Thank's to:
Kyunie, Y BigProb, Gigi Onta, zizi'd, Nikeisha Farras, Beanienim, vanillatae, plubio, Shin-KiNas, vianaling, redhoeby93, Tink224, AURORA ANGEL99, Jung Jisun, MinoRin91, Takikeii, chuperchaeji, cxxkaaa, florexx, junyaeee, kim ria, monseurin, zadinn, Greenlattee, KimWeye, NamTaeKook, Nopiaaa, Yuurichi Harumi, baby ji, jankojan27, kiyowon, meanie17trash, meaniec, Mingoo-nim, Pritaeeeeee.
Gigi Onta: Yes, udah di update wokwok :V
SALAH PAHAM
.
JUNGKOOK X TAEHYUNG (BTS) & MINGYU X WONWOO (SVT)
slight! Seungcheol X Jeonghan (SVT) & Namjoon X Jin (BTS)
.
7D
"TAEHYUNG! BUKA PINTUNYA!"
"TIDAK!"
"CEPAT BUKA PINTUNYA! AKU BERSUMPAH AKAN MENGGAGAHIMU JIKA KAU MASIH TAK MAU BUKA PINTU INI!"
"..."
Jungkook memejamkan matanya, merasakan panas di dadanya sudah sampai ke ubun-ubun. Berteriak-teriak dengan Taehyung benar-benar membuatnya emosi. Apa-apaan kekasihnya itu? Pulang-pulang langsung kunci pintu, tidak ada angin tidak ada hujan langsung marah-marah tanpa tau apa salahnya.
Sementara Taehyung bersender di belakang pintu, merasakan tenggorokannya kering karena terlalu nyaring berteriak. Ia terpancing emosi karena Jungkook. Iya, lelaki bongsor yang sialnya adalah kekasihnya itu membuatnya naik pitam. Taehyung punya alasan kenapa ia jadi uring-uringan begini.
Tak lama berselang...
"Tae..." suara Seokjin yang agak berat memanggil Taehyung di luar sana.
Taehyung ragu untuk menjawab panggilan hyung tampan —uhuk, cantiknya itu. Bisa jadi 'kan itu Jungkook yang pura-pura meniru suara Seokjin? Sekilas suara mereka memang hampir mirip.
"Tae, buka dulu pintunya. Ini Seokjin."
Taehyung yang yakin itu suara Seokjin, membuka pintu tersebut. Memutar kenop yang tadinya ia kunci, dan langsung membuka lebar pintu tanpa curiga sama sekali. Taehyung memang melihat Seokjin berdiri menjulang dengan senyum yang imut, tapi ia tidak sadar kalau —
BRUK!
"Y-YYAA, KAU...!"
BRAK!
— ternyata Jungkook bersembunyi di balik bahu lebar Seokjin. Karena Taehyung memiliki reflek yang lambat —ia tidak mau disebut telmi—, maka dengan mudahnya Jungkook menerjang dirinya dan langsung menutup pintu kamar dengan kaki Jungkook yang kekar. Menggiring tubuh mereka berdua untuk masuk dan tergesa jatuh di ranjang.
Meninggalkan Seokjin yang terdiam dengan ekspresi wajah terjelek serta menyumpahi Jungkook di dalam sana.
Jungkook yang kebetulan berada di atas tubuh Taehyung langsung melumat rakus bibir hyung manisnya. Taehyung yang sekali lagi memiliki reflek lambat hanya terpejam dengan mulut setengah terbuka, pasrah Jungkook melumat habis bibir bawahnya. Nafasnya tertahan, berusaha menarik nafas melalui hidung tetapi terhalang oleh pipi Jungkook. Terpaksa menghirup karbondioksida dari Jungkook daripada tidak bernafas sama sekali.
Puas dengan bibir lawan mainnya, Jungkook menjauhkan wajahnya dengan kecipak basah yang menggoda. Menggenggam telapak tangan Taehyung yang pasrah dibawahnya, yang selanjutnya berubah menjadi remasan yang kuat.
Taehyung yang merasakan genggaman erat di telapak tangan kirinya langsung membuka mata. Melihat Jungkook yang rambutnya berantakan dan bibir mengilap basah menatap Taehyung tanpa berkedip.
Duh, ia jadi malu.
"Katakan Tae," Jungkook yang masih terbawa emosi berbicara dengan suara parau, "apa maksudmu aku selingkuh, hmm?"
Taehyung bingung ingin menjawab apa. Semua uneg-unegnya hilang tertelan ciuman memabukkan tadi. Memaksakan diri menatap kelereng kelam Jungkook walaupun nyatanya bukan itu yang ia tatap, tapi dahi berkeringat Jungkook yang menjadi fokusnya.
"Ya jelas kau selingkuh. Kenapa kau mendesah di toilet tadi?" Taehyung malu ketika mengucap kata 'mendesah' di depan Jungkook.
"Hah?"
"Iya 'kan? Kalian berdua keluar dari toilet itu. Dan kau senyum-senyum melihat Mingyu dari belakang."
"..."
"Jadi, kau mulai suka dengan another Kim, Kook?" Taehyung yang tadinya biasa-biasa saja jadi ikut terbawa perasaan. Bapereu dia.
"Kau bilang kau suka dengan kulit tan ku. Apa aku kurang hitam, Kook? Apa Mingyu dengan kulitnya itu lebih menarik dimatamu? JAWAB AKU JUNGKOOK!"
Jungkook yang kaget dengan teriakan Taehyung reflek menegakkan tubuhnya. Tautan tangan itu terlepas, dengan kikuk Jungkook bangkit dan duduk di pinggiran kasur dengan tubuh menghadap Taehyung.
Ternyata Taehyung mengerikan juga kalau sudah mengaum seperti tadi.
Taehyung mendengus seraya terduduk, "Bodoh, seharusnya aku sudah curiga dari awal. Kau sering pergi dengan geng mu itu ketika ada waktu luang, minum sepuasnya seakan besok akan kiamat. Tidak peduli dengan aku yang harus pasrah kau tiduri sampai kau puas ketika kau mabuk."
"Dan tadi kalian melakukannya. Haha..." Taehyung tertawa, tapi air mata sudah membasahi wajah hingga turun ke dagunya. "Kau yang dimasuki 'kan Kook? Kulihat kau berjalan lambat tadi. Pasti masih sakit."
Si kelinci bongsor masih mencerna ucapan Taehyung yang menurutnya kelewat panjang. Otaknya sedang malas berpikir saat ini, tapi rasanya dari ucapan Taehyung tadi ada yang aneh.
Masuk, dimasuki, mas —
"KAU BERPIKIR AKU DIMASUKI MINGYU, TAE?"
"TIDAK USAH BERTERIAK, BODOH!" Taehyung menjawab tak kalah kerasnya. Tenggorokannya makin sakit, ditambah dengan tangisan sialannya ini yang membuatnya pasti terlihat semakin menyedihkan.
"Astaga Tae, dengarkan aku du—"
Tangan Taehyung lebih dulu membekap mulut Jungkook yang sedang berbicara. Moodnya sedang buruk, dan ia tidak mau mendengar penjelasan Jungkook sekarang.
Tiba-tiba ia bergidik geli kala telapak tangannya dijilat oleh Jungkook. Sangat lambat, bahkan ia bisa merasakan lidah Jungkook sengaja dibuat meliuk-liuk ditangkupan telapak tangannya.
Jungkook pikir, dengan diamnya Taehyung berarti lelaki manis itu akan melepaskan tangannya. Sebenarnya Jungkook masih ingin menggodanya juga sih, tapi nyatanya –
PLAK! PLAK!
Dua tepukan keras ia dapatkan di bibir dan dahinya yang seksi.
"Keluar." Taehyung mendorong Jungkook hingga jatuh terjerembab di lantai. Ingin rasanya Taehyung tertawa keras melihat ekspresi kekasihnya itu sekarang.
Tapi ia tahu, ini saatnya menghukum Jungkook. Memang Taehyung saja yang bisa dihukum Jungkook sesuka hati?
Taehyung gesit bergerak dan meraih kerah kemeja Jungkook. Menarik tubuh pemuda bongsor itu susah payah, dan Jungkook yang pasrah saja diseret keluar oleh Taehyung.
Sesampainya di luar, Taehyung berkata, "Tidur diluar. Aku tak mau tidur dengan orang yang pernah dimasuki. Hiii, menggelikan."
BLAMM!
Dan debaman suara pintu itu menyadarkan Jungkook dari lamunannya. Dan ia baru sadar kalau sudah di luar lagi, duduk dengan kaki terlipat seperti anak tiri. Ekspresi wajahnya berubah drastis seiring gerakan tubuhnya yang sejurus kemudian berdiri tegak di depan pintu.
"JEON TAEHYUNG! KAU PIKIR AKU PRIA APA?! AKU INI PRIA SEJATI! MANA SUDI AKU DIMASUKI!"
"..."
"KAU YANG PANTAS DIMASUKI DENGAN RUDAL KEKARKU TAEHYUNG! BUKA ATAU KUPERKOSA KAU SAMPAI LUMPUH!"
"..."
"AKU TAK PERNAH MAIN-MAIN DENGAN UCAPANKU. BUKA SEKARANG!"
"..."
Jungkook menggeram kesal karena emosi. Ia pikir ini hanya candaan. Terkutuklah Kim Mingyu dengan segala kegelapannyaaaa! —rutuk Jungkook dalam hati.
Taehyung yang masih berdiri tidak jauh dari pintu jadi bergidik sendiri mendengar ucapan Jungkook. Jungkook itu bahaya kalau sedang marah, padahal Taehyung tadi hanya bercanda. Lagipula mana mungkin Jungkook mau-mau saja dimasuki Mingyu? Mereka 'kan sama-sama seme!
Merasa kasihan dan bersalah, Taehyung melangkah maju untuk membuka kenop pintu. Namun tertahan ketika ia mendengar rengekan Jungkook yang membuatnya terkikik geli.
"Hyung, hyungku sayaaang ~ buka pintunya. Kau salah paham, sumpah aku tak akan pernah dimasuki siapapun..."
"Mana mungkin aku mau dengan si dekil itu, sayang! Hanya kau yang bisa membangunkan rudal gagahku!" Wajah Taehyung sudah panas mendengar ucapan Jungkook daritadi. Anak ini kapan otaknya bersih, sih?
Taehyung dengan segala kejahilannya lantas berjalan menjauhi pintu, tidur lebih tepatnya. Membaringkan tubuhnya disana dengan senyum malu-malu sambil menggigiti bantal. Puas mengerjai Jungkook yang masih merengek dengan serentetan kalimat mesum di luar sana.
.
...
...
EPILOG
Rengekan Jungkook terhenti kala mendengar suara yang membuat telinganya panas.
"Uuh, cuk–mmpph"
Penasaran, Jungkook menoleh ke kanan, berjalan sepelan mungkin menuju ruang tengah kala suara itu makin jelas terdengar.
Dan tanpa sadar, Jungkook bersiul menggoda kala melihat Namjoon sedang sibuk menggigiti leher dan bahu Seokjin dengan rakus. Jangan tanya wajah eommanya Bangtan itu, wajahnya sudah memerah hingga ke telinga. Mata setengah terpejam dengan kepala mendongak ke samping kanan, bibirnya yang gemuk sudah memerah dan bengkak. Mungkin saja dikulum Namjoon tadi.
Seokjin yang mendengar siulan usil tadi lantas membuka matanya, susah payah menjauhkan kepala Namjoon dari jakunnya kala melihat siluet Jungkook berdiri dengan cengiran bodohnya.
Namjoon merasa terusik ketika Seokjin mendorong kepalanya untuk menjauh. Dan bertambah kesal kala melihat Jungkook bersiul sekali lagi sambil menaik turunkan alisnya.
"Ya, bocah. Apa yang kau lihat?" tanya Namjoon dengan suara seraknya.
"Hmm? Hanya melihat leher eomma dimakan nyamuk. Nyamuknya besaaaar sekali." Jungkook berujar dengan suara yang dibuat sepolos mungkin, merentangkan kedua tangannya mempraktekkan betapa besarnya nyamuk yang Jungkook maksud.
Seokjin menutup wajahnya dengan sebelah tangan. Malu karena ketahuan make out dengan Namjoon, di sofa pula!
"Pindahlah ke kamar hyung. Aku mau tidur. Hush hush."
Namjoon mengutuk kelinci cap Playboy itu. Segera ia mengangkat tubuh Seokjin dan berjalan di depan Jungkook. Menendang kaki pemuda Jeon keras hingga si empu mengaduh.
Sengaja Namjoon berkata dengan suara keras, bermaksud menyindir, "Kita 'main' di dapur saja sayang, biar orang tahu kalau dapur ini milikku dan milikmu malam ini."
Jungkook yang masih mengusap kakinya berdecih mendengar ucapan Namjoon. Dapur dan ruang tengah itu hanya dibatasi counter saja! Apa mereka mau melakukannya di atas counter untuk memasak?
Dari sini Jungkook belajar, berdekatan dengan Mingyu tidak ada manfaatnya. Yang ada hanya bawa sial.
END
A/N : Alohaa! Akhirnya, selesai juga. Sebelumnya, makasih buat review, fav, and followsnya. Updatenya lama? Iya, emang sengaja updatenya pas maljum. Biar asupannya terpenuhi, walaupun ini gak menjurus ke'sana' sama sekali, kayak nanggung gitu. Semoga memuaskan ya, selamat membaca ( ͡° ͜ʖ ͡°)
