Author : Me Moon JH

Main Cast : Kim Himchan B.A.P

Bang Yongguk B.A.P

Other Cast : Zelo, Jongup ( B.A.P ), Kangin, Leeteuk ( Super Junior ).

Pairing : BangHim, KangTeuk, JongLo, Slight BangLo, HimUp.

Rated : T

Genre : Romance, Family.

Disc : All cast not mine. But the story is mine

Warning : Boys Love, typhos, extra OOC, aneh kaya authornya, Bahasa tidak baku, dan keanehan tak terduga lainnya,hehhehehe/plakk. Cerita ini terinspirasi dari salah satu FTV yang Ibu saya tonton, tapi Me ubah lagi beberapa plotnya hingga tidak akan sama persis. Maaf bila ada kesamaan tema maupun setting. But this story is just my imagination.

AN : untuk ff yang DaeJae ( Noona, Mianhaeyo ) diapdetnya nanti sekitar jam 5 sore. Kenapa ? soalnya kan sekarang bulan puasa. Terus apa hubungannya thor ? kan yang ff itu ratenya M, terus yang chap 2 nya ada adegan 'ehem' nya hehehe. Jadi ff itu diapdetnya setiap sore jam 5 atau malem jam 8-an. Makasih :*

.

.

.

DON'T LIKE ? JUST LEAVE

DON'T READ OKAY ?

.

.

.

Me Present

.

.

.

HAPPY READING :D

Chapter 2

.

Satu tahun kemudian -

"Hyung kenapa sih ?!" bentak seorang pemuda tinggi nan manis pada pemuda tampan bertubuh kekar yang ada di hadapannya.

"Junhongie, hyung mohon mengertilah sedikit keadaan hyung chagiya," ucap pemuda tampan itu pada pemuda tinggi yang ternyata bernama Junhong.

"Hyung sudah berapa kali seperti ini ?! hyung pikir aku tidak bosan huh !" bentak Junhong lagi.

"Chagi, pekerjaan hyung juga kan penting. Hyung mohon jangan egois Junnie-ah."

"Yongguk hyung menyebalkan. Hanya pekerjaan saja yang hyung pikirkan, kapan hyung ada waktu untukku ?!" bentak Junhong lagi pada Yongguk pemuda tampan yang ada di hadapannya.

"Bukan begitu maksud hyung chagiya. Hyung janji jika ada waktu luang hyung akan menemanimu Junhongie."

"Hyung bohong !" nada suara Junhong meninggi.

"Hyung tidak bohong Junnie-ah. Hyung hanya pergi selama empat bulan saja chagi." Jelas Yongguk.

"Hyung bilang empat bulan ?! sekarang hyung berkata begitu, tapi nyatanya hyung pasti pergi lebih lama kan ?"

"YA CHOI JUNHONG ! KAU ITU EGOIS KAU TAHU ?!" tanpa sadar Yongguk membentak kekasihnya sendiri hingga pemuda manis di depannya terdiam.

"Aku benci padamu Bang Yongguk." Ucap Junhong dengan nada datar sambil pergi meninggalkan Yongguk sendiri di bangku taman itu.

' Aishh anak itu,' gumam Yongguk.

Himchan terlihat keluar dari cafenya sore itu, ketika hendak mengambil mobilnya tiba - tiba saja ada orang yang merampas (?) kunci mobilnya.

"YA !" teriak Himchan kemudian dia mengejar orang itu.

Mereka terus berkejaran hingga kini sampai di gang yang sepi, ternyata pencuri itu memiliki teman di sana.

"Hey ! kembalikan kunci mobilku pabo !" bentak Himchan

"Coba ambil kalau kau bisa ?!" ejek orang itu sambil memeletkan lidahnya.

"YA !" teriak Himchan sambil berusaha merebut kunci mobilnya.

Namun Himchan gagal, karena ternyata orang itu melemparkan kuncinya pada temannya, mereka terus seperti itu.

BRUK

Salah seorang dari pencuri itu terjatuh karena ditendang oleh seseorang, kemudian orang itu menghajar pencuri yang satu lagi. Mereka terus berkelahi hingga kedua pencuri pergi.

"Ini milikmu ?" tanya pemuda tampan itu sambil memberikan kunci mobil Himchan.

"Em nde," Himchan menganggukkan kepalanya sambil terus menatap pemuda yang ada di hadapannya.

"Gwaenchana ?" tanya pemuda itu lagi.

"Ah nde, kamsahamnida." Himchan membungkukkan badannya.

"Em, kalau begitu hati - hati. Aku pergi dulu." Pamit pemuda tampan itu sambil pergi meninggalkan Himchan sendiri.

"Ah pabo ! kenapa aku tidak tanya siapa namanya." Rutuk Himchan setelah sekian lama terbengong ria.

Himchan pun pergi dari sana dan mengambil mobilnya, menjalankannya menuju apartemen yang sudah tiga tahun ini ditempatinya.

Sesampainya Himchan di apartemennya dia segera merebahkan tubuhnya di sofa berwarna dark blue itu. Dia memejamkan matanya dan hampir saja menuju alam mimpi jika dering ponsel tidak mengganggunya.

"Yeoboseyo appa." Sapa Himchan

"Appa ingin kau segera menikah Kim Himchan." Ucap Kangin appa di seberang telepon sana tegas.

"Appa, kenapa appa berkata seperti itu terus."

"Apa maksudmu ? kau itu sudah besar Himchan. Usiamu saja sudah dua puluh enam tahun."

"Oh ayolah appa, zaman sudah modern."

"Kau ini juka diberitahu selalu saja seperti itu. Pokoknya appa tidak mau tahu, jika kau kembali ke Gwangju kau harus membawa calon pasanganmu Kim Himchan !" bentak Kangin appa.

Setelah itu, telpon di tutup begitu saja oleh Kangin appa meninggalkan Himchan yang tampak frustasi di apartemennya.

Meanwhile –

"Kenapa yeobo ?" tanya Leeteuk eomma

"Anak kita selalu saja membantah jika diberitahu." Jawab Kangin appa dengan nada yang sangat kesal.

"Sabar yeobo, nanti juga Himchan mengerti."

"Mengerti apanya ?! anak itu benar - benar-"

"Kau kenapa Kangin-ah ?"

Leeteuk eomma tampak kaget karena suaminya tiba - tiba saja terjatuh sambil memegang dada kirinya erat.

Himchan baru saja hendak pergi tidur, namun ponselnya berdering lagi.

' iishh, ada apa lagi ' gumam Himchan ketika melihat nama appanya tertera pada layar ponselnya.

"Yeoboseyo appa."

"Ini eomma Hime," terdengar suara Leeteuk eomma.

"Oh ada apa ?"

"Appa mu ! Hime. Appa mu !" suara Leeteuk eomma terdengar panik.

"Appa kenapa ?" tanya Himchan tenang

"Dia, penyakitnya kambuh lagi. Bisa kah kau kemari sayang ?"

"Nde ? Appa sakit ? Ne baiklah aku akan kesana besok pagi." Jawab Himchan.

Esoknya –

"Hyung, ada yang harus Junhong katakan pada hyung." Ucap Junhong pada Yongguk yang berdiri di depannya.

"Apa itu Junnie-ah ?"

"Sebenarnya Junhong ingin kita mengakhi-" ucapan Junhong terputus karena Yongguk menyelanya.

"Yeoboseyo sajangnim." Yongguk mengangkat telepon yang masuk ke ponselnya.

"Sekarang ?" lanjut Yongguk tanpa mempedulikan Junhong yang kini tengah mempoutkan bibirnya imut.

"Nde, baiklah sajangnim."

"Ada apa hyung ?" tanya Junhong

"Hyung harus meliput sebuah perkebunan teh di Gwangju sekarang chagi." Jelas Yongguk ( anggap di Gwangju ada perkebunan teh ya ).

"Mwo ? tapi ada yang ingin Junhong bicarakan pada hyung sekarang."

"Tapi hyung harus pergi sekarang juga sayang."

"Sebentar saja hyung," rengek Junhong

"Sayang, hyung mohon mengertilah."

"Ah terserah hyung saja." Junhong mengatakannya tanpa menatap wajah kekasihnya

"Gomawo chagi, hyung akan segera kembali."

Yongguk pun mencium bibir Junhong sekilas, kemudian pergi berlalu dari sana meninggalkan Junhong sendiri.

"Padahal aku mau jujur pada hyung, bahwa aku lelah dengan- ah sudahlah,," gumam Junhong lalu pergi dari sana.

.

Himchan sedang dalam perjalanan menuju Gwangju, namun ketika melewati jalan dengan pemandangan hamparan kebun teh yang luas tiba - tiba mobilnya mogok.

"Yahhh, ada apa ini ?" gumam Himchan

Dia pun keluar dari mobilnya dan memeriksa mobilnya.

"Umm, bagaimana ini ?"

"Mobilnya kenapa ?"

Muncullah (?) seorang pemuda tampan di samping Himchan, pemuda itu baru saja turun dari bus yang akan membawanya menuju Gwangju. Dia turun karena melihat Himchan yang nampak kesulitan.

"Eh ?" Himchan nampak terkejut melihat pemuda yang ada di sampingnya.

"Boleh aku periksa mobilnya ?" tanya pemuda itu pada Himchan

"Em, ne silahkan."

Dengan teliti pemuda itu memeriksa mesin mobil milik Himchan, setelah cukup lama akhirnya pemuda itu selesai dan menyuruh Himchan untuk men-starter mobilnya.

Himchan tersenyum senang karena mobilnya benar kembali. Himchan pun turun dari mobilnya dan menghampiri pemuda yang telah membantunya.

"Em, jeongmal gomawo em..."

"Yongguk. Bang Yongguk."

"Ne, gomawo Yongguk-shi." Ucap Himchan sambil tersenyum manis.

"Cheonma ..."

"Namaku Kim Himchan."

"Ne, senang berkenalan dengan anda Himchan-shi."

"Ini yang kedua kalinya anda membantu saya,"

"Gwaenchana, bukankah sesama manusia harus saling membantu."

"Nde anda benar."

Lama mereka dilanda keheningan. Himchan sebenarnya ingin menanyakan beberapa hal pada pemuda tampan yang bereda di sampingnya, tapi dia bingung harus memulainya bagaimana.

"Yongguk-shi ?"

"Ne ?"

"Bagaimana anda bisa ada di sini ?"

"Oh, tadi sebenarnya saya sedang ada di bus, tapi saya melihat mobil anda mogok. Jadi saya turun."

"Ne ? oh pasti saya sangat merepotkan."

"Tidak juga Himchan-shi."

"Kalau boleh saya tahu, memangnya anda mau kemana Yongguk-shi ?"

"Ke Gwangju, ke sebuah perkebunan teh yang ada di sana."

"Wahh, kebetulan sekali. Saya juga akan kesana. Bagaimana kalau kita berangkat bersama saja ?" tawar Himchan.

"Apakah boleh seperti itu ?" tanya Yongguk sambil mengusap tengkuknya canggung.

"Tentu saja boleh, ayo."

Selama di perjalanan menuju Gwangju, Himchan diam-diam memperhatikan Yongguk melalui kaca spion mobilnya.

'Ya Tuhan, Pria ini tampan sekali.' Batin Himchan

"Himchan-shi, gwaenchana ?" tanya Yongguk karena melihat Himchan menggelengkan kepalanya berulang kali.

"Ah ne, nan gwaenchana, hehehehhe."

"Kangin-ah makanlah." bujuk Leeteuk eomma pada Kangin appa yang sedang duduk termenung di atas tempat tidur

"Aku tidak mau."

"Aish, kau ini seperti anak kecil saja."

"..."

"Sudahlah nanti Himchan pasti akan menikah juga."

"Anak itu, kapan hah ?"

"Sstt, biar begitu dia anak kita satu-satunya Kangin-ah."

"Aku mau pergi mengawasi pekerjaan para karyawan saja."

"YA, kau ini masih sakit. Jangan pergi dulu."

"Jika hanya berdiam diri di atas kasur saja seperti ini, itu membuat tidak sehat. Ya sudah aku pergi." Tanpa persetujuan dari Leeteuk eomma, Kangin appa pun pergi menuju kebun teh miliknya.

"Kau sebenarnya tidak beda jauh dengan Himchan." Gumam Leeteuk eomma.

"Wahh, sejuknya..." pekik Himchan sambil merentangkan tangannya

'Dia imut sekali' pikir Yongguk

"Bang ayo kesini." Ajak Himchan sambil melambaikan tangannya pada Yongguk. Mereka memang tidak bicara dengan bahasa formal karena Himchan yang menginginkannya.

"Ini cobalah." Himchan pun memberikan Yongguk se-cup air teh begitu Yongguk duduk disampingnya.

"Ne, gomawo."

"Bagaimana rasanya ? enak tidak ?" tanya Himchan antusias

"Ini sangat enak, rasanya begitu natural. Ini teh apa Himchan-ah ?"

"Itu adalah green tea yang dimix dengan madu dan bunga Chrysan." Jawab Himchan sambil tersenyum manis.

"Ngomong-ngomong, apa yang akan kau lakukan disini ?"

"Aku akan meliput perusahaan teh milik Kim Kangin-shi."

"NE ? KIM KANGIN?" teriak Himchan kaget

"Ne, kau baik-baik saja Himchan-ah ?"

"Ahahaha, ya begitulah." Jawab Himchan pelan

"Tapi kenapa ekspresi mu begitu. Atau jangan-jangan kau-?"

"Haah, Kim Kangin itu appa ku." ucap Himchan pelan

"Aaa benarkah ?" tanya Yongguk , Himchan hanya mengangguk sebagai jawabannya.

"Kalau begitu ayo kita kesana." Ajak Yongguk

"Aku tidak mau pulang Bang,"

"Eh wae ?"

"Appaku..."

"Memangnya ada apa ?"

"Appa bilang jika aku pulang ke Gwangju, aku harus membawa calon pasanganku. Appa ingin aku segera menikah Bang,," Raut wajah Himchan berubah menjadi sendu.

"Ya terus ada masalah ?" Yongguk kepo

"Aishh, aku kan masih muda Bang. Aku belum mau menikah, lagipula aku tidak punya pacar."

"Oh itu masalahnya. Andai saja aku bisa membantumu." Jawab Yongguk

"Kau sudah banyak membantuku Bang, aku merasa tidak enak padamu." Himchan mengatakan itu sambil berjalan pelan menjauhi Yongguk.

"..." Yongguk terdiam, dia bingung harus berbuat apa.

"Aku pergi Bang," lirih Himchan.

Yongguk melihat punggung Himchan yang perlahan menjauhinya dengan tatapan bingung, antara ingin membantu tapi tidak tahu bagaimana caranya. Hingga akhirnya Yongguk mengambil keputusan yang akan merubah hidupnya.

"Himchan-ah tunggu !" Yongguk sedikit berteriak karena kini Himchan berada cukup jauh darinya.

Himchan mengusap air mata yang mengalir dipipinya dengan tangan kirinya saat dirasakan pergelangan tangan kanannya dicekal oleh seseorang.

"Wae Bang ?" tanya Himchan pelan tanpa mengalihkan pandangannya.

"Aku mau membantumu," jawab Yongguk tegas

"Membantu ku ? bagaimana caranya Bang ?" Himchan pun mengalihkan pandangannya. Kini wajahnya bertatapan dengan wajah tampan seorang Bang Yongguk.

"Aku bisa berpura-pura menjadi pacarmu begitu, menjadi ehem calon suamimu." Yongguk mengatakan itu sambil menatap lekat wajah Himchan yang memerah manis.

'Ya Tuhan, dia manis sekali jika seperti ini. Sangat cantik. Eh ? apa yang kupukirkan. Kau sudah punya Choi Junhong. Ingat itu Bang Yongguk.' Batin Yongguk

"Gomawo Bang, aku senang sekali."

Tanpa sadar Himchan memeluk Yongguk erat, membuat wajah Yongguk tercengang. Cukup lama mereka dalam posisi seperti itu, hingga akhirnya Himchan menyadari sesuatu.

"EH ? maaf Bang. Mmm, aku tidak sengaja sungguh." Karena malu Himchan pun membalikkan tubuhnya dan berjalan cepat meninggalkan Yongguk.

'Aish, Kim Himchan bodoh. Apa yang kau lakukan.' Rutuk Himchan dalam hati sambil memukul-mukul pelan kepalanya .

"Eh, Himchan-ah tunggu !"

Kini mereka sedang berjalan di sekitar kebun teh untuk sampai ke rumah Himchan yang berada tidak jauh dari kebun teh itu. Namun karena tidak hati-hati, Himchan malah tersandung batu yang ada didekat kakinya.

"Yahh," Karena refleks, Himchan segera memegang tangan Yongguk hingga kini mereka berdua terjatuh diantara pohon teh (?) dengan posisi Yongguk menindih tubuh Himchan hingga menimbulkan suara terjatuh cukup keras.

"YAH ! siapa disana ?" teriak sebuah suara dari arah belakang .

Hingga muncullah (?) seorang pria paruh baya kemudian menghampiri mereka. Karena masih shock BangHim masih belum menyadari posisi mereka yang bisa dibilang berbahaya itu.

"YAH ! KENAPA KALIAN MALAH YADONGAN DI KEBUN TEH MILIKKU HAH?" teriak Kangin appa menggelegar dilengkapi dengan capslock dan mata yang berusaha menyaingi D.O EXO. Tanpa tahu bahwa yang diteriakinya (?) ( R : hah ? diteriyaki ? /plakk abaikan ) adalah anaknya sendiri.

% TO BE CONTINUED % or % END %

Haii, ini chap duanya. Bagaimana ? makin aneh ga ? yasudahlah biarpun aneh yang penting Thehun rambutnya rainbow (?)

Balasan Review

bbang2chan : Himup Cuma sebentar ko kakak, ga akan muncul lagi hehehe. Me juga ga rela kalau uri Jongup jadi ukenya Himchan. Iya ini udah di lanjut kakak :D. Makasih udah review, ditunggu reviewnya lagi ya .

HyunChan : iya ini BangHim kakak :D. Iya ukenya Himchan eomma. .cup Jangan nangis kakak. Makasih udah review, ditunggu reviewnya lagi ya .

yongchan : ini Yongguk appanya udah keluar kakak :D. Makasih udah review, ditunggu reviewnya lagi ya .

Jaylyn Rui : iya ini udah lanjut kakak :D. Yongguk appa ama babyZelo udah muncul tuh kakak ( Tunjuk mereka yang lagi bertengkar ). Maaf kakak, DaeJaenya ga ada soalnya bingung mau masukkin dimana (?). Tadinya mau dijadikan ortunya Himchan eomma, tapi ga cocok hehehe. Makasih udah review, ditunggu reviewnya lagi ya .

NavyDilla : iya ini udah lanjut kakak :D. Makasih udah review, ditunggu reviewnya lagi ya .

So Review lagi ya ~

Bbuing-Bbuing bareng babyZel.

And them mumumumummumum :* :* :*