Naruto by Masashi Kishimoto
Highschool DxD by Ichiei Ishibumi
Crossover Naruto x Highschool DxD
Pair : Uzumaki Naruto x Xenovia Quarta
Rate : M for safe
Warning : Typo bertebaran, tidak sesuai eyd dan masih banyak lagi.
Genre : Fighting, Supranatural, Romance, etc.
Summary : Dia adalah sosok yang menjunjung tinggi kebenaran, menyelamatkan musuh dari rasnya dan membuat ia terusir dari tempatnya. Ini bukanlah cerita seseorang yang harus menyelamatkan dunia ataupun mendamaikan dimensi, ini hanya sebuah kisah dimana kebenaran harus selalu ditegakkan.
--The Great Exorcist--
"Baiklah-baiklah, Aku akan melatih inang dari Draig itu. Aku penasaran potensi dari Sekiryuutei jaman Sekarang". Perkataan Azazel membuat Naruto tersenyum sumringah."Kalau begitu sampai jumpa besok Sabtu Azazel". Naruto melambaikan tangannya pada Azazel dan berjalan pulang menuju rumahnya.
Skip Time_
Keesokan harinya tepatnya Sabtu pagi Naruto tampak berjalan menuju taman. Dia menguap dalam perjalanan, sungguh sebenarnya dia malas untuk keluar hari ini dan lebih memilih tidur.
Sampailah dia di sebuah taman dan tampak pemandangan yang membuat Naruto iri. Banyak para pasangan yang bermesraan di taman, 'Hah...andai kau bersamaku Via-chan'. Naruto menghela nafas.
Saat ingin duduk di bangku taman, Naruto dikejutkan oleh panggilan seseorang bersurai cokelat yaitu Issei yang berjalan menuju arahnya.
"Ah...kau sudah sampai Hyoudou-kun". Naruto mengatakan itu dengan tersenyum.
"Jadi kenapa senpai menyuruhku kesini?". Tanya Issei bingung.
"Karena permintaan Rias untuk melatihmu menguasai Balance Breaker". Naruto berucap kemudian menunjuk ke arah sebuah danau dekat taman. "Temuilah seseorang yang sedang memancing di danau, dia yang akan melamelatihmu".
"Souka...baiklah aku akan kesana. Arigatou Naruto-senpai". Issei mengangguk mengerti kemudian berlari menuju danau yang ada di dekat taman.
Naruto yang melihat Issei telah pergi memutuskan untuk meninggalkan taman.
Dia tidak akan kuat melihat pasangan yang bermesraan bagai dunia milik berdua.
Dia berjalan tak tentu arah, bingung ingin kemana. Di sebuah persimpangan dia melihat ada sebuah bayangan hitam dari seekor iblis liar menuju ke gelapnya sebuah gang.
Tanpa pikir panjang dia masuk ke dalam gang yang dituju dari iblis liar itu. Bau amis dan bercak-bercak darah menyapa Naruto di gelapnya gang.
"Aura suci ini...Kau seorang Exorcist ningen". Suara berat dari iblis liar berbentuk Minotaur membuat Naruto seketika mengeluarkan katananya.
"Hanya mantan, apa Aku boleh membunuhmu". Naruto mengucapkan itu dengan santai serta tersenyum sadis.
"Sialan kau ningen, akan kuremukkan tulang-tulangmu". Iblis liar itu berlari menuju Naruto dengan sebuah kapak di tangan kanannya.
~Cting
Suara benturan antara katana Naruto dengan kapak dari si Iblis liar. Naruto mendorong pedangnya ke depan kemudian mencoba menebas tangan si Iblis liar.
Tidak ingin tertebas, si Iblis liar menggunakan kapaknya untuk menahan tebasan Naruto.
"Lumayan...tapi apa kau bisa menahan yang ini". Naruto melompat ke belakang, "Triple Steps : Strike from World". Naruto mengambil 3 langkah cepat kemudian menebas si Iblis liar.
~Crash
Iblis liar itu berhasil tertebas oleh serangan Naruto membuat tubuhnya terpotong dan berubah menjadi abu.
Naruto menatap pemandangan itu dengan datar, dia terkadang bingung dengan katana tipis yang dipegangnya karena menurutnya katana itu sekarang bertambah tajam jika terkena darah.
Naruto menemukan katana tipis itu di sebuah gua saat dia menjalankan misinya sebagai Exorcist dulu. Sampai sekarang Naruto belum tahu semua kemampuan dari katana itu.
"Hah...Aku lapar sekali, mampir di kedai ramen saja lah". Naruto menghilangkan pedangnya kemudian pergi dari tempat itu.
Keesokan harinya seperti biasa Naruto sekolah dan tidak ada hal yang menarik.
Malam itu Naruto sedang berjalan-jalan di dinginnya malam.
Naruto terpaksa berhenti karena panggilan dari belakangnya, tamapk Rias yang memanggilnya.
"Naruto-kun...apa kau tahu Issei dimana?". Tanya Rias padanya.
"Hm, aku tadi melihatnya dengan gadis biarawati bersurai pirang di game center". Rias berterima kasih kemudian pergi ke arah game center.
(Untuk seterusnya Sama kayak di canon, tentang penyelamatan Asia hingga masuknya Asia ke Peerage Rias).
Saat ini istirahat kedua, Naruto berada di ruang Klub Penelitian Ilmu gaib.
"Bagaimana latihanmu Hyoudou-kun?". Naruto menanyakan itu sambil memakan kue yang ada di tangannya.
"Issei saja cukup Naruto-senpai, untuk latihannya Azazel-sensei berhasil membuatku menguasai balance breaker walaupun hanya 1 menit". Ucap Issei, Naruto menatap Issei sebentar kemudian memakan kuenya.
"Baguslah jika ada kemajuan, aku yakin dalam jangka waktu 2 minggu Kau bisa menguasai balance breaker sepenuhnya Issei". Naruto yakin terhadap Issei, Issei yang mendengar itu tersenyum sumringah dan mengangkat kepalan tangannya ke atas.
"Yoshh...Aku akan menjadi Kaisar Naga Merah terkuat di jaman ini". Ucap Issei semangat.
Naruto yang melihat semangat Issei mengangguk lalu tersenyum pada Issei.
"Rajinlah berlatih dengan Azazel, dengan begitu kau akan kuat dan bisa menjadi Raja harem yang kau impi-impikan". Ucap Naruto.
Pembicaraan Issei dan Naruto berhenti saat masuknya Rias dalam ruang klub.
"Kebetulan Kau disini Naruto-kun". Naruto menaikkan alisnya mendengar perkataan Rias.
"Ada apa sebenarnya Rias?". Tanya Naruto bingung.
Rias melihat sejenak ke sekitar ruangan klub, "Pihak Gereja akan ke Kuoh untuk mencari Excalibur yang dicuri". Ucapnya.
"Souka". Naruto mengerti sekarang, "Apa mereka akan kesini untuk meminta izin untuk berada di kuoh". Naruto memastikan apa yang ia pikirkan sekarang.
"Ya..Kau benar Naruto-kun, mungkin setelah ini aku ingin memanggil Sona kemari". Rias membenarkan perkataan Naruto.
Issei yang mendengar Rias berbicara tentang Sona si ketua OSIS nampak bingung. "Maaf Bochou, apa Sona-kaichou adalah iblis?". Tanya Issei dan dijawab anggukan oleh Rias.
"Kau tidak salah Issei-kun, Sona adalah Iblis sepertiku dan seluruh anggota OSIS adalah peeragenya". Ucap Rias.
Naruto menatap Rias, " Jadi...Kapan utusan Gereja itu datang?". Naruto menanyakan itu.
"Nanti sepulang sekolah, Aku ingin kau ikut melihatnya Naruto-kun". Ucapan Rias membuat Naruto berpikir sebentar.
"Baiklah, karena Aku sedang Free hari ini tidak masalah untuk datang". Naruto sebenarnya juga penasaran siapa yang dikirim pihak Gereja untuk mencari Excalibur yang dicuri.
Skip Time_
Naruto sekarang berada di ruang Klub, dia menunggu dengan sabar Rias yang sedang menjemput utusan Gereja di gerbang Kuoh.
"Naruto-senpai, kenapa senpai ingin melihat utusan Gereja itu?". Naruto menolehkan pandangannya ke arah Issei sang penanya.
"Ah bukan apa-apa, hanya saja aku penasaran siapa yang dikirimkan pihak gereja untuk mencari Excalibur itu". Ucap Naruto.
Obrolan mereka terhenti saat Rias masuk dengan dua seseorang yang mereka asumsikan adalah utusan gereja.
Naruto terkejut melihat utusan dari Gereja itu, sungguh dia ingin membunuh ketua gereja yang mengirimkan mereka.
Kenapa dari Exorcist terbaik yang gereja miliki, mereka memilih Kekasih dan temannya untuk mencari Excalibur.
Naruto menatap Kekasihnya aka Xenovia dengan pandangan sendu. Xenovia sendiri menatap datar ke arah Naruto.
"Nah kalian, perkenalkan mereka adalah Exorcist dari Gereja". Rias memperkenalkan utusan itu.
"Sudah cukup basa-basinya Gremory, Kami meminta Kau dan peeragemu tidak ikut campur dalam masalah ini". Ucapan dingin dari Xenovia membuat Naruto terkejut.
'Sejak kapan Xenovia jadi dingin' Naruto membatin dalam dirinya melihat sikap Xenovia.
Sedangkan Irina menghela nafas mengetahui sikap Xenovia, kemudian melihat ke Naruto. 'Aku seperti kenal dengannya'.
"Santailah sedikit Via-chan, perkenalkan namamu dengan baik-baik". Ucapan Naruto membuat mereka yang di ruangan menoleh padanya.
"Diamlah Kau...Aku tidak menerima saran Exorcist terbuang sepertimu". Ucapan tajam dari Xenovia membuat Naruto terdiam, perubahan sikap yang Xenovia alami itu semua karena dirinya. Naruto tidak akan menampik hal itu.
"Naruto-kun, K-Kau mantan Exorcist?". Naruto menghela nafas kemudian mengangguk membenarkan itu.
"Lihatlah bahkan Kau sekarang berteman dengan Iblis". Xenovia melanjutkan perkataannya.
"Xenovia-chan sudah cukup, urusan kita sudah selesai disini". Ucap Irina tidak ingin menyulut emosi sang mantan Exorcist terkuat yaitu Naruto.
"Tunggu sebentar Irina, Aku masih ingin menyampaikan kepada pria brengsek ini.." Xenovia menunjuk Naruto, "Dengan seenaknya Dia pergi selama 1,5 tahun dan membuat gadisnya setiap hari setiap malam cemas akan kondisinya, bahkan dia tidak tahu gadis itu menangisinya setiap malam". Ucapan Xenovia menohok hati Naruto.
"Ada hubungan apa kau dengan Naruto-kun Quarta-san". Tanya Rias dengan ramah.
"Lebih dari yang kalian kira, dan aku membencinya jika mengingatkan akan dirinya". Xenovia mengatakan itu dengan sendu.
"Cukup sampai disini Gremory, seperti yang kalian tau..Kami tidak membutuhkan bantuanmu". Xenovia segera bangkit dan ingin pergi, jujur melihat Naruto lagi membuatnya ingin menangis.
Sebelum mereka pergi, tangan Xenovia dicekal oleh Naruto.
"Kau tau apa yang terjadi padaku selama ini kan Via-chan". Ucapan Naruto membuat yang ada disana penasaran dengan hubungan Naruto dengan salah satu pihak dari gereja.
"K-kau..sialan lepas!". Xenovia mencoba melepas tangannya yang dari cengkraman Naruto.
"Tidak akan pernah, selama ini aku telah berjanji padamu..". Ucap Naruti sendu, "Apa kau ingat itu? Apa kau tau hal yang sebenarnya kulakukan hingga aku terusir dari gereja?". Bohong jika Xenovia tidak tahu, Dia sebenarnya tau apa yang membuat Naruto terusir dari Gereja.
"Karena belas kasihanmu pada iblis". Xenovia mengatakan itu dengan lantang.
"Kau benar, dan kau tahu apa jalanku selama menjadi Exorcist". Ucapan Naruto membuat Xenovia tercengang.
"Dari ekspresimu aku tahu kau melupakannya, biar kuulangi sajalah. Aku melakukan sesuatu yang menurutku itu benar, katanaku akan selalu membela pihak yang benar dan..". Naruto menjeda perkatannya. "Khusus untuk pasanganku, Katanaku akan membunuh apapun yang menganggunya". Ucapan Naruto membuat Xenovia terdiam.
"Apapun yang kau pilih Via-chan, katanaku akan selalu berada di depanmu". Terjawab sudah pertanyaan dari mereka yang ada di klub, ternyata Naruto dan Xenovia adalah sepasang kekasih dulunya.
Xenovia masih diam belum menanggapi pernyataan Naruto.
"Mau kau menyuruhku untuk bunuh diri, akan kulakukan sekarang". Naruto mengatakan itu membuat Xenovia terkesiap.
"Tidak, aku bukanlah gadis lemah seperti yang kau pikirkan". Xenovia menatap Naruto dengan mata yang berkaca-kaca.
"A-Aku ti-tidak hiks...lemah...t-tau". Xenovia menangis dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Naruto memeluk Xenovia kemudian berbisik, "Aku tau Kau kuat sayang". Bisikan Naruto membuat Xenovia membalas memeluk Naruto erat.
Rias dan anggota peeragenya serta Irina menatap hal itu dengan tersenyum. Irina senang melihat sisi Xenovia yang telah lama ia rindukan.
"Rias! Untuk sekarang biarkan mereka tinggal di rumahku". Naruto masih memeluk Xenovia mengucapkan hal itu.
"Baiklah Naruto-kun". Ucap Rias mengerti.
Naruto, Xenovia dan Irina pamit pergi dari ruang klub. Perjalanan pulang diselingi dengan obrolan antara Irina dan Naruto, sedangkan Xenovia memeluk lengan Naruto tanpa mengatakan apapun.
~To be Continued~
Hai-hai bertemu lagi dengan author yang gaje ini.
ehem chap ini cukup pendek karena saya ingin segera mempertemukan Naruto dan Xenovia.
Saya membuat adegan tentang riser dan rias di chap setelah mengalahkan kokabiel. maaf jika banyak yang saya skip :v
mungkin itu dulu untuk hari ini, jika kurang atau ada yang salah bisa komen di review, jika suka bisa like fic ini.
Sungguh author bukan siapa-siapa tanpa reader. Chap selanjutnya dari Real dream akan saya up besok.
Daaa di next chap, Reader yang baik adalah yang selalu meninggalkan jejaknya.
... Log Out ...
