Author : Me Moon JH
Main Cast : Yoo Youngjae B.A.P
Jung Daehyun B.A.P
Other Cast : Bang Yongguk, Kim Himchan, Moon Jongup, Choi Junhong aka Zelo B.A.P, Yoo Ara ( Hello Venus ), Kim Myungsoo ( Infinite ), Oh Sehun ( EXO-K ) dll.
Pairing : Official Pairs of B.A.P ( DaeJae, BangHim, JongLo )
Rated : M
Genre : Romance, Family, School Life, Hurt/Comfort.
Disc : All cast not mine. But the story is mine
Warning : Boys Love, typhos, extra OOC, aneh kaya authornya, Bahasa tidak baku, dan keanehan tak terduga lainnya,hehhehehe/plakk. Maaf jika ada kesamaan cerita ataupun tema tapi sungguh ini hanya imajinasi saya tanpa adanya unsur CoPas. :D
.
.
.
DON'T LIKE ? JUST LEAVE
DON'T READ OKAY ?
.
.
.
Me Present
.
.
.
HAPPY READING :D
Ket : Ara, Yongguk, Himchan = 25 tahun
Daehyun, Myungsoo = 22 tahun
Sehun = 21 tahun
Youngjae, Jongup = 17 tahun
Zelo = 16 tahun
AN : untuk ff ini, Me sebenernya bingung antara mau diapdet apa ngga. Ini juga diapdetnya jam setengah 8 malem soalnya 'ehem'. Kalau mau baca ff ini ( emang ada yang mau baca ) bacanya malem aja hehehe atau kalau bacanya siang bagian 'ehem' nya di skip aja ya :) . Oh iya, makanya Me apdet ff ini Me mau minta saran teman-teman semua. Enaknya selama puasa ff ini apdet jangan atau ntar aja apdetnya pas udahan bulan puasa. Ditunggu ya jawabannya hehehe...oh iya hampir lupa dichap 3 BangHim muncul yeeeeee :D
Chapter 2
.
Jongup sedang bermain game di laptopnya ketika ponselnya berdering cukup nyaring. Dia pun mem-pause gamenya lalu berjalan ke arah tempat tidur untuk mengambil ponsel yang terletak di atas tempat tidur.
' Youngjae hyung is calling '
"Yeoboseyo hyung,"
"..."
"Kenapa malam - malam begini hyung menelpon ?"
"..."
"Aniyo, bukannya tidak boleh hyungie."
"..."
"Menemani hyung ?"
"..."
"Nde Jongup mau, memangnya noona hyung mau kemana ?"
"..."
"Oh, nde besok Jongup ke rumah hyung jam 08.00."
"..."
"Ne, cheonma."
Setelah itu Jongup pun langsung men-shut down laptopnya dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Saat dia akan memejamkan matanya entah kenapa bayangan pemuda tinggi itu menari - nari di benaknya.
"Aish, apa yang kau pikirkan Moon Jongup" gumamnya di tengah kesunyian.
-Meanwhile-
"Haahh, kenapa mata ini tidak mau terpejam ya ?" gumam Youngjae.
Dia pun membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut tebal dan memejamkan matanya erat - erat. Lama dia seperti itu, hingga perlahan rasa kantuk menghampirinya. Ketika dia hendak menutup matanya tiba - tiba pintu kamarnya yang memang tidak pernah di kunci itu terbuka pelan.
"Kau belum tidur Youngie-ah ?" ucap Daehyun yang kini berada di ambang pintu.
"Mmm," gumam Youngjae sambil membuka selimut yang menutupi wajahnya.
Daehyun berjalan pelan menuju tempat tidur Youngjae setelah dia mengunci pintu kamar itu, kemudian dia baringkan tubuhnya di samping Youngjae.
"Apa yang hyung lakukan ?" ucap Youngjae kaget.
"Mmm.." hanya gumaman yang menjadi jawaban dari Daehyun, karena kini Daehyun sedang membenamkan wajahnya di leher Youngjae.
"Hyung, bukannya Youngie tidak suka hyung begini, tapi bagaimana kalau nanti noona melihatnya?"
"Tidak akan chagi, noonamu sudah tidur." Jawab Daehyun.
"Oh iya, ada yang harus hyung tanyakan padamu." Lanjut Daehyun begitu dia mengingat tujuan utamanya datang ke kamar kekasihnya ini.
"Ne, apa hyung ?"
"Apa kau dan Jongup pacaran ?" tanya Daehyun sambil memegang dagu Youngjae agar pemuda itu menatap lurus pada matanya.
"Aniyo, tentu saja tidak hyung. Youngie dan Jongup itu hanya teman." Jawab Youngjae tenang.
"Mhh, benarkah ?"
"Nde."
Cukup lama mereka terdiam hingga Daehyun merubah posisi tidurannya. Kini ditindihnya tubuh kekasihnya itu.
"Wae hyu-mmhh,,," ucapan Youngjae terpotong karena kini Daehyun sedang melumat bibirnya pelan.
"Mau kan chagi ?" tanya Daehyun begitu ciuman mereka terputus.
"Maksud hyung ?" Youngjae balik bertanya pada Daehyun dengan tatapan polosnya.
"Ayolah, kau mengerti apa maksud hyung mm ?" tanpa basa - basi lagi Daehyun segera melumat bibir itu.
Youngjae merubah posisi mereka, menjadi Daehyun yang berada di bawah tubuhnya. Dijilatnya belahan bibir Daehyun pelan, Daehyun yang mengerti segera membuka mulutnya. Saat itu juga Youngjae memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulut Daehyun.
"Haahh..." Youngjae pun melepaskan ciuman mereka.
"Kenapa kau suka sekali di atas chagi mmhh,,?" Youngjae menatap Daehyun yang kini tengah menyeringai di bawahnya lalu tertawa pelan.
Daehyun memeluk tubuh Youngjae erat, kemudian Daehyun langsung menggulingkan tubuh mereka, hingga kini tubuh Youngjae berada di bawahnya.
Segera saja dirobeknya piyama yang Youngjae kenakan dan dilemparnya piyama itu. Ditatapnya intens tubuh Youngjae yang topless. Youngjae yang melihat tatapan Daehyun hanya menyeringai.
"Jangan hanya dilihat hyungie-ah.." bisik Youngjae sambil meniup - niup telinga Daehyun pelan dan terkesan menggoda.
"Jika itu mau mu chagi." Setelah itu dilumatnya bibir Youngjae agak kasar, Youngjae pun mengelus pelan punggung Daehyun dengan satu tangannya.
Satu tangannya lagi dia gunakan untuk menekan tengkuk Daehyun agar ciuman mereka semakin dalam. Mendapat perlakuan seperti itu dari Youngjae, Daehyun merasa semakin bersemangat (?).
Kali ini dihisapnya bibir kekasihnya itu, Daehyun memasukkan seluruh bibir Youngjae ke dalam mulutnya.
"Ngghh˙˙˙ahh.." desah Youngjae tertahan.
Satu tangan Youngjae yang sedari tadi mengelus punggung Daehyun, berpindah meremas pantat Daehyun.
"Sshh˙˙˙.." desah Daehyun yang mendapat perlakuan seperti itu dari Youngjae.
Daehyun menurunkan ciumannya ke leher putih mulus itu, dikecup dan dijilatnya leher Youngjae tanpa meninggalkan tanda, karena Daehyun takut ada orang lain yang curiga.
Ketika Daehyun sedang asik menciumi leher itu, tiba - tiba Youngjae menggulingkan tubuh mereka lagi ( A : guling2 terus dari tadi, serasa jadi kambing guling/plakk ). Menjadi Daehyun kembali berada di bawahnya.
"Hyung curang˙˙˙.." rengek Youngjae.
"Curang kenapa chagi eum.,, ?" tanya Daehyun.
"Buka bajumu hyung~,,,,"
"Bisa kau bukakan untuk hyung ?" bisik Daehyun sambil menjilati telinga Youngjae.
Tanpa menjawab Youngjae segera membuka kaus yang Daehyun kenakan dan dilemparnya kaus itu sembarangan.
"Eunghh, bagus chagi˙˙˙.." desah Daehyun saat Youngjae mulai menciumi lehernya.
Ciuman Youngjae turun ke dada Daehyun, ketika Youngjae hendak menyentuh nipple itu, tepat saat itu juga Daehyun membanting tubuh Youngjae.
Diciumnya kasar bibir pemuda yang ada di bawahnya, kini tangannya merambat ke bawah dan di remasnya dengan kasar milik Youngjae.
"Aahh˙˙˙mhh.." dengan sekali hentak Daehyun melepaskan celana piyama Youngjae.
Youngjae menjambak kasar rambut Daehyun yang masih mencium bibirnya hingga ciuman meraka terputus.
"Wae chagi ?" tanya Daehyun bingung
Namun dengan melihat tatapan Youngjae, Daehyun mengerti apa yang kekasihnya itu inginkan. Daehyun menciumi bahu itu lembut, namun tampaknya Youngjae tak puas dengan apa yang Daehyun lakukan.
Ditekannya kepala Daehyun lebih dalam, Daehyun melepaskan ciumannya lalu menyeringai lebar sambil menatap mata Youngjae nakal.
Dijilat dan digigitnya agak kasar bahu itu kemudian dihisapnya kuat hingga meninggalkan satu kissmark.
"Nde hyunghh begituhh˙˙˙,yeshh,,"
Tak puas hanya dengan satu hingga dilakukannya berkali – kali menimbulkan banyak kissmark di bahu yang dulunya putih mulus itu.
"Langsung hyung masukkan nde ?" tanya Daehyun
"Terserah hyung saja," setelah mendapat persetujuan dari Youngjae, Daehyun segera membuka boxer Youngjae.
Setelah itu diremasnya milik Youngjae hingga tegang,
"Mmhh, hyunghh~... cepat buka celana mu,," titah Youngjae
"Sudah tidak sabar chagi eumhh ?" Daehyun pun membuka celana jeans selutut yang dia kenakan, tapi dia tidak melepas keseluruhan (?) celana itu, hanya diturunkan sampai lutut.
Dilebarkannya kaki Youngjae, dibelainya paha putih mulus itu.
"Emut sebentar chagi, buat dia bangun.." Daehyun lalu menyodorkan miliknya tepat di depan bibir kekasihnya.
Youngjae pun segera menjilati milik Daehyun,
"Emmhh,,masukkan sayang..cepat.." perintah Daehyun
Youngjae lalu memasukkan milik Daehyun ke dalam mulutnya, digigitinya pelan
"Aahh yessh chagi, faster mmhh˙˙˙.."
Daehyun pun menjambak rambut Youngjae pelan, Youngjae mempercepat temponya hingga kini benda yang ada di dalam mulutnya setengah menegang.
"Cukup sayang,,"
Daehyun menarik kepala Youngjae pelan hingga miliknya terlepas, langsung diciumnya bibir itu lembut.
Dengan cepat Daehyun memasukkan miliknya kedalam opening Youngjae. Ciuman mereka terlepas karena kebutuhan akan menghirup oksigen.
"Shit ! it's so tight..." desis Daehyun yang mencoba untuk memasukkan keseluruhan miliknya, namun dia tampak kesulitan.
"Nghh,ssshh...cepat hyung.." Youngjae memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang dia alami.
"Ne.. be patient baby..ahh"
"Mmhh,, make it fast hyung please˙˙˙..it's really hurt.."
Akhirnya dengan sekali hentak Daehyun berhasil memasukkan seluruh miliknya.
"Move hyung.."
Tanpa menunggu Daehyun segera menggerakkan pinggulnya pelan karena takut kekasihnya kesakitan lagi.
"Faster hyung please,," namun tampaknya Youngjae tidak sabar dengan gerakan Daehyun yang lambat.
"As your wish Youngie baby," Daehyun pun mempercepat gerakan pinggulnya hingga miliknya tepat mengenai prostat Youngjae membuat Youngjae mengerang cukup keras.
"Ahh,,yeshh there hyung˙˙˙.. harder mhhh.."
Satu tangan Daehyun yang menganggur kini ia gunakan untuk meremas dan mengocok milik Youngjae dengan sangat cepat, sedangkan tangannya yang satu lagi ia gunakan untuk menopang berat tubuhnya supaya kekasihnya tidak merasa terlalu keberatan dengan berat tubuhnya.
"Yeshh like that hyung..."
Daehyun kembali mencium bibir itu, ia mainkan lidahnya di dalam mulut kekasihnya itu.
"Mmhh..eunghh,,"
Ciumannya turun ke dada Youngjae, dijilatnya nipple itu pelan. Youngjae yang tak puas segera menekan dan menjambak rambut Daehyun keras.
Dimasukkannya nipple itu ke dalam mulutnya, dihisapnya cukup keras.
"Eunghh,, more Daehyunnie hyung ahh~.."
Youngjae pun mendorong pantat Daehyun dengan satu kakinya untuk lebih mempercepat gerakannya.
Daehyun menggigit nipple itu keras hingga benda mungil itu membengkak dan tampak memerah.
"Yeshh, i like it hyung ahh,,"
"Hampir sampai ahh.." desis Daehyun sambil mempercepat tempo gerakkannya dan tempo kocokkannya pada milik Youngjae.
"Ahh mhh aku sampai hyungie-ah,, shh˙˙..."
"Nado chagi,,mhh.."
Mereka pun mencapai klimaks di saat yang bersamaan, nafas mereka terengah - engah. Daehyun kemudian mencium bibir Youngjae lembut, Youngjae pun mengalungkan kedua lengannya pada leher Daehyun.
"Berat hyungie-ah,," ucap Youngjae begitu ciuman mereka terputus.
Daehyun pun mengeluarkan miliknya dari dalam Youngjae dan langsung menjilati cairannya yang keluar dari opening kekasihnya itu.
"Gomawo chagi."
"Ne hyung, kembalilah ke kamarmu."
"Tidur yang nyenyak ne~ "
Daehyun mengecup kening Youngjae cukup lama, kemudian ia kembali memakai bajunya dan berjalan keluar dari kamar itu sambil menutup pintunya pelan.
#############*#############
"Noona pergi ne, jaga dirimu baik - baik sayang."
"Ne noona hati - hati di jalan~"
"Ayo pergi yeobo." Ajak Ara pada Daehyun sambil memeluk sebelah tangan Daehyun.
Ketika mereka hendak menaiki mobil yang terparkir di halaman rumah, tiba - tiba ada sebuah mobil ford fiesta berwarna putih susu yang memasuki halaman rumah mereka.
Pemilik mobil itu -Jongup- keluar dan langsung membungkuk kepada sang pemilik rumah.
"Annyeong," sapa Jongup sambil tersenyum manis ke arah sang pemilik rumah.
"Ne,,tolong jaga Youngjae ya."
Ara dan Daehyun pun lalu memasuki mobil mereka dan menjalankannya keluar dari halaman rumahnya.
"Ayo masuk Jong-ah," ajak Youngjae pada Jongup, lalu mereka pun memasuki rumah Youngjae.
"hyung, aku haus,," rengek Jongup begitu ia duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
"Nde, kau mau minum apa ?"
"Apa saja hyung, hehe."
"Kalau begitu kuberi racun kau mau ?"
"MWO ?! ani,, aku tidak mau,"
"Hahahahaha..."
Sesudah itu Youngjae pun berlari menuju dapur sambil terus tertawa (?).
#############*#############
Jongup sedang dalam perjalanan pulang dari rumah Youngjae. Dia menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang. Dilihatnya jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kirinya menunjukkan pukul 06.30 malam.
Karena bosan akibat terjebak lampu merah, akhirnya dia mengambil headset dari saku celananya dan memutar lagu dari ponselnya.
Jongup menumpukan kepalanya pada setir mobil. Dihadapkan kepalanya ke arah kanan.
Matanya memperhatikan ke arah trotoar jalan yang dipenuhi orang - orang yang hilir mudik.
Ketika sedang menatap ke sembarangan arah tiba- tiba matanya tertuju pada suatu objek yang akhir - akhir ini sering dia pikirkan.
'Pemuda itu-'
Lampu berganti menjadi hijau, dia segera mengemudikan mobilnya pelan dengan maksud mengikuti pemuda yang dimaksudnya.
Langkah pemuda tinggi yang Jongup ikuti tadi terhenti di depan sebuah minimarket, pemuda itu masuk kedalam minimarket tersebut.
Jongup memarkirkan mobilnya di depan minimarket yang dimasuki pemuda tadi. Dia masuk kedalam minimarket tersebut dan langsung mencari keberadaan pemuda tadi.
'Itu dia' gumam Jongup saat menemukan pemuda tinggi tadi sedang mengambil sebuah susu kotak dingin. Pemuda tinggi tadi langsung menuju ke kasir.
Dengan asal Jongup mengambil sebuah barang yang ada pada rak didekatnya yang bahkan dia tidak tahu apa.
Jongup sedang berada di kasir, tatapannya fokus pada pemuda tinggi dihadapannya yang sedang membayar susu yang dia beli.
"Selamat malam, mohon belanjaannya." Ucap noona penjaga kasir itu ramah membuyarkan lamunan Jongup.
"Ah ne ini," begitu Jongup memberikan barang yang dia beli tanpa melihatnya karena tatapannya masih fokus pada pemuda tinggi tadi, noona penjaga kasir itu tampak heran dan berusaha untuk menahan tawanya.
"Anda yakin ingin membeli ini, tuan ?" tanya noona itu dengan wajah yang memerah.
Akhirnya Jongup melihat barang apa yang dia beli dan matanya langsung membulat lucu.
' Ah... apa yang kubeli Ya Tuhan aku maluuuuu ' ratap Jongup dalam hati.
Nyatanya yang dia beli adalah sebungkus PEMBALUT UNTUK WANITA.
"Emm hehe, ini untuk adik perempuan saya noona." Jelas Jongup pada noona penjaga kasir dengan wajah yang memerah.
Noona itu hanya tersenyum kemudian menyerahkan belanjaan Jongup.
"Lain kali datang lagi ya." Ucap noona itu sambil tersenyum.
Setelah itu Jongup segera keluar dari minimarket itu dan memasukkan belanjaannya kedalam mobil asal dan dia segera mengunci mobilnya dan membiarkan mobil itu berada diparkiran yang ada di depan minimarket itu.
Jongup mengikuti pemuda tinggi itu. Saat pemuda tinggi itu membuang bekas kemasan susu kotak yang telah dia minum, Jongup berpura - pura untuk terus berjalan tak tentu arah.
Pemuda tinggi itu berbelok ke arah sebuah gang kecil yang cukup gelap dan terhenti di depan sebuah rumah mungil sederhana dengan pagar yang terbuat dari kayu.
Jongup menyembunyikan dirinya di samping sebuah rumah namun rumah itu strategis untuk menguntit (?) apa yang pemuda tinggi itu lakukan.
Pemuda tinggi itu tampak membuka pintu pagar itu pelan tanpa menutupnya kembali. Pemuda tinggi itu mengetuk pintu dihadapannya pelan.
"Appa, aku pulang." Suaranya terdengar rapuh
Pintu itu pun terbuka dan menampakkan sesosok pria paruh baya dengan wajah menyeramkan (?).
"Dari mana saja kau hah ?!" tanya pria itu dingin
"Aku pergi ke rumah tem-"
PLAKK
Belum sempat pemuda tinggi itu menyelesaikan ucapannya, pria yang berstatus sebagai ayahnya itu langsung menampar pipinya keras hingga pipi putih nan mulus milik pemuda tinggi tadi memerah.
"Kau harusnya kerja, bukannya keluyuran tidak jelas !" bentak ayah dari pemuda tinggi tadi.
"Tapi appa, aku tadi mengerjakan tugas." Bela pemuda tinggi itu sambil menunduk.
"Alasan !" bentak ayahnya sambil mencengkram dagu pemuda tinggi itu.
"Sakit appa," lirih pemuda tinggi itu.
"DIAM CHOI JUNHONG !" dijambaknya rambut pemuda tinggi yang dipanggil Choi Junhong itu kasar.
"Sekarang cepat kau pergi bekerja !"
"Appa, cafe kan buka jam 8,"
"Aku tidak peduli, cepat pergi sana !" usir ayah Junhong sambil mendorong tubuh Junhong kasar.
% TO BE CONTINUED % or % END %
Hai.. Me kembali membawa chapter 2, bagaimana chapter yang ini ? anehkah ?
Ini chapter terpaanjaaaang bahkan katanya hampir 2.520 words, disini baby Zelo sudah muncul hehehe. Tinggal tunggu kemunculan (?) eomma appa BAP . mungkin muncul sekitar chapter 3-5 hehehe, soalnya masih bingung mau menempatkannya seperti apa nanti.
Balasan Review
matokeke : iya ini udah dilanjut. Makasih udah review, ditunggu reviewnya lagi ya:) .
yongchan : pertama baca komennya entah kenapa langsung ketawa pas yongchan-shi bilang Dae mesum sama brengsek. iya sama, tak tahu kenapa kalau setiap liat muka Dae karakter yang cocok ma dia emang kesannya mesum, playboy untung lu ganteng Dae. Coba kalo jelek hahahha/plakk. Iya ini udah lanjut. Makasih udah review, ditunggu reviewnya lagi ya:) .
Azura Lynn Gee : iya pasti langsung pecah tuh rumah (?). Makasih udah review, ditunggu reviewnya lagi ya:) .
NavyDilla : Lay eomma, Me dimarahin,,( lari meluk Lay eomma/dibanting Suho appa ). Itu dibagian yang terakhir udah kejawab kenapa BabyZel nangis. Bales lempar uang (?).Makasih udah review, ditunggu reviewnya lagi ya :) .
So Review Please~
BBUING-BBUING bareng Thehunnie / lah ? ;D
And then mumumumumumu :*
