oikaii...yang kedhua...diriku brenti lumayan lama karena walopun uda kepikiran endingnya kaya apa...tapi sama skali ga punya ide bwat nyambungin bagian awal dengan akirnya...huhuhu...menyedihkan...
- happy-ending.sasaji : dirimu kayana expert nih di bidang per'YAOI'an :p. Berikanlah diriku saran...:D
- neverendingforever7 : iya ini pertama kok! Heboh karena diriku terinspirasi dari 2 senior cowo' di tim basketku yg ga segan2 hentai2an di muka umum...huhuhu...bikin iri dah...(HALAH!!)
- lil' shiro-kun : iyo tuhh...soalnya si ichigo ga pernah minat ma cewe.
tapi...sutralah...kita mulai ajah...
Oke…untuk menyelamatkan reputasi Ichigo, sebenarnya 'kejadian' yang dimaksud Ichigo dan Rukia adalah dua hal yang berbeda. Ichigo terlalu tertekan dengan kejadian 'tadi pagi' sehingga melupakan hal memalukan yang terjadi 'tadi malam'. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi tadi malam…?
Malam sebelumnya….
Rukia mengikuti sinyal lain yang berkedip di ponselnya, meninggalkan Ichigo yang sedang menghadapi….. sebuah hollow…(hnn..). Rukia mendarat di atas tiang listrik menatap hollow bertubuh ramping dan memiliki sesuatu seperti tatanan rambut dreadlock, persis seperti predator berwarna pucat versi hollow dengan sebuah lubang di dadanya. Hollow itu sedang mengikuti pria setengah baya yang tengah bernyanyi dengan suara sumbang. Dia sedang mabuk. Kemudian hollow itu berhenti di belakang pria mabuk itu seolah-olah sedang mengambil ancang-ancang untuk menubruknya, dan tepat seperti dugaan Rukia, hollow itu melompat tepat ke arah pria itu. Tanpa pikir panjang Rukia mengarahkan telunjuknya pada hollow itu.
"Byakurai!"
sebuah kilat putih menyambar hollow dan membuatnya terpental jauh dari si pria mabuk hingga menabrak tong sampah yang berguling dengan suara nyaring. Tiba-tiba orang mabuk itu sadar dan berlari sedangkan si hollow berdiri dan menatap Rukia dengan marah.
"Shinigami…Mau apa kau jelek!!"
kaki Rukia hampir tergelincir, dia dikatai jelek oleh makhluk mirip predator albino? Seumur hidupnya sebagai shinigami, belum pernah sekalipun ada yang mengatainya jelek. "Tidak terimaaaa….."
"Hei predator! Apa kau tidak pernah melihat dirimu sendiri ya?!"
"Ohh…maaf ya….! Tapi aku jauh lebih cantik daripada kau!!"
Rukia merinding! Apa-apaan makhluk itu? Dia memang tahu ada shinigami yang punya jiwa narsis tetapi kalau hollow masih memikirkan tentang kecantikan?? Yang benar saja!! Lagi pula…. Kenapa logat bicaranya aneh begitu sihh…?? Belum selesai Rukia berpikir, hollow itu sudah melompat di hadapannya dan memukulnya hingga jatuh ke tanah.
"Oh…akui saja. Kau sampai terpesona begitu melihatku"
"Iiiih….apa-apaan hollow ini? Gara-gara kata-katanya itu aku sampai shock. Sial! Cepat juga dia!", Rukia berdiri menatap hollow aneh yang sekarang berdiri di tempatnya tadi memandang Rukia dengan angkuh. Hollow itu kemudian melompat dan menghujani Rukia dengan sesuatu yang seperti kuku yang ditembakkan dari jari-jarinya. Rukia mencoba melompat mundur, tetapi sialnya dia masih tertembak. Hollow itu mengayunkan lengannya dan bersiap memukul Rukia tetapi…
"…e..heeeeh….kau kenapa Rukiaa??", Ichigo mengangkat pedangnya menahan lengan hollow yang hampir memukul Rukia. Ichigo menatap hollow di hadapannya dengan seringai.
"Maaf! Dia kugantikan.."
"..r…Romeo…"
"Hah?!", Ichigo menatap hollow itu dengan pandangan tidak mengerti. Hollow itu perlahan menurunkan lengannya dan menatap Ichigo dengan berbinar-binar.
"Romeooo…!"
Ichigo melompat mundur mengacungkan Zangetsu pada hollow yang seperti ingin menubruknya. Rukia shock melihat mereka berdua.
"ngg…anuu….dia itu Ichigo!", hollow itu menatap Rukia yang sudah berdiri.
"oh..manis sekali…..apa kau pacarnya?"
kemudian tanpa sadar, Rukia menjawab pertanyaan-pertanyaan si hollow tanpa mengacuhkan Ichigo yang merinding menatap mereka dari jauh.
"begitulah….saat melihatnya melindungimu, aku jadi teringat pada Romeoku yang selalu melindungiku, tetapi dia tewas saat menolongku dari orang mabuk. Makanya aku sangat membenci orang mabuk".
"Oi Ichigo!"
"A..Apa?"
"Kenapa kau berdiri di situ?!", Ichigo melambaikan tangannya, meminta Rukia mendatanginya.
"…kenapa kalian malah ngobrol begitu..??"
"kau ini! Hollow itu berhenti mengamuk karena kau mirip dengan pacarnya dulu!"
"HAAH??….di..di…dia…hollow okama ya??"
"Ohh… Kau tersanjung Ichigo?!"
"APANYA??"
"Katanya, dia mau bicara denganmu". Akhirnya dengan berat hati dan berat langkah plus berat badan….Rukia menyeret Ichigo menghadapi hollow itu. Hollow itu sudah lebih tenang tetapi menatap Ichigo dengan pandangan lebih berbinar-binar dari sebelumnya.
"ngg…anu…"
"Juliet. Namaku Juliet"
Ichigo menahan keinginannya untuk berteriak frustasi. Rukia memegang perutnya, menahan tawa.
"Ngg…ju..Juliet…", "siaaaaaaaal…..apa-apaan ini…??". Dalam pikirannya Ichigo menarik-narik rambutnya dengan frustasi dan membenturkan kepalanya di tiang listrik. Kemudian Ichigo dengan sikap gentlemen-nya menjelaskan pada hollow itu bahwa dendam itu tidak baik karena tidak menguntungkan bagi siapa-siapa. Lebih baik, j…Juliet….segera saja ke soul society agar bisa bertemu Romeo-nya.
Juliet…eh…si hollow memegang tangan Ichigo dengan mata berbinar-binar menatap Ichigo dan hampir menangis bahagia. Akhirnya, dia mau dikirim ke soul society oleh Ichigo. Ichigo memecahkan topeng….sii…..Juliet dengan pedangnya dan dia menatap wajah…..seperti wajah Tessai (tanpa kaca mata tentunya+ wajah en tubuh yg kekar) dengan bulu mata lentik dan bibir sexy (?) tersenyum pada Ichigo.
"terima kasih…aku beruntung bisa bertemu denganmu strawberry!", dengan kalimat itu dia mengecup pipi Ichigo dan menghilang.
"GWAHAHAHAHAHA…..!!", akhirnya Rukia tidak tahan menahan tawanya. Dia bersandar di dinding dan tidak berhenti memukul-mukul dinding. Ichigo hanya shock tidak bisa berkata-kata.
Sebenarnya hal itulah yang membuat Rukia tidak tahan menahan keinginannya menertawakan Ichigo sepanjang hari.
flashback ni...:D
