari kursinya, sampai sebuah tangan mencengkram tangan kanannya.

"Aku angkat telefon sebentar sayang" Sehun berusaha melepaskan cengkaraman tangan Luhan yang terasa kuat dilengannya.

"Jawab telefonmu disini" Luhan berbicara dengan lirih sambil menundukan kepalanya, dia sempat melihat sekilas siapa orang yang menghubungi Sehun tadi, membuat moodnya memburuk lagi.

"Sebentar saja sayang. Aku akan segera kembali" Sehun melepaskan cengkraman Luhan dari tangannya dan menjawab telefon tersebut dibalkon apartemen Luhan dan berdiri membelakangi meja makan.

Sehun sepertinya tidak sadar bahwa perilakunya saat ini ternyata memancing kembali amarah dan emosi Luhan. Sementara Luhan sendiri hanya diam sambil mengeratkan pegangannya pada pisau tatkala melihat Sehun terlihat begitu bahagia sampai tertawa kecil saat menjawab telefon dari orang tersebut. Orang yang lebih dulu merebut hati Sehun darinya.

:

:

Saat Sehun kembali ke meja makan, dia melihat Yixing tengah duduk ditempatnya dan Kris yang terlihat seperti sedang memeluk Luhan dari belakang.

"Ada apa ini hyung"

Sehun kaget saat melihat tangan kanan Luhan yang menggenggam erat pisau dagingnya hingga berdarah. Bagaimana tidak, Luhan menggenggam bagian tajam pisau tersebut, menyebabkan darah mulai mengucur deras dari tangan mungilnya itu.

"Luhan, apa yang kau lakukan sayang? Lepaskan Luhan, jangan gila!"

Yixing menyingkir saat Sehun mengambil alih untuk melepaskan pisau tersebut dari tangan Luhan.

Luhan hanya diam tanpa ekspresi dengan tatapan tajam lurus ke arah mata Sehun. Tidak dia pedulikan Kris dan Sehun yang berusaha melepaskan pisau itu dari tangannya sampai-

"Ahhh.."

Luhan membelalakan matanya saat pisau yang coba Sehun lepaskan darinya malah melukai tangan Sehun sendiri hingga berdarah.

"Se-Sehunnie.." Luhan tiba-tiba melepaskan pisau itu hingga jatuh ke lantai dan menangis melihat darah yang juga keluar dari tangan Sehun.

Sehun menahan pergerakan tangan kanan Luhan yang terluka dengan tangan kirinya yang juga terluka. Dan tangan kanannya merengkuh Luhan yang langsung terisak didalam pelukannya.

"Se-Sehun-nie ma-maaf.. Hiks.."

"Sshhh.. Gwenchana Lu. Jinjja gwenchanayo.." Sehun mengecup pucuk kepala Luhan sambil tangan kanannya mengelus punggung Luhan untuk menenangkannya.

Luhan menarik lepas tangan kanannya yang terluka dan memeluk Sehun dengan erat, membuat kemeja putih yang Sehun kenakan terkena noda darah Luhan.

"Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku, ma-maaf Hun-Hunnie.. Hiks.."

Sehun menarik pelukan Luhan agar sedikit melonggar dan dia bisa melihat wajah Luhan. Mata rusa itu berair, dengan hidung memerah dan bibir bergetar menahan isakannya, Luhan sungguh terlihat sangat imut.

Sehun mengecup kedua mata Luhan, beralih ke kedua pipinya yang penuh dengan jejak air mata, lalu turun ke hidung yang memerah itu dan berakhir dengan mengecup bibir Luhan, berharap malaikat kecil itu berhenti terisak.

"Aku disini Lu, aku tidak kemana-mana sayang. Sudah, sekarang mari kita obati luka ini, arra?" Sehun mengecup sekilas bibir Luhan dan membawa Luhan ke pangkuannya sementara Yixing dan Baekhyun berusaha membersihkan dan mengobati luka mereka.

Luhan mengangguk sambil masih sesekali terisak, Luhan juga mendekap erat Sehun dengan tangan kirinya dan beberapa kali menatap mata Sehun.

"Wae Lu? Aku baik-baik saja sayang. Jangan khawatirkan aku, kau harusnya khawatir dengan keadaan tanganmu sendiri sayang"

Luhan baru hendak menelusupkan kembali kepalanya diperpotongan leher Sehun, saat tangan Sehun menarik dagunya dan membuatnya berhadapan dengan wajah tampan sang kekasih.

"Aku salah lagi ya Lu?" Sehun menatap dalam ke sepasang iris jernih itu, sementara Luhan tetap bungkam.

"Apapun kesalahanku yang membuatmu kesal. Aku mohon maafkan aku, heum? Jangan sakiti dirimu sendiri lagi Lu. Pukul aku jika kau kesal, tampar aku atau lakukan apapun yang kau mau. Tapi tolong berhenti menyakiti dirimu sendiri Luhannie, tubuhmu sudah cukup menderita, apa kau tidak kasihan? Berjanjilah padaku untuk berhenti menyakiti dirimu sendiri, oke?"

Luhan hanya mengangguk dengan pelan, dia seperti tidak yakin bisa memenuhi permintaan Sehun. Atau mungkin belum, dia masih belum bisa, tapi dia akan berusaha. Demi dirinya sendiri dan demi Sehun, juga demi sahabat-sahabatnya yang begitu menyayanginya.

Luhan akan berusaha.

:

:

:

Tbc

:

:

:

Haii lagi..

Aku bawa chapter 2 nya nih?

Gimana menurut kalian? Ceritanya udah mulai ngaco? Atau feelnya mulai awur-awuran?

Aku minta maaf kalau ada typo, alur yang kecepetan, ide cerita yang pasaran, pengulangan kata, atau banyaklah aku yakin kekurangannya di ff ini, maklumlah author ala-ala..

XD

Kalau ada kritik dan saran yang membangun, boleh dituangkan dikotak review.

Dannn, terimakasih sekali buat para reader yang sudah memberikan review, apalagi yang khilaf sampai mau follow dan favorite ff ini.

XD

Nih ceritanya saya panjangin dikit sesuai janji saya yang kemarin.

Maaf juga gak bisa fast update.

Intinya selamat menikmati ff ini yah..

Selamat berpuasa juga bagi yang menjalankan ^^

.

So, mind to review?