chapter 2
.
.
.
.
Jongin ternyum sambil memandikan anaknya didalam kamar mandi . Taeoh yang masih berumur 4 bulan sedang dalam gerak aktif-aktifnya . Bahkan di dalam bath-up pun ia masihmeracau tak jelas sambil menendang-nendang pasrah kakinya kedalam air
'' Segitu senangnya kau ya anak nakal . mentang-menatng ibumu sudah telah kembali '' Jongin mencumi pipi gembung yang anak yang lansung tertawa lucu menatap ke arah manik hitamnya
'' Ayo kita pakai baju tuan muda Kim . Kau harus selalu tampan ketika ibumu datang . Ibumu itu sangat sukka dengan laki-laki yang tampan hehe '' Jongin mengangkat bayinya pelan dan menggulungnya denganhanduk bayi berwarna kuning telur . meletakkannya sayang ke atas ranjang , dan mulai memberikannya minyak telon , kemudian pakaian popok celana dan baju hangat yang nyaman
'' Nah tampan , mari kita bertemu ibumu dan memperlihatkan ketampamananmu '' Jongin menggendong anaknya dan membawanya ke arah dapur .
Harum masakan sudah tecium ketika ia baru saja berjalan keluar dari kamarnya . Kyungsoo disana . Masih sibuk dengan semua babhan masakannya yang akan diolahnya , entah menjadi apa
'' Sudah selesai mandi ? '' Kyungsoo berucap ketia ia menaruh beberapa mangkuk dan piring yang berisi makanan . Melihat seorang Kim Jongin dengan kaos hitam polos dan sebuah boxer , lelaki itu tetap tampan walau hanya berpakai sederhana dan cukup membuatnya gelisah
'' Ya , anakmu sepertinya mengantuk Kyung . Ini adalah jam tidurnya '' Jongin menimang anaknya sambil menatap jarum jam yang ada di dinding dapur
'' Aku akan menidurkannya sebentar lagi . Aku sudah selesai memasak '' Kyungsoo membawa masuk beberapa kantung plastik belanjaan yang masih tersisa kedlam kulkas , mencuci peralatan masaknya yang terakhir dan mengeringkan tangannya dengan tissu dapur
'' sedang apa kau '' Jongin tekejut . Ia mengira bahwa Kyungsoo mendekatinya untuk mengambil Taeoh . Tetapi ternyata , wanita itu memasukankedua telapak tangannya kedalam kaus hitamnya dan menggosokkannya dengan lembut ke permukaan pinggangnya
'' jongin jangan bergerak terus '' Kyungso berhenti melakukan kegiatannya karna laki-laki itu menggeliat tak nyaman sambil membawa Taeoh yang mulai menguap samar
'' Aku akan terangsang jika kau terus seperti ini Kyung '' Jongin mendesih , dan sedikit mengerang
Kyungsoo mengulum senyumnya dan mengeluarkan tangannya yang telah menghangat dan mengambil alih Taeoh kedalam gendongannya
'' Jongin makanlah . Aku memasakkan semuanya untukmu . Aku sudah makan di pesawat . Kau bisa langsung masuk kemar setelah itu . Akan ku cuci piring-piringnya besok pagi '' Kyungsoo menjelaskan sebelum akhirny pergi meninggalkan Jongin yang sudah duduk di depan meja makan
.
.
.
'' Jongin mengirim pesan '' pekikan suara seorang wanita paruh baya membuat seorang berusia sama seperti dirinya ikut terkejut dan mendekat dengan refleks
'' Astaga , ini benar-benar '' Yixing , wanita paruh baya yang masih terlihat anggun itu memekik ketika membaca pesan yang di tunjukkan kepada Minseok , sahabatnya
'' Ada apa ? '' suara rendah dari seorang laki-laki paruh baya yang baru saja masuk kedalam ruang tamu membuat kedua wanita paruh baya tadi menoleh
'' Kyungsoo melempar Jongin dengan makanan lagi ? atau dia menolak melemparkan susu kepada anaknya ''
'' Kau suka menduga hal yang negatif yeobo .'' Yixing memberengut kesal kepada suaminya yang baru sja ikut berkumpul
'' Lalu apa ? ''
'' Kyungsoo memasakkan Jongin dan menidurkan Taeoh '' ucap Minseok tak kalah senang
'' Benarkah ? apa dia sudah pulang kke Korea ?''
'' Tentu saja Kim Joonmyeon . Sekarang cepat bersihkan dirimu karna aku masih sibuk dengan acara gosipkku '' yixngin mendesih tak suka sambiil kembali tersenyum melihat pesan dari Jongin
'' CK , kalian ini . Sudah berbesan masih saja tetap seperti anak kecil . Tidak kenal usia '' Joonmyeon mendesis dan melangkah menjauhi dua wanita paruh baya yang masih asik bebicara hal-hal yang tidak dimengerti olehnya .
.
.
.
Jongin melangkah dengan pasti ke arah kamar utama . Kyungsoo tertidur menyamping menyusui Taeoh disana . Kapan terakhir kali Kyungsoonya memberikan bayinya asi ?, 2 bulan yang lalu , mungkin saja
'' Kau menyusuinya ? '' Jongin masih berdiri di pinggir ranjang , tidak berniat untuk mengganggu kenyamanan sang bayi yang masih menyusu
'' Ya , asiku masih keluar . Dan Taeoh membutuhkannya '' jeda sedikit kemudian ia mendesah kesakitan ketika merasakan putingnya yang terasa nyeri digigit oleh Taeoh
'' Dia menggigit ? astaga '' Jongin segera mengambil alih bayinya , sementara Kyungsoo segera menutup payudarahnya dan megngelusnya pelan
'' Taeoh menggigit apa saja yang di masukan kedalam mulutnya akhirakhir ini ... Giginya baru saja tumbuh '' Jongin meniman anaknya yang masih tertidur pulas , bayi itu memang susah dibangunkan
Kyungsoo mendesis dan berjalan ke arah kamar mandi
'' Jika kau perlu sesuatu , kau bisa memanggilku di kamar Taeoh ''
Kyungsoo hendang masuk kedalam kamar mandi , tetapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara pintu dibuka
'' Jongin '' ucapnya lirih
Jongin menengok , mendapati Kyungsoo yang sedang menggenggam beberapa potong pakaian ganti , wanita itu sudah terbiasa untuk mengganti pakaian di dalam kamar mandi dari dulu
'' Kita tidur bersama ''
Itu jelas bukan suaranya , tetapi Jongin masih tidak percaya jika kyungsoo yang mengatakannya
'' Aku , kau dan Taeoh .. Tapiājik ''
'' Aku mau '' Jongin berseru dengan cepat ,'' kita bertiga akan tidur bersama malam ini '' Jongin tersenyum dan kembali berjalan ke arah ranjang
Ada perasaan lega di hati Kyungsoo . Ia mengenal Jongin lebih dari apa yang orang ketahui . Tetapi , dari sekian banyak peimikiran , menjadi istrinya benar-benar tak pernah dibayangkan
.
.
.
.
Sehun berjalan berdampingan dengan Luhan muju ruang makan di kediaman keluarga Xi . Disana hanya ada kedua orang tua Luhan , tidak ada yang lain , kecuali beberapa pelayan yang sibuk menaruh dan menyediakan makanan
'' Oo, calon menantu sudah datang '' Tuan Xi tersenyum amat manis , dan menyapa Sehun dengan ramah
'' Selamat malam baba , mama . Senang bertemu dengan kalian '' Sehun menjawab akrab . Ia telah mengenal Luhan selama 4 tahun , dan ia sangat begitu akrab dengan keluarga Luhan , begitupun sebaliknya
'' paman , maaf .. Aku baru bisa datang '' suara rendah seseorang terdengar
Laki-laki itu berdiri disana , memandang Sehun tanpa berkedip sedikitpun . Bahkan tubuhnya terasa sangat kaku hanya untuk melangkan ke arah kursi yang di siapkan oleh sang paman
'' Kris ge ? '' Luhan memkik senang dan berhambur ke pelukan kris , sementara Sehun masih menatap tajam ke arah laki dengan rambut coklatnya yang rapi
'' Sehun perkenalkan , dia Kris . Wu Yi Fan atau Kris Wu .. dia keluarga jauh kami dari Kanada '' Ibu Luhan tersenyum amat manis , memperkenalkan keponakannya yang bejat dihadapan seorang Oh Sehun
'' Sehun , ayo kita duduk .. Kris ge juga ya ''
Luhan , wanita itu tak ingin abil pusing dengan suasana canggung yang ada . Kris dan Sehun akan menjadi keluarga suatu saat .. Jika ia menikah dengan Sehun , pastinya
.
.
.
..
.
TBC
sampai jumpa besok ya
