Warning: OOC (maybe), Canon setting, Drabble, AR (maybe), Fluff(?)

Pairing: NaruSaku

Genre: Romance

Rated: K+


SUN FLOWER

All Naruto Chara © Masashi Kishimoto

Story © Pidaucy

"Sasuke-kuuunn!"

Sekelompok gadis kecil berlarian sembari membawa setangkai bunga mawar. Tujuannya? Siapa lagi jika bukan sang bungsu Uchiha yang namanya telah menjadi tenar di seantero Konoha berkat marga klannya yang terkenal kuat, serta ketampanannya itu. Yup, Uchiha Sasuke.

Berlainan dengan sekelompok gadis kecil yang berisik dan tengah terengah-engah mengejar itu, yang dikejar justru tak mengeluarkan sepatah kata pun sembari tetap mempertahankan wajah datar dan ekspresi dinginnya.

Sementara itu, seorang anak lelaki berambut pirang yang seusia mereka pula, tanpa sengaja melihat gerombolan yang masih berusaha mengejar Sasuke itu. Otomatis, ia menghentikan dan acara jalan sore sendiri yang telah menjadi rutinitasnya itu pun terusik.

Melihat gerombolan yang semakin menjauh itu pun, ia bergumam dengan tampang sedih, "Andai aku bisa bersenang-senang seperti mereka..."

Tiba-tiba...

BRUK!

Anak lelaki pirang itu segera menolehkan kepalanya. Dan didapatinya seorang gadis kecil berambut secerah bunga sakura tengah mengaduh kesakitan sembari memegangi lututnya. Gadis kecil itu terduduk di jalan dengan wajah pucat. Maka ia pun memutuskan tuk menghampirinya.

"Hei, kamu kenapa?," tanyanya.

"..." Tak ada jawaban. Hanya beberapa butir liquid bening yang mengalir diiringi isak tangis yang memecah sedikit kesunyian.

"Sini, biar kubantu.."

Anak lelaki pirang itu memapah sang gadis kecil ke bangku taman. Dan dengan cekatan, ia pun membersihkan luka gadis kecil itu.

"Nah, sekarang lukamu telah bersih. Lihat! Darahnya sudah tak ada, bukan?," kata anak lelaki pirang itu dengan riangnya.

Gadis kecil itu mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia melihat lukanya sejenak, lalu memandangi anak lelaki itu lekat-lekat.

"Namaku Naruto. Uzumaki Naruto!," seru anak lelaki pirang tersebut sembari menyengir dan menjulurkan tangannya.

"Uhm...Namaku...Sakura. Haruno Sakura," ucap sang gadis kecil seraya membalas uluran tangan anak yang bernama Naruto itu.

"Saku-chan mau 'kan, jadi temanku? Ya? Ya? Ya? Kau akan jadi teman pertamaku! Aku janji akan selalu melindungimu!," pinta anak lelaki yang bernama Naruto itu dengan binar mata penuh harap.

"Sa-saku-chan?," ulangnya Sakura. Wajahnya tampak sedikit memerah karena dipanggil seperti itu.

"iya. Saku-chan mau 'kan jadi temanku? Iya, 'kan?," tanya Naruto penuh harap lagi.

Tanpa ditanya lagi, Sakura pun langsung mengangguk mantap.

"Yeay! Bagus!," sorak Naruto seraya mengepalkan tangannya tinggi-tinggi ke udara, membuat Sakura tekikik geli melihat tingkahnya.

Keduanya pun segera terlibat obrolan panjang.

"Jadi, kau sedang apa? Kenapa bisa terjatuh begitu?"

"A-aku.. hanya kurang hati-hati saat berlari tadi."

"Kau sedang berlarian bersama anak-anak yang memegang bunga itu juga, ya?"

"Mmhh..."

"Tapi, kenapa kau tak membawa bunga seperti mereka?"

"E-eh? A-aku bawa, kok.."

Sakura pun mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.

"Waa, bunga matahari! Itu bunga kesukaanku!"

"Benarkah? Aku juga suka!"

Tak lama kemudian...

.

.

"Saakuraaa!"

.

.

Gadis kecil itu pun menoleh. Didapatinya sahabatnya yang berambut pirang dengan kuncir ala pony tail itu tengah berlari ke arahnya.

"Sakuraaa!" Gadis kecil yang berambut pirang itu sekali lagi meneriakan nama sahabatnya.

"Apa, Ino?," tanya Sakura.

"Uuuh! Dari tadi aku mencarimu ke mana-mana, tahu!," keluh gadis kecil yang bernama Ino itu, "Bukankah tadi kau ikut mengejar Sasuke-kun juga?"

"Iya. Tapi aku jatuh, hehe. Lalu ia menolongku," ucap Sakura riang.

"Ohh, baiklah kalau begitu. Ah, sayang sekali kau tak melihat saat Sasuke-kun menerima bunga pemberianku tadi!," ujar Ino, pamer kepada sahabatnya itu.

Namun Sakura malah menepuk jidatnya, seperti teringat sesuatu yang penting. "Oh iya!," serunya. Ia segera meraih bunga mataharinya yang tadinya ia bawa untuk Sasuke itu, dan menyerahkannya pada Naruto.

Naruto nampak terkejut sekaligus bingung. "Untukku?," tanyanya.

Sakura mengangguk mantap. "Tadi kau bilang bahwa kau suka bunga matahari, jadi bunga matahari ini untukmu saja."

"Ta-tapi...bukankah ini untuk–"

"Pokoknya, itu untukmu! Titik!"

CUP

Dan kecupan singkat pun dihadiahkan sang gadis kecil pinky di pipi teman barunya itu. "Terimakasih telah menolongku!," ucapnya sembari menggandeng tangan Ino dan berlari pergi, meninggalkan Naruto yang masih terdiam di tempatnya dengan wajah memerah.

.

.

.

OWARI


A/N: Terlalu cepat update, ya? Hehe, soalnya begitu selesai mengetik, aku langsung publish. Yaa, semoga chapter yang ini juga tak mengecewakan :)

Silahkan tuangkan segala pendapat, saran, dan kritik kalian di kotak review. Arigatou minasan! ^_^